Media Sergap -->


Headline

Pererat Kemitraan, Kapendam I/BB Gelar Temu Ramah Bersama Awak Media

MEDAN (Sumut) mediasergap.com - Dalam upaya mempererat hubungan kemitraan serta membangun komunikasi yang harmonis dengan insan pers, Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan (Kapendam I/BB), Kolonel Inf Sandy S.I.P., M. Han,, menggelar temu ramah dan silaturahmi bersama awak media, bertempat  di Media Center Kodam I/Bukit Barisan, Jalan Gatot Subroto Kilometer 7,5, Kel. Cinta Damai, Kec. Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (4/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Kodam I/BB dengan para jurnalis sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy S.I.P., M. Han, menyampaikan apresiasi kepada seluruh awak media yang selama ini telah berperan aktif dalam mendukung penyebarluasan informasi mengenai berbagai kegiatan TNI AD, khususnya Kodam I/Bukit Barisan.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat. Oleh karena itu, hubungan baik yang telah terjalin selama ini perlu terus dipelihara dan ditingkatkan.

“Media merupakan mitra strategis bagi Kodam I/Bukit Barisan. Melalui komunikasi yang baik dan sinergi yang kuat, berbagai program dan kegiatan satuan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” ujar Kapendam.

Ia juga berharap hubungan yang harmonis antara Kodam I/BB dan insan pers dapat terus terjalin, sehingga tercipta kesamaan persepsi dalam menyajikan informasi yang objektif, membangun, dan bermanfaat bagi publik.

Dalam kesempatan tersebut, Kapendam I/BB turut membuka ruang diskusi dan bertukar pandangan dengan para jurnalis terkait dinamika informasi di lapangan serta pentingnya menjaga komunikasi yang efektif antara institusi TNI dan media massa.

Sementara itu, sejumlah awak media yang hadir menyambut baik kegiatan silaturahmi tersebut. Mereka menilai pertemuan seperti ini penting untuk mempererat hubungan profesional sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka dalam mendukung penyebaran informasi yang akurat kepada masyarakat.

Melalui kegiatan temu ramah ini, diharapkan sinergi antara Kodam I/Bukit Barisan dan insan pers di Sumatera Utara semakin kuat, sehingga mampu mendukung terciptanya informasi publik yang terpercaya serta menjaga kondusivitas di tengah masyarakat. (Rina)

TP PKK Sumut Evaluasi Program IVA Test di Toba, Balige Jadi Kecamatan Binaan

Balige Toba (Sumut) mediasergap.comKetua Tim Penggerak PKK Kabupaten Toba, Ny. Astita Effendi Napitupulu, menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program IVA Test yang dilaksanakan oleh Tim Evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara di Puskesmas Tandang Buhit, Kecamatan Balige, Kamis (04/06/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penilaian kategori IVA Test tingkat Provinsi Sumatera Utara, di mana Kecamatan Balige ditetapkan sebagai kecamatan binaan yang mewakili Kabupaten Toba.

Dalam kesempatan itu, TP PKK Kabupaten Toba bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) sebagai upaya deteksi dini kanker serviks.

Berdasarkan data yang dipresentasikan kepada tim evaluasi, Kecamatan Balige mencatat capaian IVA Test tertinggi di Kabupaten Toba. Dari target sebanyak 3.744 Wanita Usia Subur (WUS), hingga 31 Mei 2026 realisasi pemeriksaan telah mencapai 88,67 %.

Capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam melakukan edukasi, sosialisasi, dan pendekatan langsung kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks.

Ketua TP PKK Kabupaten Toba, Ny. Astita Effendi Napitupulu, menyampaikan bahwa keberhasilan program IVA Test tidak terlepas dari kolaborasi yang baik antara TP PKK, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta dukungan masyarakat.

“Pemeriksaan IVA Test merupakan langkah sederhana namun sangat penting dalam mendeteksi risiko kanker serviks sejak dini. Melalui kerja sama semua pihak, kami terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar semakin banyak perempuan yang memanfaatkan layanan pemeriksaan ini,” ujarnya.

Meski menunjukkan capaian yang menggembirakan, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah masih adanya stigma dan anggapan tabu terkait pemeriksaan kesehatan reproduksi perempuan, serta belum optimalnya partisipasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengikuti pemeriksaan IVA Test.

Selain melakukan evaluasi administrasi dan capaian program, Tim Evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara juga meninjau secara langsung pelaksanaan pemeriksaan IVA Test yang sedang berlangsung di Puskesmas Tandang Buhit.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan pelayanan kesehatan, kelengkapan sarana dan prasarana, ketersediaan alat pemeriksaan, serta kenyamanan fasilitas yang digunakan dalam memberikan layanan kepada masyarakat sesuai standar kesehatan yang berlaku.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperluas edukasi kepada masyarakat, serta mendorong perempuan untuk melakukan pemeriksaan IVA Test secara rutin sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini kanker serviks.

Melalui upaya yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Toba bersama TP PKK optimistis dapat meningkatkan derajat kesehatan perempuan dan mewujudkan keluarga yang sehat, produktif, serta berkualitas. (Ds)

Pemkab Toba Dukung Penguatan Administrasi PKK Melalui Desa Binaan Simanobak

Toba (Sumut) mediasergap.com Desa Simanobak, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, menerima kunjungan Tim Monitoring Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara dalam rangka penilaian Desa Binaan kategori Tertib Administrasi, Kamis (04/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Simanobak tersebut dihadiri Sekretaris I Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Budi Prayogi, dan Sekretaris II, Sithi Banina. Kedatangan tim disambut hangat oleh Pemerintah Desa, TP PKK, serta masyarakat Desa Simanobak.

Kepala Desa Simanobak, Maruhum Sinambela, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kunjungan tim monitoring dari Provinsi Sumatera Utara ke Desanya.

“Selamat datang kepada Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara di Desa Simanobak. Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan kebanggaan bagi kami serta menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di desa ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Toba, Ny. Astita Effendi Napitupulu, melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Toba, Melati Silalahi, SE, M.Si, menyampaikan bahwa tertib administrasi merupakan salah satu pilar utama dalam pelaksanaan program PKK.

Menurutnya, administrasi yang baik tidak hanya mencerminkan keteraturan dan kedisiplinan dalam pencatatan maupun pelaporan, tetapi juga menjadi bukti bahwa setiap kegiatan PKK dilaksanakan secara terencana, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tertib administrasi merupakan fondasi penting dalam mendukung keberhasilan seluruh program PKK. Melalui administrasi yang baik, setiap kegiatan dapat terdokumentasi dengan jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan program ke depan,” ujar Melati saat membacakan sambutan Ketua TP PKK Kabupaten Toba.

Ia menambahkan bahwa TP PKK Kabupaten Toba terus melakukan pembinaan kepada kader-kader PKK di desa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penyempurnaan administrasi sesuai dengan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK.

Meskipun masih terdapat berbagai keterbatasan dan kekurangan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan guna meningkatkan kualitas administrasi dan pelaksanaan program PKK di seluruh desa binaan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, melalui sambutan yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Verry S. Napitupulu, S.STP, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring yang dilakukan oleh TP PKK Provinsi Sumatera Utara.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Toba, kami mengucapkan selamat datang dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara. Kehadiran Bapak dan Ibu menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas gerakan PKK di Kabupaten Toba,” katanya.

Ia berharap kegiatan monitoring ini dapat memberikan masukan, arahan, serta evaluasi yang konstruktif bagi Pemerintah Desa dan Kader PKK dalam mewujudkan administrasi yang tertib, akurat, dan berkelanjutan.

Kegiatan monitoring berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. Selain melakukan penilaian administrasi, tim monitoring juga berdialog dengan kader PKK dan Perangkat Desa terkait pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan di Desa Simanobak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Tumpal Panjaitan, Kepala Bidang Pembinaan Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Henri Simarmata, Camat Silaen Lambok Tiurma Silaen, para kepala desa se-Kecamatan Silaen, pengurus TP PKK Kabupaten Toba, serta masyarakat Desa Simanobak.

Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan Desa Simanobak dapat terus meningkatkan kualitas administrasi dan tata kelola organisasi PKK sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan masyarakat yang lebih tertib, mandiri, dan sejahtera. (Ds)

Bupati Toba Ajak Orang Tua Perkuat Pengawasan Anak di Tengah Kemajuan Teknologi

Toba (Sumut) mediasergap.comTim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan monitoring Desa Binaan Kabupaten Toba kategori Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) di Desa Jonggi Manulus, Kecamatan Parmaksian, Kamis (04/06/2026).

Kegiatan monitoring dipimpin Ketua Pokja I TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Ummi Kalsum, dan disambut Pemerintah Kabupaten Toba yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Eston Sihotang. Hadir pula Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kabupaten Toba, Lila Wanrus Tamba, mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Toba, Ny. Astita Effendi Napitupulu, bersama sejumlah pimpinan OPD, unsur Forkopimca Kecamatan Parmaksian, Kepala Desa Jonggi Manulus, serta para kader PKK dan masyarakat.

Dalam sambutannya yang dibacakan Lila Wanrus Tamba, Ketua TP PKK Kabupaten Toba menyampaikan bahwa keluarga merupakan sekolah pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Namun, perkembangan teknologi yang semakin pesat menghadirkan tantangan baru bagi orang tua dalam mendidik dan membimbing anak-anak.

Menurutnya, keberhasilan pola asuh tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga memerlukan dukungan dari lingkungan, Sekolah, dan Pemerintah Desa.

“Program PAAREDI hadir untuk membantu keluarga memahami dan menerapkan pola asuh yang sesuai dengan perkembangan zaman, komunikatif, namun tetap dilandasi cinta kasih dan perhatian. Dengan demikian akan tercipta hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu melalui sambutan yang disampaikan Eston Sihotang menegaskan bahwa Program Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) merupakan program strategis Pokja I TP PKK dalam mempersiapkan generasi penerus yang berakhlak mulia, cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Menurut Bupati, era digital membawa banyak peluang sekaligus tantangan. Oleh karena itu, peran orang tua dalam mendampingi dan mengawasi anak menjadi sangat penting agar mereka terhindar dari berbagai pengaruh negatif, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), maupun penyalahgunaan media sosial.

“Kami mengajak seluruh jajaran TP PKK mulai dari Tingkat Kecamatan hingga Desa, serta para orang tua, untuk terus memperkuat pola asuh yang penuh cinta kasih. Tanamkan nilai-nilai moral, agama, dan budaya gotong royong sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi generasi emas yang membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa,” pesan Bupati.

Kepala Desa Jonggi Manulus, James Immanuel Manurung, menjelaskan bahwa penerapan pola asuh anak dan remaja di desanya tidak hanya dilakukan melalui peran keluarga, tetapi juga didukung oleh berbagai program desa yang berorientasi pada pendidikan dan pengembangan karakter anak.

Salah satu program unggulan yang telah dijalankan adalah peningkatan budaya literasi melalui perpustakaan desa yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak dan remaja sebagai sarana belajar serta menambah wawasan.

Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan Program PAAREDI dapat semakin memperkuat peran keluarga dalam mendidik anak-anak di tengah perkembangan teknologi yang terus berubah, sekaligus menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Ds)

Desa Tangga Batu Barat Tampilkan Inovasi Pekarangan Produktif dalam Monitoring TP PKK Sumut


Toba (Sumut) mediasergap.comTim Monitoring Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan monitoring ke Desa Tangga Batu Barat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Kamis (04/06/2026), dalam rangka penilaian Desa Binaan kategori Aku Hatinya PKK Tahun 2026.

Meski cuaca mendung disertai gerimis, semangat tim monitoring tidak surut untuk meninjau langsung pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di desa tersebut. Tim monitoring terdiri dari Nurgabena Siregar dan Yosy Efriyanti dari Pokja III TP PKK Provinsi Sumut serta Eka Ary W. Binventy dari Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara.

Kedatangan tim disambut Staf Ahli I TP PKK Kabupaten Toba, Ny. Riama Audi Murphy Sitorus bersama jajaran TP PKK Kabupaten, Kecamatan, dan Desa. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, tim disuguhi pemandangan pekarangan rumah yang tertata rapi, tanaman sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), serta taman-taman yang dihiasi pagar bambu berwarna-warni.

Keindahan lingkungan tersebut merupakan hasil gotong royong masyarakat yang menjadikan Desa Tangga Batu Barat layak ditetapkan sebagai Desa Binaan TP PKK Kabupaten Toba pada kategori Aku Hatinya PKK, yang merupakan singkatan dari Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman.

Ketua TP PKK Desa Tangga Batu Barat, Suita Rumbaya Tampubolon, dalam laporannya menyampaikan bahwa berbagai perubahan positif telah dirasakan masyarakat sejak desa tersebut menjadi desa binaan PKK.

Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat. Pengelolaan sampah rumah tangga kini dilakukan dengan sistem pemilahan, bahkan telah menghasilkan kompos dan pupuk cair organik secara mandiri.

Selain itu, pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan kebutuhan dapur lainnya mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga secara signifikan.

“Jika sebelumnya kebutuhan dapur keluarga mencapai sekitar Rp450 ribu per bulan, kini dapat ditekan menjadi sekitar Rp180 ribu per bulan atau terjadi penghematan hingga 60 persen,” ungkapnya.

Tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, keberadaan tanaman obat keluarga juga membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap obat-obatan medis untuk penanganan penyakit ringan.

Pemerintah Kabupaten Toba memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Desa Tangga Batu Barat sebagai desa binaan kategori Aku Hatinya PKK. Dukungan tersebut disampaikan Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, melalui Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, Keuangan, SDA, dan Aset, Darwin Sianipar.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Toba, kami mengucapkan selamat datang kepada Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara. Kehadiran tim monitoring menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan gerakan PKK di Kabupaten Toba,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program Aku Hatinya PKK bukan hanya sebatas kegiatan menanam di pekarangan rumah, tetapi juga bertujuan membangun keluarga yang mandiri, sehat, sejahtera, dan mendukung ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Toba, Ny. Astita Effendi Napitupulu, melalui sambutan yang dibacakan Ny. Riama Audi Murphy Sitorus, mengajak masyarakat memanfaatkan setiap jengkal pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi, tanaman obat, sekaligus memperindah lingkungan.

“Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga manfaat kesehatan dan keindahan lingkungan. Kami bangga melihat antusiasme masyarakat Desa Tangga Batu Barat yang luar biasa dalam menjalankan program ini,” katanya.

Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat serta kreativitas kader PKK yang terus berkolaborasi dalam mengembangkan program Aku Hatinya PKK secara berkelanjutan.

Usai acara pemaparan dan penyerahan laporan, tim monitoring bersama TP PKK Kabupaten, Kecamatan, dan Desa meninjau sejumlah lokasi taman Aku Hatinya PKK, kebun percontohan, serta berbagai potensi pertanian yang dimiliki Desa Tangga Batu Barat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tampahan Ramli Marpaung, Kepala Desa Tangga Batu Barat Rumbaya Tampubolon, pimpinan perangkat daerah terkait, kader PKK, serta masyarakat Desa Tangga Batu Barat.

Melalui kegiatan monitoring ini diharapkan program Aku Hatinya PKK dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mewujudkan lingkungan yang asri, sehat, produktif, dan berkelanjutan. (Ds)

TP PKK Provsu Tinjau Desa Sigaol Timur, Dorong Peningkatan Ekonomi Keluarga Melalui UP2K

Toba (Sumut) mediasergap.comTim Monitoring Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) melaksanakan kegiatan monitoring desa binaan Kabupaten Toba pada kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK di Desa Sigaol Timur, Kecamatan Uluan, Kamis (04/06/2026).

Kegiatan monitoring dipimpin oleh Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga TP PKK Provsu, Boya Yanti Gultom. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan monitoring memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan ekonomi masyarakat.

Menurut Boya Yanti Gultom, monitoring bukan sekadar kegiatan seremonial atau ajang penilaian semata, melainkan menjadi momentum untuk melihat secara langsung pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di tengah masyarakat serta mengukur kesungguhan, kerja sama, dan komitmen seluruh jajaran PKK dalam menjalankan program pembinaan yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi untuk melihat sejauh mana program-program PKK telah dijalankan di desa binaan serta dampaknya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa hasil monitoring akan menjadi dasar penilaian untuk menentukan daerah yang berhak melaju ke tahap evaluasi selanjutnya, dengan target enam besar untuk kategori kabupaten dan tiga besar untuk kategori kota.

Dalam kesempatan tersebut, Boya Yanti Gultom juga mengingatkan seluruh Tim Penggerak PKK kabupaten dan kota agar melakukan penginputan serta pengunggahan laporan kegiatan secara tertib dan berkelanjutan melalui aplikasi Sistem Informasi Pelaporan dan Data (Sipanda).

“Sebagus dan sesempurna apa pun program yang telah dilaksanakan di desa, jika tidak diunggah ke aplikasi Sipanda maka capaian tersebut tidak akan tercatat dalam proses penilaian. Karena itu, seluruh kegiatan harus didokumentasikan dan dilaporkan melalui aplikasi Sipanda,” tegasnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti arahan yang diberikan dan secara aktif memperbarui data kegiatan melalui aplikasi tersebut. Menurutnya, penentuan daerah yang masuk tahap evaluasi hingga penetapan juara sangat bergantung pada kelengkapan dan konsistensi pelaporan di Sipanda.

Lebih lanjut, Boya Yanti Gultom menekankan bahwa tujuan utama kegiatan monitoring bukan semata-mata untuk meraih prestasi, tetapi untuk mendorong desa dan kecamatan binaan agar mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat serta menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.

“Kami berharap program-program PKK dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Pokja II TP PKK Provsu Hairani Lubis, Paul Simamora mewakili Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Toba Jonni Lubis, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Toba Sofian Sitorus, Sekretaris Dinas Kearsipan Kabupaten Toba Maradona Nainggolan, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Welman Sibarani, serta Camat Uluan Juni Hammas Butar-butar.

Kegiatan monitoring berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat peran PKK dalam pembangunan keluarga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Toba. (Ds)

Pemdes Semelako I Salurkan BLT Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2026 kepada 13 KPM

Lebong Tengah (Bengkulu) mediasergap.comPemerintah Desa (Pemdes) Semelako I, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2026 kepada 13 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Kamis (04/06/2026).

Kegiatan penyaluran BLT yang berlangsung di Kantor Desa Semelako I tersebut dihadiri oleh Pihak Kecamatan, BPD Desa Semelako I, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tenaga Pendamping Profesional, Perangkat Desa, serta Para Penerima Manfaat.

Dalam sambutannya, Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Semelako I, Ize Gunizen, mengimbau kepada seluruh penerima manfaat agar bantuan yang diterima dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan keperluan sehari-hari.

"Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama untuk kebutuhan yang paling mendasar bagi keluarga," ujar Ize Gunizen.

Sementara itu, pihak Kecamatan Lebong Tengah menyampaikan bahwa penyaluran BLT Dana Desa Tahap I berjalan dengan lancar, tertib, dan sukses. Bantuan yang disalurkan pada tahap ini mencakup pembayaran selama enam bulan, terhitung mulai Januari hingga Juni 2026.

Dengan tersalurkannya BLT Dana Desa Tahap I ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat penerima manfaat serta meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Semelako I. (Darmadi S)

Tekan Resiko Kecelakaan Perlintasan Sebidang Kereta Api, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com - Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya keselamatan masyarakat di sejumlah perlintasan sebidang kereta api. Guna meminimalkan resiko kecelakaan, Pemko Tebing Tinggi menyiapkan langkah konkret melalui tiga aspek utama, yakni penguatan regulasi, pembenahan infrastruktur, dan pendekatan sosial.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, saat memimpin Rapat Evaluasi dan Pemantapan Petugas Perlintasan Kereta Api di Kota Tebing Tinggi, Rabu (3/6/2026) bertempat di Aula Dinas Perhubungan Kota Tebing Tinggi.

"Kami ingin memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan hanya pembahasan regulasi, tetapi tindak lanjut nyata untuk meminimalkan risiko kecelakaan di perlintasan kereta api," tegas Sekdako Erwin Suheri Damanik di hadapan peserta rapat.

Pada aspek regulasi, Pemko Tebing Tinggi akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Balai Teknik Perkeretaapian guna memperjelas tindak lanjut pengelolaan perlintasan sebidang yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Selain itu, Pemko juga akan mendorong pembangunan pos penjagaan di sejumlah titik perlintasan yang dinilai masih membutuhkan fasilitas pendukung keselamatan.

Dari sisi infrastruktur dan personel, Sekdako mengungkapkan bahwa Pemko Tebing Tinggi saat ini telah menempatkan petugas penjaga palang kereta api di tujuh titik perlintasan sebidang. Sebagai langkah evaluasi dari keterbatasan personel sebelumnya, Pemko akan menambah jumlah petugas sehingga setiap titik dijaga oleh dua orang secara bergantian.

"Kami akan menugaskan BKPSDM untuk menambah personel sehingga setiap titik perlintasan memiliki petugas cadangan. Ini penting agar pengawasan tetap berjalan apabila salah satu petugas berhalangan," tambah Sekdako.

Selain penguatan personel, Pemko juga akan mengupayakan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kementerian, dunia usaha, perbankan dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu melengkapi fasilitas keselamatan petugas dan relawan, seperti seragam dan rompi reflektif maupun fasilitas pendukung lainnya.

Sementara pada aspek sosial, Sekdako menyampaikan bahwa Pemko Tebing Tinggi akan mengkaji peluang pemberian bantuan sosial bagi korban kecelakaan lalu lintas perkeretaapian. Kajian ini akan dilakukan bersama Dinas Sosial dan DPRD Kota Tebing Tinggi guna merumuskan regulasi daerah yang memberikan perlindungan lebih baik kepada masyarakat.

Sekdako juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas di perlintasan kereta api. Pemko akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memasang papan informasi jadwal perjalanan kereta api, meningkatkan sosialisasi kepada warga yang tinggal di sekitar rel, serta memastikan tidak ada tanaman atau bangunan yang menghalangi jarak pandang pengguna jalan.

Selain itu, Pemko juga berencana menjajaki kerja sama akademik dengan institusi pendidikan transportasi untuk menjadikan perlintasan di Tebing Tinggi sebagai objek studi keselamatan berbasis riset.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tebing Tinggi Yustin Bernat Hutapea dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Ia menjelaskan, saat ini telah terpasang tujuh palang perlintasan kereta api di Kota Tebing Tinggi yang berasal dari bantuan Balai Teknik Perkeretaapian dan PT Jasa Raharja. Ketujuh titik tersebut berada di Jalan Abdul Hamid, Jalan Gunung Arjuna, Jalan Gunung Semeru, Jalan Pulau Belitung, Jalan Danau Meninjau, Jalan Danau Singkarak, dan Jalan Lama.

Dalam kesempatan tersebut, Dishub juga melaporkan bahwa Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kota Tebing Tinggi untuk meninjau sejumlah titik perlintasan sebagai bagian dari program peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Lidya, Camat Padang Hilir Melly Rahmayanti Harahap, Camat Rambutan Muhammad Hersan Koto, Camat Padang Hulu Nanda Aulia Yusuf, perwakilan PT KAI, PT Jasa Raharja, serta para lurah, kepala lingkungan, dan relawan penjaga perlintasan kereta api. (Ajs)

Polres Binjai Tegaskan Komitmen Wujudkan Kota Bersih Narkoba Melalui Keberhasilan Operasi Antik Toba 2026

Binjai (Sumut) mediasergap.com Komitmen Polres Binjai dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan melalui keberhasilan pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026. Selama 20 hari pelaksanaan operasi, terhitung sejak 13 Mei hingga 2 Juni 2026, Satresnarkoba Polres Binjai berhasil mengungkap 23 kasus tindak pidana narkotika dan mengamankan 28 tersangka.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras jajaran Polres Binjai yang didukung sinergi dengan berbagai instansi terkait serta partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi mengenai dugaan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Binjai.

Dalam konferensi pers yang dipimpin Wakapolres Binjai, Kompol Sofyan, disampaikan bahwa dari 28 tersangka yang diamankan, sebanyak enam orang merupakan residivis kasus narkoba. Selain itu, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa 30,49 gram sabu, 24 butir ekstasi, 46,86 gram ganja, 10 unit telepon seluler, sembilan unit kendaraan bermotor, serta uang tunai sebesar Rp250.000 yang diduga terkait dengan aktivitas peredaran narkotika.

Tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, Polres Binjai juga mengedepankan langkah preventif dan preemtif melalui kegiatan Gerebek Sarang Narkoba (GSN) di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan dan transaksi narkoba. Dari kegiatan tersebut, petugas berhasil menemukan berbagai barang bukti, antara lain 15 alat hisap sabu (bong), 46 buah mancis, dua kaca pirex, dua plastik transparan berisi sabu seberat 0,79 gram, dua timbangan elektrik, tiga unit telepon seluler, 20 unit sepeda motor, satu unit sepeda listrik, 15 mesin judi jackpot, satu mesin judi tembak ikan, uang tunai Rp1.416.000, serta tiga unit handy talky (HT) yang digunakan sebagai alat komunikasi.

Sebagai bentuk keseriusan dalam memberantas peredaran narkoba hingga ke akar permasalahan, bangunan yang dijadikan barak dan lokasi penyalahgunaan narkoba langsung dibongkar dan dimusnahkan agar tidak dapat digunakan kembali. Langkah tegas tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai mampu mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan narkotika.

Di sisi lain, Polres Binjai terus memperkuat upaya pencegahan melalui koordinasi dan kolaborasi bersama BNNK Binjai, Satpol PP, serta Subdenpom I/5-2 Binjai dalam melakukan penertiban dan pengawasan terhadap sejumlah tempat hiburan malam yang berpotensi menjadi lokasi penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi terpadu untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi masyarakat.

Keberhasilan Operasi Antik Toba 2026 menjadi bukti nyata bahwa Polres Binjai tidak hanya fokus pada penindakan terhadap pelaku tindak pidana narkotika, tetapi juga konsisten menjalankan langkah-langkah pencegahan, edukasi, dan pemberantasan secara menyeluruh guna melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

Melalui Wakapolres Binjai, Kapolres Binjai mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memerangi narkoba dengan memberikan informasi kepada Pihak Kepolisian melalui layanan Call Center 110. Sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum diyakini menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kota Binjai yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen Polres Binjai dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. Perang terhadap narkoba tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Bersama, kita wujudkan Binjai yang aman, sehat, dan bebas narkoba,” tegas Wakapolres Binjai.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, Polres Binjai akan terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba demi menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung terwujudnya generasi masa depan yang berkualitas. (Roni K)

Biaya Perawatan Bak Pemancar dan Pengolahan Bahan Kimia Perumda Tirtanadi Tak Standar

Medan (Sumut) mediasergap.com - Lembaga Information Corruption Watch Republik Indonesia (ICW RI), bakal membongkar habis berbagai penyimpangan yang terjadi di lingkungan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Sumatera Utara (Sumut), yang dinilai merugikan hajat orang banyak.

Dugaan penyimpangan itu di antaranya terjadi pada perawatan sejumlah bak pemancar yang diduga kondisinya tidak terawat, namun biaya untuk perawatannya diduga terus mengalir. Selain itu, pencampuran maupun pengolahan bahan kimia di bak pemancar yang tak standar juga menjadi bahan pembahasan publik.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Information Corruption Watch Republik Indonesia (ICW RI), Jokly Sihotang SE kepada media, Selasa (02/06/2026).

"Perumda Tirtanadi diduga belum memproduksi dan mendistribusikan air bersih kepada pelanggan dengan kuantitas, kualitas, dan kontinuitas sesuai standar," ujar Jokly.

Padahal, tujuan pendirian Perumda Tirtanadi adalah menyelenggarakan kemanfaatan umum untuk penyediaan air minum dalam rangka pemenuhan hajat hidup orang banyak.

Kegiatan usaha yang dilakukan Perumda Tirtanadi dalam penyediaan air minum tersebut, adalah dengan mengelola dan mendistribusikan air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan secara merata, tertib dan teratur.

Dalam kinerjanya, Perumda Tirtanadi membagi wilayah pemasaran pada Zona I dan Zona II. Wilayah pemasaran Zona I mencakup daerah Kota Medan, Kecamatan Sibolangit, Berastagi di Kabupaten Deli Serdang. Sedangkan untuk wilayah Zona II mencakup daerah Kabupaten Tapsel, Toba, Samosir, Nisel, dan Nias Utara. 

Kata Jokly, untuk memenuhi kuantitas air pada Zona I dan Zona II, Perumda Tirtanadi memiliki 20 sumber pengolahan air yang berasal dari IPA, sumur bor, dan rumah pompa yang terdapat pada Zona II, serta sumber dari SPAM kerja sama Business to Business dengan pihak ketiga.

Menurut Jokly, untuk memastikan seluruh pelanggan dapat menerima air secara kontinyu, Perumda Tirtanadi memiliki 14 Booster Pump yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan air sampai dengan pelanggan. "Booster Pump tersebut hanya berada di Zona I," ujar Jokly.

Sementara, Perumda Tirtanadi juga diduga belum memiliki data dan potensi pelanggan yang digunakan dalam perencanaan peningkatan/pengembangan produksi dan jaringan distribusi.

Dalam penambahan pelanggan sambungan baru, kata Jokly, target sambungan baru yang diusulkan dan ditetapkan dalam RKA untuk meningkatkan pengembangan produksi dan jaringan distribusi diduga tidak berdasarkan data potensi dan tidak realistis.

"Perumda Tirtanadi diduga belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung kelancaran produksi dan distribusi air," kata Jokly.

IPA Deli Tua, memiliki 4 clarifeir berbentuk tabung yang memiliki fungsi untuk memisahkan partikel padat dari air. Proses pemisahan partikel padat dari air dilakukan dengan mencampurkan dan mengaduk air baku dengan bahan kimia Poly Aluminum Chloride (PAC). 

Setelah proses pencampuran PAC dengan air baku, kata Jokly, maka partikel padat akan terpisah dengan air. Partikel padat tersebut akan turun ke bagian bawah clarifeir dengan sistem gravitasi. 

Sedangkan, untuk partikel padat yang masih mengambang akan menempel pada tube settler yang terpasang pada tengah dalam clarifeir, dan satu clarifeir memiliki 16 kolom tube settler. 

Sementara, beberapa tube settler diduga mengalami kerusakan pada seluruh clarifeir. Pada clarifeir I diduga terdapat 10 kolom yang rusak, clarifeir II diduga terdapat 13 kolom yang rusak, clarifeir III diduga terdapat 10 kolom yang rusak, dan clarifeir IV diduga terdapat 14 kolom yang rusak.

Atas hal tersebut, proses pemisahan partikel padat mengambang, yang seharusnya menempel pada tube settler menjadi tidak optimal karena rusak. Bahkan, hal tersebut menimbulkan risiko partikel padat mengambang masuk ke dalam filter dan mengakibatkan filter tidak berfungsi secara optimal dan dapat berpengaruh pada kualitas air yang masuk ke dalam reservoir.

Selain itu, lanjut Jokly, IPA Sibolangit memiliki sistem pengolahan air bersih yang menggunakan gravitasi. Sumber air yang dikelola oleh IPA Sibolangit berasal dari mata air yang ditangkap dengan menggunakan bron, yaitu bangunan atau kontruksi yang dirancang untuk melindungi, menangkap, dan menampung air baku yang berasal dari mata air.

Air yang ditangkap pada bron kemudian dialirkan pada bak pemancar yang merupakan bangunan yang berfungsi sebagai penampung air tangkapan dari bron. Air dari bron dialirkan ke bak pemancar melalui pipa yang terpasang springkle/pemercik. Hal tersebut dilakukan agar proses aerasi terjadi, yaitu proses penambahan oksigen dari udara ke dalam air dengan tujuan menaikan tingkat pH air. 

Kata Jokly, IPA Sibolangit memiliki 3 bak pemancar yang lokasinya berbeda-beda. Namun, bak pemancar III Lau Kaban dan bak pemancar IV Puang Adja, diduga terdapat springkle yang tidak terpasang sebanyak 10 unit dan 39 unit. Hal tersebut mengakibatkan, air yang mengalir dari pipa langsung ke bak pemancar tanpa melewati springkle yang mengakibatkan kadar pH air beresiko di bawah standar.

Bak pemancar I Rumah Sumbul dan bak pemancar II Lau Bengklewang. Dalam proses penambahan bahan kimia di IPA Sibolangit, soda ash digunakan untuk meningkatkan kadar pH air dan kalsium hipoklorit digunakan untuk membunuh bakteri. Namun, penggunaan bahan kimia tersebut diduga hanya dilakukan di bak pemancar III Lau Kaban dan bak pemancar II Lau Bengklewang.

"Mesin pengaduk soda ash yang berada pada gedung bak pemancar III Lau Kaban dan bak pemancar II Lau Bengklewang diduga rusak, sehingga proses pelarutan soda ash dilakukan secara manual oleh operator. Proses pelarutan kalsium hipoklorit juga dilakukan manual karena mesin pengaduk diduga tidak ada," ungkap Jokly.

Bukan hanya itu, gedung bak pemancar II Lau Bengklewang, gedung pengolahan bahan kimia, dan pipa air dari bron diduga tidak terawat dengan kondisi penuh karat. Selain itu, pipa yang berfungsi untuk mengalirkan larutan bahan kimia soda ash dan kalsium hipoklorit juga diduga kondisinya berkarat, terbuka, dan tersumbat yang mengakibatkan air larutan bahan kimia tidak seluruhnya masuk ke bak pemancar II Lau Bengklewang.

Hal yang hampir serupa juga terjadi pada Rumah Pompa Lumban Silintong, bak filter SPL diduga berkarat dan terdapat besi berkarat yang jatuh ke dalam filter serta kondisi bak filter yang sudah bocor, yang mengakibatkan air dari filter terbuang keluar dari bak. 

"Bak filter tak bisa menampung air sesuai kapasitasnya, dan air pada bak filter beresiko tercemar zat berbahaya dari logam berkarat," kata Jokly.

Rumah Pompa Lumban Silintong menggunakan kalsium hipoklorit untuk melakukan desinfektan air. Namun proses pengolahan serta penuangannya dilakukan secara manual karena tidak memiliki alat pengolahan bahan kimia. 

Hingga berita ini diturunkan, Selasa (02/06/2026), namun Direktur Utama Perumda Tirtanadi belum bersedia memberikan klarifikasi untuk perimbangan berita. (M)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport