Media Sergap -->








Headline

Green Policing Polres Toba: Kapolres Bersama Masyarakat Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Terhadap Kelestarian Lingkungan

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dan berkelanjutan. Semangat tersebut ditunjukkan Kapolres Toba AKBP V.J. Parapaga, S.I.K., melalui kegiatan Green Policing dalam program Kapolri Polisi Bersama Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Haunatas II, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata keterlibatan Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat. Bersama jajaran Polres Toba, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, dan Warga setempat, Kapolres Toba turut melaksanakan penanaman berbagai jenis pohon sebagai langkah sederhana namun bermakna dalam menjaga keseimbangan alam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bibit tanaman kepada Sekretaris Camat Laguboti, Edward Sidabutar, dan Kepala Desa Siraja Gorat, Volda Pasaribu. Selanjutnya, Kapolres Toba bersama unsur pemerintah dan masyarakat melaksanakan penanaman pohon secara simbolis di atas lahan seluas kurang lebih 1 rante atau 400 meter persegi.

Adapun jenis tanaman yang ditanam meliputi alpukat, cokelat, durian, mangga, dan kemiri. Selain mendukung penghijauan, penanaman berbagai jenis tanaman tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis dan nilai ekonomis bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Toba AKBP V.J. Parapaga, S.I.K., menyampaikan bahwa Green Policing merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya membangun hubungan kemitraan yang semakin erat antara kepolisian dan masyarakat.

Menurutnya, menjaga dan merawat lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah maupun Aparat Kepolisian, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan keterlibatan bersama untuk menjaga kelestarian alam, memperluas ruang terbuka hijau, serta mengurangi risiko bencana lingkungan seperti banjir dan kerusakan ekosistem.

Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diajak untuk tidak hanya menanam pohon, tetapi turut menjaga dan merawatnya agar dapat tumbuh serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.

Pelaksanaan kegiatan Green Policing tersebut sekaligus mencerminkan implementasi program Kapolri Polisi Bersama Masyarakat, bahwa kehadiran Polri tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mengambil bagian dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pelestarian lingkungan.

Polres Toba berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari menanam pohon, menjaga kebersihan, hingga merawat alam di lingkungan masing-masing. (Dosi)

Menanam Hari Ini, Menjaga Kehidupan Esok Hari. Bersama Polri dan Masyarakat, Wujudkan Lingkungan yang Hijau, Lestari, dan Berkelanjutan.



Bareskrim Polri dan Polda Sumut Ungkap Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi, Produksi Capai Rp14,1 Miliar

DELI SERDANG (Sumut) mediasergap.com – Satgas Pangan Bareskrim Polri bersama Polda Sumatera Utara dan instansi terkait mengungkap dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dalam produksi dan perdagangan beras fortifikasi yang tidak sesuai dengan klaim kandungan gizi pada label kemasan.

Pengungkapan tersebut dilakukan melalui penyelidikan terhadap aktivitas produksi di kilang padi PT UDS, Kecamatan Tembung, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Hasil pemeriksaan laboratorium menemukan adanya ketidaksesuaian antara kandungan gizi beras dengan informasi yang tercantum pada kemasan.

Dalam konferensi pers di lokasi produksi, Jumat (30/10/2026), Kasatgas Pangan Polri Kombes Pol. Suhasto, S.I.K., M.H., mengungkapkan terdapat empat merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi kesesuaian label, yakni Penari Bangkok, Golden 111 Biru, Golden 111 Merah, dan Ikan Mas Cupang.

"Pengambilan sampel dilakukan oleh petugas pengambil contoh dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, kemudian diuji di laboratorium. Dari hasil pengujian ditemukan bahwa mutu dan kandungan gizinya tidak sesuai dengan informasi yang tercantum pada label kemasan," ungkap Suhasto.

Beras fortifikasi sendiri merupakan beras putih yang diperkaya dengan zat gizi mikro, seperti zat besi, zinc, dan vitamin B kompleks. Produk tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Namun, ketidaksesuaian kadar kandungan gizi, baik lebih rendah maupun lebih tinggi dari standar yang dicantumkan, dapat menyebabkan tujuan pemenuhan gizi tidak tercapai secara optimal dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan apabila dikonsumsi secara rutin dalam jangka panjang.

Dari hasil penyelidikan, PT UDS diketahui telah memproduksi beras fortifikasi sebanyak 525.000 kilogram selama periode Maret hingga Agustus 2026. Dengan asumsi harga jual rata-rata Rp18.500 hingga Rp27.000 per kilogram, nilai ekonomis produksi tersebut diperkirakan mencapai Rp14,175 miliar.

Dalam pengungkapan ini, penyidik menyita sedikitnya 2.236 kemasan beras dengan total berat mencapai 15.145 kilogram. Nilai ekonomis beras yang disita diperkirakan sebesar Rp280.182.500.

Selain itu, turut disita bahan campuran berupa kernel beras fortifikasi, kernel beras fortifikasi vitamin B9, satu rangkaian mesin rice milling unit, serta dua unit mesin fortifikasi. Nilai mesin penggilingan diperkirakan mencapai Rp4 miliar, sedangkan dua mesin fortifikasi ditaksir senilai Rp300 juta.

Suhasto menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, beras yang digunakan sebagai bahan baku berasal dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, dan bukan merupakan beras impor maupun beras SPHP.

"Ini bukan beras impor. Berdasarkan penyelidikan kami, beras tersebut berasal dari Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Ini juga bukan perkara pengoplosan ulang, melainkan dugaan ketidaksesuaian kandungan beras fortifikasi dengan label yang dicantumkan," tegasnya.

Sementara itu, Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Dery Agung Wijaya, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan penyidik telah memeriksa 12 orang saksi, termasuk pelapor, perwakilan Bapanas RI, Direktur Utama PT UDS, kepala produksi, serta ahli perlindungan konsumen.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan ditemukannya sedikitnya dua alat bukti, perkara tersebut telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Meski demikian, hingga konferensi pers berlangsung, penyidik belum menetapkan tersangka.

Dery menambahkan, Bapanas bersama kementerian terkait juga telah melakukan penarikan terhadap produk beras fortifikasi dari 28 merek yang sedang dalam pemeriksaan di berbagai provinsi di Indonesia.

"Untuk 28 merek yang saat ini sedang dilakukan pemeriksaan, kami pastikan sudah dilakukan penarikan oleh Bapanas di seluruh provinsi di Indonesia," jelasnya.

Dalam perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a, d, e, dan f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp2 miliar.

Pengungkapan ini merupakan hasil kolaborasi Satgas Pangan Bareskrim Polri, Polda Sumatera Utara, dan instansi terkait sebagai bentuk pengawasan terhadap peredaran produk pangan sekaligus upaya memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman dan sesuai dengan informasi pada kemasan.

Polda Sumut bersama seluruh unsur terkait akan terus mendukung langkah penegakan hukum dan pengawasan pangan guna melindungi masyarakat dari praktik perdagangan yang berpotensi merugikan konsumen.

Penyidik menegaskan penanganan perkara masih terus dikembangkan dengan mengedepankan pembuktian secara ilmiah, profesionalitas, serta asas praduga tak bersalah. (Rel)

Kejari Toba Dorong Peran Aktif Masyarakat dalam Pencegahan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkotika

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Kejaksaan Negeri Toba terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui edukasi serta peningkatan kesadaran masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan dengan keikutsertaan Kejaksaan Negeri Toba sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika yang dilaksanakan pada Jumat, 30 Oktober 2026, bertempat di Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba.

Dalam kegiatan tersebut, Kejaksaan Negeri Toba menyampaikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan dampak negatif yang ditimbulkan, baik terhadap kesehatan, kehidupan sosial, maupun masa depan generasi muda. Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun kesadaran bersama dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Melalui sosialisasi ini, ditekankan bahwa upaya pemberantasan narkotika tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Peran keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat sangat diperlukan dalam membangun kepedulian serta menciptakan lingkungan yang mampu melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.

Kejaksaan Negeri Toba berharap kegiatan edukasi dan sosialisasi seperti ini dapat meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, serta partisipasi masyarakat dalam melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini. Dengan adanya sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, sehat, produktif, dan terbebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. (Dosi)

Kejaksaan Negeri Toba – Bersama Masyarakat, Wujudkan Lingkungan yang Sehat dan Bebas Narkotika.



Apel Pagi Kejari Toba: Perkuat Kedisiplinan, Soliditas dan Bijak Bermedia Sosial

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Kejaksaan Negeri Toba terus mendorong peningkatan kedisiplinan, kekompakan, dan profesionalisme seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur penegak hukum. Komitmen tersebut tercermin melalui pelaksanaan apel pagi yang berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Toba.

Apel pagi tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Toba, Tommy Eko Pradityo, S.H., yang bertindak sebagai penerima apel. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat koordinasi, membangun komunikasi, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab di lingkungan kerja.

Dalam arahannya, Tommy Eko Pradityo mengingatkan seluruh pegawai agar senantiasa bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Setiap pegawai diharapkan mampu menyaring informasi, tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif, serta menjaga etika dan sikap dalam bermedia sosial agar tidak menimbulkan dampak yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan mempererat rasa kebersamaan antarsesama pegawai. Soliditas, kedisiplinan, serta tanggung jawab merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis dan mendukung pelaksanaan tugas secara optimal.

Melalui pelaksanaan apel pagi ini, diharapkan seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Toba semakin memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan integritas, serta menjaga profesionalisme dalam melaksanakan tugas dan fungsi institusi.

Dengan semangat disiplin dan soliditas, Kejaksaan Negeri Toba berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kinerja serta memberikan pelayanan hukum yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (Dosi)



Kejari Toba Ikuti Ekpose Persetujuan Penghentian Penuntutan Melalui Pendekatan Keadilan Restoratif

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Toba terus berkomitmen menghadirkan penegakan hukum yang humanis dan berorientasi pada keadilan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Kepala Kejaksaan Negeri Toba dalam kegiatan ekspose persetujuan penghentian penuntutan berdasarkan pendekatan keadilan restoratif (Restorative Justice), terhadap perkara tindak pidana penganiayaan yang ditangani oleh Cabang Kejaksaan Negeri Toba di Porsea.

Kegiatan ekspose tersebut dilaksanakan secara virtual pada Jumat, 30 Oktober 2026, bertempat di Aula Kejaksaan Negeri Toba. Dalam kegiatan ini, dilakukan pemaparan dan pembahasan terhadap perkara yang diajukan untuk memperoleh persetujuan penyelesaian melalui mekanisme keadilan restoratif.

Persetujuan penghentian penuntutan diberikan setelah mempertimbangkan sejumlah persyaratan dan aspek keadilan, antara lain adanya kesepakatan perdamaian antara tersangka dan korban yang dilakukan secara sukarela tanpa paksaan, korban telah menerima permintaan maaf dan memaafkan tersangka dengan tulus, serta adanya dukungan dari Masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat.

Penerapan pendekatan Restorative Justice merupakan bagian dari upaya Kejaksaan dalam mewujudkan penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga mengedepankan penyelesaian perkara secara humanis dengan memperhatikan kepentingan korban, tanggung jawab pelaku, serta keharmonisan kehidupan sosial masyarakat.

Melalui mekanisme ini, Kejaksaan Negeri Toba berharap nilai-nilai perdamaian, pemulihan hubungan sosial, dan rasa keadilan dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat. Hal ini sekaligus menjadi wujud komitmen Kejaksaan dalam menghadirkan pelayanan dan penegakan hukum yang berkeadilan, bermanfaat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (Dosi)

Kejaksaan Negeri Toba – Humanis dalam Penegakan Hukum, Berkeadilan bagi Masyarakat.



Ibadah Rutin Pemkab Toba Angkat Tema "Berlakulah Bijak di Segala Situasi", Dorong ASN Melayani Dengan Hati dan Integritas

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Pemerintah Kabupaten Toba terus mendorong penguatan nilai-nilai spiritual, integritas, dan karakter aparatur sipil negara (ASN) sebagai landasan dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah rutin Pemkab Toba yang berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, bertempat di Gedung Sentra Pemuda.

Ibadah kali ini mengangkat tema “Berlakulah Bijak di Segala Situasi”, yang disampaikan oleh Pdt. Gembira Sihombing dari GPdI Sugapa, Kecamatan Sigumpar. Dengan berlandaskan firman Tuhan dalam Efesus 5:15-19, jemaat diajak untuk memahami pentingnya memiliki hati yang bijaksana dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

Dalam penyampaian khotbahnya, Pdt. Gembira Sihombing mengajak seluruh peserta ibadah untuk menerapkan empat prinsip utama dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam lingkungan kerja dan pelayanan publik.

Pertama, memanfaatkan waktu dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Kedua, senantiasa memahami kehendak Tuhan dalam setiap langkah dan keputusan. Ketiga, menjaga pengendalian diri serta menghindari berbagai tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Keempat, membangun kebiasaan menyampaikan perkataan yang positif, bijaksana, dan mampu memberikan semangat kepada sesama.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa sikap tidak bijaksana dapat menimbulkan kekacauan, perselisihan, bahkan kepahitan dalam kehidupan pribadi maupun lingkungan kerja. Sebaliknya, kebijaksanaan akan membawa ketenangan, kebahagiaan, dan damai sejahtera, baik dalam keluarga maupun dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.

Melalui ibadah rutin ini, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Toba diharapkan semakin memperkuat kehidupan spiritual, membangun karakter yang berintegritas, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dan kepedulian terhadap sesama.

Nilai-nilai kebijaksanaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pesan dalam ibadah, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, terutama dengan bekerja secara tulus, bertanggung jawab, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan landasan nilai-nilai spiritual, Pemerintah Kabupaten Toba terus berupaya membangun aparatur yang berkarakter, profesional, dan berintegritas demi mendukung terwujudnya Kabupaten Toba yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. (Dosi)

Bekerja dengan Bijaksana, Melayani dengan Ketulusan, Membangun Toba dengan Integritas.



Praktik Judi Dadu Putar Warung Pak Kulit Diduga Pihak Pengelola "Onces" Ada Setor Mingguan Kapolsek Patumbak dan Intel serta Polda Sumut

DELI SERDANG (Sumut) mediasergap.com - Dugaan praktik perjudian jenis dadu putar di belakang Warung Pak Kulit, Desa Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menuai keresahan warga. Selain mengeluhkan dampak ekonomi terhadap keluarga, sejumlah warga juga mempertanyakan efektivitas razia yang disebut dilakukan ketika lokasi perjudian sudah kosong.

Sejumlah ibu rumah tangga mengaku semakin tertekan sejak aktivitas perjudian tersebut diduga beroperasi. Mereka merasa kondisi ekonomi keluarga kian mencekam dan mempertanyakan apakah penindakan yang dilakukan benar-benar menyentuh aktivitas perjudian hingga ke pengelolanya.

“Sejak tempat judi itu beroperasi, ekonomi kami semakin mencekam, Bang. Kami ibu-ibu rumah tangga yang merasakan dampaknya. Bayangkan saja, masa melakukan razia malam hari sementara lokasi sudah dikosongkan?” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.

Ia juga melontarkan kritik keras terhadap pola penindakan yang dinilainya tidak memberikan kepastian bagi masyarakat.

“Kalau razia hanya sandiwara demi pencitraan dan menunjukkan seolah-olah ada kinerja, ngapain judi dilarang kalau semuanya berproses aman? Kami masyarakat kecil yang merasakan dampaknya. Kalau memang ada pihak yang melindungi, siapa yang berani mengusutnya? Jangan sampai hukum hanya tajam kepada masyarakat kecil, tetapi tumpul terhadap pihak-pihak yang diduga punya beking,” tegasnya.

Tak hanya mempersoalkan razia, beredar pula informasi mengenai dugaan setoran uang mingguan yang dikaitkan dengan oknum di lingkungan Polsek, Danintel, hingga Polda. Informasi tersebut belum terverifikasi dan memerlukan pembuktian. Namun, dugaan itu perlu ditelusuri secara serius agar jelas apakah terdapat aliran uang dan keterlibatan pihak tertentu dalam aktivitas perjudian tersebut.

Penindakan tidak boleh berhenti pada razia ketika lokasi sudah kosong. Aparat terkait perlu mengungkap siapa pengelola perjudian, memeriksa kapan dan bagaimana aktivitas itu berlangsung, serta menjelaskan hasil penindakan yang telah dilakukan. Informasi mengenai dugaan setoran mingguan juga harus ditelusuri melalui keterangan saksi dan bukti transaksi apabila tersedia.

Jika ditemukan bukti bahwa pihak tertentu menerima uang atau melindungi aktivitas perjudian, proses hukum harus menjangkau setiap orang yang terbukti terlibat, tanpa memandang pangkat, jabatan, maupun institusinya. Sebaliknya, pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut harus diberi kesempatan menyampaikan klarifikasi agar persoalan ini terang berdasarkan fakta.

Kritik warga Patumbak menjadi tantangan bagi aparat untuk membuktikan bahwa penegakan hukum bukan sekadar kegiatan seremonial. Masyarakat membutuhkan hasil yang jelas: apakah perjudian benar-benar dihentikan, apakah pengelolanya telah ditindak, dan apakah dugaan aliran uang kepada pihak tertentu telah diperiksa.

Warga tidak membutuhkan razia yang hanya terlihat di permukaan. Mereka menuntut penindakan nyata terhadap aktivitas perjudian dan pengusutan tuntas setiap dugaan keterlibatan pihak yang melindunginya. 

Yang mirisnya lagi permainan mulai pukul13.00 wib sampai pukul 17.00 Wib permainan dilakukan dibawah pohon kelapa sawit belakang gubuk kedai pak kulit .Selanjutnya mulai pukul 17.00Wib sampai pukul 20.00 Wib berpindah ke gubuk belakang kedai pak kulit.

Kapolsek  Patumbak saat dikonfirmasi Wartawan melalui pesan WhatsAppnya terkait judi Dadu putar tersebut warung pak kulit tersebut lebih memilih bungkam sampa berita ini dimuat kemedia inin. (M)

Wali Kota Tebing Tinggi Dukung Ajang Speed Grasstrack 2026: Ajang Salurkan Bakat dan Tekan Balap Liar

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com - Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan ajang Tebing Tinggi Speed Grasstrack 2026. Menurutnya, kegiatan positif ini tidak hanya berfungsi menjaring bibit atlet berprestasi, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menghindarkan generasi muda dari aksi balap liar, ugal-ugalan di jalan raya, serta bahaya penyalahgunaan narkoba.

"Saya dan seluruh jajaran pasti mendukung kegiatan ini karena sangat positif. Artinya, kita juga menghindari risiko di jalanan yang taruhannya bisa nyawa atau cedera. Kita berharap kegiatan ini bisa naik tingkat hingga kejurnas. Kita buat kegiatan supaya investor datang kemari. Kota tertata rapi, bersih dan nyaman, orang berinvestasi," ujar Wali Kota saat menerima audiensi panitia pelaksana Tebing Tinggi Speed Grasstrack 2026 di Ruang Kerja Wali Kota, Lantai IV, Balai Kota, Jalan Dr. Sutomo No. 14, Jumat (30/10/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar), Muhammad Fadly, menyampaikan bahwa pihaknya akan menyusun kalender agenda rutin tahunan untuk bidang olahraga dan pariwisata Kota Tebing Tinggi.

"Kalau ini bisa menjadi event rutin tahunan, tentu akan kita promosikan. Kita sebar ke luar agar semakin banyak orang tahu, bulan November ada balap. Dengan begitu, masyarakat luar akan bersiap dan menjadwalkan kunjungan ke Tebing Tinggi setiap ada agenda balap," kata Kadisporapar.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Arif Hutajulu, menjelaskan bahwa Tebing Tinggi Speed Grasstrack 2026 akan digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Sirkuit Permanen ATT, Jalan Pramuka, Kelurahan Pinang Mancung, Kecamatan Bajenis.

"Kegiatan ini sekaligus mendukung program Bapak Wali Kota untuk menggairahkan dan menumbuhkan UMKM di Kota Tebing Tinggi. Tidak hanya di pusat kota, kita berharap perputaran ekonomi juga bisa dirasakan di seputaran Kecamatan Bajenis," harap Arif.

Dalam ajang ini, sebanyak 14 kelas akan diperlombakan, yang meliputi kelas trail standar 155 cc open, bebek modifikasi open, FFA open, trail standar 155 cc pemula, bebek standar campuran pemula, FFA Pro B, RBT open, RBT campuran open, RBT Pro B, RBT pemula, RBT campuran pemula, serta kelas RBT lokal dan GTX lokal yang mencakup wilayah Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Deli Serdang, Batu Bara, dan Simalungun, ditambah dengan trabas class.

Penyelenggaraan ajang ini telah mengantongi rekomendasi dan izin resmi dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara, bekerja sama dengan New Speed Motor Sport Tebing Tinggi.

Audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol Ramadhan Barqah Pulungan, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdako Faisal Ahmad, jajaran panitia pelaksana, serta Tim Peliputan Dinas Kominfo Kota Tebing Tinggi. (Ajs)

Bupati Samosir Salurkan 1,25 Juta Bibit Kopi Pada Poktan, Dorong Peningkatan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com – Pemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat pengembangan sektor perkebunan sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas pertanian, memperluas peluang ekonomi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran sebanyak 1.250.000 batang bibit kopi kepada 245 kelompok tani untuk pengembangan areal perkebunan seluas 1.250 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Samosir.

Penyaluran bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia tersebut secara resmi ditandai dengan pembagian bibit dan pelepasan truk pengangkut bibit oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk dan unsur Forkopimda, bertempat di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tumiur Gultom, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, Kasi Intel Kejari Samosir Juna Karokaro, Kasat Binmas Polres Samosir Priston Simbolon, Danramil Pangururan, penyedia bibit kopi CV Alam Lestari Arman Lubis, serta para kelompok tani penerima bantuan.

Bantuan ini merupakan bagian dari program pengembangan kawasan perkebunan yang bersumber dari DIPA Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026. Tidak hanya menyediakan bibit kopi, pemerintah juga memberikan dukungan pembuatan lubang tanam sebesar Rp1.170.000 per hektare dengan total anggaran lebih dari Rp1,4 miliar, termasuk bantuan pupuk organik cair dan pupuk granul.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian Republik Indonesia, atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat petani di Kabupaten Samosir.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai salah satu sumber peningkatan ekonomi masyarakat.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat Samosir. Kita patut bersyukur karena mendapat dukungan yang cukup besar, mulai dari bibit, pupuk hingga bantuan pembuatan lubang tanam. Ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan perkebunan kopi dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Vandiko.

Ia menegaskan, keberhasilan program pengembangan kopi tidak hanya ditentukan oleh besarnya bantuan yang diterima, tetapi juga oleh keseriusan dan komitmen para petani dalam menanam, merawat, serta menjaga tanaman hingga memasuki masa produktif.

Untuk itu, Bupati mengajak seluruh kelompok tani penerima bantuan agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Pemerintah Kabupaten Samosir, lanjutnya, akan memastikan adanya pendampingan melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) sehingga para petani dapat memperoleh arahan apabila menghadapi kendala dalam proses pengembangan tanaman kopi.

“Apa yang sudah kita terima, mari kita tanam dan rawat dengan baik. Kalau ada kendala dalam prosesnya, jangan ragu berkoordinasi dengan PPL. Pemerintah akan terus mendampingi agar bantuan ini benar-benar berhasil dan memberikan manfaat bagi petani,” tegasnya.

Selain itu, Vandiko mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan digunakan sesuai peruntukannya dan tidak diperjualbelikan. Pengawasan akan dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum guna memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan untuk pengembangan perkebunan kopi.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir akan terus berupaya mendukung pengembangan sektor perkebunan, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir Tumiur Gultom menjelaskan bahwa 1.250.000 batang bibit kopi tersebut diperuntukkan bagi pengembangan lahan seluas 1.250 hektare, yang terdiri atas 680 hektare untuk perluasan atau penanaman baru dan 570 hektare untuk peremajaan tanaman kopi yang sudah ada, termasuk mengganti tanaman yang rusak maupun meranggas.

Adapun jenis bibit yang disalurkan adalah kopi Arabika Gayo 3 yang dinilai memiliki kemampuan adaptasi terhadap kondisi wilayah Kabupaten Samosir serta potensi produksi yang baik.

“Prinsipnya adalah tanam, rawat dan panen. Pemerintah berusaha membantu, tetapi hasilnya untuk petani. Karena itu harus dijaga dan dirawat dengan baik,” jelas Tumiur.

Ia menambahkan, pengembangan perkebunan kopi di Kabupaten Samosir telah dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2022 melalui program perluasan areal perkebunan dan peremajaan tanaman. Berdasarkan pendataan bersama Kementerian Pertanian, luas perkebunan kopi di Kabupaten Samosir saat ini telah mendekati 8.000 hektare.

Proses penyaluran bibit telah dimulai sejak 26 Oktober 2026 di Kecamatan Pangururan, Harian dan Simanindo. Selanjutnya, distribusi dilakukan secara bertahap ke kecamatan lainnya yang menjadi wilayah penerima bantuan dan diperkirakan rampung dalam waktu sekitar 10 hari.

Untuk memastikan bibit dapat segera ditanam, pemerintah daerah juga telah memastikan kesiapan lubang tanam sebelum pendistribusian dilakukan. Dukungan pupuk organik cair dan granul turut disalurkan sesuai kebutuhan pengembangan tanaman.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan unsur Forkopimda Kabupaten Samosir. Danramil Pangururan menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung program pemerintah agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Senada dengan itu, Kasat Binmas Polres Samosir Priston Simbolon mengapresiasi program pengembangan perkebunan kopi tersebut. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kami mendukung penuh program Pemkab Samosir. Manfaatkan bantuan ini dengan baik. Mari bekerja dan bekerja. Komitmen kelompok tani harus nyata, harus bisa panen,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Samosir Juna Karokaro menyampaikan bahwa pihaknya turut melakukan pengawalan dan pendampingan terhadap pelaksanaan program Kementerian Pertanian tersebut guna memastikan proses penyaluran dan pemanfaatan bantuan berjalan sesuai ketentuan.

“Kami diperintahkan melakukan pengawalan dan pendampingan sehingga apa yang diterima masyarakat dapat berjalan dengan baik dan benar. Kalau ada kendala, ancaman, gangguan atau hambatan, dapat disampaikan kepada kami,” ungkapnya.

Dari sisi penerima manfaat, bantuan tersebut disambut positif oleh para kelompok tani. Ketua Kelompok Tani Suka Tani Desa Sihusapi, Aratua Ambarita, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Kementerian Pertanian, serta Pemerintah Kabupaten Samosir atas perhatian yang diberikan kepada petani kopi.

Kelompok tani yang dipimpinnya menerima sekitar 40.000 batang bibit kopi dari total bantuan yang disalurkan.

“Kami percaya ini juga atas usulan Bupati Samosir. Kepedulian Bapak Bupati kepada petani sangat kami rasakan. Kami tidak salah memilih Bapak Bupati,” ungkapnya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Kelompok Tani Wanita Nania Desa Tanjung Bunga, Tilesna Debata Raja. Ia mengungkapkan bahwa kelompoknya telah menerima berbagai bentuk bantuan pemerintah sejak tahun 2022, di antaranya bantuan tanaman kopi, bawang dan pupuk.

Melalui program penyaluran 1,25 juta bibit kopi ini, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap pengembangan kawasan perkebunan kopi semakin berkembang, baik dari sisi perluasan areal tanam maupun peningkatan produktivitas tanaman.

Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat sektor perkebunan, membuka peluang peningkatan pendapatan, serta mewujudkan petani Samosir yang semakin mandiri dan sejahtera. (D/Smart)

Kapolresta Deli Serdang Pimpin Konferensi Pers Dugaan Tindak Pidana Perbuatan Cabul Terhadap Anak

Deli Serdang (Sumut) mediasergap.com - Polresta Deli Serdang menggelar konferensi pers terkait pengungkapan dugaan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak yang terjadi di salah satu sekolah dasar di wilayah Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang. Kamis (29/10/2026)

Konferensi Pers yang  dilaksanakan di Aula Terbuka Polresta Deli Serdang tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., serta dihadiri Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan, M.Ked.(PD), Sp.PD., Wakapolresta Deli Serdang AKBP Juliani Prihatini, S.I.K., M.H., dan jajaran terkait serta insan pers.

Dalam konferensi pers tersebut disampaikan pihak kepolisian telah mengamankan seorang pria berinisial M.J.H. (37), yang berprofesi sebagai guru honorer, atas dugaan perbuatan cabul terhadap 8 (delapan) anak perempuan yang masih di bawah umur dan merupakan murid di lingkungan sekolah tersebut.

Peristiwa tersebut diketahui setelah salah satu korban menyampaikan pengaduan kepada pihak sekolah pada hari Selasa, 27 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan dan hasil penyelidikan awal, dugaan perbuatan tersebut disebut telah terjadi pada Juli dan Agustus 2026, ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung di lingkungan sekolah.

Dari keterangan yang dihimpun penyidik, terduga pelaku M.J.H (37) diduga melakukan perbuatan tidak senonoh dengan memanfaatkan situasi kegiatan belajar mengajar. Dugaan perbuatan tersebut kemudian menimbulkan keberatan dari pihak korban dan keluarga, sehingga dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai dengan  hukum yang berlaku.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polresta Deli Serdang bersama Polsek Namorambe melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), dan mengamankan terduga pelaku, memeriksa sebanyak 10 (sepuluh) orang saksi, serta menyita barang bukti berupa pakaian yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Setelah dilakukan serangkaian tindakan penyidikan, penyidik menetapkan M.J.H. sebagai tersangka dan melakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Polresta Deli Serdang menegaskan bahwa penanganan perkara yang melibatkan anak sebagai korban dilaksanakan dengan memperhatikan perlindungan identitas, keamanan, serta kondisi psikologis anak. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui atau menemukan dugaan tindak kekerasan maupun perbuatan cabul terhadap anak.

Dalam keterangannya, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa Polresta Deli Serdang berkomitmen menangani setiap laporan dugaan tindak pidana terhadap anak secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi anak serta tidak menyebarluaskan identitas maupun informasi yang dapat mengungkap jati diri korban.

Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 6 huruf b dan huruf c juncto Pasal 15 ayat (1) huruf b, huruf e, dan huruf g Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, juncto Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (Rel)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport