Media Sergap -->



Headline

Wabup Toba Pacu Pimpinan OPD: Pahami Tugas, Bergerak dan Ciptakan Inovasi

TOBA (Sumut) mediasergap.com Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba tidak larut dalam seremoni setelah menduduki jabatan baru. Ia menegaskan, setiap pimpinan OPD harus segera bergerak, bekerja dan menghadirkan perubahan yang nyata bagi organisasi maupun masyarakat.

Pesan tegas itu disampaikan Audi Murphy saat menjadi pembina apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Toba, di halaman Kantor Bupati Toba, Balige, Senin (10/8/2026) pagi.

Dalam amanatnya, Wabup secara khusus mengingatkan para pimpinan OPD, terutama mereka yang baru dilantik pada 6 Agustus 2026, agar segera memahami tanggung jawab dan posisi strategis yang dipercayakan kepada mereka.

Menurut Audi Murphy, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami arah pembangunan Kabupaten Toba sebagaimana tertuang dalam visi dan misi yang menjadi dasar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Baca visi-misi yang ada di RPJMD, karena itulah dasar berpijak Kabupaten Toba. Pahami juga tupoksi masing-masing,” tegas Audi Murphy.

Namun, memahami tugas pokok dan fungsi saja dinilai belum cukup. Para pimpinan OPD juga diminta memahami karakter daerah, termasuk budaya, adat-istiadat serta karakter masyarakat Toba.

Tak kalah penting, pemimpin juga harus mengenal karakter para pegawai yang dipimpinnya.

“Selain itu, pahami juga bagaimana tatanan budaya, adat-istiadat dan karakter masyarakat di Toba ini. Hal yang tidak kalah penting, pahami karakter semua orang yang ada di OPD tersebut,” ujarnya.

Setelah seluruh aspek tersebut dipahami, Audi Murphy meminta para pimpinan OPD segera melakukan langkah nyata.

“Go and Run. Mulai dan berlarilah,” pesan Wabup.

Ia meminta para pimpinan OPD memulai langkah perubahan dengan membangun komunikasi bersama seluruh staf dan pegawai. Rapat internal, evaluasi serta penyusunan langkah kerja harus segera dilakukan untuk memastikan organisasi bergerak menuju arah yang lebih baik.

“Mulai dengan rapat dengan seluruh staf dan pegawai. Tunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik dan lakukan inovasi,” katanya.

Audi Murphy juga mengingatkan pentingnya memahami jenjang kepemimpinan dalam sebuah organisasi pemerintahan. Menurutnya, pejabat Eselon II merupakan pimpinan tertinggi dalam OPD, sedangkan Eselon III memiliki posisi penting sebagai middle management.

“Eselon II adalah pimpinan tertinggi dalam setiap OPD, sementara jabatan Eselon III adalah middle management. The next manager. Maka tunjukkan kemampuanmu,” tegas mantan Sekdakab Toba tersebut.

Ia kemudian menekankan tiga tingkatan manajemen yang harus dipahami dalam menjalankan organisasi, yakni top management, middle management dan lower management.

Top management berfokus pada arah strategis dan pengambilan keputusan tingkat tinggi. Middle management bertugas memastikan keputusan tersebut dapat diterjemahkan dan dilaksanakan dengan baik. Sementara lower management menjadi lini terdepan dalam menjalankan keputusan serta aktivitas pelayanan sehari-hari.

“Ingat tiga hal, Top Management, Middle Management dan Lower Management,” lanjutnya.

Pesan tersebut, kata Audi Murphy, menjadi penting agar setiap pejabat tidak hanya memahami kedudukannya secara struktural, tetapi juga mampu menjalankan fungsi kepemimpinan secara efektif dan menghasilkan kinerja yang dapat dirasakan.

Ajak ASN Semarakkan Kemerdekaan

Selain menekankan percepatan kinerja dan kepemimpinan, Wabup Toba juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Toba turut mengambil bagian dalam menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Ia meminta para ASN tidak menganggap perayaan kemerdekaan sebagai kegiatan biasa. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen pemerintahan merupakan bagian dari upaya menumbuhkan semangat kebangsaan.

“Persiapkan dirimu dengan berbagai perlengkapan kemerdekaan. Jangan anggap ini hal biasa, apalagi sampai tidak peduli. Terlibatlah dalam setiap perayaan yang ada di lingkunganmu,” tegas Audi Murphy.

Dengan semangat “Go and Run”, para pimpinan OPD diharapkan tidak hanya hadir sebagai pejabat struktural, tetapi mampu menjadi motor penggerak perubahan, inovasi dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Toba. (Ds)



Bupati Toba Turun ke Jalan Bagikan Bendera, Kobarkan Semangat Kemerdekaan

TOBA (Sumut) mediasergap.comSemangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mulai terasa di Kabupaten Toba. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba menggelar Gerakan Nasional Pembagian Sepuluh Juta Bendera Merah Putih sebagai bagian dari upaya membangkitkan rasa cinta Tanah Air sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Gerakan tersebut digelar di Jalan Sisingamangaraja, Balige, tepatnya di depan Balairung, Senin (10/8/2026). Kegiatan ini diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Daerah, Perwakilan Kecamatan serta berbagai unsur masyarakat.

Suasana kemeriahan semakin terasa ketika kegiatan diawali dengan defile anggota Paskibra, disusul penampilan marching band dan barisan perwakilan dari Seluruh Kecamatan di Kabupaten Toba.

Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu mengatakan, pembagian bendera Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali rasa bangga dan cinta terhadap Bangsa dan Negara.

Menurutnya, Merah Putih merupakan identitas sekaligus simbol persatuan bangsa Indonesia. Karena itu, pada momentum bulan kemerdekaan, semangat mengibarkan bendera Merah Putih di berbagai penjuru daerah diharapkan semakin menggema.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat menunjukkan dan membangkitkan rasa cinta kita terhadap bangsa dan negara. Biarlah ini menjadi awal memeriahkan kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bentuk rasa syukur kita,” ujar Bupati Toba.

Ia menjelaskan, Gerakan Nasional Pembagian Sepuluh Juta Bendera Merah Putih merupakan gerakan yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum.

Gerakan tersebut ditujukan untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan semangat nasionalisme masyarakat, khususnya dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Gerakan ini juga bertujuan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memasang bendera Merah Putih sebagai simbol identitas bangsa,” kata Effendi.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Toba secara simbolis menyerahkan bendera Merah Putih kepada perwakilan camat untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Tidak berhenti pada seremoni, Bupati bersama Wakil Bupati Toba dan jajaran Forkopimda kemudian turun langsung membagikan bendera kepada masyarakat serta para pengendara yang melintas di lokasi kegiatan.

Turut hadir Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua TP PKK Kabupaten Toba, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Toba serta Ketua Bhayangkari Cabang Toba.

Gerakan ini diharapkan menjadi pemantik semangat masyarakat Kabupaten Toba untuk bersama-sama menyemarakkan bulan kemerdekaan dengan mengibarkan Merah Putih, sekaligus menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai ruang memperkuat persaudaraan, nasionalisme dan kecintaan terhadap Indonesia. (Ds)



Viral Proyek Pengaspalan Jalan di Galang Disebut Tak Disiram, Pengawas: Penyiraman Sudah Diupayakan

Deli Serdang (Sumut) mediasergap.comProses pembangunan dan pengaspalan jalan di wilayah Sidoarjo Satu, Desa Jatibaru, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi perhatian setelah beredar informasi atau video yang menuding jalan tersebut tidak dilakukan penyiraman sehingga menimbulkan debu bagi pengendara maupun masyarakat sekitar.

Berdasarkan kondisi di lapangan, pekerjaan jalan tersebut memang sedang dalam proses pembangunan. Aktivitas alat berat dan pengerjaan material jalan menyebabkan munculnya debu, terutama ketika kendaraan melintas di atas permukaan jalan yang masih dalam tahap pengerjaan.

Namun, pihak pelaksana proyek membantah jika dikatakan tidak melakukan upaya penyiraman.

JN selaku pengawas proyek membenarkan bahwa proses pembangunan jalan menimbulkan debu, tetapi pihaknya telah berupaya melakukan penyiraman untuk mengurangi dampak debu.

“Memang proses pembangunan jalan ini mengakibatkan debu. Namun, kami juga sudah berupaya melakukan penyiraman jalan agar tidak mengganggu pengendara yang melintas maupun warga sekitar,” ungkap JN.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama proses pengerjaan terdapat ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

“Kami selaku pelaksana proyek meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Insyaallah ke depannya jalan ini akan lebih mudah dan nyaman dilalui oleh masyarakat yang melintas,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara yang melintas justru mengaku memaklumi kondisi tersebut. Menurutnya, debu yang muncul merupakan bagian dari proses pembangunan jalan yang sedang berlangsung.

Ia mengaku senang karena jalan yang selama ini dilalui masyarakat akhirnya mendapatkan pembangunan.

“Kalau soal debu, saya maklum karena ini kan sedang dikerjakan. Justru kami senang jalan ini mau diaspal. Sebelum ada proyek ini, jalan yang kami lalui setiap hari juga memang berabu dan berdebu,” ujar pengendara tersebut.

Dengan adanya pembangunan tersebut, masyarakat berharap pekerjaan jalan dapat diselesaikan dengan baik dan segera memberikan manfaat bagi warga serta para pengguna jalan. (Rel)

Samosir Run Naik Kelas, Penutup Festival Tao Toba Joujou Dorong Sport Tourism

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.comSemarak Festival Tao Toba Joujou 2026 resmi ditutup dengan gelaran Samosir Run 2026, Minggu (09/08/2026). Ribuan energi dan semangat olahraga berpadu dengan panorama Danau Toba saat peserta dari berbagai daerah mengikuti ajang lari yang tahun ini naik kelas dari sekadar fun run menjadi kompetisi atau race.

Bendera start dikibarkan Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera, menandai dimulainya perlombaan yang mengambil lokasi di kawasan tepian Danau Toba.

Tak sekadar menjadi penutup festival, Samosir Run 2026 menjadi momentum baru dalam pengembangan sport tourism di Kabupaten Samosir. Konsep perlombaan yang lebih kompetitif diharapkan mampu menarik semakin banyak pelari sekaligus memperkenalkan keindahan alam dan potensi pariwisata Samosir kepada peserta dari berbagai daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera mengatakan, perubahan konsep Samosir Run dari fun run menjadi race merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendorong pola hidup sehat masyarakat sekaligus mengembangkan olahraga sebagai daya tarik wisata. “Ini menjadi fase baru Samosir Run, dari sebelumnya fun run menjadi ajang kompetisi atau race. Kita ingin mendorong gaya hidup sehat masyarakat sekaligus mengembangkan sport tourism di Samosir,” ujar Riza.

Menurutnya, Samosir Run memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi agenda olahraga dan pariwisata yang mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan ke kawasan Danau Toba. Peserta tidak hanya diajak berlari dan mengejar catatan waktu, tetapi juga menikmati langsung lanskap Danau Toba yang menjadi salah satu daya tarik utama Kabupaten Samosir.

Jadi Penutup Festival Tao Toba Joujou 2026

Samosir Run sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian Festival Tao Toba Joujou 2026 yang telah berlangsung selama beberapa hari. Festival tersebut menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari budaya, UMKM, ekonomi kreatif, olahraga hingga hiburan dan konser musik. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, pelaku usaha, wisatawan dan berbagai pihak dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Samosir juga turut ambil bagian dalam Samosir Run 2026. Mewakili Bupati Samosir, Marudut Tua Sitinjak menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Tao Toba Joujou 2026.

Ia menilai, kemeriahan festival tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM di Kabupaten Samosir. “Terima kasih kepada BI Sibolga. Kami mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan yang telah berjalan sukses dan meriah. Festival ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi terbukti mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Samosir,” ungkap Marudut.

Menurutnya, kegiatan berskala besar seperti Festival Tao Toba Joujou perlu terus dikembangkan agar semakin mampu memperkuat citra Samosir sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Danau Toba. Dengan berakhirnya Samosir Run, berakhir pula seluruh rangkaian Festival Tao Toba Joujou 2026. Namun, semangat yang dibangun melalui festival tersebut diharapkan terus berlanjut melalui penguatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM dan olahraga.

Samosir pun kembali menunjukkan bahwa keindahan Danau Toba bukan hanya menjadi latar wisata, tetapi juga dapat menjadi panggung bagi olahraga, budaya dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Daftar Pemenang Samosir Run 2026

5K Umum Wanita

  1. 1. Cahaya Sihotang
  2. 2. Chevreina Nasya
  3. 3. Tasya Lestari Teresia

5K Umum Pria

  1. 1. Noel Jhon Frengki
  2. 2. Berkat Lumban Raja
  3. 3. Eduard Pudan

5K Master Wanita

  1. 1. Agustina Nadeak
  2. 2. Ade Saragih
  3. 3. Maria Silalahi

5K Master Pria

  1. 1. Oberlin RJ. Gea
  2. 2. Herandus Paulus
  3. 3. Salmon Urung Yahta

10K Master Wanita

  1. 1. Nurlela
  2. 2. Afrina Ferawati Sitohang
  3. 3. Melda Sibarani

10K Master Pria

  1. 1. Aspen Petrus Manik
  2. 2. Arnol PH Lubis
  3. 3. Riswanto Hutasuhut

10K Umum Wanita

  1. 1. Irsa Sola Gracia
  2. 2. Fikesy Hostita Silalahi
  3. 3. Ismi Atilla Islamida

10K Umum Pria

  1. 1. Davit Maluddin
  2. 2. Asian Putra Sianipar
  3. 3. Ganda Holmes Sinamo



Tekan Angka Kriminalitas dan Balap Liar, Sat Reskrim Polres Padang Lawas Giatkan Patroli Malam

PADANG LAWAS (Sumut) mediasergap.comGuna mengantisipasi aksi tawuran, kejahatan jalanan, hingga aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat, Personil Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Padang Lawas menggelar patroli mobile skala besar pada Sabtu malam (08/08/2026) hingga Minggu dini hari (09/08/2026).

Kegiatan operasional ini dilaksanakan berdasarkan arahan Kapolres Padang Lawas, AKBP Dodik Yuliyanto, melalui Kasat Reskrim Polres Padang Lawas, AKP Irwansah Sitorus, sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menekan angka kejahatan 3C (Curas, Curat, dan Curamor), aksi begal, serta premanisme di wilayah hukum Kabupaten Padang Lawas.

Patroli yang berlangsung sejak pukul 23.00 hingga 03.00 WIB tersebut menyisir sejumah titik rawan gangguan kamtibmas. Pengawasan difokuskan pada kawasan padat aktivitas malam, jalanan sepi yang berpotensi menjadi lokasi pembegalan, hingga lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar oleh para pemuda.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, personel menggelar apel kesiapan yang dipimpin oleh Aipda Wedi R. Nasution. Dalam pengarahannya, Aipda Wedi menekankan agar seluruh anggota tetap mengedepankan pendekatan humanis dan mengutamakan sopan santun saat berinteraksi dengan masyarakat.

“Patroli ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga imbauan preventif. Kami mengimbau warga agar senantiasa waspada terhadap potensi tindak pidana seperti pencurian maupun penipuan,” ujar AKP Irwansah Sitorus dalam keterangannya.

Selain menyisir area rawan, petugas turut menghampiri warga dan kelompok remaja yang masih nongkrong di kafe maupun warung hingga larut malam. Petugas memberikan edukasi keselamatan, seperti imbauan untuk tidak melintas sendirian di jalanan sepi pada malam hari guna menghindari aksi begal, serta tidak mengenakan perhiasan atau barang berharga secara mencolok agar terhindar dari sasaran kejahatan premanisme.

Para pemuda yang kedapatan masih berkumpul tanpa kegiatan jelas pada dini hari juga diarahkan untuk segera membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing demi menjaga ketertiban lingkungan.

Kegiatan patroli malam tersebut melibatkan empat personel Sat Reskrim Polres Padang Lawas, yakni Aipda Wedi R. Nasution, Brigadir M. Solehudin Hutasuhut, Briptu Frans Nasution, dan Bripda Farhan Azhari Siregar.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan patroli berjalan aman, lancar, dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan mampu mengurungkan niat para pelaku kejahatan sekaligus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Padang Lawas. (Rel)

PETI Siraisan Memanas, Lima Polisi Dikepung Puluhan Penambang: Jalan Dihadang, Pejabat Desa dan Camat Disorot

PADANG LAWAS (Sumut) mediasergap.com Penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas, berujung tegang. Lima personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Padang Lawas yang datang untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal justru dihadang puluhan penambang.

Bahkan, saat hendak meninggalkan lokasi, kendaraan petugas sempat diadang menggunakan bangku kayu yang sengaja diletakkan melintang di jalan desa.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (08/08/2026), ketika aktivitas PETI kembali berlangsung di kawasan aliran sungai Desa Siraisan. Berdasarkan laporan masyarakat yang resah terhadap aktivitas penambangan, personel Sat Reskrim Polres Padang Lawas mendatangi lokasi untuk melakukan penertiban.

Tim yang dipimpin Aipda WR Nasution tiba di lokasi dengan kekuatan lima Personel. Namun, situasi berubah tegang ketika Petugas berhadapan dengan massa penambang. Hampir seratus orang disebut berkumpul dan memagari area tambang, membuat jumlah Petugas jauh lebih sedikit dibandingkan massa yang berada di lokasi.

Aipda WR Nasution kemudian menyampaikan imbauan agar aktivitas pertambangan tanpa izin dihentikan. Petugas juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki dasar perizinan yang sah. Akan tetapi, imbauan tersebut ditolak.

Salah seorang penambang bahkan menyebut aktivitas tambang telah dibicarakan dengan Pejabat Pemerintahan setempat.

“Ini sudah dirembukkan dengan Kades dan Camat. Ada pengurus kami (berinisial T) yang bilang tambang ini sudah boleh beroperasi,” ujar seorang penambang di tengah kerumunan.

Pernyataan tersebut kemudian menyeret nama Kepala Desa Siraisan dan Camat Ulu Barumun ke dalam percakapan di lokasi. Meski demikian, tudingan mengenai adanya pemberian izin atau dukungan terhadap aktivitas PETI tersebut belum dapat disimpulkan sebagai fakta dan masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.

Melihat situasi yang semakin memanas dan jumlah massa yang tidak sebanding dengan Personel, Petugas memilih mundur untuk menghindari kemungkinan terjadinya bentrokan. Namun, persoalan belum berhenti.

Ketika hendak meninggalkan kawasan, kendaraan petugas kembali menghadapi hambatan. Sebuah bangku kayu panjang diletakkan melintang di persimpangan jalan desa sehingga menghalangi jalur keluar kendaraan Polisi.

Di sebuah warung yang berada tidak jauh dari lokasi pengadangan, Camat Ulu Barumun Parlindungan Hasibuan terlihat bersama Kepala Desa Siraisan Sangkot Hasibuan.

Di tengah situasi tersebut, Camat sempat mengajak Personel Kepolisian untuk singgah. “Ke sini dulu, minum kopi kita,” ucapnya sembari melambaikan tangan kepada Petugas.

Ajakan tersebut tidak direspons Petugas. Personel Sat Reskrim memilih menyelesaikan tugas dan meminta warga membuka jalan. “Buka ini, kami ke sini menjalankan tugas!” tegas salah seorang Petugas.

Petugas kemudian turun dari kendaraan dan menggeser sendiri bangku kayu yang melintang di jalan hingga jalur dapat dilalui kembali. Camat: Tidak Ada Hak Memberikan Izin

Camat Ulu Barumun, Parlindungan Hasibuan, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp membantah anggapan bahwa dirinya berada di lokasi untuk memberikan dukungan atau izin terhadap aktivitas PETI.

Ia menjelaskan, kehadirannya di lokasi justru untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “Izin kehadiran saya justru takut terjadi sesuatu hal yg tidak diinginkan. Siap untuk hal itu bisa kita gak salah pengertian. Tidak ada hak kami memberikan izin, tapi masyarakat butuh makan, jujur kami tidak sanggup menghadapinya,” tulis Parlindungan melalui pesan WhatsApp.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Pihak Kecamatan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan izin terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin.

Kades Akui Mayoritas Warga Bergantung pada Tambang

Sementara itu, Kepala Desa Siraisan, Lokkot Hasibuan, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp mengaku tidak pernah memberikan izin terhadap aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayahnya.

Namun, ia mengakui persoalan PETI di Desanya sangat sulit dihentikan karena sebagian besar masyarakat menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut. “Tak ada saya memberikan izin, soal tambang ini saya angkat tangan, sekitar 85 % masyarakat berpenghasilan dari tambang. Saya dapat hanya sebatas uang rokok pun tak cukup,” ungkapnya.

Keterangan tersebut menggambarkan peliknya persoalan PETI di Siraisan. Di satu sisi, aktivitas pertambangan tanpa izin berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan persoalan hukum. Di sisi lain, keberadaan tambang telah menjadi sumber mata pencaharian bagi sebagian besar masyarakat setempat.

Penegakan Hukum Diuji

Peristiwa di Desa Siraisan bukan sekadar persoalan penertiban tambang ilegal. Pengadangan terhadap Aparat Penegak Hukum memperlihatkan betapa kompleksnya persoalan PETI ketika aktivitas ekonomi masyarakat telah bergantung pada kegiatan yang berhadapan dengan hukum.

Persoalan menjadi semakin sensitif ketika muncul klaim dari sebagian penambang mengenai adanya pembicaraan dengan aparat pemerintahan setempat, meski klaim tersebut telah dibantah oleh Pihak Camat dan Kepala Desa. Kini, publik menanti langkah berikutnya dari Aparat Penegak Hukum dan Pemerintah Daerah.

Apakah aktivitas PETI di Siraisan akan benar-benar dihentikan, atau kembali berjalan setelah penertiban mereda?

Yang jelas, di balik gemerlap emas yang diburu dari perut bumi, terdapat persoalan yang jauh lebih besar: kerusakan lingkungan, ketergantungan ekonomi masyarakat, serta tantangan penegakan hukum di tingkat paling bawah. (Tim)

(copyright: @Arafat_gosumut.com)

Musa Rajekshah-Hervian Soejono, Memperkuat BLA BLA BLA MOTORSPORT Juarai Asia Pacific Rally Championship

SIMALUNGUN (Sumut) mediasergap.com - Pereli nasional Musa Rajekshah bersama navigator Hervian Soejono berhasil menjuarai Asia Pacific Rally Championship (APRC) Round 3 2026 yang berlangsung di kawasan perkebunan Tobasari, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (09/08/2026).

Musa Rajekshah yang memperkuat BLA BLA BLA MOTORSPORT dengan mengendarai Skoda Fabia RS Rally2 tampil sebagai pereli tercepat setelah melewati persaingan ketat dalam rangkaian special stage (SS).

Musa didampingi Hervian Soejono sebagai navigator sepanjang perlombaan. Keduanya mampu menjaga konsistensi hingga menyelesaikan seluruh rangkaian perlombaan dengan catatan waktu terbaik.

Persaingan memperebutkan posisi teratas berlangsung sengit dengan pereli Ryan Nirwan bersama navigator Adi Indiarto yang mengendarai Toyota GR Yaris Rally2 bernomor 1 dari Toyota Gazoo Racing Indonesia.

Ryan Nirwan harus puas menempati posisi kedua setelah sebelumnya terus membayangi catatan waktu Musa Rajekshah dalam sejumlah SS yang dilombakan. 

Sementara diposisi ke tiga ditempati dari tim MAB HRVRT peserta M.Kholilul Rahman/Tri Arjuna dengan kendaraan Ford Fiesta Rally3.

Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Musa Rajekshah. Pasalnya, pada gelaran tahun sebelumnya, ia belum berhasil merebut posisi juara pertama.

"Alhamdulillah, tahun 2026 ini kita berhasil sebagai juara 1 Asia Pacific Rally Championship (APRC) Round 3 2026, " ujar Musa Rajekshah yang juga merupakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).

Menurut Musa, persaingan pada APRC tahun ini berlangsung ketat. Performa kendaraan, strategi, kondisi lintasan serta konsistensi pereli dan navigator menjadi sejumlah faktor yang menentukan hasil akhir perlombaan, "ujarnya.

Dengan kemenangan tersebut, Musa Rajekshah dan Hervian Soejono sukses mengamankan posisi teratas APRC Round 3 2026 di lintasan perkebunan Tobasari, Simalungun.

APRC Round 3 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian kompetisi reli yang mempertemukan sejumlah pereli terbaik dari dalam dan luar negeri untuk menaklukkan karakter lintasan perkebunan di kawasan Danau Toba.

Kejuaraan tersebut sekaligus menambah semarak olahraga otomotif di Sumatera Utara, khususnya kawasan Simalungun dan Danau Toba yang menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan reli bertaraf internasional. (Roni)

Tao Toba Joujou 2026 Ditutup Meriah, Transaksi Digital Melonjak Hampir Tiga Kali Lipat

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Festival Tao Toba Joujou 2026 tak hanya sukses menyuguhkan kemeriahan seni, budaya dan musik di tepian Danau Toba. Festival yang digelar Bank Indonesia (BI) Sibolga di Kabupaten Samosir itu juga berhasil menciptakan geliat ekonomi nyata bagi masyarakat.

Selama pelaksanaan festival, transaksi digital tercatat menembus lebih dari Rp6 miliar, atau meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Capaian tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, saat closing ceremony Festival Tao Toba Joujou 2026 yang berlangsung di Segmen V Water Front City Pangururan, Sabtu (08/08/2026).

Menurut Riza, lonjakan transaksi tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan festival dalam membuka ruang pasar yang lebih luas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Dan yang sangat menggembirakan, total transaksi mencapai Rp6 miliar lebih. Jumlah ini hampir tiga kali lipat dari tahun lalu. Terima kasih kepada seluruh pengunjung yang telah bertransaksi. Sesuai dengan tujuan pokok kami, bahwa kami ingin mendorong UMKM yang ada di wilayah kerja, khususnya Samosir, untuk terus maju,” ujar Riza.

Sebanyak 85 UMKM terlibat dalam Festival Tao Toba Joujou 2026. Kehadiran puluhan pelaku usaha tersebut menjadikan festival bukan sekadar panggung hiburan dan promosi budaya, tetapi juga ruang pertemuan antara produk lokal dengan pasar. Peningkatan transaksi digital sekaligus memperlihatkan bahwa masyarakat dan pengunjung semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi selama festival berlangsung.

Budaya, Pariwisata dan Ekonomi Berjalan Bersama

Riza menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Samosir serta masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap seluruh rangkaian Festival Tao Toba Joujou 2026.

Apresiasi juga diberikan kepada sektor perbankan yang ikut mendukung pelaksanaan business matching serta pembentukan Tim Percepatan Ekspor Kabupaten Samosir. “Kami menilai acara ini sukses terselenggara. Besok seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Samosir Run,” katanya.

Penutupan festival ditandai dengan pengguntingan benang terakhir tenunan ulos. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa ulos bukan sekadar warisan budaya masa lalu, tetapi harus terus hidup, dirawat dan dikembangkan. Lebih dari itu, ulos juga memiliki potensi ekonomi yang besar bagi para perajin dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Samosir.

Semangat tersebut sejalan dengan tujuan Festival Tao Toba Joujou yang sejak pertama kali diselenggarakan Bank Indonesia Sibolga pada 2021 terus diarahkan untuk memperkuat UMKM, mendorong digitalisasi transaksi dan mendukung akselerasi destinasi pariwisata Danau Toba sebagai kawasan pariwisata super prioritas.

Dalam empat kali penyelenggaraannya di Samosir, Festival Tao Toba Joujou menunjukkan bahwa budaya dan ekonomi dapat tumbuh beriringan. Tradisi tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata sekaligus membuka sumber penghidupan bagi masyarakat.

Dame Ulos Catat Penjualan Tertinggi

Sebagai bentuk apresiasi, Bank Indonesia Sibolga memberikan penghargaan kepada UMKM dan pelaku kuliner dengan capaian penjualan serta digitalisasi terbaik selama festival.

Untuk kategori penjualan UMKM terbanyak, Dame Ulos menjadi yang tertinggi dengan nilai penjualan mencapai Rp.861 juta lebih.

Sementara untuk kategori kuliner dengan penjualan terbanyak, penghargaan diraih Samosir Food dengan nilai penjualan mencapai Rp.58 juta lebih.

Penghargaan kategori UMKM terdigital diberikan kepada Keripik Sambal Cap Bulan. Sedangkan kategori kuliner terdigital diraih Matahari Mangga Dua.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi telah berkembang dari sekadar pilihan menjadi bagian penting dalam strategi UMKM memperluas pasar dan meningkatkan transaksi.

Sembilan Kecamatan Unjuk Potensi Agro Budaya

Bank Indonesia Sibolga juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Lomba Agro Budaya yang melibatkan kecamatan se-Kabupaten Samosir.

Juara I diraih Kecamatan Pangururan, Juara II Kecamatan Sianjur Mulamula, dan Juara III Kecamatan Sitiotio.

Untuk kategori Harapan, Harapan I diraih Kecamatan Ronggur Nihuta, Harapan II Kecamatan Palipi, dan Harapan III Kecamatan Harian.

Sementara kategori Favorit I diraih Kecamatan Nainggolan, Favorit II Kecamatan Simanindo, dan Favorit III Kecamatan Onan Runggu.

Keterlibatan sembilan kecamatan dalam parade dan Agro Budaya memperlihatkan bahwa kekuatan Samosir tidak hanya berada pada sektor pariwisata.

Pertanian, kerajinan, kuliner dan budaya juga menjadi kekuatan ekonomi yang dapat dikembangkan dan diintegrasikan dengan industri pariwisata.

Ribuan Pengunjung Padati Waterfront hingga Malam

Kemegahan closing ceremony Festival Tao Toba Joujou 2026 semakin terasa dengan penampilan Tongam Sirait, yang kemudian dilanjutkan konser puncak oleh Band Cokelat.

Ribuan pengunjung tetap memadati kawasan Water Front City Pangururan hingga malam hari.

Mereka tidak hanya datang menikmati pertunjukan musik, tetapi juga berbelanja produk UMKM dan mencicipi beragam kuliner yang tersedia di kawasan festival.

Pergerakan pengunjung tersebut sekaligus menciptakan perputaran ekonomi yang langsung dirasakan para pelaku usaha lokal.

Pemkab Samosir: Festival Harus Tinggalkan Manfaat

Pemerintah Kabupaten Samosir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia Sibolga serta seluruh stakeholder yang telah berkolaborasi menyukseskan Festival Tao Toba Joujou 2026.

Pemkab Samosir menilai keberhasilan festival tidak semata-mata diukur dari jumlah pengunjung maupun kemeriahan acara, tetapi dari seberapa jauh kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Lonjakan transaksi digital yang mencapai lebih dari Rp.6 miliar menjadi sinyal positif bahwa sektor pariwisata dan kebudayaan dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Ketika wisatawan datang, UMKM mendapatkan pasar. Ketika budaya ditampilkan, identitas daerah semakin kuat. Dan ketika kolaborasi diperkuat, manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemkab Samosir juga menegaskan akan terus membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat UMKM, memperluas digitalisasi, mengembangkan produk lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, serta mengintegrasikan potensi budaya dan pertanian dengan sektor pariwisata.

Empat kali penyelenggaraan Festival Tao Toba Joujou di Samosir menjadi bukti bahwa kolaborasi yang dilakukan secara konsisten mampu membangun ekosistem ekonomi dan pariwisata yang semakin kuat. Festival akhirnya bukan hanya tentang panggung, musik dan keramaian. Di balik gemerlapnya, ada transaksi, ada UMKM yang tumbuh, ada budaya yang terus hidup, dan ada ekonomi masyarakat yang ikut bergerak.

Turut hadir dalam closing ceremony tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama Ny. R. Asti Marudut Tua Sitinjak, Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu, Kapolres Sibolga Eddy Inganta, Kasi Datun Kejari Samosir, Pabung Samosir, Kepala Divisi Edukasi, Humas dan Hubungan Kelembagaan Kantor Perwakilan LPS I Sumatera Pramuji Novri Harlyanto, perwakilan perbankan, para SAB, Asisten dan pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir. (D/Smart)

Semarak HUT ke-81 RI, Rutan Balige Gelar Pekan Olahraga untuk Perkuat Kebersamaan dan Sportivitas

 

BALIGE (Sumut) mediasergap.com Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige. Jajaran petugas bersama warga binaan pemasyarakatan ambil bagian dalam pembukaan Pekan Olahraga sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati momentum kemerdekaan.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang membangun kebersamaan, menjaga kebugaran, serta menanamkan nilai sportivitas dan disiplin di lingkungan Rutan Kelas IIB Balige.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta mengikuti prosesi tersebut dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Suasana kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Doa tersebut menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar seluruh rangkaian Pekan Olahraga dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.

Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen Sonar Rumbiak, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pekan Olahraga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, kegiatan olahraga memiliki nilai penting dalam proses pembinaan warga binaan. Selain membantu menjaga kesehatan dan kebugaran, olahraga juga dapat menjadi sarana membangun karakter, mempererat hubungan antarpeserta, serta menumbuhkan sikap disiplin dan sportif.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap pertandingan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan olahraga sebagai sarana untuk mempererat kebersamaan,” ujar Valen.

Ia berharap semangat yang dibangun melalui kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari proses pembinaan yang positif bagi warga binaan.

“Yang terpenting bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat kebersamaan, disiplin, dan saling menghargai,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Sepakan Bola Tandai Dimulainya Pekan Olahraga

Semangat peserta semakin terasa ketika pembukaan Pekan Olahraga secara resmi ditandai dengan sepakan bola oleh Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen Sonar Rumbiak.

Sepakan tersebut menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian pertandingan olahraga dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Balige menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif yang mendorong kebersamaan, kesehatan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter.

Pekan Olahraga diharapkan menjadi momentum bagi petugas dan warga binaan untuk bersama-sama merasakan semarak kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat pembinaan yang humanis dan konstruktif di lingkungan pemasyarakatan. (Ds)

Mukerda I MUI Tebing Tinggi Resmi Dibuka, Wali Kota Dorong Program Kerja yang Menjawab Persoalan Umat

TEBING TINGGI (Sumut) mediasergap.comMusyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebing Tinggi resmi digelar. Forum strategis tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi mampu melahirkan program kerja yang benar-benar menjawab kebutuhan dan persoalan umat di tengah dinamika pembangunan daerah.

Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, secara resmi membuka Mukerda I MUI Kota Tebing Tinggi di Aula Bappeda, Jalan Delima, Sabtu (08/08/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Mukerda menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat membutuhkan kolaborasi dan pemikiran bersama.

“Mukerda ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kota siap mendukung penuh kegiatan-kegiatan MUI. Mari kita saling berdiskusi karena banyak persoalan di Kota Tebing Tinggi yang perlu diselesaikan bersama,” ujar Iman Irdian.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan forum tersebut sebagai ruang untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.

Wali Kota berharap hasil musyawarah tidak berhenti pada rumusan organisasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga musyawarah ini melahirkan keputusan terbaik demi kemaslahatan umat dan kemajuan Kota Tebing Tinggi. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Mukerda I MUI Kota Tebing Tinggi resmi saya buka,” ucapnya.

MUI Didorong Perkuat Peran sebagai Mitra Pemerintah

Dukungan terhadap penguatan peran MUI juga disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Tebing Tinggi, H. Akhyar Nasution.

Ia menyampaikan selamat bertugas kepada seluruh peserta Mukerda sekaligus mendorong ulama untuk terus mengambil peran dalam mendampingi Pemerintah Daerah, khususnya melalui pembinaan kehidupan keagamaan dan spiritual masyarakat.

“Marilah kita bersama-sama bergerak dalam pembinaan spiritual agama untuk membantu Bapak Wali Kota. Semoga langkah ini menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tutur Akhyar.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Tebing Tinggi, H.M. Ghazali Saragih, menekankan pentingnya kontribusi nyata para peserta dalam merumuskan program kerja organisasi.

Ia berharap seluruh peserta mampu memberikan pemikiran dan masukan konstruktif sehingga keputusan yang dihasilkan dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, sedikitnya terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian MUI ke depan.

Pertama, memperkuat posisi ulama sebagai benteng sekaligus pengayom umat. Kedua, memperkokoh peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah, terutama dalam pembinaan mental dan spiritual masyarakat.

Ketiga, menjaga kedamaian dan kerukunan dengan merawat persatuan di tengah berbagai tantangan dan perbedaan yang ada di masyarakat.

“Kita harus menguatkan peran ulama sebagai benteng dan pengayom umat. Sebagai mitra strategis pemerintah, MUI siap mengawal pembangunan daerah, khususnya dalam pembinaan mental dan spiritual. Kita juga harus menjaga kedamaian dengan memelihara kerukunan dan persatuan di tengah berbagai tantangan serta perbedaan demi ketenangan masyarakat,” ujar Ghazali.

Diikuti 120 Peserta dan 14 Komisi

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Jamal Rangkuti, melaporkan bahwa Mukerda I MUI Kota Tebing Tinggi mengusung tema “Menguatkan Peran MUI sebagai Himayatul Ummah, Khadimul Ummah, dan Shadiiqul Ummah.”

Mukerda tersebut diikuti sebanyak 120 peserta yang terbagi dalam 14 komisi. Peserta terdiri atas unsur Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan, Ketua, Sekretaris, serta Anggota Komisi.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat dalam pembukaan Mukerda turut menunjukkan pentingnya sinergi antara MUI dan Pemerintah Kota Tebing Tinggi dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkeadaban.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina Frillya, Sekdako Erwin Suheri Damanik, Anggota DPRD Anda Yasser yang mewakili Ketua DPRD, Kaban Kesbangpol Ramadhan Barqah Pulungan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Deni Saragih, Kabag Prokopim Setdako Faisal Ahmad, Kabag Kesra Setdako Azanul Akbar Lubis, Ketua Baznas Khuzamri Amar, jajaran pengurus MUI, serta tamu undangan lainnya.

Dengan mengedepankan Musyawarah dan Kolaborasi, Mukerda I MUI Kota Tebing Tinggi diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi serta program kerja yang tidak hanya memperkuat kelembagaan MUI, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap pembinaan umat dan pembangunan Kota Tebing Tinggi. (Ajs)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport