Media Sergap -->

Headline

Bupati Batu Bara Dukung Forum Strategis Pengembangan Kawasan ASLAB

Bupati Batu Bara Dukung Forum Strategis Pengembangan Kawasan ASLAB

Batubara, mediasergap.com - Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian menghadiri Silaturahmi Syawal 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan rembuk pembangunan daerah bersama para tokoh ASLAB (Asahan–Labuhanbatu), bertempat di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Senin (13/4/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komite Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komite Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur Muslim Simbolon, Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Plh. Sekda Batu Bara, Asisten I Setdakab Batu Bara, Kepala Bappelitbangda, serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Batu Bara mengatakan bahwa kegiatan silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan antar tokoh, tetapi juga sebagai forum strategis untuk merumuskan gagasan pembangunan daerah berbasis potensi wilayah ASLAB.

Wilayah ASLAB yang juga dikenal sebagai Sumatera Pantai Timur atau “Sumpatim” mencakup enam daerah, yakni Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, serta Kota Tanjungbalai.

Dalam kesempatan ini Ketua Komite Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur Muslim Simbolon menceritakan mengenai perjalanan tentang komite pemekaran Sumatera Pantai Timur yang bukan suatu kegiatan makar.

Ketua Komite Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur, Muslim Simbolon, menjelaskan bahwa gagasan ini telah dimulai sejak tahun 2013 dan sempat memperoleh dukungan dari Gubernur Sumatera Utara saat itu, Gatot Pujo Nugroho.

Dalam forum tersebut, kajian akademik terkait kelayakan pemekaran disampaikan oleh M. Yusuf Harahap, yang memaparkan bahwa dari sisi potensi daerah, kemampuan fiskal, serta aspek administratif, kawasan ini dinilai memiliki peluang untuk berkembang lebih cepat apabila berdiri sebagai provinsi sendiri.

Di sisi lain, anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menegaskan bahwa pemekaran wilayah memiliki dasar hukum yang jelas dan diperbolehkan selama memenuhi syarat objektif sesuai peraturan perundang-undangan. (Irawansyah)

Lapas Kelas I Medan Gelar Ibadah Paskah Bersama Komunitas Kasih Tuhan Keuskupan Agung Medan

Lapas Kelas I Medan Gelar Ibadah Paskah Bersama Komunitas Kasih Tuhan Keuskupan Agung Medan

Medan, mediasergap.comLembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan melaksanakan kegiatan Ibadah Paskah bersama Komunitas Kasih Tuhan Keuskupan Agung Medan (KKT), Senin (13/04/2026), bertempat di Gereja Oikumene St. Paulus Lapas Kelas I Medan.

Kegiatan ibadah ini merupakan bagian dari pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) khususnya yang beragama Kristen, sekaligus sebagai upaya memperkuat nilai spiritual, moral, dan keimanan dalam proses pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan.

Ibadah Paskah diikuti oleh staf Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemas), pegawai magang, warga binaan beragama Kristen, serta tim dari Komunitas Kasih Tuhan Keuskupan Agung Medan. Kegiatan ini turut dihadiri dan dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap.

Pelaksanaan ibadah berlangsung dengan penuh khidmat melalui rangkaian kegiatan yang diawali dengan pujian dan nyanyian rohani bersama, dilanjutkan dengan penyampaian khotbah oleh Uskup Keuskupan Agung Medan, pengumpulan persembahan (kolekte), serta ditutup dengan lagu dan doa bersama.

Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta memperkuat mental dan spiritual warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

“Melalui kegiatan ibadah Paskah ini, diharapkan warga binaan dapat semakin memperdalam iman, menumbuhkan semangat perubahan diri, serta membangun harapan baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Fonika.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Medan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya dari aspek kemandirian dan kedisiplinan, tetapi juga pembinaan keagamaan guna mewujudkan Pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada pemulihan sosial. (Roni K)

Satresnarkoba Polres Palas Amankan 6 Orang, Transaksi Sabu Terbongkar di Hutaraja Tinggi

Satresnarkoba Polres Palas Amankan 6 Orang, Transaksi Sabu Terbongkar di Hutaraja Tinggi

Palas, mediasergap.com - Lima orang Warga dari Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, akhirnya diamankan Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Padang Lawas (Satresnarkoba Polres Palas), setelah tertangkap tangan membeli narkoba jenis sabu. Dan seorang Pengedar Sabu di Desa Penyabungan, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Palas. Selasa (07/04/2026) pukul 07.00 wib hingga selesai. 

Mereka yang berstatus sebagai pembeli yang tertangkap tangan yakni berinisisal ISN, (22), yang berstatus Belum Bekerja, warga Desa Sigalapung, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Palas, MAAH, (26), berstatus Belum Bekerja, Desa Hutaraja Tinggi, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Palas. 

HMP, (31), berstatus Belum Bekerja, Desa Hutaraja Tinggi, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Palas. DA, (19), berstatus Belum Bekerja, Desa Hutaraja Tinggi, Kec Hutaraja Tinggi, Kabupaten Palas. Dan RH, (18), Belum Bekerja, Desa Hutaraja Tinggi, Kec Hutaraja Tinggi, Kabupaten Palas. 

Sedangkan seorang pengedar sabu tersebut berinisial SH, (38), berstatus sebagai Wiraswasta, warga Desa Siabu, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Palas. Bersama dengan barang bukti berupa 6 (enam) plastik klip kecil berisikan narkotika jenis sabu dengan berat brutto 3,97 gram,  1 (satu) unit hp android dan uang tunai Rp.100.000,-. 

“Penangkapan terhadap Lima orang pembeli dan seorang pengedar sabu tersebut itu bermula Pada hari selasa (07/04/2026) pada pukul 06.00 wib tim opsnal Satresnarkoba Polres Palas mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwasanya di Desa Penyabungan, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Palas sering terjadi transaksi jual beli narkotika jenis sabu dan juga mengkomsumsi narkotika jenis sabu". Demikian disampaikan Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto, S.I.K., melalui Ps Kasubsi Penmas Polres Palas Bripka Ginda K Pohan kepada awak mediasergap.com, Senin (13/04/2026). 

Ia melanjutkan, Kemudian atas perintah Kasat Resnarkoba Polres Palas, Tim opsnal yang di pimpin oleh Kanit 1 (satu) IPDA A SIHOTANG S.H, langsung bergerak cepat ke lokasi yang di maksud untuk dilakukan penyelidikan dan penangkapan. (Rel)

Sinergi Pemerintah Perkuat Sektor Pertanian, Bibit Cabai dan Bawang Disalurkan

Sinergi Pemerintah Perkuat Sektor Pertanian, Bibit Cabai dan Bawang Disalurkan

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyerahkan bantuan bibit dan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani dalam kegiatan Program Sumut Berkah di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Senin, 13/4/2026 (Foto: IST)

Samosir, mediasergap.com - Upaya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui program Sumut Berkah mulai dirasakan manfaatnya oleh petani. Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyerahkan langsung bantuan bibit dan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Senin (13/04/2026).

Bantuan untuk pengembangan cabai merah seluas 4 hektare diberikan kepada Kelompok Tani Marlundu di Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian. Bantuan tersebut berupa benih cabai 40 bungkus, pupuk kompos 16 ton, pupuk NPK 800 kilogram, pupuk organik cair 40 liter, serta mulsa plastik 80 roll.

Sementara itu, bantuan untuk pengembangan bawang merah seluas 3 hektare disalurkan kepada Kelompok Tani Hasil Nagabe di Desa Suhutnuhuta Pardomuan, Kecamatan Palipi. Bantuan yang diberikan meliputi benih bawang merah 3 ton, pupuk kompos 12 ton, pupuk organik cair 30 liter, dan pupuk NPK 600 kilogram.

Vandiko menegaskan, bantuan tersebut merupakan hasil sinergi anggaran antara Pemerintah Kabupaten, Provinsi, hingga Pusat.

“Program ini adalah bentuk kolaborasi Pemerintah untuk menjawab kebutuhan petani. Anggarannya bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara melalui program Sumut Berkah,” ujar Vandiko.

Ia mengingatkan para petani agar memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal dan tidak menyalahgunakannya.

“Bibit dan pupuk sudah lengkap. Kami harap benar-benar ditanam dan dimanfaatkan. Jangan sampai bantuan ini tidak digunakan atau bahkan diperjualbelikan,” tegasnya.

Vandiko juga memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir siap melakukan pendampingan kepada Para Petani.

“Jangan segan meminta bantuan. Kami siap mendampingi setiap saat agar program ini berhasil,” tambahnya.

Ia menegaskan, penyaluran bantuan dilakukan tanpa praktik nepotisme, melainkan berdasarkan usulan dan persyaratan yang berlaku.

“Cukup daftarkan Kelompok Tani ke Dinas, pastikan memiliki lahan, dan ajukan proposal. Pemerintah akan berupaya mencarikan anggaran,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir, Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa komoditas cabai merah dan bawang merah merupakan program unggulan Gubernur Sumatera Utara.

Menurutnya, Kabupaten Samosir menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan komoditas tersebut, selain jagung.

“Program ini sudah melalui proses perencanaan bersama antara Kabupaten dan Provinsi. Bahkan, Samosir menjadi salah satu daerah yang mendapatkan beberapa program sekaligus dari Sumut Berkah,” ungkap Tumiur.

Ia menambahkan, hasil panen dari program ini nantinya akan dikerjasamakan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui skema nota kesepahaman, termasuk dalam hal penetapan harga.

“Harapannya, kualitas dan hasil panen petani bisa meningkat,” katanya.

Selain itu, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) akan melakukan pendampingan secara langsung kepada kelompok tani. Untuk Kelompok Tani Hasil Nagabe, penanaman bawang merah direncanakan dimulai pada Juni 2026.

Ketua Kelompok Tani Hasil Nagabe, Maruasi Situmorang, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Samosir. Bantuan ini akan kami manfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Marlundu yang berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

“Semoga program ini membawa kemajuan bagi Kelompok Tani kami,” ucapnya. (D/Smart)

Pemred dan Pimpinan Umum Media Sergap Hadiri Resepsi Khitanan Rayhan El Azzam

Pemred dan Pimpinan Umum Media Sergap Hadiri Resepsi Khitanan Rayhan El Azzam

MEDAN, mediasergap.comSuasana penuh kebahagiaan dan kekeluargaan mewarnai acara resepsi khitanan Rayhan El Azzam, putra dari pasangan Hariadi Syahputra dan Sukeshi Yuni Pratiwi, yang digelar pada Minggu (12/4/2026) di kediaman keluarga di Jalan Ampera Gang Rahmat, Helvetia Pasar VI, Desa Manunggal.

Acara yang merupakan bagian dari tradisi penting dalam ajaran Islam ini menjadi momen sakral sebagai simbol peralihan menuju kedewasaan sekaligus bentuk penyucian diri bagi anak yang menjalaninya.

Sukeshi Yuni Pratiwi yang juga merupakan wartawan media online Sergap, bersama sang suami Hariadi Syahputra, tampak bahagia atas terselenggaranya acara tersebut dengan lancar dan meriah. Resepsi dihadiri oleh keluarga besar, kerabat, serta masyarakat sekitar, yang datang memberikan doa dan dukungan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Pimpinan Umum Media Sergap Ir. Pandu Wilantara beserta istri, Pemimpin Redaksi Media Sergap Oliver Sirait, SH, Pemred intaikasus.com Sarinah Siregar, SE, serta rekan-rekan wartawan lainnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, acara berlangsung meriah dengan hiburan musik dari grup Rama Audio yang menambah semarak suasana. Para tamu undangan tampak silih berganti hadir dan menikmati hidangan prasmanan yang telah disediakan oleh panitia.

Dalam kesempatan itu, Pimpinan Umum Media Sergap Ir. Pandu Wilantara menyampaikan doa dan harapannya untuk sang anak.

“Semoga Ananda Rayhan El Azzam menjadi anak yang saleh, berbakti kepada kedua orang tua, serta kelak menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Acara ini tidak hanya menjadi bentuk syukuran keluarga, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar sesama, khususnya di lingkungan masyarakat Desa Manunggal. (Rina)

Sentuhan Humanis Polres Samosir, Kapolres Jadi Orang Tua Asuh Anak Korban KDRT

Sentuhan Humanis Polres Samosir, Kapolres Jadi Orang Tua Asuh Anak Korban KDRT

Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, berbincang hangat dengan anak korban penganiayaan saat kunjungan ke Desa Marlumba, Kecamatan Simanindo, Sabtu, 11/04/2026 (Foto: IST)

SAMOSIR, mediasergap.comKepolisian Resor Samosir kembali menunjukkan komitmennya dalam perlindungan anak. Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, resmi menjadi orang tua asuh bagi seorang anak korban penganiayaan yang terjadi di Desa Marlumba, Kecamatan Simanindo, Sabtu (11/4/2026).

Kunjungan yang dilakukan sekitar pukul 09.40 WIB tersebut tidak sekadar silaturahmi, melainkan bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab moral kepolisian dalam menjamin masa depan korban. Dalam kegiatan ini, Kapolres didampingi sejumlah pejabat jajaran, di antaranya Kasat Intelkam, Kasat Pamobvit, Kapolsek Simanindo, serta Kanit Reskrim Polsek Simanindo.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh keluarga korban, Pihak Sekolah SD Negeri 4 Marlumba, Perangkat Desa, serta Masyarakat setempat. Suasana yang semula diliputi rasa duka perlahan berubah menjadi penuh kehangatan melalui pendekatan humanis yang ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyempatkan diri berbincang langsung dengan korban guna memberikan dukungan moril serta memastikan kondisi psikologisnya. Dari keterangan korban, tindakan kekerasan yang dialaminya terjadi berulang kali dan telah melampaui batas kewajaran.

Peristiwa tersebut kerap terjadi saat ayah korban tidak berada di rumah. Menyikapi hal ini, Kapolres menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan perlindungan dan pengawasan, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan nyaman bagi anak.

Sebagai bentuk kepedulian yang lebih mendalam, Kapolres Samosir menyatakan kesediaannya untuk menjadi orang tua asuh bagi korban. Langkah ini disambut haru oleh keluarga dan masyarakat.

“Saya akan menjadi orang tua asuh untuk memastikan masa depan anak ini tetap terjaga,” ujar Kapolres Samosir.

Ia juga memberikan motivasi kepada korban agar tetap semangat dalam menempuh pendidikan, sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Di sisi lain, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang dilakukan Polres Samosir, serta menyatakan kesiapan untuk mendukung proses pemulihan mental korban melalui pendampingan di lingkungan sekolah.

Terkait penanganan kasus, Kapolres menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak merupakan tindak pidana serius yang tidak dapat diselesaikan melalui jalur damai semata. Proses hukum akan tetap dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku guna memberikan efek jera dan menjamin keadilan bagi korban.

“Kami berkomitmen menangani kasus ini secara profesional. Kekerasan terhadap anak tidak bisa ditoleransi dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut kepedulian sosial, Polres Samosir juga berencana memberikan bantuan berupa sepatu dan alat tulis kepada siswa SD Negeri 4 Marlumba.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama serta ungkapan terima kasih dari keluarga korban, yang kini kembali memiliki harapan baru untuk masa depan anak mereka. (D/Smart)

Lapas Kelas I Medan Ikuti Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator

Lapas Kelas I Medan Ikuti Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator

Medan, mediasergap.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan mengikuti kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Sabtu (11/04/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan struktur organisasi serta peningkatan profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung kinerja yang lebih optimal dan berintegritas.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara hybrid, yang diikuti secara langsung oleh jajaran pejabat struktural di Ruang Kalapas Lapas Kelas I Medan serta secara virtual melalui platform Zoom Meeting.

Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat sebagai bentuk komitmen dalam menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, profesionalitas, serta tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai aparatur negara.

Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menyampaikan bahwa kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan ini merupakan momentum penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pemasyarakatan.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi bentuk komitmen moral dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan. Kami berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan prima,” ujar Fonika.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Kelas I Medan semakin meningkatkan kinerja, menjaga integritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berdaya guna. (Roni K)

Hari Kedua Mangase Taon, Ritual Sakral Mangalahat Horbo Tampilkan Kekayaan Budaya Batak

Hari Kedua Mangase Taon, Ritual Sakral Mangalahat Horbo Tampilkan Kekayaan Budaya Batak 

Samosir, mediasergap.com - Hari kedua perhelatan Mangase Taon di Bius Salaon, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir, diwarnai dengan penampilan tradisi sakral Batak, Mangalahat Horbo, yang digelar di Toguan Salaon Tongatonga, Sabtu (11/04/2026).

Ritual adat ini menjadi daya tarik utama karena sarat makna spiritual dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Mangalahat Horbo merupakan upacara persembahan kerbau pilihan sebagai simbol syukur dan harapan akan keberkahan bagi masyarakat.

Dalam prosesi tersebut, kerbau ditambatkan di tengah lapangan pada kayu yang telah dihiasi. Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh simbol, dimulai dari mangakarihiri, panakkok pargocci, manogu lahatan, hingga mamona ulaon yang dipimpin Bius Salaon sebagai tuan rumah.

Keunikan lain terlihat saat rombongan pakkarihiri menggiring kerbau menuju tambatan. Prosesi harus diakhiri dengan langkah kanan, yang dipercaya sebagai pertanda kesuksesan dan pembawa berkah bagi daerah.

Seluruh rangkaian acara semakin semarak dengan iringan gondang serta tortor yang menggunakan ulos tali-tali, memperlihatkan kekayaan seni dan budaya Batak yang masih terjaga hingga kini.

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, yang hadir bersama Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, para asisten, serta pimpinan OPD, menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat dalam melestarikan budaya.

Menurutnya, kegiatan seperti Mangase Taon bukan hanya sekadar seremoni adat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan.

“Kapan lagi kita bersatu kalau tidak sekarang. Inilah hikmah dari kegiatan ini, bagaimana perbedaan dapat disatukan dan persoalan diselesaikan dengan damai. Dengan kebersamaan, Samosir akan semakin maju dan kuat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menyatukan nilai adat dan spiritual sebagai kekuatan dalam mempromosikan Kabupaten Samosir, khususnya di kawasan Danau Toba.

Sementara itu, Asisten II Hotraja Sitanggang berharap masyarakat, khususnya Raja Bius di Kecamatan Ronggur Nihuta, tetap menjaga nilai Dalihan Natolu sebagai fondasi kehidupan sosial.

Pemerintah Kabupaten Samosir juga mendorong peran aktif tokoh adat sebagai mitra dalam pembangunan, termasuk dalam penyelesaian persoalan masyarakat melalui pendekatan kearifan lokal sejalan dengan semangat restorative justice yang sudah ditetapkan didaerah tersebut. 

Ketua Lembaga Adat dan Budaya (LAB), Pantas M. Sinaga, turut mengapresiasi kehadiran Pemerintah Daerah dan berharap komitmen pelestarian budaya terus diperkuat.

Sebagai bentuk penghormatan, Raja Bius Salaon bersama LAB memberikan ulos kepada Wakil Bupati Samosir dalam prosesi mangulosi.

Salah satu anggota Bius Salaon, Esman Simbolon, mengaku bangga atas dukungan Pemerintah sehingga masyarakat semakin mengenal dan mencintai budaya sendiri.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami semakin memahami dan melestarikan tradisi leluhur,” ujarnya. Perhelatan Mangase Taon di Samosir ini pun tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal identitas dan jati diri melalui warisan adat Batak yang kaya makna. (Ds)

Meski Sudah Berulang Kali Dipublikasikan di Media Judi Dadu Putar Warung Pak Kulit terus beroperasi dan Semakin Merajalela

Medan, mediasergap.comMeski sudah berulang kali dipublikasiksn di media aktivitas perjudian jenis dadu putar diduga beroperasi terang-terangan dan semakin menggila di sebuah warung milik warga yang dikenal sebagai “Pak Kulit” di Jalan Pertahanan Pasar VII, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak. Praktik ilegal ini bukan lagi sekadar kabar, melainkan sudah menjadi pemandangan yang nyaris rutin terjadi di tengah masyarakat.

Beroperasinya judi daduputar tersebut tanpa ada tindakan tegas dari pihak Aparat Penegak Hukum (APH) Polsek Patumbak Polrestabes Medan Polda Sumut diduga pihak pengelola ada memberi setoran ataupun upeti kepada APH tersebut untuk memperlancar bisnis haramnya. 

Berdasarkan informasi warga, aktivitas tersebut berlangsung setiap hari mulai pukul 13.00 WIB hingga 20.00 WIB. Kerumunan pemain, suara riuh, hingga keluar masuknya orang tanpa henti menjadi bukti bahwa praktik ini berjalan terbuka, seolah tanpa rasa takut terhadap hukum.

“Sudah lama kali bang, tiap hari jalan terus. Ramai, tapi gak pernah ada tindakan,” ungkap seorang warga dengan nada kesal.

Dari penelusuran di lapangan, pengelolaan lokasi tersebut diduga tidak berdiri sendiri. Sumber menyebutkan, aktivitas ini dikendalikan oleh lingkaran keluarga pemilik warung. Seorang perempuan yang dikenal dengan sapaan “Onces”, yang merupakan istri dari pemilik warung, disebut-sebut turut berperan dalam mengatur jalannya aktivitas perjudian tersebut.

Meski dugaan itu semakin menguat di tengah masyarakat, hingga kini praktik tersebut tetap berjalan tanpa hambatan berarti. Tidak terlihat adanya rasa gentar, seolah lokasi tersebut berada di luar jangkauan hukum.

Ketika dikonfirmasi, Kanitreskrim Polsek Patumbak justru menyampaikan bahwa pihaknya tidak menemukan adanya aktivitas perjudian di lokasi tersebut.

“Sudah kita cek dan kegiatan dimaksud tidak ada. Namun setiap mendapat informasi akan kita tindak lanjuti dengan tegas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut dinilai publik tak lebih dari sekadar formalitas bahkan terkesan sebagai sandiwara penegakan hukum. Di saat aktivitas berlangsung terang-terangan dan menjadi konsumsi harian masyarakat, jawaban “tidak ada” justru memperlihatkan adanya jurang besar antara fakta lapangan dan respons aparat. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya pembiaran yang sulit diterima akal sehat.

Alih-alih meredam keresahan, pernyataan tersebut justru memantik kemarahan warga. Sebab, apa yang mereka lihat setiap hari seolah dianggap tidak pernah terjadi. Fakta di depan mata dibantah, sementara aktivitas ilegal terus berjalan tanpa hambatan.

Janji penindakan tegas serta kerja sama dengan tokoh agama dan adat kini terdengar tak lebih dari omong kosong yang diulang-ulang tanpa realisasi. Di lapangan, praktik perjudian tetap hidup, tetap ramai, dan tetap berjalan seolah hukum hanya pajangan. Tidak ada efek jera, tidak ada tindakan nyata yang ada hanya pembiaran yang makin terang benderang.

Situasi ini bukan lagi sekadar kelalaian, tapi sudah mengarah pada dugaan pembiaran yang disengaja. Ketika aktivitas ilegal berlangsung terbuka namun dianggap “tidak ada”, publik berhak curiga: ada apa sebenarnya di balik diamnya aparat? Siapa yang sedang dilindungi? Dan sampai kapan sandiwara ini terus dipertontonkan?

Hal ini menjadi sorotan publik terhadap integritas di institusi kepolisian yang dianggap telah runtuh, ditandai dengan tercorengnya keadilan, kebenaran, dan kejujuran yang semestinya menjadi pondasi utama penegakan hukum.

Terpisah prihal tersebut,jika kondisi ini terus dibiarkan maka ini bukan lagi soal lemahnya penegakan hukum ini adalah kegagalan total. Hukum dipermainkan, kepercayaan publik dihancurkan, dan aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan justru dipertanyakan keberpihakannya. Jangan salahkan masyarakat jika pada akhirnya menilai: hukum tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas dan di Patumbak, hukum seolah benar-benar kehilangan taringnya.

Meski sudah berulang kali dipublikasikan dimedia ktivitas perjudian jenis dadu putar  beroperasi semakin menggila dan terang-terangan di sebuah warung milik warga yang dikenal sebagai “Pak Kulit” di Jalan Pertahanan Pasar VII, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak. Praktik ilegal ini bukan lagi sekadar kabar, melainkan sudah menjadi pemandangan yang nyaris rutin terjadi di tengah masyarakat.

Menggilanya pengoperasian jidi daduputar ada dugaan pihak pengelola sudah ada memberi setoran kepihak Aparat Penegak Hukum (APH) Polsek Patumbak Polrestabes Medan Polda Sumut. 

Berdasarkan informasi warga, aktivitas tersebut berlangsung setiap hari mulai pukul 13.00 WIB hingga 20.00 WIB. Kerumunan pemain, suara riuh, hingga keluar masuknya orang tanpa henti menjadi bukti bahwa praktik ini berjalan terbuka, seolah tanpa rasa takut terhadap hukum.

“Sudah lama kali bang, tiap hari jalan terus. Ramai, tapi gak pernah ada tindakan,” ungkap seorang warga dengan nada kesal.

Dari penelusuran di lapangan, pengelolaan lokasi tersebut diduga tidak berdiri sendiri. Sumber menyebutkan, aktivitas ini dikendalikan oleh lingkaran keluarga pemilik warung. Seorang perempuan yang dikenal dengan sapaan “Onces”, yang merupakan istri dari pemilik warung, disebut-sebut turut berperan dalam mengatur jalannya aktivitas perjudian tersebut.

Meski dugaan itu semakin menguat di tengah masyarakat, hingga kini praktik tersebut tetap berjalan tanpa hambatan berarti. Tidak terlihat adanya rasa gentar, seolah lokasi tersebut berada di luar jangkauan hukum.

Ketika dikonfirmasi, Kanitreskrim Polsek Patumbak justru menyampaikan bahwa pihaknya tidak menemukan adanya aktivitas perjudian di lokasi tersebut.

“Sudah kita cek dan kegiatan dimaksud tidak ada. Namun setiap mendapat informasi akan kita tindak lanjuti dengan tegas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut dinilai publik tak lebih dari sekadar formalitas bahkan terkesan sebagai sandiwara penegakan hukum. Di saat aktivitas berlangsung terang-terangan dan menjadi konsumsi harian masyarakat, jawaban “tidak ada” justru memperlihatkan adanya jurang besar antara fakta lapangan dan respons aparat. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya pembiaran yang sulit diterima akal sehat.

Alih-alih meredam keresahan, pernyataan tersebut justru memantik kemarahan warga. Sebab, apa yang mereka lihat setiap hari seolah dianggap tidak pernah terjadi. Fakta di depan mata dibantah, sementara aktivitas ilegal terus berjalan tanpa hambatan.

Janji penindakan tegas serta kerja sama dengan tokoh agama dan adat kini terdengar tak lebih dari omong kosong yang diulang-ulang tanpa realisasi. Di lapangan, praktik perjudian tetap hidup, tetap ramai, dan tetap berjalan seolah hukum hanya pajangan. Tidak ada efek jera, tidak ada tindakan nyata yang ada hanya pembiaran yang makin terang benderang.

Situasi ini bukan lagi sekadar kelalaian, tapi sudah mengarah pada dugaan pembiaran yang disengaja. Ketika aktivitas ilegal berlangsung terbuka namun dianggap “tidak ada”, publik berhak curiga: ada apa sebenarnya di balik diamnya aparat? Siapa yang sedang dilindungi? Dan sampai kapan sandiwara ini terus dipertontonkan?

Hal ini menjadi sorotan publik terhadap integritas di institusi kepolisian yang dianggap telah runtuh, ditandai dengan tercorengnya keadilan, kebenaran, dan kejujuran yang semestinya menjadi pondasi utama penegakan hukum.

Terpisah prihal tersebut,jika kondisi ini terus dibiarkan maka ini bukan lagi soal lemahnya penegakan hukum ini adalah kegagalan total. Hukum dipermainkan, kepercayaan publik dihancurkan, dan aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan justru dipertanyakan keberpihakannya. Jangan salahkan masyarakat jika pada akhirnya menilai: hukum tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas dan di Patumbak, hukum seolah benar-benar kehilangan taringnya. (M)

HSF 2026 Resmi Dimulai, Horja Bius Mangase Taon Angkat Tradisi Sakral Batak

HSF 2026 Resmi Dimulai, Horja Bius Mangase Taon Angkat Tradisi Sakral Batak

Samosir, mediasergap.com - Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar event Horja Bius Mangase Taon sebagai bagian dari Horas Samosir Fiesta (HSF) di Salon Tonga-tonga, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, yang ditandai dengan pemukulan gondang sebagai simbol dimulainya rangkaian acara adat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Asisten I Tunggul Sinaga, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, pimpinan OPD, Camat Ronggurnihuta, serta Ketua LAB Pantas M. Sinaga.

Horja Bius Mangase Taon merupakan event perdana dalam rangkaian HSF yang diselenggarakan bersama Bius Salaon Sitolu Hae Horbo. Kegiatan ini menampilkan berbagai ritual adat yang sarat makna dan nilai filosofis.

Adapun rangkaian kegiatan yang ditampilkan antara lain Tomu-tomu di Toguan Paborhat Boni, Paborhat Pangase, Martulaktulak, Manggalangi Pargoci/Panuturi, Mamona Gondang, Martabat Tabar, hingga talk show bertema “Filosofi Ulos”.

Selain itu, event ini juga diramaikan dengan pagelaran seni budaya oleh pelajar se-Kecamatan Ronggurnihuta sebagai bentuk keterlibatan generasi muda dalam upaya pelestarian budaya.

Ritual Horja Bius Mangase Taon sendiri merupakan tradisi leluhur masyarakat Batak yang dahulu dilaksanakan untuk mengusir bala atau penyakit, sekaligus memohon keberkahan bagi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 10 hingga 11 April 2026, dan turut menampilkan prosesi sakral mangalahat horbo yang menjadi salah satu daya tarik utama.

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi budaya, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam melestarikan warisan leluhur.

“Budaya merupakan kekayaan yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Saya bersyukur masih banyak kelompok seni yang aktif, ini menjadi kebanggaan yang tidak terukur,” ujar Ariston.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda, pelaku UMKM, serta mendorong promosi budaya Samosir ke Tingkat Nasional.

“Kita harus melestarikan budaya dengan bahu-membahu. Peran tokoh adat sangat penting dalam mendidik generasi muda agar tetap menjaga nilai-nilai budaya,” tambahnya.

Selain itu, Ariston juga mendorong pembangunan gedung teater sebagai sarana pertunjukan seni budaya di Kabupaten Samosir.

Ia berharap lembaga adat mampu menyatukan seluruh tokoh adat sebagai kekuatan utama dalam menjaga kelestarian budaya, sekaligus mendorong terbentuknya desa adat yang kuat seperti di daerah wisata Bali.

“Perlu kreativitas dan idealisme agar Samosir semakin makmur, sejahtera, dan bersatu menuju arah yang lebih baik,” tutupnya. (Ds)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport