Media Sergap -->





Headline

Cegah Lingkungan Permukiman Memburuk, Wabup Toba Tinjau Drainase di Silamosik Dua

TOBA (Sumut) mediasergap.com — Pemerintah Kabupaten Toba berupaya mencegah penurunan kualitas lingkungan permukiman melalui peninjauan langsung terhadap kawasan yang kerap mengalami genangan air. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Dusun Sosor Dolok, Desa Silamosik Dua, Kecamatan Bonatua Lunasi, yang menghadapi persoalan genangan akibat posisi permukiman lebih rendah dibandingkan saluran drainase.

Untuk melihat kondisi sekaligus mengidentifikasi langkah penanganan, Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus turun langsung meninjau dusun tersebut pada Jumat (16/10/2026), didampingi jajaran terkait dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Toba.

Dusun yang dihuni enam kepala keluarga (KK) itu kerap mengalami banjir setiap kali hujan turun. Kondisi elevasi tanah yang rendah menyebabkan air sulit mengalir menuju saluran drainase maupun persawahan, sehingga mengakibatkan genangan di sekitar rumah warga.

Berdasarkan pantauan di lokasi, genangan air bercampur limbah rumah tangga terlihat di sisi sejumlah rumah. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi mengganggu kenyamanan, kebersihan, dan kesehatan lingkungan masyarakat.

Wakil Bupati Audi Murphy O. Sitorus mengatakan, peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung persoalan yang dihadapi warga sekaligus mencari alternatif penanganan bersama perangkat daerah terkait.

“Kalau hujan turun, air tidak lagi mengalir ke sawah atau ke drainase. Karena itu, kita juga mengajak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk meninjau langsung, dengan harapan persoalan ini bisa kita atasi agar permukiman ini menjadi permukiman yang sehat,” ujarnya.

Menurut Audi, penanganan kawasan permukiman perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan, terutama sistem drainase dan ketinggian tanah, agar langkah yang direncanakan dapat membantu mengurangi genangan yang selama ini dialami warga.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Toba, Ferry Tobing, menjelaskan bahwa kondisi elevasi permukiman yang lebih rendah menjadi tantangan utama dalam penanganan genangan di Dusun Sosor Dolok.

Setelah melakukan peninjauan, pihaknya mengidentifikasi alternatif penanganan berupa peninggian permukaan menggunakan paving block serta pembangunan atau penataan saluran drainase menuju bagian yang lebih rendah.

“Karena elevasinya terlalu rendah, kita upayakan peninggian menggunakan paving block dan juga dengan drainase ke sisi yang lebih rendah agar genangan berkurang,” jelas Ferry.

Ia mengakui bahwa alternatif tersebut belum menjadi solusi maksimal untuk mengatasi seluruh persoalan genangan. Namun, upaya itu diharapkan dapat mengurangi air yang mengendap di sekitar permukiman.

Penanganan lebih lanjut tetap perlu mempertimbangkan kondisi elevasi, arah aliran air, serta kelayakan teknis drainase agar air dapat dialirkan tanpa menimbulkan persoalan baru di kawasan sekitarnya.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengidentifikasi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait kualitas lingkungan tempat tinggal dan pengelolaan air permukaan.

Bagi warga Dusun Sosor Dolok, berkurangnya genangan di sekitar rumah diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan aktivitas sehari-hari sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Toba melalui perangkat daerah terkait diharapkan dapat menindaklanjuti hasil peninjauan dengan perencanaan teknis yang sesuai dengan kondisi lapangan, sehingga penanganan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi enam keluarga yang bermukim di kawasan tersebut.

Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya penanganan persoalan permukiman sejak dini agar kondisi lingkungan tidak semakin memburuk dan masyarakat dapat tinggal di kawasan yang lebih bersih, sehat, aman, dan layak huni. (Dosi)

Polri Hadir di Tengah Masyarakat, Kapolres Aceh Timur Perkuat Pesan Kamtibmas dan Kepedulian Sosial

ACEH TIMUR, mediasergap.com — Memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) membutuhkan sinergi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat. Melalui pendekatan keagamaan dan silaturahmi, Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dalam kegiatan Jumat Keliling di Masjid Al Abrar, Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi jajaran Polres Aceh Timur untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang terbuka dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

Dalam kegiatan itu, Kapolres didampingi Wakapolres Aceh Timur Kompol H. Abdul Muin, S.H., M.M., sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Aceh Timur, serta Kapolsek Ranto Peureulak Ipda Andika Darmawan, S.E

Usai melaksanakan salat Jumat bersama jamaah, Kapolres menyampaikan pesan kamtibmas dan mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap situasi keamanan di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, upaya menjaga keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat melalui sikap peduli, kewaspadaan, serta komunikasi yang baik dengan aparat keamanan.

“Keamanan bukan hanya menjadi tugas Polri. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan, serta segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban,” ujar AKBP Aris.

Ia menegaskan, partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini. Hubungan yang harmonis antara Polisi dan Warga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Pelayanan Kepolisian.

“Ketika masyarakat peduli terhadap lingkungannya, saling mengingatkan dan tidak ragu memberikan informasi kepada polisi, maka upaya menjaga kamtibmas akan semakin kuat. Mari kita jadikan keamanan sebagai tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Selain menyampaikan pesan keamanan, kegiatan Jumat Keliling tersebut juga diisi dengan kepedulian terhadap pembangunan sarana ibadah. Pada akhir kegiatan, Kapolres Aceh Timur menyerahkan bantuan semen secara simbolis kepada panitia pembangunan Masjid Al Abrar yang saat ini sedang menjalani renovasi.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses renovasi masjid sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan lebih nyaman.

Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polres Aceh Timur terus mendorong terbangunnya komunikasi yang erat dengan masyarakat, tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan.

Sinergi antara Kepolisian, Tokoh Agama, dan Masyarakat diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan lingkungan yang aman, damai, serta kondusif di Kabupaten Aceh Timur. (SA)

Green Policing, Kapolda Sumut Pimpin Penanaman Pohon di Mapolda

MEDAN (Sumut) mediasergap.com – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., memimpin kegiatan penanaman pohon (Green Policing) di lingkungan Markas Polda Sumatera Utara (Mapolda Sumut), Jumat (16/10/2026). 

Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Polda Sumut dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup sekaligus membangun kepedulian personel Polri terhadap pentingnya penghijauan.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut diikuti Wakapolda Sumut, para pejabat utama (PJU) Polda Sumut, serta personel dan panitia yang terlibat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Kapolda Sumut bersama para pejabat utama.

Prosesi penanaman pohon berlangsung sebagai wujud dukungan terhadap terciptanya lingkungan kerja yang hijau, asri, dan berkelanjutan. Setelah penanaman dan sesi foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan arahan Kapolda Sumut kepada para pejabat utama.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan Green Policing merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan yang perlu diwujudkan melalui aksi nyata dan berkesinambungan.

“Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk komitmen Polda Sumut dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari hal-hal sederhana dan dilakukan secara konsisten,” ujar Ferry.

Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut, Polda Sumut mendorong seluruh personel untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari budaya kerja dan kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, lingkungan yang hijau dan terawat tidak hanya menciptakan suasana kerja yang nyaman, tetapi juga menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kualitas lingkungan bagi generasi mendatang.

“Harapannya, semangat Green Policing dapat terus diterapkan dan dikembangkan, tidak hanya di lingkungan Mapolda Sumut, tetapi juga dalam pelaksanaan tugas kepolisian di tengah masyarakat. Dengan demikian, Polri dapat berkontribusi dalam membangun kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian alam,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Polda Sumut menegaskan dukungannya terhadap upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan. Penanaman pohon di lingkungan Mapolda Sumut diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mewujudkan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan lestari. (Rel)

Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Pemerintah Pusat Atas Revitalisasi Belasan SD dan SMP

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com - Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Utara, atas bantuan revitalisasi sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Tebing Tinggi.

Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota saat memberikan sambutan dalam acara Peninjauan Sekolah Penerima Hasil Revitalisasi Tahun 2026 Bersama Kemendikdasmen dan BPMP Sumut di SD Negeri 165735, Jalan Ir. H. Djuanda, Kelurahan Karya Jaya, Jumat (16/10/2026).

“Kami sangat terbantu dengan adanya dana revitalisasi dari pemerintah pusat serta jajaran pemerintah provinsi yang hadir dan terus mendukung Pemerintah Kota Tebing Tinggi. Kami juga pemerintah daerah dengan anggaran yang terbatas, kami menerima bantuan ini dengan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar investasi jangka panjang, melainkan juga pemenuhan sarana dan prasarana belajar mengajar secara optimal.

“Lingkungan sekolah harus aman dan nyaman. Ini yang harus diterapkan oleh seluruh kepala sekolah di Kota Tebing Tinggi, dan semuanya harus berjalan sesuai regulasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Tebing Tinggi, Muhammad Deni Saragih, menjelaskan bahwa SD Negeri 165735 mendapat alokasi anggaran revitalisasi tahun 2026 dari Kemendikdasmen sebesar Rp633 juta.

Deni mengungkapkan, perbaikan dilakukan untuk mengatasi masalah banjir tergenang yang kerap melanda sekolah tersebut saat hujan deras.

“Berdasarkan informasi sebelumnya, sekolah ini sering tergenang saat hujan. Karena itu, posisinya ditinggikan. Alhamdulillah, sejak selesai direhabilitasi, air tidak lagi menggenang meski turun hujan deras. Saat ini, SD Negeri 165735 menampung 212 siswa dengan 12 tenaga pendidik,” jelas Deni.

Ia menambahkan, cakupan revitalisasi di SD Negeri 165735 meliputi perbaikan enam ruang kelas (kelas 1 hingga 6), pengecatan ulang ruang administrasi, ruang kepala sekolah, toilet, serta satu unit rumah dinas.

Program perbaikan ini pun disambut hangat oleh warga sekolah dan orang tua murid. Mifta Rizki Amalia, salah satu orang tua siswa kelas 3, mengaku anak-anak kini jauh lebih bersemangat untuk pergi ke sekolah.

"Fasilitas dan lingkungan sekolah yang baru ini membuat anak-anak lebih bersemangat. Kami sangat berterima kasih atas program pemerintah ini, sekolah kami menjadi jauh lebih baik," tuturnya.

Senada dengan Mifta, perwakilan Komite Sekolah, Abdul Halim Sinaga, turut mengapresiasi bantuan pemerintah tersebut. Ia menilai, pembuatan sekat pada pagar belakang sekolah tidak hanya menambah kenyamanan, tetapi juga membuat lingkungan belajar menjadi lebih aman.

Usai memberikan sambutan, Wali Kota bersama rombongan meninjau ruang kelas dan melihat langsung proses pembelajaran interaktif menggunakan smartboard.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke SMP Negeri 6 di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kelurahan Pabatu. Di SMP Negeri 6, Perwakilan Kemendikdasmen/BPMP Sumatera Utara selaku Penanggung Jawab Program (PIC), Arofah Mega Siregar, menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan bentuk pengawalan terhadap Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.

Program PHTC dirancang untuk mempercepat rehabilitasi, renovasi, infrastruktur fisik, serta mendorong digitalisasi sarana pendidikan di seluruh Indonesia.

“Melalui PHTC, gedung dan lingkungan sekolah diperbaiki agar nyaman digunakan, sementara digitalisasi dihadirkan melalui penyediaan perangkat interaktif digital di kelas,” terang Mega.

Mega mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas pendidikan yang telah dibangun.

“Program ini dibiayai oleh uang masyarakat, sehingga harus kita dukung dan jaga bersama. Semoga seluruh sarana yang telah dibangun ini membawa berkah bagi kita semua,” pungkasnya.

Sebagai informasi, total alokasi anggaran revitalisasi sekolah di Kota Tebing Tinggi tahun 2026 menyasar 12 unit SD dengan total anggaran sebesar Rp4.978.184.446,- serta 4 unit SMP dengan total anggaran sebesar Rp1.873.008.000,-.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Erwin Suheri Damanik, para Camat dan Lurah se-Kecamatan Rambutan dan Padang Hulu, jajaran Kepala Sekolah SD Negeri 165735 dan SMP Negeri 6, para tamu undangan, serta tim peliputan Diskominfo Kota Tebing Tinggi. (Ajs)

Bidang Drainase PUPR SDABMBK Medan Diduga Sarang Korupsi dan Penyalahgunaan Anggaran, Proyek Drainase Jalan Bhayangkara Dalam Papan Proyek Tidak Ada Volume

MEDAN (Sumut) mediasergap.com — Pengerjaan proyek peningkatan sistem drainase perkotaan di Jalan Bhayangkara menuju simpang Jalan Willem Iskandar, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, menuai persoalan. Proyek bernilai Rp6.934.239.708 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 itu diduga menjadi ajang Korupsi pejabat dinas terkait.

Selain kondisi pengerjaan yang dinilai amburadul, volume pekerjaan juga tidak tercantum secara jelas pada plang proyek di lokasi.

Berdasarkan plang pekerjaan, proyek tersebut berada di bawah Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kota Medan, dengan nomor kontrak 013/SP/24.3/APBD/2026 dan kontraktor pelaksana CV Harapan Indah. Namun, tidak dicantumkannya volume pekerjaan pada papan informasi memunculkan pertanyaan serius mengenai keterbukaan informasi dan kemudahan masyarakat dalam mengawasi penggunaan anggaran daerah.

Persoalan semakin mengemuka ketika pengerjaan drainase di lapangan diduga dilakukan secara terputus-putus dan melompat di sejumlah titik. 

Keberadaan tiang listrik disebut menjadi alasan pekerjaan tidak dilaksanakan secara berkesinambungan. Alasan tersebut perlu diuji melalui penjelasan teknis yang jelas, bukan sekadar dijadikan pembenaran atas pola pengerjaan yang menimbulkan tanda tanya.

Keberadaan tiang listrik memang dapat menjadi kendala teknis. Namun, pelaksana proyek dan pengawas seharusnya memiliki metode kerja yang sesuai dengan kondisi lapangan serta tetap mengacu pada gambar perencanaan dan spesifikasi kontrak. 

Jika terdapat perubahan metode atau penyesuaian titik pekerjaan, dasar teknis dan persetujuannya harus dapat dipertanggungjawabkan.

Tak hanya persoalan teknis, keterbukaan informasi proyek juga patut dipertanyakan. Informasi mengenai plang kontrak disebut diperoleh melalui pesan WhatsApp dari pengawas proyek berinisial Donal. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengapa informasi pekerjaan bernilai hampir Rp7 miliar tersebut tidak disajikan secara lengkap dan mudah diakses masyarakat melalui papan informasi di lokasi.

Papan proyek bukan sekadar formalitas untuk memenuhi administrasi. Informasi mengenai nilai kontrak, sumber anggaran, pelaksana, waktu pengerjaan, dan volume pekerjaan harus menjadi dasar bagi masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan proyek.

Tanpa informasi volume yang jelas, masyarakat kesulitan membandingkan pekerjaan yang terlihat di lapangan dengan target yang tercantum dalam dokumen kontrak.

Dinas SDABMBK Kota Medan dan CV Harapan Indah harus memberikan penjelasan terbuka mengenai volume pekerjaan, metode pengerjaan di sekitar tiang listrik, serta alasan pekerjaan yang diduga melompat-lompat di sejumlah titik.

Pengawas proyek berinisial Donal juga perlu menjelaskan bagaimana pengawasan dilakukan dan bagaimana kesesuaian pekerjaan dengan kontrak dipastikan.

Inspektorat Kota Medan patut turun memeriksa apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian antara pelaksanaan di lapangan dan dokumen kontrak. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah persoalan tersebut murni kendala teknis atau terdapat penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan daerah.

Dinas SDABMBK Kota Medan dan CV Harapan Indah tidak boleh mengabaikan persoalan ini. Pengawas proyek berinisial Donal juga harus menjelaskan dasar pelaksanaan pekerjaan yang melompat-lompat dengan alasan tiang listrik, sementara volume pekerjaan tidak tercantum pada plang proyek.

Proyek bernilai Rp6,93 miliar ini menuntut keterbukaan dan pertanggungjawaban. Jangan sampai alasan teknis dan minimnya informasi justru menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mengawasi penggunaan uang daerah.

Sehingga kuat dugaan Proyek proyek Drainase PPUR SDABMBK sudah menjadi sarang Korupsi pejabat dinastersebut.

Lebih mirisnya Lagi Kepala Bidang Drainase PUPR  SDA BMBK Kota Medan dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsAppnya hingga bikin tidak tidak pernah memberi jawaban lebih memilih bungkam dan telah Kangkangi UU No 14 THN 2008 tentang keterbukaan informasi Publik. (M)

Sempat Buron Dua Tahun, Satreskrim Polres Padang Lawas Tahan Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan Anak

PADANG LAWAS (Sumut) mediasergap.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Padang Lawas resmi menetapkan dan menahan seorang pria berinisial PN atas dugaan kasus perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur. Penahanan dilakukan usai penyidik melakukan gelar perkara dan melengkapi bukti-bukti formil.

Kapolres Padang Lawas, AKBP Dodik Yulianto, melalui Kasat Reskrim Polres Padang Lawas, AKP Irwansah Sitorus, membenarkan penanganan perkara tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (14/10/2026).

“Tersangka PN saat ini telah kita amankan dan menjalani penahanan di Ruang Tahanan Polri (RTP) Polres Padang Lawas untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar AKP Irwansah Sitorus.

Kasus ini berawal dari Laporan Polisi Nomor LP/B/96/V/2024/SPKT/POLRES PADANG LAWAS/POLDA SUMATERA UTARA yang dilayangkan oleh pelapor berinisial NN pada 6 Mei 2024 lalu.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi dugaan pencabulan tersebut diduga terjadi pertama kali pada pertengahan tahun 2023 sekitar pukul 17.00 WIB di kediaman tersangka kawasan Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas. Perbuatan berulang kembali terjadi pada Minggu, 5 Mei 2024 sekitar pukul 15.00 WIB di lokasi yang sama hingga pihak keluarga melaporkan hal tersebut ke Mapolres Padang Lawas.

Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, tim penyidik Satreskrim Polres Padang Lawas yang dipimpin Ipda Hasan Basri Harahap bersama Briptu Nico Stafanus, Briptu Deni Hasibuan, dan Bripda Yudha M. H. Harahap langsung melakukan penyelidikan mendalam.

Perkara ini secara resmi ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan pada 11 Juni 2024. Selanjutnya, berdasarkan hasil keputusan gelar perkara pada Selasa (13/10/2026), polisi secara resmi menerbitkan Surat Ketetapan Penetapan Tersangka S.Tap/83/X/Res.1.24./2026/Reskrim.

"Setelah penetapan tersangka dan penerbitan Surat Perintah Penangkapan serta Penahanan, tersangka PN kami amankan dan periksa secara intensif mulai Senin malam hingga Selasa dini hari,” jelas Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya, tersangka PN dijerat dengan pasal berlapis terkait perlindungan anak dan tindak pidana kekerasan seksual.

Pasal yang disangkakan meliputi Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 6 huruf b Jo Pasal 15 huruf b dan g UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), serta mengacu pada ketentuan UU RI No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menuntaskan penanganan perkara ini secara profesional dan transparan guna memberikan keadilan bagi korban. (Rel)

Peduli Dayah! Bupati Aceh Timur Bantu Sapi dan Tenda untuk Muzakarah Ulama Ke-IX di Darul Ihsan

ACEH TIMUR, mediasergap.com – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si, menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia dayah dan ulama dengan memberikan bantuan berupa satu ekor sapi dan tenda acara untuk mendukung kelancaran kegiatan Muzakarah Ulama Ke-IX.

Kegiatan bergengsi tersebut akan berlangsung di Dayah Al-Maimanah, Gampong Keude Dua, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur.

Bantuan tersebut diserahkan langsung dalam rangka mendukung terselenggaranya kegiatan Muzakarah Ulama dengan baik dan lancar.

Selain untuk kelancaran acara, bantuan ini juga menjadi bentuk nyata upaya mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dengan para ulama dan pimpinan dayah di Aceh Timur.

Kepada awak media ini Bupati Aceh Timur, Kamis (15/10/2026) mengatakan bantuan sapi tersebut diserahkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi selama kegiatan berlangsung, sementara bantuan tenda acara disiapkan untuk kenyamanan para tamu undangan dan peserta Muzakarah Ulama Ke-IX yang akan hadir dari berbagai daerah.

Langkah Bupati Al-Farlaky ini mendapat apresiasi dari masyarakat, karena dinilai sangat peduli terhadap penguatan syariat Islam dan pemberdayaan dayah sebagai pusat pendidikan agama dan moral umat.

Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan pelaksanaan Muzakarah Ulama Ke-IX di Dayah Al-Maimanah dapat berjalan sukses, khidmat, dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Aceh Timur. (SA)

Sinergi Pemprov Sumut dan Pemkab Samosir, Bus Gratis Permudah Mobilitas Pelajar

Samosir (Sumut) mediasergap.com - Upaya Pemerintah Kabupaten Samosir memperluas akses dan meningkatkan keselamatan pelajar menuju sekolah mendapat respons dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Sebanyak enam unit Bus Perintis gratis khusus pelajar resmi hadir di Kabupaten Samosir dan akan melayani antar-jemput siswa di Kecamatan Nainggolan dan Onan Runggu.

Penyerahan sekaligus launching Bus Perintis dilaksanakan secara serentak di lima kabupaten dari Kabupaten Asahan, oleh Gubsu Bobby Afif Nasution  dan Untuk Kabupaten Samosir dipusatkan di Kompleks HKBP Nainggolan Kecamatan Nainggolan, Kamis (15/10/2026). 

Bupati Samosir  Vandiko T. Gultom secara resmi memberangkatkan Bus perintis untuk melakukan tugas pelayanan dan akan beroperasi sejak Jumat 16 Oktober 2026 dengan biaya sepenuhnya ditanggung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meluncurkan 33 unit Bus Perintis untuk pelayanan pelajar di lima kabupaten, mencakup 12 kecamatan dan 49 sekolah. Dari jumlah tersebut, enam unit dialokasikan untuk Kabupaten Samosir. 

Bus Perintis tersebut akan memberikan layanan antar-jemput secara gratis tanpa biaya bagi siswa. Kehadiran transportasi khusus pelajar ini diharapkan dapat meringankan beban biaya transportasi orang tua sekaligus meningkatkan keselamatan anak-anak dalam perjalanan menuju dan pulang dari sekolah. 

Bupati Vandiko menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution atas perhatian dan respons terhadap usulan masyarakat Kabupaten Samosir.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Samosir, Kami mengapresiasi bantuan Bapak Gubsu Bobby Afif Nasution dengan fasilitas Bus Perintis. Bus  ini sangat membantu bagi siswa di Kabupaten Samosir, mempermudah akses dan terutama menjaga keselamatan anak-anak menuju sekolah,” ujar Vandiko.

Vandiko menjelaskan bahwa kebutuhan transportasi antar-jemput pelajar tersebut telah lama disampaikan  masyarakat, khususnya di Kecamatan Nainggolan dan Onan Runggu pada saat berkantor di Desa (Bunga Desa). Kondisi rute dan jarak tempuh yang cukup jauh serta tingginya risiko kecelakaan, menurutnya menjadi salah satu alasan pentingnya kehadiran transportasi khusus bagi pelajar.

“Usulan ini kita teruskan kepada Gubernur dan puji Tuhan kita memiliki Gubernur yang rajin turun ke masyarakat dan  responsif. Kita patut berbangga mendapatkan program ini, apa yang menjadi usulan masyarakat akhirnya dapat kita rasakan bersama,” katanya.

Vandiko berharap program Bus Perintis dapat terus berkesinambungan dan cakupan rutenya diperluas pada tahun mendatang sehingga semakin banyak pelajar di Kabupaten Samosir yang mendapatkan akses transportasi aman, nyaman  dan gratis.

Bupati juga meminta seluruh pihak ikut mengawasi pelaksanaan program, terutama memastikan kondisi fisik kendaraan dan stamina pengemudi agar tetap baik serta pelayanan berjalan sesuai ketentuan.

“Saya titip agar kita sama-sama mengawasi, karena ini menyangkut nyawa dan keselamatan anak-anak kita,” tegasnya.

Pemkab Samosir, lanjut Vandiko, siap melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut serta terus membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.   

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa pendidikan merupakan sektor utama dalam pembangunan Sumatera Utara. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus dibarengi dengan pemenuhan berbagai kebutuhan pendukung, termasuk akses transportasi bagi anak-anak yang tinggal jauh dari sekolah.

“Anak sekolah dengan jangkauan jauh ke sekolah harus dilayani melalui antar-jemput yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” ujar Bobby.

Bobby menekankan agar layanan Bus Perintis gratis dapat berlangsung secara berkelanjutan dan benar-benar memberikan kemudahan bagi pelajar untuk memperoleh akses pendidikan. Bus tersebut juga dilengkapi aplikasi digital dan CCTV untuk memastikan proses antar-jemput berlangsung dengan baik dan tepat sasaran.

Selain membantu mengurangi beban biaya orang tua, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pelajar dengan mengurangi penggunaan sepeda motor oleh anak di bawah umur serta menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

Secara keseluruhan, sebanyak 33 unit Bus Perintis disiapkan untuk melayani masyarakat di Kabupaten Asahan, Batubara, Nias Utara, Padang Lawas Utara dan Samosir. Program tersebut mencakup perjalanan sekitar 2.128 kilometer dan memberikan subsidi angkutan kepada lebih dari 1.000 pelajar.

Kepala SMA Negeri 1 Onan Runggu, Manatar Samosir, menyambut baik hadirnya program tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan transportasi pelajar.

“Sudah lama kami tunggu program ini. Orang tua dan siswa banyak yang bertanya kapan bisa berjalan, agar siswa bisa belajar dengan nyaman. Dan saat ini sudah hadir, terima kasih kepada Bapak Gubernur dan bapak Bupati Samosir” ujarnya.

Sementara itu, UPTD PSP Wilayah II Laksana Hasugian menjelaskan, Bus Perintis diperuntukkan bagi anak sekolah yang memiliki keterbatasan kendaraan dan berada pada wilayah yang membutuhkan pelayanan transportasi. 

“Bus ini mulai beroperasi besok pagi. Rute yang akan dilalui sudah ada di Nainggolan dan Onan Runggu. Setiap sekolah yang dilalui sekitar 15 kilometer per hari, dengan layanan antar-jemput dua kali,” jelasnya.

Ia menyebutkan, bus akan mulai beroperasi sekitar pukul 06.00 WIB. Ia berharap program tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat Samosir.

Dengan hadirnya enam Bus Perintis gratis tersebut, Pemkab Samosir berharap akses transportasi pelajar semakin aman, nyaman dan terjangkau. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi Pemkab Samosir dan Pemprov Sumatera Utara dalam memastikan pelayanan pendidikan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.

Di sisi lain, terkait kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Utara, Bupati Samosir mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.

Pemkab Samosir juga akan menindaklanjuti instruksi Gubernur Sumatera Utara terkait kemungkinan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh apabila kondisi kabut asap semakin mengganggu kesehatan dan aktivitas belajar siswa.

Gubernur Bobby Nasution menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kabut asap, termasuk melalui modifikasi cuaca di sejumlah wilayah. (D/Smart)

Pemkab Toba Siapkan Bantuan Fasilitas SD Meranti Barat, Perbaikan Dilakukan Bertahap

Toba (Sumut) mediasergap.com - Wajah Fitriani Sitohang tampak berseri. Plt Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) SD Negeri Meranti Barat, Kecamatan Silaen, itu senang keluhan soal fasilitas sekolahnya langsung ditanggapi Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu.

Sebelumnya, Fitriani menyampaikan keluhan saat Bupati melakukan kunjungan kerja di Desa Meranti Barat, Kamis (15/10/2026). Keluhan meliputi perlunya rehab ringan atap dan plafon ruang kelas, tambahan mobiler, akses internet hingga pembangunan toilet sekolah.

Bupati Effendi mengatakan, kunjungan kerja bersama sejumlah pimpinan OPD dilakukan setelah menerima laporan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Toba serta pemberitaan di media massa terkait minimnya sarana prasarana di sekolah tersebut.

Dalam kunjungan itu, Bupati memerintahkan dinas terkait untuk menginventarisasi kebutuhan sekolah.

“Apa yang bisa diberikan tahun ini,” tanya Bupati kepada Kepala Disdikpora Toba, Donny Raymond Simamora.

Donny menjawab, pada tahun 2026 ini pihaknya akan  segera menyerahkan bantuan mobiler , komputer dan akses internet. Sementara sarana prasarana lainnya direncanakan untuk tahun 2027.

Bupati berharap pemenuhan sarana secara bertahap pada 2026 dan 2027 dapat meningkatkan semangat belajar mengajar.

“Semoga lebih giat lagi belajar ya anak-anak,” ujarnya.

Bupati juga mengapresiasi prestasi dua siswa sekolah tersebut, Ester Apriani Panjaitan dan Salomo Marvel Nainggolan, yang lolos seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) IPA tingkat provinsi.

“Apa yang kalian mohonkan bisa kalian dapatkan sama dengan teman-teman kalian yang ada di Balige,” kata Effendi menegaskan kembali hal sarana prasarana sekolah.

Berdasarkan laporan kepala sekolah, SD yang berada di pelosok ini memiliki 4 rombongan belajar dengan 20 siswa dan 5 guru. Atap sekolah juga pernah rusak dan mengalami bocor akibat dihantam angin puting beliung beberapa waktu lalu.

Plt Kepala Desa Meranti Barat, Rizal Siagian, yang turut hadir juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Bupati Toba dan jajarannya serta menitipkan harapan perbaikan akses jalan menuju desa.

Menanggapi hal itu, Bupati menyebut perbaikan akses jalan, termasuk jalan penghubung ke desa tetangga di Kecamatan Pintupohan Meranti, akan dilakukan secara bertahap melalui Dinas PUTR.

Di akhir kunjungan, Bupati memberikan bingkisan kepada siswa dan guru, serta buku bacaan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Sebelumnya, dalam perjalanan menuju desa tersebut, Bupati dan rombongan singgah di UPTD SD Negeri 2 Sibide. Di sana, Bupati berdialog dengan siswa dan guru serta memberikan tali asih dan bola kaki. (Dosi)

Bangun Pariwisata Berkelanjutan, Samosir Dorong Investor Bermitra dengan UMKM

Samosir (Sumut) mediasergap.com - Pariwisata Samosir tidak lagi hanya berbicara tentang keindahan Danau Toba, budaya Batak dan bentang alamnya. Di balik geliat kunjungan wisatawan, terbuka ruang ekonomi yang semakin luas dari investasi, tumbuhnya usaha mikro dan UMKM, hingga peluang kolaborasi antara pelaku usaha dan masyarakat lokal. Potensi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mendorong pariwisata yang tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. 

Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemkab Samosir menggelar Forum Investasi dengan tema penguatan sinergi investasi, Corporate Social Responsibility (CSR), dan ekonomi lokal untuk pariwisata berkelanjutan di Hotel Labersa, Kamis (15/10/2026).

Forum tersebut dibuka Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, sebagai ruang mempertemukan pemerintah daerah, pemerintah pusat, pengelola kawasan pariwisata, perbankan, dunia usaha, investor hingga pelaku ekonomi lokal untuk membangun kesepahaman dan langkah konkret dalam mengembangkan Samosir sebagai destinasi wisata berkelas internasional.

Wakil Bupati Ariston mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan pariwisata di Kabupaten Samosir yang dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi modal untuk memperkuat posisi Samosir sebagai destinasi wisata internasional sekaligus menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.

“Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu faktor utama dan paling penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kegiatan penanaman modal harus terus didorong dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif,” ujar Ariston.

Sebagai bagian dari Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba sekaligus kawasan yang berada di jantung Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Samosir memiliki daya tarik yang semakin kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Peningkatan kunjungan tersebut turut membuka peluang investasi yang semakin beragam, mulai dari usaha mikro hingga usaha berskala besar.

Ariston menegaskan, sektor pariwisata merupakan salah satu pilar penting penggerak perekonomian daerah. Kekayaan alam, budaya dan kearifan lokal Samosir menjadi modal besar yang harus dikelola secara berkelanjutan agar pertumbuhan pariwisata memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Melalui forum investasi ini, Pemerintah Kabupaten Samosir mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif dan menarik bagi investor untuk menanamkan modal serta menjalankan usahanya di Samosir,” katanya.

Hingga tahun 2025, total realisasi investasi di Kabupaten Samosir telah mencapai Rp1,771 triliun. Capaian tersebut, menurut Ariston, menunjukkan bahwa iklim investasi di Samosir semakin berkembang dan memiliki prospek yang positif.

Untuk semakin memberikan kepastian dan kemudahan bagi dunia usaha, Pemkab Samosir juga telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2026 tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi.

Insentif tersebut antara lain berupa pengurangan, keringanan atau pembebasan pajak daerah; pengurangan, keringanan atau pembebasan retribusi daerah; serta pemberian modal kepada pelaku usaha mikro, kecil dan koperasi di daerah. Sementara kemudahan investasi diberikan melalui penyediaan data dan informasi peluang investasi, fasilitasi penyediaan lahan serta penyederhanaan dan percepatan proses perizinan melalui pelayanan terpadu satu pintu. Namun, kemudahan berinvestasi tersebut berjalan beriringan dengan tanggung jawab pelaku usaha terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Setiap pelaku usaha berhak mendapat insentif dan kemudahan investasi sesuai dengan undang-undang, namun harus memiliki kewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial atau CSR sebagai komitmen moral dan etis perusahaan untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Ariston.

Menurutnya, CSR tidak semata-mata menjadi kewajiban perusahaan, tetapi dapat menjadi instrumen kolaborasi untuk memperkuat pembangunan daerah. Karena itu, ia mengajak pelaku usaha menyelaraskan program CSR dengan program prioritas pemerintah sehingga manfaatnya lebih tepat sasaran dan dirasakan masyarakat.

Ariston juga menekankan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tengah besarnya perkembangan investasi di Samosir. Kehadiran investor harus membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata.

“Investor kami harapkan dapat berkolaborasi dengan pelaku UMKM, sehingga produk masyarakat, baik kerajinan tangan maupun kuliner, dapat terserap dengan baik,” ujarnya.

Pemkab Samosir sendiri telah memberikan dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal melalui program subsidi bunga nol persen bagi UMKM. Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah membuka akses pembiayaan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.

Bagi Ariston, membangun pariwisata berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah seorang diri. Pemerintah, investor, pelaku usaha, masyarakat, perbankan dan seluruh pemangku kepentingan harus berada dalam satu ekosistem pembangunan.

“Mari berperan aktif sesuai kapasitas masing-masing. Melalui forum ini, kita harapkan tercipta komitmen bersama, kesepakatan kerja sama serta langkah konkret yang dapat diimplementasikan langsung di lapangan demi kemajuan pariwisata Samosir,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Samosir Pilippi Simarmata menjelaskan, Forum Investasi tersebut menjadi ruang dialog interaktif untuk memperoleh informasi mengenai kemudahan maupun kendala perizinan, sekaligus mempromosikan peluang investasi dan penguatan ekonomi lokal.

Selain itu, forum tersebut menjadi sarana untuk menyosialisasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bentuk partisipasi serta kontribusi pelaku usaha dalam mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

“Forum ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi pembangunan daerah dan masyarakat,” jelasnya.

Forum Investasi diikuti berbagai pemangku kepentingan, di antaranya PHRI, KADIN, BPODT,  Pemerintah,  pelaku usaha dan investor. Kegiatan dibagi dalam dua sesi dengan pembahasan mengenai profil investasi dan pariwisata DPSP Danau Toba-Samosir serta sosialisasi kewajiban tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Deputi Manajemen Investasi Kementerian Pariwisata Ari Prasetyo mewakili Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Haryo Yudho Sedewo, Direktur Destinasi Pariwisata BPODT Mosanda Tampubolon, Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Hasudungan P. Siburian, Sekretaris DPMPTSP Provinsi Sumatera Utara Bisman Ritonga, Ketua Kadin Taput Maya Situmorang, mewakili Bapperida Sumut Ronny Iswandi, Forkopimda Kabupaten Samosir, para Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang dan pimpinan OPD lainnya, pelaku usaha dan investor.

Dari forum tersebut,  Pemkab Samosir menegaskan komitmen yang semakin jelas bahwa  investasi tidak berhenti pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi harus mampu menghidupkan ekonomi lokal, memperkuat masyarakat dan menjaga keberlanjutan pariwisata Samosir. (D/Smart)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport