Media Sergap -->


Headline

Pemkab Samosir Gandeng Kejari Perkuat Pendampingan Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Samosir dan Kejaksaan Negeri Samosir kembali memperkuat sinergi melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Penanganan Masalah Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), yang berlangsung di Kantor Bupati Samosir, Kamis (18/6/2026).

Nota Kesepakatan ditandatangani langsung oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, dan Kepala Kejaksaan Negeri Samosir, Satria Irawan, S.H., M.H., disaksikan unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta para camat se-Kabupaten Samosir.

Kerja sama ini merupakan perpanjangan dari kesepakatan yang telah berjalan sebelumnya dan menjadi langkah strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel, transparan, serta memiliki kepastian hukum dalam setiap pelaksanaan program pembangunan daerah.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan bahwa sinergi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Kejaksaan Negeri Samosir selama ini telah memberikan manfaat nyata, terutama dalam pengamanan aset daerah dan pendampingan hukum terhadap sejumlah program strategis pembangunan.

"Kolaborasi yang telah terjalin memberikan kontribusi positif bagi pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan dan perlindungan aset daerah. Ke depan, kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik," ujar Vandiko.

Menurut Vandiko, pendampingan hukum yang diberikan Kejaksaan Negeri Samosir menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat mendukung upaya optimalisasi pengelolaan aset daerah serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Samosir, Satria Irawan, menegaskan komitmen Kejaksaan dalam memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, pendampingan hukum, dan tindakan hukum lainnya melalui fungsi Jaksa Pengacara Negara.

Menurutnya, peran Kejaksaan tidak hanya berfokus pada penegakan hukum melalui penindakan, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan dan mitigasi risiko hukum guna mendukung terciptanya pemerintahan yang bersih dan profesional.

"Kami siap mendukung Pemerintah Kabupaten Samosir melalui layanan bantuan hukum dan pendampingan yang dibutuhkan. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meminimalisir risiko hukum sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan daerah," kata Satria.

Melalui perpanjangan Nota Kesepakatan ini, Pemerintah Kabupaten Samosir dan Kejaksaan Negeri Samosir semakin memperkuat kolaborasi dalam menciptakan kepastian hukum, melindungi aset daerah, serta mendukung pelaksanaan pembangunan yang berorientasi pada pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Kerja sama tersebut juga menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berintegritas demi mewujudkan Kabupaten Samosir yang maju, unggul, dan berkelanjutan. (D/Smart)

Jalin Sinergi Baru, Plt. Kepala Lapas Narkotika Langkat Silaturahmi dan Koordinasi dengan Camat Hinai

LANGKAT (Sumut) mediasergap.comDalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat, Yan Patmos, melaksanakan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Kantor Kecamatan Hinai pada Kamis, 18 Juni 2026.

Pertemuan ini merupakan momen perdana bagi Yan Patmos sejak memimpin Lapas Narkotika Langkat untuk bertatap muka dan membangun komunikasi langsung dengan unsur pimpinan wilayah setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Plt. Kalapas didampingi oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Sufranto Bonatur Sinaga, serta Plh. Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm Kamtib), Yasfan Rafendra.

Kehadiran jajaran pimpinan Lapas Narkotika Langkat ini disambut hangat secara langsung oleh Camat Hinai, Bahrum.

Pertemuan strategis ini berfokus pada beberapa agenda yang memerlukan kolaborasi lintas instansi. Plt. Kalapas bersama jajaran membahas langkah antisipatif pencegahan banjir dengan merencanakan perbaikan sanitasi dan saluran air di area Lapas.

Melalui Camat Hinai, pihak Lapas akan mengajukan usulan resmi terkait normalisasi saluran ini ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.

Kemudian yang tidak kalah penting adalah pembahasan program kemandirian warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Lapas Narkotika Langkat berencana menjalin kerja sama di bidang perikanan dengan dinas terkait, khususnya dalam hal penyediaan bibit ikan beserta sarana pendukungnya.

"Sebagai pejabat baru, silaturahmi ini sangat penting untuk membangun jembatan komunikasi yang baik. Melalui dukungan pihak Kecamatan Hinai, kami berharap usulan perbaikan fasilitas sanitasi untuk pencegahan banjir serta program perikanan penunjang ketahanan pangan ini dapat segera terealisasi demi kemajuan bersama," ujar Yan Patmos.

Sementara itu, Camat Hinai, Bahrum, menyampaikan apresiasi atas kunjungan perdana dari Plt. Kalapas beserta jajaran.

Ia menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi dan mendukung penuh koordinasi guna menyukseskan program-program kerja Lapas Narkotika Langkat.

Kunjungan silaturahmi ini berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Pertemuan perdana ini diharapkan menjadi awal yang positif bagi peningkatan kolaborasi kelembagaan, serta menjaga kondusivitas lingkungan di wilayah Kecamatan Hinai secara keseluruhan. (Rel)

Re-LUN Ungkap Korupsi Sebesar US$50 Juta Dibalik Proyek AMI PLN, Diduga Mengalir ke Darmawan Prasodjo Cs

Jakarta, mediasergap.com - Setelah membeberkan fakta bahwa Rezim Darmawan Prasodjo merupakan kepemimpinan terburuk di PT PLN (Persero) dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, Relawan Listrik Nasional (Re-LUN) kembali mengungkap kabar mencengangkan. Soal dugaan korupsi sebesar US$50 Juta dibalik proyek meteran pintar (AMI). Nama Darmawan Prasodjo dan kroninya pun ikut terseret setelah diduga ikut menerma aliran 'Uang Panas' tersebut. 

Miris memang, di saat pemadaman listrik bergilir yang terus melanda Pulau Jawa dan Bali, tiba-tiba meledak kabar, PLN menghabiskan dana besar dengan nominal fantastis yang tidak pernah terjadi dalam sejarah perusahaan PLN, untuk satu program transformasi digital bernama AMI (Advanced Metering Infrastructure) atau Infrastruktur Pengukuran Canggih.

Kabar ini semakin hangat, menyusul beredarnya kabar, PT PLN (Persero) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Kamis malam (18/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Koordinator Nasional (Kornas) Re-LUN Teuku Yudhistira yang konsisten menyoroti persoalan PLN menjelaskan, secara resmi, program ini dipromosikan sebagai terobosan modernisasi, mengganti meteran listrik konvensional dengan alat pintar yang bisa mengirim data pemakaian secara otomatis, dua arah, tanpa perlu dibaca petugas. 

"Namun, hasil investigasi Re-LUN yang dilakukan secara mendalam, kami menemukan fakta sebaliknya. Proyek senilai Rp5 Triliun ini justru menjadi sumber masalah utama yang membuat jaringan listrik rusak parah, serta sarat dugaan kecurangan, markup harga, dan aliran dana suap yang mengarah langsung ke Direktur Utama Darmawan Prasodjo dan kolega serta kroninya," ungkap Yudhistira, Kamis malam di Jakarta. 

"Sumber dari kalangan internal PLN dan dokumen yang kami peroleh dari hasil investigasi menyebutkan secara gamblang, terdapat aliran dana senilai US$ 50 Juta (sekitar Rp 780 Miliar) yang diduga diterima oleh Darmawan Prasodjo dan kelompoknya dari pemenang tender proyek AMI sebagai imbalan pengadaan," imbuhnya. 

Berikut adalah laporan lengkap hasil penelusuran kami.

APA ITU PROYEK AMI?

AMI adalah sistem meteran pintar yang mampu mencatat pemakaian listrik secara real-time, memutus atau menyambung arus dari jarak jauh, serta mengirimkan data langsung ke pusat kendali. Di bawah kepemimpinan Darmawan Prasodjo, proyek ini ditetapkan sebagai program unggulan dengan anggaran raksasa dan pelaksanaan massal mulai tahun 2022 hingga 2026.

"Secara teori, tujuannya baik: efisiensi, akurasi tagihan, dan pengurangan kebocoran. Namun dalam pelaksanaannya, proyek ini berubah menjadi mesin penyedot dana yang merugikan negara dan rakyat," papar Yudhistira.

ANGGARAN DAN SKEMA KONTRAK: KERUGIAN JANGKA PANJANG

Dijelaskan Yudhis, nilai total proyek AMI mencapai Rp5 Triliun. Artinya, proyek itu menjadi salah satu pengadaan tunggal termahal dalam sejarah PLN. Namun, yang lebih mencengangkan adalah cara pembayarannya:

"Skemanya Sewa Beli 10 Tahun: PLN tidak membeli alat tersebut secara tunai di muka, melainkan menyewanya dengan kewajiban pembayaran bulanan sebesar Rp25.251 per pelanggan selama 120 bulan.

Perhitungan kami: Nilai asli alat dan layanan ini sebenarnya hanya sekitar Rp1,8 – 2 Triliun. Artinya, ada kelebihan pembayaran atau markup harga mencapai Rp3 Triliun lebih yang harus ditanggung PLN — dan akhirnya dibebankan ke rakyat melalui tarif listrik," sebutnya.

Kemudian, ada istilah Biaya Berulang Tanpa Nilai Tambah. Meskipun alat sudah terpasang dan beroperasi, PLN tetap harus membayar biaya layanan bulanan yang sangat tinggi, yang tidak ditemukan pada pengadaan meteran biasa di masa lalu.

"Fakta yang menjadi kunci adalah, dana raksasa untuk proyek AMI ini diambil langsung dari anggaran investasi dan pemeliharaan jaringan. Data keuangan PLN menunjukkan, sejak proyek ini dimulai tahun 2022, anggaran pemeliharaan pembangkit dan jaringan dipotong drastis sebesar 35%. Inilah alasan utama mengapa pemeliharaan tower transmisi dan mesin pembangkit menjadi minimal atau nyaris tidak sesuai dengan kebutuhannya, yang akhirnya memicu pemadaman bergilir dan keruntuhan sistem yang kita alami sekarang, ujarnya.

DUGAAN KECURANGAN TENDER & ALIRAN SUAP US$ 50 JUTA

"Berdasarkan penelusuran kami terhadap dokumen lelang, perjalanan bisnis pejabat, serta keterangan saksi internal yang berani bersaksi dengan syarat anonim, mengungkap skema korupsi terstruktur yang melibatkan puncak pimpinan PLN," ungkap Yudhistira. 

Diantaranya:

1. Rekayasa Spesifikasi Teknis

Dokumen persiapan lelang menunjukkan bahwa spesifikasi teknis perangkat AMI disusun sedemikian rupa agar hanya bisa dipenuhi oleh satu kelompok pemasok tertentu. 

Perusahaan-perusahaan peserta lain yang memenuhi standar internasional justru digugurkan dengan alasan administrasi yang dibuat-buat. Hal ini adalah praktik umum untuk memastikan pemenang sudah ditentukan sejak awal.

2. Aliran Dana US$ 50 Juta ke Darmawan & Rekan

Sumber yang dekat dengan proses negosiasi kontrak mengungkapkan detail yang mengejutkan:

"Sebelum kontrak ditandatangani, ada kesepakatan tak tertulis. Pemenang proyek wajib menyetor komisi sebesar 5% dari nilai kontrak kotor, yang setara dengan US$ 50 Juta, ke rekening perantara yang dikendalikan oleh lingkaran terdekat Darmawan Prasodjo. Uang ini kemudian dibagi ke beberapa pejabat kunci dan penasihatnya," ungkap Yudhis. 

Berdasarkan dokumen aliran dana yang ditemukan Re-LUN,, pembayaran ini dilakukan bertahap:

Tahap 1 (2022): US$ 20 Juta cair segera setelah kontrak ditandatangani.

Tahap 2 (2023–2024): Sisa US$ 30 Juta dibayarkan seiring progres pemasangan, yang disamarkan sebagai biaya konsultasi dan biaya lisensi ke perusahaan cangkang di Singapura.

Nama-nama yang disebut sebagai penerima manfaat utama selain Direktur Utama adalah: pejabat direksi yang membidangi niaga, kepala divisi pengadaan, serta konsultan pribadi yang berperan sebagai perantara.

3. Kualitas Alat Di Bawah Standar

Di samping itu, harga yang dibayar PLN jauh di atas harga pasar global, namun kualitas alat yang dipasang ternyata rendah. Banyak laporan lapangan bahwa meteran pintar ini sering error, salah hitung, atau mati sendiri, namun biaya perbaikannya tetap dibebankan ke PLN. 

"Ini membuktikan bahwa pemilihan vendor tidak didasarkan pada kualitas, melainkan besaran komisi yang bisa diberikan," tuturnya. 

DAMPAK NYATA: METERAN PINTER, TAPI SISTEM KELISTRIKAN BODOH

Ini adalah ironi terbesar di bawah kepemimpinan Darmawan Prasodjo:

PLN dianggap sukses karena berhasil memasang jutaan meteran pintar (AMI) → Pencapaian di atas kertas.

Namun, karena uang habis untuk AMI dan pemeliharaan dipotong, jaringan listrik tua tidak diperbaiki, pembangkit tidak dirawat, cadangan daya habis → Bencana di kenyataan.

Data membuktikan korelasi yang sangat jelas:

Tahun 2021: Sebelum AMI, SAIDI (durasi mati lampu) masih di angka 600 menit/tahun.

Tahun 2022–2025: Seiring berjalannya proyek AMI, SAIDI melonjak menjadi 1.450 menit/tahun → Rekor terburuk sepanjang sejarah.

"Bali yang dulunya stabil, kini padam total berkali-kali karena dana perbaikan jaringan laut (kabel bawah laut Jawa-Bali) dialihkan ke proyek AMI.

Kesimpulan sederhana: Uang rakyat seharusnya dipakai agar listrik nyala terus, tapi malah dipakai beli meteran canggih untuk listrik yang sering mati.

PERBANDINGAN: MASA LALU VS MASA DARMAWAN

Direktur-direktur utama sebelumnya (Eddie Widiono, Dahlan Iskan, Sofyan Basyir, Zulkifli Zaini) juga melakukan modernisasi, tapi selalu memprioritaskan keandalan sistem. Anggaran pemeliharaan selalu aman, tidak pernah dipotong drastis.

"Baru di era Darmawan, ada proyek bernilai triliunan rupiah yang anggarannya diambil langsung dari pos pemeliharaan, dan disertai dugaan aliran dana suap yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah," ucapnya miris 

KESIMPULAN: PROYEK AMI ADALAH ALAT, BUKAN SOLUSI

Berdasarkan data keuangan, dokumen kontrak, dan fakta di lapangan, investigasi ini menyimpulkan:

Proyek AMI adalah proyek strategis untuk kepentingan pribadi, bukan kepentingan publik. Dipakai Darmawan Prasodjo sebagai "piala" untuk menunjukkan kinerja digital demi mempertahankan jabatan, padahal dampaknya merusak inti bisnis PLN: menyuplai listrik yang andal.

Dugaan suap US$ 50 Juta sangat beralasan. 

Skema kontrak yang mencurigakan, harga yang dimarkup besar, dan rekayasa lelang mengarah pada satu tujuan: mengeruk keuntungan pribadi bagi pemimpin tertinggi dan kroninya.

Rakyat yang menanggung kerugian. Biaya sewa AMI mahal, pemeliharaan jaringan berhenti, listrik sering padam, ekonomi rugi triliunan rupiah, sementara PLN tetap mencatatkan laba akibat pemotongan biaya perawatan aset.

"Proyek AMI yang dibanggakan ini pada akhirnya menjadi bukti nyata bagaimana sebuah perusahaan vital negara bisa dijalankan bukan untuk melayani rakyat, melainkan sebagai ladang bisnis dan sumber kekayaan bagi para pemimpinnya. Sudah saatnya Kejaksaan Agung, BPK, dan DPR menelusuri aliran dana US$ 50 Juta tersebut dan meminta pertanggungjawaban penuh kepada Darmawan Prasodjo," pungkas Yudhis. (Ajs/Tim)

Kompol (P) Burju Siahaan SH Terpilih sebagai Ketua PP Polri Cabang Tebing Tinggi periode 2026-2031

Kompol (P) Burju Siahaan, SH, (tengah atas/kemeja putih) terpilih sebagai Ketua PP Polri Cabang Tebing Tinggi (periode 2026-2031)

TEBING TINGGI (Sumut) mediasergap.com - Musyawarah Cabang Persatuan Purnawirawan Polri (Muscab PP Polri) Kota Tebing Tinggi, yang dilaksanakan di RM Pondok Bagelen Jalan Deblod Sundoro Kota Tebing Tinggi, Kamis (18/6/2026) pagi, terlaksana dengan lancar dan sukses.

Organisasi PP Polri sendiri adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang menjadi wadah resmi bagi para pensiunan polisi (purnawirawan) yang bertujuan untuk menjaga silaturahmi, meneruskan nilai-nilai pengabdian, dan mendukung kinerja institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). 

Kegiatan ini turut dihadiri Walikota Tebing Tinggi yang diwakili Kakan Satpol PP Benny Hutajulu, S.STP, Kapolres Tebing Tinggi diwakili KBO Sat Intelkam Iptu Edi Syahputra, Ketua KBPP Polri Resor Tebing Tinggi diwakili Sekretaris Ronald Pasaribu, Kasat Binmas diwakili Ipda C. Parapat, serta puluhan purnawirawan Polri.

Dalam sambutannya yang dibacakan Kakan Satpol PP Benny Hutajulu, Walikota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih menyampaikan bahwa Musyawarah Cabang PP Polri menjadi momen yang sangat penting bagi kehidupan organisasi. 

Selain menjadi sarana mengevaluasi program dan kinerja yang telah berjalan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah demokratis untuk memilih pemimpin yang akan membawa PP Polri Cabang Tebing Tinggi semakin maju, kokoh, dan mampu menjawab berbagai tantangan di masa mendatang.

"Saya berharap proses pemilihan calon ketua berlangsung dengan menjunjung tinggi semangat kebersamaan, musyawarah, kekeluargaan, dan demokrasi. Siapa pun yang nantinya terpilih, hendaknya mendapat dukungan penuh dari seluruh anggota demi kemajuan organisasi dan pengabdian yang lebih baik kepada masyarakat," pinta Walikota.

Sebagai organisasi yang menaungi para purnawirawan anggota Polri, PP Polri dikatakan Walikota memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keteladanan yang sangat berharga. Oleh karena itu, Pemko Tebing Tinggi berharap organisasi ini senantiasa menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan warga.

"Sekali lagi, mari kita pegang teguh nilai kebersamaan, musyawarah, kekeluargaan, dan demokrasi. Dukungan penuh dari seluruh anggota sangat dibutuhkan bagi siapa pun yang terpilih, agar organisasi terus berkembang dan mampu mengabdi sepenuh hati kepada masyarakat," ujar Walikota.

"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena tidak dapat menghadiri acara Muscab PP Polri, dan Pemerintah Kota Tebing Tinggi siap bersinergi bersama PP Polri Cabang Tebing Tinggi dalam rangka memajukan pembangunan di Kota Tebing Tinggi," tutup Walikota.

Senada, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina Frillya, S.IK, melalui Iptu Edi Syahputra menyampaikan harapan kiranya Muscab PP Polri berjalan dengan baik dan akan mendukung seluruh program-program yang akan dilaksanakan oleh PP Polri kedepan.

Kapolres turut menambahkan bahwa Polres Tebing Tinggi akan selalu membuka pintu untuk PP Polri karena masih membutuhkan masukan, ide, serta pengalaman guna kemajuan kepolisian, khususnya Polres Tebing Tinggi.

Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Muscab PP Polri AKBP (P) B. Sembiring menyampaikan bahwa kepengurusan PP Polri Cabang Tebing Tinggi periode 2021-2026 telah habis masa kepengurusannya hingga dilaksanakan muscab.

Dalam kesempatan tersebut pengurus PP Polri periode 2021-2026 turut menyampaikan laporan pertanggungjawaban terkait keuangan serta kegiatan dan program yang telah dilaksanakan dalam lima tahun sebelumnya.

Sementara itu, dalam pelaksanaan Muscab, Kompol (P) Burju Siahaan, SH, terpilih sebagai Ketua PP Polri Cabang Tebing Tinggi untuk masa bakti 2026-2031, didampingi Wakil Ketua Iptu (P) Yanbert Hutagalung, Sekretaris Kompol (P) Ahmad Yani dan Bendahara AKP (P) T. Pandiangan.

Tampak hadir AKBP (P) SP. Sihotang, AKBP (P) Sopian, AKBP (P) B. Sitohang, Kompol (P) Agus Salim, Kompol (P) M. Sihombing, Kompol (P) Gulmat Siregar, AKP (P) Zufrinaldi, AKP (P) L. Hutasoit, AKP (P) W. Silitonga, Iptu (P) WRM. Simanjuntak, Ipda (P) Buyamin, Aiptu (P) J. Hutagalung, Aiptu (P) Misno, Aiptu (P) Bayu H, dan sejumlah anggota lainnya. (Ajs)

Bupati Samosir Terima Hibah Aset Rp22,8 Miliar, Perkuat Destinasi Wisata dan Pengelolaan Limbah

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kabupaten Samosir menerima hibah aset senilai Rp22,8 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara. Penyerahan aset tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, dan Kepala BPBPK Sumatera Utara, Yenni Mulyadi, di Kantor BPBPK Sumatera Utara, Rabu (17/6/2026).

Aset yang dihibahkan meliputi Penataan Kawasan Sibea-bea Tahap II Tahun Anggaran 2024 dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2023–2024.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan bahwa hibah aset tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Samosir yang berkelanjutan.

Menurut Vandiko, Penataan Kawasan Sibea-bea Tahap II akan semakin memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai destinasi unggulan di kawasan Danau Toba. Kehadiran infrastruktur pendukung yang semakin lengkap diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Penataan Kawasan Sibea-bea Tahap II melengkapi pembangunan yang telah dilakukan sebelumnya. Kawasan ini akan semakin indah dan semakin memperkuat daya tarik pariwisata Kabupaten Samosir,” ujar Vandiko.

Selain sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Samosir juga terus memperkuat pembangunan infrastruktur lingkungan. Melalui hibah IPLT, Kabupaten Samosir kini memiliki fasilitas pengolahan lumpur tinja yang akan mendukung pengelolaan limbah domestik secara lebih baik dan berkelanjutan.

“Keberadaan IPLT menjadi langkah penting dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung upaya pelestarian kawasan Danau Toba,” tambahnya.

Vandiko mengapresiasi dukungan Kementerian PU yang telah merealisasikan berbagai usulan pembangunan di Kabupaten Samosir. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus berlanjut guna mempercepat pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen untuk menjaga, merawat, dan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh aset yang telah dihibahkan agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPBPK Sumatera Utara, Yenni Mulyadi, menyampaikan bahwa serah terima hibah aset menandai selesainya rangkaian pembangunan yang dilaksanakan Kementerian PU dan secara resmi menjadi aset Pemerintah Kabupaten Samosir.

Yenni berharap aset yang telah dibangun dapat dikelola dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang serta mendukung keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Samosir.

Hibah aset senilai Rp22,8 miliar tersebut menjadi bukti dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan Kabupaten Samosir, khususnya dalam penguatan sektor pariwisata, peningkatan kualitas lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. (D/Smart)

DANDIM 0210/TU PIMPIN UPACARA PERINGATAN HARI GUGURNYA PAHLAWAN NASIONAL RAJA SISINGAMANGARAJA XII

Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronal Tampubolon memimpin Upacara Peringatan ke-119 Hari Gugurnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII di Kompleks Makam Raja Sisingamangaraja XII, Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Rabu (17/06/2026).

Balige (Toba) mediasergap.com Komandan Kodim 0210/Tapanuli Utara, Letkol Kav Ronal Tampubolon, memimpin Upacara Peringatan ke-119 Hari Gugurnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII yang berlangsung di Kompleks Makam Raja Sisingamangaraja XII, Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Rabu (17/06/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Berakar pada Sejarah, Bertumbuh dalam Karya untuk Bangsa” tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Toba, Aparatur Sipil Negara (ASN), organisasi kemasyarakatan, pelajar, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam rangkaian upacara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Toba, Harrizon Hutabarat, membacakan riwayat singkat perjuangan Raja Sisingamangaraja XII sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan.

Disampaikan bahwa Raja Sisingamangaraja XII lahir di Bakkara, kawasan tepian selatan Danau Toba, pada tahun 1848 dengan nama kecil Patuan Bosar dan bergelar Ompu Pulo Batu. Pada usia 22 tahun, beliau dinobatkan sebagai Raja Sisingamangaraja XII dan dikenal sebagai pemimpin yang tegas menentang penjajahan serta perbudakan.

“Raja Sisingamangaraja XII merupakan pejuang sejati yang tidak pernah berkompromi dengan penjajah. Meskipun pernah ditawari menjadi Sultan Batak oleh Belanda, beliau memilih tetap berjuang mempertahankan martabat dan kedaulatan bangsanya,” ungkap Harrizon Hutabarat saat membacakan sejarah perjuangan sang pahlawan.

Raja Sisingamangaraja XII gugur dalam pertempuran melawan pasukan Belanda pada 17 Juni 1907 di wilayah Aek Sibulbulon, Huta Sionom Hudon, yang saat ini masuk dalam wilayah Kabupaten Dairi. Atas jasa dan pengorbanannya bagi bangsa dan negara, pemerintah menetapkan Raja Sisingamangaraja XII sebagai Pahlawan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 590 Tahun 1961 tanggal 9 November 1961.

Sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan asal Tanah Batak tersebut, Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronal Tampubolon melakukan peletakan karangan bunga di tugu makam pahlawan yang kemudian dilanjutkan dengan penaburan bunga bersama Bupati Toba dan unsur Forkopimda.

Peringatan hari gugurnya Raja Sisingamangaraja XII tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga sebagai sarana menumbuhkan semangat nasionalisme, persatuan, dan kecintaan generasi muda terhadap sejarah perjuangan bangsa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu br. Simanjuntak, Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Paber Napitupulu, Ketua DPRD Kabupaten Toba Franshendrik Tambunan, Kabagren Polres Toba Kompol Marhalam Napitupulu, Ketua Pengadilan Negeri Balige Anita Silitonga, Karutan Balige Valen Rumbia, Jaksa Fungsional Jeremy, SH, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. (Ds)

Polres Simalungun Bongkar Perdagangan Satwa Dilindungi, 30 Kg Sisik Trenggiling hingga Kulit Beruang Madu Disita

 

Simalungun (Sumut) mediasergap.com Polda Sumatera Utara melalui Satreskrim Polres Simalungun mengungkap kasus dugaan perdagangan dan pengangkutan bagian tubuh satwa dilindungi di wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Dalam operasi tersebut, tiga orang pelaku diamankan bersama puluhan kilogram sisik trenggiling serta sejumlah bagian tubuh satwa liar lainnya yang diduga akan diperjualbelikan.

Pengungkapan kasus itu dilakukan personel Unit II Tipiter-Ekonomi Satreskrim Polres Simalungun yang dipimpin Kanit II Sat Reskrim IPDA Gagas Dewanta Aji STrK MH di kawasan depan gerbang Tol Simpang Panei, Kecamatan Panombean Panei, pada Jumat (8/5/2026).

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi bagian tubuh satwa yang dilindungi di wilayah hukum Polres Simalungun.

"Informasi yang diterima langsung ditindaklanjuti oleh personel Unit II Tipiter bersama tim Opsnal Jatanras dengan melakukan penyelidikan dan pemantauan di lokasi yang dicurigai," kata AKP Verry Purba, Senin (15/6/2026).

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Wisnugraha Paramaarta STK SIK menjelaskan, sekitar pukul 21.00 WIB tim bergerak menuju Jalan Besar Siantar-Saribudolok, tepatnya di depan gerbang Tol Simpang Panei. Di lokasi tersebut petugas mendapati tiga orang yang berada di pinggir jalan dengan dua unit sepeda motor dan satu unit mobil pikap.

"Tim kemudian melakukan tindakan cepat dan mengamankan ketiga terduga pelaku beserta barang bukti yang mereka bawa," ujar Wisnugraha.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan berbagai bagian tubuh satwa dilindungi dengan jumlah yang cukup besar. Barang bukti yang diamankan antara lain 30 kilogram sisik trenggiling, dua ekor trenggiling yang telah diawetkan, satu kulit beruang madu beserta tulang belulangnya, tiga paruh burung rangkong berikut beberapa helai bulu, satu tanduk rusa, satu pucuk senapan angin jenis PCP, satu bilah belati, dua unit sepeda motor, serta satu unit mobil pikap.

Polisi mengidentifikasi ketiga pelaku masing-masing berinisial JSS (37), RS (27), dan MT (34). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, JSS diduga berperan sebagai pengangkut sekaligus pemilik sebagian besar barang bukti yang ditemukan. Sementara RS dan MT diduga merupakan pemilik sisik trenggiling dengan berat masing-masing 8,5 kilogram dan 3,5 kilogram.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 21 ayat (2) huruf c juncto Pasal 40A ayat (1) huruf f Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

AKP Verry Purba menegaskan penyidik masih terus melakukan pengembangan guna menelusuri kemungkinan adanya jaringan perdagangan satwa dilindungi yang lebih luas.

"Saat ini para pelaku dan seluruh barang bukti telah diamankan di Satreskrim Polres Simalungun. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap asal-usul maupun tujuan peredaran bagian tubuh satwa tersebut," jelasnya.

Ia menegaskan Polres Simalungun berkomitmen memberantas segala bentuk kejahatan terhadap satwa yang dilindungi karena berpotensi mengancam kelestarian ekosistem dan keberlangsungan populasi satwa liar di Indonesia.

"Perdagangan satwa dilindungi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman terhadap kelestarian lingkungan. Kami akan terus melakukan penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan yang merusak kekayaan hayati Indonesia," pungkasnya. (Rel)

11 Tahun Mengabdi untuk Informasi, Intaikasus.com Gelar Aksi Sosial dan Doa Bersama

Medan (Sumut) mediasergap.comDalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11, media online intaikasus.com menggelar kegiatan sosial dengan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim dan dhuafa dari Madrasah Al-Yahdi. Kegiatan penuh makna tersebut berlangsung di Kantor Redaksi Intaikasus.com, Jalan Kelambir V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemimpin Umum sekaligus Pemimpin Redaksi intaikasus.com, Sarinah Siregar, menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan media yang telah menginjak usia ke-11 tahun dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

Selain penyerahan santunan, acara juga diisi dengan doa bersama, silaturahmi keluarga, arisan keluarga, serta makan siang bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Sarinah Siregar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan, umur panjang, serta rezeki yang diberikan hingga saat ini.

"Momentum peringatan HUT ke-11 Intaikasus.com ini kami isi dengan berbagi kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkarya serta berkontribusi dalam menyuarakan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara melalui pemberitaan yang positif dan membangun," ujarnya.

Ia juga berharap intaikasus.com dapat terus berkembang menjadi media yang profesional, independen, dan berperan aktif dalam mendukung kemajuan pembangunan di berbagai sektor.

Pada kesempatan tersebut, keluarga besar juga melaksanakan doa bersama untuk mengenang dan mendoakan orang tua serta anggota keluarga yang telah berpulang, sebagai bentuk penghormatan dan bakti kepada para pendahulu.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan dihadiri oleh keluarga besar almarhum Marasutan Siregar dan almarhumah Siti Maun Br. Hutasuhut, beserta kerabat, anak, cucu, dan para undangan lainnya.

Sejak dimulai hingga berakhirnya acara, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat. Kegiatan ini menjadi cerminan nilai kepedulian sosial, kebersamaan, serta semangat berbagi yang terus dijunjung tinggi oleh keluarga besar intaikasus.com dalam memperingati hari jadinya yang ke-11. (Rel)

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Binjai Donorkan 126 Kantong Darah untuk Kemanusiaan


Binjai (Sumut) mediasergap.com - Menjelang hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, Polres Binjai gandeng PMI kota Binjai untuk melaksanakan kegiatan "DONOR DARAH", di aula Anindya polres Binjai jalan Sultan Hasanudin No.1 Binjai, Senin (15/6/2026) 

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., mengucapkan terima kasih terhadap PMI kota Binjai yang sudah melibatkan diri untuk kegiatan donor darah di polres Binjai dalam rangka hari Bhayangkara ke-80. Dimana kegiatan donor darah ini dengan harapan dapat membantu stok darah di PMI kota binjai yang nantinya bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya., ucap AKBP Mirzal Maulana.

Pihak PMI kota Binjai juga memberikan apresiasi terhadap Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, beserta jajarannya yang sudah mengundang pihaknya untuk membantu stok darah PMI di kota Binjai,

Dalam kegiatan donor darah ini, polres Binjai dapat menyumbangkan stok darah sebanyak 126 (seratus dua puluh enam) kantong darah terhadap PMI kota binjai, terang Kapolres Binjai. (Roni K)

(Sumber: ©Humas Res Binjai)

Jaga Kondisi Prima Personel, Biddokes Polda Kaltim Gelar Pemeriksaan Kesehatan Berkala

Balikpapan (Kaltim) mediasergap.com - Dalam rangka menjaga kebugaran serta memastikan kondisi kesehatan personel tetap optimal dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Berkala bagi personel Polda Kaltim.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (15/06/26) bertempat di Gedung Mahakam Polda Kaltim. Pelaksanaan Rikkes Berkala ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 15 hingga 19 Juni 2026.

Kegiatan ini turut ditinjau langsung oleh Kabiddokes Polda Kaltim Kombes Pol Dr. drg. Nelson Situmorang. Dalam kesempatan tersebut, Kabiddokes memastikan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berjalan sesuai prosedur serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh personel.

Pemeriksaan kesehatan berkala ini meliputi sejumlah tahapan pemeriksaan medis yang bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan personel secara menyeluruh, sehingga dapat mendukung kesiapan fisik dan pelaksanaan tugas Kepolisian secara maksimal.

Melalui kegiatan Rikkes Berkala tersebut, Biddokes Polda Kaltim berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan internal Polri, sekaligus menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan dan kebugaran anggota. (Muh Fahrul Ikhsan)

(Sumber: ©Humas Polda Kaltim)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport