Media Sergap -->


Headline

Polisi dan Warga Lanjutkan Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Melenyu

Muara Wahau (Kaltim) mediasergap.comUpaya pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Melenyu 2, Afdeling LA PT DAN DSN Group, Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, terus dilakukan oleh tim gabungan pada hari kedua pencarian, Senin (1/6/2026).

Korban diketahui bernama Rifki (22), seorang karyawan swasta yang bekerja sebagai pemanen di lingkungan PT DAN DSN Group. Hingga hari kedua pencarian, korban yang dilaporkan hanyut terbawa arus sungai masih belum ditemukan.

Sejak pagi personel Polsek Muara Wahau bersama unsur keamanan perusahaan, penyelam tradisional, dan masyarakat setempat kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mencari keberadaan korban.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, melalui Kapolsek Muara Wahau, Iptu Sumartono menyampaikan bahwa jajaran kepolisian bersama tim gabungan terus berupaya maksimal melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel yang terlibat.

“Kami bersama tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hanyut di Sungai Melenyu. Seluruh personel telah berupaya melakukan penyisiran di area yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus. Kami juga mengimbau seluruh tim agar tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan para saksi, peristiwa tersebut bermula pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 13.00 WITA ketika korban bersama tiga rekannya, yakni Arman, Darman, dan Januar, pergi ke Sungai Melenyu 2 untuk berekreasi.

Setelah menikmati waktu bersama dan makan bekal yang dibawa, sekitar pukul 16.40 WITA mereka berenang menyeberangi sungai menuju daratan di seberang sungai. Arus sungai yang cukup deras membuat mereka kelelahan setelah berhasil mencapai seberang.

Sekitar pukul 17.00 WITA, korban bersama dua rekannya kembali berenang menuju lokasi tenda mereka. Namun saat berada di tengah sungai, korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus dan akhirnya hanyut terbawa aliran sungai.

Rekan-rekan korban yang juga mengalami kelelahan tidak dapat memberikan pertolongan sehingga korban hilang dari pandangan dan tidak berhasil diselamatkan.

Dalam operasi pencarian hari kedua, tim gabungan melibatkan lima personel Polri, 15 personel keamanan PT DSN Group, empat penyelam tradisional, serta sekitar 10 warga yang turut membantu proses pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Istri korban, Musdalifah, yang datang dari Tenggarong bersama anggota keluarga lainnya, saat ini berada di posko pencarian untuk menunggu perkembangan proses pencarian yang dilakukan tim gabungan.

Kapolres Kutai Timur juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami korban dan keluarganya serta berharap korban dapat segera ditemukan.

“Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga korban dapat segera ditemukan sehingga pihak keluarga mendapatkan kepastian. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada lokasi yang memiliki arus deras dan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan,” tambahnya.

Hingga laporan ini disampaikan, pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Apabila hingga pukul 18.00 WITA korban belum ditemukan, maka pencarian akan dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada Selasa (2/6/2026) dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran Sungai Melenyu.

Situasi selama pelaksanaan pencarian berlangsung aman, tertib, dan kondusif, dengan seluruh unsur yang terlibat terus berkoordinasi untuk memaksimalkan upaya pencarian korban. (Muh Fahrul Ikhsan)

PERTEMUAN GURU SEKAMI SE-PAROKI ST. YOSEF BALIGE PERKUAT SPIRITUALITAS DAN PELAYANAN IMAN ANAK

Balige (Toba) mediasergap.comPertemuan Guru SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) Se-Paroki St. Yosef Balige yang dilaksanakan pada tanggal 30–31 Mei 2026 di Aula Paroki berlangsung dengan penuh semangat, sukacita, dan semangat misioner.

Kegiatan ini diikuti oleh para guru, animator, dan animatris SEKAMI dari berbagai stasi dan lingkungan dalam wilayah Paroki St. Yosef Balige. Pertemuan tersebut menjadi wadah pembinaan, penguatan spiritualitas, serta sarana berbagi pengalaman dalam pelayanan iman anak-anak.

Mengusung semangat “Guru SEKAMI yang mendengarkan, meneguhkan, dan mewartakan dalam pelayanan iman anak”, para peserta diajak untuk semakin memahami dan menghayati pilar-pilar Spiritualitas Misioner, yaitu:

  • Semangat doa dan keintiman dengan Tuhan;
  • Kasih dan dedikasi terhadap anak-anak;
  • Semangat misioner;
  • Kerendahan hati dan semangat pelayanan.

Melalui berbagai sesi pembinaan, refleksi, diskusi, dan doa bersama, para peserta memperoleh bekal yang semakin memperkuat komitmen mereka dalam mendampingi anak-anak bertumbuh dalam iman Katolik.

Gereja Katolik Stasi Hutahaean menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini. Pertemuan tersebut diharapkan mampu melahirkan para pelayan SEKAMI yang semakin tangguh, kreatif, dan setia dalam menjalankan tugas perutusan Gereja.

“Semoga para Guru SEKAMI terus menjadi saksi Kristus yang hidup melalui pelayanan yang tulus, serta senantiasa menghidupi semangat 2D2K, yaitu Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian dalam kehidupan sehari-hari,” demikian harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Dengan semangat persaudaraan dan pelayanan, para animator dan animatris diharapkan semakin mampu mendengarkan, meneguhkan, dan mewartakan iman kepada anak-anak sebagai generasi penerus Gereja dan Bangsa.

Tuhan Yesus memberkati seluruh karya pelayanan SEKAMI.


KAPOLRES TEBING TINGGI PIMPIN UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA 2026

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.comKapolres Tebing Tinggi, AKBP Rina Frillya, S.I.K., bertindak selaku Inspektur Upacara dalam pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Apel Polres Tebing Tinggi, Senin (1/6/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh Pejabat Utama Polres Tebing Tinggi, para Perwira, Bintara, ASN Polri, serta seluruh personel Polres Tebing Tinggi. Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia.”

Dalam amanatnya, AKBP Rina Frillya, S.I.K., menyampaikan bahwa Pancasila merupakan dasar negara sekaligus ideologi bangsa yang harus terus dijaga, diamalkan, dan diwariskan kepada generasi penerus. Nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang dimiliki Indonesia.

“Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara, tetapi juga menjadi panduan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Melalui momentum Hari Lahir Pancasila ini, mari kita perkuat komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap aspek kehidupan,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres mengajak seluruh personel Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban demi terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.

Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan penuh semangat kebangsaan sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan peringatan Hari Lahir Pancasila ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin memperkuat rasa persatuan, toleransi, dan gotong royong dalam mewujudkan Indonesia yang maju, damai, dan sejahtera. (Ajs)

Polres Samosir Imbau Wisatawan Tidak Menggunakan Knalpot Brong Demi Kenyamanan Bersama

Samosir (Sumut) mediasergap.com – Dalam upaya menciptakan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan bagi masyarakat serta wisatawan, Polres Samosir menindak tegas pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong di wilayah Kabupaten Samosir, Minggu (31/5/2026).

Penindakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen Polres Samosir dalam menjaga suasana wisata yang aman, nyaman, dan kondusif, khususnya di kawasan destinasi wisata yang menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, menegaskan bahwa penggunaan knalpot brong tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga berpotensi mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat.

“Kami terus mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang menggunakan kendaraan roda dua agar mematuhi peraturan lalu lintas, termasuk menggunakan knalpot sesuai standar pabrikan. Ketertiban berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama demi menciptakan keamanan dan kenyamanan selama berada di Kabupaten Samosir,” ujar Kapolres.

Selain melakukan penindakan berupa tilang, personel Polres Samosir juga memberikan edukasi kepada para pengendara mengenai dampak penggunaan knalpot brong. Suara bising yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, kenyamanan wisatawan, hingga berpotensi memicu konflik sosial di lingkungan sekitar.

Polres Samosir mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan mematuhi aturan yang berlaku serta menghormati hak pengguna jalan lainnya. Kesadaran dan disiplin dalam berkendara menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata dan menjaga citra positif Kabupaten Samosir sebagai daerah tujuan wisata unggulan.

Langkah penertiban tersebut mendapat dukungan dari tokoh masyarakat Samosir, Obin Naibaho. Menurutnya, penggunaan knalpot brong sangat meresahkan dan mengurangi kenyamanan lingkungan.

“Kami mendukung langkah Polres Samosir dalam menertibkan kendaraan berknalpot brong. Suara yang ditimbulkan sangat mengganggu masyarakat maupun wisatawan. Samosir sebagai daerah wisata harus memberikan rasa nyaman bagi setiap pengunjung,” ungkap Obin Naibaho.

Melalui kegiatan penertiban dan edukasi ini, Polres Samosir berharap tercipta budaya tertib berlalu lintas serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kenyamanan, keamanan, dan ketertiban di kawasan wisata Kabupaten Samosir. (D/Smart)

Ratusan Petugas Satpol PP Kota Medan Keluhkan Jam Kerja 12 Jam, Hak Lembur Tidak Didapatkan

MEDAN (Sumut) mediasergap.com Ratusan petugas Satpol PP Kota Medan dikabarkan mengeluhkan perubahan jam kerja yang disebut meningkat dari 8 jam menjadi 12 jam per hari. Keluhan tersebut mencuat karena tambahan jam kerja itu dinilai belum disertai kejelasan terkait hak lembur yang seharusnya diterima para petugas.

Seorang sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku banyak personel mulai mempertanyakan kebijakan tersebut.

"Kami bekerja bukan lagi 8 jam. Dalam praktiknya bisa sampai 12 jam. Yang menjadi pertanyaan kawan-kawan di lapangan, bagaimana dengan hak lembur kami? Kami hanya ingin ada kejelasan," ungkap sumber yang disamarkan dengan nama Mawar.

Menurutnya, para petugas tetap menjalankan tugas patroli, penertiban, pengamanan, hingga pengawalan kegiatan pemerintahan tanpa mengenal waktu. Namun di balik tugas tersebut, banyak personel merasa hak atas tambahan jam kerja belum mendapatkan kepastian.

Persoalan ini menjadi sorotan karena menyangkut hak pekerja yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dalam berbagai kesempatan, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan bahwa hak pekerja wajib dilindungi dan dipenuhi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hal tersebut sejalan dengan Pasal 85 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menyatakan pekerja tidak wajib bekerja pada hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah. Sementara Pasal 85 Ayat (3) menegaskan pekerja yang tetap dipekerjakan pada hari libur resmi wajib memperoleh upah kerja lembur sesuai ketentuan yang berlaku.

Menanggapi persoalan tersebut, Ikhsan Lubis selaku Ketua Forum Masyarakat Indonesia (FMI) sekaligus Ketua SB-Front Buruh Nasional Indonesia menilai apabila informasi yang disampaikan para petugas benar adanya, maka kondisi tersebut sangat merugikan pegawai.

"Jika benar personel Satpol PP Kota Medan bekerja hingga 12 jam tanpa kejelasan hak lembur, tentu hal ini merugikan pegawai. Hak pekerja telah diatur dalam undang-undang dan tidak boleh diabaikan," tegas Ikhsan Lubis.

Menurutnya, persoalan yang menyangkut ratusan personel tidak boleh dianggap sepele dan harus mendapat penjelasan terbuka dari pihak terkait.

"Forum Masyarakat Indonesia (FMI) bersama SB-Front Buruh Nasional Indonesia akan melaporkan persoalan ini ke Dinas Ketenagakerjaan serta telah menyampaikan pengaduan kepada Komisi III DPR RI agar mendapat perhatian serius," ujarnya.

Ikhsan juga menegaskan bahwa petugas Satpol PP bukanlah mesin yang dapat terus dibebani pekerjaan tanpa memperhatikan hak dan kesejahteraannya.

"Negara tidak boleh hanya menuntut disiplin dan loyalitas, tetapi juga wajib memastikan hak-hak pekerja dipenuhi sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kasatpol PP Kota Medan Muhammad Yunus, S.STP. terkait keluhan perubahan jam kerja dan kejelasan hak lembur yang disampaikan sejumlah petugas.

Publik kini menunggu penjelasan resmi dari Pemerintah Kota Medan dan pimpinan Satpol PP Kota Medan. Sebab jika benar ratusan petugas harus bekerja hingga 12 jam per hari, maka persoalan ini bukan sekadar urusan internal, melainkan menyangkut perlindungan hak pekerja dan komitmen pemerintah dalam menegakkan aturan yang berlaku.

Sementata itu, Kasatpol PP Kota Medan Muhammad Yunus S. STP tidak dapat dikonfirmasi disebabkan suka memblokir WA Wartawan bila dikonfirmssi dan tidak layak menjadi Pejabat penyelenggara Negara. Tiadak patuhi UU No 14 Thn 2008 tentang keterbukaan informasi Publik. (M)

Polres Binjai Memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Binjai (Sumut) mediasergap.com - Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tahunnya pada tanggal 01 Juni oleh seluruh rakyat Indonesia.  Dan ini merupakan untuk mengenang momen bersejaran sejak berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia tahun 1945.

Untuk mengenang sejarah hari lahir Pancasila, Polres Binjai beserta jajarannya melaksanakan upacara hari lahirnya Pancasila tahun 2026, dengan pimpinan apel Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K.,S.H., M.M., M.H., di lapangan apel polres Binjai jalan Sultan Hasanuddin No.1 Binjai, provinsi Sumatera Utara, Senin (01/06/2026).

Dalam sambutannya, Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, membacakan Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.

"Pancasila bukan sekedar dokumen historiatau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

"Hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung dalam peringatan hari lahir Pancasila tahun 2026 adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

"Pancasila adalah "bintang penuntun" yang telah membuktikan ketangguhannya. Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau. Pancasila adalah "Jangkar Moral" kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari dustripsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

"Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata.

"Pastikan setiap kebijakan publik yang hadir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.

"Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai, " Selamat Hari Lahir Pancasila, Jayalah Indonesiaku, Merdeka.

Upacara memperingati hari Lahirnya Pancasila tahun 2026, dihadiri oleh Para Pejabat Utama (PJU), para Perwira dan personil polres Binjai serta ASN. (Roni K)

(Sumber: Humas Res Binjai)

Polres Binjai Siapkan Personil Laksanakan Pengamanan Kegiatan Pelantikan KORMI

Binjai (Sumut) mediasergap.com - Minggu pagi 31-Mei-2026 sekira pukul 08.00 WIB Kota Binjai melaksanakan kegiatan acara pelantikkan pengurus KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) dan juga kegiatan sumut berkolaborasi binjai berkah yang dilaksanakan ditribun merdeka binjai dijalan veteran kelurahan tangsi kecamatan binjai kota.

Dalam hal ini Polres Binjai tentunya mengambil langkah untuk melaksanakan pengamanan kegiatan tersebut yang mana Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.H., M.M, hadir dilokasi dan  melalui kabag ops Kompol Kusnadi yang memimpin pelaksanaan kegiatan pengamanan dengan melibatkan 207 personil yang juga telah dibagi dimasing masing titik pengamanan.

Kegiatan diawali dengan pelantikan pengurus kormi kota binjai dengan masa bakti 2026 - 2030 yang mana dalam pelantikkan tersebut yang diangkat sebagai Ketua KORMI Kota Binjai adalah Rudi Iskandar Baroes beserta Pengurus KORMI lainnya yang dilantik langsung oleh Ketua Kormi Provinsi Sumut M Daffasya Adnan Sinik.

Usai kegiatan pelantikan kormi dilanjutkan dengan pelepasan pawai yang dilapas langsung oleh Gubernur Sumatera Utara yang diwakilkan oleh Kadispora Provinsi Sumatera Utara M Mafullah Daulay sebagai awal pengisi hiburan yang dapat disaksikan langsung oleh masyarakat yang juga sedang melaksanakan olahraga dipagi hari dengan ditampilkannya atraksi dari marching band se-Kota Binjai, atraksi bela diri, street football, senam bersama dan juga lucky draw.

Dalam momen pelantikan tersebut Walikota Binjai dalam amanatnya menyampaikan kolaborasi merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di era saat ini tidak ada keberhasilan yang dapat diraih hanya oleh satu pihak saja diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, komunitas, serta seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Dan juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai penguat semangat gotong royong dalam membangun ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pelayanan publik, menjaga kerukunan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Gubernur Sumatera Utara yang diwakilkan oleh Kadispora Provinsi Sumatera Utara secara singkat dalam amanatnya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kerja nyata semangat kolaborasi yang menjadi pondasi pembanguanan disumut ini maka diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media dan seluruh lapisan masyarakat.

Lanjut pada malam harinya kegiatan dilanjutkan dengan hiburan untuk masyarakat Kota Binjai sebagai hiburan mengisi waktu weekend yang disediakan Pemko Binjai pada acara pelantikkan kormi dan juga kegiatan sumut berkolaborasi binjai berkah. (Roni K)

(Sumber: Humas Polres Binjai)

Wali Kota Bersama Forkopomda Tebing Tinggi Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Teguhkan Komitmen Semangat Persatuan Bangsa

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com - Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Lapangan Merdeka, Kota Tebing Tinggi, Senin (01/06/2026). 

Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin oleh Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Rina Frillya, S.I.K., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, dan turut dihadiri oleh Ketua DPRD Tebing Tinggi Sakti Khadaffi Nasution, Wakapolres Rudi Syahputra, Pabung Kodim 0204/DS Kapt. Inf. PM Simanjuntak, Danyon B Sat Brimob Polda Sumut Kompol Bima Anggalaksana, serta Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik.

Dalam amanatnya, AKBP Rina Frillya membacakan pidato tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

"Pancasila adalah bintang penuntun yang telah terbukti mampu menjaga ketangguhan bangsa di tengah ketidakpastian global, sekaligus menjadi perekat keberagaman dalam satu ikatan kebangsaan," ujar AKBP Rina saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Kapolres menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap anak bangsa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology).

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Pancasila harus hadir dalam setiap denyut nadi anak bangsa,” tegasnya.

Melalui pidato Kepala BPIP, Kapolres juga menekankan tanggung jawab konstitusional Indonesia untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai sebagai instrumen diplomasi yang krusial bagi dunia untuk menjembatani perbedaan dan meredam konflik global.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran nyata Indonesia di kancah internasional, mulai dari kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, keterlibatan dalam mediasi konflik regional, hingga konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah. 

"Semua tindakan nyata tersebut merupakan bentuk pengejawantahan dari sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," tambahnya.

Mengakhiri pidatonya, Kapolres mengajak seluruh peserta upacara untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang senantiasa menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa,” pungkasnya.

Upacara ini juga diikuti oleh jajaran perwakilan instansi vertikal, di antaranya Kepala BPS Kota Tebing Tinggi Azantaro, Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi Andi Hakim P. Lumbangaol, Kepala Urusan Umum Lapas Tebing Tinggi Poltak J.O. Nainggolan, serta Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Hendi, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah, serta perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi dan tim peliputan Diskominfo. (Ajs)

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Effendi Napitupulu Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Pedoman Membangun Daerah

Balige (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Toba menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Toba, Senin (01/06/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, Ketua TP PKK Kabupaten Toba, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Toba, Tokoh Masyarakat, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Kemasyarakatan, serta Para Pelajar.

Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", peringatan tahun ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman serta membangun peradaban yang damai dan berkeadilan.

Dalam sambutan yang dibacakannya, Bupati Effendi menyampaikan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi pemersatu bangsa dan penuntun Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun global. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi landasan penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui keberhasilan menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup dan hadir dalam setiap kebijakan publik, pelayanan pemerintahan, serta kehidupan sosial masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan persatuan, kita dapat mewujudkan pembangunan yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Toba," ujar Bupati Effendi.

Lebih lanjut, generasi muda juga diajak untuk menjadi pelopor dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Karakter yang berlandaskan nilai kemanusiaan, persatuan, dan tanggung jawab sosial dinilai menjadi modal penting dalam menyongsong masa depan bangsa.

Pemerintah Kabupaten Toba berkomitmen untuk terus menghadirkan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat serta memastikan setiap program dan kebijakan dilaksanakan berdasarkan semangat keadilan, kebersamaan, dan kesejahteraan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, masyarakat diajak bersama-sama mewujudkan Kabupaten Toba yang maju, harmonis, dan sejahtera sebagai bagian dari Indonesia yang kuat dan berdaya saing. (Ds)

Polda Kaltim Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Kapolda Tekankan Penguatan Ideologi Bangsa

Balikpapan (Kaltim) mediasergap.com - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) menggelar upacara bendera di Lapangan Apel Mapolda Kaltim, Senin (01/06/2026). 

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., serta diikuti oleh Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., para Pejabat Utama Polda Kaltim, personel Polri, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polda Kaltim.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperkokoh nilai-nilai ideologi Pancasila dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Dalam amanatnya, Kapolda Kaltim menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momentum refleksi yang sangat krusial untuk memperkuat ideologi bangsa di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks pada era globalisasi serta pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), blockchain, hingga media sosial.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat harus diimbangi dengan penguatan karakter dan nilai-nilai kebangsaan agar tidak menggerus jati diri bangsa. Oleh karena itu, Pancasila harus tetap menjadi pedoman utama dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kapolda juga mengajak seluruh personel Polda Kaltim untuk menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperteguh komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila, khususnya dalam menjalankan tugas menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Lebih lanjut, Kapolda menegaskan kembali peran Polri sebagai alat pemersatu bangsa. Di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang ada di Kalimantan Timur, seluruh personel Polri dituntut untuk senantiasa mengedepankan pendekatan yang humanis, adil, profesional, dan transparan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Setiap anggota Polri harus mampu memastikan seluruh lapisan masyarakat merasakan kehadiran negara melalui pelayanan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi,” tegasnya.

Selain itu, Kapolda menekankan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi hafalan atau slogan semata.

Seluruh personel diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dengan menjaga integritas, menjauhi segala bentuk pelanggaran maupun praktik menyimpang, serta senantiasa menjunjung tinggi etika profesi kepolisian.

Melalui semangat Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Polda Kaltim berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (Muh Fahrul Ikhsan)

(Sumber: ©Humas Polda Kaltim)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport