Media Sergap -->


Headline

Sport Tourism Danau Toba Makin Mendunia, Peserta 100K TOTK 2026 Resmi Diberangkatkan

Samosir (Sumut) mediasergap.comGubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution bersama Bupati Samosir Vandiko T. Gultom secara resmi melepas peserta kategori 100 Kilometer (100K) pada ajang Trail of The Kings (TOTK) by UTMB 2026 di Segmen V Waterfront City Pangururan, Sabtu (13/6/2026). Pelepasan ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Gubernur Sumatera Utara sebagai tanda dimulainya perlombaan kategori paling bergengsi dalam event trail running bertaraf internasional tersebut.

Sebanyak 57 pelari kategori 100K dari berbagai negara memulai perjalanan menantang menyusuri lintasan yang membelah kawasan Geopark Kaldera Toba. Rute perlombaan melintasi Pangururan, Paraduan, Ronggur Nihuta, Huta Tinggi, Sitao-tao, kawasan sakral Pusuk Buhit, Pusat Informasi Geopark, SMA Negeri 1 Sianjur Mulamula, Ginolat, Bonan Dolok, Bukit Burung, hingga kembali finis di Waterfront City Pangururan.

Lintasan ini tidak hanya menjadi arena adu ketahanan fisik dan mental para pelari, tetapi juga menghadirkan pengalaman berharga dalam menikmati keindahan alam dan kekayaan budaya Samosir. Panorama Danau Toba dari ketinggian, hamparan perbukitan hijau, jalur hutan yang menantang, serta kehidupan masyarakat Batak yang masih menjaga tradisi menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta dari berbagai negara.

Para pelari diberikan batas waktu maksimal 30 jam untuk menyelesaikan lintasan. Medan yang beragam dengan tanjakan dan turunan ekstrem menjadikan kategori 100K sebagai salah satu tantangan paling prestisius dalam kalender Trail of The Kings by UTMB.

Usai melepas peserta, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menyampaikan apresiasinya atas meningkatnya partisipasi pelari mancanegara pada penyelenggaraan tahun ini. Menurutnya, peningkatan jumlah negara peserta menunjukkan bahwa Trail of The Kings semakin dikenal dan mendapat tempat di komunitas trail running dunia.

“Pada tahun kedua penyelenggaraan ini, jumlah negara asal peserta meningkat dari 27 negara menjadi 34 negara. Ini menjadi bukti bahwa Trail of The Kings semakin dikenal secara internasional. Kami berharap jumlah peserta dan negara yang terlibat terus bertambah sehingga semakin banyak wisatawan yang mengenal keindahan Samosir dan Danau Toba,” ujar Bobby.

Gubernur juga menegaskan bahwa event olahraga berskala internasional seperti TOTK memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata dan memperkuat citra Sumatera Utara sebagai destinasi unggulan Indonesia.

Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah ajang internasional tersebut. Menurutnya, Trail of The Kings bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan keramahan masyarakat Samosir kepada dunia.

“Kami menyambut seluruh peserta dengan penuh sukacita. Melalui Trail of The Kings, para pelari dapat merasakan pengalaman yang berbeda dengan menikmati keindahan alam sekaligus mengenal budaya Samosir secara lebih dekat. Kami berharap mereka membawa kesan positif dan menjadi duta promosi bagi Samosir dan Danau Toba di negara masing-masing,” kata Vandiko.

Lebih lanjut, Vandiko menjelaskan bahwa penyelenggaraan TOTK by UTMB 2026 memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Kehadiran pelari, ofisial, keluarga peserta, dan wisatawan turut mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, serta pelaku UMKM lokal.

“Sport tourism menjadi salah satu strategi pembangunan pariwisata yang terus kami dorong. Event internasional seperti ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen mendukung penyelenggaraan berbagai event yang dapat mengangkat nama Samosir dan Danau Toba di tingkat global,” tambahnya.

Turut hadir dalam pelepasan peserta antara lain Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Dandim 0210/TU Letkol Inf Ronald Tampubolon, Kapolres Samosir AKBP Rina S.N. Tarigan, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Yudha Pratiwi Setiawan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir Tetty Naibaho, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir Immanuel Sitanggang, serta sejumlah pimpinan OPD dan Camat.

Penyelenggaraan Trail of The Kings by UTMB 2026 semakin memperkuat posisi Kabupaten Samosir sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia. Selain menghadirkan kompetisi olahraga kelas dunia, event ini juga menjadi etalase internasional untuk memperkenalkan pesona Geopark Kaldera Toba, kekayaan budaya Batak, serta potensi pariwisata berkelanjutan yang dimiliki Kabupaten Samosir. (D/Smart)

TOTK by UTMB 2026 Kian Semarak, Ratusan Pelari 60K dan 28K Resmi Taklukkan Jalur Geopark Kaldera Toba

Samosir (Sumut) mediasergap.comSemarak penyelenggaraan Trail of The Kings (TOTK) by UTMB 2026 terus meningkat. Setelah kategori bergengsi 100 kilometer resmi diberangkatkan sebelumnya, kini ratusan pelari kategori 60K dan 28K turut memulai petualangan mereka menaklukkan lintasan alam yang menantang di Pulau Samosir.

Sebanyak 141 pelari kategori 60K dilepas dari Segmen V Waterfront City Pangururan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Yudha Pratiwi Setiawan serta Plt. Direktur Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arditama Nusantara Putra.

Satu jam kemudian, sebanyak 349 pelari kategori 28K juga resmi diberangkatkan untuk mengikuti kompetisi yang menjadi bagian dari ajang trail running kelas dunia tersebut.

Kategori 60K menawarkan tantangan luar biasa bagi para peserta. Lintasan yang harus ditaklukkan membelah kawasan Geopark Kaldera Toba dengan rute Waterfront City Pangururan–Sitaotao–Gunung Pusuk Buhit–Pusat Informasi Geopark–SMA Negeri 1 Sianjur Mulamula–Ginolat–Bonan Dolok–Bukit Burung hingga kembali ke garis finis di Waterfront City Pangururan.

Selain menguji daya tahan fisik dan mental, jalur ini juga menyuguhkan keindahan panorama alam Danau Toba yang memukau. Perpaduan perbukitan hijau, kawasan hutan, serta bentang alam geopark menjadikan pengalaman berlari di Samosir berbeda dengan kompetisi trail run lainnya di dunia.

Para peserta kategori 60K diperkirakan membutuhkan waktu maksimal hingga 20 jam untuk menyelesaikan perlombaan, sementara peserta kategori 28K ditargetkan menuntaskan lintasan dalam batas waktu sembilan jam.

Sejak garis start dibuka, semangat dan antusiasme para pelari terlihat begitu tinggi. Peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara tampak bersemangat memasuki lintasan yang dikenal memiliki kombinasi tanjakan curam, jalur perbukitan, serta medan hutan yang menantang.

Penyelenggaraan TOTK by UTMB 2026 kembali membuktikan bahwa Samosir memiliki potensi besar sebagai destinasi sport tourism berkelas internasional. Kehadiran ratusan pelari dari berbagai negara tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga yang kompetitif, tetapi juga menjadi sarana efektif memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat Samosir kepada dunia.

Dengan meningkatnya jumlah peserta internasional dari tahun ke tahun, TOTK by UTMB semakin memperkuat posisi Kabupaten Samosir dan kawasan Danau Toba sebagai destinasi unggulan wisata olahraga Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. Ajang ini diharapkan terus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan masyarakat lokal. (D/Smart)

Polres Binjai Hadirkan Ruang Kebersamaan Melalui Nobar Piala Dunia 2026

Binjai (Sumut) mediasergap.com Dalam rangka mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus menyemarakkan momentum menjelang Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Binjai menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 di Aula Anindya Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin No. 1 Binjai, Kamis (12/6/2026).

Kegiatan nobar berlangsung penuh keakraban dan dihadiri berbagai elemen masyarakat, di antaranya perwakilan Polisi Militer TNI AD, unsur kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, mahasiswa, serta perwakilan pekerja dan buruh di Kota Binjai.

Kapolres Binjai, AKBP Mirzal Maulan, menyampaikan bahwa kegiatan nobar tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat komunikasi, kebersamaan, dan semangat persatuan di tengah masyarakat.

Menurutnya, olahraga, khususnya sepak bola, memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang, profesi, maupun perbedaan lainnya. Melalui kegiatan tersebut, Polres Binjai ingin membangun ruang interaksi yang positif antara aparat dan masyarakat dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan.

"Melalui kegiatan nonton bareng ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung tim favorit dengan menjunjung tinggi sportivitas, memperkuat persaudaraan, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kebersamaan seperti ini menjadi salah satu wujud sinergi yang terus kami bangun bersama masyarakat," ujar AKBP Mirzal Maulan.

Pertandingan yang disaksikan bersama mempertemukan tim nasional Meksiko melawan Afrika Selatan. Suasana nobar berlangsung meriah dan tertib hingga akhir pertandingan yang dimenangkan Meksiko dengan skor 2-0.

Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan tersebut juga memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antara Polri dengan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, mahasiswa, dan pekerja mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi modal penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Binjai.

Melalui kegiatan seperti ini, Polres Binjai berharap hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, kondusif, serta penuh semangat persatuan dalam menyongsong Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. (Roni K)

(Sumber: Humas Polres Binjai)

TOTK 2026 Hidupkan Ekonomi Samosir, Bupati Vandiko Turun Langsung Pantau UMKM

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.comSuasana kawasan Segmen V Waterfront Pangururan tampak semakin semarak pada pelaksanaan hari pertama Trail of The Kings (TOTK) 2026, Jumat (12/6/2026). Deretan stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tertata rapi di tepian Danau Toba menjadi pusat perhatian para pelari, wisatawan, dan masyarakat yang datang menikmati berbagai produk unggulan daerah.

Aroma kopi khas Samosir, kuliner tradisional, hingga beragam kerajinan tangan lokal menyatu dengan antusiasme para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Kawasan Waterfront Pangururan pun menjelma menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif sekaligus ruang promosi budaya selama berlangsungnya ajang lari internasional tersebut.

Di tengah ramainya kunjungan wisatawan dan peserta lomba, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom turun langsung meninjau stan-stan UMKM. Ia menyapa para pelaku usaha, berdialog mengenai produk yang dipasarkan, serta memastikan kesiapan mereka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu yang hadir.

Menurut Vandiko, penyelenggaraan TOTK 2026 bukan hanya menjadi ajang olahraga bertaraf internasional, tetapi juga momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.

"Event ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga momentum menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu saya mengajak seluruh pelaku UMKM memberikan pelayanan terbaik, menjaga kualitas produk, dan tetap mempertahankan harga yang wajar," ujar Vandiko saat meninjau lokasi.

Ia menegaskan bahwa kehadiran ribuan pelari dan wisatawan merupakan peluang besar bagi masyarakat untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan Samosir kepada pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Pameran UMKM TOTK 2026 tidak hanya diikuti pelaku usaha dari Kabupaten Samosir. Sejumlah UMKM dari Kabupaten Tapanuli Utara, Toba, Humbang Hasundutan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, hingga UMKM binaan Bank Indonesia turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Keberagaman produk yang ditampilkan menjadikan kawasan UMKM TOTK sebagai salah satu destinasi favorit pengunjung. Banyak peserta lomba memanfaatkan waktu luang untuk berburu cendera mata khas kawasan Danau Toba serta menikmati aneka kuliner lokal yang tersedia.

Salah seorang pelaku UMKM mengaku optimistis kegiatan TOTK mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan dan promosi produk lokal karena menghadirkan pasar yang jauh lebih besar dibandingkan hari-hari biasa.

Selain menjadi sarana promosi ekonomi masyarakat, hari pertama TOTK 2026 juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni budaya yang memukau. Panggung utama Waterfront Pangururan dipenuhi penampilan seni dari berbagai daerah di Indonesia yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara.

Salah satu penampilan yang mendapat perhatian pengunjung adalah tarian dari Papua yang mengangkat pesan persatuan, kebersamaan, dan penguatan generasi muda. Gerakan energik para penari berhasil membangun suasana meriah sekaligus menyampaikan nilai persaudaraan lintas budaya.

Bupati Vandiko bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak berbaur dengan masyarakat menikmati setiap pertunjukan yang disajikan. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya sebagai bagian penting dalam pengembangan pariwisata daerah.

Panggung budaya juga semakin semarak dengan penampilan tarian tradisional Batak serta Tari Kolosal Etnik Nusantara yang dibawakan oleh perwakilan berbagai provinsi melalui Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (FORKAPPSI).

Perpaduan kostum warna-warni, musik tradisional, dan ragam budaya Nusantara menjadikan Opening Ceremony TOTK 2026 berlangsung meriah dan berkesan. Penampilan tersebut semakin memperkuat posisi Kabupaten Samosir sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam Danau Toba, tetapi juga kekayaan budaya yang terus hidup dan berkembang.

Sementara itu, salah seorang peserta asal Singapura, Aditya, mengaku terkesan selama berada di Samosir. Bersama rekannya, ia menikmati suasana kawasan Waterfront Pangururan sambil mencicipi kuliner lokal.

"Kami akan tinggal di Samosir selama lima hari. Kami senang berada di sini. Masyarakatnya ramah dan makanannya enak-enak," ungkap Aditya.

Melalui penyelenggaraan Trail of The Kings 2026, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya para pelaku UMKM, sekaligus memperkuat citra Samosir sebagai destinasi sport tourism kelas dunia di kawasan Danau Toba.

Naskah ini sudah disusun dengan format rilis media yang lebih profesional, alur lebih rapi, dan menonjolkan dampak positif terhadap UMKM, pariwisata, serta promosi budaya Kabupaten Samosir. (D/Smart)

Pemkab Toba Lepas Kontingen Pesparawi Nasional 2026, Siap Harumkan Nama Sumatera Utara

TOBA (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Toba secara resmi melepas kontingen Provinsi Sumatera Utara asal Kabupaten Toba yang akan mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, pada 18–28 Juni 2026 mendatang.

Prosesi pelepasan berlangsung di Balai Data Kantor Bupati Toba, Jumat (12/06/2026), dan ditandai dengan pemukulan gondang oleh Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus bersama jajaran pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Toba sebagai simbol doa, semangat, dan dukungan bagi para peserta yang akan membawa nama Sumatera Utara di Tingkat Nasional.

Kegiatan diawali dengan ibadah bersama, dilanjutkan penyampaian sambutan serta penampilan para peserta yang akan berlaga pada berbagai kategori lomba. Suasana penuh semangat dan sukacita tampak mewarnai acara, terlebih ketika para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka melalui paduan suara dan vokal solo.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Toba, Wakil Bupati Audi Murphy O. Sitorus menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada seluruh peserta yang telah dipercaya mewakili Sumatera Utara dalam ajang Pesparawi Nasional.

Menurutnya, keikutsertaan dalam Pesparawi bukan semata-mata untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana pelayanan, pengembangan talenta, serta wadah untuk menyebarkan nilai-nilai spiritual melalui seni musik gerejawi.

“Dalam lomba ini bukan semata-mata untuk mencari juara, tetapi bagaimana kita turut berperan mengumandangkan musik dan puji-pujian gerejawi yang membawa pesan damai, persaudaraan, dan penguatan iman,” ujar Audi.

Ia berharap seluruh peserta dapat menjaga kesehatan, kekompakan, serta menampilkan kemampuan terbaik selama mengikuti rangkaian perlombaan di Papua Barat. Selain itu, para peserta juga diharapkan mampu menjadi duta yang membawa citra positif Kabupaten Toba dan Sumatera Utara di Tingkat Nasional.

Dukungan terhadap kontingen juga datang dari berbagai pihak. Pada kesempatan tersebut, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Sabam Rajagukguk turut memberikan bantuan untuk mendukung keberangkatan para peserta. Bantuan tersebut diserahkan melalui Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Toba Charles Sihotang sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan seni dan budaya gerejawi di Daerah.

Adapun kontingen Sumatera Utara asal Kabupaten Toba yang akan berlaga pada Pesparawi Nasional 2026 terdiri dari peserta kategori Solo Anak Usia 11–15 Tahun, Solo Remaja Putra, Solo Remaja Putri, Vocal Group, serta Musik Gereja Nusantara dengan total puluhan peserta yang akan mewakili Sumatera Utara pada ajang bergengsi tersebut.

Keikutsertaan kontingen asal Kabupaten Toba diharapkan dapat memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Utara. Lebih dari sekadar kompetisi, Pesparawi Nasional menjadi ajang mempererat persaudaraan antarumat, memperkaya khazanah musik gerejawi Indonesia, serta memperkuat semangat pelayanan melalui seni dan budaya.

Dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat, kontingen Sumatera Utara asal Kabupaten Toba optimistis dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah di Kancah Nasional. (Ds)

Ribuan Pelari Siap Taklukkan Samosir Trail Run 2026, Kategori 100K Dimulai Sabtu Dini Hari

Samosir (Sumut) mediasergap.comPerhelatan olahraga lari lintas alam Samosir Trail Run 2026 siap digelar di kawasan Segmen 5 Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, dengan menghadirkan berbagai kategori lomba yang akan diikuti pelari dari berbagai daerah.

Berdasarkan jadwal panitia, kategori bergengsi Caldera Crown 100 Kilometer (100K) akan menjadi pembuka rangkaian race day pada Sabtu, 13 Juni 2026, dengan pelepasan peserta (flag off) dimulai pukul 03.00 WIB. Selanjutnya, kategori Ultimate Expedition 60 Kilometer (60K) akan diberangkatkan pada pukul 06.00 WIB, disusul kategori King's Ascent 28 Kilometer (28K) pada pukul 07.00 WIB.

Seluruh rangkaian start lomba dipusatkan di Segmen 5 Waterfront City Pangururan, yang telah dipersiapkan sebagai pusat kegiatan (race venue) selama pelaksanaan event.

Sebelum hari perlombaan, panitia juga membuka layanan Race Pack Collection (RPC) bagi peserta untuk pengambilan perlengkapan lomba. Selain itu, sejumlah kegiatan pendukung seperti talkshow, workshop, dan coaching clinic running turut diselenggarakan guna memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi para peserta.

Event ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga diharapkan mampu mendorong promosi pariwisata Kabupaten Samosir serta memperkenalkan keindahan alam kawasan Danau Toba kepada peserta dan wisatawan yang hadir.

Panitia mengimbau seluruh peserta untuk mempersiapkan kondisi fisik secara optimal, mematuhi aturan perlombaan, serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama mengikuti kegiatan.

Dengan dukungan berbagai pihak, Samosir Trail Run 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda sport tourism unggulan yang mampu memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi, pariwisata, dan masyarakat lokal. (Ds)

Keadilan yang Tertunda, Publik Menanti Langkah Polres Metro Bekasi dan Polda Metro Jaya

BEKASI, mediasergap.comLambannya perkembangan penanganan sejumlah laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan seorang warga Kabupaten Bekasi kembali menjadi sorotan publik. Setelah lebih dari satu tahun berlalu sejak laporan pertama dibuat, pelapor mengaku masih belum memperoleh kepastian hukum yang jelas terkait proses yang sedang berjalan.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penanganan perkara oleh aparat penegak hukum, khususnya dalam memberikan informasi perkembangan kasus kepada masyarakat yang mencari keadilan melalui jalur hukum.

Kasus ini berawal dari dugaan kerugian sebesar Rp72 juta yang menurut pelapor terjadi dalam transaksi pinjam-meminjam uang dengan jaminan kendaraan. Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan kepada pihak kepolisian.

Namun hingga kini, sejumlah laporan yang telah dibuat disebut belum menunjukkan kepastian penyelesaian yang dapat menjawab harapan pelapor.

Ruang Jurnalis Nusantara (RJN) Bekasi Raya mencatat sedikitnya terdapat empat laporan polisi yang berkaitan dengan perkara tersebut, yaitu:

  • STTLP/B/3355/IX/2024/SPKT/POLRES METRO BEKASI/POLDA METRO JAYA (30 September 2024)
  • LP/B/4771/VII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA (10 Juli 2025)
  • LP/B/3383/XI/2025/SPKT/POLRES METRO BEKASI/POLDA METRO JAYA (26 November 2025)
  • LP/B/42/I/2026/SPKT/POLRES METRO BEKASI/POLDA METRO JAYA (6 Januari 2026)

Banyaknya laporan yang telah dibuat dalam rentang waktu cukup panjang menjadi perhatian berbagai pihak. Publik menilai sudah sewajarnya pelapor memperoleh informasi yang jelas mengenai tahapan penanganan perkara, termasuk kendala yang mungkin dihadapi penyidik dalam proses penyelidikan maupun penyidikan.

Ketua RJN Bekasi Raya, Hisar Pardomuan, menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan bukti penerimaan laporan, tetapi juga membutuhkan kepastian mengenai tindak lanjut yang dilakukan aparat penegak hukum.

"Pertanyaan yang muncul sederhana. Sudah sejauh mana perkembangan perkara ini? Apakah telah naik ke tahap penyidikan? Apa kendala yang menyebabkan prosesnya berlangsung begitu lama? Masyarakat berhak mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut," ujarnya.

Menurut Hisar, kritik yang disampaikan bukanlah bentuk serangan terhadap institusi kepolisian, melainkan dorongan agar prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan hukum dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi mengenai perkembangan perkara merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

"Ketika masyarakat melapor, mereka tidak hanya menyerahkan berkas dan menunggu tanpa batas waktu. Mereka berhak mendapatkan informasi, penjelasan, dan kepastian proses sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi mengenai perkembangan terkini dari laporan-laporan tersebut. Karena itu, perhatian publik kini tertuju kepada Polres Metro Bekasi dan Polda Metro Jaya untuk memberikan penjelasan yang komprehensif terkait status penanganan perkara.

Kejelasan informasi dinilai penting bukan hanya bagi pelapor, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

Sebagai negara hukum, setiap laporan masyarakat yang telah diterima aparat penegak hukum seharusnya memperoleh penanganan yang terukur, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pertanyaannya kini, sampai kapan para pelapor harus menunggu kepastian? (Rel)

PB Pendawa Indonesia Terima Cinderamata dari Kakanwil Ditjenpas Sumut

Medan (Sumut) mediasergap.comDalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, menyerahkan cinderamata berupa plakat kepada PB Pendawa Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas hubungan baik dan sinergi yang telah terjalin selama ini.

Penyerahan cinderamata tersebut dilakukan dalam rangka salam perpisahan Kakanwil Ditjenpas Sumut sebelum melaksanakan tugas barunya sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat. Plakat diterima oleh Waketum PB Pendawa Indonesia Donny Rizal yang didampingi oleh Iqbal Sahputra dan Sigit selaku perwakilan LKBH Pendawa Indonesia.

Dalam sambutannya, Yudi Suseno menyampaikan terima kasih atas dukungan, komunikasi, dan kerja sama yang telah terjalin baik antara Kanwil Ditjenpas Sumut dan PB Pendawa Indonesia. Menurutnya, sinergi antara instansi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam mendukung program pembinaan serta pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Donny Rizal menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Yudi Suseno atas kepemimpinan dan dedikasinya selama bertugas di Sumatera Utara.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Yudi Suseno atas amanah baru sebagai Kakanwil Ditjenpas Jawa Barat. Terima kasih atas hubungan baik dan kerja sama yang telah terjalin dengan PB Pendawa Indonesia. Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan keberhasilan dalam mengemban tugas di tempat yang baru,” ujar Donny Rizal.

Acara penyerahan cinderamata tersebut menjadi simbol eratnya hubungan silaturahmi dan sinergitas yang telah terbangun antara Kanwil Ditjenpas Sumut dan PB Pendawa Indonesia, serta diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang. (Red)

Polres Binjai Buktikan Kepedulian, Bantuan Sosial Disalurkan Langsung kepada Masyarakat


BINJAI (Sumut) mediasergap.comMenyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat”, Polres Binjai kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir dengan kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dipimpin langsung oleh Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., didampingi Wakapolres, para Pejabat Utama, dan personel Polres Binjai, kegiatan bakti sosial dilaksanakan dengan menyalurkan bantuan sosial kepada warga kurang mampu di Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Kamis (11/6/2026).

Bantuan diberikan kepada berbagai elemen masyarakat yang selama ini memiliki peran penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, seperti bilal mayit, pengurus kemakmuran masjid, petani, buruh bangunan, hingga tukang becak. Paket bantuan yang disalurkan berisi kebutuhan pokok sehari-hari, di antaranya beras, minyak goreng, gula, kecap, kopi, mi instan, dan bahan pangan lainnya.

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. Menurutnya, Hari Bhayangkara bukan sekadar peringatan hari lahir Polri, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat melalui aksi-aksi sosial yang memberikan manfaat secara langsung.

“Kami ingin kehadiran Polri dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui kepedulian dan perhatian terhadap kondisi sosial warga. Polri yang kuat adalah Polri yang dicintai masyarakat, dan kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Kapolres.

Kegiatan bakti sosial ini sekaligus menjadi cerminan transformasi Polri yang semakin humanis, responsif, dan berintegritas dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Melalui sentuhan kemanusiaan dan kepedulian sosial yang terus dilakukan, Polres Binjai berharap dapat mempererat hubungan kemitraan dengan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Raut bahagia dan rasa syukur terlihat dari para penerima bantuan yang mengaku terbantu dengan perhatian yang diberikan. Kehadiran Kapolres beserta jajaran secara langsung di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa Polri selalu berupaya hadir, mendengar, dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang memperkuat persatuan, kepedulian, dan kebersamaan dengan masyarakat. (Roni K)

Gelar Nobar Bersama TP PKK, Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif "Kampung Durian Gak Jadi Runtuh”

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com - Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tebing Tinggi Ny. Hj. Susmira Wanti Iman Irdian Saragih menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pemutaran film edukasi parodi “Kampung Durian Gak Jadi Runtuh” yang digelar di Aula Lantai IV Balai Kota Tebing Tinggi, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi TP PKK Kota Tebing Tinggi ini menjadi sarana edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat dalam menyampaikan pesan-pesan sosial, ekonomi, dan ketahanan keluarga melalui media film.

Dalam sambutannya selaku Pembina TP PKK Kota Tebing Tinggi, Wali Kota Iman Irdian Saragih menyampaikan apresiasi kepada TP PKK yang terus berkomitmen mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program yang bermanfaat.

“Atas nama Pemerintah Kota Tebing Tinggi, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TP PKK yang terus berkomitmen mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat di tengah masyarakat,” ujar Wali Kota.

Menurut Wali Kota, kegiatan pemutaran film edukasi merupakan salah satu sarana penting dalam membangun keluarga yang harmonis, berkualitas dan berketahanan. Melalui film tersebut, masyarakat diajak memahami pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter, moral, serta masa depan generasi penerus bangsa.

Wali Kota juga berharap momentum kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, TP PKK dan masyarakat dalam mewujudkan warga yang sehat, cerdas, mandiri dan sejahtera.

“Saya berharap melalui kegiatan nonton bareng ini seluruh peserta memperoleh wawasan, inspirasi dan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menciptakan lingkungan keluarga yang baik dan mendukung terwujudnya masyarakat yang maju serta berdaya saing,” kata Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menilai film “Kampung Durian Gak Jadi Runtuh” memiliki pesan edukatif yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat. Film tersebut dinilai mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keharmonisan keluarga, memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta meningkatkan kesadaran dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

Wali Kota juga mengusulkan agar film tersebut dapat ditayangkan lebih luas kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya edukasi publik, termasuk dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Saya mendukung kegiatan ini karena mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi maupun kehidupan beragama. Edukasi seperti ini perlu terus dilakukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi atau isu negatif yang belum tentu benar,” ungkap Wali Kota.

Sebelum pemutaran film dimulai, Ketua TP PKK Kelurahan Durian, Ny. Ulfia Sari Lubis, terlebih dahulu membacakan sinopsis film yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan dan resolusi konflik sosial dalam kehidupan bertetangga tersebut.

Usai pemutaran film, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kreativitas para penggiat seni lokal, Wali Kota bersama Ketua TP PKK Kota Tebing Tinggi menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis kepada para pemain film tersebut. Selain itu, turut diserahkan cendera mata berupa kaos bertuliskan “Kampung Durian Gak Jadi Runtuh” sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menyukseskan produksi film edukasi parodi tersebut.

Melalui momentum ini, Pemko Tebing Tinggi berharap sinergi antara pemerintah, TP PKK, dan seluruh elemen masyarakat dapat semakin solid demi mewujudkan warga Kota Tebing Tinggi yang sehat, cerdas, berdaya saing, dan sejahtera.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tebing Tinggi AKBP Rohim Marthin Gultom, Camat Bajenis Ari Miranda, Lurah Durian Dias Nasution, para pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, serta jajaran TP PKK dari tingkat kota hingga lingkungan. (Ajs)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport