TOBA (Sumut) mediasergap.com — Komisi B DPRD Kabupaten Toba melakukan peninjauan lapangan terhadap pekerjaan rekonstruksi jalan ruas Soposurung–Hinalang dan Sibodiala–Gurgur, Selasa (13/10/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif untuk melihat langsung perkembangan pekerjaan infrastruktur sekaligus menanggapi informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Peninjauan dipimpin Ketua Komisi B DPRD Toba, Patuan Pardede, bersama Wakil Ketua DPRD Toba Hendry Tambunan dan anggota Komisi B, yakni Marnasib Tampubolon, Patar Sabungan Nadapdap, Darma Siagian, Hidup Tambunan, Andi S. Sibarani, serta Ramli Simanjuntak.
Rombongan didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Toba, Gumianto Simangunsong, serta Kepala Bidang Cipta Karya, Untung Sirait.
Melalui kunjungan tersebut, DPRD ingin memperoleh gambaran langsung mengenai tahapan pelaksanaan pekerjaan, penggunaan material, serta kendala yang dihadapi kontraktor di lapangan. Pengawasan ini diharapkan dapat mendorong pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.
Wakil Ketua DPRD Toba, Hendry Tambunan, menjelaskan bahwa kedua paket pekerjaan rekonstruksi jalan tersebut bersumber dari dana aspirasi DPR RI Martin Manurung dari Partai NasDem.
Berdasarkan peninjauan yang dilakukan, ia menilai pelaksanaan pekerjaan yang dilihat di lapangan berjalan dengan baik. Ia berharap pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas, distribusi hasil pertanian, dan pengembangan sektor pariwisata.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Martin Manurung. Semoga setelah selesai, pembangunan jalan ini dapat menunjang perekonomian masyarakat dan mendorong pengembangan pariwisata,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran strategis dalam memperlancar konektivitas antarwilayah. Kondisi jalan yang semakin baik diharapkan dapat mempermudah aktivitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil produksi, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal.
Ketua Komisi B DPRD Toba, Patuan Pardede, mengatakan bahwa peninjauan dilakukan setelah pihaknya menggelar rapat kerja bersama Dinas PUTR untuk membahas perkembangan pekerjaan di lapangan.
Langkah tersebut juga dilakukan menyusul beredarnya informasi dan dugaan di media sosial mengenai penggunaan material yang berasal dari sekitar lokasi proyek. DPRD menilai informasi tersebut perlu ditelaah melalui pengecekan langsung agar masyarakat memperoleh penjelasan berdasarkan kondisi di lapangan.
“Melalui kunjungan lapangan ini, kami ingin melihat langsung pelaksanaan pekerjaan dan memastikan informasi yang beredar di masyarakat. Dari hasil peninjauan, kami melihat bahwa pekerjaan penghamparan material base baru dilaksanakan hari ini. Dengan demikian, kami memperoleh gambaran langsung untuk menjawab dugaan yang berkembang,” kata Patuan.
Ia berharap seluruh pekerjaan infrastruktur yang dilaksanakan di Kabupaten Toba, khususnya melalui Dinas PUTR, tetap mengacu pada ketentuan kontrak, spesifikasi teknis, serta standar mutu yang dipersyaratkan.
Patuan juga mengajak masyarakat berperan aktif mengawasi pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah dengan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab. Di sisi lain, kontraktor pelaksana diminta menjaga kualitas pekerjaan agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal dan bertahan dalam jangka panjang.
Pelaksana pekerjaan dari CV Mindo Anugerah Persada, Sahala Tambunan, menjelaskan bahwa material yang digunakan dalam pekerjaan rekonstruksi jalan tersebut didatangkan dari Dolok Sanggul dan telah diproses sesuai kebutuhan pekerjaan.
“Material yang ada di sekitar lokasi ini tidak dapat digunakan karena tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. Material yang kami gunakan berasal dari Dolok Sanggul dan telah melalui proses pengolahan,” jelas Sahala.
Ia menerangkan, pekerjaan saat ini berada pada tahap penghamparan material base, sedangkan pekerjaan drainase telah dimulai dari bagian atas ruas jalan. Setelah tahapan tersebut rampung, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengaspalan menggunakan aspal hotmix.
Sahala menyebutkan, salah satu tantangan dalam pelaksanaan proyek adalah curah hujan yang dapat menghambat pekerjaan. Kondisi jalan dengan kontur menurun juga membutuhkan perhatian dalam pengaturan tahapan pengerjaan agar pelaksanaan dapat berlangsung dengan baik.
Ia berharap cuaca mendukung sehingga seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal, spesifikasi teknis, dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Peninjauan lapangan ini menjadi bagian dari upaya mendorong keterbukaan informasi dan pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Toba. Sinergi antara DPRD, perangkat daerah, kontraktor, dan masyarakat diperlukan agar pelaksanaan proyek berjalan tertib serta memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Dengan pengawasan yang berkelanjutan, rekonstruksi jalan Soposurung–Hinalang dan Sibodiala–Gurgur diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat Sibodiala menuju Balige, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Toba.
Pembangunan infrastruktur yang berkualitas bukan hanya diukur dari selesainya pekerjaan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dan kemampuan jalan tersebut mendukung aktivitas warga dalam jangka panjang. (Dosi)