Balige (Sumut) mediasergap.com – Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Sonakmalela Nasional yang digelar di Ballroom Hotel Labersa, Balige, Jumat (26/6/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan, kepedulian, dan semangat gotong royong keluarga besar keturunan Raja Sonakmalela. Kegiatan ini diikuti oleh empat marga keturunan Raja Sonakmalela, yakni Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, dan Pardede, yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Munas tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan berbagai program strategis yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan nilai-nilai persaudaraan yang berkelanjutan.
Tokoh dari marga Simangunsong, Andi Simangunsong, menilai kehadiran Perkumpulan Sonakmalela Nasional telah membawa semangat baru dalam membangun solidaritas antaranggota secara lebih terarah dan berkesinambungan.
"Sejak dahulu empat marga Sonakmalela adalah satu keluarga. Kini, melalui perkumpulan ini, semangat saling membantu dapat diwujudkan secara lebih sistematis, terencana, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya semakin dirasakan seluruh pomparan Sonakmalela," ujarnya.
Pandangan senada disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Makmur Marpaung. Ia berharap organisasi tersebut mampu menjadi wadah yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
"Saya akan terus mengupayakan agar berbagai program dan anggaran dari Pemerintah Provinsi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya keturunan Sonakmalela di Kabupaten Toba, terutama di sektor pendidikan dan pertanian," katanya.
Sementara itu, Anggota DPRK Aceh Tenggara, Arnold Napitupulu, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Perkumpulan Sonakmalela Nasional yang menurutnya menjadi investasi sosial bagi masa depan generasi penerus.
Ia menilai organisasi ini dibangun atas semangat kebersamaan, persatuan, dan kesamaan tujuan untuk memajukan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan serta memperkuat sinergi antarwarga Sonakmalela di berbagai daerah.
"Organisasi ini menjadi wadah untuk menyatukan pemikiran, mempererat persaudaraan, serta membangun semangat baru bagi seluruh pomparan Raja Sonakmalela di mana pun berada. Pendidikan menjadi salah satu fokus utama agar generasi mendatang memiliki daya saing yang lebih baik," ungkap Arnold.
Hal senada disampaikan tokoh dari marga Pardede, Dumoli Pardede. Menurutnya, keberadaan Perkumpulan Sonakmalela harus mampu menghadirkan kepedulian yang nyata melalui aksi sosial, saling mendukung, berbagi pengalaman, dan memperkuat kebersamaan.
Ia berharap semakin banyak generasi muda Sonakmalela yang aktif bergabung dalam organisasi sehingga tercipta ruang kolaborasi untuk berbagi ilmu, pengalaman, serta memperluas jaringan yang bermanfaat bagi pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Semangat kebersamaan inilah yang akan menjadi modal besar dalam menciptakan generasi Sonakmalela yang unggul dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah maupun bangsa," ujarnya.
Dukungan juga datang dari Ketua DPRD Kabupaten Toba, Franshendrik Tambunan, yang mewakili unsur boru (anak perempuan). Ia menyatakan komitmen lembaga legislatif untuk mendukung berbagai program peningkatan kualitas pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Kami menyambut baik program sosial yang diusung Perkumpulan Sonakmalela, khususnya perhatian terhadap pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selama sesuai dengan regulasi yang berlaku, kami siap memberikan dukungan terhadap program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Sebagai hasil Musyawarah Nasional, forum secara musyawarah mufakat menetapkan marga Simangunsong sebagai Formateur Tunggal yang selanjutnya diberikan mandat untuk menyusun kepengurusan Perkumpulan Sonakmalela Nasional periode berikutnya.
Melalui Munas ini, Perkumpulan Sonakmalela Nasional diharapkan semakin solid, modern, dan berintegritas, serta mampu menjadi motor penggerak dalam membangun persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi masyarakat, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Toba maupun Indonesia. (Ds)






















