Media Sergap -->





Headline

Galian C Diduga Ilegal di Tadukan Raga Makin Meresahkan, Warga Bandar Labuhan Hentikan Truk Pengangkut Tanah, Intruk Bupati Deli Serdang Bagaikan "Tong Kosong"

DELI SERDANG (Sumut) mediasergap.com — Dugaan aktivitas galian C ilegal di kawasan Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, semakin mencuat. Aktivitas pengerukan tanah yang disebut-sebut diduga berkaitan dengan Muklis ramai beredar di media sosial dan memicu keresahan masyarakat.

Tidak berhenti pada beredarnya video, warga Bandar Labuhan disebut turun langsung menghentikan sejumlah truk yang melintas membawa material tanah dari kawasan galian tersebut. Aksi warga ini menunjukkan persoalan pengangkutan material telah berkembang serius di lapangan.

Jika dugaan tersebut benar, pemeriksaan tidak cukup hanya melihat lokasi galian. Aparat harus memastikan siapa yang mengoperasikan kegiatan tersebut, apakah memiliki izin pertambangan yang sah, apakah material yang dikeruk dan diangkut sesuai dengan izin, serta siapa yang bertanggung jawab atas seluruh aktivitas di lapangan. Termasuk memeriksa truk-truk yang keluar membawa material, karena asal-usul material dan dasar pengangkutannya harus jelas.

Legalitas lokasi, status lahan, dokumen perizinan pertambangan, izin lingkungan, hingga aktivitas pengangkutan harus diperiksa secara menyeluruh. Jangan sampai pengerukan berlangsung terus sementara status hukumnya tidak pernah dibuka secara terang.

Jika kegiatan tersebut ternyata tidak memiliki perizinan yang sah, aktivitas pengerukan dan pengangkutan material tidak boleh terus dibiarkan. Aparat harus bertindak berdasarkan hukum dan tidak menunggu masyarakat semakin geram hingga terjadi benturan di lapangan.

Persoalan juga tidak berhenti pada aktivitas pengerukan. Kendaraan berat yang membawa material keluar dari lokasi berpotensi mengganggu masyarakat dan merusak infrastruktur jalan apabila berlangsung terus-menerus. Dampak terhadap lingkungan dan keselamatan warga sekitar juga harus menjadi bagian dari pemeriksaan.

Ketika masyarakat sampai turun tangan menghentikan truk, pengawasan terhadap aktivitas tersebut patut dipertanyakan. Aparat penegak hukum dan instansi terkait harus turun langsung, memeriksa kondisi di lapangan, kemudian memastikan secara terbuka apakah kegiatan tersebut benar-benar legal atau justru berjalan tanpa dasar perizinan yang sah.

Muklis, sebagai pihak yang namanya disebut-sebut terkait aktivitas tersebut, memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan menunjukkan dokumen perizinan apabila memang kegiatan itu berada di bawah penguasaannya.

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga tidak boleh berhenti pada pemeriksaan administratif. Jika ditemukan pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum. Sebaliknya, jika seluruh izin memang lengkap, tunjukkan dasar legalitasnya agar tidak terus menimbulkan keresahan dan kecurigaan di tengah masyarakat.

Masyarakat sudah bereaksi, truk sudah dihentikan, dan aktivitasnya sudah viral. Sekarang yang ditunggu bukan sekadar pernyataan, melainkan tindakan nyata: periksa, buka legalitasnya, dan tindak apabila ditemukan pelanggaran.

Disoal itu, Kasat Pol PP Deliserdang, Marzuki masih belum memberi tanggapan, padahal intruksi Bupati Deli Serdang, dr. Asri Ludin Tambunan jelas untuk menutup galian c ilegal di kecamatan stm hilir.

Begitupun, pihak kepolisian melalui kanit tiper polresta deli serdang, Akp Jesko Siburian juga belum berkomentar atas maraknya dugaan galian c ilegal di kecamatan stm hilir.

Sementara itu , Kanit Tipiter Polresta Deliserdang  AKP J SIBURIAN saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp ya hingga berita ini di tayangkan tidak ada memberi keterangan. (M)

Lewat Kreativitas Digital, Bunda Literasi Toba Dorong Kampanye Budaya Membaca

BALIGE (Sumut) mediasergap.com – Bunda Literasi Kabupaten Toba, Ny. Astita Effendi Sintong P. Napitupulu, mengajak para pegiat literasi, khususnya generasi muda, untuk terus berkarya dan mengambil bagian dalam mengampanyekan pentingnya budaya literasi di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Bunda Literasi Toba saat menghadiri pengumuman pemenang dan 10 besar terbaik Lomba Video Konten Literasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, Kamis (8/10/2026), di Gedung Sentra Pemuda Soposurung, Balige.

Astita mengapresiasi karya yang dihasilkan para peserta. Menurutnya, meski mengangkat ide dan kreativitas yang beragam, seluruh video yang diikutsertakan membawa pesan penting mengenai budaya membaca dan literasi.

“Videonya bagus-bagus, idenya beragam. Yang paling penting, semua membawa pesan pentingnya membaca,” ujar Astita.

Ia juga menyampaikan selamat kepada 10 peserta yang berhasil masuk dalam jajaran karya terbaik. Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, Astita berpesan agar tidak berkecil hati dan tetap melanjutkan kreativitas mereka. “Berikutnya terus berkarya dan ambil bagian dalam budaya literasi di Toba,” pesannya.

Menurut Astita, kampanye literasi tidak harus dilakukan melalui kegiatan formal, tetapi dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kreativitas dan konten yang menarik sehingga pesan tentang pentingnya membaca dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Khusus kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, Astita berharap keberadaan perpustakaan tidak hanya sebatas tempat menyimpan dan meminjam buku. Perpustakaan, katanya, harus berkembang menjadi ruang yang menyimpan ilmu pengetahuan, tempat berdiskusi sekaligus ruang untuk mempertemukan para pecinta literasi.

Lomba Video Konten Literasi tersebut mengangkat tema “Perkembangan Perpustakaan, Budaya Baca dan Literasi di Kabupaten Toba” dan diikuti 36 peserta.

Pengumuman pemenang dan pemberian hadiah dibuka oleh Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu yang diwakili Staf Ahli Bupati, Sahat Manullang.

Dalam arahan Bupati yang disampaikan Sahat Manullang, disebutkan bahwa berdasarkan survei, suku Batak menjadi salah satu penyumbang sarjana terbanyak di Indonesia, dan Toba diyakini memiliki kontribusi besar dalam hal tersebut.

Namun, ia berharap ke depan tema lomba dapat lebih difokuskan pada literasi dengan cakupan yang lebih luas, termasuk mengangkat berbagai sektor yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

“Saya harap berikutnya tema yang kita angkat fokus pada literasi dengan cakupan yang lebih luas. Baik dari sisi ekonomi, pariwisata, pendidikan dan pertanian,” katanya.

Pihaknya juga mengingatkan para peserta agar karya yang diproduksi tidak sekadar mengejar jumlah tayangan atau rating. Konten yang dibuat, menurutnya, harus memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat.

“Saat ini konten yang negatif selalu banyak ditonton. Tetapi kepada para peserta kami nyatakan bahwa konten yang kalian produksi bukan sekadar mencari rating, tetapi harus menjadi berkat bagi para pembaca dan penonton,” ujarnya.

Dalam penyerahan hadiah, dewan juri menetapkan tiga peserta sebagai juara yang masing-masing memperoleh uang pembinaan, medali dan piagam penghargaan. Ketiganya yakni Juara 1 Cinta Agnesia Napitupulu dengan Judul “Turiturian Nasora Sirang", Juara 2 Billi Hosea Sembiring dengan judul karya “Dari Membaca Menuju Budaya" dan yang ketiga yakni Christine Maria Yolanda Lubis dengan judul "Aksara Lama, Perpustakaan Baru".

Sementara tujuh karya terbaik lainnya mendapatkan uang pembinaan dan medali. 

Selain itu, Bunda Literasi Kabupaten Toba juga memberikan apresiasi berupa uang saku kepada peserta lainnya yang telah ikut ambil bagian dalam lomba tersebut. (Dosi)

Resmi Pimpin Polda Sumut, Irjen Pol Sonny Irawan Disambut Ulos dan Tarian Tradisional

Medan (Sumut) mediasergap.com - Kapolda Sumatera Utara yang baru, Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mendapat sambutan adat dan penghormatan jajar saat tiba di Mapolda Sumut, Kamis pagi (8/10/2026), ditandai dengan pengalungan bunga dan ulos serta pertunjukan tarian khas Melayu dan Batak.

Penyambutan tersebut dihadiri Wakapolda Sumut, para pejabat utama Polda Sumut, Kapolres jajaran, dan personel Polda Sumut sebagai bagian dari rangkaian awal pelaksanaan tugas Irjen Pol Sonny Irawan sebagai Kapolda Sumut.

Setelah prosesi penyambutan, Irjen Pol Sonny kemudian memimpin apel di Lapangan K.S. Tubun Mapolda Sumut dan memberikan arahan kepada seluruh personel.

Dalam arahannya, Kapolda Sumut menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah secara terbuka dan berintegritas serta mengajak seluruh jajaran memperkuat komunikasi dan kedewasaan dalam berorganisasi.

Ia meminta personel mengutamakan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat di Sumatera Utara.

"Berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Layani dengan tulus, dengan baik, karena kita hadir untuk melayani masyarakat" kata Irjen Pol Sonny.

Menurut Irjen Pol Sonny, soliditas internal dan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis sekaligus mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

Kapolda Sumut juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap setiap pelaksanaan tugas. Ia menyatakan tindakan tegas akan dilakukan apabila diperlukan, namun tetap dengan menghargai setiap individu untuk kepentingan masyarakat.

Selain itu, Irjen Pol Sonny mengingatkan personel untuk senantiasa berdoa dan bersyukur serta terus berusaha dan berikhtiar dalam menjalankan tugas maupun mencapai prestasi dan karier.

"Rezeki itu sudah diatur oleh Tuhan. Tugas kita adalah berusaha, berikhtiar, berdoa dan bersyukur," ujarnya.

Ia juga mengajak jajaran membangun komunikasi yang baik dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Sumatera Utara.

Kapolda Sumut juga meminta seluruh personel menjaga kebersamaan dan menciptakan suasana kerja yang harmonis.

Irjen Pol Sonny menyampaikan terima kasih atas sambutan dan dukungan yang diberikan seluruh jajaran Polda Sumut. Ia berharap kebersamaan tersebut menjadi kekuatan untuk melanjutkan pembangunan dan meningkatkan kinerja Polda Sumut ke depan.

"Kita lanjutkan apa yang sudah baik, kita evaluasi apa yang masih kurang, dan bersama-sama kita bangun Polda Sumatera Utara agar semakin baik," katanya. (Rel)

22 Unit Perumahan Bhayangkara Dekat Brimob Sumut Diduga Tak Sesuai PBG, Pemko Medan Diminta Buka Dokumen

MEDAN (Sumut) mediasergap.com - Pembangunan 22 unit Perumahan Bhayangkara di kawasan dekat Mako Brimob Sumatera Utara diduga menyimpang dari Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang diterbitkan melalui instansi terkait di lingkungan Pemko Medan. Dugaan tersebut perlu mendapat pemeriksaan serius karena PBG menjadi dasar legalitas sekaligus acuan teknis dalam pelaksanaan pembangunan gedung.

Informasi mengenai adanya dugaan ketidaksesuaian tersebut perlu dibuktikan dengan mencocokkan dokumen PBG dengan kondisi fisik 22 unit yang telah dibangun di lokasi. Pemeriksaan tidak cukup hanya melihat keberadaan dokumen izin, tetapi harus memastikan apakah jumlah unit, luas bangunan, tata letak, ukuran bangunan, jarak antarbangunan, fungsi bangunan, serta site plan benar-benar sesuai dengan dokumen yang telah disahkan.

Apabila kondisi fisik di lapangan berbeda dengan gambar dan ketentuan dalam PBG, maka harus diketahui sejak kapan perubahan tersebut terjadi dan siapa pihak yang melakukan atau menyetujui pelaksanaan pembangunan yang berbeda dari dokumen perizinan.

Persoalan tersebut juga menyentuh fungsi pengawasan. PBG bukan sekadar dokumen administratif yang selesai setelah diterbitkan. Pelaksanaan pembangunan tetap harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam dokumen tersebut. Karena itu, instansi yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan perlu memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai izin.

Pemko Medan melalui instansi terkait juga perlu menjelaskan secara terbuka PBG yang menjadi dasar pembangunan 22 unit tersebut, site plan yang disetujui, jumlah bangunan yang diizinkan, luas masing-masing bangunan, serta kesesuaiannya dengan kondisi fisik di lapangan.

Jika hasil pemeriksaan menemukan adanya pembangunan yang melebihi, mengubah, atau menyimpang dari ketentuan PBG, maka persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan penjelasan administratif. Harus ada kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab, bentuk ketidaksesuaian yang ditemukan, serta langkah penindakan yang akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan bangunan gedung.

Sebaliknya, apabila pembangunan 22 unit tersebut dinyatakan telah sesuai dengan PBG, Pemko Medan juga perlu menunjukkan dasar dan hasil pemeriksaannya sehingga tidak menimbulkan dugaan tanpa kepastian.

Dengan begitu, persoalan pembangunan Perumahan Bhayangkara tersebut dapat diuji berdasarkan dokumen resmi dan kondisi fisik, bukan sekadar keterangan sepihak. Transparansi mengenai PBG, site plan dan hasil pemeriksaan menjadi penting untuk memastikan pembangunan benar-benar berjalan sesuai izin yang telah diterbitkan.

Dikonfirmasi Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM) Jhon Ester Lase melalui pesan WhatsApp nya ,hinggaberita ini dipublikasikan tidak ada memberi keterangan. (M)

Sinergi Lintas Instansi, Bapenda Samosir Ajak Masyarakat Taat Bayar Pajak Kendaraan

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com — Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama Polres Samosir, Samsat Pangururan dan Jasa Raharja terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Razia Terpadu/Operasi Gabungan Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor yang digelar di Simpang Empat HKBP Bolon Pangururan, Kabupaten Samosir, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama 7–8 Oktober 2026 tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkait optimalisasi pemungutan pajak dan sinergi pemungutan opsen.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan unsur Bapenda, kepolisian, Samsat dan Jasa Raharja. Selain mendorong kepatuhan wajib pajak, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk memberikan edukasi sekaligus pelayanan langsung kepada masyarakat.

Kepala Bapenda Kabupaten Samosir, Besron Sitanggang, mengatakan operasi gabungan tersebut merupakan wujud kolaborasi lintas instansi dalam membangun kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor.

“Melalui kegiatan ini kita melaksanakan sinergitas dan kolaborasi antarinstansi, yakni Bapenda Kabupaten Samosir bersama Satuan Lalu Lintas Polres Samosir, Samsat Pangururan dan Jasa Raharja, untuk mengimbau sekaligus mengedukasi masyarakat agar taat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor,” ujar Besron.

Menurutnya, peningkatan kesadaran membayar pajak kendaraan tidak cukup dilakukan melalui penindakan, tetapi perlu dibarengi pendekatan edukatif dan persuasif yang dilakukan secara berkelanjutan.

Karena itu, operasi gabungan tersebut dikedepankan sebagai operasi simpatik yang tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan, tetapi juga memberikan pemahaman dan kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kewajibannya.

“Operasi ini bukan semata-mata bertujuan melakukan penindakan, tetapi merupakan operasi simpatik yang lebih mengedepankan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat. Ini juga menjadi bagian dari strategi jemput bola, sehingga masyarakat dapat memperoleh kemudahan dalam memenuhi kewajiban perpajakannya,” jelasnya.

Besron menambahkan, tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar PKB memiliki keterkaitan dengan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penerimaan pajak menjadi salah satu sumber pendapatan yang selanjutnya mendukung pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan pelayanan publik di daerah.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk membayar Pajak Kendaraan Bermotor tepat waktu,” katanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Samosir AKP Robertus Gultom menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan operasi gabungan tersebut. Menurutnya, sinergi antarinstansi merupakan bagian penting dalam membangun tertib administrasi kendaraan bermotor sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban perpajakan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, Samsat dan Jasa Raharja diharapkan dapat menghadirkan pelayanan yang semakin dekat, mudah dan responsif bagi masyarakat.

Melalui pendekatan edukasi, pelayanan dan jemput bola, masyarakat tidak hanya diingatkan mengenai kewajiban membayar pajak, tetapi juga diberikan ruang untuk memperoleh informasi dan menyelesaikan kewajiban administrasi kendaraan secara lebih mudah.

Pemerintah Kabupaten Samosir mengimbau masyarakat agar tidak menunggu adanya operasi gabungan untuk memenuhi kewajiban perpajakan. Membayar Pajak Kendaraan Bermotor tepat waktu merupakan bentuk kepatuhan administrasi sekaligus partisipasi masyarakat dalam mendukung optimalisasi pendapatan daerah.

Dengan semakin tingginya kesadaran dan kepatuhan wajib pajak, diharapkan penerimaan daerah dapat terus dioptimalkan sehingga memberikan dukungan bagi keberlanjutan pembangunan, peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Samosir. (D/Smart)

Dorong Pemerataan Infrastruktur, Wabup Samosir Usulkan Percepatan Program Listrik Perdesaan

Samosir (Sumut) mediasergap.com - Pemerintah Kabupaten Samosir terus mendorong percepatan pemerataan akses listrik bagi masyarakat melalui Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026–2029. Upaya tersebut disampaikan Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, dalam kegiatan sinkronisasi usulan lokasi Program Listrik Perdesaan serta fasilitasi penyiapan lahan dan penyelesaian perizinan di Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Kantor PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara, 07/10/2026.

Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi antara pemerintah daerah, Kementerian ESDM, PLN, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menyinkronkan usulan lokasi Lisdes sekaligus mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai kendala yang berpotensi menghambat pembangunan jaringan listrik di daerah.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik maupun masyarakat kurang mampu yang membutuhkan akses listrik.

Dalam forum tersebut, Wabup Ariston menekankan pentingnya pembangunan dan pengembangan jaringan listrik untuk menjangkau masyarakat yang hingga saat ini belum mendapatkan sambungan listrik. Kondisi geografis dan jarak antarpermukiman menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam penentuan titik pembangunan jaringan.

“Kami mengusulkan agar masyarakat yang tidak mampu dan sampai saat ini belum memiliki sambungan listrik dapat menjadi perhatian dalam Program Listrik Perdesaan. Jarak dari titik jaringan atau titik api ke permukiman masyarakat cukup bervariasi, sehingga diperlukan dukungan dan perhatian pemerintah provinsi maupun Kementerian ESDM agar kebutuhan masyarakat ini dapat ditindaklanjuti,” ujar Ariston.

Selain perluasan akses listrik, Ariston juga menekankan pentingnya penataan kabel dan jaringan listrik agar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga tetap memperhatikan keindahan serta keasrian lingkungan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur listrik harus dilaksanakan secara terencana dengan memperhatikan kondisi wilayah dan lingkungan. Penataan jaringan yang baik diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, nyaman, dan tetap mendukung karakter Samosir sebagai daerah tujuan wisata.

“Kami juga berharap penataan kabel dapat menjadi perhatian, sehingga selain memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada masyarakat, jaringan listrik juga tetap tertata, memperhatikan keindahan dan keasrian lingkungan. Ini penting bagi Samosir sebagai daerah yang memiliki potensi pariwisata,” tambahnya.

Sebelumnya, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Timur Tumanggor menegaskan bahwa ketersediaan listrik bukan hanya berkaitan dengan penerangan, tetapi merupakan salah satu instrumen penting dalam menggerakkan perekonomian, mendukung pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Timur menyebutkan terdapat 117 usulan lokasi Program Lisdes yang masuk ke Dinas ESDM Sumatera Utara. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan forum coaching clinic untuk menyelesaikan berbagai persoalan perizinan maupun hambatan lainnya, sehingga pembangunan jaringan listrik dapat direalisasikan sesuai target.

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andriah Feby Misna menyampaikan bahwa Rasio Elektrifikasi (RE) Sumatera Utara saat ini telah mencapai 99,86 persen. Kendati demikian, pemerintah tetap memprioritaskan penuntasan akses listrik di wilayah pelosok untuk mencapai target Rasio Elektrifikasi 100 persen pada 2029.

Untuk tahun 2026, terdapat 106 lokasi jaringan Lisdes di Sumatera Utara yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Strategi yang diterapkan meliputi perluasan jaringan distribusi (grid), pembangunan PLTS Komunal, serta PLTS Individual.

Feby juga mengharapkan dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan akses jalan, kepastian data koordinat, penyelesaian izin pemanfaatan kawasan hutan, serta sosialisasi Right of Way (ROW) kepada masyarakat. Hal tersebut dinilai penting agar pembangunan jaringan distribusi tidak terkendala persoalan lahan dan sosial.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara Rizky Mochamad menegaskan kesiapan PLN untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur Lisdes di lapangan. Menurutnya, kepastian perizinan dan aksesibilitas menjadi faktor penting untuk memastikan pembangunan berjalan lancar dan manfaat listrik benar-benar dirasakan masyarakat.

Pemkab Samosir menyatakan siap memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kementerian ESDM, PLN, serta pihak terkait lainnya dalam menindaklanjuti usulan tersebut. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat mempercepat terwujudnya pemerataan akses listrik, khususnya bagi masyarakat yang belum menikmati sambungan listrik.

Listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membuka akses terhadap pendidikan, meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat, mendukung pelayanan publik, serta memperkuat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Samosir. (D/Smart)

Peduli Korban Bencana, PT BDSN Bantu Warga Laguboti dan Sigumpar

Toba (Sumut) mediasergap.com - Pascabencana puting beliung yang menimpa beberapa desa di Kecamatan Laguboti dan Kecamatan Sigumpar pada 22 Agustus 2026 lalu, Pemerintah Kabupaten Toba bergerak cepat menggalang bantuan dari beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Toba, termasuk PT. BDSN. 

Rabu (7/10/2026), PT. Bajradaya Sentra Nusa (BDSN) menyerahkan bantuan kepada para korban berupa voucher belanja sembako dan bantuan material bangunan kepada para korban. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Kantor Camat Laguboti dan Kantor Camat Sigumpar. 

Staf Ahli Bupati, Augus Sitorus yang hadir mewakili Bupati Toba dalam penyerahan itu menyampaikan bahwa setelah kejadian Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu langsung berkoordinasi dengan beberapa perusahaan salah satunya PT. BDSN untuk membantu para korban. Hasilnya beberapa perusahaan termasuk PT. BDSN telah memberikan bantuan. "Terima kasih kepada PT. BDSN yang telah turut membantu warga kami. Semoga memberikan manfaat bagi kita semua dan semoga Kabupaten Toba jauh dari marabahaya," kata Staf Ahli Bupati, Augus Sitorus. 

Direktur Keuangan PT. BDSN, Doddy B. Pangaribuan yang hadir langsung menyerahkan bantuan tersebut menyampaikan bahwa Kabupaten Toba merupakan tempat berdirinya perusahaan PT. BDSN yang memanfaatkan aliran Sungai Asahan.

"Toba ini sangat penting bagi kami, Toba tempat kami berteduh, tempat kami berkegiatan. Apapun yang terjadi bagi masyarakat Toba kami tidak boleh tinggal diam. 

Semoga Bapak-Ibu dapat merasakan manfaat dari bantuan yang kami berikan," katanya. 

Mewakili warga penerima bantuan, Alboin Panjaitan dari Desa Dolok Jior, Kecamatan Sigumpar menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh PT. BDSN melalui kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Toba. 

"Kami masyarakat yang terkena bencana menyampaikan terima kasih atas bantuan yang Bapak berikan. Kami tidak akan mampu membalas kebaikan ini, semoga Tuhan memberikan kesehatan dan kebijaksanaan kepada Bapak-Ibu," kata Alboin Panjaitan. 

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh pihak PT. BDSN, bantuan yang diberikan berupa voucher belanja sembako kepada 42 Kepala Keluarga korban bencana senilai Rp 650.000 di Kecamatan Laguboti dan Kecamatan Sigumpar, sementara 5 Kepala Keluarga lain mendapat bantuan berupa material senilai Rp 1 juta. (Dosi)

Bupati Vandiko Dorong Perluasan Bawang Putih hingga 2.000 Hektare, Minta Dukungan Alsintan dan Irigasi

Samosir (Sumut) mediasergap.com - Kabupaten Samosir semakin memantapkan langkah menjadi salah satu sentra produksi bawang putih di Sumatera Utara. Dukungan pemerintah pusat yang terus meningkat membuka peluang bagi Samosir untuk memperluas pengembangan komoditas strategis tersebut, sekaligus mengambil bagian dalam mewujudkan swasembada bawang putih nasional.

Komitmen itu ditegaskan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Bawang Putih Tahun 2026 dan Persiapan Tahun 2027 di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (07/10/2026).

Rakor tersebut dihadiri Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Muhammad Taufiq Ratule, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian, Tenaga Ahli Kementerian Pertanian Van Basten Panjaitan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara Fariz Haholongan Hutagalung, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Tumiur Gultom, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang serta sejumlah kepala daerah di Sumatera Utara.

Pengembangan bawang putih tahun 2027 direncanakan mencakup 11 kabupaten di Sumatera Utara dengan target 3.460 hektare. Kabupaten Samosir memperoleh alokasi 1.180 hektare, sekaligus menjadi daerah dengan kuota terbesar di Sumatera Utara. Sementara pada 2026, dari total target 564 hektare di Sumut, Samosir mendapatkan alokasi 265 hektare.

Bagi Pemkab Samosir, angka tersebut bukan batas akhir. Vandiko menyatakan Samosir siap apabila pengembangan diperluas hingga 2.000 hektare. Namun, peningkatan luasan tersebut perlu dibarengi dengan dukungan sarana produksi, khususnya alat dan mesin pertanian (alsintan) serta infrastruktur irigasi untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, pengolahan lahan secara optimal dan berkelanjutan.

“Tahun depan kami siap, sesuai data 1.180 hektare. Bahkan lahan existing sampai 2.000 hektare kami siap. Namun kami butuh dukungan alsintan dan irigasi untuk pengairan,” tegas Vandiko.

Menurut Vandiko, kesiapan Samosir merupakan bentuk dukungan terhadap agenda nasional sebagaimana Asta Cita Presiden, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada komoditas pertanian strategis. Dengan potensi lahan yang tersedia, pengembangan bawang putih diharapkan tidak hanya memperluas produksi, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Semangat tersebut mendapat apresiasi dari Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI Muhammad Taufiq Ratule. Ia menyampaikan terima kasih atas kesiapan Pemkab Samosir dan meminta agar kebutuhan alsintan serta irigasi segera diusulkan melalui Direktorat terkait.

“Terima kasih kepada Bupati Samosir atas semangat dan dukungan untuk pengembangan bawang putih di Samosir. Untuk alsintan dan irigasi segera diusulkan ke PSP,” kata Taufiq.

Taufiq menjelaskan, fokus pemerintah saat ini tidak hanya meningkatkan luas tanam, tetapi juga memperkuat produksi benih bawang putih. Peningkatan luasan lahan harus dilakukan secara bertahap setiap tahun agar target swasembada benih dapat tercapai. Secara nasional, swasembada ditargetkan ketika pengembangan telah mencapai sekitar 120.000 hektare.

Pemerintah juga memastikan adanya pasar bagi hasil produksi petani. Benih yang dihasilkan akan diserap oleh offtaker yang telah mendapatkan jaminan pemerintah. Skema tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi petani sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin yakin mengembangkan bawang putih.

«“Fokus untuk produksi benih. Yang pasti hasilnya dibeli, anggaran sudah disiapkan. Benih kita beli, tidak ada masalah untuk offtaker. Untuk dua tahun ini akan ditangani pemerintah. Ekonomi masyarakat meningkat dan pasarnya ada,” jelas Taufiq.»

Ia berharap potensi pengembangan bawang putih di kabupaten/kota di Sumatera Utara dapat dimaksimalkan. Menurutnya, Sumut memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah penyumbang utama dalam pencapaian swasembada bawang putih nasional.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, petani, penangkar hingga dunia usaha. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar pengembangan bawang putih berjalan terarah, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi petani.

Surya juga menilai pelaksanaan program tahun 2026 harus menjadi pembelajaran untuk pengembangan berikutnya, terutama dalam memastikan ketersediaan benih berkualitas. Sumatera Utara, katanya, perlu membangun ekosistem bawang putih dari hulu hingga hilir sehingga ketergantungan terhadap benih dari luar daerah dapat dikurangi.

«“Kita berharap Sumut menghasilkan benih bermutu untuk mengurangi ketergantungan benih dari luar. Pengembangan bawang putih ini butuh kerja sama. APBN menjadi pemicu yang diakomodir pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sehingga dapat memberi nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat. Kita satukan potensi Sumut, pusat dan daerah, petani, penangkar dan dunia usaha. Kita optimis Sumut menyumbang swasembada bawang putih nasional,” ujar Surya.

Dukungan pemerintah pusat, serta penguatan infrastruktur pertanian, Samosir menempatkan bawang putih sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat. (D/Smart)

Perkuat Silaturahmi dan Soliditas Insan Pers, Tiga Pemred Kunjungi Pimpinan Umum Media Sergap

MEDAN (Sumut) mediasergap.com — Dalam upaya mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan kebersamaan di antara insan pers, tiga pimpinan redaksi media online melakukan kunjungan ke kediaman Pemimpin Umum (PU) Media Online Sergap, Ir. Pandu Wilantara, di Jalan Jermal XV, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Rabu (7/10/2026).

Ketiga pimpinan redaksi tersebut yakni Pemimpin Redaksi mediasergap.com Oliver Sirait, SH, Pemimpin Redaksi intaikasus.com Sarinah Siregar, serta Pemimpin Redaksi targetoperasi.com Rudi Hendro.

Kunjungan berlangsung dalam suasana santai, hangat, dan penuh keakraban. Kehadiran para insan pers tersebut disambut langsung oleh PU Media Sergap, Ir. Pandu Wilantara, bersama istri, Ernawati.

Dalam kesempatan itu, keluarga Ir. Pandu Wilantara turut menjamu para tamu dengan berbagai hidangan, mulai dari teh, aneka kue hingga lontong. Suasana kekeluargaan semakin terasa melalui perbincangan yang membahas berbagai hal terkait perkembangan dunia jurnalistik dan dinamika media di tengah masyarakat.

Selain menjadi momentum mempererat silaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang bertukar pikiran mengenai peran dan tanggung jawab media dalam menyampaikan informasi yang edukatif, berimbang, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

Ir. Pandu Wilantara dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh insan pers untuk tetap konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Pers, dengan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik.

Ia menekankan bahwa pers memiliki peran penting dalam mengawal berbagai proses pembangunan sekaligus menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Saya berharap rekan-rekan jurnalis ikut serta mendukung laju pembangunan di negara yang kita cintai ini dengan tetap mengedepankan kepentingan umum. Jangan takut dalam mengungkap kebenaran, namun tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan aturan yang berlaku,” ujar Pandu.

Lebih lanjut, Pandu menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan silaturahmi yang dilakukan para pimpinan media tersebut. Menurutnya, komunikasi dan hubungan baik antarinsan pers perlu terus dipelihara untuk membangun suasana kerja jurnalistik yang sehat, profesional, dan saling mendukung.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan rekan-rekan. Saya berharap ke depan media tetap solid, menjaga kekompakan dan tidak memutus tali silaturahmi, sehingga komunikasi dan kerja sama yang baik antarinsan pers dapat terus terjalin,” katanya.

Ia juga berharap kebersamaan tersebut tidak hanya menjadi momentum pertemuan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pemberitaan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Kunjungan kemudian diakhiri dengan foto bersama. Para insan pers yang hadir berkomitmen untuk terus menjaga silaturahmi, memperkuat komunikasi, serta membangun hubungan yang harmonis dan profesional demi kemajuan dunia pers dan kepentingan masyarakat. (Tim)

Tiga Minggu, Polda Sumut Ungkap 654 Kasus Curas-Curat, 712 Tersangka Diamankan

Medan (Sumut) mediasergap.com – Polda Sumatera Utara bersama jajaran Polres/Polresta/Polrestabes mengungkap sebanyak 654 kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) dalam kurun waktu tiga minggu, terhitung sejak 14 September hingga 6 Oktober 2026.

Dari ratusan kasus tersebut, polisi mengamankan 712 tersangka yang diduga terlibat dalam berbagai aksi pencurian yang meresahkan masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Sumut dan jajaran dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Selama tiga minggu, Polda Sumut bersama seluruh jajaran berhasil mengungkap 654 kasus curas dan curat dengan 712 tersangka. Ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menindak tegas setiap tindak pidana yang meresahkan masyarakat,” kata Ferry, Senin (6/10/2026).

Dari total pengungkapan tersebut, 35 kasus merupakan curas dengan 43 tersangka, sedangkan 619 kasus lainnya merupakan curat dengan 669 tersangka.

Ferry menjelaskan, pengungkapan kasus dilakukan melalui berbagai langkah kepolisian, mulai dari penyelidikan hingga penindakan terhadap para pelaku yang diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian.

Selain penegakan hukum, jajaran Polda Sumut juga terus mengintensifkan patroli di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi gangguan keamanan dan tindak kriminalitas.

“Kami tidak hanya melakukan penindakan setelah terjadi kejahatan, tetapi juga mengintensifkan patroli sebagai langkah pencegahan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Dalam rangkaian pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan berbagai barang bukti yang berkaitan dengan aksi para tersangka. Barang bukti tersebut menunjukkan beragam modus dan sasaran kejahatan yang ditangani jajaran Polda Sumut.

Salah satu barang bukti dengan jumlah cukup besar yang diamankan yakni 1.638 tandan kelapa sawit. Selain itu, polisi mengamankan 111 unit sepeda motor, 5 unit mobil dan 2 unit truk yang berkaitan dengan sejumlah perkara curas dan curat.

Polisi juga mengamankan 83 unit handphone, 58 tabung gas, 21 buah flashdisk, 12 buah BPKB, serta 37 lembar faktur.

Tak hanya itu, sejumlah barang bernilai ekonomi juga turut diamankan, di antaranya 80 gram emas dan perhiasan berupa kalung emas, serta uang tunai sebesar Rp36.168.000 dan berbagai barang bukti lainnya lainnya yang berkaitan dengan perkara yang berhasil diungkap.

Ferry menegaskan, pengungkapan ratusan kasus tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polda Sumut dan jajaran untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Kami akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum dan pencegahan terhadap berbagai bentuk kejahatan. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak pidana atau aktivitas yang mencurigakan,” katanya.

Menurut Ferry, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

Dengan mengedepankan penegakan hukum, patroli dan langkah-langkah preventif, Polda Sumut berharap angka kejahatan, khususnya curas dan curat, dapat terus ditekan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman. (Rel)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport