Media Sergap -->



Headline

Semarak HUT ke-81 RI, Rutan Balige Gelar Pekan Olahraga untuk Perkuat Kebersamaan dan Sportivitas

 

BALIGE (Sumut) mediasergap.com Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige. Jajaran petugas bersama warga binaan pemasyarakatan ambil bagian dalam pembukaan Pekan Olahraga sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati momentum kemerdekaan.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang membangun kebersamaan, menjaga kebugaran, serta menanamkan nilai sportivitas dan disiplin di lingkungan Rutan Kelas IIB Balige.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta mengikuti prosesi tersebut dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Suasana kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Doa tersebut menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar seluruh rangkaian Pekan Olahraga dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.

Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen Sonar Rumbiak, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pekan Olahraga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, kegiatan olahraga memiliki nilai penting dalam proses pembinaan warga binaan. Selain membantu menjaga kesehatan dan kebugaran, olahraga juga dapat menjadi sarana membangun karakter, mempererat hubungan antarpeserta, serta menumbuhkan sikap disiplin dan sportif.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap pertandingan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan olahraga sebagai sarana untuk mempererat kebersamaan,” ujar Valen.

Ia berharap semangat yang dibangun melalui kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari proses pembinaan yang positif bagi warga binaan.

“Yang terpenting bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat kebersamaan, disiplin, dan saling menghargai,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Sepakan Bola Tandai Dimulainya Pekan Olahraga

Semangat peserta semakin terasa ketika pembukaan Pekan Olahraga secara resmi ditandai dengan sepakan bola oleh Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen Sonar Rumbiak.

Sepakan tersebut menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian pertandingan olahraga dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Balige menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif yang mendorong kebersamaan, kesehatan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter.

Pekan Olahraga diharapkan menjadi momentum bagi petugas dan warga binaan untuk bersama-sama merasakan semarak kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat pembinaan yang humanis dan konstruktif di lingkungan pemasyarakatan. (Ds)

Mukerda I MUI Tebing Tinggi Resmi Dibuka, Wali Kota Dorong Program Kerja yang Menjawab Persoalan Umat

TEBING TINGGI (Sumut) mediasergap.comMusyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebing Tinggi resmi digelar. Forum strategis tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi mampu melahirkan program kerja yang benar-benar menjawab kebutuhan dan persoalan umat di tengah dinamika pembangunan daerah.

Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, secara resmi membuka Mukerda I MUI Kota Tebing Tinggi di Aula Bappeda, Jalan Delima, Sabtu (08/08/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Mukerda menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat membutuhkan kolaborasi dan pemikiran bersama.

“Mukerda ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kota siap mendukung penuh kegiatan-kegiatan MUI. Mari kita saling berdiskusi karena banyak persoalan di Kota Tebing Tinggi yang perlu diselesaikan bersama,” ujar Iman Irdian.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan forum tersebut sebagai ruang untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.

Wali Kota berharap hasil musyawarah tidak berhenti pada rumusan organisasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga musyawarah ini melahirkan keputusan terbaik demi kemaslahatan umat dan kemajuan Kota Tebing Tinggi. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Mukerda I MUI Kota Tebing Tinggi resmi saya buka,” ucapnya.

MUI Didorong Perkuat Peran sebagai Mitra Pemerintah

Dukungan terhadap penguatan peran MUI juga disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Tebing Tinggi, H. Akhyar Nasution.

Ia menyampaikan selamat bertugas kepada seluruh peserta Mukerda sekaligus mendorong ulama untuk terus mengambil peran dalam mendampingi Pemerintah Daerah, khususnya melalui pembinaan kehidupan keagamaan dan spiritual masyarakat.

“Marilah kita bersama-sama bergerak dalam pembinaan spiritual agama untuk membantu Bapak Wali Kota. Semoga langkah ini menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tutur Akhyar.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Tebing Tinggi, H.M. Ghazali Saragih, menekankan pentingnya kontribusi nyata para peserta dalam merumuskan program kerja organisasi.

Ia berharap seluruh peserta mampu memberikan pemikiran dan masukan konstruktif sehingga keputusan yang dihasilkan dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, sedikitnya terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian MUI ke depan.

Pertama, memperkuat posisi ulama sebagai benteng sekaligus pengayom umat. Kedua, memperkokoh peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah, terutama dalam pembinaan mental dan spiritual masyarakat.

Ketiga, menjaga kedamaian dan kerukunan dengan merawat persatuan di tengah berbagai tantangan dan perbedaan yang ada di masyarakat.

“Kita harus menguatkan peran ulama sebagai benteng dan pengayom umat. Sebagai mitra strategis pemerintah, MUI siap mengawal pembangunan daerah, khususnya dalam pembinaan mental dan spiritual. Kita juga harus menjaga kedamaian dengan memelihara kerukunan dan persatuan di tengah berbagai tantangan serta perbedaan demi ketenangan masyarakat,” ujar Ghazali.

Diikuti 120 Peserta dan 14 Komisi

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Jamal Rangkuti, melaporkan bahwa Mukerda I MUI Kota Tebing Tinggi mengusung tema “Menguatkan Peran MUI sebagai Himayatul Ummah, Khadimul Ummah, dan Shadiiqul Ummah.”

Mukerda tersebut diikuti sebanyak 120 peserta yang terbagi dalam 14 komisi. Peserta terdiri atas unsur Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan, Ketua, Sekretaris, serta Anggota Komisi.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat dalam pembukaan Mukerda turut menunjukkan pentingnya sinergi antara MUI dan Pemerintah Kota Tebing Tinggi dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkeadaban.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina Frillya, Sekdako Erwin Suheri Damanik, Anggota DPRD Anda Yasser yang mewakili Ketua DPRD, Kaban Kesbangpol Ramadhan Barqah Pulungan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Deni Saragih, Kabag Prokopim Setdako Faisal Ahmad, Kabag Kesra Setdako Azanul Akbar Lubis, Ketua Baznas Khuzamri Amar, jajaran pengurus MUI, serta tamu undangan lainnya.

Dengan mengedepankan Musyawarah dan Kolaborasi, Mukerda I MUI Kota Tebing Tinggi diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi serta program kerja yang tidak hanya memperkuat kelembagaan MUI, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap pembinaan umat dan pembangunan Kota Tebing Tinggi. (Ajs)

Kepala BPN Kota Subulussalam Diminta Berikan Penjelasan Transparan, 10 Bidang Tanah Jangan Digantung Tanpa Kepastian

SUBULUSSALAM (Aceh) mediasergap.com Polemik pertanahan di Kota Subulussalam kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada Kantor Pertanahan Kota Subulussalam terkait status administrasi 10 bidang tanah yang hingga kini masih dipertanyakan kepastian prosesnya.

Sorotan tersebut muncul setelah adanya surat resmi Kantor Pertanahan Kota Subulussalam Nomor HP.02.02/579-11.75/VII/2026 tertanggal 14 Juli 2026 yang menyebut sejumlah Sertifikat Hak Milik (SHM) Tahun 2008, di antaranya SHM Nomor 638, 629, 634, 628, 627 dan 633, dalam konteks data peta atau plotting dari Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Singkil.

Namun, ketika perkembangan persoalan tersebut dipertanyakan oleh kuasa hukum pada 7 Agustus 2026, pihak BPN Kota Subulussalam, menurut keterangan kuasa hukum, menyampaikan bahwa pengecekan lapangan masih akan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya tumpang tindih bidang tanah tersebut.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi antara informasi yang dituangkan dalam surat resmi dengan proses verifikasi yang masih akan dilakukan.

Jika indikasi tumpang tindih telah dituangkan dalam surat resmi BPN, mengapa kepastian faktualnya masih harus dilakukan melalui pengecekan lapangan?

Sebaliknya, apabila data tersebut memang belum diverifikasi secara faktual, atas dasar apa informasi mengenai indikasi tumpang tindih tersebut dituangkan dalam surat resmi?

Kuasa Hukum Minta Kejelasan dan Data yang Dapat Diverifikasi Kuasa hukum dari Law Firm S A & Partners, Supesoni Mendrofa, S.H. dan Arianto Nazara, S.H., M.H., meminta Kantor Pertanahan Kota Subulussalam memberikan penjelasan yang konkret, transparan dan dapat diverifikasi.

Menurut kuasa hukum, apabila memang terdapat tumpang tindih bidang tanah, maka perlu dijelaskan secara jelas mengenai SHM yang dinyatakan tumpang tindih, nama pemegang hak, luas masing-masing bidang, lokasi atau titik tumpang tindih, serta berapa luas bidang yang benar-benar bertindihan.

Selain itu, perlu pula dijelaskan dasar pengukuran dan pemetaan, waktu pelaksanaan pengukuran atau pemeriksaan, petugas yang melakukan pemeriksaan, serta dasar administrasi dan hukum penerbitan SHM yang bersangkutan.

Dengan penjelasan tersebut, persoalan tidak berhenti pada istilah “terindikasi tumpang tindih”, tetapi dapat diuji berdasarkan data, dokumen, hasil pengukuran dan prosedur administrasi yang jelas.

Kuasa hukum menilai kepastian tersebut penting karena menyangkut hak dan kepastian hukum atas 10 bidang tanah yang prosesnya masih dipertanyakan.

Kepala BPN Diminta Berikan Penjelasan Administratif Sorotan terhadap Kepala Kantor Pertanahan Kota Subulussalam, Suryalita, A.Ptnh., bukan dimaksudkan untuk menyatakan bahwa yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran atau tindak pidana.

Namun, sebagai pejabat yang memimpin Kantor Pertanahan Kota Subulussalam, yang bersangkutan dinilai patut memberikan penjelasan mengenai dasar, proses dan tingkat verifikasi yang mendasari penerbitan surat tersebut.

Apabila dalam proses pemeriksaan nantinya ditemukan adanya kekeliruan administrasi, maka kekeliruan tersebut perlu dikoreksi sesuai mekanisme yang berlaku.

Apabila ditemukan kelalaian, maka harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.

Sementara apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya dugaan penyimpangan prosedur atau pelanggaran hukum, maka proses pemeriksaan dan penindakan harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang berdasarkan bukti dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan demikian, persoalan ini tidak diarahkan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan untuk memperoleh kepastian mengenai proses administrasi pertanahan yang sedang dipersoalkan.

UU Nomor 30 Tahun 2014 Menjadi Salah Satu Dasar untuk Ditelaah Persoalan tersebut juga dinilai relevan untuk ditelaah berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, khususnya terkait Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik serta ketentuan mengenai larangan penyalahgunaan wewenang.

Prinsip kepastian hukum, kecermatan, keterbukaan, tidak menyalahgunakan kewenangan dan pelayanan yang baik menjadi penting dalam setiap proses administrasi pemerintahan, terlebih ketika suatu keputusan atau informasi administrasi berpotensi memengaruhi kepastian hak masyarakat atas tanah.

Namun, ada atau tidaknya pelanggaran administrasi maupun penyalahgunaan wewenang tetap harus ditentukan berdasarkan pemeriksaan yang objektif dan bukti yang sah, bukan semata-mata berdasarkan dugaan atau pemberitaan.

Ombudsman Aceh, Kejati Aceh dan Polda Aceh Diminta Menjalankan Kewenangan Atas persoalan tersebut, kuasa hukum menyampaikan bahwa pihaknya telah membawa atau mengarahkan persoalan ini kepada lembaga-lembaga terkait sesuai kewenangan masing-masing.

Ombudsman RI Perwakilan Aceh diminta menelaah apabila terdapat dugaan maladministrasi, penyimpangan prosedur, ketidakcermatan atau persoalan pelayanan publik dalam proses administrasi yang dipersoalkan.

Kejaksaan Tinggi Aceh diminta melakukan telaah sesuai kewenangannya apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan indikasi pelanggaran hukum yang memenuhi unsur untuk ditindaklanjuti.

Sementara Polda Aceh diminta menindaklanjuti apabila hasil pemeriksaan dan alat bukti yang sah menunjukkan adanya dugaan tindak pidana yang menjadi kewenangan kepolisian.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi proses pemeriksaan yang objektif sehingga persoalan tidak hanya berhenti pada perbedaan penjelasan antara pemohon dan Kantor Pertanahan Kota Subulussalam.

Jika Benar, Buktikan; Jika Salah, Koreksi Inti persoalan yang dipertanyakan kuasa hukum adalah apakah enam SHM Tahun 2008 yang disebut dalam surat resmi BPN tersebut benar-benar tumpang tindih dengan bidang tanah yang dimohonkan.

Jika memang terjadi tumpang tindih, maka data dan hasil pengukurannya perlu dijelaskan secara transparan kepada pihak yang berkepentingan.

Jika ternyata tidak terjadi tumpang tindih, maka informasi yang keliru perlu dikoreksi agar tidak menimbulkan kerugian atau ketidakpastian bagi pemilik maupun pemohon atas 10 bidang tanah tersebut.

Sedangkan apabila status tumpang tindih tersebut memang belum dapat dipastikan karena masih memerlukan pengecekan lapangan, maka perlu dijelaskan secara terbuka mengenai alasan informasi mengenai indikasi tumpang tindih telah dicantumkan dalam surat resmi sebelum proses verifikasi lapangan selesai.

Apabila pemeriksaan resmi kemudian menemukan adanya pelanggaran, maka proses harus dilakukan sesuai hukum.

Jika hasil pemeriksaan yang sah membuktikan adanya pelanggaran berat yang memenuhi ketentuan pemberhentian, maka tindakan administratif harus dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Bukan karena tekanan, opini maupun pemberitaan, melainkan berdasarkan hasil pemeriksaan yang objektif dan pertanggungjawaban hukum yang sah.

Pertanyaan Utama yang Menunggu Jawaban Kuasa hukum meminta Kepala Kantor Pertanahan Kota Subulussalam memberikan jawaban tertulis dan transparan mengenai dasar penerbitan surat resmi tersebut.

Pertanyaan utamanya adalah: “Apakah surat resmi BPN tersebut dibuat berdasarkan fakta yang telah diverifikasi secara faktual, atau berdasarkan data administratif yang pada saat ini masih harus dilakukan pengecekan ulang di lapangan ?”

Pertanyaan tersebut dinilai penting karena menyangkut kepastian proses administrasi dan kepastian hak atas 10 bidang tanah.

Sepuluh bidang tanah membutuhkan kepastian. Kuasa hukum menunggu jawaban tertulis dari Kantor Pertanahan Kota Subulussalam.

Publik juga berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai proses administrasi pertanahan yang menjadi perhatian tersebut.

Pada akhirnya, seluruh pihak diharapkan menghormati proses pemeriksaan dan memberikan kesempatan kepada lembaga yang berwenang untuk memastikan apakah terdapat kekeliruan administrasi, maladministrasi, penyimpangan prosedur atau pelanggaran hukum.

Jika tidak terdapat pelanggaran, maka hal tersebut juga harus dijelaskan secara terbuka.

Sebaliknya, apabila pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, maka tindakan harus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Rel)

Kapolres Binjai ajak PJU Safari Salat Jumat Bersama Masyarakat di Masjid Agung Kota Binjai

BINJAI (Sumut) mediasergap.com Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Binjai melaksanakan Salat Jumat berjamaah dengan masyarakat di Masjid Agung Kota Binjai, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, Jumat (07/08/2026).

Kegiatan Safari Jumat ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar Kota Binjai tetap aman dan kondusif.

Kapolres juga mengimbau Jama'ah Sholat Jum'at dan masyarakat agar segera melaporkan setiap ada gangguan kamtibmas melalui layanan Call Center 110 Polres Binjai.

Selain itu, AKBP Bimo memperkenalkan Tim Libas, tim khusus bentukan Polres Binjai yang bertugas merespons cepat dan menindak kejahatan jalanan pada waktu dan lokasi rawan, guna memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah hukum Polres Binjai. (Rel)

(Sumber: Humas Polres Binjai)


Ribuan Penonton Tumpah ke Waterfront City, Punxgoaran Bikin Hari Kedua Tao Toba Joujou 2026 Makin Membara

PANGURURAN (Sumut) mediasergap.com Danau Toba kembali bergemuruh. Ribuan masyarakat dan wisatawan tumpah ruah memadati Segmen V Waterfront City Pangururan, Jumat malam (07/08/2026), dalam gelaran hari kedua Festival Tao Toba Joujou 2026.

Gemerlap lampu panggung, riuh suara penonton, dan hentakan musik berpadu dengan panorama Danau Toba, menciptakan suasana spektakuler yang membuat kawasan Waterfront City Pangururan seolah tidak pernah kehabisan energi.

Antusiasme pengunjung bahkan tidak surut sejak hari pertama. Sejak sore, masyarakat dari berbagai kalangan mulai berdatangan dan memenuhi kawasan festival. Anak-anak, kaum muda, hingga orang tua larut dalam rangkaian pertunjukan seni dan hiburan yang disuguhkan.

Puncaknya terjadi ketika grup musik Punxgoaran naik ke panggung utama.

Suasana sontak berubah semakin semarak. Ribuan penonton bernyanyi bersama, bergoyang, dan meneriakkan sorakan setiap kali lagu-lagu populer dibawakan. Tak sedikit pengunjung mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan momen tersebut.

Di tengah lautan manusia dan gemerlap panggung, Festival Tao Toba Joujou 2026 memperlihatkan wajah lain Danau Toba—bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang bertemunya budaya, kreativitas, hiburan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebelum Punxgoaran tampil, penonton terlebih dahulu disuguhi pertunjukan Opera Batak. Seni tradisional tersebut membawa suasana berbeda sekaligus mengingatkan generasi masa kini pada kekayaan budaya leluhur yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Batak.

Perpaduan Opera Batak dan musik modern menjadi salah satu kekuatan Festival Tao Toba Joujou tahun ini. Budaya tidak hanya ditampilkan sebagai warisan masa lalu, tetapi dikemas berdampingan dengan kreativitas masa kini agar tetap dekat dengan generasi muda.

Bupati Samosir Turun ke Tengah Keramaian

Kemunculan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom di tengah ribuan pengunjung turut menarik perhatian masyarakat.

Vandiko hadir bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera. Ketiganya tidak hanya menyaksikan pertunjukan dari panggung, tetapi juga berbaur langsung dengan masyarakat dan mengunjungi sejumlah stan UMKM.

Di sepanjang kawasan festival, beragam produk lokal ditawarkan. Mulai dari kopi, kuliner khas Batak, makanan olahan, hingga kerajinan tangan menjadi bagian dari geliat ekonomi yang tumbuh bersamaan dengan ramainya festival.

Kehadiran ribuan pengunjung secara langsung memberikan ruang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat dan wisatawan.

Suasana semakin hangat ketika masyarakat berkesempatan menyapa pimpinan daerah. Sejumlah pengunjung terlihat berswafoto dan berbincang bersama Bupati dan Wakil Bupati Samosir.

Bagi pemerintah daerah, keramaian tersebut bukan sekadar persoalan jumlah penonton. Di balik panggung hiburan, terdapat peluang untuk memperkuat pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dan wisatawan yang hadir dalam Festival Tao Toba Joujou 2026.

“Saya mengapresiasi antusiasme masyarakat dan wisatawan yang hadir memeriahkan Festival Tao Toba Joujou tahun ini. Semarak yang kita lihat malam ini menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap budaya dan berbagai kegiatan positif yang menghadirkan kebersamaan,” ujar Vandiko.

Menurutnya, Festival Tao Toba Joujou tidak semata-mata menjadi agenda hiburan. Lebih dari itu, festival tersebut menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, menjaga budaya, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, wisatawan, komunitas, pelaku UMKM, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival ini. Semoga Tao Toba Joujou terus menjadi kebanggaan bersama dan memberikan manfaat bagi masyarakat Samosir,” tambahnya.

Budaya, Musik dan Ekonomi Bergerak Bersamaan

Festival Tao Toba Joujou 2026 yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Samosir dan Bank Indonesia Sibolga kembali menunjukkan bahwa sebuah festival dapat memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar menghadirkan hiburan.

Ketika ribuan orang berkumpul, sektor lain ikut bergerak. Pelaku UMKM mendapatkan pasar, produk lokal memperoleh ruang promosi, wisatawan mendapatkan pengalaman, sementara kesenian dan budaya mendapat panggung untuk terus diperkenalkan.

Kondisi tersebut terlihat jelas selama dua hari pelaksanaan festival. Arus pengunjung yang terus berdatangan membuat kawasan Waterfront City Pangururan menjadi salah satu pusat keramaian di Samosir.

Tao Toba Joujou pun perlahan membangun identitasnya sebagai ruang yang mempertemukan berbagai unsur: budaya Batak, musik, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, komunitas, dan masyarakat.

Di tengah derasnya perubahan zaman, festival ini juga menyampaikan pesan penting: budaya tidak harus dipertentangkan dengan modernitas.

Justru ketika tradisi diberi ruang untuk tampil berdampingan dengan musik modern dan kreativitas generasi muda, budaya dapat menemukan cara baru untuk tetap hidup dan dicintai.

Dan malam itu, di tepian Danau Toba, pesan tersebut terasa nyata.

Ribuan orang bernyanyi. Budaya tampil di panggung. UMKM bergerak. Wisatawan berdatangan.

Dan Tao Toba Joujou 2026 kembali membuktikan bahwa ketika budaya, pariwisata, kreativitas, dan ekonomi masyarakat bergerak dalam satu irama, denyut Danau Toba pun terasa semakin hidup. (D/Smart)

Peduli Kebersamaan, Ketua AJMI Ryan Sinaga Bagikan Seragam Wartawan Liputan Kodam I/BB dan Jajaran

MEDAN (Sumut) mediasergap.comWujud kepedulian terhadap rekan-rekan jurnalis yang sehari-hari bertugas meliput kegiatan di lingkungan Kodam I/Bukit Barisan (I/BB), Ketua Aliansi Jurnalis Militer Indonesia (AJMI), Ryan Sinaga, membagikan pakaian seragam kepada belasan wartawan di Café Belakang Makodim Medan, Rabu (05/08/2026).

Secara simbolis, Ryan Sinaga menyerahkan kemeja safari berwarna biru yang terbuat dari bahan berkualitas, sejuk, dan nyaman digunakan saat menjalankan tugas peliputan di lapangan.

Ryan Sinaga yang juga merupakan owner media online OKEBUNG.com mengatakan, pengadaan seragam tersebut sepenuhnya menggunakan dana pribadinya sebagai bentuk rasa cinta, kepedulian, dan penghargaan terhadap kebersamaan para wartawan yang selama ini bersama-sama meliput berbagai kegiatan TNI, khususnya di wilayah Kodam I/BB.

Menurutnya, AJMI dibentuk sebagai wadah untuk memperkuat sinergi antara insan pers dengan jajaran TNI, sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberitaan mengenai kegiatan TNI agar tersampaikan secara cepat, akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Seragam ini bukan hanya sebagai identitas, tetapi juga menjadi simbol kekompakan, profesionalisme, dan semangat kebersamaan di antara wartawan yang meliput di lingkungan Kodam I/Bukit Barisan.

"Semoga dapat semakin mempererat silaturahmi dengan jajaran TNI serta meningkatkan kualitas publikasi berbagai kegiatan positif TNI kepada masyarakat," ujar Ryan.

Ia menambahkan, penggunaan seragam wartawan memiliki banyak manfaat, di antaranya menunjukkan identitas profesi jurnalis saat bertugas, meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme ketika melakukan peliputan maupun wawancara, serta memudahkan narasumber, panitia, aparat, dan masyarakat mengenali wartawan sehingga koordinasi di lapangan menjadi lebih efektif.

Selain itu, seragam juga menciptakan keseragaman dan kekompakan antarsesama wartawan, membangun citra positif organisasi pers, meningkatkan keamanan saat bertugas di lokasi keramaian atau kegiatan resmi, serta menumbuhkan rasa bangga, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan profesi jurnalistik sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

Bagi AJMI, seragam wartawan bukan sekadar pakaian kerja, melainkan simbol integritas, profesionalisme, dan komitmen insan pers dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, serta dapat dipercaya kepada masyarakat. Melalui semangat kebersamaan tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara wartawan dan jajaran Kodam I/Bukit Barisan semakin erat demi mendukung penyebarluasan informasi yang edukatif, objektif, dan membangun. (Rel)

Dari Panggung Musik hingga UMKM, Tao Toba JouJou Gerakkan Ekonomi Samosir

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Festival Tao Toba JouJou 2026 kembali menghadirkan semarak hiburan dan geliat ekonomi masyarakat di kawasan Danau Toba. Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati Segmen V Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (6/8/2026) malam.

Tidak sekadar menjadi ruang hiburan, festival yang menggabungkan pertunjukan musik, kuliner lokal, dan pameran produk UMKM ini turut menghadirkan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan kepada masyarakat dan wisatawan.

Sejak pukul 19.00 WIB, kawasan waterfront yang berada tepat di tepian Danau Toba tersebut mulai dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya area pertunjukan maupun stan UMKM yang menawarkan beragam produk dan kuliner khas daerah.

Kemeriahan semakin meningkat ketika Marsada Band tampil di atas panggung. Grup musik dengan sentuhan khas Batak tersebut berhasil menghibur ribuan penonton melalui sejumlah lagu andalannya.

Suasana semakin semarak dengan nyanyian bersama dan sorak-sorai penonton yang memenuhi kawasan Waterfront City Pangururan. Kehadiran Marsada Band menjadi salah satu daya tarik utama pada malam pertama penyelenggaraan Festival Tao Toba JouJou 2026.

Sebelumnya, Aruna Trio turut menghangatkan suasana dengan penampilan musik yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Perpaduan pertunjukan musik dengan pameran UMKM membuat festival ini tidak hanya menjadi tempat masyarakat menikmati hiburan, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk lokal. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan sekaligus mencicipi kuliner dan melihat berbagai produk yang ditawarkan pelaku UMKM.

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, yang turut hadir bersama masyarakat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengunjung yang telah ikut menjaga ketertiban selama berlangsungnya acara.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan wisatawan yang telah hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib. Kita buktikan bahwa Samosir adalah daerah berbudaya yang nyaman untuk dikunjungi,” ujar Ariston.

Menurutnya, kegiatan yang memadukan budaya, hiburan dan ekonomi kreatif tersebut menunjukkan bahwa potensi lokal Samosir memiliki daya tarik yang mampu mendukung peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap semakin banyak wisatawan yang datang ke Samosir. Dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pengrajin, pedagang kuliner, hingga sektor jasa lainnya,” tambahnya.

Ariston juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan dan keramahan dalam setiap kegiatan yang berlangsung di Samosir.

Menurutnya, suasana yang aman, nyaman dan bersih merupakan bagian penting dalam membangun citra Samosir sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan Danau Toba.

Festival Tao Toba JouJou yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan pariwisata dapat dikembangkan secara terintegrasi dengan sektor ekonomi kreatif dan UMKM.

Di balik kemeriahan panggung dan riuh tepuk tangan penonton, terdapat peluang ekonomi yang ikut tumbuh. Pelaku UMKM memperoleh ruang untuk memperluas pasar, produk dan kuliner lokal semakin dikenal, sementara meningkatnya aktivitas wisata turut mendorong pergerakan sektor perdagangan dan jasa.

Ketika musik menggema di tepian Danau Toba, Samosir tidak hanya tampil sebagai daerah dengan panorama alam yang indah, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi budaya, kreativitas dan ekonomi masyarakat.

Festival Tao Toba JouJou 2026 pun menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa kekuatan pariwisata Samosir tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga pada budaya, keramahan masyarakat, kreativitas pelaku UMKM serta berbagai atraksi yang mampu memberikan pengalaman berkesan bagi wisatawan. (D/Smart)



Festival Tao Toba Joujou 2026 Resmi Dimulai, Samosir Bidik Penguatan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Festival Tao Toba Joujou 2026 kembali digelar untuk keempat kalinya di Kabupaten Samosir. Festival yang menjadi kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Bank Indonesia ini resmi dibuka oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, di Segmen V Waterfront City Pangururan, Kamis (06/08/2026).

Pembukaan ditandai dengan petikan benang pada tenun ulos sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan festival yang akan berlangsung selama empat hari. Proses penenunan ulos akan terus berlanjut hingga penutupan festival sebagai makna keberlanjutan dalam merajut budaya, memperkuat kolaborasi, serta menggerakkan perekonomian masyarakat.

Mengusung tema "Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi: Sinergi Penguatan Potensi Daerah untuk Akselerasi Pariwisata Danau Toba", Festival Tao Toba Joujou menjadi ruang sinergi antara pelestarian budaya, pengembangan UMKM, sektor pertanian, digitalisasi ekonomi, dan penguatan sektor pariwisata.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan Parade Budaya dan Agro yang diikuti seluruh kecamatan di Kabupaten Samosir. Beragam potensi daerah ditampilkan melalui miniatur khas, busana adat, pertunjukan seni, hingga komoditas pertanian unggulan yang menjadi identitas masing-masing wilayah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Samosir bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga juga menandatangani komitmen pembentukan Tim Percepatan Ekspor Kabupaten Samosir sebagai langkah memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan daerah agar mampu bersaing di Tingkat Nasional maupun Internasional.

Hadir dalam pembukaan festival antara lain Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah, Deputi Direktur OJK Regional 5 Sumatera Sapriandi, Kepala Divisi Edukasi, Humas, dan Hubungan Kelembagaan LPS I Pramuji Novri Haryanto, Deputi Direktur Bank Indonesia Sumatera Utara Darius Tirtosuharto, jajaran perbankan, BPODT, Forkopimda, Alinea 6, Ketua TP PKK Kabupaten Samosir Kennauli A. Sidauruk beserta jajaran, para asisten, Staf Ahli Bupati, serta pimpinan OPD Kabupaten Samosir.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, mengatakan Festival Tao Toba Joujou merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM, Digitalisasi, dan Pariwisata.

"Bank Indonesia memiliki tugas mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu kami sangat senang ketika peran tersebut disambut Pemerintah Daerah melalui kolaborasi yang kuat," ujar Riza.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini menghadirkan konsep yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain pameran UMKM, festival budaya, dan business matching, untuk pertama kalinya digelar Samosir Run yang ditargetkan menjadi agenda tahunan berskala Nasional.

Riza juga mengapresiasi sinergi yang terus terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Samosir. Menurutnya, Festival Tao Toba Joujou merupakan bagian dari rangkaian Festival Karya Kreatif Indonesia yang akan berlangsung di Jakarta pada Agustus mendatang. Produk-produk unggulan dari wilayah kerja Bank Indonesia Sibolga akan dipromosikan di tingkat nasional. Selama pelaksanaan festival, Bank Indonesia menargetkan sekitar 55 ribu pengunjung hadir di Festival Tao Toba Joujou 2026.

Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang kembali mempercayakan Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah festival.

"Selamat datang di Samosir, negeri indah kepingan surga. Terima kasih kepada Bank Indonesia yang kembali membawa Festival Tao Toba Joujou ke Kabupaten Samosir," kata Vandiko.

Menurutnya, festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang yang mempertemukan budaya, pariwisata, UMKM, dan sektor pertanian dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

"Di sini kita melihat bagaimana budaya, UMKM, dan sektor agro bertemu. Tidak hanya menampilkan potensi, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari Bank Indonesia agar mampu naik kelas hingga menembus Pasar Internasional," ujarnya.

Vandiko menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Tao Toba Joujou telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Para pelaku UMKM memperoleh kesempatan memperluas pasar dan meningkatkan nilai jual produknya. Karena itu, ia berharap festival ini dapat terus diselenggarakan di Kabupaten Samosir.

"Dengan komunikasi yang baik, Tao Toba Joujou dapat kembali hadir di Samosir. Festival ini sudah sangat melekat dengan Samosir dan kami berharap dapat kembali digelar tahun depan karena manfaatnya sangat besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat," ungkapnya.

Bupati juga optimistis transaksi ekonomi digital selama festival akan terus meningkat. Pada tahun 2024 nilai transaksi elektronik tercatat mencapai Rp.1,9 miliar, kemudian meningkat menjadi sekitar Rp.2,5 miliar pada tahun 2025.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha, Pemerintah Kabupaten Samosir akan meningkatkan plafon pembiayaan UMKM hingga Rp.100 juta dengan bunga nol persen yang ditanggung Pemerintah Daerah.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan business matching pembiayaan kepada pelaku usaha, masing-masing dari Bank Sumut sebesar Rp.500 juta, BNI Rp.300 juta, Bank Mandiri Rp.200 juta, dan BRI Rp.170 juta.

Festival Tao Toba Joujou 2026 menghadirkan beragam kegiatan, di antaranya Festival Ulos Boruni Raja, Festival Kopi Para Raja, kuliner khas Batak, pertunjukan budaya, kompetisi lokal, talkshow, layanan pembayaran digital, pasar murah pengendalian inflasi, hingga penampilan artis lokal dan grup musik nasional Cokelat.

Lebih dari sekadar agenda tahunan, Festival Tao Toba Joujou telah berkembang menjadi simbol bagaimana budaya mampu menjadi kekuatan ekonomi. Melalui kolaborasi berbagai pihak, festival ini tidak hanya melestarikan warisan budaya Batak, tetapi juga membuka peluang usaha, memperkuat daya saing produk lokal, dan semakin meneguhkan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata unggulan yang bertumpu pada identitas budaya dan kesejahteraan masyarakat. (D/Smart)

Buka Kampanye Germas Dalam ISPS 2026, Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Penurunan Stunting

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.comWali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, didampingi Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Erwin Suheri Damanik dan Ketua TP PKK Kota Tebing Tinggi, Ny. Hj. Susmira Wanti Iman Irdian, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Kampanye dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam Intervensi Serentak Pencegahan Stunting (ISPS) Kota Tebing Tinggi Tahun 2026 yang digelar di Puskesmas Pembantu (Pustu) Persiakan, Jalan Pulau Sumbawa, Gang Madura, Kamis (06/08/2026).

Mengawali sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas penurunan angka stunting di Kota Tebing Tinggi yang tercatat mengalami penurunan secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Dari 2,1 % pada tahun 2023 menjadi 1,5 % pada tahun 2025, ini angka yang sangat signifikan, alhamdulillah. Ini tidak lepas dari doa dan dukungan Bapak dan Ibu sekalian, serta seluruh stakeholder," ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa Germas memiliki peran yang sangat strategis dalam menekan angka stunting. Pencegahan stunting, menurutnya, harus dimulai dari lingkungan keluarga yang sehat, mencakup kondisi ibu yang sehat sebelum dan selama masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif pada bayi, asupan gizi seimbang bagi balita, imunisasi lengkap, pemantauan pertumbuhan secara rutin, hingga penyediaan sanitasi lingkungan yang baik.

"Seluruh upaya tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi Germas," tegas Wali Kota.

Wali Kota pun berharap sinergi dan kolaborasi yang solid antar pemangku kepentingan dalam menggerakkan Germas dan pencegahan stunting dapat terus terjaga secara berkelanjutan.

"Tolong hadir di tengah-tengah masyarakat, bersama kader Posyandu dilibatkan. Dengan memohon ridho dari Allah SWT, kegiatan ini saya buka secara resmi dan terbuka untuk umum," pungkas Wali Kota.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi, dr. Fitri Sari Saragih, selaku Ketua Panitia melaporkan tren positif penurunan prevalensi stunting di Kota Tebing Tinggi.

"Tahun 2023 sebanyak 2,1 %, tahun 2024 sebanyak 1,7 %, dan tahun 2025 sebanyak 1,5 %. Hal ini tentu tidak lepas dari arahan dan bimbingan Bapak Wali Kota beserta seluruh stakeholder serta dinas terkait yang beririsan dengan upaya pencegahan stunting ini," ungkap Kadis Kesehatan.

Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, serta peran aktif pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait melalui pergerakan Germas dalam mendukung upaya penurunan dan pencegahan stunting di Kota Tebing Tinggi.

Rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan vitamin, peninjauan pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta posyandu di Pustu Persiakan, dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Camat Padang Hulu Nanda Aulia Yusuf, para Lurah se-Kecamatan Padang Hulu, tamu undangan, serta tim peliputan Diskominfo Kota Tebing Tinggi. (Ajs)

Bupati Toba Minta Pejabat Baru Hadirkan Pelayanan Publik yang Cepat dan Akuntabel

BALIGE (Sumut) mediasergap.comBupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, melantik dan mengambil sumpah/janji 39 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba di Balai Data Kantor Bupati Toba, Kamis (06/08/2026). Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sebanyak 39 pejabat yang dilantik terdiri dari enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 16 Pejabat Administrator, dan 17 Pejabat Fungsional. Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil uji kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang telah dilaksanakan pada Juli 2026.

Adapun enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik yakni Donny Raymond Simamora sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Porman Nainggolan sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tumpal Panjaitan sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Wanri Josua sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan, Tagom M. Sihotang sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, serta Maradu Napitupulu sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Dalam arahannya, Bupati Effendi Sintong P. Napitupulu menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan langkah strategis untuk menyegarkan organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Para pejabat yang baru dilantik diminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami tugas dan fungsi jabatan, serta memberikan kinerja terbaik bagi masyarakat.

Menurut Bupati, integritas, loyalitas, disiplin, dan tanggung jawab harus menjadi landasan utama dalam menjalankan amanah sebagai aparatur sipil negara. Selain itu, setiap pejabat dituntut mampu membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung kelancaran pelaksanaan program pembangunan.

Bupati juga menekankan pentingnya menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap birokrasi yang semakin modern.

Sebagai daerah tujuan pariwisata super prioritas, Effendi mengajak seluruh perangkat daerah menciptakan iklim kerja yang kondusif, memperkuat solidaritas antarpegawai, serta melibatkan masyarakat dan dunia usaha dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan seluruh aparatur agar terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika birokrasi, menghindari konflik kepentingan, serta membangun citra positif pemerintah melalui pelayanan yang profesional dan responsif.

Khusus kepada Para Camat yang baru dilantik, Bupati menegaskan agar menjadi ujung tombak pelayanan pemerintah di Tingkat Kecamatan. Camat diminta peka terhadap persoalan masyarakat, mampu mengambil langkah cepat dan inovatif, memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta mengoptimalkan pelayanan publik berbasis digital. Para camat juga diminta menempati rumah dinas yang telah disediakan agar lebih dekat dengan masyarakat dan siap memberikan pelayanan kapan pun dibutuhkan.

Sementara itu, kepada pejabat fungsional, Bupati berpesan agar terus meningkatkan profesionalisme dan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan.

"Saya percaya, dengan semangat, kerja keras, dedikasi yang tinggi, dan kebersamaan, kita mampu mewujudkan Toba Mantap 2029," tegas Effendi.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, Sekretaris Daerah Paber Napitupulu, Ketua TP PKK Kabupaten Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu, Para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala BKPSDM Donald Simanjuntak, Plt. Inspektur Ronald Gultom, Pimpinan Perangkat Daerah, serta tamu undangan lainnya. (Ds)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport