PT. Mp Lwi Kebun Sialang Taji Jangan Abaikan Pemukiman dan Lahan Warga Yang Terancam Banjir | Media Sergap -->

PT. Mp Lwi Kebun Sialang Taji Jangan Abaikan Pemukiman dan Lahan Warga Yang Terancam Banjir

📆 Kamis, 24-November-2022 [15.42]


PT. Mp Lwi Kebun Sialang Taji Jangan Abaikan Pemukiman dan Lahan Warga Yang Terancam Banjir


Labura • Sumut » mediasergap ⚖️🇮🇩

perusahaan anak cabang sinar mas PT .Mp Lwi perkebunan sialang Taji yang berlokasi di Desa Sialang Taji kecamatan kualuh selatan Labura yang memiliki luas areal ± 2.000 ha dengan komoditi tanaman sawit diminta agar jangan mengabaikan dampak bencana banjir yang di akibatkan oleh luapan air sungai maupun buangan air dari kebun perusahaan ini hingga mengakibatkan resiko  pada dampak bencana banjir kepemukiman penduduk serta kebun kebun masyarakat di seputaran kebun ini.

Sejak dahulu keberadaan perusahaan ini di nilai  sangat tidak memberi manfaat kepada warga masyarakat tetangga kebun baik secara moril maupun bantuan alat berat dalam meringankan keluhan warga yang beruntun ditimpa musibah banjir seperti tentang  jebolnya benteng Sei kualuh di eputaran dekat areal kebun PT Mp Lwi ini.

paling tidak perusahaan sebesar ini harus memikirkan kesenjangan sosial bagi warga masyarakat sekeliling kebun yang masih selalu trauma dengan masalah - masalah banjir dan tuangan air dari dalam kebun.

Hasil investigasi ke areal benteng yang sudah beberapa waktu lalu jebol akibat gerusan air sekitar ± 120 meter  di dusun 1 kilang Samin gala gala tangkahan pamingke  Desa si Alang taji, terlihat rusak dan jebol namun belum ada sentuhan bantuan dan rasa perduli pihak perusahaan anak cabang sinar mas ini untuk membantu perbaikan benteng tersebut yang lokasinya tidak berapa jauh dari Kebun  perusahaan ini anak cabang sinar Mas ini.

Melihat kondisi Benteng yang jebol dan sangat  memprihatinkan ini Media Sergap bersama beberapa rekan wartawan lain mengunjungi kantor Desa si Alang taji dan meminta keterangan atas hal keberadaan dan keperdulian perusahaan ini kepada Kades Laurensius Sirait di ruangannya, Rabu (23/11.2022) ia mengatakan, memang betul ada Benteng yang telah jebol dengan panjang sekitar ± 100 meteran lebih dan sudah kita laporkan hanya ke pihak Pemkab.

Ketika ditanya tentang rasa keperdulian dan  sikap perusahaan kebun Sialang Taji Estate  atas hal ini  kades melanjutkan, kita tidak pernah berharap banyak dengan perusahaan sinar mas kebun si Alang taji ini sudah cukup lama sedikitpun tidak ada rasa perhatian mereka atas bencana banjir akibat putusnya Benteng ini padahal besar juga pengaruh adanya buangan air  limbah dari dalam kebun mereka yang berdampak ke pemukiman dan kebun masyarakat kampung tetangga kebun.

"Memang dahulu awal awalnya saja perusahaan ini memberi perhatian kepada masyarakat agar bisa mulus mendapatkan ijin usaha legalitas Kebun namun sekarang ini semua orang tau kalau perusahaan ini sayang seribu kali sayang tidak lagi memberi manfaat kepada warga di Desa ini.

Sudah sepatutnya perusahaan seluas ini ikut andil memikirkan hal yang berkaitan dengan  permasalahan sosial dalam kehidupan warga masyarakat disini dan layak membantu solusi atas penanggulangan permasalahan banjir terutama kondisi Tanggul yang putus ini.

Tapi memang susah mengharapkan dampingan  perusahaan seperti ini bayangkan puluhan tahun berdiri untuk jalan poros keluar masuknya kenderaan perusahaan dalam membawa hasil kebunpun tidak mau mereka atasi.

Baik itu membuat normalisasi paret kiri dan kanan hingga peninggian badan jalan lintasan alat  transportasinya sehingga masyarakat pengguna jalanpun mendapat manfaat.

Apalagi jalan ini selalu dilalui anak anak ke sekolah. Bagaimana mungkin  mereka mau  berkorban membantu masyarakat  tentang hal lain padahal adanya  kewajiban  atas  CSR  dari perusahaan mereka, kalau dari Pemkab setiap ada bencana tetap mengulurkan bantuan sembako ke warga disini jelas Kades Sirait  polos dan tegas.

Ketika hal putusnya tanggul dan dampak  pembuangan air Kebun ini ingin dikonfirmasikan kepada Manager Kebun Anak Sinar Mas  Redha Fauzi ternyata telah memblokir WA Media ini, Rabu (23/11), seorang pekerja mengatakan ,pak Manager sedang cuti.

Berusaha kembali untuk menyeimbangkan Pberitaan  melalui konfirmasi sang Manager Via  SMS hp seluler masuk namun tetap bungkam.

Mengecam keberadaan Perusahaan ini akibat mengabaikan element masyarakat tetangga kebun atas masalah resiko dampak banjir ini G.sinaga ,sejak dulu memang luar biasanya sikap perusahaan ini kepada masyarakat disini kami sebagai petani dan pekebun yang sehari hari bekerja untuk mencari nafkah dengan hasil  bertani dan berkebun  sangat mengecam sikap kebijakan Manager perusahaan yang tidak pernah memikirkan kesenjangan sosial kepada masyarakat disini terutama atas dampak air dari dalam kebun.

Walaupun pihak perusahaan sudah membuat pipa pompanisasi  pembuangan dan pintu klep namun melihat luasan areal kebun yang begitu luas  jelas tidak memadai, untuk itu haruslah dipikirkan kondisi dan dampaknya  kepada masyarakat  dan petani disini paling tidak pihak kebun harus mengundang bersosialisasi serta mengulurkan bantuan alat beratnya bila ada tanggul yang putus dekat kebun agar terjalin kerjasama  dan warga bisa terbantu dengan keberadaan perusahaan yang katanya milik sembilan Naga ini begitupun layak hal ini di giring untuk di RDP kan kepada DPRD Labura agar jelas ijin ijin serta keberadaan perusahaan ini .

kami juga berharap agar pemilik perusahaan memahami dan bisa mendudukkan sosok piminan Manager yang mampu selalu berdampingan dengan berbagai element masyarakat untuk saling  bermitra dan bergandeng tangan dalam kesenjangan sosial di Desa ini serta  sinar mas devisi kebun.lainnya. Kesal warga. (Yans)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini