Media Sergap -->


Headline

Sinergi Pemkab Samosir dan BTN Percepat Digitalisasi Layanan Publik dan Pengembangan UMKM

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat pembangunan daerah melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Kali ini, Pemkab Samosir menjalin kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) guna mendukung pengembangan sektor pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kualitas layanan publik yang terintegrasi dan berbasis digital.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (MoU) tentang pengelolaan keuangan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan yang dilakukan Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, bersama Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, di Hotel Marianna, Minggu (22/6/2026).

Penandatanganan tersebut turut disaksikan jajaran pimpinan BTN, Wakil Direktur Utama Oni Febriarto Rahardjo, para pejabat Pemkab Samosir, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selain MoU, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BTN dengan sejumlah OPD Pemkab Samosir, yakni Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), RSUD Dr. Hadrianus Sinaga, serta Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Kerja sama dengan BTN menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembangunan daerah melalui peningkatan layanan publik, penguatan sektor UMKM, serta perluasan akses layanan keuangan bagi masyarakat,” ujar Vandiko.

Menurutnya, salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu berkembang seiring meningkatnya sektor pariwisata di Kabupaten Samosir yang merupakan bagian dari kawasan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas Nasional.

Melalui program subsidi bunga kredit nol persen yang menjadi program prioritas Pemkab Samosir, pelaku UMKM yang memiliki KTP dan menjalankan usaha di Kabupaten Samosir dapat mengakses pembiayaan hingga Rp100 juta dengan tenor maksimal tiga tahun. Subsidi bunga akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Samosir.

“Program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan daya saing UMKM, serta memperkuat perekonomian masyarakat,” kata Vandiko.

Ia juga mengapresiasi respons cepat BTN yang mampu merealisasikan kerja sama tersebut hanya dalam waktu sekitar satu bulan sejak pembahasan awal dilakukan.

“Kami berharap kerja sama ini segera ditindaklanjuti sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Samosir,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyebut Kabupaten Samosir memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan yang perlu didukung oleh ekosistem ekonomi yang kuat, khususnya melalui pemberdayaan UMKM.

“Pariwisata memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan UMKM. Pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan UMKM agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Nixon menjelaskan, melalui transformasi bisnis *Beyond Mortgage*, BTN terus memperluas perannya sebagai mitra pembangunan yang menghadirkan berbagai solusi keuangan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.

Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, BTN akan memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Properti Program (KPP). Selain itu, BTN juga akan mendorong digitalisasi transaksi guna membantu pelaku usaha berkembang dan naik kelas.

Di sektor kesehatan, BTN siap mendukung peningkatan layanan RSUD Dr. Hadrianus Sinaga melalui berbagai solusi perbankan, mulai dari layanan transaksi, payroll, QRIS Merchant hingga dukungan pembiayaan untuk pengembangan fasilitas dan investasi alat kesehatan.

Tak hanya itu, BTN juga akan memperkuat kolaborasi dengan BPKAD Kabupaten Samosir dalam mendukung pengelolaan keuangan daerah yang lebih efisien, transparan, dan terdigitalisasi.

Ke depan, BTN turut menjajaki berbagai peluang kerja sama lainnya, seperti pengelolaan sampah kawasan wisata, promosi produk unggulan daerah seperti kopi dan tenun Samosir di tingkat nasional, hingga pengembangan sumber daya manusia.

“BTN ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi sebagai mitra pembangunan daerah yang mampu menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan,” tegas Nixon.

Melalui sinergi yang terjalin antara Pemkab Samosir dan BTN, diharapkan penguatan sektor pariwisata, peningkatan daya saing UMKM, digitalisasi layanan publik, serta perluasan akses layanan keuangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Danau Toba, khususnya Kabupaten Samosir. (D/Smart)

Baru Jadi Dirut PLN Lagi, Darmawan Prasodjo Langsung Bohongi Rakyat Soal Kebutuhan Batubara PLTU

Jakarta, mediasergap.comBaru sehari terpilih kembali jadi Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo langsung menjalankan skema pembohongan publik terkait krisis batubara yang menjadi penyebab pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa saat ini 

Lewat video yang dirilis oleh PLN pada Sabtu (20/6/2026), Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa PLN telah melakukan koordinasi dengan Kementerian ESDM untuk mendapatkan alokasi batubara dengan tingkat kandungan kalori menengah (medium rank coal). 

Dengan pasokan batubara tersebut, Darmawan menegaskan PLN akan melakukan perbaikan agar proses penyediaan tenaga listrik bisa kembali berjalan lancar.

"Kami atas nama PT PLN (Persero) ingin mohon maaf karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini," ungkap Darmawan.

Dikatakannya, PLN mempercepat proses penandatanganan kontrak kepada para pemasok batubara, terutama untuk medium rank coal yang sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah. 

"Kami mengapresiasi kepada para pemasok batubara yang sudah mendapatkan penugasan dari Pemerintah dan juga sudah menandatangani kontrak dengan PT PLN dan juga pembangkit milik mitra kami," imbuh Darmawan.

Darmawan menyebut PLN berkoordinasi secara intens dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) sehingga proses penandatangan bisa berjalan dengan cepat. "Saat ini, proses penyaluran medium range coal mulai mengalir pada PLTU di seantero Pulau Jawa, baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik mitra kami atau PLTU Independent Power Producer (IPP)," ungkap Darmawan.

Di Jawa bagian barat, antara lain PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1-8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, PLTU Indramayu. Di Jawa bagian timur, di antaranya PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan dan PLTU Tanjung Awar-awar.

Selain itu, Darmawan menyampaikan ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa. Tanpa merinci dua PLTU yang dimaksud, Darmawan menyebut PLTU tersebut dimiliki dan dioperasikan oleh swasta alias IPP. Dua PLTU besar tersebut mengalami gangguan teknis dan keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa.

"Untuk itu kami mengerahkan tim PLN bersama-sama dengan tim mitra kami agar perbaikan dua PLTU besar ini bisa berjalan dengan cepat dan berjalan lancar sehingga bisa pulih dan kembali memasok listrik di sistem kelistrikan di Pulau Jawa," tandas Darmawan.

Pernyataan Darmawan Prasodjo itu langsung diprotes Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Kornas Re-LUN) Teuku Yudhistira. Menurut Yudhis, apa yang disampaikan Darmo adalah pembohongan publik yang sangat keterlaluan.

"Jelas pernyataan tukang bohong dan dia berani menyatakannya di media. Dia (Darmo-red) bilang medium rank coal yang gak ada, padahal PLTU yang disebutkan namanya oleh dia, sebagian besar cukup pakai low rank coal karena bagian dari proyek 10.000 MW yang memang di-desain pakai low rank coal," kecamnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Seperti diketahui, di tengah protes masyarakat terhadap buruknya pelayanan PT PLN (Persero) terkait sistem kelistrikan di tanah air, publik tiba-tiba terhenyak ketika Darmawan Prasodjo kembali terpilih menjadi Dirut PLN lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Kantor BP BUMN pada Kamis malam (18/6/2026).

Darmo Sakti atau Terpilih Karena Transaksi

Kata Yudhis, sebetulnya masalah di PLN ini sangat complicated. Karena faktanya, bila reserve margin dipenuhi PLB sesuai aturan kelistrikan, gak perlu ada pemadaman.

"Memang licin darmo ini. Ironisnya, dia malah bangun narasi seolah ESDM cq Dirjen Minerba yang salah atas situasi ini. Bahkan dia malah minta dirjen minerba diganti. Kacaukan. Dan memang pemegang saham PLN ini entah bodoh atau bego, kok dipilih lagi penipu itu. Apa karena masih bisa ngasih keuntungan ke lingkaran RI1?. Parah memang," pungkasnya.

Sementara itu, proses RUPS PLN yang terkesan sembunyi-sembunyi itu langsung memicu berbagai protes, terlebih terjadi di tengah pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Sumatera dan Pulau Jawa.

Bahkan selama era Darmawan Prasodjo, pemadaman listrik bergilir hingga blackout di Sumatera dan Jawa, seolah menjadi masalah klasik yang terus berulang. 

Kondisi tersebut semakin diperburuk dengan terjadinya blackout (padam listrik total) berulangkali di sejumlah wilayah tanah air selama mantan Deputi I KSP era Presiden Jokowi itu memimpin perusahaan setrum nasional tersebut hingga membuat banyak aktivitas perekonomian masyarakat lumpuh dan merugi dalam jumlah besar.

Menurut Yudhis, langkah pemerintah yang memilih mempertahankan Darmawan Prasodjo dan kroninya seperti Yusuf Didi Setiarto, Suroso Isnandar dan Arsyadani G Akmalaputri, jelas sangat menyakiti hati rakyat.

"Dan tentunya sangat aneh, orang-orang yang jelas-jelas tidak mampu menjaga marwah pemerintahan Prabowo dalam memberikan pelayanan kelistrikan untuk seluruh rakyat Indonesia, masih terus dipertahankan," tudingnya.

Apalagi, sambungnya, sejauh ini, tidak ada langkah taktis yang dilakukan Darmawan Prasodjo dalam mengatasi situasi tersebut, selain menyampaikan permohonan maaf.

Yudhistira juga kembali menegaskan, tidak bisa dipungkiri bahwa masa kelam PLN dimulai sejak pemerintahan Jokowi memutuskan Darmawan Prasodjo duduk sebagai Dirut PLN.

"Berulang kali sudah saya sampaikan, apa yang sudah diperbuat Darmo (panggilan Darmawan Prasodjo-red) selama lebih dari 5 tahun menjabat Dirut. Semua hanya pencitraan lewat penghargaan yang dibeli dan juga untuk memperkaya diri sendiri. Sudah jadi rahasia umumkan bagaimana lonjakan kekayaan ini orang selama jadi Dirut," beber Yudhis.

Belum lagi mengenai manuver Darmawan Prasodjo yang merusak meritokrasi lewat jalur profesional hire (prohire) yang memasukkan kroni dan koleganya ke dalam PLN dan langsung diberi jabatan empuk, sedangkan pegawai internal yang meniti karir dari bawah dan tidak masuk dalam lingkarannya, karirnya dihambat.

"Kerusakan-kerusakan ini di tubuh PLN ini menjadi bagian dari kebobrokan era Darmo. Tapi kok pemerintah seperti buta dan tuli, tidak mau peduli dengan hal ini. Padahal jelas PLN merupakan perusahaan monopoli yang mengatur denyut nadi perekonomian, penopang perekonomian dan kebutuhan primer paling dibutuhkan masyarakat. Harusnya orang-orang yang memahami bisnis ini ditempatkan sebagai Dirut dan jajarak Direksi, bukan orang yang mencari kekayaan dan memanfaatkan jabatan," sebutnya.

Pemadaman Listrik Meluas

Lebih jauh Yudhistira menyampaikankan, bahwa pihaknya baru menerima Tim Investigasi Re-LUN bahwa pemadaman listrik bergilir saat ini meluas hingga ke Kalimantan.

"Barusan kami terima laporan bahwa saat ini pemadaman listrik juga terjadi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Jadi sebenarnya Indonesia Gelap itu mendekati kenyataan dan ini fatal bagi pemerintahan Prabowo. Harus segera diambil langkah tegas dengan mencopot Darmawan Prasodjo dan mengantinya dengan orang yang tepat," ucapnya.

Tidak itu saja Yudhistira juga terus mendesak aparat penegak hukum seperti KPK, Polri dan Kejaksaan Agung jangan tutup mata atas permasalahan yang terjadi saat ini akibat pemadaman listrik bergilir.

"Pasti ada pidana dibalik kasus ini. Bukan hanya korupsi yang harus diselidiki, tapi ini juga bagian dari kejahatan kemanusiaan yang harus diusut tuntas. Presiden harusnya juga tegas menyikapi masalah yang sudah memicu keresahan masyarakat luas ini," pungkasnya. (Ajs/Tim)

Pemkab Toba Fokus Wujudkan ASN Berdaya Saing dan Berakhlak

TOBA (Sumut) mediasergap.comWakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba sebagai langkah strategis dalam mewujudkan ASN yang berdaya saing, profesional, dan berakhlak.

Pesan tersebut disampaikan saat memimpin apel gabungan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Toba, Senin (22/6/2026). Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan bahwa salah satu visi pembangunan Kabupaten Toba adalah menciptakan ASN yang mampu menjawab tantangan zaman melalui peningkatan kompetensi dan integritas.

Menurutnya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memiliki peran penting dalam mewujudkan visi tersebut. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD), kata dia, memiliki tanggung jawab sesuai bidang tugas masing-masing, termasuk BKPSDM yang bertanggung jawab terhadap pengembangan kualitas ASN.

"Sebagaimana Dinas Pertanian bertanggung jawab terhadap Sektor Pertanian dan Dinas Pariwisata bertanggung jawab terhadap peningkatan kunjungan wisata, maka BKPSDM memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas ASN di Kabupaten Toba," ujar Wakil Bupati.

Selain peningkatan kompetensi, Wabup juga menyoroti pentingnya pelayanan kepegawaian yang prima. Ia meminta BKPSDM, Para Sekretaris OPD, serta Pejabat yang membidangi Kepegawaian agar memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh ASN.

Menurutnya, pelayanan yang baik kepada ASN akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.

"Jangan berharap ASN dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat apabila pelayanan terhadap mereka sendiri belum berjalan dengan baik," tegasnya.

Pelayanan tersebut mencakup berbagai aspek administrasi kepegawaian, seperti kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, penilaian kinerja, cuti, hingga pengesahan berbagai program yang berkaitan dengan pengembangan karier ASN, termasuk bagi ASN yang bertugas di Wilayah Desa.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga meminta BKPSDM untuk melakukan pemetaan terhadap kebutuhan pengembangan kompetensi ASN. Program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), baik Kepemimpinan, Fungsional maupun Teknis sesuai tugas pokok dan fungsi, dinilai perlu terus ditingkatkan guna mendukung Profesionalisme Aparatur.

"Petakan ASN yang belum mengikuti diklat kompetensi, diklat kepemimpinan maupun diklat fungsional. Susun kebutuhan anggaran dan programnya agar peningkatan kapasitas ASN dapat terlaksana secara berkelanjutan," katanya.

Tidak hanya kepada instansi terkait, Wakil Bupati juga mengajak seluruh ASN untuk memiliki semangat belajar sepanjang hayat. Ia menegaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut setiap aparatur untuk terus memperbarui wawasan dan keterampilannya.

"Membacalah dan terus belajar, karena ilmu pengetahuan terus berkembang. Apa yang dipelajari saat kuliah beberapa tahun lalu tentu mengalami banyak perubahan dan pembaruan. Karena itu, ASN harus terus meningkatkan kapasitas dirinya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman," pesan Wakil Bupati.

Melalui peningkatan kompetensi, integritas, dan budaya belajar yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Toba berharap dapat menghadirkan ASN yang semakin profesional, berdaya saing, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Ds)

Refleksi Solidaritas Pers di Tengah Ujian yang Dihadapi Seorang Wartawan

MEDAN (Sumut) mediasergap.comDunia jurnalistik selama ini dikenal sebagai profesi yang menjunjung tinggi nilai kebenaran, keadilan, dan kepedulian sosial. Namun di tengah dinamika tersebut, muncul sebuah refleksi yang mengundang perhatian banyak pihak: sejauh mana solidaritas sesama insan pers hadir ketika salah seorang rekan seprofesi sedang menghadapi ujian berat dalam kehidupannya.

Nama Leo Sembiring atau yang akrab dikenal sebagai Leo Depari bukanlah sosok asing di kalangan wartawan Kota Medan dan Sumatera Utara. Mantan wartawan Posmetro Medan yang kini menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Media Online Fradvy Indonesia itu selama ini dikenal aktif menyuarakan berbagai persoalan masyarakat serta mengangkat isu-isu yang dinilai penting untuk diketahui publik.

Kini, sosok yang selama ini kerap menuliskan perjuangan dan harapan masyarakat tersebut tengah menghadapi persoalan hukum yang menjadi perhatian keluarga dan kerabat dekatnya.

Menurut keterangan pihak keluarga, peristiwa ini berawal dari dugaan pencurian yang terjadi di usaha toko ponsel milik keluarga. Dalam peristiwa tersebut, dua orang pekerja yang baru bergabung sekitar dua minggu diduga membawa sejumlah barang dan modal usaha setelah membongkar brankas toko.

Seiring berjalannya proses hukum, keluarga mengaku terkejut ketika salah satu anggota keluarga ditetapkan sebagai tersangka, sementara Leo Sembiring tercantum dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Saat ini, seluruh proses tersebut masih berlangsung dan menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk menanganinya sesuai ketentuan yang berlaku.

Pihak keluarga juga menyampaikan pandangannya bahwa perkembangan perkara tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas jurnalistik Leo yang selama ini aktif memberitakan berbagai persoalan di wilayah Kecamatan Pancur Batu. Meski demikian, dugaan tersebut merupakan pandangan dari pihak keluarga dan belum terbukti secara hukum.

Di balik proses hukum yang sedang berjalan, terdapat sisi kemanusiaan yang turut menjadi perhatian. Keluarga mengaku harus menjalani hari-hari yang penuh kecemasan dan ketidakpastian. Anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah disebut harus menghadapi berbagai pertanyaan dan komentar dari lingkungan sekitarnya terkait kondisi yang sedang dialami ayah mereka.

Situasi tersebut menghadirkan keprihatinan tersendiri, terutama bagi mereka yang mengenal Leo sebagai seorang jurnalis yang selama ini aktif membantu menyuarakan aspirasi masyarakat. Dalam berbagai kesempatan, ia dikenal sering hadir di tengah warga untuk mendengarkan keluhan dan mengangkat persoalan yang dianggap membutuhkan perhatian publik.

Karena itu, sejumlah pihak menilai bahwa momentum ini dapat menjadi pengingat penting tentang arti kebersamaan dan solidaritas di kalangan insan pers. Bukan untuk mencampuri proses hukum yang sedang berlangsung, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama rekan yang sedang menghadapi cobaan.

Perlu ditegaskan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Seluruh pihak wajib menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Di sisi lain, apabila terdapat kekhawatiran mengenai proses atau prosedur hukum sebagaimana yang disampaikan pihak keluarga, maka hal tersebut dapat disampaikan melalui mekanisme yang tersedia agar mendapatkan perhatian dari pihak berwenang. Dengan demikian, proses hukum dapat berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan berkeadilan bagi semua pihak.

Lebih dari sekadar sebuah perkara hukum, kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap peristiwa terdapat manusia, keluarga, dan harapan yang sedang diuji oleh keadaan. Kepedulian, empati, dan dukungan moral merupakan nilai yang selalu relevan untuk dijaga, terlebih dalam lingkungan profesi yang selama ini mengedepankan kebersamaan dan rasa kemanusiaan.

Sebab pada akhirnya, setiap orang dapat berada pada situasi yang berbeda-beda dalam perjalanan hidupnya. Dan ketika masa sulit datang, kehadiran sahabat, rekan, serta dukungan moral sering kali menjadi kekuatan yang sangat berarti. (Rel)

(Sumber: ©srikandinews.com)

Komitmen Berantas Narkoba, Polres Binjai Tangkap Dua Terduga Pengedar

BINJAI (Sumut) mediasergap.comKomitmen Polres Binjai dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan melalui operasi penyamaran (undercover buy), Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai berhasil menangkap dua Pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba jenis sabu di wilayah hukum Polres Binjai.

Kedua tersangka berinisial MI (22) dan WA (36) diamankan di Jalan Letjen Umar Baki, Kelurahan Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat, pada Kamis malam (18/6/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.

Dari hasil penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu dengan berat bruto 4,80 gram, yang dikemas dalam plastik klip transparan, serta satu unit handphone Android merk VIVO warna biru yang diduga digunakan untuk transaksi.

Kasat Narkoba AKP Ismail Pane menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas peredaran narkoba. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim langsung diterjunkan untuk melakukan penyelidikan tertutup dengan teknik undercover buy hingga akhirnya berhasil mengamankan kedua pelaku.

“Ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam memutus mata rantai peredaran narkoba. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti secara cepat dan profesional,” ujar Kasat Narkoba.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun.

Kapolres Binjai AKBP. Mirzal Maulana menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan jajaran Polres Binjai dalam menjaga masyarakat dari ancaman narkotika.

“Pemberantasan narkoba adalah prioritas kami. Tidak ada ruang bagi pelaku peredaran narkotika di Kota Binjai. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” tegas Kapolres.

Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan melalui layanan Call Center 110 Polri. (Roni K)

(Sumber: ©Humas Res Binjai)

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polresta Deli Serdang Gelar Olahraga Bersama

Deli Serdang (Sumut) mediasergap.com Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, Polresta Deli Serdang menggelar kegiatan olahraga bersama yang berlangsung di Mapolresta Deli Serdang, Minggu (21/6/2026) pagi.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., ini diikuti juga oleh Pejabat Utama Polresta Deli Serdang, Bhayangkari Cabang Kota Deli Serdang, personel Polresta Deli Serdang dan keluarga besar Polresta Deli Serdang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai yang dilepas langsung oleh Kapolresta Deli Serdang, kemudian dilanjutkan dengan senam bersama. Selanjutnya, peserta mengikuti berbagai kegiatan olahraga dan kebersamaan, di antaranya pertandingan bola voli antara Bhayangkari melawan Polwan Polresta Deli Serdang serta pertandingan voli antara Pejabat Utama Polresta Deli Serdang melawan Kapolsek jajaran.

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polresta Deli Serdang Gelar Olahraga Bersama. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan lomba tarik tambang, pergelaran Bakti Kesehatan yakni pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat, serta hiburan yang melibatkan seluruh peserta.

Pada kesempatan tersebut, Kapolresta Deli Serdang memberikan piagam penghargaan kepada tenaga medis sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam mendukung pelayanan kesehatan.

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polresta Deli Serdang Gelar Olahraga Bersama Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan olahraga bersama ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang bertujuan untuk mempererat soliditas dan kebersamaan seluruh keluarga besar Polresta Deli Serdang.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kesehatan dan kebugaran personel, serta mempererat hubungan kekeluargaan antara personel, Bhayangkari, dan keluarga besar Polresta Deli Serdang. Dengan semangat Hari Bhayangkara Ke-80, kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolresta. (Rel)

Perang Melawan Narkoba Terus Berlanjut, Polres Binjai Tangkap Dua Pengedar

BINJAI (Sumut) mediasergap.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai berhasil menangkap 2 (dua) orang laki-laki yang sedang mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu dengan inisial BD als DANA (36) & TW (33).

Komitmen terhadap pemberantasan narkoba ini terus ditunjukkan polres Binjai, melalui operasi under cover oleh sat narkoba polres Binjai sehingga berhasil menangkap 2 (dua) pria yang diduga sebagai bandar narkoba jenis sabu-sabu di wilayah hukum polres Binjai, "ucap Kasat Narkoba.

Adapun lokasi penangkapan terhadap para pengedar yaitu, pelaku BD als DANA (36) ditangkap petugas di Jalan Randu kelurahan Jati Utomo (Binjai Utara), Minggu (14/6/26) pukul 01.30 wib. Sedangkan terhadap pelaku TW (33) di tangkap Desa Sei Limbat Kecamatan Selesai (Kabupaten Langkat), Jumat (12/6/2026) pukul 22.00 wib., tegas AKP Ismail Pane.

"Dari hasil penindakan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu dengan total berat 12,48 gram, 1 buah timbangan elektrik, 1 buah tas tempat penyimpanan sabu, 1 buah dompet warna hitam, 2 buah scop plastik.

Pengungkapan jaringan ini diawali dengan informasi masyarakat terkait adanya peredaran narkoba yang langsung direspon oleh Kasat Narkoba AKP Ismail Pane, S.H., M.H., Tim diterjunkan untuk melakukan penyelidikan secara undercover di lokasi., 

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Thn 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 609 ayat (1) huruf a UU. RI No.1 tentang KUHP Jo UU. RI No. 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana, dengan hukuman penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun," tegas Kasat Narkoba.

Kapolres Binjai AKBP Mirzal menegaskan, keberhasilan pengungkapan ini merupakan bentuk keseriusan Polres Binjai dalam memerangi peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya.

“Kami berkomitmen penuh memberantas narkoba serta peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam memberikan informasi demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika,” tegas Kapolres.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan Call Center 110 Polri. (Roni K)

(Sumber: ©Humas Res Binjai)

Pengendara Keluhkan Jalan Perdagangan–Siantar yang Membahayakan Keselamatan

Simalungun (Sumut) mediasergap.comKondisi Jalan Lintas Perdagangan yang menghubungkan wilayah Perdagangan dengan Kota Pematangsiantar saat ini mengalami kerusakan cukup parah dan menjadi perhatian masyarakat setempat.

Berdasarkan hasil pantauan wartawan mediasergap.com di lokasi, sejumlah titik jalan tampak berlubang dan rusak sehingga menyulitkan pengguna jalan yang melintas. Hingga saat ini, masyarakat mengaku belum melihat adanya perbaikan yang signifikan dari pihak terkait, Sabtu (20/06/2026).

Menurut keterangan warga, kerusakan jalan tersebut telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.

"Sudah banyak pengendara yang terjatuh akibat kondisi jalan yang rusak. Selain membahayakan keselamatan, kendaraan juga sering mengalami kerusakan sehingga harus diperbaiki di bengkel," ungkap salah seorang warga.

Pengguna sepeda motor dinilai paling rentan saat melintasi ruas jalan tersebut. Sementara itu, pengemudi kendaraan roda empat harus mengurangi kecepatan dan berhati-hati agar dapat melewati jalan dengan aman.

Masyarakat berharap Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat, serta Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Prabowo Subianto, dapat memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan tersebut. Warga meyakini bahwa perbaikan jalan akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain menyampaikan harapan kepada pemerintah, warga juga mengapresiasi kehadiran wartawan Mitramabesnews.com yang telah menampung dan menyampaikan aspirasi mereka kepada publik. Mereka berharap informasi ini dapat menjadi perhatian pihak terkait sehingga solusi dan langkah perbaikan dapat segera direalisasikan demi kepentingan masyarakat luas. (Tim)


Ribuan Jemaat Hadiri KKR di Pangururan, Samosir Dorong Pembangunan Spiritual Masyarakat

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Ribuan masyarakat dari berbagai denominasi gereja memadati kawasan Water Front City Pangururan untuk mengikuti Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang diselenggarakan Yayasan Tangan Pengharapan Dede, Jumat (19/06/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan iman sekaligus wujud pembangunan karakter dan spiritual masyarakat di Kabupaten Samosir.

Suasana penuh sukacita dan pengharapan mewarnai jalannya ibadah. Melalui pujian, penyembahan, dan pemberitaan firman Tuhan, masyarakat diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperoleh penguatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran pemerintah menunjukkan komitmen dalam mendukung pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan nilai-nilai keagamaan dan moral.

Pengkhotbah nasional asal Kalimantan, Evangelis Hardyanto Dede, dalam khotbahnya menyampaikan pesan tentang kuasa Tuhan yang tetap bekerja dalam kehidupan umat percaya. Ia mengajak masyarakat untuk terus memelihara iman dan pengharapan kepada Tuhan dalam setiap situasi kehidupan.

Untuk pertama kalinya melayani di Kabupaten Samosir, Hardyanto Dede mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat serta perhatian Pemerintah Kabupaten Samosir terhadap kehidupan rohani masyarakat. Menurutnya, daerah yang menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai bagian dari pembangunan akan memiliki fondasi sosial yang kuat untuk mencapai kemajuan.

Bupati Vandiko T. Gultom dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya KKR berskala besar tersebut. Ia menyebut kegiatan itu menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat dan pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan rohani yang dapat menjangkau lebih banyak warga.

“Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari berdirinya jalan, jembatan, dan berbagai infrastruktur lainnya. Pembangunan rohani masyarakat juga menjadi bagian penting yang harus berjalan seiring agar tercipta masyarakat yang maju, berkarakter, dan memiliki kehidupan sosial yang harmonis,” ujar Vandiko.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Samosir terus berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang merata hingga ke pelosok desa. Berbagai kegiatan keagamaan didukung sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga kuat secara spiritual.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui dukungan terhadap peningkatan kapasitas pemimpin umat, termasuk pemberangkatan sejumlah tokoh agama Kristen dan Katolik ke Yerusalem guna memperdalam pemahaman spiritual dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Vandiko berharap kegiatan KKR menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat iman, serta menumbuhkan semangat positif dalam mendukung pembangunan daerah. Ia meyakini masyarakat yang memiliki kehidupan rohani yang baik akan menjadi modal penting dalam mewujudkan Kabupaten Samosir yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Ketua Panitia, Paul Levin Simamora, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Samosir, Forkopimda, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap KKR dapat membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat dan menjadi bagian dari upaya membangun karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai keimanan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Samosir kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui pembangunan mental dan spiritual masyarakat sebagai fondasi utama kemajuan daerah. (D/Smart)

Ruko di Lelang di Bawah Harga Pasaran, Pihak Bank Digugat ke Pengadilan

Deli Serdang (Sumut) mediasergap.com - Sulastri, warga Jl. Beringin No.7, Pasar V Tembung, Deli Serdang, secara resmi melakukan gugatan kepengadilan Negri Lubuk Pakam, dengan nomor. 199/Pdt.G/2026/PN Lbp.

Pasalnya, rumah tempat tinggal, yang sekaligus tempat usaha miliknya, dilelang oleh pihak bank BRI unit Tembung, KCP Medan dibawah pasaran yang berlaku. Ironinya walaupun telah dilelang namun masih menyisakan hutang.

Kepada wartawan, Kamis (18/6/2026), Sulastri mengungkapkan, pada saat dirinya dan suaminya menggadaikan (agunan) rumah tersebut ke bank, perhitungan harga pasaran rumahnya sebesar Rp.1,6 Milyar.

Berawal pada tahun 2018 lalu, dirinya dan suaminya bernama Sumardi berniat mengembangkan usaha, hingga harus menggadaikan rumahnya ke pihak bank. Saat itu Sulastri dan suaminya membuka usaha penjualan gorden hinga pakaian dll, dan berjalan lancar.

"Ada sebesar Rp.200 jutaan lebih cicilan yang sudah kami bayar. Namun setelah setahun lebih pembayaran, bencana penyakit covid 19 datang, usaha kami spontan menurun drastis", jelasnya.

Pun demikian, Sulastri dan suaminya masih terus membayar cicilan melalui rekening, karena memang saat covid 19 tersebut, ada kebijakan pemerintah membuat peraturan meringankan hutang piutang.

Ada dua kali penurunan pembayaran, namun ketika wabah penyakit covid 19 kian hari kian marak, hingga terjadi pembatasan pergerakan masyarakat (lockdown). Usahanya sama sekali tidak berjalan lancar, hingga akhirnya mereka tak sanggup lagi mencicil hutang tersebut kepada pihak bank. Dan pihak bank mengancam akan melelang ruko milik Sulastri dengan harga Rp.700 san juta lebih.

"Anehkan, ruko milik saya itu harga pasarannya sebesar Rp.1,6 Milyar, namun pihak bank melelang dengan harga Rp.700 jutaan lebih, jelas tidak sesuai pasaran. Sementara uang yang kami pinjam sebesar Rp.1,3 Milyar", jelas Sulastri.

Sulastri menambahkan, setelah rumahnya dilelang oleh pihak bank, keluarganya kerap mendapat berbagai teror hingga berujung laporan polisi.

"Pernah ada datang pihak pemenang lelang bernama Mas Deliana, dengan membawa tentara dan polisi untuk mengusir kami. Mereka memaksa kami untuk mengosongkan ruko kami ini", ujarnya.

Tidak hanya sampai disitu saja, aksi teror dan pengosongan paksa terus terjadi dengan segala cara.

"Sampai-sampai suami saya dilaporkan ke Polrestabes Medan, dan sempat diperiksa, dengan tuduhan menguasai hak orang lain, hingga membuat kerugian", ungkapnya.

Menanggapi peristiwa yang dialami keluarga Sulastri, Akiruddin Ahmad, SH, MH selaku Penasehat Hukum (PH) menilai ada sejumlah kejanggalan yang terjadi. Hingga akhirnya pihaknya melakukan gugatan ke Pengadilan Negri Lubuk Pakam.

"Sudah kami layangkan gugatan ke PN Lubuk Pakam. Ada empat pihak tergugat terkait pelelangan aset, yakni pihak BRI unit tembung dan KCP Thamrin, KPK NL serta pemenang lelang atas nama Mas Deliana", jelasnya.

Gugatan ke PN Lubuk Pakam sebagai upaya menguji kebenaran proses penyitaan aset hingga pelelangan. Dalam kapasitas gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

"Yang gawatnya setelah aset klien kami disita hingga dilelang, namun hutangnya di bank masih berlanjut. Jadi kami meminta pihak PN Lubuk Pakam membuka dengan terang, tentang kebenaran proses penyitaan aset hingga pelelang ruko milik klien kami. Apalagi saat ini ruko tersebut sudah beralih nama ke nama pemenang lelang. Jadi semua proses tersebut harus dilakukan sesuai prosedur dan UU yang berlaku", tegas Akiruddin Ahmad, SH, MH.

Akiruddin menjelaskan, sudah tiga kali panggilan sidang para tergugat tidak hadir keseluruhan, hingga ditunda, dan memasuki panggilan sidang ke empat hanya dua pihak yang hadir diantaranya tergugat tiga dan empat yang hadir.

"Kemarin digelar sidang ke empat, hanya dua pihak tergugat yang hadir, yakni, KPKNL dan pemenang lelang Mas Deliana. Jadi dari hasil sidang ke empat akan dilakukan mediasi pada tanggal 6 juli 2026 mendatang", jelasnya.

Terkait adanya laporan polisi terhadap klien nya, Akiruddin Ahmad sangat menyayangkan tindakan tersebut, karena terkesan gegabah.

"Sebelum menerima laporan, seharusnya pihak polisi meminta bukti dari pelapor, karena setau saya laporan tersebut terkait tuduhan merugikan orang lain, karena tidak membayar uang sewa menyewa ruko tersebut, yang sama sekali tak pernah ada dalam perjanjian sama sekali", pungkasnya. (Rel)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport