Media Sergap -->



Headline

Samosir Run Naik Kelas, Penutup Festival Tao Toba Joujou Dorong Sport Tourism

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.comSemarak Festival Tao Toba Joujou 2026 resmi ditutup dengan gelaran Samosir Run 2026, Minggu (09/08/2026). Ribuan energi dan semangat olahraga berpadu dengan panorama Danau Toba saat peserta dari berbagai daerah mengikuti ajang lari yang tahun ini naik kelas dari sekadar fun run menjadi kompetisi atau race.

Bendera start dikibarkan Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera, menandai dimulainya perlombaan yang mengambil lokasi di kawasan tepian Danau Toba.

Tak sekadar menjadi penutup festival, Samosir Run 2026 menjadi momentum baru dalam pengembangan sport tourism di Kabupaten Samosir. Konsep perlombaan yang lebih kompetitif diharapkan mampu menarik semakin banyak pelari sekaligus memperkenalkan keindahan alam dan potensi pariwisata Samosir kepada peserta dari berbagai daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera mengatakan, perubahan konsep Samosir Run dari fun run menjadi race merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendorong pola hidup sehat masyarakat sekaligus mengembangkan olahraga sebagai daya tarik wisata. “Ini menjadi fase baru Samosir Run, dari sebelumnya fun run menjadi ajang kompetisi atau race. Kita ingin mendorong gaya hidup sehat masyarakat sekaligus mengembangkan sport tourism di Samosir,” ujar Riza.

Menurutnya, Samosir Run memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi agenda olahraga dan pariwisata yang mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan ke kawasan Danau Toba. Peserta tidak hanya diajak berlari dan mengejar catatan waktu, tetapi juga menikmati langsung lanskap Danau Toba yang menjadi salah satu daya tarik utama Kabupaten Samosir.

Jadi Penutup Festival Tao Toba Joujou 2026

Samosir Run sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian Festival Tao Toba Joujou 2026 yang telah berlangsung selama beberapa hari. Festival tersebut menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari budaya, UMKM, ekonomi kreatif, olahraga hingga hiburan dan konser musik. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, pelaku usaha, wisatawan dan berbagai pihak dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Samosir juga turut ambil bagian dalam Samosir Run 2026. Mewakili Bupati Samosir, Marudut Tua Sitinjak menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Tao Toba Joujou 2026.

Ia menilai, kemeriahan festival tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM di Kabupaten Samosir. “Terima kasih kepada BI Sibolga. Kami mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan yang telah berjalan sukses dan meriah. Festival ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi terbukti mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Samosir,” ungkap Marudut.

Menurutnya, kegiatan berskala besar seperti Festival Tao Toba Joujou perlu terus dikembangkan agar semakin mampu memperkuat citra Samosir sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Danau Toba. Dengan berakhirnya Samosir Run, berakhir pula seluruh rangkaian Festival Tao Toba Joujou 2026. Namun, semangat yang dibangun melalui festival tersebut diharapkan terus berlanjut melalui penguatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM dan olahraga.

Samosir pun kembali menunjukkan bahwa keindahan Danau Toba bukan hanya menjadi latar wisata, tetapi juga dapat menjadi panggung bagi olahraga, budaya dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Daftar Pemenang Samosir Run 2026

5K Umum Wanita

  1. 1. Cahaya Sihotang
  2. 2. Chevreina Nasya
  3. 3. Tasya Lestari Teresia

5K Umum Pria

  1. 1. Noel Jhon Frengki
  2. 2. Berkat Lumban Raja
  3. 3. Eduard Pudan

5K Master Wanita

  1. 1. Agustina Nadeak
  2. 2. Ade Saragih
  3. 3. Maria Silalahi

5K Master Pria

  1. 1. Oberlin RJ. Gea
  2. 2. Herandus Paulus
  3. 3. Salmon Urung Yahta

10K Master Wanita

  1. 1. Nurlela
  2. 2. Afrina Ferawati Sitohang
  3. 3. Melda Sibarani

10K Master Pria

  1. 1. Aspen Petrus Manik
  2. 2. Arnol PH Lubis
  3. 3. Riswanto Hutasuhut

10K Umum Wanita

  1. 1. Irsa Sola Gracia
  2. 2. Fikesy Hostita Silalahi
  3. 3. Ismi Atilla Islamida

10K Umum Pria

  1. 1. Davit Maluddin
  2. 2. Asian Putra Sianipar
  3. 3. Ganda Holmes Sinamo



Tekan Angka Kriminalitas dan Balap Liar, Sat Reskrim Polres Padang Lawas Giatkan Patroli Malam

PADANG LAWAS (Sumut) mediasergap.comGuna mengantisipasi aksi tawuran, kejahatan jalanan, hingga aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat, Personil Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Padang Lawas menggelar patroli mobile skala besar pada Sabtu malam (08/08/2026) hingga Minggu dini hari (09/08/2026).

Kegiatan operasional ini dilaksanakan berdasarkan arahan Kapolres Padang Lawas, AKBP Dodik Yuliyanto, melalui Kasat Reskrim Polres Padang Lawas, AKP Irwansah Sitorus, sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menekan angka kejahatan 3C (Curas, Curat, dan Curamor), aksi begal, serta premanisme di wilayah hukum Kabupaten Padang Lawas.

Patroli yang berlangsung sejak pukul 23.00 hingga 03.00 WIB tersebut menyisir sejumah titik rawan gangguan kamtibmas. Pengawasan difokuskan pada kawasan padat aktivitas malam, jalanan sepi yang berpotensi menjadi lokasi pembegalan, hingga lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar oleh para pemuda.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, personel menggelar apel kesiapan yang dipimpin oleh Aipda Wedi R. Nasution. Dalam pengarahannya, Aipda Wedi menekankan agar seluruh anggota tetap mengedepankan pendekatan humanis dan mengutamakan sopan santun saat berinteraksi dengan masyarakat.

“Patroli ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga imbauan preventif. Kami mengimbau warga agar senantiasa waspada terhadap potensi tindak pidana seperti pencurian maupun penipuan,” ujar AKP Irwansah Sitorus dalam keterangannya.

Selain menyisir area rawan, petugas turut menghampiri warga dan kelompok remaja yang masih nongkrong di kafe maupun warung hingga larut malam. Petugas memberikan edukasi keselamatan, seperti imbauan untuk tidak melintas sendirian di jalanan sepi pada malam hari guna menghindari aksi begal, serta tidak mengenakan perhiasan atau barang berharga secara mencolok agar terhindar dari sasaran kejahatan premanisme.

Para pemuda yang kedapatan masih berkumpul tanpa kegiatan jelas pada dini hari juga diarahkan untuk segera membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing demi menjaga ketertiban lingkungan.

Kegiatan patroli malam tersebut melibatkan empat personel Sat Reskrim Polres Padang Lawas, yakni Aipda Wedi R. Nasution, Brigadir M. Solehudin Hutasuhut, Briptu Frans Nasution, dan Bripda Farhan Azhari Siregar.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan patroli berjalan aman, lancar, dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan mampu mengurungkan niat para pelaku kejahatan sekaligus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Padang Lawas. (Rel)

PETI Siraisan Memanas, Lima Polisi Dikepung Puluhan Penambang: Jalan Dihadang, Pejabat Desa dan Camat Disorot

PADANG LAWAS (Sumut) mediasergap.com Penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas, berujung tegang. Lima personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Padang Lawas yang datang untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal justru dihadang puluhan penambang.

Bahkan, saat hendak meninggalkan lokasi, kendaraan petugas sempat diadang menggunakan bangku kayu yang sengaja diletakkan melintang di jalan desa.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (08/08/2026), ketika aktivitas PETI kembali berlangsung di kawasan aliran sungai Desa Siraisan. Berdasarkan laporan masyarakat yang resah terhadap aktivitas penambangan, personel Sat Reskrim Polres Padang Lawas mendatangi lokasi untuk melakukan penertiban.

Tim yang dipimpin Aipda WR Nasution tiba di lokasi dengan kekuatan lima Personel. Namun, situasi berubah tegang ketika Petugas berhadapan dengan massa penambang. Hampir seratus orang disebut berkumpul dan memagari area tambang, membuat jumlah Petugas jauh lebih sedikit dibandingkan massa yang berada di lokasi.

Aipda WR Nasution kemudian menyampaikan imbauan agar aktivitas pertambangan tanpa izin dihentikan. Petugas juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki dasar perizinan yang sah. Akan tetapi, imbauan tersebut ditolak.

Salah seorang penambang bahkan menyebut aktivitas tambang telah dibicarakan dengan Pejabat Pemerintahan setempat.

“Ini sudah dirembukkan dengan Kades dan Camat. Ada pengurus kami (berinisial T) yang bilang tambang ini sudah boleh beroperasi,” ujar seorang penambang di tengah kerumunan.

Pernyataan tersebut kemudian menyeret nama Kepala Desa Siraisan dan Camat Ulu Barumun ke dalam percakapan di lokasi. Meski demikian, tudingan mengenai adanya pemberian izin atau dukungan terhadap aktivitas PETI tersebut belum dapat disimpulkan sebagai fakta dan masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.

Melihat situasi yang semakin memanas dan jumlah massa yang tidak sebanding dengan Personel, Petugas memilih mundur untuk menghindari kemungkinan terjadinya bentrokan. Namun, persoalan belum berhenti.

Ketika hendak meninggalkan kawasan, kendaraan petugas kembali menghadapi hambatan. Sebuah bangku kayu panjang diletakkan melintang di persimpangan jalan desa sehingga menghalangi jalur keluar kendaraan Polisi.

Di sebuah warung yang berada tidak jauh dari lokasi pengadangan, Camat Ulu Barumun Parlindungan Hasibuan terlihat bersama Kepala Desa Siraisan Sangkot Hasibuan.

Di tengah situasi tersebut, Camat sempat mengajak Personel Kepolisian untuk singgah. “Ke sini dulu, minum kopi kita,” ucapnya sembari melambaikan tangan kepada Petugas.

Ajakan tersebut tidak direspons Petugas. Personel Sat Reskrim memilih menyelesaikan tugas dan meminta warga membuka jalan. “Buka ini, kami ke sini menjalankan tugas!” tegas salah seorang Petugas.

Petugas kemudian turun dari kendaraan dan menggeser sendiri bangku kayu yang melintang di jalan hingga jalur dapat dilalui kembali. Camat: Tidak Ada Hak Memberikan Izin

Camat Ulu Barumun, Parlindungan Hasibuan, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp membantah anggapan bahwa dirinya berada di lokasi untuk memberikan dukungan atau izin terhadap aktivitas PETI.

Ia menjelaskan, kehadirannya di lokasi justru untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “Izin kehadiran saya justru takut terjadi sesuatu hal yg tidak diinginkan. Siap untuk hal itu bisa kita gak salah pengertian. Tidak ada hak kami memberikan izin, tapi masyarakat butuh makan, jujur kami tidak sanggup menghadapinya,” tulis Parlindungan melalui pesan WhatsApp.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Pihak Kecamatan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan izin terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin.

Kades Akui Mayoritas Warga Bergantung pada Tambang

Sementara itu, Kepala Desa Siraisan, Lokkot Hasibuan, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp mengaku tidak pernah memberikan izin terhadap aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayahnya.

Namun, ia mengakui persoalan PETI di Desanya sangat sulit dihentikan karena sebagian besar masyarakat menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut. “Tak ada saya memberikan izin, soal tambang ini saya angkat tangan, sekitar 85 % masyarakat berpenghasilan dari tambang. Saya dapat hanya sebatas uang rokok pun tak cukup,” ungkapnya.

Keterangan tersebut menggambarkan peliknya persoalan PETI di Siraisan. Di satu sisi, aktivitas pertambangan tanpa izin berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan persoalan hukum. Di sisi lain, keberadaan tambang telah menjadi sumber mata pencaharian bagi sebagian besar masyarakat setempat.

Penegakan Hukum Diuji

Peristiwa di Desa Siraisan bukan sekadar persoalan penertiban tambang ilegal. Pengadangan terhadap Aparat Penegak Hukum memperlihatkan betapa kompleksnya persoalan PETI ketika aktivitas ekonomi masyarakat telah bergantung pada kegiatan yang berhadapan dengan hukum.

Persoalan menjadi semakin sensitif ketika muncul klaim dari sebagian penambang mengenai adanya pembicaraan dengan aparat pemerintahan setempat, meski klaim tersebut telah dibantah oleh Pihak Camat dan Kepala Desa. Kini, publik menanti langkah berikutnya dari Aparat Penegak Hukum dan Pemerintah Daerah.

Apakah aktivitas PETI di Siraisan akan benar-benar dihentikan, atau kembali berjalan setelah penertiban mereda?

Yang jelas, di balik gemerlap emas yang diburu dari perut bumi, terdapat persoalan yang jauh lebih besar: kerusakan lingkungan, ketergantungan ekonomi masyarakat, serta tantangan penegakan hukum di tingkat paling bawah. (Tim)

(copyright: @Arafat_gosumut.com)

Musa Rajekshah-Hervian Soejono, Memperkuat BLA BLA BLA MOTORSPORT Juarai Asia Pacific Rally Championship

SIMALUNGUN (Sumut) mediasergap.com - Pereli nasional Musa Rajekshah bersama navigator Hervian Soejono berhasil menjuarai Asia Pacific Rally Championship (APRC) Round 3 2026 yang berlangsung di kawasan perkebunan Tobasari, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (09/08/2026).

Musa Rajekshah yang memperkuat BLA BLA BLA MOTORSPORT dengan mengendarai Skoda Fabia RS Rally2 tampil sebagai pereli tercepat setelah melewati persaingan ketat dalam rangkaian special stage (SS).

Musa didampingi Hervian Soejono sebagai navigator sepanjang perlombaan. Keduanya mampu menjaga konsistensi hingga menyelesaikan seluruh rangkaian perlombaan dengan catatan waktu terbaik.

Persaingan memperebutkan posisi teratas berlangsung sengit dengan pereli Ryan Nirwan bersama navigator Adi Indiarto yang mengendarai Toyota GR Yaris Rally2 bernomor 1 dari Toyota Gazoo Racing Indonesia.

Ryan Nirwan harus puas menempati posisi kedua setelah sebelumnya terus membayangi catatan waktu Musa Rajekshah dalam sejumlah SS yang dilombakan. 

Sementara diposisi ke tiga ditempati dari tim MAB HRVRT peserta M.Kholilul Rahman/Tri Arjuna dengan kendaraan Ford Fiesta Rally3.

Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Musa Rajekshah. Pasalnya, pada gelaran tahun sebelumnya, ia belum berhasil merebut posisi juara pertama.

"Alhamdulillah, tahun 2026 ini kita berhasil sebagai juara 1 Asia Pacific Rally Championship (APRC) Round 3 2026, " ujar Musa Rajekshah yang juga merupakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).

Menurut Musa, persaingan pada APRC tahun ini berlangsung ketat. Performa kendaraan, strategi, kondisi lintasan serta konsistensi pereli dan navigator menjadi sejumlah faktor yang menentukan hasil akhir perlombaan, "ujarnya.

Dengan kemenangan tersebut, Musa Rajekshah dan Hervian Soejono sukses mengamankan posisi teratas APRC Round 3 2026 di lintasan perkebunan Tobasari, Simalungun.

APRC Round 3 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian kompetisi reli yang mempertemukan sejumlah pereli terbaik dari dalam dan luar negeri untuk menaklukkan karakter lintasan perkebunan di kawasan Danau Toba.

Kejuaraan tersebut sekaligus menambah semarak olahraga otomotif di Sumatera Utara, khususnya kawasan Simalungun dan Danau Toba yang menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan reli bertaraf internasional. (Roni)

Tao Toba Joujou 2026 Ditutup Meriah, Transaksi Digital Melonjak Hampir Tiga Kali Lipat

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Festival Tao Toba Joujou 2026 tak hanya sukses menyuguhkan kemeriahan seni, budaya dan musik di tepian Danau Toba. Festival yang digelar Bank Indonesia (BI) Sibolga di Kabupaten Samosir itu juga berhasil menciptakan geliat ekonomi nyata bagi masyarakat.

Selama pelaksanaan festival, transaksi digital tercatat menembus lebih dari Rp6 miliar, atau meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Capaian tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, saat closing ceremony Festival Tao Toba Joujou 2026 yang berlangsung di Segmen V Water Front City Pangururan, Sabtu (08/08/2026).

Menurut Riza, lonjakan transaksi tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan festival dalam membuka ruang pasar yang lebih luas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Dan yang sangat menggembirakan, total transaksi mencapai Rp6 miliar lebih. Jumlah ini hampir tiga kali lipat dari tahun lalu. Terima kasih kepada seluruh pengunjung yang telah bertransaksi. Sesuai dengan tujuan pokok kami, bahwa kami ingin mendorong UMKM yang ada di wilayah kerja, khususnya Samosir, untuk terus maju,” ujar Riza.

Sebanyak 85 UMKM terlibat dalam Festival Tao Toba Joujou 2026. Kehadiran puluhan pelaku usaha tersebut menjadikan festival bukan sekadar panggung hiburan dan promosi budaya, tetapi juga ruang pertemuan antara produk lokal dengan pasar. Peningkatan transaksi digital sekaligus memperlihatkan bahwa masyarakat dan pengunjung semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi selama festival berlangsung.

Budaya, Pariwisata dan Ekonomi Berjalan Bersama

Riza menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Samosir serta masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap seluruh rangkaian Festival Tao Toba Joujou 2026.

Apresiasi juga diberikan kepada sektor perbankan yang ikut mendukung pelaksanaan business matching serta pembentukan Tim Percepatan Ekspor Kabupaten Samosir. “Kami menilai acara ini sukses terselenggara. Besok seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Samosir Run,” katanya.

Penutupan festival ditandai dengan pengguntingan benang terakhir tenunan ulos. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa ulos bukan sekadar warisan budaya masa lalu, tetapi harus terus hidup, dirawat dan dikembangkan. Lebih dari itu, ulos juga memiliki potensi ekonomi yang besar bagi para perajin dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Samosir.

Semangat tersebut sejalan dengan tujuan Festival Tao Toba Joujou yang sejak pertama kali diselenggarakan Bank Indonesia Sibolga pada 2021 terus diarahkan untuk memperkuat UMKM, mendorong digitalisasi transaksi dan mendukung akselerasi destinasi pariwisata Danau Toba sebagai kawasan pariwisata super prioritas.

Dalam empat kali penyelenggaraannya di Samosir, Festival Tao Toba Joujou menunjukkan bahwa budaya dan ekonomi dapat tumbuh beriringan. Tradisi tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata sekaligus membuka sumber penghidupan bagi masyarakat.

Dame Ulos Catat Penjualan Tertinggi

Sebagai bentuk apresiasi, Bank Indonesia Sibolga memberikan penghargaan kepada UMKM dan pelaku kuliner dengan capaian penjualan serta digitalisasi terbaik selama festival.

Untuk kategori penjualan UMKM terbanyak, Dame Ulos menjadi yang tertinggi dengan nilai penjualan mencapai Rp.861 juta lebih.

Sementara untuk kategori kuliner dengan penjualan terbanyak, penghargaan diraih Samosir Food dengan nilai penjualan mencapai Rp.58 juta lebih.

Penghargaan kategori UMKM terdigital diberikan kepada Keripik Sambal Cap Bulan. Sedangkan kategori kuliner terdigital diraih Matahari Mangga Dua.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi telah berkembang dari sekadar pilihan menjadi bagian penting dalam strategi UMKM memperluas pasar dan meningkatkan transaksi.

Sembilan Kecamatan Unjuk Potensi Agro Budaya

Bank Indonesia Sibolga juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Lomba Agro Budaya yang melibatkan kecamatan se-Kabupaten Samosir.

Juara I diraih Kecamatan Pangururan, Juara II Kecamatan Sianjur Mulamula, dan Juara III Kecamatan Sitiotio.

Untuk kategori Harapan, Harapan I diraih Kecamatan Ronggur Nihuta, Harapan II Kecamatan Palipi, dan Harapan III Kecamatan Harian.

Sementara kategori Favorit I diraih Kecamatan Nainggolan, Favorit II Kecamatan Simanindo, dan Favorit III Kecamatan Onan Runggu.

Keterlibatan sembilan kecamatan dalam parade dan Agro Budaya memperlihatkan bahwa kekuatan Samosir tidak hanya berada pada sektor pariwisata.

Pertanian, kerajinan, kuliner dan budaya juga menjadi kekuatan ekonomi yang dapat dikembangkan dan diintegrasikan dengan industri pariwisata.

Ribuan Pengunjung Padati Waterfront hingga Malam

Kemegahan closing ceremony Festival Tao Toba Joujou 2026 semakin terasa dengan penampilan Tongam Sirait, yang kemudian dilanjutkan konser puncak oleh Band Cokelat.

Ribuan pengunjung tetap memadati kawasan Water Front City Pangururan hingga malam hari.

Mereka tidak hanya datang menikmati pertunjukan musik, tetapi juga berbelanja produk UMKM dan mencicipi beragam kuliner yang tersedia di kawasan festival.

Pergerakan pengunjung tersebut sekaligus menciptakan perputaran ekonomi yang langsung dirasakan para pelaku usaha lokal.

Pemkab Samosir: Festival Harus Tinggalkan Manfaat

Pemerintah Kabupaten Samosir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia Sibolga serta seluruh stakeholder yang telah berkolaborasi menyukseskan Festival Tao Toba Joujou 2026.

Pemkab Samosir menilai keberhasilan festival tidak semata-mata diukur dari jumlah pengunjung maupun kemeriahan acara, tetapi dari seberapa jauh kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Lonjakan transaksi digital yang mencapai lebih dari Rp.6 miliar menjadi sinyal positif bahwa sektor pariwisata dan kebudayaan dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Ketika wisatawan datang, UMKM mendapatkan pasar. Ketika budaya ditampilkan, identitas daerah semakin kuat. Dan ketika kolaborasi diperkuat, manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemkab Samosir juga menegaskan akan terus membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat UMKM, memperluas digitalisasi, mengembangkan produk lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, serta mengintegrasikan potensi budaya dan pertanian dengan sektor pariwisata.

Empat kali penyelenggaraan Festival Tao Toba Joujou di Samosir menjadi bukti bahwa kolaborasi yang dilakukan secara konsisten mampu membangun ekosistem ekonomi dan pariwisata yang semakin kuat. Festival akhirnya bukan hanya tentang panggung, musik dan keramaian. Di balik gemerlapnya, ada transaksi, ada UMKM yang tumbuh, ada budaya yang terus hidup, dan ada ekonomi masyarakat yang ikut bergerak.

Turut hadir dalam closing ceremony tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama Ny. R. Asti Marudut Tua Sitinjak, Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu, Kapolres Sibolga Eddy Inganta, Kasi Datun Kejari Samosir, Pabung Samosir, Kepala Divisi Edukasi, Humas dan Hubungan Kelembagaan Kantor Perwakilan LPS I Sumatera Pramuji Novri Harlyanto, perwakilan perbankan, para SAB, Asisten dan pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir. (D/Smart)

Semarak HUT ke-81 RI, Rutan Balige Gelar Pekan Olahraga untuk Perkuat Kebersamaan dan Sportivitas

 

BALIGE (Sumut) mediasergap.com Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige. Jajaran petugas bersama warga binaan pemasyarakatan ambil bagian dalam pembukaan Pekan Olahraga sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati momentum kemerdekaan.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang membangun kebersamaan, menjaga kebugaran, serta menanamkan nilai sportivitas dan disiplin di lingkungan Rutan Kelas IIB Balige.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta mengikuti prosesi tersebut dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Suasana kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Doa tersebut menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar seluruh rangkaian Pekan Olahraga dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.

Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen Sonar Rumbiak, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pekan Olahraga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, kegiatan olahraga memiliki nilai penting dalam proses pembinaan warga binaan. Selain membantu menjaga kesehatan dan kebugaran, olahraga juga dapat menjadi sarana membangun karakter, mempererat hubungan antarpeserta, serta menumbuhkan sikap disiplin dan sportif.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap pertandingan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan olahraga sebagai sarana untuk mempererat kebersamaan,” ujar Valen.

Ia berharap semangat yang dibangun melalui kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari proses pembinaan yang positif bagi warga binaan.

“Yang terpenting bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat kebersamaan, disiplin, dan saling menghargai,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Sepakan Bola Tandai Dimulainya Pekan Olahraga

Semangat peserta semakin terasa ketika pembukaan Pekan Olahraga secara resmi ditandai dengan sepakan bola oleh Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen Sonar Rumbiak.

Sepakan tersebut menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian pertandingan olahraga dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Balige menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif yang mendorong kebersamaan, kesehatan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter.

Pekan Olahraga diharapkan menjadi momentum bagi petugas dan warga binaan untuk bersama-sama merasakan semarak kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat pembinaan yang humanis dan konstruktif di lingkungan pemasyarakatan. (Ds)

Mukerda I MUI Tebing Tinggi Resmi Dibuka, Wali Kota Dorong Program Kerja yang Menjawab Persoalan Umat

TEBING TINGGI (Sumut) mediasergap.comMusyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebing Tinggi resmi digelar. Forum strategis tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi mampu melahirkan program kerja yang benar-benar menjawab kebutuhan dan persoalan umat di tengah dinamika pembangunan daerah.

Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, secara resmi membuka Mukerda I MUI Kota Tebing Tinggi di Aula Bappeda, Jalan Delima, Sabtu (08/08/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Mukerda menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat membutuhkan kolaborasi dan pemikiran bersama.

“Mukerda ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kota siap mendukung penuh kegiatan-kegiatan MUI. Mari kita saling berdiskusi karena banyak persoalan di Kota Tebing Tinggi yang perlu diselesaikan bersama,” ujar Iman Irdian.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan forum tersebut sebagai ruang untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.

Wali Kota berharap hasil musyawarah tidak berhenti pada rumusan organisasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga musyawarah ini melahirkan keputusan terbaik demi kemaslahatan umat dan kemajuan Kota Tebing Tinggi. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Mukerda I MUI Kota Tebing Tinggi resmi saya buka,” ucapnya.

MUI Didorong Perkuat Peran sebagai Mitra Pemerintah

Dukungan terhadap penguatan peran MUI juga disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Tebing Tinggi, H. Akhyar Nasution.

Ia menyampaikan selamat bertugas kepada seluruh peserta Mukerda sekaligus mendorong ulama untuk terus mengambil peran dalam mendampingi Pemerintah Daerah, khususnya melalui pembinaan kehidupan keagamaan dan spiritual masyarakat.

“Marilah kita bersama-sama bergerak dalam pembinaan spiritual agama untuk membantu Bapak Wali Kota. Semoga langkah ini menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tutur Akhyar.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Tebing Tinggi, H.M. Ghazali Saragih, menekankan pentingnya kontribusi nyata para peserta dalam merumuskan program kerja organisasi.

Ia berharap seluruh peserta mampu memberikan pemikiran dan masukan konstruktif sehingga keputusan yang dihasilkan dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, sedikitnya terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian MUI ke depan.

Pertama, memperkuat posisi ulama sebagai benteng sekaligus pengayom umat. Kedua, memperkokoh peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah, terutama dalam pembinaan mental dan spiritual masyarakat.

Ketiga, menjaga kedamaian dan kerukunan dengan merawat persatuan di tengah berbagai tantangan dan perbedaan yang ada di masyarakat.

“Kita harus menguatkan peran ulama sebagai benteng dan pengayom umat. Sebagai mitra strategis pemerintah, MUI siap mengawal pembangunan daerah, khususnya dalam pembinaan mental dan spiritual. Kita juga harus menjaga kedamaian dengan memelihara kerukunan dan persatuan di tengah berbagai tantangan serta perbedaan demi ketenangan masyarakat,” ujar Ghazali.

Diikuti 120 Peserta dan 14 Komisi

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Jamal Rangkuti, melaporkan bahwa Mukerda I MUI Kota Tebing Tinggi mengusung tema “Menguatkan Peran MUI sebagai Himayatul Ummah, Khadimul Ummah, dan Shadiiqul Ummah.”

Mukerda tersebut diikuti sebanyak 120 peserta yang terbagi dalam 14 komisi. Peserta terdiri atas unsur Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan, Ketua, Sekretaris, serta Anggota Komisi.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat dalam pembukaan Mukerda turut menunjukkan pentingnya sinergi antara MUI dan Pemerintah Kota Tebing Tinggi dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkeadaban.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina Frillya, Sekdako Erwin Suheri Damanik, Anggota DPRD Anda Yasser yang mewakili Ketua DPRD, Kaban Kesbangpol Ramadhan Barqah Pulungan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Deni Saragih, Kabag Prokopim Setdako Faisal Ahmad, Kabag Kesra Setdako Azanul Akbar Lubis, Ketua Baznas Khuzamri Amar, jajaran pengurus MUI, serta tamu undangan lainnya.

Dengan mengedepankan Musyawarah dan Kolaborasi, Mukerda I MUI Kota Tebing Tinggi diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi serta program kerja yang tidak hanya memperkuat kelembagaan MUI, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap pembinaan umat dan pembangunan Kota Tebing Tinggi. (Ajs)

Kepala BPN Kota Subulussalam Diminta Berikan Penjelasan Transparan, 10 Bidang Tanah Jangan Digantung Tanpa Kepastian

SUBULUSSALAM (Aceh) mediasergap.com Polemik pertanahan di Kota Subulussalam kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada Kantor Pertanahan Kota Subulussalam terkait status administrasi 10 bidang tanah yang hingga kini masih dipertanyakan kepastian prosesnya.

Sorotan tersebut muncul setelah adanya surat resmi Kantor Pertanahan Kota Subulussalam Nomor HP.02.02/579-11.75/VII/2026 tertanggal 14 Juli 2026 yang menyebut sejumlah Sertifikat Hak Milik (SHM) Tahun 2008, di antaranya SHM Nomor 638, 629, 634, 628, 627 dan 633, dalam konteks data peta atau plotting dari Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Singkil.

Namun, ketika perkembangan persoalan tersebut dipertanyakan oleh kuasa hukum pada 7 Agustus 2026, pihak BPN Kota Subulussalam, menurut keterangan kuasa hukum, menyampaikan bahwa pengecekan lapangan masih akan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya tumpang tindih bidang tanah tersebut.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi antara informasi yang dituangkan dalam surat resmi dengan proses verifikasi yang masih akan dilakukan.

Jika indikasi tumpang tindih telah dituangkan dalam surat resmi BPN, mengapa kepastian faktualnya masih harus dilakukan melalui pengecekan lapangan?

Sebaliknya, apabila data tersebut memang belum diverifikasi secara faktual, atas dasar apa informasi mengenai indikasi tumpang tindih tersebut dituangkan dalam surat resmi?

Kuasa Hukum Minta Kejelasan dan Data yang Dapat Diverifikasi Kuasa hukum dari Law Firm S A & Partners, Supesoni Mendrofa, S.H. dan Arianto Nazara, S.H., M.H., meminta Kantor Pertanahan Kota Subulussalam memberikan penjelasan yang konkret, transparan dan dapat diverifikasi.

Menurut kuasa hukum, apabila memang terdapat tumpang tindih bidang tanah, maka perlu dijelaskan secara jelas mengenai SHM yang dinyatakan tumpang tindih, nama pemegang hak, luas masing-masing bidang, lokasi atau titik tumpang tindih, serta berapa luas bidang yang benar-benar bertindihan.

Selain itu, perlu pula dijelaskan dasar pengukuran dan pemetaan, waktu pelaksanaan pengukuran atau pemeriksaan, petugas yang melakukan pemeriksaan, serta dasar administrasi dan hukum penerbitan SHM yang bersangkutan.

Dengan penjelasan tersebut, persoalan tidak berhenti pada istilah “terindikasi tumpang tindih”, tetapi dapat diuji berdasarkan data, dokumen, hasil pengukuran dan prosedur administrasi yang jelas.

Kuasa hukum menilai kepastian tersebut penting karena menyangkut hak dan kepastian hukum atas 10 bidang tanah yang prosesnya masih dipertanyakan.

Kepala BPN Diminta Berikan Penjelasan Administratif Sorotan terhadap Kepala Kantor Pertanahan Kota Subulussalam, Suryalita, A.Ptnh., bukan dimaksudkan untuk menyatakan bahwa yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran atau tindak pidana.

Namun, sebagai pejabat yang memimpin Kantor Pertanahan Kota Subulussalam, yang bersangkutan dinilai patut memberikan penjelasan mengenai dasar, proses dan tingkat verifikasi yang mendasari penerbitan surat tersebut.

Apabila dalam proses pemeriksaan nantinya ditemukan adanya kekeliruan administrasi, maka kekeliruan tersebut perlu dikoreksi sesuai mekanisme yang berlaku.

Apabila ditemukan kelalaian, maka harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.

Sementara apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya dugaan penyimpangan prosedur atau pelanggaran hukum, maka proses pemeriksaan dan penindakan harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang berdasarkan bukti dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan demikian, persoalan ini tidak diarahkan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan untuk memperoleh kepastian mengenai proses administrasi pertanahan yang sedang dipersoalkan.

UU Nomor 30 Tahun 2014 Menjadi Salah Satu Dasar untuk Ditelaah Persoalan tersebut juga dinilai relevan untuk ditelaah berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, khususnya terkait Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik serta ketentuan mengenai larangan penyalahgunaan wewenang.

Prinsip kepastian hukum, kecermatan, keterbukaan, tidak menyalahgunakan kewenangan dan pelayanan yang baik menjadi penting dalam setiap proses administrasi pemerintahan, terlebih ketika suatu keputusan atau informasi administrasi berpotensi memengaruhi kepastian hak masyarakat atas tanah.

Namun, ada atau tidaknya pelanggaran administrasi maupun penyalahgunaan wewenang tetap harus ditentukan berdasarkan pemeriksaan yang objektif dan bukti yang sah, bukan semata-mata berdasarkan dugaan atau pemberitaan.

Ombudsman Aceh, Kejati Aceh dan Polda Aceh Diminta Menjalankan Kewenangan Atas persoalan tersebut, kuasa hukum menyampaikan bahwa pihaknya telah membawa atau mengarahkan persoalan ini kepada lembaga-lembaga terkait sesuai kewenangan masing-masing.

Ombudsman RI Perwakilan Aceh diminta menelaah apabila terdapat dugaan maladministrasi, penyimpangan prosedur, ketidakcermatan atau persoalan pelayanan publik dalam proses administrasi yang dipersoalkan.

Kejaksaan Tinggi Aceh diminta melakukan telaah sesuai kewenangannya apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan indikasi pelanggaran hukum yang memenuhi unsur untuk ditindaklanjuti.

Sementara Polda Aceh diminta menindaklanjuti apabila hasil pemeriksaan dan alat bukti yang sah menunjukkan adanya dugaan tindak pidana yang menjadi kewenangan kepolisian.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi proses pemeriksaan yang objektif sehingga persoalan tidak hanya berhenti pada perbedaan penjelasan antara pemohon dan Kantor Pertanahan Kota Subulussalam.

Jika Benar, Buktikan; Jika Salah, Koreksi Inti persoalan yang dipertanyakan kuasa hukum adalah apakah enam SHM Tahun 2008 yang disebut dalam surat resmi BPN tersebut benar-benar tumpang tindih dengan bidang tanah yang dimohonkan.

Jika memang terjadi tumpang tindih, maka data dan hasil pengukurannya perlu dijelaskan secara transparan kepada pihak yang berkepentingan.

Jika ternyata tidak terjadi tumpang tindih, maka informasi yang keliru perlu dikoreksi agar tidak menimbulkan kerugian atau ketidakpastian bagi pemilik maupun pemohon atas 10 bidang tanah tersebut.

Sedangkan apabila status tumpang tindih tersebut memang belum dapat dipastikan karena masih memerlukan pengecekan lapangan, maka perlu dijelaskan secara terbuka mengenai alasan informasi mengenai indikasi tumpang tindih telah dicantumkan dalam surat resmi sebelum proses verifikasi lapangan selesai.

Apabila pemeriksaan resmi kemudian menemukan adanya pelanggaran, maka proses harus dilakukan sesuai hukum.

Jika hasil pemeriksaan yang sah membuktikan adanya pelanggaran berat yang memenuhi ketentuan pemberhentian, maka tindakan administratif harus dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Bukan karena tekanan, opini maupun pemberitaan, melainkan berdasarkan hasil pemeriksaan yang objektif dan pertanggungjawaban hukum yang sah.

Pertanyaan Utama yang Menunggu Jawaban Kuasa hukum meminta Kepala Kantor Pertanahan Kota Subulussalam memberikan jawaban tertulis dan transparan mengenai dasar penerbitan surat resmi tersebut.

Pertanyaan utamanya adalah: “Apakah surat resmi BPN tersebut dibuat berdasarkan fakta yang telah diverifikasi secara faktual, atau berdasarkan data administratif yang pada saat ini masih harus dilakukan pengecekan ulang di lapangan ?”

Pertanyaan tersebut dinilai penting karena menyangkut kepastian proses administrasi dan kepastian hak atas 10 bidang tanah.

Sepuluh bidang tanah membutuhkan kepastian. Kuasa hukum menunggu jawaban tertulis dari Kantor Pertanahan Kota Subulussalam.

Publik juga berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai proses administrasi pertanahan yang menjadi perhatian tersebut.

Pada akhirnya, seluruh pihak diharapkan menghormati proses pemeriksaan dan memberikan kesempatan kepada lembaga yang berwenang untuk memastikan apakah terdapat kekeliruan administrasi, maladministrasi, penyimpangan prosedur atau pelanggaran hukum.

Jika tidak terdapat pelanggaran, maka hal tersebut juga harus dijelaskan secara terbuka.

Sebaliknya, apabila pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, maka tindakan harus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Rel)

Kapolres Binjai ajak PJU Safari Salat Jumat Bersama Masyarakat di Masjid Agung Kota Binjai

BINJAI (Sumut) mediasergap.com Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Binjai melaksanakan Salat Jumat berjamaah dengan masyarakat di Masjid Agung Kota Binjai, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, Jumat (07/08/2026).

Kegiatan Safari Jumat ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar Kota Binjai tetap aman dan kondusif.

Kapolres juga mengimbau Jama'ah Sholat Jum'at dan masyarakat agar segera melaporkan setiap ada gangguan kamtibmas melalui layanan Call Center 110 Polres Binjai.

Selain itu, AKBP Bimo memperkenalkan Tim Libas, tim khusus bentukan Polres Binjai yang bertugas merespons cepat dan menindak kejahatan jalanan pada waktu dan lokasi rawan, guna memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah hukum Polres Binjai. (Rel)

(Sumber: Humas Polres Binjai)


Ribuan Penonton Tumpah ke Waterfront City, Punxgoaran Bikin Hari Kedua Tao Toba Joujou 2026 Makin Membara

PANGURURAN (Sumut) mediasergap.com Danau Toba kembali bergemuruh. Ribuan masyarakat dan wisatawan tumpah ruah memadati Segmen V Waterfront City Pangururan, Jumat malam (07/08/2026), dalam gelaran hari kedua Festival Tao Toba Joujou 2026.

Gemerlap lampu panggung, riuh suara penonton, dan hentakan musik berpadu dengan panorama Danau Toba, menciptakan suasana spektakuler yang membuat kawasan Waterfront City Pangururan seolah tidak pernah kehabisan energi.

Antusiasme pengunjung bahkan tidak surut sejak hari pertama. Sejak sore, masyarakat dari berbagai kalangan mulai berdatangan dan memenuhi kawasan festival. Anak-anak, kaum muda, hingga orang tua larut dalam rangkaian pertunjukan seni dan hiburan yang disuguhkan.

Puncaknya terjadi ketika grup musik Punxgoaran naik ke panggung utama.

Suasana sontak berubah semakin semarak. Ribuan penonton bernyanyi bersama, bergoyang, dan meneriakkan sorakan setiap kali lagu-lagu populer dibawakan. Tak sedikit pengunjung mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan momen tersebut.

Di tengah lautan manusia dan gemerlap panggung, Festival Tao Toba Joujou 2026 memperlihatkan wajah lain Danau Toba—bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang bertemunya budaya, kreativitas, hiburan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebelum Punxgoaran tampil, penonton terlebih dahulu disuguhi pertunjukan Opera Batak. Seni tradisional tersebut membawa suasana berbeda sekaligus mengingatkan generasi masa kini pada kekayaan budaya leluhur yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Batak.

Perpaduan Opera Batak dan musik modern menjadi salah satu kekuatan Festival Tao Toba Joujou tahun ini. Budaya tidak hanya ditampilkan sebagai warisan masa lalu, tetapi dikemas berdampingan dengan kreativitas masa kini agar tetap dekat dengan generasi muda.

Bupati Samosir Turun ke Tengah Keramaian

Kemunculan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom di tengah ribuan pengunjung turut menarik perhatian masyarakat.

Vandiko hadir bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera. Ketiganya tidak hanya menyaksikan pertunjukan dari panggung, tetapi juga berbaur langsung dengan masyarakat dan mengunjungi sejumlah stan UMKM.

Di sepanjang kawasan festival, beragam produk lokal ditawarkan. Mulai dari kopi, kuliner khas Batak, makanan olahan, hingga kerajinan tangan menjadi bagian dari geliat ekonomi yang tumbuh bersamaan dengan ramainya festival.

Kehadiran ribuan pengunjung secara langsung memberikan ruang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat dan wisatawan.

Suasana semakin hangat ketika masyarakat berkesempatan menyapa pimpinan daerah. Sejumlah pengunjung terlihat berswafoto dan berbincang bersama Bupati dan Wakil Bupati Samosir.

Bagi pemerintah daerah, keramaian tersebut bukan sekadar persoalan jumlah penonton. Di balik panggung hiburan, terdapat peluang untuk memperkuat pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dan wisatawan yang hadir dalam Festival Tao Toba Joujou 2026.

“Saya mengapresiasi antusiasme masyarakat dan wisatawan yang hadir memeriahkan Festival Tao Toba Joujou tahun ini. Semarak yang kita lihat malam ini menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap budaya dan berbagai kegiatan positif yang menghadirkan kebersamaan,” ujar Vandiko.

Menurutnya, Festival Tao Toba Joujou tidak semata-mata menjadi agenda hiburan. Lebih dari itu, festival tersebut menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, menjaga budaya, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, wisatawan, komunitas, pelaku UMKM, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival ini. Semoga Tao Toba Joujou terus menjadi kebanggaan bersama dan memberikan manfaat bagi masyarakat Samosir,” tambahnya.

Budaya, Musik dan Ekonomi Bergerak Bersamaan

Festival Tao Toba Joujou 2026 yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Samosir dan Bank Indonesia Sibolga kembali menunjukkan bahwa sebuah festival dapat memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar menghadirkan hiburan.

Ketika ribuan orang berkumpul, sektor lain ikut bergerak. Pelaku UMKM mendapatkan pasar, produk lokal memperoleh ruang promosi, wisatawan mendapatkan pengalaman, sementara kesenian dan budaya mendapat panggung untuk terus diperkenalkan.

Kondisi tersebut terlihat jelas selama dua hari pelaksanaan festival. Arus pengunjung yang terus berdatangan membuat kawasan Waterfront City Pangururan menjadi salah satu pusat keramaian di Samosir.

Tao Toba Joujou pun perlahan membangun identitasnya sebagai ruang yang mempertemukan berbagai unsur: budaya Batak, musik, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, komunitas, dan masyarakat.

Di tengah derasnya perubahan zaman, festival ini juga menyampaikan pesan penting: budaya tidak harus dipertentangkan dengan modernitas.

Justru ketika tradisi diberi ruang untuk tampil berdampingan dengan musik modern dan kreativitas generasi muda, budaya dapat menemukan cara baru untuk tetap hidup dan dicintai.

Dan malam itu, di tepian Danau Toba, pesan tersebut terasa nyata.

Ribuan orang bernyanyi. Budaya tampil di panggung. UMKM bergerak. Wisatawan berdatangan.

Dan Tao Toba Joujou 2026 kembali membuktikan bahwa ketika budaya, pariwisata, kreativitas, dan ekonomi masyarakat bergerak dalam satu irama, denyut Danau Toba pun terasa semakin hidup. (D/Smart)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport