TOBA (Sumut) mediasergap.com — Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) didorong menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Tingkat Desa dengan mengoptimalkan potensi lokal, memperluas akses kebutuhan pokok, menyerap hasil produksi masyarakat serta membuka peluang lapangan kerja.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi Republik Indonesia Dr. Ferry Juliantono saat melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pantai Pasifik, Desa Patane IV, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Selasa (6/10/2026).
Kunjungan tersebut mengusung tema “Sinergi Membangun Ekonomi Rakyat Berbasis Koperasi dan Kearifan Lokal” dan dirangkai dengan dialog bersama para pengurus koperasi. Dialog tersebut menjadi ruang untuk mendengarkan secara langsung kondisi, tantangan dan kebutuhan pengembangan koperasi di Kabupaten Toba.
Dalam kesempatan tersebut, Ferry Juliantono menyampaikan perkembangan pembangunan infrastruktur pendukung KDMP di berbagai daerah. Saat ini, sebanyak 27.223 bangunan fisik berupa gudang, gerai dan kelengkapannya sedang dibangun di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.280 bangunan telah disampaikan untuk diverifikasi, sementara 8.220 lainnya masih dalam proses verifikasi dan validasi, termasuk yang menjalani reviu oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Menurut Ferry, Kementerian Koperasi menunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana tugas di lapangan melalui kerja sama dengan TNI. Sementara itu, posisi manajer KDMP akan direkrut untuk mendukung pengelolaan dan pelaksanaan berbagai fungsi koperasi.
KDMP nantinya diharapkan dapat menjalankan fungsi distribusi berbagai barang bersubsidi, seperti minyak goreng, pupuk, LPG 3 kilogram dan beras, sekaligus menyediakan kebutuhan pokok serta kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Tidak hanya sebagai tempat distribusi, KDMP juga diarahkan menjadi wadah untuk menyerap dan menampung hasil produksi masyarakat. Dengan demikian, koperasi diharapkan dapat menjadi penghubung antara produk masyarakat desa dengan pasar serta menjadi sarana penyaluran berbagai Program Pemerintah Pusat.
Selama dua tahun pertama operasionalisasi KDMP akan dilaksanakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
“Dalam waktu dekat Kementerian Koperasi akan melakukan komunikasi dengan seluruh pengurus KDMP se-Indonesia, baik melalui Zoom meeting maupun tatap muka. Pemilik KDMP ini adalah Desa, pengelolanya selama dua tahun adalah PT Agrinas Pangan Nusantara dan ada Manajer Koperasi Desa,” ujar Ferry.
Ia berharap keberadaan KDMP dapat dikelola dengan baik sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk membuka kesempatan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi di Desa.
“Semoga program ini bisa berjalan dengan baik, memberikan manfaat yang sebaik-baiknya, bisa menyerap lapangan pekerjaan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Koperasi ke Kabupaten Toba. Menurutnya, kehadiran Menteri bersama para pengurus koperasi menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan perkoperasian di Daerah.
“Kehadiran Bapak di tempat ini akan membawa kemajuan untuk Kabupaten Toba, secara khusus di bidang perkoperasian. Pertemuan hari ini tentu tidak terlepas dari dukungan DPP KMDT. Kami menyadari pengelolaan SDM yang ada di Kabupaten Toba dalam pengelolaan koperasi masih sangat minim,” ujar Audi.
Audi menyebutkan, saat ini terdapat 243 koperasi berbadan hukum di Kabupaten Toba. Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 koperasi telah terbangun, dan 12 di antaranya telah selesai 100 %.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola koperasi agar keberadaan koperasi tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu berkembang sebagai unit usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Audi berharap pertemuan tersebut dapat memberikan semangat baru kepada pemerintah daerah dan para pengurus koperasi untuk memperkuat pengelolaan, meningkatkan kapasitas SDM serta mengembangkan koperasi sesuai potensi yang dimiliki Kabupaten Toba.
Ketua Panitia Jupiter Sitorus mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wadah dialog sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pengurus koperasi dalam membangun ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pengembangan koperasi perlu tetap mengedepankan potensi daerah dan kearifan lokal sehingga keberadaan koperasi benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami berharap kehadiran Bapak Menteri dan Pimpinan Daerah dapat memberikan semangat, motivasi dan energi baru bagi kita untuk semakin mengembangkan koperasi,” katanya.
Penguatan KDMP di Kabupaten Toba diharapkan mampu membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat desa, baik melalui penyediaan kebutuhan pokok, penyaluran program pemerintah maupun penyerapan hasil produksi masyarakat.
Dengan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, pengurus koperasi dan masyarakat, KDMP diharapkan berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang produktif, mandiri dan berkelanjutan.
Koperasi tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi masyarakat—mulai dari produksi, pengumpulan, distribusi hingga pemasaran. Dengan demikian, semakin banyak potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Toba.
Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Hendra Saragih, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Panel Barus, Staf Khusus Menteri Wahyono, Tenaga Ahli Menteri Putri, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara Yuliani Siregar yang mewakili Gubernur Sumatera Utara.
Turut hadir Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung, Staf Ahli Bupati Darwin Sianipar, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Jonni DP Lubis, Kadis Kominfo Tumpal Panjaitan, Para Camat, Kepala Desa dan Lurah, serta Jajaran Pengurus Koperasi se-Kabupaten Toba. (Dosi)