Media Sergap -->


Headline

Dugaan Kelalaian Pelayanan Medis Disorot, FORWATU Banten Turun Tangan Kawal Kasus Bahira

LEBAK (Banten) mediasergap.comPolemik pelayanan yang diterima Bahira, seorang pasien anak yang sempat dibawa keluarganya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung, kian memanas. Merasa tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari pihak rumah sakit, orang tua Bahira kini menggandeng Forum Warga Bersatu (FORWATU) Banten dan bersiap membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Langkah itu diambil setelah pertemuan antara pihak manajemen RSUD Dr. Adjidarmo dan keluarga pasien yang digelar pada Jumat (5/6/2026) dinilai belum mampu menjawab sejumlah pertanyaan mendasar terkait penanganan medis yang diterima Bahira saat datang ke IGD pada dini hari.

Dalam pertemuan yang turut disaksikan sejumlah jurnalis dari Forum Silaturahmi Wartawan Indonesia (FSWI), pihak rumah sakit menjelaskan bahwa dokter jaga saat itu menilai kondisi pasien masih dalam keadaan baik sehingga tidak memerlukan perawatan inap dan diarahkan untuk melanjutkan pemeriksaan melalui layanan poliklinik.

Namun penjelasan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru dari pihak keluarga.

Pasalnya, setelah meninggalkan RSUD Dr. Adjidarmo, Bahira kemudian dibawa ke RS Misi Lebak yang lokasinya tidak jauh dari rumah sakit tersebut. Di rumah sakit itu, pasien langsung mendapatkan penanganan medis dan menjalani perawatan inap selama tiga hari.

Perbedaan penanganan inilah yang kini menjadi sorotan keluarga pasien. Mereka mempertanyakan dasar pertimbangan medis yang digunakan ketika Bahira dinyatakan tidak memerlukan perawatan, sementara di rumah sakit lain justru langsung dirawat intensif.

Merasa belum memperoleh kejelasan, keluarga akhirnya meminta pendampingan kepada FORWATU Banten.

Ketua Presidium FORWATU Banten, Arwan, S.Pd., M.Si, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap laporan yang disampaikan keluarga pasien.

"Keluarga datang kepada kami karena merasa masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Kami akan mengawal persoalan ini sampai terang-benderang agar publik mengetahui fakta yang sebenarnya," tegas Arwan.

Menurutnya, FORWATU Banten bersama keluarga Bahira dalam waktu dekat akan melayangkan laporan pengaduan resmi ke Polres Lebak guna meminta aparat melakukan penelusuran menyeluruh terhadap proses pelayanan yang diterima pasien.

Tidak hanya itu, FORWATU juga membuka peluang membawa persoalan tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Ombudsman RI Perwakilan Banten, hingga lembaga pengawas pelayanan publik lainnya.

Arwan menegaskan bahwa apabila nantinya ditemukan adanya unsur penolakan pelayanan atau kelalaian dalam penanganan pasien yang membutuhkan pertolongan medis, maka persoalan tersebut berpotensi memiliki konsekuensi hukum yang serius.

"Hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dijamin undang-undang. Karena itu kami meminta seluruh proses ini diusut secara profesional, objektif, dan transparan. Jangan sampai ada kesan masyarakat dibiarkan mencari keadilan sendiri," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa rumah sakit memiliki kewajiban memberikan pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Kami tidak sedang menghakimi siapa pun. Namun jika memang ada kekeliruan atau pelanggaran prosedur, harus ada evaluasi dan pertanggungjawaban. Sebaliknya, jika tidak ada kesalahan, maka pihak rumah sakit juga harus menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat," katanya.

Kasus Bahira sendiri menjadi perhatian publik setelah keluarga mempertanyakan pelayanan yang diterima saat membawa anaknya berobat ke IGD RSUD Dr. Adjidarmo pada dini hari. Perbedaan penanganan antara RSUD Adjidarmo dan RS Misi Lebak memicu munculnya tanda tanya besar yang hingga kini belum terjawab secara tuntas.

Sementara itu, keluarga Bahira masih menunggu penjelasan rinci terkait dasar pertimbangan medis yang digunakan saat pasien datang ke IGD. Di sisi lain, rencana pelaporan ke Polres Lebak disebut akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Pelayanan yang diterima saat membawa anaknya berobat ke IGD RSUD Dr. Adjidarmo pada dini hari. Keluarga menilai terdapat perbedaan penanganan setelah pasien yang tidak dirawat di RSUD tersebut kemudian dibawa ke RS Misi Lebak dan menjalani perawatan inap selama tiga hari.

Hingga berita ini diterbitkan, keluarga Bahira masih menunggu penjelasan lebih rinci terkait dasar pertimbangan medis yang digunakan dalam penanganan pasien. Sementara itu, rencana penyampaian laporan pengaduan ke Polres Lebak dijadwalkan akan dilakukan dalam waktu dekat. (Tim)

Wabup Samosir: Lomba PKK Jadi Momentum Tingkatkan Kreativitas dan Kesejahteraan Keluarga

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara melaksanakan monitoring dan penilaian Lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK di Desa Hariara Pohan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Jumat (05/06/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tahun 2026 tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Desa Hariara Pohan terpilih sebagai desa binaan yang mewakili Kabupaten Samosir dalam kategori UP2K PKK tingkat provinsi. Kehadiran tim monitoring menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus mendorong penguatan program pemberdayaan keluarga yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada saat yang sama, TP PKK Provinsi Sumatera Utara juga melakukan monitoring di sejumlah desa binaan lainnya di Kabupaten Samosir, yakni kategori Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) di Desa Siopat Sosor Kecamatan Pangururan, kategori Aku Hatinya PKK di Desa Tomok Parsaoran Kecamatan Simanindo, kategori Tertib Administrasi PKK di Desa Huta Tinggi Kecamatan Pangururan, serta kategori IVA Test di Desa Ronggurnihuta Kecamatan Ronggurnihuta.

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, SE, MM, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, kegiatan monitoring tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana evaluasi dan pembelajaran untuk memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh PKK.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat sejauh mana program-program PKK memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini juga menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program di desa,” ujar Ariston.

Wabup Ariston juga mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran TP PKK Kabupaten, kecamatan, hingga desa yang telah mempersiapkan lomba tersebut selama beberapa bulan terakhir.

“Saya mengucapkan terima kasih atas semangat dan kerja keras seluruh kader PKK. Semoga melalui kegiatan ini terjalin kolaborasi yang semakin baik dan mampu meningkatkan kreativitas serta inovasi dalam mengembangkan produk-produk unggulan masyarakat, khususnya di Desa Hariara Pohan,” tambahnya.

Ketua Tim II TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Boya Yanti Gultom, menilai berbagai produk unggulan yang dihasilkan Kelompok Pelaksana (Poklak) UP2K PKK Desa Hariara Pohan telah menunjukkan potensi yang baik. Produk seperti bandrek, keripik, dan aneka olahan lainnya dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan.

Namun demikian, Boya Yanti mendorong agar pengembangan usaha tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan. Selain itu, dokumentasi dan pelaporan kegiatan juga perlu disusun secara sistematis untuk meningkatkan nilai dalam proses penilaian.

Ia juga menekankan pentingnya kelengkapan informasi pada kemasan produk, seperti sertifikasi halal, izin edar, serta informasi pendukung lainnya yang dapat meningkatkan daya saing produk di pasaran.

Dalam kegiatan tersebut, tim monitoring melakukan sesi tanya jawab, verifikasi data, serta penilaian terhadap pelaksanaan program UP2K PKK di Desa Hariara Pohan. Hasil monitoring dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara selanjutnya akan dievaluasi untuk menentukan nominasi terbaik pada tingkat provinsi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara, yakni Boya Yanti Gultom, Hairani Lubis, dan Paul Simamora, Ketua TP PKK Kabupaten Samosir Ny. Kennauli A. Sidauruk, Asisten II Hotraja Sitanggang, Camat Harian, kepala desa, serta masyarakat setempat. (D/Smart)

Samosir Padukan Sport Tourism dan Hiburan dalam Trail of The Kings 2026

Samosir (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Samosir menggelar Side Event Trail of The Kings by UTMB 2026 di kawasan Waterfront City Pangururan, Minggu (14/06/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian ajang lari trail internasional yang bertujuan memperkuat promosi pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM lokal.

Acara hiburan tersebut menghadirkan sejumlah penampil, di antaranya grup musik The Changcuters, penyanyi Vanessa Zee Simorangkir, Marsada Band, dan Solution Band. Kehadiran para musisi nasional dan daerah diharapkan mampu menarik minat masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Samosir selama pelaksanaan Trail of The Kings by UTMB 2026.

Bupati Samosir menyampaikan bahwa penyelenggaraan side event merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam menyukseskan event olahraga bertaraf internasional yang digelar di kawasan Danau Toba. Selain menjadi ajang hiburan bagi peserta dan pengunjung, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Batak serta destinasi wisata unggulan Samosir kepada dunia.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman yang lengkap bagi para peserta dan wisatawan. Tidak hanya menikmati kompetisi olahraga, tetapi juga merasakan budaya, seni, dan keramahan masyarakat Samosir," ujarnya.

Trail of The Kings by UTMB merupakan salah satu event olahraga wisata (sport tourism) yang menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung diyakini memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, serta usaha mikro dan ekonomi kreatif masyarakat.

Penyelenggaraan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi, sponsor, dan pelaku industri pariwisata. Dengan kolaborasi tersebut, Samosir optimistis dapat terus menghadirkan event berkualitas yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Melalui rangkaian Trail of The Kings by UTMB 2026, Kabupaten Samosir kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis alam, budaya, dan olahraga sebagai salah satu penggerak utama pembangunan daerah. (D/Smart)

Tasyakuran Ulang Tahun ke-44 Ketua MPC PP Deli Serdang Sekaligus Anggota DPRD Deli Serdang Junaidi Berlangsung Sukses dan Khidmat

Medan (Sumut) mediasergap.com - Syukuran acara Ulang Tahun Junaidi, S.H, ke-44 tahun yang dibuka dengan Doa dilantunkan Ustad Mahas, M.Pd, menjadi pembuka tasyakuran, Sabtu (06/06/2026).

Sebanyak 100 orang santunan untuk anak yatim dan piatu hadir pada tasyakuran dikediaman Komplek Mutiara Palace, Blok E, Jln.Selamat Ketaren, Kenangan Baru Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Selamat Ulang Tahun Ketua Junaidi (Jhonkey) Anggota DPRD Deli Serdang—Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang. 

"Juga untuk kedua anak Ketua Junaidi yang sedang pendidikan di Akpol dan Bintara semoga lulus di Kepolisian serta Ketua Junaidi selalu dalam lindungan Allah SWT senantiasa dilimpahkan kesehatan, umur panjang dan kekuatan, keberkahan hidup dalam setiap langkah dan semakin sukses," Doa Ustad.

Pada sambutan Ketua PAC PP Percut Sei Tuan Wagiman 'Buang' mengatakan selamat ulang tahun semoga Ketua Junaidi diberikan umur panjang dan berkah yang bermanfaat untuk orang banyak dan sekitar," ucapnya.

Ketua MPC PP Deli Serdang Junaidi, S.H, juga mengucapkan terimakasih kepada orang tua kami, Istri tercinta, para tamu undangan dan para sahabat, Ketua PAC PP Percut Sei Tuan, Sekretaris PAC PP Percut Sei Tuan, Bendahara PAC PP Percut Sei Tuan yang telah hadir dikediaman rumah saya.

"Teruslah kita jalin silaturahmi dan kedepannya kita harapkan agar tetap fokus, satukan kekuatan, dan sekali lagi dihari ulang tahun ini saya ucapkan terimakasih dan saya mohon ampun juga sama Allah," harapnya.

Acara ditutup dengan potong tumpeng dan nyanyian lagu ulang tahun dengan meriah dan sukaria disertai pembagian amplop kepada anak yatim piatu bersama para kolega, Istri, dan sahabat Ketua Junaidi yang disapa (Jhonkey).

Turut hadir Ketua PAC PP Kec Percut Sei Tuan Wagiman 'Buang', Sekretaris, Bendahara Percut Sei Tuan, para anak yatim piatu dan beserta tamu undangan yang hadir. (Roni)

Ditpolairud Polda Kaltim Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Pesisir Melalui Program Jum’at ASRI

BALIKPAPAN (Kaltim) mediasergap.comSebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan pelestarian kawasan pesisir, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Timur kembali melaksanakan Program Jum’at ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di kawasan Pantai Kilang Mandiri, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA tersebut dipimpin oleh AKP Dartaya dengan melibatkan personel Ditpolairud Polda Kaltim bersama masyarakat sekitar pantai. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Polri dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, khususnya di wilayah pesisir.

Dalam pelaksanaannya, personel bersama warga bergotong royong membersihkan area pantai dari berbagai jenis sampah yang berserakan di sepanjang garis pantai. Sampah plastik, ranting pohon, daun kering, serta berbagai limbah lainnya dikumpulkan dan selanjutnya dibawa ke tempat pembuangan yang telah disediakan guna menjaga kebersihan kawasan wisata dan ekosistem pesisir.

Tidak hanya melakukan aksi bersih-bersih, personel Ditpolairud juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan laut dan pantai. Warga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai maupun laut karena dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, merusak habitat biota laut, serta mengganggu kesehatan masyarakat.

Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan peduli lingkungan seperti Program Jum’at ASRI merupakan bagian dari upaya Polri dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang memiliki peran penting bagi kehidupan dan keberlangsungan ekosistem laut,” ujarnya.

Kegiatan Program Jum’at ASRI berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar serta mendapat sambutan positif dari masyarakat yang turut berpartisipasi dalam aksi kebersihan tersebut. Dengan semangat kebersamaan, Ditpolairud Polda Kaltim berharap budaya menjaga kebersihan lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. (Muh Fahrul Ikhsan)

(Sumber: ©Humas Polda Kaltim)

Pengawasan Ketat Rikkes Tahap II Akpol 2026, Polda Kaltim Pastikan Seleksi Berjalan Transparan dan Akuntabel

BALIKPAPAN (Kaltim) mediasergap.comDalam rangka memastikan pelaksanaan seleksi penerimaan anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis, Tim Pengawas dari Itwasda Polda Kalimantan Timur melaksanakan pengawasan terhadap Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II Seleksi Penerimaan Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Klinik Tirta Medical Center Balikpapan, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA tersebut berada di bawah tanggung jawab Karo SDM Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Irvan Prawira Satyaputra, S.I.K., M.Si., selaku Ketua Pelaksana seleksi penerimaan terpadu anggota Polri Tahun Anggaran 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabiddokkes Polda Kaltim selaku Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan, Kabag Dalpers Ro SDM Polda Kaltim selaku Sekretaris, Kasubbagdiapers Ro SDM Polda Kaltim, Paursubbagdiapers Ro SDM Polda Kaltim, pengawas internal, serta staf Bag Dalpers Ro SDM Polda Kaltim.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi dan pengecekan perlengkapan para calon peserta seleksi. Selanjutnya dilakukan proses coding peserta sebagai bagian dari mekanisme pemeriksaan yang objektif dan akuntabel. Sebelum pemeriksaan dimulai, Kabiddokkes Polda Kaltim memberikan arahan kepada seluruh peserta terkait tahapan pemeriksaan kesehatan yang akan dijalani.

Adapun tahapan Rikkes Tahap II yang dilaksanakan meliputi pengambilan sampel darah, pemeriksaan rontgen, serta pengambilan sampel urine guna mengetahui kondisi kesehatan peserta secara menyeluruh sesuai standar yang telah ditetapkan.

Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., menegaskan bahwa setiap tahapan seleksi penerimaan anggota Polri dilaksanakan secara profesional dengan pengawasan ketat guna menjamin proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan.

“Pengawasan yang dilakukan pada setiap tahapan seleksi merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaring calon anggota terbaik yang memenuhi persyaratan kesehatan, kemampuan, serta integritas untuk menjadi insan Bhayangkara yang profesional dan Presisi,” ujarnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar sesuai prosedur yang telah ditetapkan. (Muh Fahrul Ikhsan)

(Sumber: ©Humas Polda Kaltim)

Polda Kaltim Ungkap Kasus Kejahatan Terhadap Anak di Kutai Timur, Tegaskan Komitmen Perlindungan Anak

Balikpapan (Kaltim) mediasergap.comKepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) bersama Polres Kutai Timur berhasil mengungkap kasus tindak pidana perampasan kemerdekaan yang mengakibatkan meninggal dunia seorang anak berinisial MRP (7) di Kabupaten Kutai Timur. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku berinisial MY (32), yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini menunjukkan respons cepat dan sinergi antara Polres Kutai Timur dan Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait hilangnya korban.

Kapolda Kaltim menyampaikan bahwa perlindungan terhadap anak menjadi salah satu prioritas utama kepolisian. Karena itu, setiap laporan yang berkaitan dengan keselamatan anak akan ditangani secara serius, cepat, dan profesional.

Peristiwa bermula pada Senin, 1 Juni 2026, ketika korban dilaporkan hilang dari lingkungan tempat tinggalnya di Kecamatan Sangatta Utara. Berdasarkan informasi saksi, korban terakhir terlihat bersama seorang laki-laki yang menggunakan sepeda motor dan atribut transportasi online.

Menerima laporan tersebut, tim gabungan segera melakukan penyelidikan intensif. Melalui pengumpulan keterangan saksi dan analisis rekaman CCTV, petugas berhasil mengidentifikasi terduga pelaku yang kemudian diketahui berada di Kota Balikpapan.

Pada Selasa, 2 Juni 2026, tim gabungan yang didukung Subdit Jatanras Polda Kaltim berhasil mengamankan terduga pelaku di wilayah Balikpapan Barat. Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik memperoleh petunjuk yang mengarah pada lokasi keberadaan korban.

Selanjutnya, pada Rabu, 3 Juni 2026, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Sangatta dan segera dievakuasi ke RSUD Kudungga Sangatta untuk dilakukan autopsi sebagai bagian dari proses penyidikan.

Dalam penanganan perkara ini, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana, termasuk kendaraan yang digunakan pelaku, atribut transportasi online, serta pakaian milik korban dan terduga pelaku.

Atas perbuatannya, terduga pelaku dijerat dengan sejumlah ketentuan hukum, antara lain Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Polda Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel guna memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban serta masyarakat.

Selain penegakan hukum, kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan anak. Peran orang tua, keluarga, lingkungan sekitar, serta lembaga pendidikan dinilai sangat penting dalam menciptakan ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak.

"Polda Kaltim akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan terhadap anak. Kami memastikan proses hukum terhadap pelaku berjalan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku demi memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya," tegas Kabid Humas Polda Kaltim.

Melalui pengungkapan kasus ini, Polda Kaltim berharap kesadaran bersama mengenai perlindungan anak semakin meningkat, sehingga berbagai bentuk kekerasan dan kejahatan terhadap anak dapat dicegah sejak dini melalui kolaborasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat. (Muh Fahrul Ikhsan)

(Sumber: ©Humas Polda Kaltim)

Geliatkan Kesehatan Perempuan dan Pemberdayaan Ekonomi, TP PKK Tebing Tinggi Gelar Gebyar Iva Test Serta Bintek Membatik

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tebing Tinggi terus menunjukkan komitmen nyata dalam menyukseskan program kesehatan masyarakat sekaligus penguatan ekonomi kreatif. Hal ini dibuktikan melalui dua agenda strategis yang digelar secara maraton, Jumat (5/6/2026).

Mengawali agenda, TP PKK Kota Tebing Tinggi menggelar kegiatan Gebyar Iva Test dengan sosialisasi dan pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim di Puskesmas Satria, Jalan Tuanku Imam Bonjol. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kota Tebing Tinggi Ny. Hj. Susmira Wanti Iman Irdian Saragih, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Padang Hilir, Kepala Puskesmas Satria, perwakilan unsur Forkopimcam (Koramil 13/TT dan Polsek Padang Hilir), jajaran pengurus PKK tingkat kota hingga kelurahan, serta kaum perempuan hebat di wilayah Kecamatan Padang Hilir.

Dalam arahannya, Ny. Hj. Susmira Wanti menekankan bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan perempuan di Indonesia. Mengingat gejalanya yang kerap tidak disadari pada fase awal, kesadaran akan deteksi dini menjadi hal yang krusial.

"Hari ini kita berkumpul bukan untuk menakut-nakuti, melainkan membawa solusi. Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) adalah langkah deteksi dini yang mudah, cepat, aman, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Mencegah selalu lebih baik, lebih murah, dan lebih tenang daripada mengobati. Dengan meluangkan waktu beberapa menit saja hari ini untuk tes IVA, kita sedang menyelamatkan masa depan diri kita dan keluarga tercinta," ujar Ny. Hj. Susmira Wanti.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi, dr. Fitri Sari Saragih. Pihaknya memuji inisiatif TP PKK yang dinilai menjadi motor penggerak edukasi kesehatan di masyarakat. Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat diperlukan agar pesan-pesan preventif kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara masif. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran kesehatan perempuan.

Usai pelaksanaan Gebyar Iva Test di Puskesmas Satria, Ketua TP PKK Kota Tebing Tinggi beserta rombongan bertolak ke Pondok Bali Lestari, Jalan Deblod Sundoro, untuk membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Membatik Tahun 2026.

Hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Tebing Tinggi Marimbun Marpaung. Agenda ini dirancang sebagai wujud nyata kepedulian TP PKK dalam menggali potensi lokal, melestarikan budaya, sekaligus meningkatkan keterampilan para kader perempuan agar mampu berdaya secara ekonomi.

Tak sekadar membuka acara, Ny. Hj. Susmira Wanti didampingi Kadis Perdagangan, Koperasi, dan UKM juga turun langsung membaur bersama para peserta untuk mempraktikkan seni membatik. Dengan penuh ketelatenan, Ketua TP PKK mencoba menggoreskan canting berisi malam di atas kain putih, mengikuti pola yang telah disiapkan oleh instruktur.

Aksi nyata ini disambut antusias oleh para kader yang hadir. Melalui keterlibatan langsung ini, TP PKK Kota Tebing Tinggi berharap dapat memotivasi kaum perempuan di Tebing Tinggi untuk tidak ragu berinovasi dan terus mengasah kreativitas, sehingga mampu melahirkan produk kerajinan lokal bernilai jual tinggi demi menopang perekonomian keluarga. (Ajs)

Samosir Kembali Jadi Magnet Pelari Dunia Lewat Trail of The Kings by UTMB

Medan (Sumut) mediasergap.com Sebanyak 1.015 pelari dari 34 Negara akan ambil bagian dalam ajang Trail of The Kings by UTMB 2026 yang digelar di Kabupaten Samosir pada 12–14 Juni 2026. Kehadiran peserta dari berbagai negara tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Samosir sebagai destinasi sport tourism berkelas Internasional.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Finalisasi Persiapan Penyelenggaraan Trail of The Kings by UTMB 2026 yang berlangsung di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (05/06/2026).

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa penyelenggaraan event internasional tersebut memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

"Trail of The Kings by UTMB merupakan salah satu event yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menarik wisatawan mancanegara. Kegiatan ini semakin memperkuat Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Samosir, sebagai destinasi unggulan sport tourism," ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, termasuk layanan kesehatan, transportasi, kebersihan, dan penataan kawasan wisata.

"Kami meminta titik-titik posko kesehatan dipetakan dengan baik, rumah sakit rujukan dipastikan siap, serta kebersihan dan kerapian kawasan sekitar lokasi kegiatan menjadi perhatian bersama," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan, menyampaikan bahwa pendaftaran peserta telah resmi ditutup dengan total 1.015 peserta dari 34 Negara, termasuk Indonesia.

Menurut Yuda, jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti pelari dari 27 Negara.

"Tahun ini terjadi peningkatan partisipasi Internasional. Kami juga telah berkoordinasi dengan Pihak Kepolisian untuk memastikan pengamanan, termasuk proses penyeberangan menuju Samosir," ujarnya.

Yuda menjelaskan, pelepasan peserta akan dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, di kawasan Waterfront City Samosir. Untuk kategori 100 kilometer (100 K), flag off dijadwalkan berlangsung pada pukul 03.00 WIB.

Adapun kategori yang diperlombakan meliputi 100 K, 60 K, 28 K, 10 K, 5 K, dan Kids Race.

Bupati Kabupaten Samosir, Vandiko Timotius Gultom, menyatakan kesiapan Pemerintah Daerah dalam menyukseskan penyelenggaraan event tersebut. Ia optimistis kegiatan ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan kawasan Danau Toba ke Tingkat Internasional.

"Kami siap menyukseskan kegiatan ini. Selain menjadi ajang olahraga kelas dunia, event ini juga akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Samosir," kata Vandiko.

Trail of The Kings by UTMB 2026 menjadi salah satu agenda sport tourism internasional yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat promosi destinasi Danau Toba, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Turut hadir dalam rapat tersebut perwakilan Forkopimda Sumatera Utara, Instansi vertikal, serta Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Samosir. (D/Smart)

Masa Pidana Berakhir, Klien Belum Bebas: Tim PH Sainuddin Resmi Adukan Jaksa ke Komja, Jamwas dan Kejati Sulsel

Sulsel, mediasergap.com - Penasihat Hukum terpidana atas nama SAINUDDIN Bin SATENG secara resmi telah menyampaikan pengaduan kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Komisi Kejaksaan Republik Indonesia terkait dugaan keterlambatan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

Klien kami mulai ditahan sejak tanggal 26 Mei 2025. Dalam Putusan Pengadilan Negeri Maros Nomor 125/Pid.Sus/2025/PN Mrs, klien kami dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun dengan amar yang menyatakan bahwa masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Putusan tersebut selanjutnya dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Makassar, dan Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui Putusan Nomor 5943 K/Pid.Sus/2026 juga telah menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Penuntut Umum.

Dengan demikian, menurut perhitungan hukum kami, masa pidana klien kami pada pokoknya telah terpenuhi sejak tanggal 26 Mei 2026. Namun hingga saat pengaduan ini disampaikan, klien kami masih berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Maros karena administrasi dan berita acara pelaksanaan putusan/eksekusi belum diterbitkan.

Kami menghormati kewenangan Kejaksaan dalam pelaksanaan putusan pengadilan. Namun demikian, keterlambatan administrasi yang berdampak pada tertundanya pembebasan seseorang yang telah menjalani pidananya merupakan persoalan serius yang menyangkut kepastian hukum dan perlindungan hak warga negara.

Oleh karena itu, kami meminta Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Komisi Kejaksaan Republik Indonesia untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap dugaan keterlambatan pelaksanaan eksekusi tersebut serta memastikan hak-hak klien kami terpenuhi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kami berharap persoalan ini segera mendapatkan perhatian dan penyelesaian sehingga tidak terjadi overstay narapidana akibat keterlambatan administrasi pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. (Rel)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport