Media Sergap -->

Headline

Jumat Curhat, Polres Samosir Tampung Aspirasi Masyarakat Demi Kamtibmas Kondusif


Samosir (Sumut) mediasergap.com

Personel Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Samosir bersama Bhabinkamtibmas melaksanakan kegiatan Jumat Curhat sebagai sarana komunikasi langsung dengan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, serta berbagai informasi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan masing-masing.

Melalui program tersebut, Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang aktif mendengar, merespons, serta mencari solusi bersama atas setiap permasalahan yang disampaikan.

Dengan adanya Jumat Curhat, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih terbuka antara masyarakat dan kepolisian, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. (Rel)

Pemprov Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Pusat, Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan

Jakarta, mediasergap.com

Pemerintah Provinsi Bengkulu menunjukkan komitmen serius dalam membenahi sektor pendidikan melalui pertemuan strategis di Tingkat Nasional. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, bersama para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Bengkulu, melakukan audiensi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang Situation Room, Gedung A lantai 2 tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menyampaikan berbagai kebutuhan riil dunia pendidikan di daerah kepada Pemerintah Pusat.

Dalam kesempatan itu, Helmi Hasan menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan jangka panjang, sehingga harus menjadi prioritas bersama.

“Pendidikan adalah prioritas. Kami ingin memastikan seluruh anak Bengkulu mendapatkan akses yang adil dan berkualitas,” tegasnya.

Selain menyampaikan komitmen, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mengajukan sejumlah usulan konkret, di antaranya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, penguatan kualitas tenaga pendidik, serta pengembangan program pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan daerah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan kesenjangan akses pendidikan, khususnya di wilayah yang masih tertinggal. Helmi Hasan juga menekankan pentingnya pemerataan pendidikan agar tidak terjadi disparitas antarwilayah.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas guru agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat membuka ruang kolaborasi yang luas dengan pemerintah daerah.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong kebijakan yang lebih konkret, sehingga berbagai usulan yang disampaikan dapat segera direalisasikan dalam bentuk program nyata yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan.

Melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (Rel)

Bupati Batu Bara Hadiri Penutupan Dikmaba TNI AD 2026, Putra Daerah Raih Siswa Terbaik

Pematangsiantar (Sumut) mediasergap.com

Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menghadiri Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Lapangan Jenderal Soedirman, Rindam I/Bukit Barisan, Pematangsiantar, Jumat (24/4/2026).

Upacara penutupan tersebut dipimpin langsung oleh Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa selaku inspektur upacara, berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

Dalam pelaksanaan Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026, salah satu putra daerah Kabupaten Batu Bara, Farel Dwi Andhika, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat siswa terbaik, khususnya dalam aspek perilaku dan keterampilan.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Batu Bara, sekaligus mencerminkan kualitas generasi muda daerah yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.

Kehadiran Bupati Batu Bara dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Batu Bara terhadap generasi muda yang memilih mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui TNI Angkatan Darat.

Selain itu, momentum ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi putra-putri daerah lainnya untuk terus berprestasi, mengembangkan potensi diri, serta mengharumkan nama daerah di berbagai bidang. (Kabiro BB)

Persekutuan Oikumene Kanwil Kemenkum Sumut Ikuti Perayaan Paskah Lintas Kementerian 2026


Medan (Sumut) mediasergap.com
Persekutuan Oikumene Umat Kristiani Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Utara mengikuti Perayaan Paskah Lintas Kementerian di bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Tahun 2026 yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (24/04/2026). Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh sukacita, kebersamaan, serta penguatan iman.

Perayaan Paskah tahun ini mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” dengan subtema “Menjadi Saksi Kristus yang Mengubahkan.” Tema tersebut menjadi refleksi bahwa kebangkitan Kristus membawa harapan baru, memperbarui kehidupan, serta mendorong setiap umat untuk menjadi pembawa damai dan kasih di tengah masyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sumut, Ignatius Mangantar Tua Silalahi, bersama jajaran, di antaranya Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, serta Para Pegawai.

Dalam khotbahnya, pelayan firman Ev. Ir. Jannes Pasaribu menyampaikan pesan yang diambil dari 1 Korintus 15:58 tentang pentingnya tetap teguh dalam iman, tidak mudah goyah dalam menghadapi tantangan, serta terus bersemangat dalam melayani.

Ia menegaskan bahwa setiap jerih payah dalam persekutuan dengan Tuhan tidak akan sia-sia, sehingga semangat Paskah hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan semata, tetapi juga sebagai panggilan untuk bekerja dengan tulus, melayani dengan kasih, dan menjunjung tinggi integritas.

Melalui momentum Paskah ini, Kanwil Kemenkum Sumatera Utara meneguhkan komitmen untuk terus membangun lingkungan kerja yang harmonis, menjunjung tinggi nilai toleransi, serta menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai kasih. (Jetrin S)

Kapolda Sumsel Tekankan Pencegahan Karhutla, Instruksikan Jajaran Perkuat Deteksi Dini

 

Sumatera Selatan, mediasergap.com

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, menegaskan komitmennya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengedepankan langkah pencegahan dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah meluas.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat provinsi yang digelar pada Jumat (24/4/2026). Dalam arahannya, Kapolda meminta seluruh jajaran untuk mengubah pola kerja dengan tidak lagi menunggu munculnya titik api besar, melainkan melakukan langkah antisipatif sejak dini.

“Penanganan karhutla harus mengedepankan paradigma pencegahan. Deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta patroli rutin harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, khususnya antara kepolisian dan pemerintah daerah, dalam upaya pengendalian karhutla.

“Sinergi dengan pemerintah daerah, terutama Bupati dan Wali Kota, menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan karhutla,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa hingga saat ini telah dilaksanakan sebanyak 3.004 kegiatan patroli di wilayah rawan karhutla. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen bersama antara Polri dan pemerintah daerah untuk menjaga kualitas udara di Sumatera Selatan tetap baik serta melindungi aktivitas ekonomi masyarakat dari dampak kabut asap.

Melalui langkah preventif yang terukur dan kolaborasi yang kuat, diharapkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan secara maksimal. (Rel)

Satresnarkoba Polres Binjai Ringkus 3 Pengedar Sabu, Terancam Hukuman 4–12 Tahun Penjara

Binjai (Sumut) mediasergap.com

Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai berhasil menangkap 3 (tiga) orang laki-laki yang sedang mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu dengan inisial DG (33), RA (33) dan EK (41).

Pengungkapan jaringan ini diawali dengan adanya informasi masyarakat yang direspon langsung oleh Kasat Narkoba AKP Ismail Pane, S.H., M.H., untuk menindak lanjuti informasi tersebut, kemudian menerintahkan Timnya untuk melakukan penyelidikan.

Dari pengungkapan tersebut, sesuai informasi yang didapat kemudian petugas mengepung sebuah rumah yang berlokasi di jalan Danau Poso Lk-IV, kelurahan Sumber Karya Kecamatan Binjai Timur, serta mengamankan tiga orang laki-laki yang saat itu sedang menguasai narkoba jenis sabu-sabu, Selasa (21/4/2026) pukul 22.00 wib., tegas AKP Ismail Pane.

Terhadap DG (33), RA (33) dan EK (41), ditemukan barang bukti : 

"1 (satu) bungkus plastik klip transparan yang berisikan narkotika jenis sabu-sabu dengan berat Netto 0,85 gram, 3 (tiga) bungkus plastik klip transparan yang berisikan narkotika jenis sabu-sabu dengan berat Netto 0,52 gram,  6 (enam) buah plastik klip transparan kosong serta 2 (dua) buah pipet modifikasi.

"Terhadap ketiga orang pengedar tersebut  dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Thn 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 609 ayat (1) huruf a UU. RI No.1 tentang KUHP Jo UU. RI No. 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana, dengan hukuman penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun, tegas Kasat Narkoba.

Sesuai keterangan Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., melalui kasi humas IPTU Azwir Hidayat, S.H., polres Binjai tetap berkomitmen untuk brantas peredaran narkoba di Wilkum Polres Binjai., Ujar Kasi Humas. (Roni K)

(Sumber: Humas Res Binjai)

Pemko Tebing Tinggi Lepas Keberangkatan 82 Jemaah Haji Menuju Tanah Suci

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com

Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi secara resmi melepas keberangkatan rombongan jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Anjungan Sri Mersing, Lapangan Merdeka, Jalan Dr. Sutomo, Jumat (24/4/2026).

Sebanyak 82 orang yang terdiri dari 81 jemaah haji dan satu orang Petugas Haji Daerah (PHD) diberangkatkan menuju Asrama Haji Medan sebelum bertolak ke Tanah Suci. Prosesi pelepasan ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, yang hadir mewakili Wali Kota Tebing Tinggi.

Dalam arahannya, Sekdako Erwin Suheri Damanik menekankan pentingnya bagi para jemaah untuk menjaga kesehatan fisik dan mental selama menjalankan ibadah. Ia juga berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga kekompakan dan nama baik daerah serta keluarga.

"Jaga nama baik Kota Tebing Tinggi, nama kaum muslimin, muslimat dan menjaga nama keluarga dengan tetap menjaga kekompakan dan kesehatan. Selain dari itu, masing-masing melakukan pengecekan seluruh obat, kondisi kesehatan, seluruh hal-hal yang nanti akan dilakukan secara protokoler,” ujar Sekdako.

Selain itu, Sekdako berharap kepada para jemaah haji agar mendoakan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat, sesuai dengan harapan, visi misi Kota Tebing Tinggi. Sekdako juga menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota yang tidak dapat hadir langsung karena harus memenuhi undangan dinas dari Mendagri di Jakarta.

“Semoga bapak, ibu menjadi haji mabrur dan hajjah mabrurah. Mari bangun Kota Tebing Tinggi, mari bangun ukhuwah Islamiyah. Bapak Wali Kota sangat berkeinginan hati untuk hadir langsung, namun karena besok ada kegiatan seluruh Kepala Daerah dan Sekda untuk memenuhi undangan Mendagri, maka mulai hari ini di Jakarta. Beliau menyampaikan salam, kembali menjadi haji mabrur, bangun bersama Kota Tebing Tinggi,” kata Sekdako.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh, Naila Betty, menjelaskan bahwa jemaah asal Tebing Tinggi tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 04 Embarkasi Medan. Mereka akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Batu Bara, Langkat, Dairi, Karo, dan Kota Gunung Sitoli dengan total 360 orang dalam satu kloter, yang terdiri dari 354 orang jemaah dan 6 petugas kloter.

"Jemaah dijadwalkan memasuki Asrama Haji Medan hari ini pukul 13.05 WIB, selanjutnya akan memasuki aula penerimaan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan, pembagian paspor, kartu nusuk, gelang serta living cost sebesar 750 SAR," terang Naila.

Rombongan dijadwalkan terbang melalui Bandara Internasional Kualanamu pada Sabtu (25/4/2026) pukul 13.05 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 3104, dan diperkirakan tiba di Bandara King Abdul Aziz, Madinah, pada hari yang sama pukul 18.00 waktu setempat.

Acara pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera pataka kepada ketua rombongan dan sesi foto bersama. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Tebing Tinggi Sakti Khadaffi Nasution, Wakapolres Kompol Rudy Syahputra, Pabung 0204/DS Kapten Inf. PM Simanjuntak, perwakilan Pengadilan Negeri, perwakilan kantor Kementerian Agama, jajaran pejabat Pemko Tebing Tinggi, seperti para asisten, kepala OPD, Camat, Kabag, Lurah atau mewakili, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, tamu undangan dan keluarga dari jemaah haji dan tim peliputan Diskominfo. (Ajs)

Inalum Salurkan Bantuan untuk Samosir, Bupati Vandiko Dorong Keberlanjutan Program

Samosir (Sumut) mediasergap.com

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyaluran berbagai program bantuan di Kabupaten Samosir. Kegiatan ini mencakup sektor pendidikan, lingkungan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Penyaluran bantuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati, jajaran manajemen Inalum, serta Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala Divisi Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Inalum, Susyam Widodo, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian Inalum dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, ekonomi, dan lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Berbagai bantuan yang disalurkan meliputi sarana dan prasarana pendidikan untuk sekolah, dukungan beasiswa bagi pelajar berprestasi yang melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung, pembangunan rumah kompos, pelatihan pertanian, hingga pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya.

Di sektor ekonomi, Inalum juga memberikan dukungan kepada pelaku UMKM, pelatihan pengolahan hasil perikanan, serta bantuan perlengkapan bagi masyarakat kurang mampu. Selain itu, bantuan sosial seperti kursi roda dan perlengkapan sekolah turut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan.

Pada aspek lingkungan, dilakukan penanaman pohon secara simbolis sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam. Inalum juga menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Samosir berupa satu unit mobil tangki air berkapasitas 4.500 liter, kontainer sampah, becak motor pengangkut sampah, serta ribuan tempat sampah untuk mendukung pengelolaan lingkungan.

Bupati Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan Inalum. Menurutnya, program tersebut telah menyentuh berbagai aspek penting dalam kehidupan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Program ini sangat membantu masyarakat dan kami berharap dapat terus berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, terutama di kawasan Danau Toba yang saat ini menghadapi tantangan akibat perubahan iklim.

“Kita perlu menjaga kawasan resapan air dan memastikan setiap program penanaman pohon diikuti dengan perawatan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Vandiko berharap adanya penguatan dukungan terhadap pengelolaan sampah dan sarana pemadam kebakaran, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan.

Komisaris Independen Inalum, Hari Soebagijo, menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan perusahaan dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang.

“Program ini tidak sekadar seremonial, tetapi diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan alam di tengah tantangan perubahan iklim, serta mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melestarikan Danau Toba sebagai aset strategis daerah.

“Inalum berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Salah satu penerima manfaat, orang tua mahasiswa penerima beasiswa, menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan. Program tersebut dinilai sangat membantu keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha, diharapkan berbagai program yang telah berjalan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Samosir secara berkelanjutan. (D/Smart)

Polres Deli Serdang Gagalkan Peredaran 50 Kg Sabu dan Ekstasi, Tiga Orang Diamankan

Deli Serdang (Sumut) mediasergap.com

Petugas Satres Narkoba Polresta Deli Serdang  menggagalkan peredaran narkoba kemasan durian di pintu keluar Tol Lubuk Pakam, Senin (20/4/2026) malam.

Penangkapan itu langsung dipimpin Kasatred Narkoba Kompol Dr Fery Kusnadi di Bel Merah  Lubuk Pakam, Rabu (20/4/2026) pukul 01.30 wib

Dalam penangkapan itu, sebanyak 50 kg , Ribuan Vape Liquid catrige, Ribuan Pil Ekstasi dan Ratusan Hapy water yang dibawa menggunakan mobil bersama tiga orang kurir.

Kasatresnarkoba Polresta Deli Serdang Kompol Dr Fery Kusnadi membenarkan telah menggagalkan penyelundupan narkoba di wilayah hukumnya.

Ia menjelaskan pengungkapan kasus ini awalnya melakukan pembuntutan mobil Avanza yang dikenderai ketiga tersangka mulai dari Ledong, Tanjung Balai , Tol Kisaran sampai pintu Tol Lubuk Pakam pada Rabu (20/4/2026) pukul 01.30 wib.

“Penyergapan terhadap minibus Avanza berbuah manis. Puluhan bungkus narkotika sabu dalam kemasan durian, ratusan happy water, ribuan pod vaping, serta ribuan ekstasi diamankan dari tangan tiga pria,” ujar Kasat Narkoba Polres Deli Serdang, Kompol Dr Fery Kusnadi, Kamis (24/4/2026).

Dijelaskan, metode penangkapan dilakukan dengan cara takedown di titik kemacetan, yakni di pintu tol.

“Teknik ini memanfaatkan kondisi kendaraan berhenti statis untuk melakukan penyergapan cepat oleh personel taktis. Tujuannya, meminimalkan risiko kejar-kejaran berkecepatan tinggi yang dapat membahayakan pengguna jalan lain,” sebutnya.

Usai ditangkap, tiga pria bersama barang bukti narkoba dalam kemasan durian diamankan ke Polresta Deli guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Kita masih melakukan pemeriksaan mendalam. Pun begitu, ketiga pria yang ditangkap diduga kurir narkoba jaringan internasional,” imbuhnya. (Red)

Parit Depan Lapas Binjai Berubah Jadi “Selokan Limbah”: Bau Menyengat, Diduga Limbah Dapur Dibuang Tanpa Pengolahan

Binjai (Sumut) mediasergap.com

Pemandangan memprihatinkan terlihat di depan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai. Sebuah parit beton yang semestinya berfungsi sebagai saluran air kini diduga berubah menjadi jalur pembuangan limbah cair, yang kuat dugaan berasal dari aktivitas dapur di dalam lapas. Air yang mengalir tampak keruh keabu-abuan, berminyak di permukaan, serta mengeluarkan bau busuk menyengat yang sangat mengganggu lingkungan sekitar.

Dari pantauan di lokasi, aliran limbah terlihat keluar melalui pipa yang langsung bermuara ke parit terbuka tanpa proses pengolahan terlebih dahulu. Tidak tampak adanya sistem penyaringan, apalagi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang semestinya menjadi standar wajib bagi fasilitas dengan aktivitas produksi limbah cair. Kondisi ini mengindikasikan adanya pembuangan yang berlangsung terus-menerus, bukan kejadian sesaat.

Lebih ironis, aktivitas tersebut terjadi di ruang publik yang mudah dilihat masyarakat. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran terhadap potensi pencemaran lingkungan yang berlangsung secara terbuka, tanpa upaya pengendalian yang memadai. Situasi ini mencerminkan lemahnya pengawasan internal maupun eksternal terhadap pengelolaan limbah di fasilitas negara.

Secara aturan, setiap kegiatan yang menghasilkan limbah cair wajib memiliki sistem pengolahan sesuai ketentuan perundang-undangan. Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pembuangan limbah tanpa pengolahan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius. Jika dugaan ini benar, maka praktik yang terjadi di depan Lapas Binjai berpotensi masuk ranah pelanggaran hukum lingkungan.

Kondisi ini semakin menjadi sorotan karena Lapas Binjai berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, lembaga yang seharusnya menjadi contoh dalam kepatuhan terhadap aturan. Namun, dugaan yang muncul justru sebaliknya: aktivitas yang berpotensi mencemari lingkungan diduga terjadi secara terbuka tanpa penanganan yang jelas.

Warga sekitar turut mengeluhkan kondisi tersebut. Bau menyengat dari aliran limbah mengganggu aktivitas sehari-hari, sementara kekhawatiran akan dampak kesehatan mulai meningkat. Limbah organik yang diduga berasal dari dapur berpotensi menimbulkan bakteri, mencemari lingkungan, hingga berdampak pada kualitas air tanah di sekitar area pemukiman.

Dalam jangka panjang, kondisi seperti ini dikhawatirkan dapat memperburuk kualitas lingkungan dan meningkatkan risiko penyakit. Apalagi aliran limbah terlihat terus berjalan tanpa henti, menunjukkan adanya aktivitas rutin yang tidak ditangani dengan sistem pengelolaan yang semestinya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Lapas Binjai terkait dugaan pembuangan limbah tersebut. Tidak terlihat adanya langkah penanganan maupun klarifikasi atas kondisi yang dikeluhkan masyarakat.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait fungsi pengawasan lingkungan. Peran Dinas Lingkungan Hidup pun dipertanyakan, apakah telah melakukan pengawasan secara berkala atau justru menunggu tekanan publik untuk bertindak.

Jika benar tidak terdapat IPAL yang berfungsi sebagaimana mestinya, maka persoalan ini bukan lagi sekadar kelalaian teknis, melainkan dugaan kegagalan manajemen lingkungan yang serius di dalam institusi negara. Setiap fasilitas dengan skala produksi limbah besar, termasuk dapur institusi, wajib memiliki sistem pengolahan yang sesuai standar sebelum limbah dibuang ke lingkungan.

Warga berharap ada tindakan tegas dan cepat dari pihak terkait sebelum dampak pencemaran semakin meluas. Pembiaran terhadap kondisi ini dinilai bukan hanya merugikan lingkungan, tetapi juga mencoreng wibawa penegakan aturan itu sendiri.

Jika dugaan ini terus dibiarkan tanpa solusi, publik menilai bahwa yang sedang terjadi bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga indikasi lemahnya tanggung jawab pengelolaan lingkungan di institusi yang seharusnya menjadi contoh kepatuhan hukum. (M)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport