Media Sergap -->


Headline

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kaltim Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pantai Lamaru

Balikpapan, mediasergap.com - Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Kalimantan Timur menggelar kegiatan penanaman mangrove di kawasan Pantai Lamaru, Balikpapan, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya menjaga ekosistem pesisir demi keberlanjutan generasi mendatang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E., Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., Kepala BPDAS Kalimantan Timur, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Timur, serta para relawan dan masyarakat setempat.

Pada kegiatan tersebut, sebanyak 5.000 bibit mangrove ditanam secara bersama-sama di kawasan pesisir Pantai Lamaru. Selain aksi penghijauan, Kapolda Kaltim juga menyerahkan bantuan sosial berupa 100 paket sembako kepada para relawan dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian serta dukungan terhadap masyarakat pesisir yang turut berperan dalam menjaga lingkungan.

Kapolda menyampaikan bahwa penanaman mangrove memiliki banyak manfaat bagi kelestarian lingkungan maupun kehidupan masyarakat. Menurutnya, mangrove berfungsi sebagai pelindung alami garis pantai karena sistem perakarannya yang kuat mampu menahan abrasi, hempasan gelombang laut, serta terpaan angin kencang.

Selain itu, mangrove juga memiliki peran penting dalam menyerap karbon dioksida yang berkontribusi terhadap perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Ekosistem mangrove juga menjadi habitat sekaligus tempat pemijahan berbagai biota laut seperti ikan, udang, kepiting, dan jenis organisme lainnya yang mendukung keberlangsungan sumber daya perikanan.

“Keberadaan mangrove bukan hanya menjaga keseimbangan alam, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat. Kawasan mangrove bahkan dapat dikembangkan sebagai sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda agar semakin peduli terhadap kelestarian alam,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kaltim mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, serta para pemangku untuk bersama-sama menginisiasi dan memperluas gerakan penanaman mangrove di berbagai wilayah pesisir Kalimantan Timur.

“Mari kita bersama menjaga lingkungan, salah satunya melalui penanaman mangrove. Semoga upaya ini memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat pesisir dan seluruh warga Kalimantan Timur. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan investasi berharga bagi generasi masa depan sekaligus langkah nyata dalam menjaga keseimbangan alam,” ucap Irjen Pol. Endar Priantoro.

Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, Polda Kaltim berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai warisan bagi generasi yang akan datang. (Muh Fahrul Ikhsan)

(Sumber: ©Humas Polda Kaltim)

Polri Perkuat Rekrutmen Inklusif bagi Penyandang Disabilitas, Seleksi Disesuaikan dengan Kompetensi dan Kebutuhan Jabatan

Jakarta, mediasergap.comPolri menegaskan komitmennya dalam mewujudkan institusi yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Rekrutmen Proaktif Penyandang Disabilitas yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir dan diperkuat dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang telah disahkan.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa mekanisme seleksi bagi penyandang disabilitas pada prinsipnya tetap mengedepankan aspek kompetensi, integritas, serta kesesuaian dengan kebutuhan organisasi, namun disertai penyesuaian yang memperhatikan kondisi disabilitas peserta.

“Polri memberikan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Dalam proses seleksi, kami menerapkan prinsip keadilan dan inklusivitas dengan memberikan penyesuaian sesuai kondisi disabilitas yang dimiliki peserta, tanpa mengurangi standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas kepolisian,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa rekrutmen penyandang disabilitas telah memiliki landasan hukum yang kuat, antara lain Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2019 tentang Rekrutmen Proaktif Calon Anggota Polri.  

Menurut Johnny, jenis disabilitas yang selama ini dapat mengikuti rekrutmen Polri antara lain disabilitas fisik dengan kategori tertentu yang masih memungkinkan untuk melaksanakan tugas sesuai kompetensi dan jabatan yang dibutuhkan organisasi. Beberapa kategori yang telah direkrut antara lain penyandang amputasi, lumpuh layu atau kaku, paraplegia, maupun cerebral palsy dengan tingkat disabilitas ringan yang masih mampu menjalankan aktivitas secara mandiri.  

“Penempatan personel disabilitas dilakukan berdasarkan kompetensi, latar belakang pendidikan, dan kebutuhan organisasi. Mereka dapat bertugas pada fungsi-fungsi yang lebih mengedepankan kemampuan administrasi, analisis, pelayanan publik, teknologi informasi, kesehatan, maupun bidang pendukung lainnya yang relevan dengan kemampuan yang dimiliki,” jelasnya.

Lebih lanjut, Johnny menuturkan bahwa hingga saat ini Polri telah merekrut penyandang disabilitas melalui jalur SIPSS, Bintara, maupun ASN Polri. Pada tahun 2024 tercatat dua peserta disabilitas direkrut melalui SIPSS dan 16 orang melalui jalur Bintara. Sementara pada tahun 2025 terdapat satu peserta disabilitas yang diterima melalui jalur Bintara Polri.  

Terkait jumlah atau persentase rekrutmen ke depan, Johnny mengatakan bahwa Polri masih melakukan kajian dan penyesuaian sesuai kebutuhan organisasi serta perkembangan regulasi yang berlaku.

“Yang terpenting adalah memastikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas yang memiliki kompetensi dan potensi untuk menjadi bagian dari Polri. Prinsipnya, Polri akan terus membuka ruang pengabdian yang inklusif, profesional, dan berkeadilan bagi seluruh warga negara,” tutupnya.

Program rekrutmen proaktif penyandang disabilitas merupakan bagian dari upaya Polri untuk membangun institusi yang modern, humanis, dan menghormati hak setiap warga negara tanpa diskriminasi, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. (Rel)

POLRI GELAR DZIKIR DAN DOA BERSAMA SAMBUT HARI BHAYANGKARA KE-80

Jakarta, mediasergap.comKepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar dzikir dan doa bersama di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/6/2026), sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah Upacara Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata atau Penyucian Panji-panji Rastra Sewakottama yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Dzikir dan doa bersama diikuti oleh para Pejabat Utama Mabes Polri, kepala satuan kerja, serta jajaran kepolisian dari seluruh Indonesia secara virtual. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sarana memohon kekuatan, perlindungan, dan kelancaran dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Suasana khidmat mewarnai jalannya dzikir dan doa bersama yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas. Melalui kegiatan tersebut, seluruh personel Polri diajak untuk merefleksikan kembali nilai-nilai Tribrata sebagai pedoman moral dan etika dalam menjalankan tugas kepolisian.

Kapusjarah Polri Brigjen Pol. Abas Basuni, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa rangkaian Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata yang dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama memiliki makna mendalam bagi seluruh insan Bhayangkara, khususnya dalam menyambut usia pengabdian Polri yang ke-80 tahun.

“Saya pikir ini adalah momentum yang sangat baik untuk mengingat kembali nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi pedoman hidup anggota Polri. Dengan dzikir dan doa bersama, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Polri senantiasa diberikan kekuatan, perlindungan, dan kemampuan untuk menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujar Brigjen Pol. Abas Basuni kepada Wartawan di Jakarta.

Ia berharap memasuki usia ke-80 tahun, Polri semakin profesional, adaptif, dan solutif dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, serta semakin dekat dengan masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata harus terus diinternalisasikan oleh seluruh anggota sebagai landasan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Harapan kami, di usia ke-80 ini Polri semakin profesional, semakin dicintai masyarakat, dan terus mampu memberikan pelayanan yang Presisi. Nilai-nilai Tribrata yang dimaknai dalam setiap rangkaian kegiatan ini harus menjadi pedoman bagi seluruh anggota dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” lanjutnya.

Melalui dzikir dan doa bersama tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, memperkuat semangat pengabdian, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi momentum spiritual bagi seluruh jajaran Polri untuk memohon keberkahan dan keselamatan dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (Rel)

PTSBI dan Pemkab Samosir Kolaborasi Dorong SDM Unggul dan Ekonomi Kreatif

Samosir (Sumut) mediasergap.comSemangat persatuan, kecintaan terhadap tanah leluhur, serta komitmen membangun Bona Pasogit mewarnai pelaksanaan Pesta Bolon Punguan Toga Samosir, Boru, Bere, Ibebere (PTSBI) se-Indonesia yang digelar di Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, 25–27 Juni 2026.

Suasana haru dan bangga terasa ketika lagu legendaris “O Tano Batak” menggema di lokasi acara. Lagu yang menjadi simbol kecintaan terhadap Tanah Batak tersebut diperdengarkan atas permintaan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk membangkitkan semangat dan rasa memiliki seluruh pomparan Toga Samosir terhadap Bona Pasogit.

Kehadiran Wakil Bupati Samosir bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir disambut antusias oleh ribuan pomparan Toga Samosir yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gondang oleh Wakil Bupati bersama Ketua Umum PTSBI Raya Pontus Samosir dan para pengurus, sebagai simbol dimulainya rangkaian pesta adat yang berlangsung selama tiga hari.

Wakil Bupati Samosir mengapresiasi terselenggaranya Pesta Bolon yang dinilai menjadi wadah mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat identitas budaya Batak di tengah perkembangan zaman.

“Suatu kebanggaan bagi kita melihat pomparan Toga Samosir dapat bersatu. Hal ini menunjukkan adanya ikatan emosional yang kuat, melampaui batas wilayah dan generasi,” ujar Wakil Bupati.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Samosir membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk punguan marga. Karena itu, keluarga besar Toga Samosir diajak untuk terus bersinergi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui berbagai program yang menyentuh masyarakat.

Menurutnya, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa dan pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan langkah strategis yang patut terus dikembangkan. Pendidikan, katanya, menjadi jembatan menuju kesuksesan generasi muda sehingga mampu berkiprah di berbagai bidang dan membawa manfaat bagi bangsa serta daerah asalnya.

“Pesta ini menjadi perekat persaudaraan dan kebersamaan. Kami mengucapkan selamat atas pelaksanaan Pesta Bolon Toga Samosir. Mari bersama-sama membangun Bona Pasogit agar semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Samosir menyerahkan bantuan sebesar Rp.100 juta kepada panitia pelaksana guna mendukung kelancaran kegiatan.

Selain menjadi ajang silaturahmi, Pesta Bolon PTSBI juga mengusung slogan “Ayo ke Onan Runggu” sebagai upaya mendorong kawasan tersebut menjadi destinasi wisata unggulan berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Berbagai atraksi seni dan budaya Batak ditampilkan, mulai dari tarian tradisional hingga pertunjukan yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal dan sejarah leluhur.

Ketua Umum PTSBI, Raya Pontus Samosir, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Samosir sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Samosir yang terus mendukung berbagai program PTSBI, mulai dari kegiatan lingkungan, penaburan benih ikan, penanaman pohon, hingga pelaksanaan Pesta Bolon ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa PTSBI tidak hanya berfokus pada pelestarian adat dan budaya, tetapi juga berkomitmen dalam pengembangan sumber daya manusia. Saat ini, sebanyak 60 anak keturunan Toga Samosir telah menerima bantuan pendidikan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pesta Bolon, Mangaratua Samosir, mengungkapkan bahwa kegiatan yang rutin dilaksanakan sejak tahun 2025 tersebut bertujuan mempererat persaudaraan sekaligus mendukung pengembangan kawasan Onan Runggu sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan acara. Selain forum diskusi bagi generasi muda, pesta juga melibatkan 21 pelaku UMKM lokal yang turut mempromosikan produk unggulan daerah.

Melalui Pesta Bolon PTSBI, semangat persatuan, pelestarian budaya, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan ekonomi masyarakat diharapkan terus tumbuh sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Samosir dan kesejahteraan masyarakat Batak di masa depan. (D/Smart)

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Kaltim Tinjau Progres Bedah Rumah Warga di Balikpapan

Balikpapan, mediasergap.com - Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., tinjau langsung progres pelaksanaan program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Kelurahan Gunung Sari Ulu, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Senin (22/6/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial Polda Kaltim dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Kaltim, Kapolresta Balikpapan, perwakilan Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, serta perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Balikpapan.

Pada kesempatan itu, Kapolda meninjau dua lokasi rumah yang sedang dalam proses renovasi, yakni rumah milik Sdr. Nurdin yang berlokasi di Jalan Letjen S. Parman Nomor 62 RT 20 dan rumah milik Sdri. Harfiah di Jalan Letjen S. Parman Nomor 18 RT 20, Kelurahan Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah.

Kapolda Kaltim mengatakan bahwa pengerjaan bedah rumah hingga saat ini terus berjalan sesuai rencana. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian layak dan nyaman.

“Proses bedah rumah saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Kami memperkirakan pada minggu depan seluruh pekerjaan sudah dapat diselesaikan sehingga rumah ini siap untuk ditempati oleh para penerima manfaat,” ujar Irjen Pol. Endar Priantoro saat meninjau lokasi.

Menurutnya, program bedah rumah tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara, tetapi juga wujud nyata kehadiran Polri dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung.

Kapolda berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima serta menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan layak huni.

Program bedah rumah yang dilaksanakan Polda Kaltim ini menjadi salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung semangat kepedulian dan kebersamaan. 

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat semakin erat serta memberikan dampak positif bagi kehidupan warga yang membutuhkan. (Muh Fahrul Ikhsan)

(Sumber: ©Humas Polda Kaltim)

Doa Bersama Lintas Agama Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Persatuan dan Kerukunan di Polda Kaltim

Balikpapan, mediasergap.com - Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Kalimantan Timur menggelar kegiatan doa bersama lintas agama yang berlangsung di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Kamis (25/6/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat kebersamaan dalam keberagaman demi mendukung tugas-tugas Polri yang semakin profesional dan humanis.

Doa bersama ini dihadiri oleh Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han, didampingi Karo SDM Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Irvan Prawira Satyaputra, S.I.K., M.Si., CPHR, para Pejabat Utama Polda Kaltim, serta sejumlah tokoh agama.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ustadz Mahyuddin, Romo Yossef Kristianto, M.S.F., Pendeta Andreas J.W. Sinaga, M.Th., dan Jro Mangku Ketut Wirata yang secara bergantian memimpin doa sesuai ajaran masing-masing.

Mengusung tema “Dengan Semangat Doa Bersama Lintas Agama Kita Tingkatkan Iman, Takwa dan Kinerja Guna Mewujudkan Polri Untuk Masyarakat”, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus memohon keberkahan bagi institusi Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Selain pelaksanaan doa bersama, Wakapolda Kaltim yang didampingi Karo SDM juga menyerahkan santunan kepada perwakilan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan wujud rasa syukur menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Yuliyanto, S.I.K., M.Sc. mengatakan bahwa kegiatan doa bersama lintas agama ini merupakan bagian dari upaya memohon perlindungan dan kelancaran kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan sukses.

“Melalui doa bersama lintas agama ini, kita berharap tercipta situasi yang aman, damai, dan kondusif. Kebersamaan ini menjadi energi positif bagi Polri untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Yuliyanto.

Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi simbol kuat persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Menurutnya, harmonisasi antarumat beragama merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.

Melalui semangat kebersamaan yang terbangun dalam doa lintas agama ini, Polda Kaltim berharap nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan gotong royong terus terjaga, sehingga Polri dapat semakin dekat dengan masyarakat serta mampu memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan. (Muh Fahrul Ikhsan)

(Sumber: ©Humas Polda Kaltim)

Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, M.Si: Peran Polri dalam Ketahanan Pangan Melampaui Fungsi Keamanan Konvensional

Jakarta Selatan, mediasergap.comBeragam perspektif akademik, kebijakan, dan pengalaman lapangan bertemu dalam kegiatan bedah buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Lobby Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026). 

Forum ini menjadi ruang diskusi untuk mengulas tantangan, strategi, dan praktik penguatan ketahanan pangan nasional di tengah berbagai dinamika global, sekaligus memperkuat komitmen Polri dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional yang sejalan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Gorontalo pada hari yang sama untuk menyapa petani dan nelayan.

Buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” ditulis oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., bersama Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si., dan Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si. Buku yang telah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan Nomor Pencatatan 001297886 tersebut mengangkat pengalaman, refleksi kebijakan, serta praktik pengawalan program ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas jagung.

Melalui pendekatan akademik dan empiris, buku ini memotret bagaimana ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi pertanian, tetapi juga menyangkut aspek distribusi, tata kelola, pengawasan, hingga stabilitas nasional. Buku tersebut juga menguraikan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mendukung agenda swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah, sejalan dengan langkah pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan melalui pendekatan langsung kepada petani dan nelayan di berbagai daerah.

Kegiatan bedah buku menghadirkan Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, Guru Besar Sosiologi UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Masdar Hilmy, Ph.D., serta Inspektur Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian drh. Pujo Harmadi, M.P. sebagai penanggap.

Dalam tanggapannya, Prof. Semiarto Aji Purwanto menyampaikan apresiasi terhadap buku tersebut yang dinilai berhasil menggambarkan keterkaitan antara aspek produksi, distribusi, pengawasan, dan stabilitas nasional dalam satu kerangka yang utuh. Ia juga menilai peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan menunjukkan pendekatan yang melampaui fungsi keamanan konvensional.

Menurut Prof. Semiarto, ketahanan pangan harus dipahami sebagai isu strategis nasional yang berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi, sosial, dan keamanan negara. Ia menilai pengawalan dan pengawasan yang dilakukan Polri menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir serta mendukung keberhasilan program pemerintah, terlebih di tengah capaian peningkatan produksi pangan nasional yang terus menunjukkan tren positif.

Selain itu, Prof. Semiarto mendorong penguatan pendekatan berbasis data, indikator kinerja, dan pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, serta big data untuk memperkuat pengawasan dan pengendalian program pangan di masa depan.

Sementara itu, Prof. Masdar Hilmy menyoroti dimensi moral dan kemanusiaan dalam ketahanan pangan. Menurutnya, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat bukan hanya persoalan ekonomi dan keamanan, tetapi juga bentuk pengabdian negara dalam menjaga kehidupan dan kesejahteraan rakyat.

Pada kesempatan yang sama, drh. Pujo Harmadi, M.P. mengapresiasi kontribusi Polri dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui penguatan pengawasan, pengawalan, dan pendampingan di lapangan. Ia menilai buku tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis yang membutuhkan sinergi lintas sektor untuk memastikan produksi, distribusi, dan stabilitas pangan berjalan secara optimal.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengatakan bahwa buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” disusun sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan praktik baik, pengalaman lapangan, dan pembelajaran dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang ketahanan bangsa. Ketika pangan terjaga, stabilitas sosial lebih kuat, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan negara memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Wakapolri.

Melalui kegiatan bedah buku ini, para peserta tidak hanya membahas isi buku, tetapi juga bertukar gagasan mengenai penguatan kebijakan, tata kelola, dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Forum ini diharapkan dapat  diskursus akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi upaya mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan  Indonesia. (Rel)

Polri Gelar Ziarah dan Tabur Bunga Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Jakarta, mediasergap.comMenyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polri menggelar ziarah nasional dan tabur bunga secara serentak di lima lokasi pada Rabu (24/6/2026). Kelima titik tersebut yakni Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, TPU Tanah Kusir, TMP Cikeas, Makam Jenderal Hoegeng, serta perairan Teluk Jakarta.

Dari lima lokasi tersebut, pelaksanaan ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus wujud penghormatan Polri kepada para pahlawan dan tokoh bangsa yang telah berjasa bagi negara.

Prosesi ziarah di TMPN Kalibata berlangsung khidmat. Upacara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, serta peletakan karangan bunga di monumen utama TMPN Kalibata oleh Wakapolri. Usai upacara, Wakapolri bersama jajaran melanjutkan prosesi tabur bunga di makam para pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan doa atas jasa-jasa mereka bagi bangsa Indonesia.

Selain di TMPN Kalibata, rangkaian ziarah dan tabur bunga juga dilaksanakan secara serentak di TPU Tanah Kusir, TMP Cikeas, Makam Jenderal Hoegeng, serta di perairan Teluk Jakarta. Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Polri sebagai bagian dari tradisi penghormatan institusi kepada para pendahulu, sekaligus momentum untuk meneguhkan nilai-nilai perjuangan, patriotisme, dan pengabdian dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Secara keseluruhan, pelaksanaan ziarah nasional dan tabur bunga dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini melibatkan sebanyak 1.037 personel. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pejabat utama Mabes Polri, Korbrimob Polri, PP Polri, Bhayangkari, serta pegawai negeri pada Polri sesuai pembagian tugas di masing-masing lokasi.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, ziarah nasional dan tabur bunga merupakan bagian penting dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang sarat makna penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus refleksi atas pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Ziarah nasional dan tabur bunga ini bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk mengenang jasa para pahlawan, meneladani nilai-nilai perjuangan mereka, dan meneguhkan komitmen pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.

Menurut Trunoyudo, semangat patriotisme, nasionalisme, dan pengorbanan yang ditunjukkan para pahlawan harus terus menjadi landasan moral bagi setiap personel Polri dalam menjalankan tugas. Memasuki delapan dekade pengabdian, Polri berkomitmen untuk terus melanjutkan semangat perjuangan tersebut melalui pelaksanaan tugas yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, lanjut Trunoyudo, tidak hanya dimaknai sebagai perayaan institusional, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat dedikasi, integritas, dan tanggung jawab Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat di seluruh Indonesia. (Rel)

Polda Riau Raih Dua Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik, Kapolda: Kado Istimewa Hari Bhayangkara ke-80

PEKANBARU, mediasergap.comMenjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Riau. Pada ajang Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 dan Achievement Motivation Person Tahun 2025 yang diselenggarakan Komisi Informasi Provinsi Riau, Rabu (24/6/2026), Polda Riau berhasil memborong dua penghargaan sekaligus.

Penghargaan pertama diraih pada kategori Instansi Vertikal Provinsi Riau, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Polda Riau dalam menjalankan prinsip keterbukaan informasi publik. Sementara penghargaan kedua diberikan kepada Kapolda Riau sebagai penerima Achievement Motivation Person Tahun 2025, atas dedikasi dan dukungannya dalam mendorong transparansi informasi serta pelayanan publik yang akuntabel.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam seremoni yang berlangsung di Auditorium Lantai 8 Menara Lancang Kuning, Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Kapolda Riau menyebut penghargaan ini menjadi kado istimewa bagi seluruh personel Polda Riau menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran yang terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang terbuka, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari implementasi berbagai program unggulan Kapolda Riau, di antaranya RADAR (Responsif, Aktif, Digital, Akuntabel dan Responsibilitas), RAGA (Riau Anti Geng dan Anarkisme) serta JALUR (Jelajah Riau untuk Rakyat) yang menempatkan keterbukaan informasi dan kecepatan pelayanan sebagai bagian penting dari transformasi Polri Presisi.

Melalui program tersebut, Polda Riau mengintegrasikan seluruh informasi, laporan, aspirasi, hingga pengaduan masyarakat yang masuk melalui berbagai kanal komunikasi, baik jalur resmi maupun nonresmi. Seluruh informasi yang diterima melalui media sosial, layanan digital, call center, media massa, hingga pengaduan langsung dari masyarakat dihimpun dalam sistem yang memungkinkan respons cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pendekatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Polda Riau dalam membangun pelayanan kepolisian yang semakin dekat dengan masyarakat serta memastikan setiap persoalan yang disampaikan publik dapat ditindaklanjuti secara transparan dan terukur.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Riau, Tatang Yudiansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan salah satu indikator utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, serta mampu membangun kepercayaan publik.

Sejalan dengan hal tersebut, Polda Riau terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik. Di antaranya dengan memperkuat transformasi digital guna mempermudah akses masyarakat terhadap informasi yang dibutuhkan melalui platform yang lebih modern dan ramah pengguna.

Selain itu, Polda Riau juga terus meningkatkan responsivitas pelayanan dengan memastikan setiap permohonan informasi dari masyarakat dapat dilayani secara cepat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tak kalah penting, keterbukaan informasi kini terus didorong menjadi budaya kerja di seluruh satuan kerja dan Polres jajaran. Transparansi tidak lagi hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi telah menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Penghargaan yang diraih ini sekaligus menjadi bukti bahwa Polda Riau mampu beradaptasi dengan tuntutan masyarakat modern yang menginginkan pelayanan publik yang terbuka, cepat, dan akuntabel. Melalui berbagai inovasi dan penguatan sistem komunikasi publik, Polda Riau dinilai berhasil menghadirkan informasi yang akurat, mudah diakses, serta memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan raihan dua penghargaan sekaligus tersebut, Polda Riau menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat transparansi, dan menghadirkan institusi Polri yang semakin profesional, modern, serta terpercaya di tengah masyarakat. (Rel)

Bakti Kesehatan untuk Masyarakat, Polres Binjai Adakan Sunatan Massal Jelang Hari Bhayangkara

Binjai (Sumut) mediasergap.com - Menjelang hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, Polres Binjai gandeng Rs. Murni Teguh Medan dan PT. Serdang Hulu, untuk melaksanakan kegiatan "SUNATAN MASAL", di aula Anindya polres Binjai jalan Sultan Hasanudin No.1 Binjai, Kamis (25/6/2026),

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., mengucapkan terima kasih terhadap pihak Rs. Murni Murni Teguh dan PT. Serdang Hulu, dimana kegiatan bakti kesehatan ini merupakan bentuk komitmen dan wujud kehadiran polri di tengah-tengah masyarakat guna memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke-80, yang mana polri akan berulang tahun nantinya pada tanggal 1 Juli 2026,. Ucap Kapolres Binjai 

"Sunat Masal ini merupakan momen untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan sekaligus mendekatkan pelayanan polri sehingga polri dapat hadir di tengah-tengah masyarakat. Dimana polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban namun dapat memberikan pelayanan kesehatan untuk kesejahteraan bagi masyarakat., terang AKBP Mirzal Maulana,

Pihak Rs. Murni Teguh bersama PT. Serdang Hulu, juga memberikan apresiasi terhadap Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, beserta jajarannya yang sudah mengundang pihaknya untuk mengadakan bakti kesehatan dalam bentuk sunatan masal di kota Binjai, ujarnya. (Roni K)

(Sumber: ©Humas Res Binjai)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport