Media Sergap -->




Headline

Unit Reskrim Polsek Medan Kota Ringkus Pelaku Curanmor, Satu Rekannya Buron

Medan (Sumut) mediasergap.comUnit Reskrim Polsek Medan Kota kembali menunjukkan keberhasilannya dalam menindak tegas kejahatan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Satu orang pelaku berhasil diamankan, sementara satu rekan aksinya masih dalam pengejaran.

Pelaku dimaksud adalah Sahdin Akmal (40) warga Jalan Garu I, Gang Timun, Kecamatan Medan Amplas.

Sedangkan korbannya adalah Optika Bunga Roito (22), mahasiswa, beralamat di Lawe Tua Persatuan, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara.

"Barang yang dicuri pelaku berupa sepeda motor Honda Beat Tahun 2015 warna hitam plat BK 6750 AFI atas nama Formaduma Tambunan dengan kerugian ditaksir Rp15.000.000," kata Kapolsek Medan Kota AKP Feriawan melalui Kanit Reskrim Iptu Poltak Tambunan dalam siaran persnya, Jumat (19/9/2026).

Dijelaskan Iptu Poltak Tambunan, kejadian bermula pada Kamis, 17 September 2026, sekira pukul 16.30 WIB, di depan Toko Million Attire, Jalan Turi Ujung No. 99 A, Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota.

Saat itu, korban bersama rekannya, Poppi, memarkirkan motornya di depan toko dengan stang dalam keadaan terkunci. Keduanya lalu masuk ke dalam toko. Namun, saat hendak pulang sekira pukul 18.00 WIB, motor korban sudah tidak ada di tempat.

"Pemeriksaan rekaman CCTV toko membuktikan bahwa motor tersebut dicuri oleh dua orang laki-laki. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum," urai Iptu Poltak Tambunan.

Berdasarkan laporan dan penyelidikan yang intensif, sambung Poltak, pada Jumat, 18 September 2026, sekira pukul 20.00 WIB, tim Unit Reskrim Polsek Medan Kota yang mendapat informasi dari masyarakat langsung bergerak cepat menuju Jalan Garu I, Gang Timun, Kecamatan Medan Amplas.

"Di lokasi tersebut, petugas berhasil mengamankan Sahdin Akmal di tempat tinggalnya. Pelaku dan barang bukti langsung dibawa ke Polsek Medan Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Iptu Poltak Tambunan.

Dari hasil interogasi, Sahdin Akmal mengaku bersama rekannya yang berinisial Daffa melakukan pencurian tersebut. "Sahdin berperan mengelilingi lokasi mencari sasaran, sedangkan Daffa yang mengambil motor menggunakan kunci T," beber Iptu Poltak Tambunan.

Setelah berhasil, motor tersebut langsung dijual ke wilayah Tembung dengan harga Rp1.700.000 dan Sahdin Akmal hanya mendapat bagian Rp500.000 dari hasil penjualan tersebut.

"Satu pelaku lainnya berinisial Daf, hingga saat ini masih dalam pengejaran Polsek Medan Kota dan kita mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan selalu mengunci kendaraan dengan baik," tandas Iptu Poltak Tambunan.  (Rel)

Pelantikan PPTSB Cabang Samosir, Vandiko-Ariston Dorong Punguan Sinaga Aktif Dukung Pembangunan

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.comSemangat kebersamaan dan persaudaraan pomparan Toga Sinaga mewarnai pelantikan Pengurus Punguan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru (PPTSB) Cabang Samosir Periode 2026–2030 di Kompleks Tugu Sinaga, Sabtu (19/09/2026).

Pelantikan tersebut tidak hanya menjadi momentum regenerasi kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, melestarikan budaya serta mendorong peran punguan dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Samosir.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Anggota DPR RI Lamhot Sinaga, Ketua Umum PPTSB Edison Sinaga, Wakil Ketua Umum PPTSB Sairon Sinaga, Kapolres Samosir Rina SN Tarigan, Kajari Samosir Akwan Annas, pimpinan OPD Kabupaten Samosir serta pomparan PPTSB.

Dalam kepengurusan periode 2026–2030, Pahala Sinaga dipercaya sebagai Ketua PPTSB Cabang Samosir I, Sudiman Sinaga sebagai Ketua PPTSB Cabang Samosir II, dan Gorman Sinaga sebagai Ketua PPTSB Cabang Samosir III.

Bupati Vandiko T. Gultom menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik sekaligus memberikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang telah membangun komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Samosir.

Menurut Vandiko, punguan marga memiliki peran penting dalam memperkuat kebersamaan sekaligus menjadi wadah untuk mendorong kontribusi sosial bagi masyarakat dan daerah.

“Selamat dan sukses atas pelantikan pengurus PPTSB Cabang Samosir. Terima kasih atas partisipasi kepengurusan yang lama dan sinergi selama ini kepada Pemerintah Kabupaten Samosir,” ujar Vandiko.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Samosir terbuka untuk terus membangun sinergi dengan PPTSB, termasuk mendukung berbagai program kepengurusan yang baru serta memberikan pendampingan dalam penyusunan program agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Vandiko juga mengajak kader-kader marga Sinaga yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk aktif mengambil bagian dalam punguan.

“Seluruh birokrat di Samosir harus aktif di punguan marga. Karena apa yang diterima dan rezeki yang diterima merupakan doa-doa dari seluruh orang tua, termasuk punguan marga,” kata Vandiko.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan yang diperoleh seseorang tidak terlepas dari dukungan keluarga dan lingkungan sosial. Karena itu, keberhasilan tersebut diharapkan dapat kembali diwujudkan dalam bentuk kepedulian dan kontribusi bagi keluarga, punguan maupun masyarakat.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyampaikan apresiasi atas antusiasme pomparan Toga Sinaga yang hadir dalam pelantikan.

Menurutnya, kehadiran para pomparan menunjukkan kuatnya persatuan dan kekeluargaan dalam tubuh PPTSB. Kebersamaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan organisasi, tetapi dapat menjadi energi positif dalam mendukung pembangunan daerah.

“Semoga kebersamaan ini terus menjadi semangat untuk membangun generasi dan pembangunan Samosir,” ungkap Ariston.

Semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut juga diarahkan pada penguatan budaya dan pengembangan pariwisata daerah.

Dalam rangkaian kegiatan dilaksanakan Sosialisasi Promosi Event Berbasis Budaya Daerah untuk Menjadikan Kearifan Lokal sebagai Magnet Wisata Global yang digelar Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events), Kementerian Pariwisata RI.

Meily Magdalena Nababan dari Kementerian Pariwisata RI menyampaikan bahwa Samosir memiliki kekayaan budaya dan keindahan alam yang menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata.

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya berbicara mengenai destinasi, tetapi juga bagaimana kearifan lokal dan budaya masyarakat dikemas menjadi kekuatan yang mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

“Perkembangan pariwisata harus memberi dampak nyata kepada masyarakat,” ungkap Meily.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai organisasi kemasyarakatan dinilai penting untuk membangun pariwisata yang berkualitas dengan tetap menempatkan budaya lokal sebagai bagian utama dari identitas dan daya tarik Samosir.

Kepedulian terhadap masyarakat juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pelantikan PPTSB Cabang Samosir.

Pemerintah Kabupaten Samosir memberikan dukungan melalui pemeriksaan kesehatan gratis dan pasar murah. Dalam pasar murah tersebut disediakan 3,6 ton beras SPHP serta 3 ton minyak goreng.

Kehadiran pelayanan publik tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan organisasi dapat dikembangkan tidak hanya sebagai ruang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

Ketua Umum PPTSB Edison Sinaga menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Samosir atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada PPTSB.

Ia berharap PPTSB ke depan tidak hanya menjadi wadah untuk mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga mampu mengambil peran dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat serta ikut menggerakkan perekonomian.

Menurut Edison, sejumlah program yang telah dijalankan PPTSB, termasuk pelatihan pembibitan, mulai menunjukkan hasil dan diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat.

Kepedulian terhadap generasi muda turut diwujudkan melalui bantuan yang diserahkan Anggota DPR RI Lamhot Sinaga.

Sebanyak 442 siswa berprestasi menerima bantuan beasiswa dengan total nilai Rp180,8 juta.

Lamhot menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap generasi muda. Ia berharap para penerima beasiswa dapat terus meningkatkan prestasi dan kelak menjadi generasi penerus yang mampu memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat dan bangsa.

Selain bantuan beasiswa, turut diserahkan 1.500 paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng dan gula kepada masyarakat.

“Semua karena sukacita atas berkat Tuhan dan balasan dari kebaikan dan dukungan masyarakat kepada kami. Ke depannya kami tetap siap untuk melayani masyarakat. Doakan kami untuk dapat berbuat lebih baik,” kata Lamhot.

Bantuan tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus memberikan motivasi kepada generasi muda untuk terus berprestasi.

Kapolres Samosir Rina SN Tarigan juga menyampaikan dukungan terhadap seluruh rangkaian kegiatan PPTSB.

“Kami mendukung pelaksanaan acara dan kami mengapresiasi seluruh pomparan Toga Sinaga,” kata Rina.

Pelantikan Pengurus PPTSB Cabang Samosir Periode 2026–2030 pada akhirnya tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan.

Momentum tersebut memperlihatkan bagaimana organisasi punguan dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, menjaga nilai-nilai budaya, membangun kepedulian sosial serta mendorong kontribusi masyarakat terhadap pembangunan daerah.

Pemerintah Kabupaten Samosir memandang kekuatan punguan dan organisasi masyarakat sebagai bagian dari modal sosial yang dapat terus dirawat dan dikembangkan.

Melalui sinergi antara pemerintah, punguan, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat, semangat kebersamaan diharapkan semakin kuat untuk mendukung pembangunan Samosir, sekaligus memastikan bahwa berbagai potensi budaya, sumber daya manusia dan kekuatan sosial masyarakat dapat memberikan manfaat bagi daerah dan generasi mendatang. (D/Smart)

Pemkab Samosir Bergerak Cepat Tangani Korban Kecelakaan Bus Wisatawan

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kabupaten Samosir bergerak cepat memberikan penanganan dan pendampingan terhadap wisatawan yang menjadi korban kecelakaan bus pariwisata di Desa Boho, Kecamatan Sianjur Mula Mula.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk langsung mengunjungi para korban yang menjalani perawatan di RSUD Hadrianus Sinaga, Sabtu (19/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir untuk memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan kesehatan dan penanganan medis sesuai kebutuhan.

Bupati Vandiko menegaskan, Pemkab Samosir akan menanggung biaya pengobatan para korban selama mendapatkan perawatan di RSUD Hadrianus Sinaga.

“Walaupun mereka bukan warga Samosir, sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan, saya sudah instruksikan agar seluruh biaya pengobatan selama di RSUD Hadrianus Sinaga kita tanggung sepenuhnya,” ujar Vandiko.

Menurutnya, status sebagai wisatawan maupun asal daerah tidak menjadi batas dalam memberikan pelayanan kemanusiaan. Pemerintah daerah harus hadir ketika seseorang mengalami musibah selama berada di wilayah Samosir.

“Kita hadir untuk memberikan semangat dan motivasi kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban. Mereka datang ke Samosir sebagai wisatawan, dan ketika mengalami musibah di daerah kita, tentu kita harus hadir dan memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkapnya.

Selain memastikan pembiayaan pengobatan, Pemkab Samosir juga memberikan perhatian terhadap korban yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Vandiko meminta para korban yang hendak kembali ke daerah asal agar terlebih dahulu mengikuti rekomendasi medis dari dokter. Menurutnya, kondisi kesehatan harus menjadi pertimbangan utama dan kepulangan tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa.

“Kalau memang secara medis sudah diperbolehkan untuk pulang, kita bantu. Jangan sampai dipaksakan kalau kondisi belum memungkinkan. Kami akan mengupayakan yang terbaik,” tegasnya.

Pemkab Samosir juga siap memfasilitasi ambulans apabila terdapat korban yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit lain.

“Kita juga akan mempersiapkan ambulans apabila ada korban yang perlu dirujuk. Kami siap mengantar ke rumah sakit rujukan sesuai kebutuhan medis,” katanya.

Terkait kemungkinan bantuan melalui Jasa Raharja, Vandiko mengatakan Pemkab Samosir akan membantu melakukan komunikasi dan koordinasi agar hak-hak korban dapat difasilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami akan bantu komunikasikan dengan Jasa Raharja agar ke depan kalau memang bisa di-cover, dapat membantu biaya pengobatan para korban,” jelasnya.

Kecelakaan tersebut juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Samosir terhadap aspek keselamatan wisatawan, khususnya transportasi yang digunakan untuk membawa rombongan wisata.

Vandiko mengingatkan pentingnya memastikan kelayakan kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Kondisi teknis kendaraan, kesehatan pengemudi serta stamina selama perjalanan menjadi hal yang perlu mendapat perhatian.

“Kelayakan kendaraan harus diperhatikan. Begitu juga dengan kesehatan dan stamina pengemudi maupun wisatawan. Kita ingin wisatawan yang datang ke Samosir bisa menikmati perjalanan dengan nyaman dan aman, sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan dapat dihindari,” katanya.

Pesan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Samosir untuk terus membangun ekosistem pariwisata yang tidak hanya menawarkan keindahan destinasi, tetapi juga mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan wisatawan.

Sebelumnya, bus pariwisata yang membawa rombongan Serikat Tolong Menolong (STM) Satahi asal Kisaran mengalami kecelakaan di Desa Boho, Kecamatan Sianjur Mula Mula.

Bus tersebut membawa 32 penumpang dan dilaporkan kehilangan kendali hingga terbalik. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis.

Pihak RSUD Hadrianus Sinaga menyebutkan sebanyak 27 orang dari rombongan sempat dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Dua orang lainnya telah kembali ke penginapan, sementara korban lainnya mendapatkan penanganan sesuai kondisi medis masing-masing.

Dari hasil pemeriksaan, terdapat satu korban yang mengalami patah tulang dan telah dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Beberapa korban lainnya masih menjalani observasi, termasuk korban dengan cedera pada tangan dan panggul serta korban yang mengalami patah pada bagian hidung yang berpotensi mendapatkan rujukan sesuai hasil pemeriksaan medis.

Ketua STM Satahi Kisaran, Renhard Manalu, menjelaskan bahwa perjalanan wisata ke Samosir telah direncanakan sejak jauh hari.

Sebelum kecelakaan terjadi, rombongan telah mengunjungi sejumlah destinasi wisata, di antaranya Tano Ponggol, Menara Pandang, Air Terjun Efrata dan Sibea-bea.

“Kami sudah dari Tano Ponggol, Menara Pandang, Air Terjun Efrata dan Sibea-bea. Rencana kembali ke homestay, mobil terbalik di Desa Boho,” ungkapnya.

Renhard bersyukur kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Samosir dan masyarakat Desa Boho yang dengan cepat memberikan pertolongan kepada para korban.

“Terima kasih atas perhatian Bapak Bupati Samosir. Sewaktu kecelakaan tadi masyarakat desa sangat baik, banyak yang menolong dan mempersilahkan kami masuk ke rumah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Perjalanan Wisata STM Satahi, Paber Silaban, mengatakan dirinya berada di kendaraan berbeda yang mengiringi bus dan berada tepat di belakang kendaraan tersebut ketika kecelakaan terjadi.

Menurut Paber, kecelakaan terjadi setelah bagian as roda depan sebelah kiri mengalami masalah sehingga pengemudi kehilangan kendali.

“Tidak ada rem blong atau sopirnya mengantuk. Kemungkinan besar terotnya lepas sehingga sopir kehilangan kendali,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sepanjang perjalanan bus tidak melaju dengan kecepatan tinggi.

“Kalau tadi mobilnya kebut-kebutan, pasti penumpang banyak yang parah. Penumpang yang di dalam bus juga mengakui mobil tersebut tidak melaju kencang,” katanya.

Keterangan mengenai penyebab kecelakaan tersebut merupakan penjelasan dari pihak rombongan. Adapun kepastian mengenai penyebab teknis kecelakaan tetap menjadi kewenangan pihak berwenang berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Samosir di tengah para korban memperlihatkan respons pemerintah daerah terhadap warga maupun wisatawan yang membutuhkan pertolongan.

Penanganan korban tidak hanya diarahkan pada aspek medis, tetapi juga memastikan proses perawatan, kemungkinan rujukan serta kebutuhan kepulangan korban dapat difasilitasi sesuai kondisi dan rekomendasi tenaga kesehatan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Samosir, keselamatan dan kenyamanan wisatawan merupakan bagian penting dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Samosir tidak hanya ingin dikenal karena keindahan alam dan kekayaan budayanya, tetapi juga sebagai daerah tujuan wisata yang memberikan rasa aman, pelayanan yang baik serta kepedulian kepada setiap wisatawan yang datang.

Dengan mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, penguatan aspek keselamatan diharapkan semakin mendukung Samosir sebagai destinasi wisata yang ramah, aman dan memberikan pengalaman terbaik bagi para wisatawan. (D/Smart)

Delapan Kopdes Merah Putih di Toba Rampung 100 Persen, 41 Koperasi Mulai Dibangun

TOBA (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kabupaten Toba melalui Tim Verifikasi dan Validasi melakukan peninjauan pembangunan fisik Gerai, Pergudangan, serta sarana dan prasarana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kelurahan Merah Putih), Sabtu (19/09/2026).

Kegiatan verifikasi dan validasi tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni Desa Lumban Gaol, Kecamatan Balige, dan Desa Sibarani Nasampulu, Kecamatan Laguboti. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan pembangunan fisik sekaligus melihat kelengkapan fasilitas koperasi agar sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan operasional di masing-masing desa.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (Koperindag) Kabupaten Toba, Sofian Sitorus, menyampaikan bahwa pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Toba telah mencakup 243 koperasi.

“Proses pembentukan Kopdes/Kelurahan Merah Putih itu ada 243, walau sebenarnya jumlah desa dan kelurahan ada 244. Namun, ada satu desa di Bonan Dolok yang membuat koperasi merah putih bersama dan itu pun telah kita fasilitasi pembentukannya,” ujar Sofian.

Sofian menjelaskan, pembangunan fisik Kopdes/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Toba saat ini terus berjalan. Dari koperasi yang telah terbentuk, 41 koperasi telah mulai melaksanakan pembangunan fisik, dan delapan koperasi di antaranya telah menyelesaikan pembangunan fisik hingga 100 %.

Selain pembangunan fisik, sebagian besar sarana dan prasarana pendukung koperasi juga telah tersedia dan tersuplai.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari tahapan persiapan agar Kopdes/Kelurahan Merah Putih dapat memiliki fasilitas yang mendukung pelaksanaan kegiatan usaha serta pelayanan kepada masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Tidak hanya pembangunan sarana fisik, Pemerintah Kabupaten Toba juga mempersiapkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi.

“Untuk tahap awal kemungkinan bulan Oktober akan melakukan pelatihan bagaimana meningkatkan SDM perkoperasian secara bertahap di Kabupaten Toba,” tambah Sofian.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan koperasi. Melalui pelatihan yang akan dilaksanakan secara bertahap, para pengelola diharapkan semakin memahami tata kelola perkoperasian serta mampu menjalankan kegiatan koperasi secara profesional.

Kegiatan verifikasi dan validasi pembangunan fisik tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Toba dalam memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan rencana.

Melalui peninjauan langsung ke lapangan, tim dapat melihat perkembangan pembangunan, kondisi sarana dan prasarana, serta berbagai kebutuhan yang masih perlu dipenuhi sebelum koperasi menjalankan kegiatan operasional secara optimal.

Pemerintah Kabupaten Toba berharap pembangunan Kopdes/Kelurahan Merah Putih dapat terus berkembang secara bertahap dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat kegiatan ekonomi serta kelembagaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Dalam kegiatan verifikasi dan validasi tersebut turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Toba Eston Sihotang; Camat Balige Partogi Tambunan; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (PMD PPA) Kabupaten Toba Melati Silalahi; Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Toba Gumianto Simangunsong; petugas verifikasi; perwakilan Inspektorat; kepala desa; serta unsur TNI. (Ds)

Kapolres Binjai Tegaskan Komitmen Berantas Curat, Empat Pelaku Diamankan

BINJAI (Sumut) mediasergap.comKapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen Polres Binjai dalam memberantas tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Komitmen tersebut dibuktikan Satreskrim Polres Binjai dengan mengamankan empat pria yang diduga terlibat kasus Curat di lokasi berbeda, yakni WS (35), SR (30), MA (32), dan NS (33).

Keempatnya diamankan pada 15–16 September 2026. Dari penindakan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor, kunci T, linggis, goni beras, cairan parfum, tang, dan pisau cutter.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hotdiatur A.W. Purba, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan keempat pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Binjai untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Polres Binjai akan terus menindak setiap bentuk tindak pidana dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda. (Roni Kurniawan)

(Sumber: ©Humas Res Binjai)

Gandeng Ratusan Pasukan Gegana Brimob, TNI, Polri, BNN, Rutan I Medan Gelar Razia Gabungan Skala Besar dan Tes Urine Warga Binaan

MEDAN (Sumut) mediasergap.com Rutan Kelas I Medan menyisir seluruh blok hunian warga binaan dalam razia gabungan skala besar yang melibatkan ratusan personel Pasukan Gegana Brimob Polda Sumut, TNI, Polri dan BNN Provinsi, Jumat sore (18/9/2026).

​Langkah taktis ini dibuka melalui Apel Gelar Pasukan yang dipimpin Kakanwil Ditjenpas Sumatera Utara Jalu Yusa Panjang selaku pembima apel didampingi Karutan Kelas I Medan Andi Surya, dengan Ka KPR Yoslan Doloksaribu bertindak sebagai komandan apel.

Pengerahan kekuatan APH ini mencakup 40 personel Pasukan Gegana Sat Brimob, 40 prajurit TNI Yon Zipur 1/DD, 30 personel Polrestabes Medan, 20 personel Koramil, 20 personel Polsek, serta jajaran BNN.

​Razia digelar guna menjalankan instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait pembersihan barang terlarang dan pencegahan gangguan kamtib di lingkungan rutan.

​Dalam penggeledahan di kamar-kamar hunian, petugas menyita sejumlah benda berpotensi rawan seperti mancis, kabel liar, sendok besi, charger telepon seluler dan lainnya namun negattif narkoba.

​Di saat bersamaan, BNN dan tim kesehatan rutan melaksanakan tes urine acak kepada 500 warga binaan. Seluruh sampel menunjukkan hasil negatif narkoba.

Jumlah ini menambah rentetan pemeriksaan sehari sebelumnya yang menyasar 300 tamping rutan dengan hasil yang juga nihil narkoba. Total akumulasi warga binaan yang telah menjalani tes urine mencapai 800 orang dari populasi 3.000 lebih penghuni rutan.

​Karutan Kelas I Medan Andi Surya menyatakan apresiasinya atas keterlibatan penuh ratusan personel penegak hukum lintas instansi.

​“Dukungan penuh Gegana Brimob, Yon Zipur, Kepolisian, Koramil, dan BNN memastikan razia berjalan aman dan terukur. Seluruh barang terlarang hasil penyisiran telah diamankan, dan tes urine 800 warga binaan membuktikan komitmen kami menjaga Rutan I Medan tetap bersih, tertib, dan kondusif,” ujar Andi Surya. (Rel)

Pemkab Samosir Buka Akses Pemberdayaan, 92 Warga Terima Bantuan Usaha Produktif

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Perhatian Pemerintah Kabupaten Samosir terhadap penguatan ekonomi masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai upaya membuka akses pemberdayaan dan dukungan bagi masyarakat yang memiliki usaha maupun keterampilan produktif.

Salah satunya melalui program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara. Tahun ini, sebanyak 92 warga Kabupaten Samosir menerima bantuan UEP, sekaligus menjadi jumlah penerima terbanyak dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara.

Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Samosir, Jumat (18/09/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Setdakab Samosir Tunggul Sinaga yang mewakili Bupati Samosir, mewakili Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Kastro Sitanggang, Kepala Dinsos PMD Kabupaten Samosir Hans Rikardo Sidabutar, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Samosir Immanuel T.P. Sitanggang, serta para penerima bantuan.

Mewakili Bupati Samosir, Asisten I Tunggul Sinaga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Samosir melalui program UEP.

Menurutnya, bantuan tersebut sejalan dengan perhatian Bupati dan Wakil Bupati Samosir dalam mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi, keterampilan, dan usaha yang dimiliki sehingga dapat menjadi sumber penghasilan bagi keluarga.

“Bupati dan Wakil Bupati Samosir sangat menaruh perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat. Berbagai upaya dan pengusulan terus dilakukan agar masyarakat, khususnya pelaku usaha dan mereka yang memiliki keterampilan produktif, mendapatkan dukungan untuk mengembangkan usahanya,” ujar Tunggul.

Ia mengatakan, bantuan UEP juga menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kemandirian ekonomi.

Sementara itu, Kastro Sitanggang menjelaskan bahwa bantuan UEP tersebut sepenuhnya bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara. Pada tahun 2026, program tersebut disalurkan kepada masyarakat di 18 kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Samosir.

Program UEP menyasar masyarakat yang telah memiliki keterampilan maupun usaha rumahan yang membutuhkan dukungan peralatan untuk meningkatkan produktivitas.

Sebelum bantuan disalurkan, pemerintah terlebih dahulu melakukan asesmen dan survei untuk memastikan jenis bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima. Selanjutnya, bantuan akan dipantau melalui monitoring dan evaluasi agar dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Kastro yang merupakan putra asal Salaon, Kecamatan Ronggur Nihuta, juga menyampaikan komitmennya untuk terus membuka ruang dan peluang pemberdayaan bagi masyarakat Samosir.

“Sebagai putra Samosir, tentu ada perhatian dan rasa tanggung jawab untuk melihat masyarakat kita semakin maju. Sepanjang ada ruang dan kesempatan, kita akan berupaya agar Samosir mendapatkan kuota yang lebih banyak, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat diberdayakan melalui program-program seperti ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para penerima agar bantuan yang telah diterima tidak dipindahtangankan maupun dijual, melainkan dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Sebanyak 92 penerima bantuan tersebut berasal dari berbagai bidang usaha dan keterampilan. Rinciannya, pangkas 8 orang, doorsmeer 7 orang, menjahit 15 orang, pembuatan kue 10 orang, perbengkelan sepeda motor 10 orang, pertanian 20 orang, pertukangan bangunan 15 orang, serta salon wanita 7 orang.

Kepala Dinsos PMD Kabupaten Samosir Hans Rikardo Sidabutar mengatakan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Samosir telah mengusulkan calon penerima bantuan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Dari usulan tersebut, sebanyak 92 orang mendapat kesempatan menerima bantuan UEP pada tahun 2026.

“Memang masih banyak yang belum terakomodir. Baru 92 yang mendapat kesempatan tahun ini. Kita berharap ke depan jumlah bantuan dan penerima yang dapat diakomodir semakin besar,” kata Hans.

Menurutnya, program tersebut menunjukkan adanya dukungan pemerintah terhadap masyarakat dalam mengembangkan potensi dan keterampilan yang dimiliki.

Pemkab Samosir, lanjutnya, akan terus melakukan koordinasi dan mengusulkan berbagai program pemberdayaan kepada pemerintah provinsi maupun pihak terkait, sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan mengembangkan usaha.

Bantuan UEP diharapkan tidak sekadar menjadi bantuan peralatan, tetapi dapat menjadi modal produktif yang mendorong peningkatan kapasitas usaha, produktivitas, pendapatan keluarga, serta membuka peluang ekonomi baru di tengah masyarakat.

Dengan sinergi pemerintah daerah dan dukungan program pemberdayaan, masyarakat Samosir diharapkan semakin mampu mengembangkan usaha berdasarkan potensi yang dimiliki, sehingga penguatan ekonomi keluarga dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian daerah. (D/Smart)

Pemkab Samosir Gelar FGD RDTR Pangururan, Tata Ruang Diarahkan Dukung Pembangunan Berkelanjutan

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat perencanaan pembangunan kawasan melalui penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Kecamatan Pangururan Tahun 2026–2046.

Langkah tersebut dibahas melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Kantor Bupati Samosir, Jumat (18/09/2026), dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para pemangku kepentingan serta tokoh masyarakat.

FGD tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan RDTR untuk menghimpun masukan, gagasan, data dan informasi dari berbagai pihak sehingga dokumen tata ruang yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi, potensi serta kebutuhan pembangunan Kecamatan Pangururan secara lebih komprehensif.

Asisten II Sekdakab Samosir, Hotraja Sitanggang, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa kelengkapan data dan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan perencanaan pembangunan yang berkualitas.

Menurutnya, RDTR merupakan instrumen strategis dalam mengarahkan pemanfaatan ruang agar pembangunan dapat berlangsung secara tertib, terarah dan produktif, sekaligus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

“RDTR ini menjadi peta jalan kita ke depan. Setiap jengkal ruang harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan memiliki kejelasan peruntukan serta pola ruangnya,” ujar Hotraja.

Hotraja menjelaskan, karakteristik Kabupaten Samosir yang berada di kawasan Danau Toba membutuhkan pengaturan ruang yang cermat. Perencanaan harus mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Terlebih Kecamatan Pangururan merupakan ibu kota Kabupaten Samosir sekaligus ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Kondisi tersebut membuat Pangururan memiliki dinamika pembangunan yang perlu diantisipasi melalui perencanaan tata ruang yang jelas.

“Pangururan sebagai ibu kota kabupaten tentu memiliki dinamika dan kebutuhan pembangunan yang berbeda. Karena itu, RDTR harus mampu mengatur keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” jelasnya.

Ia menekankan, penyusunan RDTR juga perlu disinkronkan dengan berbagai dokumen perencanaan pembangunan lainnya, termasuk RPJPD, RPJMD dan rencana aksi, sehingga arah pembangunan dapat berjalan selaras dan tidak menimbulkan pertentangan dalam implementasinya.

“Harapan kita, RDTR yang disusun mampu menjawab perkembangan Samosir ke depan. Karena itu, peserta FGD diharapkan memberikan masukan yang konstruktif, gagasan dan usulan berdasarkan kondisi serta kebutuhan di lapangan,” katanya.

Hotraja meminta seluruh OPD yang terlibat memberikan kontribusi melalui data dan informasi yang dibutuhkan dalam proses penyusunan RDTR.

Menurutnya, dokumen tata ruang harus dibangun berdasarkan kondisi riil wilayah, potensi yang dimiliki serta aspirasi masyarakat sehingga dapat menjadi pedoman yang relevan dalam menentukan arah pembangunan kawasan.

“RDTR ini harus mencerminkan aspirasi masyarakat, potensi alam serta prinsip pembangunan berkelanjutan. Mari kita berikan seluruh informasi dan data yang dibutuhkan agar dokumen ini benar-benar dapat menjadi pedoman yang aktual untuk 20 tahun ke depan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh tahapan penyusunan RDTR dapat dilaksanakan secara serius, terintegrasi dan partisipatif sehingga dokumen yang dihasilkan tidak sekadar menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar dapat digunakan sebagai pedoman pembangunan dan pemanfaatan ruang di Kecamatan Pangururan.

Dalam FGD tersebut, konsultan PT Bumi Toran Kencana Jenius turut memaparkan kerangka umum dan rencana awal penyusunan RDTR Wilayah Perencanaan Kecamatan Pangururan.

Penyusunan RDTR diarahkan untuk menciptakan ruang yang produktif dan berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan pembangunan saat ini sekaligus kepentingan generasi mendatang.

Penataan ruang juga diharapkan mampu menciptakan kawasan yang aman dan nyaman untuk ditempati serta mendukung aktivitas produktif masyarakat.

Selain itu, RDTR yang disusun nantinya akan diintegrasikan dengan sistem Online Single Submission (OSS). Integrasi tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan dalam pemanfaatan ruang sekaligus mendukung kepastian dan kemudahan kegiatan usaha serta investasi sesuai dengan ketentuan tata ruang.

Konsultan menjelaskan, posisi Kecamatan Pangururan sebagai Pusat Kegiatan Lokal sekaligus ibu kota Kabupaten Samosir menjadikan kawasan tersebut memiliki peran strategis dalam perkembangan wilayah.

Karena itu, diperlukan pemanfaatan ruang yang terarah agar perkembangan kawasan dapat berlangsung secara terencana dan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat di masa mendatang.

Proses penyusunan RDTR akan diawali dengan tahap persiapan, dilanjutkan dengan pengumpulan data dan informasi dari berbagai sektor. Data tersebut kemudian dianalisis untuk memperoleh gambaran kondisi wilayah sekaligus menentukan arah pengembangan kawasan.

Sejumlah aspek akan menjadi bahan analisis, termasuk kondisi wilayah, potensi kawasan serta berbagai alternatif pengembangan ruang yang dapat diterapkan.

Hasil analisis selanjutnya akan dituangkan dalam rancangan RDTR hingga rancangan akhir yang nantinya menjadi dasar penetapan melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

Seluruh proses penyusunan RDTR dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun peraturan daerah yang berlaku.

Melalui FGD tersebut, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan data, informasi dan masukan.

Dengan proses penyusunan yang partisipatif dan berbasis data, RDTR Kecamatan Pangururan 2026–2046 diharapkan mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai arah perkembangan kawasan sekaligus menjadi pedoman pemanfaatan ruang yang tertib, terarah, produktif dan berkelanjutan selama 20 tahun ke depan. (D/Smart)

Tingkatkan Kompetensi Wartawan, PWI Sumut Gandeng Dewan Pers Gelar UKW

MEDAN (Sumut) mediasergap.com Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara bekerja sama dengan Dewan Pers akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada 8-9 Oktober 2026 di Kota Medan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan melalui pengujian sesuai jenjang kompetensi yang ditetapkan dalam pelaksanaan UKW.

Ketua PWI Sumatera Utara, H. Farianda Putra Sinik, didampingi Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Sugiatmo, mengatakan UKW yang difasilitasi Dewan Pers tersebut akan diawali dengan kegiatan Pra-UKW pada 1 Oktober 2026.

"UKW fasilitasi Dewan Pers di Medan ini akan dilaksanakan oleh dua Lembaga Uji Kompetensi Wartawan, yakni LUKW PWI dan LUKW Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)," ujar Farianda di Medan, Jumat (18/09/2026).

Menurut Farianda, pelaksanaan UKW tersebut menyediakan total 54 peserta yang terbagi dalam sembilan kelas. LUKW PWI mendapat kuota sebanyak 30 peserta atau lima kelas, sedangkan LUKW Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) mendapat kuota 24 peserta atau empat kelas.

"Jadi total UKW yang difasilitasi Dewan Pers di Medan yang digelar 8-9 Oktober 2026 nanti akan ada sembilan kelas," katanya.

Untuk UKW yang dilaksanakan melalui LUKW PWI, kelas yang dibuka terdiri atas dua kelas jenjang Muda, dua kelas Madya dan satu kelas Utama.

Farianda menjelaskan, khusus untuk jenjang Madya dan Utama akan diprioritaskan bagi anggota PWI.

Pembagian jenjang tersebut memberikan kesempatan kepada wartawan untuk mengikuti pengujian sesuai tingkat kompetensi yang dipersyaratkan dalam pelaksanaan UKW.

Farianda menyampaikan, pendaftaran peserta UKW akan dibuka mulai 21 hingga 25 September 2026.

Ia mengimbau wartawan yang berminat mengikuti UKW agar memanfaatkan masa pendaftaran dan mempersiapkan persyaratan yang telah ditentukan.

"Bagi wartawan yang berminat mengikuti UKW tersebut, informasi lebih lanjut bisa diperoleh langsung di Sekretariat PWI Sumut, Jalan Adinegoro No. 4 Medan," ujarnya.

Melalui pelaksanaan UKW tersebut, PWI Sumatera Utara berharap semakin banyak wartawan yang memiliki kompetensi sesuai jenjangnya serta mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, beretika dan bertanggung jawab kepada masyarakat. (Jetrin S)

(copyright: Medan_Pos_Online.com)

Penegakan Perda Diperkuat, Satpol PP Toba Tingkatkan Penertiban dan Pembinaan

TOBA (Sumut) mediasergap.com Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Toba mencatat sebanyak 56 kegiatan penegakan Peraturan Daerah (Perda) sepanjang tahun 2026. Kegiatan tersebut mencakup berbagai bentuk penertiban dan pembinaan masyarakat dalam rangka menjaga ketenteraman, ketertiban umum, serta kepatuhan terhadap peraturan daerah.

Kasatpol PP Kabupaten Toba, Tagon M. Sihotang, mengatakan seluruh pelaksanaan tugas penegakan Perda berpedoman pada Peraturan Daerah Kabupaten Toba Nomor 6 Tahun 2024 tentang Perlindungan Masyarakat dan Ketertiban Umum.

Menurut Tagon, terdapat 16 fokus ketertiban yang menjadi bagian dari penegakan Perda tersebut, di antaranya ketertiban tata ruang, lingkungan, reklame, bangunan, sosial, dan kependudukan.

"Selama tahun 2026 Satpol PP telah melakukan banyak kegiatan. Ada 56 kegiatan yang telah dilaksanakan dan ke depan tentunya akan lebih banyak lagi yang kita lakukan dalam rangka penegakan peraturan daerah di Kabupaten Toba," ujar Tagon saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/09/2026).

Ia menjelaskan, Satpol PP Kabupaten Toba memiliki tiga bidang utama yang menangani penegakan Perda, perlindungan masyarakat (Linmas), serta pemadam kebakaran. Dalam pelaksanaan penegakan Perda, kegiatan di lapangan didominasi oleh penertiban pedagang kaki lima (PKL), khususnya di kawasan Kota Balige, Laguboti dan Porsea.

Selain penertiban PKL, Satpol PP Toba juga menjalin koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara di Toba dalam melakukan pembinaan terhadap siswa yang ditemukan berkeliaran pada jam belajar.

"Siswa yang kita temukan akan kita kembalikan ke sekolah setelah terlebih dahulu diberikan pembinaan dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya," katanya.

Ke depan, Satpol PP Kabupaten Toba akan meningkatkan kegiatan penertiban terhadap PKL serta bangunan yang belum memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut hasil rapat yang dipimpin Wakil Bupati Toba beberapa waktu lalu.

Tagon mengatakan, penertiban terhadap bangunan akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan pembinaan dan teguran terlebih dahulu. Apabila pelanggaran tetap berlanjut, tindakan penertiban maupun pembongkaran dapat dilakukan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memahami dan mematuhi berbagai ketentuan yang telah diatur dalam Perda Nomor 6 Tahun 2024.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tertib dalam mematuhi Perda tersebut. Kami berharap masyarakat tidak bertindak jauh dari peraturan daerah agar Kabupaten Toba semakin maju menuju Toba Mantap 2029," ujarnya.

Tagon menyampaikan, dalam menjalankan tugas di lapangan Satpol PP Toba masih menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama terkait jumlah personel dan armada pendukung, termasuk kendaraan patroli.

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan komitmen Satpol PP Toba untuk terus memberikan pelayanan dan menjalankan tugas penegakan Perda di seluruh wilayah Kabupaten Toba.

Dalam upaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat, Satpol PP Toba pada tahun 2026 juga menerima satu unit kendaraan pemadam kebakaran melalui pengadaan pemerintah daerah.

"Kita baru menerima satu unit pemadam kebakaran atas atensi pimpinan. Semoga armada pemadam kebakaran ini bisa digunakan dengan baik dalam melayani masyarakat," katanya.

Keberadaan armada tersebut diharapkan dapat mendukung respons petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat ketika terjadi kebakaran maupun kondisi lain yang membutuhkan penanganan pemadam kebakaran.

Sementara dalam bidang perlindungan masyarakat, Satpol PP Toba dalam waktu dekat akan melakukan pengukuhan terhadap sekitar 900 relawan Linmas yang tersebar di Seluruh Kecamatan dan Desa di Kabupaten Toba.

Tagon berharap keberadaan para relawan tersebut dapat memperkuat dukungan terhadap Pemerintah Desa, Kecamatan, maupun Pemerintah Kabupaten Toba dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat.

"Harapan kami ke depan kiranya Pemerintah Daerah dapat mengalokasikan anggaran dan personel untuk memaksimalkan kinerja di Satuan Polisi Pamong Praja," pungkasnya.

Dengan dukungan personel, sarana dan prasarana serta partisipasi masyarakat, Satpol PP Toba diharapkan semakin optimal dalam menjalankan fungsi penegakan Perda, perlindungan masyarakat dan pelayanan pemadam kebakaran, sehingga tercipta lingkungan yang tertib, aman dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Toba. (Ds)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport