Media Sergap -->



Headline

Peduli Kebersamaan, Ketua AJMI Ryan Sinaga Bagikan Seragam Wartawan Liputan Kodam I/BB dan Jajaran

MEDAN (Sumut) mediasergap.comWujud kepedulian terhadap rekan-rekan jurnalis yang sehari-hari bertugas meliput kegiatan di lingkungan Kodam I/Bukit Barisan (I/BB), Ketua Aliansi Jurnalis Militer Indonesia (AJMI), Ryan Sinaga, membagikan pakaian seragam kepada belasan wartawan di Café Belakang Makodim Medan, Rabu (05/08/2026).

Secara simbolis, Ryan Sinaga menyerahkan kemeja safari berwarna biru yang terbuat dari bahan berkualitas, sejuk, dan nyaman digunakan saat menjalankan tugas peliputan di lapangan.

Ryan Sinaga yang juga merupakan owner media online OKEBUNG.com mengatakan, pengadaan seragam tersebut sepenuhnya menggunakan dana pribadinya sebagai bentuk rasa cinta, kepedulian, dan penghargaan terhadap kebersamaan para wartawan yang selama ini bersama-sama meliput berbagai kegiatan TNI, khususnya di wilayah Kodam I/BB.

Menurutnya, AJMI dibentuk sebagai wadah untuk memperkuat sinergi antara insan pers dengan jajaran TNI, sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberitaan mengenai kegiatan TNI agar tersampaikan secara cepat, akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Seragam ini bukan hanya sebagai identitas, tetapi juga menjadi simbol kekompakan, profesionalisme, dan semangat kebersamaan di antara wartawan yang meliput di lingkungan Kodam I/Bukit Barisan.

"Semoga dapat semakin mempererat silaturahmi dengan jajaran TNI serta meningkatkan kualitas publikasi berbagai kegiatan positif TNI kepada masyarakat," ujar Ryan.

Ia menambahkan, penggunaan seragam wartawan memiliki banyak manfaat, di antaranya menunjukkan identitas profesi jurnalis saat bertugas, meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme ketika melakukan peliputan maupun wawancara, serta memudahkan narasumber, panitia, aparat, dan masyarakat mengenali wartawan sehingga koordinasi di lapangan menjadi lebih efektif.

Selain itu, seragam juga menciptakan keseragaman dan kekompakan antarsesama wartawan, membangun citra positif organisasi pers, meningkatkan keamanan saat bertugas di lokasi keramaian atau kegiatan resmi, serta menumbuhkan rasa bangga, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan profesi jurnalistik sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

Bagi AJMI, seragam wartawan bukan sekadar pakaian kerja, melainkan simbol integritas, profesionalisme, dan komitmen insan pers dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, serta dapat dipercaya kepada masyarakat. Melalui semangat kebersamaan tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara wartawan dan jajaran Kodam I/Bukit Barisan semakin erat demi mendukung penyebarluasan informasi yang edukatif, objektif, dan membangun. (Rel)

Dari Panggung Musik hingga UMKM, Tao Toba JouJou Gerakkan Ekonomi Samosir

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Festival Tao Toba JouJou 2026 kembali menghadirkan semarak hiburan dan geliat ekonomi masyarakat di kawasan Danau Toba. Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati Segmen V Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (6/8/2026) malam.

Tidak sekadar menjadi ruang hiburan, festival yang menggabungkan pertunjukan musik, kuliner lokal, dan pameran produk UMKM ini turut menghadirkan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan kepada masyarakat dan wisatawan.

Sejak pukul 19.00 WIB, kawasan waterfront yang berada tepat di tepian Danau Toba tersebut mulai dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya area pertunjukan maupun stan UMKM yang menawarkan beragam produk dan kuliner khas daerah.

Kemeriahan semakin meningkat ketika Marsada Band tampil di atas panggung. Grup musik dengan sentuhan khas Batak tersebut berhasil menghibur ribuan penonton melalui sejumlah lagu andalannya.

Suasana semakin semarak dengan nyanyian bersama dan sorak-sorai penonton yang memenuhi kawasan Waterfront City Pangururan. Kehadiran Marsada Band menjadi salah satu daya tarik utama pada malam pertama penyelenggaraan Festival Tao Toba JouJou 2026.

Sebelumnya, Aruna Trio turut menghangatkan suasana dengan penampilan musik yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Perpaduan pertunjukan musik dengan pameran UMKM membuat festival ini tidak hanya menjadi tempat masyarakat menikmati hiburan, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk lokal. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan sekaligus mencicipi kuliner dan melihat berbagai produk yang ditawarkan pelaku UMKM.

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, yang turut hadir bersama masyarakat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengunjung yang telah ikut menjaga ketertiban selama berlangsungnya acara.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan wisatawan yang telah hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib. Kita buktikan bahwa Samosir adalah daerah berbudaya yang nyaman untuk dikunjungi,” ujar Ariston.

Menurutnya, kegiatan yang memadukan budaya, hiburan dan ekonomi kreatif tersebut menunjukkan bahwa potensi lokal Samosir memiliki daya tarik yang mampu mendukung peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap semakin banyak wisatawan yang datang ke Samosir. Dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pengrajin, pedagang kuliner, hingga sektor jasa lainnya,” tambahnya.

Ariston juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan dan keramahan dalam setiap kegiatan yang berlangsung di Samosir.

Menurutnya, suasana yang aman, nyaman dan bersih merupakan bagian penting dalam membangun citra Samosir sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan Danau Toba.

Festival Tao Toba JouJou yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan pariwisata dapat dikembangkan secara terintegrasi dengan sektor ekonomi kreatif dan UMKM.

Di balik kemeriahan panggung dan riuh tepuk tangan penonton, terdapat peluang ekonomi yang ikut tumbuh. Pelaku UMKM memperoleh ruang untuk memperluas pasar, produk dan kuliner lokal semakin dikenal, sementara meningkatnya aktivitas wisata turut mendorong pergerakan sektor perdagangan dan jasa.

Ketika musik menggema di tepian Danau Toba, Samosir tidak hanya tampil sebagai daerah dengan panorama alam yang indah, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi budaya, kreativitas dan ekonomi masyarakat.

Festival Tao Toba JouJou 2026 pun menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa kekuatan pariwisata Samosir tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga pada budaya, keramahan masyarakat, kreativitas pelaku UMKM serta berbagai atraksi yang mampu memberikan pengalaman berkesan bagi wisatawan. (D/Smart)



Festival Tao Toba Joujou 2026 Resmi Dimulai, Samosir Bidik Penguatan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Festival Tao Toba Joujou 2026 kembali digelar untuk keempat kalinya di Kabupaten Samosir. Festival yang menjadi kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Bank Indonesia ini resmi dibuka oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, di Segmen V Waterfront City Pangururan, Kamis (06/08/2026).

Pembukaan ditandai dengan petikan benang pada tenun ulos sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan festival yang akan berlangsung selama empat hari. Proses penenunan ulos akan terus berlanjut hingga penutupan festival sebagai makna keberlanjutan dalam merajut budaya, memperkuat kolaborasi, serta menggerakkan perekonomian masyarakat.

Mengusung tema "Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi: Sinergi Penguatan Potensi Daerah untuk Akselerasi Pariwisata Danau Toba", Festival Tao Toba Joujou menjadi ruang sinergi antara pelestarian budaya, pengembangan UMKM, sektor pertanian, digitalisasi ekonomi, dan penguatan sektor pariwisata.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan Parade Budaya dan Agro yang diikuti seluruh kecamatan di Kabupaten Samosir. Beragam potensi daerah ditampilkan melalui miniatur khas, busana adat, pertunjukan seni, hingga komoditas pertanian unggulan yang menjadi identitas masing-masing wilayah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Samosir bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga juga menandatangani komitmen pembentukan Tim Percepatan Ekspor Kabupaten Samosir sebagai langkah memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan daerah agar mampu bersaing di Tingkat Nasional maupun Internasional.

Hadir dalam pembukaan festival antara lain Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah, Deputi Direktur OJK Regional 5 Sumatera Sapriandi, Kepala Divisi Edukasi, Humas, dan Hubungan Kelembagaan LPS I Pramuji Novri Haryanto, Deputi Direktur Bank Indonesia Sumatera Utara Darius Tirtosuharto, jajaran perbankan, BPODT, Forkopimda, Alinea 6, Ketua TP PKK Kabupaten Samosir Kennauli A. Sidauruk beserta jajaran, para asisten, Staf Ahli Bupati, serta pimpinan OPD Kabupaten Samosir.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, mengatakan Festival Tao Toba Joujou merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM, digitalisasi, dan pariwisata.

"Bank Indonesia memiliki tugas mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu kami sangat senang ketika peran tersebut disambut pemerintah daerah melalui kolaborasi yang kuat," ujar Riza.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini menghadirkan konsep yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain pameran UMKM, festival budaya, dan business matching, untuk pertama kalinya digelar Samosir Run yang ditargetkan menjadi agenda tahunan berskala nasional.

Riza juga mengapresiasi sinergi yang terus terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Samosir. Menurutnya, Festival Tao Toba Joujou merupakan bagian dari rangkaian Festival Karya Kreatif Indonesia yang akan berlangsung di Jakarta pada Agustus mendatang. Produk-produk unggulan dari wilayah kerja Bank Indonesia Sibolga akan dipromosikan di tingkat nasional. Selama pelaksanaan festival, Bank Indonesia menargetkan sekitar 55 ribu pengunjung hadir di Festival Tao Toba Joujou 2026.

Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang kembali mempercayakan Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah festival.

"Selamat datang di Samosir, negeri indah kepingan surga. Terima kasih kepada Bank Indonesia yang kembali membawa Festival Tao Toba Joujou ke Kabupaten Samosir," kata Vandiko.

Menurutnya, festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang yang mempertemukan budaya, pariwisata, UMKM, dan sektor pertanian dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

"Di sini kita melihat bagaimana budaya, UMKM, dan sektor agro bertemu. Tidak hanya menampilkan potensi, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari Bank Indonesia agar mampu naik kelas hingga menembus Pasar Internasional," ujarnya.

Vandiko menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Tao Toba Joujou telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Para pelaku UMKM memperoleh kesempatan memperluas pasar dan meningkatkan nilai jual produknya. Karena itu, ia berharap festival ini dapat terus diselenggarakan di Kabupaten Samosir.

"Dengan komunikasi yang baik, Tao Toba Joujou dapat kembali hadir di Samosir. Festival ini sudah sangat melekat dengan Samosir dan kami berharap dapat kembali digelar tahun depan karena manfaatnya sangat besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat," ungkapnya.

Bupati juga optimistis transaksi ekonomi digital selama festival akan terus meningkat. Pada tahun 2024 nilai transaksi elektronik tercatat mencapai Rp.1,9 miliar, kemudian meningkat menjadi sekitar Rp.2,5 miliar pada tahun 2025.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha, Pemerintah Kabupaten Samosir akan meningkatkan plafon pembiayaan UMKM hingga Rp.100 juta dengan bunga nol persen yang ditanggung Pemerintah Daerah.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan business matching pembiayaan kepada pelaku usaha, masing-masing dari Bank Sumut sebesar Rp.500 juta, BNI Rp.300 juta, Bank Mandiri Rp.200 juta, dan BRI Rp.170 juta.

Festival Tao Toba Joujou 2026 menghadirkan beragam kegiatan, di antaranya Festival Ulos Boruni Raja, Festival Kopi Para Raja, kuliner khas Batak, pertunjukan budaya, kompetisi lokal, talkshow, layanan pembayaran digital, pasar murah pengendalian inflasi, hingga penampilan artis lokal dan grup musik nasional Cokelat.

Lebih dari sekadar agenda tahunan, Festival Tao Toba Joujou telah berkembang menjadi simbol bagaimana budaya mampu menjadi kekuatan ekonomi. Melalui kolaborasi berbagai pihak, festival ini tidak hanya melestarikan warisan budaya Batak, tetapi juga membuka peluang usaha, memperkuat daya saing produk lokal, dan semakin meneguhkan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata unggulan yang bertumpu pada identitas budaya dan kesejahteraan masyarakat. (D/Smart)

Buka Kampanye Germas Dalam ISPS 2026, Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Penurunan Stunting

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.comWali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, didampingi Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Erwin Suheri Damanik dan Ketua TP PKK Kota Tebing Tinggi, Ny. Hj. Susmira Wanti Iman Irdian, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Kampanye dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam Intervensi Serentak Pencegahan Stunting (ISPS) Kota Tebing Tinggi Tahun 2026 yang digelar di Puskesmas Pembantu (Pustu) Persiakan, Jalan Pulau Sumbawa, Gang Madura, Kamis (06/08/2026).

Mengawali sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas penurunan angka stunting di Kota Tebing Tinggi yang tercatat mengalami penurunan secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Dari 2,1 % pada tahun 2023 menjadi 1,5 % pada tahun 2025, ini angka yang sangat signifikan, alhamdulillah. Ini tidak lepas dari doa dan dukungan Bapak dan Ibu sekalian, serta seluruh stakeholder," ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa Germas memiliki peran yang sangat strategis dalam menekan angka stunting. Pencegahan stunting, menurutnya, harus dimulai dari lingkungan keluarga yang sehat, mencakup kondisi ibu yang sehat sebelum dan selama masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif pada bayi, asupan gizi seimbang bagi balita, imunisasi lengkap, pemantauan pertumbuhan secara rutin, hingga penyediaan sanitasi lingkungan yang baik.

"Seluruh upaya tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi Germas," tegas Wali Kota.

Wali Kota pun berharap sinergi dan kolaborasi yang solid antar pemangku kepentingan dalam menggerakkan Germas dan pencegahan stunting dapat terus terjaga secara berkelanjutan.

"Tolong hadir di tengah-tengah masyarakat, bersama kader Posyandu dilibatkan. Dengan memohon ridho dari Allah SWT, kegiatan ini saya buka secara resmi dan terbuka untuk umum," pungkas Wali Kota.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi, dr. Fitri Sari Saragih, selaku Ketua Panitia melaporkan tren positif penurunan prevalensi stunting di Kota Tebing Tinggi.

"Tahun 2023 sebanyak 2,1 %, tahun 2024 sebanyak 1,7 %, dan tahun 2025 sebanyak 1,5 %. Hal ini tentu tidak lepas dari arahan dan bimbingan Bapak Wali Kota beserta seluruh stakeholder serta dinas terkait yang beririsan dengan upaya pencegahan stunting ini," ungkap Kadis Kesehatan.

Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, serta peran aktif pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait melalui pergerakan Germas dalam mendukung upaya penurunan dan pencegahan stunting di Kota Tebing Tinggi.

Rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan vitamin, peninjauan pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta posyandu di Pustu Persiakan, dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Camat Padang Hulu Nanda Aulia Yusuf, para Lurah se-Kecamatan Padang Hulu, tamu undangan, serta tim peliputan Diskominfo Kota Tebing Tinggi. (Ajs)

Bupati Toba Minta Pejabat Baru Hadirkan Pelayanan Publik yang Cepat dan Akuntabel

BALIGE (Sumut) mediasergap.comBupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, melantik dan mengambil sumpah/janji 39 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba di Balai Data Kantor Bupati Toba, Kamis (06/08/2026). Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sebanyak 39 pejabat yang dilantik terdiri dari enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 16 Pejabat Administrator, dan 17 Pejabat Fungsional. Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil uji kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang telah dilaksanakan pada Juli 2026.

Adapun enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik yakni Donny Raymond Simamora sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Porman Nainggolan sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tumpal Panjaitan sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Wanri Josua sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan, Tagom M. Sihotang sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, serta Maradu Napitupulu sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Dalam arahannya, Bupati Effendi Sintong P. Napitupulu menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan langkah strategis untuk menyegarkan organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Para pejabat yang baru dilantik diminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami tugas dan fungsi jabatan, serta memberikan kinerja terbaik bagi masyarakat.

Menurut Bupati, integritas, loyalitas, disiplin, dan tanggung jawab harus menjadi landasan utama dalam menjalankan amanah sebagai aparatur sipil negara. Selain itu, setiap pejabat dituntut mampu membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung kelancaran pelaksanaan program pembangunan.

Bupati juga menekankan pentingnya menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap birokrasi yang semakin modern.

Sebagai daerah tujuan pariwisata super prioritas, Effendi mengajak seluruh perangkat daerah menciptakan iklim kerja yang kondusif, memperkuat solidaritas antarpegawai, serta melibatkan masyarakat dan dunia usaha dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan seluruh aparatur agar terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika birokrasi, menghindari konflik kepentingan, serta membangun citra positif pemerintah melalui pelayanan yang profesional dan responsif.

Khusus kepada Para Camat yang baru dilantik, Bupati menegaskan agar menjadi ujung tombak pelayanan pemerintah di Tingkat Kecamatan. Camat diminta peka terhadap persoalan masyarakat, mampu mengambil langkah cepat dan inovatif, memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta mengoptimalkan pelayanan publik berbasis digital. Para camat juga diminta menempati rumah dinas yang telah disediakan agar lebih dekat dengan masyarakat dan siap memberikan pelayanan kapan pun dibutuhkan.

Sementara itu, kepada pejabat fungsional, Bupati berpesan agar terus meningkatkan profesionalisme dan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan.

"Saya percaya, dengan semangat, kerja keras, dedikasi yang tinggi, dan kebersamaan, kita mampu mewujudkan Toba Mantap 2029," tegas Effendi.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, Sekretaris Daerah Paber Napitupulu, Ketua TP PKK Kabupaten Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu, Para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala BKPSDM Donald Simanjuntak, Plt. Inspektur Ronald Gultom, Pimpinan Perangkat Daerah, serta tamu undangan lainnya. (Ds)

Pemkab Samosir Gelar Pasar Murah Selama Festival Tao Toba Joujou 2026, Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat

PANGURURAN (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kabupaten Samosir bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Perum Bulog menggelar Pasar Murah dalam rangka Gerakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (GSPHP) selama pelaksanaan Festival Tao Toba Joujou 2026, yang berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 di kawasan Waterfront City Pangururan.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Samosir dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama festival berlangsung.

Melalui pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah komoditas pangan penting, di antaranya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) serta Minyakita, yang disediakan sesuai ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, ST bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, SE, MM mengajak masyarakat memanfaatkan pelaksanaan pasar murah sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

Selain menjadi ajang promosi pariwisata melalui Festival Tao Toba Joujou, pelaksanaan pasar murah juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Kehadiran wisatawan yang dipadukan dengan program stabilisasi pangan menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Samosir berharap sinergi bersama Bank Indonesia dan Perum Bulog terus diperkuat untuk mendukung pengendalian inflasi daerah, menjaga ketersediaan pangan, serta menciptakan stabilitas harga yang berkelanjutan.

"Belanja Hemat, Keluarga Sehat." Melalui Gerakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen menghadirkan pangan yang terjangkau bagi masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi daerah. (D/Smart)

Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Apartemen Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar

Medan (Sumut) mediasergap.comDirektorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara membongkar jaringan penipuan daring (online scamming) berskala internasional yang beroperasi di salah satu unit Apartemen di Medan. Dalam kasus ini, polisi menetapkan seorang pria berinisial FM sebagai tersangka yang diduga berperan sebagai salah satu otak sindikat tersebut.

Direktur Reserse Siber Polda Sumut, Kombes Pol. Dr. Bayu Wicaksono, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari penyelidikan yang dilakukan pada Selasa (28/7/2026). Dari lokasi penggerebekan, penyidik menyita dua unit mobil mewah yang diduga berasal dari hasil kejahatan, satu unit sepeda motor, sejumlah telepon genggam berbagai merek, laptop, serta perangkat komunikasi lain yang digunakan para pelaku dalam menjalankan aksinya.

"Jaringan penipuan online ini merupakan jaringan internasional. Pelaku dan rekan-rekannya pernah bekerja di Kamboja hampir satu tahun dan selama di sana juga melakukan aksi online scamming," kata Bayu saat konferensi pers di Mapolda Sumut, Kamis (6/8/2026).

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan lima orang. Selain FM yang telah ditetapkan sebagai tersangka, turut diamankan dua warga negara Pakistan, seorang warga negara India, serta seorang perempuan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Mereka masing-masing berinisial Tiara, Mujahid, Ayub Zain, dan Karandeb Singh.

Menurut Bayu, seluruhnya diketahui pernah tinggal dan menjalankan aktivitas penipuan daring di Kamboja sebelum akhirnya kembali ke negara masing-masing pada akhir 2025. Pada Februari 2026, mereka kembali berkomunikasi dan sepakat berkumpul di Kota Medan untuk melanjutkan aktivitas kejahatan tersebut.

"Modus operandi mereka berbeda-beda. Khusus FM berperan sebagai petugas OJK, sedangkan yang lain berpura-pura menjadi anggota kepolisian dan petugas Kominfo," ujarnya.

Selain menjalankan modus penipuan dengan mengaku sebagai aparat dan pejabat pemerintah, sindikat ini juga melakukan love scamming untuk mencari calon korban. Para pelaku membuat akun Facebook menggunakan identitas perempuan guna membangun hubungan dan memperoleh kepercayaan target.

"Mereka membuat akun Facebook seolah-olah seorang perempuan untuk berteman dengan calon korbannya," ujar Bayu.

Aksi tersebut berlangsung sejak Februari hingga Juli 2026. Karena belum menemukan target yang sesuai di Indonesia, para pelaku kemudian memperluas sasaran ke India.

Polda Sumut menduga terdapat sejumlah korban di India yang menjadi sasaran sindikat tersebut. Untuk itu, penyidik akan berkoordinasi dengan Konsulat India dan Konsulat Kamboja guna menindaklanjuti dugaan tindak pidana lintas negara tersebut.

Sementara itu, korban yang dapat diproses berdasarkan yurisdiksi hukum Indonesia adalah seorang perempuan berinisial Bunga (nama samaran), warga Kalimantan, yang mengalami kerugian hingga Rp6,7 miliar.

Dalam menjalankan aksinya, FM menghubungi korban dengan mengaku sebagai petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia menyampaikan bahwa korban sedang dipantau kepolisian terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"FM mengaku sebagai petugas OJK dan mengatakan korban sedang dipantau polisi terkait TPPU. Setelah itu, rekan FM menghubungi korban dengan mengaku sebagai anggota kepolisian dan petugas Kominfo. Karena panik, korban akhirnya mentransfer uang secara bertahap hingga total Rp6,7 miliar," jelas Bayu.

Bayu mengungkapkan, korban sempat tidak menyadari dirinya menjadi sasaran penipuan. Bahkan ketika penyidik mencoba menghubungi korban saat proses penyelidikan, informasi tersebut justru diteruskan kepada para pelaku karena korban telanjur mempercayai mereka.

"Saat penyelidikan, korban sempat kami hubungi. Namun pesan kami diteruskan kepada tersangka karena korban sangat percaya. Setelah pelaku berhasil diamankan, barulah kasus ini dapat diungkap," katanya.

Terkait tiga warga negara asing yang turut diamankan, Bayu menjelaskan bahwa ketiganya masih berstatus sebagai saksi. Hal itu karena dugaan tindak pidana yang melibatkan mereka berkaitan dengan korban di India dan Kamboja sehingga berada di luar yurisdiksi penegakan hukum Indonesia.

Penyidik masih terus mendalami jaringan tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain dan aliran dana hasil kejahatan yang diduga melibatkan lintas negara. (Red)

Bupati Samosir Tekankan Percepatan Realisasi Anggaran dan Optimalisasi PAD untuk Mendorong Pembangunan Daerah

Samosir (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan melalui percepatan realisasi anggaran serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang nyata, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Bupati Samosir menegaskan bahwa bersama Wakil Bupati, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) didorong untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan agar target pembangunan dapat tercapai secara efektif dan tepat waktu.

"Semangat pembangunan yang berkelanjutan harus diwujudkan melalui percepatan realisasi anggaran. Tujuan kita tetap satu, yakni menghadirkan hasil pembangunan yang nyata, terukur, serta berdampak langsung bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Samosir," ujar Bupati.

Di tengah kebijakan efisiensi fiskal, Pemerintah Kabupaten Samosir juga menempatkan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah sebagai salah satu prioritas utama dalam memperkuat kapasitas keuangan daerah. Berbagai strategi terus dilakukan, mulai dari inovasi dalam pengelolaan pendapatan, penguatan sistem administrasi, hingga perluasan basis penerimaan daerah guna mencapai bahkan melampaui target PAD yang telah ditetapkan.

Selain itu, pemerintah daerah terus memperkuat dukungan terhadap peningkatan kualitas fasilitas pelayanan publik dan pengembangan sumber daya manusia. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi penting untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah sekaligus mempercepat tercapainya pembangunan yang berdaya saing.

Bupati optimistis bahwa melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, seluruh OPD, dan berbagai pemangku kepentingan, pembangunan di Kabupaten Samosir akan semakin maju dan berkelanjutan.

"Dengan kolaborasi, komitmen, dan inovasi yang terus kita bangun, saya yakin Samosir akan semakin maju, mandiri secara fiskal, serta mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," tutup Bupati. (D/Smart)

Bappelitbangda Toba Gelar Lomba Inovasi Perangkat Daerah, Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

BALIGE (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kabupaten Toba melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) terus mendorong lahirnya inovasi di lingkungan pemerintahan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat daya saing daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Inovasi Perangkat Daerah Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (5–6/8/2026), di Ruang Rapat Staf Ahli Bupati Toba, Balige. Kegiatan ini diikuti 25 peserta yang terdiri atas 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 13 Kecamatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappelitbangda Kabupaten Toba, Sumiaty Sinaga, melalui Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan dan Inovasi, Gibson Sitinjak, mengatakan bahwa lomba tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk membangun budaya inovasi di setiap perangkat daerah.

Menurut Gibson, setiap tahun pemerintah melakukan penilaian terhadap Indeks Inovasi Daerah. Karena itu, seluruh perangkat daerah didorong untuk menghadirkan berbagai terobosan yang mampu menjawab tantangan serta menyelesaikan persoalan di lingkungan kerja masing-masing.

"Melalui kegiatan ini kami ingin merangsang perangkat daerah untuk terus berinovasi dalam menghadapi berbagai persoalan, baik di lingkungan perangkat daerah maupun pemerintah daerah secara umum. Inovasi yang lahir diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, inovasi tidak semata-mata bertujuan meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah, tetapi juga menjadi instrumen dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, serta menciptakan pemerintahan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pada penyelenggaraan tahun ini, lomba dibagi menjadi dua kategori, yakni kategori Organisasi Perangkat Daerah dan kategori Kecamatan. Pemenang direncanakan diumumkan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Proses penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek rancang bangun inovasi, tujuan dan manfaat yang dihasilkan, pemenuhan kriteria inovasi, hingga kemampuan peserta mempresentasikan implementasi inovasinya di hadapan dewan juri.

Tim juri terdiri dari Staf Ahli Bupati Toba Sahat Manullang, Augus Sitorus, Darwin Sianipar, Asisten Pemerintahan Eston Sihotang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jonni Lubis, serta Asisten Administrasi Umum Verri Napitupulu.

Ketua Tim Juri, Jonni Lubis, menegaskan bahwa pengembangan inovasi di lingkungan Pemerintah Daerah merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mendorong setiap daerah terus melakukan pembaruan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Melalui kegiatan ini kami ingin memotivasi seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi. Inovasi yang lahir diharapkan mampu menghilangkan berbagai hambatan birokrasi sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien," katanya.

Selama proses penilaian, setiap peserta mempresentasikan inovasi yang telah dikembangkan melalui tayangan video, kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara bersama tim juri guna menggali implementasi, keberlanjutan, serta dampak inovasi yang telah diterapkan.

Jonni berharap seluruh inovasi yang lahir dari perlombaan ini tidak berhenti sebagai gagasan semata, melainkan terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Perangkat daerah yang menjadi pemenang akan memperoleh penghargaan dan berpeluang mengikuti kompetisi inovasi di tingkat yang lebih tinggi. Namun yang paling penting, inovasi tersebut harus menjadi solusi nyata dalam mengatasi berbagai hambatan pelayanan publik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," pungkasnya. (Ds)

Dalam Waktu Dua Hari, Satresnarkoba Polres Binjai Tangkap 2 Orang Bandar Narkoba di Kota Binjai

Binjai (Sumut) mediasergap.com - Bentuk keseriusan dan komitmennya guna berantas narkoba, Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai berhasil mengungkap jaringannya serta menangkap 2 (dua) orang pria yang diduga sebagai bandarnya di wilayah hukum polres Binjai.

Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan 2 (dua) orang tersangka masing-masing berinisial *AIM (50) & BHH (24)* di dua lokasi berbeda yang berada di wilayah hukum Polres Binjai.

Adapun lokasi penangkapan tersebut yaitu, di jalan Trob Megawati kelurahan Tunggorono dan jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Tunggorono, Kecamatan Binjai Timur pada hari Rabu tanggal 29 Juli 2026.

Dari hasil penindakan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu dengan total berat bruto 4,15 gram, 3 buah plastik transparan berisi narkoba, uang tunai Rp. 100.000,- (hasil penjualan narkoba)

Kapolres Binjai, melalui Kasat Resnarkoba AKP Ismail Pane, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen Polres Binjai dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum polres Binjai,

“Polres Binjai akan terus melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegas Kasat Narkoba.

Saat ini kedua pelaku dan barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Binjai, guna proses penyidikan lebih lanjut. Serta dijerat dengan pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 609 ayat (2) huruf a UU No 1 tahun 2023 tentang KUHP Jo UU No 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. ucap AKP Ismail Pane, S.H., M.H.

Kapolres Binjai, juga mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif membantu kepolisian dengan memberikan informasi melalui coll center 110, keberhasilan pengungkapan kasus kejahatan diharapkan mampu memberikan rasa aman & nyaman bagi masyarakat. Kami tetap berkomitmen untuk brantas terhadap peredaran narkoba di Wilkum Polres Binjai,” tegas AKBP Bimo. (Rn)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport