Media Sergap -->





Headline

Traktor dan Pompa Air Disalurkan, Petani Samosir Didorong Tingkatkan Produksi

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com – Pemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat sektor pertanian melalui sinergi dengan Pemerintah Pusat. Dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia berupa 46 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) disalurkan kepada 51 kelompok tani di Kabupaten Samosir sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian, modernisasi pengolahan lahan, dan pengembangan komoditas unggulan daerah, khususnya bawang putih.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk kepada kelompok tani penerima di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Senin (26/10/2026).

Adapun bantuan yang disalurkan terdiri atas enam unit traktor roda empat, satu unit handtraktor, dan 44 unit pompa air. Ketersediaan peralatan tersebut diharapkan dapat membantu petani mengolah lahan secara lebih efektif, mendukung kebutuhan pengairan, serta membuka peluang perluasan areal tanam.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengatakan, bantuan alsintan tersebut merupakan hasil perjuangan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam menindaklanjuti kebutuhan yang disampaikan para petani. Usulan tersebut kemudian disampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian RI.

“Bantuan ini hasil sinergitas dengan Kementerian Pertanian di bawah komando Bapak Presiden Prabowo Subianto. Saya harap dimanfaatkan sebaik mungkin oleh seluruh anggota kelompok tani,” kata Vandiko.

Menurutnya, dukungan peralatan pertanian tersebut diharapkan dapat meringankan beban kerja petani, meningkatkan efisiensi pengolahan lahan, serta mendukung peningkatan hasil pertanian yang berdampak pada kesejahteraan keluarga petani.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh kelompok penerima agar mengelola dan memanfaatkan bantuan secara optimal, terbuka, serta mengutamakan kepentingan bersama. Pengawasan juga perlu dilakukan agar alsintan dapat digunakan oleh anggota kelompok tani sesuai kebutuhan.

“Penggunaannya harus diawasi sebaik mungkin, jangan hanya dimanfaatkan ketua atau disimpan dalam gudang,” tegasnya.

Vandiko menjelaskan, memperoleh bantuan dari Pemerintah Pusat membutuhkan proses pengusulan dan persaingan dengan berbagai daerah yang juga memiliki kebutuhan di sektor pertanian. Oleh sebab itu, bantuan yang telah diterima perlu dijaga dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan oleh para petani.

Secara khusus, Bupati Vandiko menekankan agar traktor roda empat yang disalurkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung perluasan lahan pertanian bawang putih. Pengembangan komoditas ini dinilai memiliki peluang strategis bagi Kabupaten Samosir, terutama dalam mendukung penyediaan bibit bawang putih untuk kebutuhan nasional.

Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Samosir memiliki potensi agroklimat yang mendukung pengembangan bawang putih. Berdasarkan kajian yang disampaikan Bupati, Samosir dinilai layak dikembangkan sebagai salah satu daerah penghasil bibit bawang putih.

“Kabupaten Samosir sebagai daerah penyediaan bibit bawang putih nasional, dipilih Presiden sebagai daerah penghasil bibit karena dianggap cocok untuk pengembangan bawang putih. Kita dipilih sebagai daerah sentra bawang putih. Ini program Presiden yang harus kita dukung dan kita patut berbangga. Dari hasil kajian BRIN, Samosir layak menjadi penghasil bawang putih,” ungkap Vandiko.

Menurutnya, peluang tersebut perlu dimanfaatkan melalui perluasan areal tanam, peningkatan produksi, dan pendampingan kepada petani. Ia juga menyampaikan bahwa uji coba budidaya bawang putih di Samosir menunjukkan potensi hasil yang menjanjikan.

Vandiko menyebutkan, berdasarkan uji coba yang disampaikan, produktivitas bawang putih dapat mencapai sekitar 10 ton per hektare. Potensi ini diharapkan menjadi dorongan bagi petani untuk mengembangkan budidaya bawang putih secara lebih luas, dengan tetap memperhatikan kesesuaian lahan, teknik budidaya, dan pendampingan teknis.

“Kalau Samosir bisa memenuhi kebutuhan Sumatera saja kita sudah luar biasa. Potensi ini harus kita manfaatkan dengan baik. Kita perluas lahan, tingkatkan produksi dan hasilnya akan kembali kepada petani untuk peningkatan perekonomian,” tambahnya.

Pengembangan bawang putih tersebut diharapkan dapat memperkuat peran Kabupaten Samosir dalam rantai pasok komoditas pertanian, sekaligus membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan petani. Keberhasilannya memerlukan kerja sama antara pemerintah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan pihak terkait lainnya.

Pemerintah Kabupaten Samosir, lanjut Vandiko, siap memberikan pendampingan kepada petani dalam pengembangan komoditas tersebut, mulai dari pengolahan lahan hingga peningkatan produksi.

Ia juga menegaskan bahwa bantuan alsintan diberikan secara gratis kepada kelompok penerima. Meski demikian, pemanfaatannya akan tetap dipantau dan dievaluasi. Apabila bantuan tidak digunakan sesuai peruntukannya, pengalihan kepada kelompok tani lain yang lebih membutuhkan dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penyaluran bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari kelompok tani penerima. Perwakilan Kelompok Tani Satahi, Muara M. Situmorang, dari Kecamatan Pangururan, menyampaikan terima kasih atas upaya Bupati dan Wakil Bupati Samosir dalam memperjuangkan kebutuhan petani hingga memperoleh dukungan dari Pemerintah Pusat.

Ia berharap perhatian terhadap sektor pertanian terus ditingkatkan agar semakin banyak kelompok tani memperoleh kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan hasil usahanya.

“Semoga Bapak sehat dan semakin kuat dalam memajukan pertanian Samosir,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Franseda Sianipar dari Kelompok Tani Sihole, Kecamatan Sianjur Mula Mula. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima dan berkomitmen agar peralatan tersebut dimanfaatkan serta dirawat dengan baik.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Kami bangga dan bahagia atas bantuan dan dukungan kepada kelompok tani. Kami akan mempergunakan bantuan secara baik dan merawat sebaik mungkin,” ungkapnya.

Penyaluran alsintan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Samosir dalam memperkuat pembangunan pertanian melalui peningkatan sarana produksi, modernisasi pengolahan lahan, dan pengembangan komoditas potensial.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Samosir, Pemerintah Pusat, dan kelompok tani, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah pekerjaan petani, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas, perluasan lahan bawang putih, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Dengan pengelolaan bantuan yang tepat serta pendampingan berkelanjutan, sektor pertanian di Kabupaten Samosir diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan petani serta pembangunan daerah. (D/Smart)

Bupati dan Wakil Bupati Samosir Ajak PIKI Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com – Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengajak Dewan Pengurus Cabang Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPC PIKI) Kabupaten Samosir periode 2026–2031 memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta berkontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan. PIKI diharapkan tidak sekadar menjadi wadah berhimpunnya kaum intelektual Kristen, tetapi juga menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kekristenan.

Ajakan tersebut disampaikan Vandiko saat menghadiri pelantikan DPC PIKI Kabupaten Samosir periode 2026–2031 di Gereja GKPI Tanah Lapang, Pangururan, Minggu (25/10/2026). Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal DPD PIKI Sumatera Utara, Pdt. Steven Kumenit.

Kepengurusan DPC PIKI Kabupaten Samosir periode 2026–2031 dipimpin Megianto Sinaga sebagai ketua, Tumpal BT. Siregar sebagai sekretaris, dan Ronal Nirma Sihotang sebagai bendahara. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu menyusun program kerja yang terarah serta menghadirkan gagasan yang bermanfaat bagi kemajuan organisasi dan pembangunan Kabupaten Samosir.

Dalam sambutannya, Bupati Vandiko menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru PIKI Samosir. Ia berharap seluruh pengurus menjalankan amanah dengan tulus, bertanggung jawab, serta menunjukkan identitas organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kekristenan dalam kehidupan bermasyarakat.

“PIKI harus berbeda dengan organisasi lain karena ada karakter kekristenan yang harus dijaga dan ditunjukkan kepada masyarakat. Ada model yang dapat dan tidak dapat dilakukan sesuai ajaran Kristus,” ujar Vandiko.

Menurutnya, tantangan pembangunan daerah semakin kompleks dan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Persoalan pendidikan, pembentukan moral dan karakter generasi muda, serta penyalahgunaan narkoba juga membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak.

Karena itu, pemerintah daerah memerlukan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi yang memiliki sumber daya intelektual dan kompetensi profesional. PIKI diharapkan mampu menyumbangkan pemikiran, menawarkan gagasan konstruktif, serta mengambil bagian dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Bupati juga mendorong PIKI Samosir membangun jaringan yang kuat agar mampu memperluas kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan daerah.

“Dengan jaringan PIKI yang kuat, PIKI Samosir dapat berperan aktif dalam pembangunan. Selanjutnya kami tunggu pemikiran-pemikiran dari PIKI,” kata Vandiko.

Ia menjelaskan bahwa dalam pertemuannya dengan pengurus DPP PIKI, dirinya mendapat dorongan agar Pemerintah Kabupaten Samosir turut mendukung pembentukan kepengurusan PIKI di daerah tersebut. Dengan terbentuknya DPC PIKI Samosir, ia berharap prinsip-prinsip organisasi dapat diwujudkan melalui program kerja yang konkret, terukur, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, saya mengucapkan selamat dan sukses atas terbentuknya kepengurusan DPC PIKI Samosir. Saya mengapresiasi dan sudah mendengar prinsip-prinsip pengurus yang baru terbentuk. Ini adalah orang-orang yang memiliki potensi, yang diharapkan mampu bersinergi dan menyusun program yang baik bagi pembangunan maupun organisasi,” ungkapnya.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk berharap PIKI Samosir terus bergerak melalui program-program yang terencana dan berkualitas. Ia menilai pemikiran serta kompetensi kaum intelektual dapat menjadi kontribusi berharga dalam mendukung kemajuan masyarakat dan pembangunan daerah.

“PIKI harus terus bergerak dengan program yang mantap. Dengan mayoritas masyarakat Samosir yang beragama Kristen, tentu PIKI dapat memberikan pemikiran yang berharga dan bermakna bagi masyarakat serta pembangunan Samosir,” ujar Ariston.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir sekaligus Dewan Pakar PIKI Samosir, Marudut Tua Sitinjak, berharap kepengurusan yang baru dapat mengembangkan berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia juga mendorong PIKI membangun kolaborasi yang produktif dengan Pemerintah Kabupaten Samosir agar gagasan organisasi dapat diwujudkan dalam kegiatan yang memberikan dampak positif.

Ketua DPC PIKI Samosir Megianto Sinaga menjelaskan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya terdiri atas individu dengan latar belakang yang beragam, mulai dari berbagai denominasi gereja, kalangan profesional, aparatur sipil negara (ASN), pensiunan, hingga pengusaha. Keberagaman tersebut diharapkan menjadi kekuatan dalam memperkaya gagasan dan memperluas kontribusi organisasi.

“PIKI tidak hadir menjadi benalu, tetapi menjadi bagian dari solusi bagi Pemerintah Kabupaten Samosir. Kami siap mendukung program Pemkab Samosir, khususnya dalam menggalakkan pariwisata dan program-program strategis lainnya, sehingga apa yang menjadi program pemerintah dapat berdampak bagi PIKI dan masyarakat,” kata Megianto.

Ia menambahkan bahwa PIKI Samosir diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat serta memperkuat hubungan dan kerja sama antardenominasi gereja di Kabupaten Samosir.

Dari unsur PIKI Sumatera Utara, Bendahara DPD PIKI Sumatera Utara Berta Mariana Silalahi mengingatkan agar PIKI Samosir mampu menjadi garam dan terang dunia melalui karya nyata yang berlandaskan nilai-nilai kekristenan. Ia mendorong organisasi tersebut mengambil peran dalam memajukan daerah, menjaga kelestarian lingkungan Danau Toba, serta memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

“PIKI Samosir harus mendorong kemajuan daerah, menjaga kelestarian Danau Toba dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat. Tetap teguh dengan semangat pengabdian,” ungkap Berta.

Ia juga mengajak kaum inteligensia Kristen untuk semakin aktif mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah. Menurutnya, kecerdasan, pengetahuan, serta kompetensi profesional perlu diwujudkan melalui karya dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Usai pelantikan, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk turut menyaksikan PIKI Awards 2026. Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPP PIKI Maruarar Sirait menyapa Bupati Samosir beserta jajaran pengurus DPC PIKI Samosir yang baru dilantik. Kegiatan PIKI Awards 2026 disiarkan secara langsung sehingga dapat disaksikan oleh masyarakat luas.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir sekaligus Dewan Pakar PIKI Samosir Marudut Tua Sitinjak, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan denominasi gereja.

Dengan terbentuknya kepengurusan DPC PIKI Kabupaten Samosir periode 2026–2031, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara kaum intelektual, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah daerah. Melalui program yang konkret dan semangat pengabdian, PIKI diharapkan dapat ikut mendorong kemajuan pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian lingkungan Danau Toba, serta kesejahteraan masyarakat Samosir. (D/Smart)

Pemkab Toba Sampaikan Usulan Pengembangan Daerah dalam Kunjungan BKSAP DPR RI

BALIGE (Toba) mediasergap.com – Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu menyampaikan sejumlah usulan pengembangan potensi daerah kepada delegasi Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI dalam kunjungan bertema “Diplomasi Parlemen sebagai Strategi Menjembatani Potensi Daerah Menuju Pasar Global” di rumah dinas Bupati Toba, Balige, Senin (26/10/2026).

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Toba ke tingkat nasional dan internasional, sekaligus membuka peluang kerja sama dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Kedatangan delegasi BKSAP DPR RI disambut langsung oleh Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu, didampingi istrinya, Ny. Astita Effendi Napitupulu, Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Paber Napitupulu, para staf ahli, asisten, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Bupati Toba memaparkan sejumlah sektor potensial yang dinilai dapat dikembangkan dan dipromosikan ke pasar global. Potensi tersebut meliputi sektor agrowisata, pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, dan perikanan darat.

Pada sektor agrowisata, salah satu potensi yang disampaikan adalah pengembangan hilirisasi tematik kopi Arabika di Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumbanjulu. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperluas peluang usaha bagi masyarakat.

Di sektor pariwisata, Kabupaten Toba memiliki potensi wisata alam, wisata religi, wisata buatan, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala internasional. Sementara itu, pada sektor kebudayaan, pelestarian kearifan lokal, termasuk tradisi dan kepercayaan Parmalim, menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Toba.

Potensi lainnya terdapat pada sektor ekonomi kreatif, antara lain tenun ulos, sarung Balige, produk kriya, dan kuliner halal. Adapun sektor perikanan darat diarahkan pada pengembangan pengolahan hasil perikanan serta pembibitan ikan air tawar.

Untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh, Pemerintah Kabupaten Toba juga menayangkan video profil daerah yang memuat kondisi umum dan berbagai potensi pembangunan Kabupaten Toba.

Dalam sesi diskusi, para anggota DPR RI dari berbagai komisi dan fraksi menyampaikan saran serta masukan terkait pengembangan sektor pariwisata, pertanian, pendidikan, infrastruktur, dan bidang lainnya. Diskusi tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pandangan mengenai peluang pengembangan daerah dan pengenalan potensi Kabupaten Toba melalui kerja sama parlemen di tingkat internasional.

Ketua delegasi, Muhammad Husein Fadlulloh, B.Bus., M.M., M.B.A., menyampaikan bahwa berbagai hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut dapat menjadi bahan untuk diperjuangkan dan diperkenalkan melalui forum-forum internasional.

“Kami diskusi banyak hal. Ini nanti bisa kami bawa dalam forum-forum internasional. Toba ini salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi oleh masyarakat internasional,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan BKSAP DPR RI ke Kabupaten Toba.

“Kita juga telah menyampaikan potensi yang ada di Kabupaten Toba. Harapan kita dari kunjungan BKSAP ini dapat membantu, dengan harapan kehadiran beberapa komisi yang hadir bisa membawa ini ke kancah internasional,” kata Bupati.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pengenalan potensi unggulan Kabupaten Toba, sekaligus membuka peluang dukungan dan kolaborasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Usai diskusi dan penyampaian sejumlah usulan pengembangan daerah, Bupati Toba menyerahkan cenderamata berupa ulos kepada Ketua BKSAP DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, beserta para anggota delegasi yang hadir. Penyerahan ulos tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus pengenalan kekayaan budaya masyarakat Batak Toba kepada para tamu.

Adapun anggota BKSAP DPR RI yang hadir dalam kunjungan tersebut meliputi Irine Yusiana Roba Putri, S.Sos., M.Comn&MediaS.; Samuel JD Wattimena; Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum.; Robert Joppy Kardinal, S.A.B.; Teguh Iswara Suardi, S.T., M.Sc.; Elpisina, S.Sos., M.Si.; Habib Aboe Bakar Alhabsyi, S.E.; Hj. Meitri Citra Wardani, S.H.; Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si.; Sigit Purnomo, S.A.P.; H. Fathi; serta Faujia Helga br. Tampubolon.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Toba berharap potensi pertanian, pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, dan perikanan dapat semakin dikenal luas serta memperoleh peluang pengembangan melalui jejaring kerja sama nasional dan internasional. (Dosi)

Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut Ungkap 5 Kasus Penyalahgunaan BBM, 6 Orang Jadi Tersangka





MEDAN – 

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara bersama Polres jajaran mengungkap lima kasus dugaan penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak (BBM), dengan menetapkan enam orang sebagai tersangka. Total BBM yang tercatat dalam pengungkapan tersebut mencapai 72.519,3 liter.

Pengungkapan yang dilakukan pada 21–25 Oktober 2026 itu merupakan bagian dari Program Quick Wins 100 Hari Kerja Kapolri. Lima laporan polisi tersebut terdiri atas dua perkara yang ditangani Ditreskrimsus Polda Sumut dan tiga perkara yang ditangani Polres jajaran.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil penindakan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Sumut bersama jajaran kewilayahan.

“Polda Sumatera Utara bersama jajaran telah mengungkap tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM melalui lima laporan polisi, dengan enam orang pelaku yang telah diamankan. Pengungkapan ini dilakukan sejak 21 sampai 25 Oktober 2026,” ujarnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol. Irfan Rifai, S.I.K., S.H., M.M., menjelaskan, modus dalam sejumlah perkara tersebut antara lain menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi untuk mengangkut BBM, kemudian menimbun dan menjualnya kembali.

Selain dugaan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM, penyidik juga mengungkap dugaan kecurangan takaran pada mesin pompa BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Serdang Bedagai.

“Modusnya hampir sama, yakni menggunakan kendaraan yang dimodifikasi untuk mengangkut BBM, kemudian dilakukan penimbunan dan penjualan. Namun, ada satu perkara di wilayah Serdang Bedagai yang berkaitan dengan dugaan perubahan takaran pada mesin pompa SPBU. Kasus tersebut masih kami dalami,” kata Irfan.

Berdasarkan data pengungkapan, perkara pertama berkaitan dengan dugaan kecurangan takaran BBM di SPBU Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Dalam perkara ini, dua orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni DS selaku manajer SPBU dan H selaku supervisor SPBU.

Perkara kedua berkaitan dengan dugaan pengangkutan 2.000 liter Solar bersubsidi di wilayah Percut Sei Tuan menggunakan mobil boks yang telah dimodifikasi. Perkara ini ditangani Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut.

Selanjutnya, Polres Tapanuli Selatan menangani dugaan pengangkutan 870 liter Pertalite menggunakan mobil Toyota Avanza yang dimodifikasi di Desa Bange, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Polres Tebing Tinggi menangani dugaan penimbunan 390 liter Solar di Desa Limbong, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai. Sementara itu, Polres Tapanuli Tengah menangani dugaan pengangkutan 234 liter Pertalite menggunakan mobil Suzuki Carry bermuatan jeriken di Jalan Lintas Sibolga–Padangsidimpuan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Secara keseluruhan, BBM yang tercatat dalam lima perkara tersebut terdiri atas 35.785,1 liter Pertalite, 35.158,3 liter Solar, dan 1.575,8 liter Pertamax. Totalnya mencapai 72.519,3 liter.

Para tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, serta Pasal 8 ayat (1) huruf b dan/atau huruf c juncto Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, sesuai dengan dugaan tindak pidana dalam masing-masing perkara.

Polda Sumut menegaskan penanganan kasus-kasus tersebut terus berlanjut untuk mendalami peran para tersangka, modus operandi, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Minggu Kasih di HKBP Tampubolon, Kapolres Toba Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan Jaga Kamtibmas

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan kepedulian, kebersamaan, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Semangat inilah yang diwujudkan melalui kegiatan Minggu Kasih Kapolres Toba di Gereja HKBP Tampubolon, Minggu (25/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Toba AKBP V.J. Parapaga, S.I.K., mengajak jemaat untuk memperkuat kebersamaan dan membangun kemitraan dengan kepolisian guna menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis di Kabupaten Toba.

Kapolres menegaskan bahwa terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif tidak dapat diwujudkan oleh kepolisian semata. Dukungan, kepedulian, dan kerja sama masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan kehidupan sosial yang rukun dan tenteram.

Dalam pesan kamtibmasnya, Kapolres Toba menekankan pentingnya membangun hubungan antara Polri dan masyarakat yang dilandasi kepercayaan, komunikasi terbuka, serta semangat saling menjaga.

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keamanan. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara Polri dan masyarakat. Masyarakat bukan hanya pihak yang harus dilindungi, tetapi juga mitra sejati yang bersama-sama berperan menjaga kamtibmas. Ketika polisi dan masyarakat berjalan beriringan, keamanan dan ketertiban akan lebih mudah kita wujudkan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, menjaga kerukunan antarwarga, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Apabila menemukan potensi gangguan keamanan, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar dapat ditangani secara tepat.

Kegiatan Minggu Kasih juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta membangun komunikasi yang terbuka dan humanis antara Polri dan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan kepercayaan masyarakat semakin kuat dan kesadaran untuk menjaga keamanan tumbuh sebagai tanggung jawab bersama.

Semangat ini sejalan dengan slogan “Polisi Bersama Masyarakat”, yang menegaskan pentingnya kemitraan dalam memelihara keamanan dan ketertiban. Kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis.

Melalui kegiatan Minggu Kasih di Gereja HKBP Tampubolon, Polres Toba mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus merawat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan berperan aktif menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Toba. (Dosi)

Polres Toba – Bersama Masyarakat, Wujudkan Toba yang Aman dan Damai.

Polres Toba Klarifikasi Informasi Penanganan Kasus Narkotika, Tegaskan Perkara Berlanjut ke Tahap Penyidikan

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Polres Toba memberikan klarifikasi terhadap unggahan di media sosial yang menyebutkan bahwa seorang tersangka kasus narkotika telah dikeluarkan oleh Kapolres Toba. Berdasarkan dokumen penanganan perkara yang disampaikan, kasus tersebut tercatat berlanjut ke tahap penyidikan, dengan penetapan tersangka dan penerbitan surat perintah penahanan.

Kasi Humas Polres Toba, IPDA Khairudin Sukriyanto, menjelaskan bahwa Satresnarkoba Polres Toba mengamankan seorang pria berinisial C.J.T. (51) pada Jumat, 2 Oktober 2026, di sebuah rumah di Jalan Ompu Batu Tahan Siahaan, Kelurahan Balige III, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba.

Menurut keterangan yang disampaikan, penindakan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas transaksi narkotika di lokasi tersebut. Saat petugas melakukan tindakan pengamanan, seorang pria yang berada di lokasi dilaporkan melarikan diri. Sementara itu, pemilik rumah diduga melakukan perlawanan dan mengancam petugas menggunakan cangkul.

Petugas kemudian mengamankan C.J.T. dan melakukan penggeledahan dengan disaksikan oleh Staf Kelurahan serta anggota keluarganya. Dari lokasi tersebut, Petugas menyita sejumlah barang bukti yang diduga berupa narkotika jenis sabu dan ganja, berikut sejumlah perlengkapan lainnya.

Lebih lanjut, berdasarkan dokumen penanganan perkara yang disampaikan, C.J.T. telah ditetapkan sebagai tersangka. Surat Perintah Penahanan tercatat diterbitkan pada 8 Oktober 2026, dan yang bersangkutan ditempatkan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polres Toba.

Saat ini, perkara tersebut masih dalam tahap penyidikan, termasuk melengkapi administrasi untuk proses pelimpahan kepada Kejaksaan Negeri Toba sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Penanganan perkara dilakukan melalui prosedur hukum yang berlaku. Kami mengimbau masyarakat agar memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum menyebarkannya, sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi,” jelas IPDA Khairudin Sukriyanto.

Polres Toba juga menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan kritik, memberikan masukan, serta meminta transparansi dalam pelaksanaan penegakan hukum. Keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk menyikapi informasi yang beredar secara bijak dengan mengedepankan verifikasi dan mengacu pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah tersebut penting agar informasi yang belum terkonfirmasi tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Melalui klarifikasi ini, Polres Toba menegaskan pentingnya penyampaian informasi yang akurat, transparan, dan berimbang, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung penegakan hukum yang profesional serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Kabupaten Toba. (Dosi)

Polda Sumut Tangkap 2 Terduga Pelaku Pembunuhan Driver Online, Mobil Korban Ditemukan

MEDAN (Sumut) mediasergap.com – Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pengemudi transportasi daring (driver online), Muhammad Imran (33). Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua pria berinisial MAH dan FSO serta sejumlah barang bukti, termasuk mobil milik korban.

Pengungkapan dilakukan oleh Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut bersama Tim Jatanras Polres Asahan dan Tim Intel Tek Ditintelkam Polda Sumut.

Kasus ini bermula dari penemuan jenazah Imran di dalam parit di Jalan Martil, Kelurahan Dadi Mulyo, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Berdasarkan penyelidikan awal, dugaan pencurian dengan kekerasan tersebut terjadi pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB di Jalan Kates, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Keluarga korban sebelumnya kehilangan kontak dengan Imran selama sekitar dua hari. Saat ditemukan, korban telah meninggal dunia dengan sejumlah luka pada tubuhnya. Sementara itu, mobil dan telepon genggam milik korban tidak ditemukan di lokasi.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim gabungan melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi, menganalisis data teknologi, serta menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat.

Hasilnya, polisi mengamankan MAH dan FSO di kawasan Jalan Jamin Ginting, Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Berdasarkan pemeriksaan awal, keduanya diduga terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Mereka juga diduga mengambil barang-barang milik korban dan membawa jenazahnya ke wilayah Kisaran, Kabupaten Asahan.

Mobil Korban Ditemukan di Sei Mencirim

Dalam pengembangan kasus, polisi menemukan mobil milik korban di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Kendaraan tersebut diduga hendak dijual kepada calon penadah dan ditemukan tanpa pelat nomor terpasang.

Polisi juga menelusuri keberadaan telepon genggam korban yang diduga telah dijual kepada pihak lain. Sejumlah pihak dimintai keterangan untuk mendalami proses penjualan tersebut.

Selain kendaraan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana itu, di antaranya pisau, gergaji kawat yang diduga digunakan sebagai alat penjerat, sarung tangan, pakaian, serta barang lainnya.

Tim gabungan turut menyisir sejumlah lokasi untuk mencari barang bukti yang diduga dibuang selama perjalanan dari lokasi pembuangan jenazah menuju Medan. Sejumlah barang kemudian ditemukan dan diamankan untuk kepentingan penyidikan.

Terduga Pelaku Disebut Melawan Petugas

Dalam proses pengembangan untuk memastikan lokasi kejadian, kedua terduga pelaku dilaporkan melakukan perlawanan dan berupaya melarikan diri dengan menyerang petugas.

Polisi menyebut telah memberikan peringatan agar keduanya kooperatif. Namun, karena situasi tersebut, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur.

Keduanya kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan medis sebelum menjalani proses hukum lebih lanjut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Cornelius Mangarahon Simanjuntak, S.I.K., M.Han., mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja sama sejumlah satuan dalam merespons tindak pidana yang meresahkan masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, Tim Intel Tek Ditintelkam Polda Sumut, serta Satreskrim dan Tim Jatanras Polres Asahan berperan dalam mengidentifikasi para terduga pelaku, menelusuri barang bukti, dan mengungkap rangkaian peristiwa.

Dalam penanganan perkara ini, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), autopsi terhadap jenazah korban, pemeriksaan pelapor dan saksi, pengamanan barang bukti, serta analisis rekaman CCTV dan informasi teknologi.

Selanjutnya, penyidik akan melakukan pemeriksaan lanjutan, berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik untuk menguji barang bukti, menelusuri keberadaan telepon genggam korban, serta melengkapi administrasi penyidikan.

Polda Sumut bersama Polres Asahan menegaskan komitmennya untuk menindak tindak pidana yang mengancam keselamatan masyarakat dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kejadian mencurigakan atau tindak pidana melalui layanan Call Center Polri 110. (Rel)

Kapolres Binjai Hadiri Minggu Kasih di GBKP Simpang Awas, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas

BINJAI (Sumut) mediasergap.com – Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., melaksanakan kunjungan Minggu Kasih di Gereja GBKP Simpang Awas, Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Binjai menyampaikan bahwa Minggu Kasih merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada jemaat saat melaksanakan ibadah.

Kapolres juga mengajak seluruh jemaat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Binjai. Masyarakat diimbau agar tidak ragu menyampaikan informasi maupun pengaduan kepada Polri melalui layanan Call Center 110 Polres Binjai," terang AKBP Bimo Moernanda.

Menurutnya, kegiatan Minggu Kasih menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kedekatan, serta menjaga hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ucap Kapolres Binjai.

Kehadiran Kapolres Binjai bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Binjai mendapat apresiasi dari Pdt. Kristo Fhilip Sembiring Milala, M.Th., beserta jemaat GBKP Simpang Awas.

Melalui kegiatan ini, Polres Binjai berharap sinergi dan komunikasi dengan masyarakat semakin kuat sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh warga Kota Binjai," ucap AKBP Bimo Moernanda. (Roni K)

(Sumber: ©Humas Res Binjai)

PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja Lakukan Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit dan Karet

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com - PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja kecamatan Teluk mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara, Melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman  kelapa sawit dan karet, semua telah terlaksana dengan baik.

“Adapun jumlah pohon kelapa Sawit sebanyak 953,13 Ha sedangkan karet 2168,93 Ha.

Asisten Personalia Kebun (APK) PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja dalam keterangannya Sabtu (24/10/2026) kepada awak media Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sangatlah  perlu di lakukan perawatan dan pemeliharaan terhadap tanaman kelapa sawit dan karet, semua itu telah di laksanakan dengan baik. 

PTPN IV Regional I Kebun Tanah Raja terdiri dari  5 afdeling untuk itu saya berharap ke depannya  Kebun Tanah Raja bisa merawat dan memelihara tanaman Kelapa Sawit dan Karet,” ucap APK Kebun Tanah Raja.

“Saya berharap kepada para Asisten dan karyawan bisa menjalin kerjasama dengan baik,” tutup APK. (Ajs)

Marpangir, Tradisi Batak Toba yang Sarat Makna: Manguras Pamatang, Mambahen Harum Diri, Paimauli Roha

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Marpangir bukan sekadar tradisi membersihkan tubuh dengan air yang dicampur dedaunan dan ramuan beraroma harum. Dalam khazanah budaya Batak Toba, Marpangir juga dapat dimaknai sebagai simbol penyegaran diri, pembaruan semangat, serta pengingat untuk senantiasa menjaga kebersihan hati dan keharmonisan hidup.

Filosofi “Manguras Pamatang, Mambahen Harum Diri, Paimauli Roha” mengandung pesan mendalam tentang pentingnya merawat tubuh, memperbaiki diri, dan membangun hati yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, Sabtu (24/10/2026).

Secara tradisional, Marpangir dilakukan dengan menggunakan air yang dicampur berbagai dedaunan atau ramuan beraroma harum. Tradisi ini memiliki makna yang tidak terbatas pada kebersihan fisik, tetapi juga dapat menjadi sarana refleksi diri, penyegaran pikiran, serta penguatan hubungan manusia dengan alam dan warisan budaya leluhur.

Dalam praktiknya, Marpangir dapat dilaksanakan secara bersama-sama di sumber air, sesuai dengan kebiasaan dan pemaknaan adat pada komunitas masing-masing. Tradisi ini juga menyimpan nilai simbolis tentang harapan akan kehidupan yang lebih baik, ketenteraman, serta kesiapan menyongsong perjalanan dan pengalaman baru.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Marpangir dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus memperbaiki kualitas kehidupan, baik secara pribadi maupun sosial.

Pertama, manguras pamatang, yakni menjaga kebersihan tubuh dan kesehatan sebagai bagian penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kedua, manguras pingkiran, yaitu menjernihkan pikiran agar mampu menghadapi berbagai persoalan dengan bijaksana, tenang, dan penuh pertimbangan.

Ketiga, mangaramoti roha, yang mengandung pesan untuk menjaga hati dan perilaku. Kebersihan diri hendaknya berjalan seiring dengan sikap yang baik, kejujuran, kepedulian, serta penghormatan kepada sesama manusia.

Keempat, manghaholongi alam dohot budaya, yakni mencintai alam dan menghargai warisan leluhur sebagai bagian dari identitas masyarakat Batak Toba yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan demikian, Marpangir dapat menjadi pengingat bahwa keindahan hidup tidak hanya tercermin dari penampilan luar, tetapi juga dari kejernihan pikiran, ketulusan hati, dan tindakan nyata yang membawa kebaikan bagi sesama.

Langkah pelestarian Marpangir yang diinisiasi Dinas Pariwisata Kabupaten Toba di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pariwisata, Rikardo Hutajulu, menjadi salah satu kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Batak Toba kepada masyarakat luas.

Upaya tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran budaya yang menghubungkan generasi masa kini dengan nilai-nilai luhur peninggalan para leluhur. Melalui kegiatan budaya, masyarakat tidak hanya diajak mengenal bentuk tradisi, tetapi juga memahami filosofi, nilai kebersamaan, dan pesan kehidupan yang terkandung di dalamnya.

Pelestarian budaya juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Daerah, Tokoh Adat, Pelaku Budaya, Komunitas Masyarakat, hingga Generasi Muda. Dengan kerja sama tersebut, tradisi Marpangir diharapkan tetap dikenal, dihargai, dan diwariskan secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, penting pula untuk menghormati keragaman pemaknaan Marpangir di setiap komunitas adat. Nilai budaya dapat diperkenalkan secara terbuka tanpa menghilangkan kekhasan, tata cara, maupun penghormatan terhadap tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

Marpangir mengajarkan bahwa merawat warisan leluhur bukan hanya tentang mempertahankan suatu kebiasaan, melainkan juga memahami nilai-nilai kebaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan modern.

Semangat menjaga kebersihan, menyegarkan pikiran, memperbaiki perilaku, mencintai alam, serta menghargai sesama merupakan nilai yang tetap relevan dalam membangun masyarakat yang harmonis.

Apresiasi dan terima kasih disampaikan kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu, beserta jajaran, serta kepada Wakil Bupati Toba yang turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Melalui pelestarian Marpangir, diharapkan kekayaan budaya Batak Toba semakin dikenal dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus untuk mencintai identitas budayanya sekaligus menghormati keberagaman. (Dosi)

Marpangir: Manguras Pamatang, Mambahen Harum Diri, Paimauli Roha.

Ias pamatangta, tiur pingkiranta, denggan rohanta, jala tongtong hita manghaholongi budaya ni ompunta.

Bersih tubuh, jernih pikiran, baik hati, lestari budaya.

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport