Media Sergap -->








Headline

Dinas Pertanian Kabupaten Toba Perkuat Ketahanan Pangan, Infrastruktur Pertanian, dan Pelestarian Tanaman Endemik

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Dinas Pertanian Kabupaten Toba terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan melalui sejumlah kegiatan strategis yang dilaksanakan pada Sabtu (31/10/2026).

Adapun rangkaian kegiatan tersebut meliputi pendampingan tim Kementerian Pertanian dalam monitoring pembangunan embung di Kecamatan Parmaksian, partisipasi dalam Pameran Tanaman Endemik Toba di Taman Gurgur, Kecamatan Tampahan, serta pelaksanaan pelatihan peternakan dan pertanian di HKBP Nommensen, Kecamatan Sigumpar.

Dalam upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Toba turut mendampingi tim dari Kementerian Pertanian melakukan monitoring pembangunan embung di Kecamatan Parmaksian.

Pembangunan embung diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mendukung ketersediaan sumber air bagi kebutuhan pertanian, khususnya untuk membantu petani menghadapi keterbatasan air pada musim kemarau serta meningkatkan keberlanjutan usaha tani masyarakat.

Selain itu, Dinas Pertanian Kabupaten Toba turut berpartisipasi dalam kegiatan Pameran Tanaman Endemik Toba yang diselenggarakan di Taman Gurgur, Desa Gurgur Aek Raja, Kecamatan Tampahan, mulai 31 Oktober hingga 2 November 2026.

Kegiatan ini mengangkat semangat "Mari Kita Selamatkan, Kita Tumbuhkan dan Komersilkan" sebagai ajakan bersama untuk melestarikan kekayaan tanaman endemik Toba sekaligus mengembangkan nilai ekonominya bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman simbolis bibit tanaman endemik Toba oleh Pecinta Danau Toba bersama Pemerintah Kabupaten Toba. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Camat Tampahan, serta Kepala Desa Gurgur Aek Raja.

Adapun bibit tanaman endemik yang diperkenalkan meliputi Andaliman, Antarasa, Kemenyan, dan Mobe. Bibit tersebut juga diserahkan kepada sejumlah masyarakat yang hadir sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan pelestarian dan pengembangan tanaman khas daerah.

Pameran ini turut menampilkan berbagai produk inovatif berbasis potensi lokal, di antaranya produk kosmetik, parfum, dan sabun dengan bahan baku Andaliman, alpukat, serta Kemenyan. Selain itu, ditampilkan pula produk oleh-oleh khas Toba, termasuk bubuk Andaliman dari Taman Eden, serta beragam produk makanan hasil olahan UMKM binaan Dinas Koperindag.

Melalui kegiatan ini, tanaman endemik tidak hanya dipandang sebagai kekayaan hayati yang harus dijaga, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bahan baku produk unggulan daerah, meningkatkan kreativitas pelaku UMKM, membuka peluang usaha, serta memperkuat perekonomian masyarakat.

Pada hari yang sama, Dinas Pertanian Kabupaten Toba juga melaksanakan kegiatan pelatihan peternakan dan pertanian di HKBP Nommensen, Kecamatan Sigumpar.

Kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha di bidang pertanian dan peternakan. Dengan peningkatan kemampuan tersebut, diharapkan para peserta dapat menerapkan praktik usaha yang lebih baik, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan keluarga.

Melalui ketiga rangkaian kegiatan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Toba terus mendorong pembangunan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga memperhatikan ketersediaan infrastruktur pendukung, pelestarian sumber daya alam, pengembangan produk lokal, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas pecinta lingkungan, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah.

Dari pelestarian tanaman endemik hingga penguatan kapasitas petani dan peternak, Dinas Pertanian Kabupaten Toba berkomitmen mewujudkan pertanian yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Toba. (Dosi)

Kapolres Toba: Olahraga Bentuk Karakter dan Disiplin Generasi Muda

BALIGE (Sumut) mediasergap.com – Olahraga bukan sekadar sarana untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, konsistensi, dan semangat dalam menggapai cita-cita. Melalui olahraga, generasi muda diharapkan mampu membangun mental yang tangguh, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengembangkan potensi diri.

Pesan tersebut disampaikan Kapolres Toba AKBP V.J. Parapaga, S.I.K., saat menghadiri pembukaan pertandingan Futsal Labersa Toba Antar Pelajar, Sabtu (31/10/2026).

Pertandingan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Toba, Drs. Audy Murphy O. Sitorus. Pembukaan ditandai dengan tendangan bola bersama oleh Wakil Bupati Toba, Direktur Utama Labersa, H.W. Hutahaean, Kapolres Toba AKBP V.J. Parapaga, S.I.K., serta pengurus Labersa sebagai simbol dimulainya kompetisi.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Toba menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertandingan futsal antar pelajar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan positif yang dapat dimanfaatkan para pelajar untuk mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan, sekaligus membangun kepercayaan diri melalui olahraga.

Ia berharap, melalui kompetisi ini akan lahir generasi muda Toba yang tangguh, memiliki semangat pantang menyerah, mampu menghargai potensi diri, serta terus berusaha meningkatkan kemampuan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Semoga dengan adanya pertandingan futsal ini dapat memunculkan anak-anak Toba yang tangguh, yang mencintai dirinya sendiri dan mau terus mengembangkan dirinya. Harapan kita, suatu saat nanti anak-anak di Toba ini semuanya bisa menjadi orang-orang yang sukses,” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa olahraga memiliki banyak manfaat dalam membentuk kepribadian seseorang. Selain menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, olahraga juga melatih kedisiplinan, ketekunan, serta kemampuan mengendalikan diri dari kebiasaan negatif, termasuk rasa malas.

Menurutnya, seseorang yang memiliki kegemaran berolahraga cenderung terbiasa dengan pola hidup disiplin dan konsisten. Sebab, untuk mencapai kemampuan dan kemahiran dalam suatu cabang olahraga diperlukan proses latihan secara berulang-ulang, kesungguhan, serta kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

“Orang yang hobi berolahraga adalah orang yang setia dan konsisten, karena dia terbiasa melakukan sesuatu secara berulang-ulang sampai akhirnya menjadi mahir. Kebiasaan seperti inilah yang perlu kita tanamkan kepada anak-anak sejak dini,” tambahnya.

Menutup pesannya, Kapolres mengajak seluruh peserta pertandingan agar menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus sarana membangun mental dan karakter yang kuat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas, menghormati sesama peserta, dan mempererat persaudaraan selama kompetisi berlangsung.

“Di dalam tubuh yang sehat pasti ada jiwa yang kuat. Mari manfaatkan kesempatan ini untuk berkompetisi secara sportif, saling menghargai, menjaga persaudaraan, dan terus mengembangkan diri menjadi generasi muda yang membanggakan Kabupaten Toba,” tutup Kapolres.

Melalui penyelenggaraan Futsal Labersa Toba Antar Pelajar ini, diharapkan semakin tumbuh minat dan semangat generasi muda Kabupaten Toba dalam bidang olahraga. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus membentuk generasi penerus yang sehat, disiplin, sportif, berkarakter, dan memiliki daya juang tinggi dalam meraih cita-cita.

Dengan demikian, olahraga dapat menjadi salah satu sarana strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas di Kabupaten Toba. (Dosi)

DPD FPRN Aceh Apresiasi PT Medco E&P dan BPMA Gelar FGD tentang Etika Jurnalistik

ACEH, mediasergap.com – Dewan Pimpinan Daerah Forum Pimpinan Redaksi Nasional (DPD FPRN) Provinsi Aceh menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT Medco E&P dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) atas terselenggaranya kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema etika jurnalistik.

Ketua DPD FPRN Provinsi Aceh, Muhammad Iqbal, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang dialog, edukasi, dan pertukaran wawasan yang sangat bermanfaat bagi insan pers, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya profesionalisme dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurutnya, FGD tersebut juga memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya menjaga integritas, independensi, serta menerapkan Kode Etik Jurnalistik di tengah perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi insan pers, khususnya dalam memperkuat pemahaman tentang profesionalisme, integritas, independensi, serta penerapan Kode Etik Jurnalistik di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI)," ujar Muhammad Iqbal.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai wadah memperkuat hubungan dan komunikasi antara perusahaan, BPMA, serta Insan Pers di Aceh.

"Semoga sinergi dan komunikasi antara perusahaan, BPMA, dan Insan Pers terus terjalin dengan baik demi mewujudkan pers yang profesional, berintegritas, independen, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat," tutupnya.

DPD FPRN Aceh berharap kolaborasi positif tersebut dapat terus berlanjut guna mendukung peningkatan kualitas jurnalistik serta terciptanya ekosistem pers yang sehat dan berpedoman pada kode etik jurnalistik. (SA)

Lomba Menulis Aksara Batak di Toba, Upaya Melestarikan Warisan Leluhur dan Menumbuhkan Kecintaan Generasi Muda terhadap Budaya

BALIGE (Sumut) mediasergap.com – Upaya melestarikan warisan budaya leluhur di tengah pesatnya perkembangan teknologi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Toba bersama para pelaku seni dan budaya. Salah satunya melalui Lomba Menulis Aksara Batak Tingkat SMP dan Pagelaran Budaya yang diselenggarakan Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Toba, Sabtu (31/10/2026), di Kompleks Tugu D.I. Panjaitan, Balige.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkenalkan, menjaga, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap aksara dan kebudayaan Batak Toba. Sebab, kemajuan teknologi hendaknya tidak membuat generasi muda melupakan identitas budaya dan warisan berharga yang diwariskan para leluhur.

Ketua Panitia Pelaksana, Batara Tambunan, dalam laporan yang disampaikannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari pemenang lomba, tetapi lebih dari itu menjadi bagian dari upaya pelestarian seni dan budaya Batak Toba.

Menurutnya, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung pembinaan sanggar seni, grup vokal, serta para pelaku seni, sekaligus mengembangkan minat dan bakat generasi muda.

"Termasuk mengembangkan minat dan bakat serta kemampuan para pelaku seni dan meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Batak," ungkap Batara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu, yang hadir mewakili Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menilai, kegiatan yang diinisiasi DKD Kabupaten Toba sangat membantu pemerintah daerah dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan daerah.

"Ini sangat membantu kami dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan. Warisan leluhur harus kita lestarikan," ujar Rikardo.

Ia juga menegaskan bahwa aksara Batak merupakan kekayaan budaya yang memiliki nilai luhur dan menjadi salah satu identitas masyarakat Batak. Keberadaan bahasa dan aksara daerah merupakan warisan yang tidak dimiliki oleh semua suku di dunia sehingga perlu dijaga keberlangsungannya.

"Batak adalah salah satu suku yang mempunyai aksara dan bahasa. Ini harus kita lestarikan. Di tengah kemajuan teknologi, hal ini perlu kita tekankan kepada anak-anak agar budaya kita tidak tergerus," katanya.

Selain mengapresiasi lomba menulis aksara Batak, Rikardo juga menyambut baik pagelaran seni budaya yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Ia berharap DKD Kabupaten Toba terus berperan aktif membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan minat dan kecintaan anak-anak terhadap seni dan budaya lokal.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Toba, Franshendrik Tambunan, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Toba, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen DKD dalam menjaga jati diri serta melestarikan warisan leluhur.

Ia mengingatkan bahwa aksara Batak bukan sekadar rangkaian simbol atau tulisan, melainkan menyimpan nilai sejarah, pengetahuan, dan identitas budaya yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Kita harus menyadari bahwa aksara Batak bukan sekadar simbol, tetapi di dalamnya ada pengetahuan. Jangan sampai kita lebih mengenal budaya lain, namun justru lupa dengan budaya kita sendiri," ajaknya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum membangkitkan kembali kecintaan generasi muda terhadap budaya Batak.

"Semua kekayaan ini harus kita rawat, kita jaga, kita promosikan hingga ke dunia internasional," tegasnya sebelum membuka kegiatan secara resmi.

Lomba menulis aksara Batak tersebut diikuti sebanyak 51 pelajar dari 26 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di Kabupaten Toba. Para peserta ditantang untuk menulis ulang sebuah cerita pendek (cerpen) berbahasa Batak yang sebelumnya disajikan menggunakan huruf Latin ke dalam aksara Batak.

Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan waktu selama 30 menit untuk menyelesaikan tulisan tersebut. Hasil pekerjaan selanjutnya dinilai oleh para juri yang memiliki kompetensi di bidangnya.

"Jadi kita buat cerpen berbahasa Batak, tetapi kita tulis dengan huruf Latin. Inilah yang kemudian disadur ulang oleh peserta ke dalam aksara Batak dan akan dinilai oleh para juri yang berkompeten," jelas Batara Tambunan kepada awak media.

Melalui kegiatan ini, DKD Kabupaten Toba diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengembangkan ekosistem seni dan budaya. Keterlibatan pelajar dari berbagai sekolah juga menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dimulai sejak dini melalui pendidikan, kreativitas, dan kegiatan yang melibatkan generasi muda.

Dengan demikian, aksara Batak tidak hanya menjadi peninggalan sejarah yang dikenang, tetapi tetap hidup, dipelajari, digunakan, dan diwariskan sebagai bagian dari identitas serta kebanggaan masyarakat Batak Toba. (Dosi)

Pameran Tanaman Endemik Toba, Perkuat Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Dorong Ekonomi Kreatif Masyarakat

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Pemerintah Kabupaten Toba terus mendorong upaya pelestarian keanekaragaman hayati lokal sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi alam daerah. Komitmen tersebut tercermin melalui penyelenggaraan Pameran Tanaman Endemik Toba yang berlangsung di Taman Gurgur, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Sabtu (31/10/2026).

Pameran ini menghadirkan beragam produk hasil kreativitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan kekayaan tanaman lokal Toba sebagai bahan baku utama. Sejumlah tanaman yang ditampilkan antara lain andaliman, kemenyan, mobe, antarasa, serta berbagai jenis tanaman khas lainnya.

Melalui kegiatan ini, potensi kekayaan hayati daerah diperkenalkan tidak hanya sebagai warisan alam yang harus dijaga kelestariannya, tetapi juga sebagai sumber daya yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi apabila dikelola secara kreatif, inovatif, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Toba yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Toba, Jonni D.P. Lubis.

Dalam sambutannya, Jonni Lubis menyampaikan bahwa pameran ini diharapkan menjadi momentum awal untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian tanaman endemik sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Harapan kita, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk melestarikan tanaman endemik di Kabupaten Toba serta meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Peduli Danau Toba (YPDT), Maruap Siahaan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam upaya pelestarian tanaman endemik Toba. Menurutnya, kekayaan tanaman lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk inovatif dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

"Pelestarian tanaman endemik Toba harus kita mulai dari sekarang. Tanaman-tanaman ini memiliki potensi yang luar biasa untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi, seperti parfum, produk perawatan kulit (skincare), dan berbagai produk lainnya. Karena itu, kita perlu menjaga kelestariannya sekaligus mengembangkan potensi ekonominya," ungkapnya.

Pameran ini diharapkan tidak berhenti sebatas kegiatan promosi dan pengenalan produk, tetapi dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas pelestari lingkungan, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi tanaman lokal.

Dengan demikian, upaya pelestarian alam dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kreatif, peningkatan kapasitas UMKM, serta terbukanya peluang usaha baru yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, Keuangan, Aset, dan SDA Darwin Sianipar; Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (Koperindag) Kabupaten Toba Sofian Sitorus; Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Toba Porman Nainggolan; Camat Tampahan Ramli Marpaung; panitia YPDT; serta seluruh peserta pameran.

Melalui kegiatan ini, Kabupaten Toba diharapkan semakin mampu menjadikan kekayaan alam lokal sebagai kekuatan pelestarian lingkungan sekaligus penggerak ekonomi kreatif yang berkelanjutan. (Dosi)

Talenta Muda, Semangat Berkarya dan Melayani: GAMKI Got Talent 2026

BALIGE (Sumut) mediasergap.com – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Toba terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi dan kreativitas generasi muda melalui penyelenggaraan GAMKI Got Talent 2026 – Solo Singing Competition. Kegiatan yang diperuntukkan bagi anak-anak usia 13–17 tahun ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat bernyanyi, membangun rasa percaya diri, serta mengekspresikan talenta yang dimiliki melalui kegiatan positif dan bernilai spiritual.

Kompetisi tersebut digelar di SGA' Simrader Carwash & Care, Jalan By Pass Balige, Sabtu (31/10/2026), dengan diikuti sebanyak 27 peserta yang tampil menunjukkan kemampuan vokal dan kreativitas di hadapan dewan juri profesional. Dalam kompetisi ini, setiap peserta diwajibkan membawakan lagu pilihan dan lagu wajib.

Ketua DPC GAMKI Kabupaten Toba, Boy Antoni Simangunsong, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata ajang perlombaan untuk mencari pemenang, tetapi juga merupakan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan talenta sekaligus memperkuat nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, para peserta semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki dan kelak dapat mengambil bagian dalam pelayanan di gereja masing-masing.

“Kita berharap anak-anak kita dapat menjadi pelayan Tuhan di gereja masing-masing. Dan semoga melalui talenta yang dimiliki, mereka dapat terus berkembang dan berkesempatan mengorbit menjadi generasi muda yang berprestasi ke depannya,” ujar Boy Antoni.

Kepada seluruh peserta, Boy Antoni juga berpesan agar setiap penampilan dilakukan dengan penuh semangat, percaya diri, dan memberikan kemampuan terbaik sebagai bentuk ungkapan syukur atas talenta yang telah dianugerahkan Tuhan.

“Kalian semua sudah juara. Kalian adalah yang terbaik. Jadi, buatlah setiap penampilan menjadi yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan. Semoga kegiatan ini berjalan dengan baik, seturut kehendak Tuhan,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Toba, Nelly Arta Dumora Lumban Tobing, SE, yang hadir mewakili Kepala Badan Kesbangpol, menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Toba kepada GAMKI atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang positif, kreatif, dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk bertumbuh dan berkembang.

Menurutnya, kegiatan seperti GAMKI Got Talent memiliki nilai penting dalam mendukung pembinaan generasi muda, khususnya dalam menggali potensi, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan karakter yang positif melalui kegiatan seni dan kreativitas.

Ia menegaskan bahwa kompetisi tersebut bukan sekadar perlombaan bernyanyi, melainkan juga panggung untuk menampilkan dan mengembangkan talenta yang telah dianugerahkan Tuhan kepada setiap anak.

“GAMKI Got Talent Solo Singing Competition bukan sekadar lomba bernyanyi, tetapi juga menjadi panggung untuk menyaksikan talenta-talenta muda yang Tuhan anugerahkan. Melalui musik, kita menyampaikan pesan kasih, pesan harapan, dan pesan persatuan,” ungkap Nelly.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan kontribusi positif terhadap tiga aspek penting dalam pembangunan generasi muda, yakni pembinaan talenta, pembentukan karakter, dan pemeliharaan kebhinekaan.

Pembinaan talenta menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenali dan mengembangkan kemampuan diri. Pembinaan karakter mengajarkan keberanian, kedisiplinan, sportivitas, serta sikap menghargai orang lain. Sementara itu, pemeliharaan kebhinekaan mengingatkan bahwa kreativitas dan seni dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Kepada dewan juri, Nelly juga berpesan agar menjalankan tugas secara objektif, jujur, dan adil, serta memberikan penilaian yang tidak hanya berorientasi pada hasil kompetisi, tetapi juga mampu memotivasi peserta untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuannya.

“Kepada dewan juri, bertugaslah dengan objektif, jujur, dan adil. Berikan penilaian yang membangun agar adik-adik kita semakin termotivasi,” pesannya.

Melalui GAMKI Got Talent 2026, diharapkan semakin banyak generasi muda Kabupaten Toba memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, serta menyalurkan kreativitas melalui kegiatan yang positif dan inspiratif.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kolaborasi organisasi kepemudaan dan pemerintah dalam menciptakan ruang pembinaan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, nilai spiritual, semangat persaudaraan, dan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat. (Dosi)

Green Policing Polres Toba: Kapolres Bersama Masyarakat Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Terhadap Kelestarian Lingkungan

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dan berkelanjutan. Semangat tersebut ditunjukkan Kapolres Toba AKBP V.J. Parapaga, S.I.K., melalui kegiatan Green Policing dalam program Kapolri Polisi Bersama Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Haunatas II, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata keterlibatan Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat. Bersama jajaran Polres Toba, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, dan Warga setempat, Kapolres Toba turut melaksanakan penanaman berbagai jenis pohon sebagai langkah sederhana namun bermakna dalam menjaga keseimbangan alam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bibit tanaman kepada Sekretaris Camat Laguboti, Edward Sidabutar, dan Kepala Desa Siraja Gorat, Volda Pasaribu. Selanjutnya, Kapolres Toba bersama unsur pemerintah dan masyarakat melaksanakan penanaman pohon secara simbolis di atas lahan seluas kurang lebih 1 rante atau 400 meter persegi.

Adapun jenis tanaman yang ditanam meliputi alpukat, cokelat, durian, mangga, dan kemiri. Selain mendukung penghijauan, penanaman berbagai jenis tanaman tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis dan nilai ekonomis bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Toba AKBP V.J. Parapaga, S.I.K., menyampaikan bahwa Green Policing merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya membangun hubungan kemitraan yang semakin erat antara kepolisian dan masyarakat.

Menurutnya, menjaga dan merawat lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah maupun Aparat Kepolisian, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan keterlibatan bersama untuk menjaga kelestarian alam, memperluas ruang terbuka hijau, serta mengurangi risiko bencana lingkungan seperti banjir dan kerusakan ekosistem.

Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diajak untuk tidak hanya menanam pohon, tetapi turut menjaga dan merawatnya agar dapat tumbuh serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.

Pelaksanaan kegiatan Green Policing tersebut sekaligus mencerminkan implementasi program Kapolri Polisi Bersama Masyarakat, bahwa kehadiran Polri tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mengambil bagian dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pelestarian lingkungan.

Polres Toba berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari menanam pohon, menjaga kebersihan, hingga merawat alam di lingkungan masing-masing. (Dosi)

Menanam Hari Ini, Menjaga Kehidupan Esok Hari. Bersama Polri dan Masyarakat, Wujudkan Lingkungan yang Hijau, Lestari, dan Berkelanjutan.



Bareskrim Polri dan Polda Sumut Ungkap Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi, Produksi Capai Rp14,1 Miliar

DELI SERDANG (Sumut) mediasergap.com – Satgas Pangan Bareskrim Polri bersama Polda Sumatera Utara dan instansi terkait mengungkap dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dalam produksi dan perdagangan beras fortifikasi yang tidak sesuai dengan klaim kandungan gizi pada label kemasan.

Pengungkapan tersebut dilakukan melalui penyelidikan terhadap aktivitas produksi di kilang padi PT UDS, Kecamatan Tembung, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Hasil pemeriksaan laboratorium menemukan adanya ketidaksesuaian antara kandungan gizi beras dengan informasi yang tercantum pada kemasan.

Dalam konferensi pers di lokasi produksi, Jumat (30/10/2026), Kasatgas Pangan Polri Kombes Pol. Suhasto, S.I.K., M.H., mengungkapkan terdapat empat merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi kesesuaian label, yakni Penari Bangkok, Golden 111 Biru, Golden 111 Merah, dan Ikan Mas Cupang.

"Pengambilan sampel dilakukan oleh petugas pengambil contoh dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, kemudian diuji di laboratorium. Dari hasil pengujian ditemukan bahwa mutu dan kandungan gizinya tidak sesuai dengan informasi yang tercantum pada label kemasan," ungkap Suhasto.

Beras fortifikasi sendiri merupakan beras putih yang diperkaya dengan zat gizi mikro, seperti zat besi, zinc, dan vitamin B kompleks. Produk tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Namun, ketidaksesuaian kadar kandungan gizi, baik lebih rendah maupun lebih tinggi dari standar yang dicantumkan, dapat menyebabkan tujuan pemenuhan gizi tidak tercapai secara optimal dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan apabila dikonsumsi secara rutin dalam jangka panjang.

Dari hasil penyelidikan, PT UDS diketahui telah memproduksi beras fortifikasi sebanyak 525.000 kilogram selama periode Maret hingga Agustus 2026. Dengan asumsi harga jual rata-rata Rp18.500 hingga Rp27.000 per kilogram, nilai ekonomis produksi tersebut diperkirakan mencapai Rp14,175 miliar.

Dalam pengungkapan ini, penyidik menyita sedikitnya 2.236 kemasan beras dengan total berat mencapai 15.145 kilogram. Nilai ekonomis beras yang disita diperkirakan sebesar Rp280.182.500.

Selain itu, turut disita bahan campuran berupa kernel beras fortifikasi, kernel beras fortifikasi vitamin B9, satu rangkaian mesin rice milling unit, serta dua unit mesin fortifikasi. Nilai mesin penggilingan diperkirakan mencapai Rp4 miliar, sedangkan dua mesin fortifikasi ditaksir senilai Rp300 juta.

Suhasto menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, beras yang digunakan sebagai bahan baku berasal dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, dan bukan merupakan beras impor maupun beras SPHP.

"Ini bukan beras impor. Berdasarkan penyelidikan kami, beras tersebut berasal dari Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Ini juga bukan perkara pengoplosan ulang, melainkan dugaan ketidaksesuaian kandungan beras fortifikasi dengan label yang dicantumkan," tegasnya.

Sementara itu, Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Dery Agung Wijaya, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan penyidik telah memeriksa 12 orang saksi, termasuk pelapor, perwakilan Bapanas RI, Direktur Utama PT UDS, kepala produksi, serta ahli perlindungan konsumen.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan ditemukannya sedikitnya dua alat bukti, perkara tersebut telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Meski demikian, hingga konferensi pers berlangsung, penyidik belum menetapkan tersangka.

Dery menambahkan, Bapanas bersama kementerian terkait juga telah melakukan penarikan terhadap produk beras fortifikasi dari 28 merek yang sedang dalam pemeriksaan di berbagai provinsi di Indonesia.

"Untuk 28 merek yang saat ini sedang dilakukan pemeriksaan, kami pastikan sudah dilakukan penarikan oleh Bapanas di seluruh provinsi di Indonesia," jelasnya.

Dalam perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a, d, e, dan f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp2 miliar.

Pengungkapan ini merupakan hasil kolaborasi Satgas Pangan Bareskrim Polri, Polda Sumatera Utara, dan instansi terkait sebagai bentuk pengawasan terhadap peredaran produk pangan sekaligus upaya memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman dan sesuai dengan informasi pada kemasan.

Polda Sumut bersama seluruh unsur terkait akan terus mendukung langkah penegakan hukum dan pengawasan pangan guna melindungi masyarakat dari praktik perdagangan yang berpotensi merugikan konsumen.

Penyidik menegaskan penanganan perkara masih terus dikembangkan dengan mengedepankan pembuktian secara ilmiah, profesionalitas, serta asas praduga tak bersalah. (Rel)

Kejari Toba Dorong Peran Aktif Masyarakat dalam Pencegahan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkotika

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Kejaksaan Negeri Toba terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui edukasi serta peningkatan kesadaran masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan dengan keikutsertaan Kejaksaan Negeri Toba sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika yang dilaksanakan pada Jumat, 30 Oktober 2026, bertempat di Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba.

Dalam kegiatan tersebut, Kejaksaan Negeri Toba menyampaikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan dampak negatif yang ditimbulkan, baik terhadap kesehatan, kehidupan sosial, maupun masa depan generasi muda. Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun kesadaran bersama dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Melalui sosialisasi ini, ditekankan bahwa upaya pemberantasan narkotika tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Peran keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat sangat diperlukan dalam membangun kepedulian serta menciptakan lingkungan yang mampu melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.

Kejaksaan Negeri Toba berharap kegiatan edukasi dan sosialisasi seperti ini dapat meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, serta partisipasi masyarakat dalam melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini. Dengan adanya sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, sehat, produktif, dan terbebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. (Dosi)

Kejaksaan Negeri Toba – Bersama Masyarakat, Wujudkan Lingkungan yang Sehat dan Bebas Narkotika.



Apel Pagi Kejari Toba: Perkuat Kedisiplinan, Soliditas dan Bijak Bermedia Sosial

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Kejaksaan Negeri Toba terus mendorong peningkatan kedisiplinan, kekompakan, dan profesionalisme seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur penegak hukum. Komitmen tersebut tercermin melalui pelaksanaan apel pagi yang berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Toba.

Apel pagi tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Toba, Tommy Eko Pradityo, S.H., yang bertindak sebagai penerima apel. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat koordinasi, membangun komunikasi, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab di lingkungan kerja.

Dalam arahannya, Tommy Eko Pradityo mengingatkan seluruh pegawai agar senantiasa bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Setiap pegawai diharapkan mampu menyaring informasi, tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif, serta menjaga etika dan sikap dalam bermedia sosial agar tidak menimbulkan dampak yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan mempererat rasa kebersamaan antarsesama pegawai. Soliditas, kedisiplinan, serta tanggung jawab merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis dan mendukung pelaksanaan tugas secara optimal.

Melalui pelaksanaan apel pagi ini, diharapkan seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Toba semakin memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan integritas, serta menjaga profesionalisme dalam melaksanakan tugas dan fungsi institusi.

Dengan semangat disiplin dan soliditas, Kejaksaan Negeri Toba berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kinerja serta memberikan pelayanan hukum yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (Dosi)



Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport