Media Sergap -->



Headline

Jalan Santai Semarakkan HUT Ke-2 Tugu Raja Sibarani, Perkuat Persaudaraan dan Dorong Wisata Budaya

Toba (Sumut) mediasergap.comPunguan Sibarani Saportibi Marsada memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Tugu Raja Sibarani di Desa Sibarani Nasampulu, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Minggu (12/7/2026). Peringatan tersebut dirangkai dengan kegiatan "Jalan Santai Menuju Toba Sehat dan Mantap" yang diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia.

Kegiatan jalan santai dilepas oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Toba, Eston Sihotang, yang hadir mewakili Bupati Toba. Peserta menempuh rute dari Tugu Raja Sibarani menuju Simpang Empat Laguboti, berlanjut ke Simpang Bibelvrouw, kemudian kembali finis di kawasan Tugu Raja Sibarani.

Selain menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan warga sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, melestarikan budaya, dan mempererat persaudaraan antar keturunan Raja Sibarani di berbagai daerah.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama, ibadah syukur, pemotongan kue ulang tahun, sambutan dari para tokoh, serta hiburan rakyat yang semakin meriah dengan pembagian berbagai hadiah melalui undian (lucky draw).

Ketua Umum Punguan Sibarani Saportibi Marsada, Tahan Sibarani, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan HUT ke-2 Tugu Raja Sibarani. Menurutnya, keberadaan tugu tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada leluhur, tetapi juga menjadi perekat persaudaraan seluruh keturunan marga Sibarani yang tersebar di berbagai daerah bahkan mancanegara.

Ia juga mengungkapkan harapan agar kawasan Tugu Raja Sibarani terus dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satu rencana yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan Rumah Parsaktian di kawasan tugu sebagai sarana pelestarian sejarah, budaya, dan nilai-nilai leluhur.

"Semoga seluruh rencana yang telah kita cita-citakan dapat terwujud dengan dukungan seluruh keturunan Raja Sibarani. Keberadaan kawasan ini diharapkan menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata yang membanggakan," ujar Tahan Sibarani.

Sementara itu, salah seorang panitia, Anna Elfrida Siahaan br. Sibarani, berharap Tugu Raja Sibarani dapat terus menjadi simbol pemersatu sekaligus penanda asal-usul bagi seluruh keturunan marga Sibarani di mana pun berada.

Menurutnya, keberadaan tugu tersebut memiliki makna historis yang penting, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat perantauan, agar tetap mengenal kampung halaman serta akar budaya leluhurnya.

Melalui peringatan HUT ke-2 Tugu Raja Sibarani ini, diharapkan semangat persatuan, pelestarian budaya, dan kebersamaan terus terjaga. Di sisi lain, pengembangan kawasan Tugu Raja Sibarani sebagai destinasi wisata budaya diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Toba. (Ds)

Bupati Samosir Tegaskan Komitmen Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya di Kawasan Danau Toba

Tapanuli Utara (Sumut) mediasergap.comBupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya sebagai salah satu penggerak pembangunan pariwisata di Kawasan Danau Toba.

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Pagelaran Opera dan Konser Musik Tona Sian Huta yang diprakarsai Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI) di Gedung Serbaguna Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (11/7/2026). Bupati hadir bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Samosir.

Kehadiran Bupati Vandiko menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Samosir terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya Batak sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, memperkuat identitas masyarakat, sekaligus berpotensi besar mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Danau Toba.

Dalam sambutannya, Bupati Vandiko menyampaikan apresiasi kepada Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, yang hadir bersama masyarakat menyaksikan pagelaran tersebut. Ia berharap pemerintah pusat memberikan dukungan konkret dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kawasan Danau Toba, termasuk melalui pembangunan fasilitas pertunjukan seni yang representatif.

"Sudah saatnya Danau Toba memiliki opera house sebagai pusat pertunjukan seni dan budaya. Fasilitas tersebut akan menjadi ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkarya secara berkelanjutan, sekaligus menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Vandiko.

Selain itu, Bupati Vandiko mengapresiasi Anggota DPR RI Komisi VII, Lamhot Sinaga, atas inisiasinya menyelenggarakan Pagelaran Opera dan Konser Musik Tona Sian Huta. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan secara bergilir di seluruh kawasan Danau Toba sehingga manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Lamhot Sinaga menegaskan bahwa Opera Batak merupakan aset budaya yang harus terus dilestarikan agar tidak punah. Menurutnya, dalam beberapa dekade terakhir pertunjukan Opera Batak semakin jarang dipentaskan, padahal masyarakat di kawasan Danau Toba memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata, dan seni budaya.

Mengusung tema "Dari Danau Toba untuk Dunia", pagelaran tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Batak ke tingkat internasional sekaligus memperkuat ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar peningkatan kesejahteraan masyarakat di delapan kabupaten kawasan Danau Toba.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa Sumatera Utara, khususnya Kawasan Danau Toba, memiliki kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif yang sangat besar. Menurutnya, pengembangan potensi tersebut memerlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif, UMKM, dan seni budaya. Kami mengucapkan selamat atas terselenggaranya Pagelaran Opera dan Konser Musik Tona Sian Huta. Semoga kegiatan ini terus menjadi ruang kolaborasi dalam memperkuat pelestarian budaya sekaligus membuka peluang pengembangan subsektor seni pertunjukan, musik, fesyen, kuliner, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif Indonesia," ujar Menteri Ekonomi Kreatif.

Turut mendampingi Bupati Samosir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hotraja Sitanggang, Asisten Administrasi Umum Arnod Sitorus, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Samosir. (D/Smart)

Kolaborasi Pemerintah dan Investor Perkuat Pengembangan TSTH2 di Kawasan Danau Toba

Humbang Hasundutan (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kabupaten Samosir menyatakan komitmennya mendukung penguatan investasi internasional dalam pengembangan Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, dalam kunjungan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, bersama Chairman Temasek Holdings, H.E. Mr. Teo Chee Hean, Jumat (10/7/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis dengan investor internasional guna mempercepat pengembangan TSTH2 sebagai pusat riset, inovasi, dan hilirisasi komoditas herbal serta hortikultura. Kawasan ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing kawasan Danau Toba.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Bupati Humbang Hasundutan Oloan P. Nababan, Wakil Bupati Toba Audi Murphy Sitorus, serta sejumlah pemangku kepentingan. Wakil Bupati Samosir didampingi Kepala Bapperida Rajoki Simarmata, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, serta Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Togarma Naibaho.

Rangkaian kunjungan diawali dengan pemaparan mengenai perkembangan TSTH2, arah pengembangan kawasan, potensi investasi, serta berbagai program riset dan inovasi yang sedang dikembangkan. Selanjutnya, rombongan meninjau berbagai fasilitas strategis, mulai dari area pembibitan tanaman herbal dan hortikultura, laboratorium penelitian, hingga sarana pendukung yang dipersiapkan untuk mendukung ekosistem sains, teknologi, dan investasi.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyampaikan apresiasi atas komitmen Ketua Dewan Ekonomi Nasional dalam membuka peluang investasi bagi pengembangan TSTH2. Menurutnya, langkah tersebut menjadi strategi penting untuk memperkuat sektor pertanian berbasis riset dan teknologi sekaligus meningkatkan daya saing kawasan Danau Toba.

"Pengembangan TSTH2 merupakan peluang besar bagi kawasan Danau Toba. Kami mengapresiasi upaya Ketua DEN dalam menghadirkan investor internasional. Kami berharap kerja sama ini segera terealisasi sehingga mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, mendorong lahirnya peluang usaha baru, serta memperkuat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, termasuk di Kabupaten Samosir," ujar Ariston.

Lebih lanjut, Ariston menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan investor merupakan fondasi penting dalam mewujudkan TSTH2 sebagai kawasan unggulan nasional yang berdaya saing global. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Danau Toba sebagai kawasan strategis pengembangan pertanian, riset, dan inovasi di Indonesia. (D/Smart)

Pastikan Tepat Sasaran, Wali Kota Tebing Tinggi Tinjau Penyaluran Bantuan Beras Tahap Pertama

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com - Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi mulai menyalurkan bantuan beras premium tahap pertama bagi keluarga kurang mampu secara serentak di seluruh kelurahan, Jumat (10/7/2026). Untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran, Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, meninjau langsung pelaksanaan penyaluran di Kantor Kelurahan Pinang Mancung, Kecamatan Bajenis, dan Kantor Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Erwin Suheri Damanik, Plt. Kepala Dinas Sosial Tigahara Hasibuan, serta para camat dan lurah setempat. Di sela-sela peninjauan, Wali Kota juga menyempatkan diri berdialog dengan warga penerima manfaat untuk mendengar langsung aspirasi serta kondisi perekonomian mereka di lapangan.

Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kota Tebing Tinggi terhadap warga yang belum mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah pusat.

"Program beras bagi keluarga kurang mampu ini mengakomodasi masyarakat yang telah terdata dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), namun belum menerima bantuan dari Kementerian Sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)," ujar Wali Kota di sela peninjauan.

Wali Kota menambahkan, pemenuhan kebutuhan pangan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Melalui alokasi bantuan beras premium masing-masing sebanyak 5 kilogram kepada 10.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Pemko Tebing Tinggi berharap dapat secara nyata mengurangi beban ekonomi harian masyarakat.

"Melalui penyaluran bantuan beras sebanyak 5 kilogram kepada 10.000 Keluarga Penerima Manfaat ini, kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta meringankan beban ekonomi keluarga. Ini adalah program prioritas kami di bidang sosial yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambah Wali Kota.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Tebing Tinggi, Tigahara Hasibuan, menjelaskan bahwa program ini berjalan berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Sosial TA 2026 dan Keputusan Wali Kota Nomor 100.3.3.3/755 Tahun 2026 tentang Penetapan Alokasi dan Penerima Bantuan Pangan melalui Program Beras bagi Keluarga Kurang Mampu Tahun 2026. Ia menerangkan bahwa setiap KPM nantinya akan menerima bantuan beras premium dalam tiga tahap penyaluran.

"Setiap Keluarga Penerima Manfaat menerima bantuan beras premium sebanyak 5 kilogram pada setiap tahap penyaluran. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahap, dan tahap pertama dimulai pada hari ini, 10 Juli 2026, di seluruh kelurahan se-Kota Tebing Tinggi," jelas Tigahara Hasibuan.

Lebih lanjut, Tigahara merinci bahwa total 10.000 KPM tersebut tersebar di lima wilayah kecamatan. Adapun sebarannya meliputi Kecamatan Rambutan sebanyak 2.302 KPM, Kecamatan Padang Hilir sebanyak 2.220 KPM, Kecamatan Bajenis sebanyak 2.044 KPM, Kecamatan Padang Hulu sebanyak 1.960 KPM, dan Kecamatan Tebing Tinggi Kota sebanyak 1.474 KPM. 

Lebih lanjut, Tigahara Hasibuan mengatakan bahwa tujuan utama program ini adalah membantu meringankan beban ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyediaan bantuan pangan dari Pemko Tebing Tinggi.

Di akhir laporannya, Tigahara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu kelancaran distribusi sekaligus memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Secara keseluruhan, proses penyaluran bantuan sosial di sejumlah titik kelurahan ini berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. (Ajs)

Pemkab Toba Gerak Cepat Atasi Gangguan Air Bersih di Balige, Dana Darurat Disiapkan

TOBA (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba bergerak cepat merespons gangguan distribusi air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Balige. Bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Cabang Balige, pemerintah menggelar rapat koordinasi guna mencari solusi percepatan penanganan, Kamis (9/7/2026), di Ruang Rapat Staf Ahli Bupati Toba.

Gangguan pasokan air bersih dipicu oleh kerusakan pompa intake di Rumah Pompa Lumban Silintong. Akibatnya, distribusi air ke sejumlah kawasan di Balige terhenti selama dua hari terakhir.

Beberapa wilayah yang terdampak di antaranya Jalan Sutomo, Jalan Soposurung, Jalan Liberty Manik, Jalan Pagar Batu, Jalan Sangkar Nihuta, Jalan Sangkar Nihuta Hinalang Bagasan, serta Jalan Tarutung.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Toba, Jonni Lubis, menegaskan bahwa penanganan persoalan air bersih harus menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

"Pelayanan air bersih merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Karena itu, pemerintah meminta seluruh pihak bergerak cepat agar distribusi air kepada masyarakat segera kembali normal," tegas Jonni.

Sementara itu, pihak PDAM Tirtanadi Cabang Balige menjelaskan bahwa distribusi air saat ini masih dilakukan menggunakan pompa lama karena pompa pengganti belum tiba. Kondisi tersebut membuat pasokan air belum dapat pulih sepenuhnya. Selain itu, sejumlah kendala teknis di lapangan masih memengaruhi kelancaran distribusi kepada pelanggan.

Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kabupaten Toba telah mengusulkan penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai langkah darurat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Toba, Gumianto Simangunsong, mengatakan usulan tersebut telah disampaikan mengingat kondisi yang dihadapi bersifat mendesak.

"Kami sudah mengajukan penggunaan dana BTT. Solusi sementara yang disiapkan adalah memanfaatkan anjungan lama agar lebih efisien sekaligus memungkinkan pengambilan air pada elevasi yang lebih dalam. Tim teknis juga telah ditugaskan untuk melakukan survei di lapangan," ujarnya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkab Toba dan PDAM Tirtanadi berkomitmen mempercepat seluruh langkah penanganan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat segera kembali normal.

Pemerintah daerah juga memastikan koordinasi dengan seluruh pihak terkait terus dilakukan sehingga kebutuhan air bersih warga dapat segera terpenuhi dan aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama. (Ds)

Seleksi JPT Pratama Pemkab Toba Masuki Tahap Wawancara, Pengumuman Tiga Besar Dijadwalkan 24 Juli

TOBA (Sumut) mediasergap.comProses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba Tahun 2026 kini memasuki tahapan presentasi makalah dan wawancara. Tahapan ini menjadi salah satu penentu dalam proses pengisian enam jabatan pimpinan tinggi pratama yang saat ini masih kosong.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Toba, Donald Simanjuntak, mengatakan seleksi terbuka dilaksanakan secara transparan dan kompetitif untuk mendapatkan aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kompetensi, integritas, serta kapasitas kepemimpinan.

"Tujuan pelaksanaan seleksi ini adalah mencari dan merekomendasikan ASN yang memiliki kualifikasi, kompetensi, kinerja, integritas, dan moralitas kepada Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian," ujar Donald di sela pelaksanaan seleksi di Sopo Raja Balige, Kamis (9/7/2026).

Donald menjelaskan, rangkaian seleksi dimulai dari pengumuman dan pendaftaran peserta pada 8–29 Juni 2026. Selanjutnya dilakukan seleksi administrasi dan rekam jejak yang hasilnya diumumkan pada 1 Juli 2026.

Peserta kemudian mengikuti tahapan penulisan makalah dengan pengumpulan naskah pada 2 Juli dan pengumuman hasil pada 3 Juli. Setelah itu, mereka menjalani seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural pada 6–7 Juli 2026 di UPTD Pusat Asesmen Kompetensi Badan Kepegawaian Provinsi Sumatera Utara di Medan.

Saat ini, para peserta mengikuti presentasi makalah dan wawancara. Hasil tahapan tersebut dijadwalkan diumumkan pada 13 Juli 2026.

Selanjutnya, panitia seleksi akan menyampaikan laporan kepada Bupati Toba selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk diteruskan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai dasar permohonan rekomendasi penetapan tiga peserta terbaik pada masing-masing jabatan.

"Setelah rekomendasi dari BKN diterbitkan, kami menargetkan pengumuman tiga besar pada 24 Juli 2026. Tahapan berikutnya adalah pelantikan, yang waktunya masih menunggu arahan pimpinan," kata Donald.

Sebanyak 14 aparatur sipil negara mengikuti seleksi terbuka ini untuk memperebutkan enam jabatan pimpinan tinggi pratama, yakni Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.

Sementara itu, pengisian tiga jabatan pimpinan tinggi pratama lainnya, yaitu Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Dinas Lingkungan Hidup, dan Inspektorat Kabupaten Toba, akan dilaksanakan setelah proses seleksi enam jabatan yang sedang berlangsung selesai.

Menurut Donald, sesuai arahan pimpinan daerah, Pemkab Toba akan kembali mengajukan permohonan kepada BKN untuk membuka seleksi terbuka terhadap tiga jabatan tersebut. Berdasarkan pengalaman pelaksanaan sebelumnya, proses seleksi hingga pelantikan diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu setengah bulan. (Ds)

Pemkab Samosir Perkuat Sinergi dengan DPRD Sumut, Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat

Samosir (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kabupaten Samosir menerima kunjungan kerja Tim DPRD Provinsi Sumatera Utara Daerah Pemilihan (Dapil) IX yang dipimpin Rahmansyah Sibarani di Aula Kantor Bupati Samosir, Kamis (9/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, DPRD Sumut, dan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mendorong percepatan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyambut langsung rombongan DPRD Sumut didampingi Asisten Administrasi Umum Arnod Sitorus, Kepala Bapperida Rajoki Simarmata, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Samosir, serta OPD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Ariston menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan DPRD Sumut memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai kebutuhan pembangunan di Kabupaten Samosir. Menurutnya, dukungan DPRD sangat dibutuhkan untuk mengawal aspirasi masyarakat agar dapat terakomodasi dalam program pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

"Kami berharap sinergi ini terus diperkuat. Mari bersama-sama membangun Kabupaten Samosir dengan menguatkan barisan untuk menampung sekaligus menjembatani kebutuhan pembangunan masyarakat," ujar Ariston.

Ia menjelaskan, pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. Di sisi lain, sektor pertanian juga perlu terus diperkuat melalui penyediaan air bersih, jaringan irigasi, peningkatan akses jalan, hingga dukungan terhadap pelaku UMKM sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.

Ariston optimistis kolaborasi yang kuat akan mempercepat terwujudnya Kabupaten Samosir yang semakin maju, makmur, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani menjelaskan bahwa kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap realisasi program pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagaimana tertuang dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Gubernur Sumatera Utara.

Selain melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan, DPRD Sumut juga menyerap berbagai aspirasi dari pemerintah daerah sebagai bahan penyusunan kebijakan dan program pembangunan pada tahun-tahun mendatang.

"Kami ingin melihat langsung pelaksanaan program pemerintah provinsi sekaligus menjemput aspirasi daerah untuk menjadi bahan pembahasan pembangunan berikutnya," kata Rahmansyah.

Ia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2022 berbagai program pompanisasi telah direalisasikan di wilayah Dapil IX dan akan terus diupayakan penambahannya sesuai kebutuhan masyarakat. Rahmansyah juga meminta agar setiap usulan pembangunan yang diajukan kepada Pemerintah Provinsi turut disampaikan kepada DPRD Sumut sehingga dapat dikawal dalam proses pembahasan anggaran.

"Kami tidak pernah membedakan daerah. Selama itu merupakan kebutuhan masyarakat, akan kami perjuangkan," tegasnya.

Pada sesi dialog, Pemerintah Kabupaten Samosir menyampaikan sejumlah usulan prioritas pembangunan, antara lain bantuan pompa air tenaga surya untuk penyediaan air bersih dan irigasi pertanian, peningkatan kualitas ruas jalan provinsi guna mendukung sektor pariwisata, program perumahan swadaya, pembukaan akses jalan alternatif menuju Samosir, pengadaan mobil pelayanan perizinan keliling, pelaksanaan bimbingan teknis penanaman modal, bantuan benih pertanian dan alat mesin pertanian (alsintan), peningkatan sarana pelayanan kesehatan di puskesmas, serta berbagai program strategis lainnya yang telah diusulkan melalui RKPD Provinsi Sumatera Utara.

Menutup pertemuan, Wakil Bupati menegaskan bahwa pembangunan fisik harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Samosir memiliki Indeks Pendidikan yang tinggi dan telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) melalui kepesertaan BPJS Kesehatan. Pemerintah Kabupaten Samosir juga terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dengan program subsidi bunga kredit nol persen, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penguatan sektor pertanian dan pariwisata.

Ariston turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam penataan aset daerah, termasuk penyerahan aset rumah dinas bupati. Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam penyediaan pompa air serta berbagai program pembangunan prioritas lainnya.

"Kami akan terus memperkuat kolaborasi seluruh perangkat daerah dalam menyusun dan mengawal usulan pembangunan sehingga kebutuhan masyarakat dapat diwujudkan secara bertahap melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Samosir, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan DPRD Sumatera Utara," pungkas Ariston. (D/Smart)

Wabup Toba: Seleksi JPT Pratama Momentum Menunjukkan Kapasitas Kepemimpinan

Balige (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kabupaten Toba melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) resmi membuka Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (9/7/2026), di Sapa Raja, Balige.

Enam Jabatan yang diseleksi meliputi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah; Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga; Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan; Kepala Dinas Ketahanan Pangan; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika; serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.

Tahapan seleksi yang dilaksanakan pada hari pertama mencakup wawancara dan presentasi makalah sebagai bagian dari proses penilaian kompetensi dan kapasitas para peserta.

Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, saat membuka kegiatan memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan seleksi dengan penuh semangat dan menampilkan kemampuan terbaik.

"Seleksi ini menjadi kesempatan bagi setiap peserta untuk menunjukkan gagasan, visi, serta kesiapan memimpin organisasi. Manfaatkan momentum ini untuk mempresentasikan pemikiran terbaik apabila nantinya dipercaya mengemban amanah sebagai pimpinan perangkat daerah," ujarnya.

Menurut Wakil Bupati, proses seleksi bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi aparatur sipil negara untuk menunjukkan kualitas kepemimpinan, inovasi, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta tetap bangga telah berpartisipasi dalam seleksi terbuka, terlepas dari hasil yang akan diperoleh.

"Jika nantinya belum terpilih, tetaplah bangga karena telah berani mengikuti seleksi ini. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme," katanya.

Kepada peserta yang nantinya dipercaya menduduki jabatan pimpinan tinggi, Wakil Bupati berpesan agar menjadi pemimpin yang mampu memahami tugas dan fungsi organisasi, membangun komunikasi yang efektif, serta menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

Selain kompetensi, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sebagai modal utama dalam menjalankan amanah pemerintahan.

"Jabatan adalah bentuk kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, jagalah kesehatan, bangun ketahanan mental, dan jangan pernah menghindari tanggung jawab. Jadilah pemimpin yang hadir, melayani, dan memberi solusi," pesannya.

Seleksi Terbuka JPT Pratama ini dilaksanakan secara objektif dan profesional oleh Panitia Seleksi yang terdiri atas unsur pemerintah dan akademisi. Panitia diketuai Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, dengan Sekretaris Chusnul Fanany Sitorus, serta anggota yang berasal dari kalangan akademisi, yakni Prof. Dr. Ir. Albiner Siagian, M.Si., Prof. Dr. Efendi Napitupulu, M.Pd., dan Dr. Nenny Ika Putri Simarmata, M.Psi., Psikolog.

Melalui pelaksanaan seleksi terbuka ini, Pemerintah Kabupaten Toba berharap dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin perangkat daerah yang profesional, berintegritas, inovatif, serta mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (Ds)

Rp.51,5 Miliar Mengalir Keluar, Rakyat Deli Serdang Kebagian Jalan Hancur: APBD Masih Berpihak kepada Rakyat atau Sudah Kehilangan Arah ?

DELI SERDANG (Sumut) mediasergap.com Di tengah jeritan masyarakat yang setiap hari harus bertaruh nyawa melintasi jalan-jalan kabupaten yang berlubang, rusak parah, dan tak kunjung diperbaiki, kebijakan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengalokasikan dana hibah sekitar Rp50 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan sekitar Rp1,5 miliar kepada Polrestabes Medan memicu gelombang pertanyaan dan sorotan publik.

Bagi sebagian warga, kebijakan tersebut menghadirkan ironi yang sulit diabaikan. Di satu sisi, puluhan miliar rupiah dialokasikan ke luar daerah dan kepada institusi lain. Di sisi lain, masih banyak ruas jalan kabupaten yang rusak, desa-desa yang minim infrastruktur, serta masyarakat yang masih berjuang menghadapi tekanan ekonomi.

Kontras inilah yang kini menjadi perbincangan. Mengapa anggaran sebesar itu dapat dialokasikan keluar, sementara kebutuhan pembangunan di Deli Serdang sendiri masih begitu besar?

Berdasarkan berbagai keluhan masyarakat, kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berdampak pada meningkatnya biaya transportasi, terganggunya aktivitas ekonomi, hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Nilai hibah yang mencapai Rp51,5 miliar kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai arah kebijakan APBD. Masyarakat berharap pemerintah dapat menjelaskan secara terbuka dasar hukum, tujuan, urgensi, serta manfaat dari kebijakan tersebut sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Sorotan publik kini tidak lagi hanya tertuju pada besarnya angka hibah, tetapi juga pada prioritas pembangunan. Warga mempertanyakan apakah alokasi anggaran telah disusun berdasarkan kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat Deli Serdang, terutama dalam perbaikan infrastruktur dasar dan peningkatan kesejahteraan.

"Mengapa uang daerah mengalir keluar ketika masih banyak persoalan di rumah sendiri yang belum terselesaikan?" Pertanyaan tersebut kini menjadi isu yang terus bergema di tengah masyarakat. (Rel)

Disbudpar Toba Siapkan Strategi Baru Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Ket. Foto: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu

Balige (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus memperkuat strategi pengembangan sektor pariwisata melalui peningkatan promosi destinasi, penyelenggaraan atraksi wisata, serta penataan destinasi unggulan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang bertumpu pada sektor pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan bahwa promosi dan atraksi wisata masih perlu diperkuat agar potensi pariwisata Kabupaten Toba semakin dikenal luas oleh wisatawan.

"Promosi menjadi salah satu faktor penting dalam memperkenalkan keindahan destinasi wisata yang kita miliki. Karena itu, pembenahan terus kita lakukan agar promosi lebih terarah dan mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Toba," ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Selain memperkuat promosi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga menerapkan strategi klasifikasi destinasi wisata menjadi tiga kategori, yakni destinasi prioritas, unggulan, dan rintisan. Strategi ini bertujuan memfokuskan pengembangan pada objek wisata yang dinilai siap memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat.

Sebagai langkah awal, pemerintah menetapkan sepuluh destinasi sebagai objek wisata prioritas. Beberapa di antaranya adalah kawasan Pakkodian, Desa Adat Meat, serta kawasan Makam Sisingamangaraja yang direncanakan akan direvitalisasi. Destinasi tersebut akan menjadi fokus pengembangan dan promosi dalam dua tahun ke depan.

"Setelah pengembangan destinasi prioritas berjalan, destinasi unggulan akan dipromosikan menjadi prioritas berikutnya. Dengan demikian, wisatawan akan selalu memperoleh pengalaman baru saat berkunjung ke Kabupaten Toba," jelas Rikardo.

Selain pengembangan destinasi, penyelenggaraan berbagai atraksi dan event juga menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya tarik wisata. Menurutnya, perpaduan antara keindahan alam dan kegiatan wisata akan memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi para pengunjung.

Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah penyelenggaraan Tour de Toba, ajang balap sepeda yang direncanakan melintasi kawasan pesisir Danau Toba dan sejumlah destinasi wisata unggulan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi media promosi yang mampu memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Toba kepada khalayak yang lebih luas.

Sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga berkomitmen mengangkat kembali tradisi-tradisi Batak sebagai bagian dari atraksi wisata. Salah satunya adalah tradisi Maranggir, yang akan dikemas dalam bentuk pertunjukan budaya di destinasi wisata sebagai upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan.

Di samping promosi dan atraksi, peningkatan aksesibilitas menuju destinasi wisata juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Ketersediaan akses yang aman, nyaman, dan efisien dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata secara berkelanjutan.

Melalui berbagai strategi tersebut, Pemerintah Kabupaten Toba optimistis sektor pariwisata akan semakin berkembang, meningkatkan daya saing daerah, membuka peluang usaha bagi masyarakat, serta mendukung terwujudnya visi Toba Mantap 2029 sebagai daerah tujuan wisata yang unggul, berbudaya, dan berkelanjutan. (Ds)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport