Media Sergap -->



Headline

Dukung Toba Caldera Culture Festival 2026, Gubernur Sumut Dorong Promosi Budaya dan Pariwisata Samosir

Samosir (Sumut) mediasergap.comGubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendorong pelaksanaan Toba Caldera Culture Festival 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan dan mengangkat kekayaan budaya Batak hingga ke Tingkat Internasional.

Dukungan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi panitia penyelenggara Toba Caldera Culture Festival 2026 bersama Wakil Bupati Samosir di Sumatera Utara. Audiensi tersebut berlangsung dalam rangka silaturahmi sekaligus menyampaikan rencana pelaksanaan festival serta memohon arahan dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Bobby Nasution menyampaikan Pemprov Sumut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan festival tersebut. Menurutnya, Toba Caldera Culture Festival diharapkan dapat memberikan makna positif, khususnya dalam memperkenalkan kekayaan kebudayaan yang ada di Kabupaten Samosir kepada masyarakat luas.

“Pemprov Sumut sangat mendukung kegiatan ini. Kita berharap festival ini memberikan makna terbaik, terutama dalam memperkenalkan kebudayaan yang ada di Samosir,” ujar Bobby.

Ia juga mendorong agar festival tersebut tidak hanya menjadi agenda pertunjukan budaya, tetapi mampu menjadi sarana promosi yang memperkuat daya tarik pariwisata Samosir. Dengan pengemasan yang menarik dan berkelanjutan, kekayaan budaya Batak diharapkan semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun mancanegara.

Dalam audiensi tersebut, Wakil Bupati Samosir bersama panitia penyelenggara menyampaikan rencana pelaksanaan Toba Caldera Culture Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24–27 September 2026 di Kabupaten Samosir.

“Kami datang untuk memberitahukan rencana kegiatan ini, memohon dukungan Pemprov Sumut, serta mengharapkan masukan dari Pak Gubernur agar pelaksanaan festival nantinya berjalan maksimal,” ujar Wakil Bupati Samosir.

Toba Caldera Culture Festival 2026 akan menghadirkan beragam kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya Batak. Festival tersebut dirancang tidak hanya sebagai ruang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi wadah pengembangan bakat dan kreativitas generasi muda.

Sejumlah agenda yang akan ditampilkan antara lain pameran kebudayaan, pertunjukan seni, kompetisi paduan suara, serta pagelaran budaya Batak yang dikemas secara menarik dan kreatif.

Pelaksanaan festival diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak promosi pariwisata Kabupaten Samosir dengan menghadirkan pengalaman budaya yang autentik sekaligus menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap festival tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku budaya, komunitas dan berbagai pihak terkait dalam menjaga sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Batak.

Melalui Toba Caldera Culture Festival 2026, Kabupaten Samosir diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus mencintai, mengembangkan dan memperkenalkan budaya Batak kepada dunia. (D/Smart)



DWP Samosir Dorong Kesadaran Kesehatan Masyarakat Lewat Cek Kesehatan Gratis dan Pap Smear


Samosir (Sumut) mediasergap.com Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Samosir menggelar layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Tanah Lapang Pangururan, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian DWP Kabupaten Samosir terhadap kesehatan masyarakat sekaligus bagian dari kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyakit. Layanan kesehatan gratis tidak hanya diperuntukkan bagi anggota DWP, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang hadir. Pemeriksaan yang diberikan meliputi cek kesehatan dan Pap Smear bagi perempuan.

Ketua DWP Kabupaten Samosir, Ny. Asti Marudut Tua Sitinjak, mengatakan pemeriksaan kesehatan secara rutin merupakan langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, sehingga apabila ditemukan gangguan kesehatan dapat segera ditangani. “Kita mengampanyekan hidup sehat melalui Germas bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Pemeriksaan kesehatan sangat perlu, kita deteksi sejak dini supaya bisa ditangani. Jangan sampai menunggu parah baru diobati,” ujar Asti.

Khusus bagi perempuan, pemeriksaan Pap Smear menjadi salah satu layanan yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut. Asti menyampaikan bahwa Pap Smear penting sebagai bagian dari upaya deteksi dini kanker serviks. Menurutnya, pemeriksaan tersebut dapat membantu mendeteksi adanya perubahan pada leher rahim yang berisiko berkembang menjadi kanker serviks, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Asti juga mendorong seluruh anggota DWP untuk tidak hanya peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga, tetapi turut berperan dalam mengedukasi masyarakat di lingkungan masing-masing. “Pap Smear sangat penting untuk pencegahan kanker serviks. Karena itu, saya mendorong seluruh anggota Dharma Wanita untuk peduli terhadap kesehatan dan mampu mengedukasi masyarakat,” katanya.
Ia berharap semakin banyak perempuan di Kabupaten Samosir yang memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan. Dengan kondisi kesehatan yang baik, perempuan diharapkan dapat menjadi pribadi yang tangguh dan produktif, sekaligus mampu menjalankan peran dalam keluarga serta mendukung peningkatan ekonomi rumah tangga.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir, Mawarisa Sitinjak, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan sekaligus edukasi kesehatan kepada masyarakat. “Ini merupakan wujud pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kita juga terus meningkatkan edukasi agar masyarakat semakin sadar dan peduli untuk menjaga kesehatan,” ujar Mawarisa.

Ia menjelaskan, sasaran pelayanan kesehatan mencakup seluruh kelompok masyarakat, mulai dari bayi baru lahir, balita, orang dewasa hingga lanjut usia. “Deteksi dini sangat penting. Dengan pemeriksaan secara rutin, apabila ditemukan adanya gangguan kesehatan dapat segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Selain pemeriksaan kesehatan dan Pap Smear, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan senam sehat bersama. Kegiatan berlangsung antusias dan menjadi momentum bagi anggota DWP serta masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup sehat.

Melalui kegiatan tersebut, DWP Kabupaten Samosir bersama Dinas Kesehatan terus mendorong pelaksanaan Germas agar tidak sekadar menjadi kampanye, tetapi dapat diterapkan sebagai kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan sehari-hari. (D/Smart)


TP PKK Toba Dorong OPD Aktif Kelola Sampah

TOBA (Sumut) mediasergap.com Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Toba, Ny. Astita Effendi Sintong Napitupulu, turun langsung melakukan penilaian kebersihan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba.

Penilaian tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kebersihan dan kerapian lingkungan perkantoran, mulai dari ruang kerja, halaman, toilet, fasilitas umum hingga pengelolaan sampah di masing-masing OPD.

Astita mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi penilaian dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya hidup bersih, sehat dan tertib secara berkelanjutan di lingkungan kerja.

Menurutnya, kebersihan lingkungan perkantoran perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari dan tidak hanya dilakukan ketika ada penilaian atau momentum tertentu. Dengan demikian, lingkungan kerja yang bersih dan nyaman dapat mendukung produktivitas aparatur sekaligus menjadi contoh positif bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Ketua TP PKK Toba bersama tim penilai memperhatikan sejumlah indikator yang telah ditetapkan, termasuk kebersihan ruangan, halaman, fasilitas umum serta pengelolaan sampah.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Astita adalah keberadaan dan keaktifan bank sampah di lingkungan OPD. Ia mendorong perangkat daerah agar dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan pengelolaan sampah yang baik.

"Saya temukan ternyata rata-rata OPD kita itu belum punya rekening bank sampah. Harapan saya, jangan kita menyuruh masyarakat untuk ikut bank sampah sedangkan kita sendiri tidak aktif. Berilah contoh yang baik," ujar Astita saat dijumpai bersama tim penilai di Dinas Perhubungan Toba, Selasa (11/8/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan penilaian tersebut merupakan bagian dari program TP PKK Kabupaten Toba, khususnya dalam mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. "Jurinya ini dari Pokja PKK yang memang membidangi lingkungan bersih dan sehat. Ini juga program PKK karena kemarin memang sempat mau ke Dinas Lingkungan Hidup untuk tim penilai, tapi terkesan kurang adil nanti kalau Dinas Lingkungan Hidup menilai Dinas Lingkungan Hidup. Maka diambil dari luar OPD," jelasnya.

Hasil penilaian tersebut nantinya akan diumumkan pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Toba, Dicky Aspino Tampubolon, didampingi Kepala Bidang Lalu Lintas Evan Simanjuntak, mengatakan bahwa upaya menjaga kebersihan telah menjadi bagian dari kebiasaan di lingkungan kerja Dinas Perhubungan.

"Untuk kebersihan lingkungan kantor ini Dishub sebenarnya tetap menjaga kebersihan, jadi bukan karena menyambut HUT RI saja. Namun, dalam rangka peringatan HUT RI ini kita melakukan perubahan kebersihan yang lebih banyak," ungkap Dicky.

Menurutnya, perhatian terhadap kebersihan mendapat dukungan dari seluruh jajaran. Meski demikian, pihaknya masih menghadapi keterbatasan ruang penyimpanan atau gudang.

"Untuk kebersihan, tidak ada kendala karena semua memberikan perhatian. Hanya mungkin kita punya kendala untuk ruangan penyimpanan dan memang masih kurang, mengingat kita juga membutuhkan gudang yang cukup besar. Namun, kami hingga saat ini masih memaksimalkan gudang yang ada," tutur Dicky.

Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kabupaten Toba berharap budaya bersih dan sehat semakin tumbuh di lingkungan pemerintahan. Kebersihan kantor diharapkan tidak berhenti sebagai bagian dari perlombaan, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan secara konsisten sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat. (Ds)

Simpan Shabu di Kantong Celana, 2 Warga Sergai Ditangkap Sat Narkoba Polresta Deli Serdang

Deli Serdang (Sumut) mediasergap.comSat Narkoba Polresta Deli Serdang kembali tangkap 2 pria yang diduga sebagai pengedar narkoba di Desa Sei Tuan Kec. Pantai Labu Kab. Deli Serdang. Sabtu (08/08/2026).

Kedua pelaku berinisial I alias M (30) warga Dusun IV Desa Kebun Ubi Kec.Teluk Mengkudu Kab.Serdang Bedagai dan ASN (33) warga Dusun I Desa Makmur Kec.Teluk Mengkudu Kab.Serdang Bedagai dan petugas sita barang bukti 1 bungkung plastik klip yang berisikan narkoba jenis shabu dengan berat bruto 1,14 gram dari kantong celana salah satu pria yang ditangkap. 

Dalam konfirmasinya Kapolresta Deli Serdang melalui Kasat Narkoba Kompol Dr. Ferry Kusnady menerangkan bahwa penangkapan M dan ASN berawal dari keresahan masyarakat terkait dengan adanya pria yang mengedarkan narkoba jenis shabu di Desa Sei Tua Kec. Pantai Labu.  

“Usai menerima informasi tentang keberadaan pelaku personil Satres Narkoba Polresta Deli Serdang langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan  dan berhasil menyita barang bukti narkoba dari dalam kantong celana salah satu pelaku" ungkapnya.

Kedua pelaku mengakui atas kepemilikan narkoba tersebut selanjutnya pelaku dan barang bukti diboyong  ke Mako Polresta Deli Serdang untuk dilakukan penyidikan atas kepemilikan narkoba tersebut.

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar melaporkan segala sesuatu yang berkaitan dengan narkoba, dengan informasi sekecil apapun kami dari Sat Narkoba akan langsung melakukan penyelidikan dan bila terbukti menyimpan atau mengedarkan akan kami tindak tegas" tutup Kasat Narkoba. (Rel)

DPRD dan Pemkab Toba Sinergikan Kebijakan Anggaran untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TOBA (Sumut) mediasergap.comDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Toba menggelar rapat paripurna dalam rangka pembahasan dan penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Rapat paripurna tersebut juga membahas dan menandatangani Nota Kesepakatan Rancangan KUA dan Rancangan PPAS APBD Tahun Anggaran 2027. Kegiatan berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Toba, Senin (10/8/2026), dipimpin Thomson Manurung dan didampingi Hendri Tambunan.

Rapat paripurna ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penyusunan kebijakan anggaran daerah. Pembahasan tersebut diharapkan dapat memperkuat arah kebijakan fiskal sekaligus memastikan program dan prioritas pembangunan Kabupaten Toba dapat dilaksanakan secara efektif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam nota pengantar yang dibacakan Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu, disampaikan bahwa pokok-pokok Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS APBD Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2026 meliputi kebijakan pendapatan, kebijakan belanja, dan kebijakan pembiayaan.

Pada sisi pendapatan, pendapatan daerah Tahun Anggaran 2026 direncanakan sebesar Rp.1.185.527.833.982,74, yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Angka tersebut mengalami penyesuaian atau berkurang sebesar Rp.738.555.550,26 dibandingkan target pendapatan pada APBD induk Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp.1.186.266.389.553.

Sementara itu, pada sisi belanja daerah terdapat sejumlah perubahan. Belanja operasi yang semula direncanakan sebesar Rp.862.238.643.234,72 menjadi Rp.857.910.497.976,61, atau berkurang sebesar Rp.4.238.145.258,11.

Belanja modal mengalami peningkatan dari semula Rp.91.441.480.458,28 menjadi Rp.110.440.433.152,82, atau bertambah sebesar Rp.18.998.952.694,54.

Selanjutnya, belanja tidak terduga berubah dari Rp.12.485.000.000,00 menjadi Rp.5.497.164.815,00, berkurang sebesar Rp.6.987.835.185,00. Sedangkan belanja transfer berubah dari Rp.245.835.016.840,00 menjadi Rp.244.352.891.928,00, atau berkurang sebesar Rp.1.482.124.912,00.

Pada sisi pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran sebelumnya semula sebesar Rp.26.733.751.000,00 menjadi Rp.34.368.853.536,69, atau bertambah sebesar Rp.7.635.102.536,69.

Sementara pengeluaran pembiayaan daerah berupa penyertaan modal daerah semula sebesar Rp.1.000.000.000 menjadi Rp.1.695.699.647, atau bertambah sebesar Rp.695.699.647.

Selanjutnya, Wakil Bupati Toba membacakan Rancangan KUA dan Rancangan PPAS APBD Tahun Anggaran 2027. Dalam rancangan tersebut, pendapatan daerah Tahun Anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp.1.171.199.128.920.

Untuk belanja daerah, belanja operasi direncanakan sebesar Rp.871.668.756.221,93, belanja modal sebesar Rp.47.095.227.276,07, belanja tidak terduga sebesar Rp.10.000.000.000, serta belanja transfer sebesar Rp.244.435.145.422.

Sementara itu, pembiayaan daerah direncanakan terdiri atas penerimaan pembiayaan berupa SiLPA tahun sebelumnya sebesar Rp.5 miliar dan pengeluaran pembiayaan berupa penyertaan modal daerah sebesar Rp.3 miliar.

Pembahasan dan kesepakatan terhadap KUA dan PPAS tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam penyusunan APBD yang lebih terarah serta mendukung keberlanjutan program pembangunan daerah.

"Harapan kami semoga Rancangan KUA dan Rancangan PPAS APBD Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2027 ini dapat disepakati bersama dengan tepat waktu, sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku," pungkasnya. (Ds)



Wabup Toba Pacu Pimpinan OPD: Pahami Tugas, Bergerak dan Ciptakan Inovasi

TOBA (Sumut) mediasergap.com Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba tidak larut dalam seremoni setelah menduduki jabatan baru. Ia menegaskan, setiap pimpinan OPD harus segera bergerak, bekerja dan menghadirkan perubahan yang nyata bagi organisasi maupun masyarakat.

Pesan tegas itu disampaikan Audi Murphy saat menjadi pembina apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Toba, di halaman Kantor Bupati Toba, Balige, Senin (10/8/2026) pagi.

Dalam amanatnya, Wabup secara khusus mengingatkan para pimpinan OPD, terutama mereka yang baru dilantik pada 6 Agustus 2026, agar segera memahami tanggung jawab dan posisi strategis yang dipercayakan kepada mereka.

Menurut Audi Murphy, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami arah pembangunan Kabupaten Toba sebagaimana tertuang dalam visi dan misi yang menjadi dasar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Baca visi-misi yang ada di RPJMD, karena itulah dasar berpijak Kabupaten Toba. Pahami juga tupoksi masing-masing,” tegas Audi Murphy.

Namun, memahami tugas pokok dan fungsi saja dinilai belum cukup. Para pimpinan OPD juga diminta memahami karakter daerah, termasuk budaya, adat-istiadat serta karakter masyarakat Toba.

Tak kalah penting, pemimpin juga harus mengenal karakter para pegawai yang dipimpinnya.

“Selain itu, pahami juga bagaimana tatanan budaya, adat-istiadat dan karakter masyarakat di Toba ini. Hal yang tidak kalah penting, pahami karakter semua orang yang ada di OPD tersebut,” ujarnya.

Setelah seluruh aspek tersebut dipahami, Audi Murphy meminta para pimpinan OPD segera melakukan langkah nyata.

“Go and Run. Mulai dan berlarilah,” pesan Wabup.

Ia meminta para pimpinan OPD memulai langkah perubahan dengan membangun komunikasi bersama seluruh staf dan pegawai. Rapat internal, evaluasi serta penyusunan langkah kerja harus segera dilakukan untuk memastikan organisasi bergerak menuju arah yang lebih baik.

“Mulai dengan rapat dengan seluruh staf dan pegawai. Tunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik dan lakukan inovasi,” katanya.

Audi Murphy juga mengingatkan pentingnya memahami jenjang kepemimpinan dalam sebuah organisasi pemerintahan. Menurutnya, pejabat Eselon II merupakan pimpinan tertinggi dalam OPD, sedangkan Eselon III memiliki posisi penting sebagai middle management.

“Eselon II adalah pimpinan tertinggi dalam setiap OPD, sementara jabatan Eselon III adalah middle management. The next manager. Maka tunjukkan kemampuanmu,” tegas mantan Sekdakab Toba tersebut.

Ia kemudian menekankan tiga tingkatan manajemen yang harus dipahami dalam menjalankan organisasi, yakni top management, middle management dan lower management.

Top management berfokus pada arah strategis dan pengambilan keputusan tingkat tinggi. Middle management bertugas memastikan keputusan tersebut dapat diterjemahkan dan dilaksanakan dengan baik. Sementara lower management menjadi lini terdepan dalam menjalankan keputusan serta aktivitas pelayanan sehari-hari.

“Ingat tiga hal, Top Management, Middle Management dan Lower Management,” lanjutnya.

Pesan tersebut, kata Audi Murphy, menjadi penting agar setiap pejabat tidak hanya memahami kedudukannya secara struktural, tetapi juga mampu menjalankan fungsi kepemimpinan secara efektif dan menghasilkan kinerja yang dapat dirasakan.

Ajak ASN Semarakkan Kemerdekaan

Selain menekankan percepatan kinerja dan kepemimpinan, Wabup Toba juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Toba turut mengambil bagian dalam menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Ia meminta para ASN tidak menganggap perayaan kemerdekaan sebagai kegiatan biasa. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen pemerintahan merupakan bagian dari upaya menumbuhkan semangat kebangsaan.

“Persiapkan dirimu dengan berbagai perlengkapan kemerdekaan. Jangan anggap ini hal biasa, apalagi sampai tidak peduli. Terlibatlah dalam setiap perayaan yang ada di lingkunganmu,” tegas Audi Murphy.

Dengan semangat “Go and Run”, para pimpinan OPD diharapkan tidak hanya hadir sebagai pejabat struktural, tetapi mampu menjadi motor penggerak perubahan, inovasi dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Toba. (Ds)



Bupati Toba Turun ke Jalan Bagikan Bendera, Kobarkan Semangat Kemerdekaan

TOBA (Sumut) mediasergap.comSemangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mulai terasa di Kabupaten Toba. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba menggelar Gerakan Nasional Pembagian Sepuluh Juta Bendera Merah Putih sebagai bagian dari upaya membangkitkan rasa cinta Tanah Air sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Gerakan tersebut digelar di Jalan Sisingamangaraja, Balige, tepatnya di depan Balairung, Senin (10/8/2026). Kegiatan ini diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Daerah, Perwakilan Kecamatan serta berbagai unsur masyarakat.

Suasana kemeriahan semakin terasa ketika kegiatan diawali dengan defile anggota Paskibra, disusul penampilan marching band dan barisan perwakilan dari Seluruh Kecamatan di Kabupaten Toba.

Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu mengatakan, pembagian bendera Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali rasa bangga dan cinta terhadap Bangsa dan Negara.

Menurutnya, Merah Putih merupakan identitas sekaligus simbol persatuan bangsa Indonesia. Karena itu, pada momentum bulan kemerdekaan, semangat mengibarkan bendera Merah Putih di berbagai penjuru daerah diharapkan semakin menggema.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat menunjukkan dan membangkitkan rasa cinta kita terhadap bangsa dan negara. Biarlah ini menjadi awal memeriahkan kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bentuk rasa syukur kita,” ujar Bupati Toba.

Ia menjelaskan, Gerakan Nasional Pembagian Sepuluh Juta Bendera Merah Putih merupakan gerakan yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum.

Gerakan tersebut ditujukan untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan semangat nasionalisme masyarakat, khususnya dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Gerakan ini juga bertujuan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memasang bendera Merah Putih sebagai simbol identitas bangsa,” kata Effendi.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Toba secara simbolis menyerahkan bendera Merah Putih kepada perwakilan camat untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Tidak berhenti pada seremoni, Bupati bersama Wakil Bupati Toba dan jajaran Forkopimda kemudian turun langsung membagikan bendera kepada masyarakat serta para pengendara yang melintas di lokasi kegiatan.

Turut hadir Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua TP PKK Kabupaten Toba, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Toba serta Ketua Bhayangkari Cabang Toba.

Gerakan ini diharapkan menjadi pemantik semangat masyarakat Kabupaten Toba untuk bersama-sama menyemarakkan bulan kemerdekaan dengan mengibarkan Merah Putih, sekaligus menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai ruang memperkuat persaudaraan, nasionalisme dan kecintaan terhadap Indonesia. (Ds)



Viral Proyek Pengaspalan Jalan di Galang Disebut Tak Disiram, Pengawas: Penyiraman Sudah Diupayakan

Deli Serdang (Sumut) mediasergap.comProses pembangunan dan pengaspalan jalan di wilayah Sidoarjo Satu, Desa Jatibaru, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi perhatian setelah beredar informasi atau video yang menuding jalan tersebut tidak dilakukan penyiraman sehingga menimbulkan debu bagi pengendara maupun masyarakat sekitar.

Berdasarkan kondisi di lapangan, pekerjaan jalan tersebut memang sedang dalam proses pembangunan. Aktivitas alat berat dan pengerjaan material jalan menyebabkan munculnya debu, terutama ketika kendaraan melintas di atas permukaan jalan yang masih dalam tahap pengerjaan.

Namun, pihak pelaksana proyek membantah jika dikatakan tidak melakukan upaya penyiraman.

JN selaku pengawas proyek membenarkan bahwa proses pembangunan jalan menimbulkan debu, tetapi pihaknya telah berupaya melakukan penyiraman untuk mengurangi dampak debu.

“Memang proses pembangunan jalan ini mengakibatkan debu. Namun, kami juga sudah berupaya melakukan penyiraman jalan agar tidak mengganggu pengendara yang melintas maupun warga sekitar,” ungkap JN.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama proses pengerjaan terdapat ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

“Kami selaku pelaksana proyek meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Insyaallah ke depannya jalan ini akan lebih mudah dan nyaman dilalui oleh masyarakat yang melintas,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara yang melintas justru mengaku memaklumi kondisi tersebut. Menurutnya, debu yang muncul merupakan bagian dari proses pembangunan jalan yang sedang berlangsung.

Ia mengaku senang karena jalan yang selama ini dilalui masyarakat akhirnya mendapatkan pembangunan.

“Kalau soal debu, saya maklum karena ini kan sedang dikerjakan. Justru kami senang jalan ini mau diaspal. Sebelum ada proyek ini, jalan yang kami lalui setiap hari juga memang berabu dan berdebu,” ujar pengendara tersebut.

Dengan adanya pembangunan tersebut, masyarakat berharap pekerjaan jalan dapat diselesaikan dengan baik dan segera memberikan manfaat bagi warga serta para pengguna jalan. (Rel)

Samosir Run Naik Kelas, Penutup Festival Tao Toba Joujou Dorong Sport Tourism

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.comSemarak Festival Tao Toba Joujou 2026 resmi ditutup dengan gelaran Samosir Run 2026, Minggu (09/08/2026). Ribuan energi dan semangat olahraga berpadu dengan panorama Danau Toba saat peserta dari berbagai daerah mengikuti ajang lari yang tahun ini naik kelas dari sekadar fun run menjadi kompetisi atau race.

Bendera start dikibarkan Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera, menandai dimulainya perlombaan yang mengambil lokasi di kawasan tepian Danau Toba.

Tak sekadar menjadi penutup festival, Samosir Run 2026 menjadi momentum baru dalam pengembangan sport tourism di Kabupaten Samosir. Konsep perlombaan yang lebih kompetitif diharapkan mampu menarik semakin banyak pelari sekaligus memperkenalkan keindahan alam dan potensi pariwisata Samosir kepada peserta dari berbagai daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera mengatakan, perubahan konsep Samosir Run dari fun run menjadi race merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendorong pola hidup sehat masyarakat sekaligus mengembangkan olahraga sebagai daya tarik wisata. “Ini menjadi fase baru Samosir Run, dari sebelumnya fun run menjadi ajang kompetisi atau race. Kita ingin mendorong gaya hidup sehat masyarakat sekaligus mengembangkan sport tourism di Samosir,” ujar Riza.

Menurutnya, Samosir Run memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi agenda olahraga dan pariwisata yang mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan ke kawasan Danau Toba. Peserta tidak hanya diajak berlari dan mengejar catatan waktu, tetapi juga menikmati langsung lanskap Danau Toba yang menjadi salah satu daya tarik utama Kabupaten Samosir.

Jadi Penutup Festival Tao Toba Joujou 2026

Samosir Run sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian Festival Tao Toba Joujou 2026 yang telah berlangsung selama beberapa hari. Festival tersebut menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari budaya, UMKM, ekonomi kreatif, olahraga hingga hiburan dan konser musik. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, pelaku usaha, wisatawan dan berbagai pihak dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Samosir juga turut ambil bagian dalam Samosir Run 2026. Mewakili Bupati Samosir, Marudut Tua Sitinjak menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Tao Toba Joujou 2026.

Ia menilai, kemeriahan festival tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM di Kabupaten Samosir. “Terima kasih kepada BI Sibolga. Kami mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan yang telah berjalan sukses dan meriah. Festival ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi terbukti mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Samosir,” ungkap Marudut.

Menurutnya, kegiatan berskala besar seperti Festival Tao Toba Joujou perlu terus dikembangkan agar semakin mampu memperkuat citra Samosir sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Danau Toba. Dengan berakhirnya Samosir Run, berakhir pula seluruh rangkaian Festival Tao Toba Joujou 2026. Namun, semangat yang dibangun melalui festival tersebut diharapkan terus berlanjut melalui penguatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM dan olahraga.

Samosir pun kembali menunjukkan bahwa keindahan Danau Toba bukan hanya menjadi latar wisata, tetapi juga dapat menjadi panggung bagi olahraga, budaya dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Daftar Pemenang Samosir Run 2026

5K Umum Wanita

  1. 1. Cahaya Sihotang
  2. 2. Chevreina Nasya
  3. 3. Tasya Lestari Teresia

5K Umum Pria

  1. 1. Noel Jhon Frengki
  2. 2. Berkat Lumban Raja
  3. 3. Eduard Pudan

5K Master Wanita

  1. 1. Agustina Nadeak
  2. 2. Ade Saragih
  3. 3. Maria Silalahi

5K Master Pria

  1. 1. Oberlin RJ. Gea
  2. 2. Herandus Paulus
  3. 3. Salmon Urung Yahta

10K Master Wanita

  1. 1. Nurlela
  2. 2. Afrina Ferawati Sitohang
  3. 3. Melda Sibarani

10K Master Pria

  1. 1. Aspen Petrus Manik
  2. 2. Arnol PH Lubis
  3. 3. Riswanto Hutasuhut

10K Umum Wanita

  1. 1. Irsa Sola Gracia
  2. 2. Fikesy Hostita Silalahi
  3. 3. Ismi Atilla Islamida

10K Umum Pria

  1. 1. Davit Maluddin
  2. 2. Asian Putra Sianipar
  3. 3. Ganda Holmes Sinamo



Tekan Angka Kriminalitas dan Balap Liar, Sat Reskrim Polres Padang Lawas Giatkan Patroli Malam

PADANG LAWAS (Sumut) mediasergap.comGuna mengantisipasi aksi tawuran, kejahatan jalanan, hingga aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat, Personil Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Padang Lawas menggelar patroli mobile skala besar pada Sabtu malam (08/08/2026) hingga Minggu dini hari (09/08/2026).

Kegiatan operasional ini dilaksanakan berdasarkan arahan Kapolres Padang Lawas, AKBP Dodik Yuliyanto, melalui Kasat Reskrim Polres Padang Lawas, AKP Irwansah Sitorus, sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menekan angka kejahatan 3C (Curas, Curat, dan Curamor), aksi begal, serta premanisme di wilayah hukum Kabupaten Padang Lawas.

Patroli yang berlangsung sejak pukul 23.00 hingga 03.00 WIB tersebut menyisir sejumah titik rawan gangguan kamtibmas. Pengawasan difokuskan pada kawasan padat aktivitas malam, jalanan sepi yang berpotensi menjadi lokasi pembegalan, hingga lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar oleh para pemuda.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, personel menggelar apel kesiapan yang dipimpin oleh Aipda Wedi R. Nasution. Dalam pengarahannya, Aipda Wedi menekankan agar seluruh anggota tetap mengedepankan pendekatan humanis dan mengutamakan sopan santun saat berinteraksi dengan masyarakat.

“Patroli ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga imbauan preventif. Kami mengimbau warga agar senantiasa waspada terhadap potensi tindak pidana seperti pencurian maupun penipuan,” ujar AKP Irwansah Sitorus dalam keterangannya.

Selain menyisir area rawan, petugas turut menghampiri warga dan kelompok remaja yang masih nongkrong di kafe maupun warung hingga larut malam. Petugas memberikan edukasi keselamatan, seperti imbauan untuk tidak melintas sendirian di jalanan sepi pada malam hari guna menghindari aksi begal, serta tidak mengenakan perhiasan atau barang berharga secara mencolok agar terhindar dari sasaran kejahatan premanisme.

Para pemuda yang kedapatan masih berkumpul tanpa kegiatan jelas pada dini hari juga diarahkan untuk segera membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing demi menjaga ketertiban lingkungan.

Kegiatan patroli malam tersebut melibatkan empat personel Sat Reskrim Polres Padang Lawas, yakni Aipda Wedi R. Nasution, Brigadir M. Solehudin Hutasuhut, Briptu Frans Nasution, dan Bripda Farhan Azhari Siregar.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan patroli berjalan aman, lancar, dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan mampu mengurungkan niat para pelaku kejahatan sekaligus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Padang Lawas. (Rel)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport