Media Sergap -->




Headline

BPBD Toba Perkuat Kesiapsiagaan Penanganan Bencana, Dorong Penguatan SDM dan Peralatan

TOBA (Sumut) mediasergap.com Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba terus melakukan pembenahan dan penguatan kapasitas dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Toba.

Penguatan tersebut mencakup peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM), pembaruan peralatan penanggulangan bencana, penguatan dukungan logistik serta peningkatan koordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa.

Kepala BPBD Kabupaten Toba, Sikkat Sitompul, mengatakan penanganan bencana membutuhkan kesiapsiagaan yang kuat karena kejadian dapat berlangsung sewaktu-waktu dan membutuhkan respons cepat di lapangan.

Saat ini, BPBD Toba memiliki tiga bidang teknis di luar sekretariat, yakni Bidang Pra Kejadian (PK), Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog), serta Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR).

Menurut Sikkat, Bidang Pra Kejadian berperan dalam upaya pencegahan dan penanganan potensi ancaman sebelum bencana terjadi.

“Bidang PK menangani pencegahan. Misalnya ada pohon yang mengancam keselamatan rumah maupun warga, itu wajib kita tebang karena menyangkut keselamatan dan nyawa,” ujar Sikkat saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/09/2026).

Sementara itu, Bidang Kedaruratan dan Logistik bertugas menangani kondisi saat bencana terjadi. Salah satunya dalam penanganan kejadian angin puting beliung di wilayah Laguboti dan Sigumpar, di mana BPBD memberikan bantuan berupa kebutuhan material bangunan kepada masyarakat terdampak.

Adapun Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi menangani tahapan pascabencana. BPBD melakukan pendataan terhadap kerusakan dan kebutuhan penanganan di lokasi, sedangkan pekerjaan fisik selanjutnya dikoordinasikan dengan perangkat daerah teknis terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

Dalam menjalankan tugas tersebut, BPBD Toba masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi jumlah dan peningkatan kapasitas personel.

Sikkat menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 20 anggota satuan tugas (satgas) yang menjadi bagian penting dalam penanganan berbagai kejadian di lapangan, mulai dari orang tenggelam, kebakaran hingga penebangan pohon yang membahayakan masyarakat.

“SDM kita, khususnya satgas, sekitar 20 orang. Mereka yang menangani kejadian seperti orang tenggelam, kebakaran maupun penebangan pohon. Jumlahnya masih kurang,” katanya.

Untuk meningkatkan kesiapan personel, BPBD Toba berencana mengusulkan dukungan anggaran untuk pelatihan, sertifikasi dan peningkatan kemampuan fisik anggota.

Langkah tersebut dinilai penting agar personel memiliki kompetensi dan kesiapsiagaan yang lebih baik ketika menghadapi kondisi darurat serta mampu menjalankan tugas sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain penguatan SDM, pembaruan sarana dan prasarana penanggulangan bencana juga menjadi perhatian BPBD Toba.

Sikkat mengatakan sekitar 95 % peralatan BPBD Toba merupakan hibah dari BNPB, yang pengadaannya dilakukan sejak 2011. Sebagian peralatan tersebut hingga kini belum seluruhnya mengalami pergantian.

Kondisi tersebut membuat sejumlah peralatan tidak lagi bekerja secara optimal, terutama ketika digunakan dalam kondisi medan yang berat.

“Kalau menanjak di daerah ekstrem sudah tidak sanggup. Demikian juga dengan peralatan lainnya seperti pompa, genset dan chainsaw,” ujarnya.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, BPBD Toba tidak hanya mengandalkan kemampuan APBD, tetapi juga berupaya membuka peluang dukungan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

BPBD telah mengajukan bantuan kepada PT Bajradaya Sentranusa berupa 45 unit chainsaw serta kepada Labersa berupa meja dan komputer untuk mendukung kebutuhan operasional.

“Kalau hanya mengandalkan APBD, kita tidak sanggup. Karena itu kita mencoba melalui CSR. Mudah-mudahan berhasil, walaupun tidak besar,” katanya.

Dalam penanganan bencana, ketersediaan logistik menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat.

Untuk tahun 2026, dukungan logistik kebencanaan telah dianggarkan melalui BPBD, yang sebelumnya berada di Dinas Sosial.

Dalam penanganan kejadian angin puting beliung yang terjadi baru-baru ini, BPBD Toba telah menyalurkan sekitar 1.500 lembar seng kepada masyarakat terdampak.

Sikkat mengatakan, nilai bantuan kebencanaan yang tersedia saat ini sekitar Rp.3 juta per paket. Pihaknya telah mengusulkan kepada tim anggaran agar nilai bantuan tersebut dapat ditingkatkan menjadi minimal Rp.5 juta per paket mulai tahun depan.

Peningkatan tersebut diharapkan dapat menyesuaikan nilai bantuan dengan kebutuhan masyarakat yang mengalami dampak bencana.

Berdasarkan data BPBD Toba, sepanjang 2025 Bidang Darlog menangani sekitar 51 kejadian bencana, sementara Bidang Pra Kejadian juga menangani kejadian dalam jumlah yang relatif sama.

Dengan demikian, terdapat sekitar 100 kejadian yang mendapat penanganan dalam satu tahun. Dalam setiap kejadian, BPBD dapat menurunkan sekitar delapan personel ke lapangan.

Besarnya jumlah kejadian tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan personel, peralatan, logistik dan sistem koordinasi yang mampu bergerak cepat ketika terjadi bencana.

Karena itu, BPBD Toba terus mendorong penguatan koordinasi bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa serta perangkat daerah terkait.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kecepatan pelayanan kepada masyarakat, BPBD Toba juga tengah memperjuangkan pembentukan call center dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops).

Menurut Sikkat, keberadaan Pusdalops dan layanan pengaduan akan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem informasi dan koordinasi penanggulangan bencana.

“Pusdalops kita belum ada. Sambil menunggu itu terbentuk dan terealisasi, kita manfaatkan koordinasi melalui kecamatan dan desa,” pungkasnya, didampingi Kabid Darlog Riston D. Hutapea.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di Sumatera Utara, BPBD Toba mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut surat edaran Gubernur Sumatera Utara.

Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan, seperti pohon rawan tumbang, kerusakan akibat cuaca ekstrem maupun kejadian bencana lainnya.

“Kami mengimbau masyarakat tetap hati-hati. Kalau ada kejadian, langsung laporkan,” kata Sikkat.

Dengan penguatan SDM, pembaruan peralatan, peningkatan dukungan logistik, pemanfaatan CSR serta penguatan koordinasi hingga tingkat desa, BPBD Kabupaten Toba terus berupaya membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih siap, cepat dan responsif.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Toba dalam menghadapi berbagai potensi bencana. (Ds)

Kapolres Binjai Tegaskan Komitmen Berantas 3C, Satreskrim Tangkap Pelaku Curat

BINJAI (Sumut) mediasergap.comKomitmen Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., dalam memberantas kejahatan 3C (Curas, Curat dan Curanmor) terus diwujudkan. Satreskrim Polres Binjai berhasil mengamankan seorang pria berinisial DN alias Fuek (41) di jalan T. Amir Hamzah kecamatan Binjai utara. Pelaku diduga terlibat kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) di wilayah Binjai Utara, Senin (14/9/26) pukul 02.00 wib dinihari.

Dalam penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan dua buah obeng dan satu buah tang yang diduga digunakan untuk mencongkel jendela rumah korban YL (45) di jalan Gumba kelurahan cengkeh turi kecamatan Binjai utara. Sehingga korban mengalami kerugian berupa satu unit sepeda motor merk Honda beat, 1 unit HP merk Xiaomi dan 1 HP merk Itel dengan nilai nominal Rp. 16.000.000,- (enam belas juta rupiah).

Pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Satreskrim Polres Binjai guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Binjai menegaskan, penindakan ini merupakan bentuk komitmen Polres Binjai dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Masyarakat yang mengetahui adanya gangguan kamtibmas dapat segera menghubungi layanan Polri 110,” tegas AKBP R. Bimo Moernanda. (Roni K)

(Sumber: Humas Res Binjai)

Perkuat Produksi Pangan, Dinas Pertanian Toba Tata Pola Tanam di 16 Kecamatan

TOBA (Sumut) mediasergap.com Dinas Pertanian Kabupaten Toba terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui penataan pola tanam dan tertib tanam di seluruh wilayah Kabupaten Toba.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengembalikan Kabupaten Toba sebagai salah satu kawasan sentra pertanian, sekaligus meningkatkan produktivitas dan mengendalikan penyebaran hama serta penyakit tanaman.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, S.P., M.Si, mengatakan pengaturan pola tanam dan tertib tanam perlu segera diperkuat meskipun Kabupaten Toba selama ini dikenal sebagai salah satu daerah surplus beras.

Menurutnya, pola tanam yang terkoordinasi akan memberikan banyak manfaat bagi petani, mulai dari pengendalian hama dan penyakit, peningkatan produktivitas hingga penyaluran bantuan pertanian yang lebih tepat sasaran.

“Sesuai komitmen kami, bagaimana Kabupaten Toba ini kita kembalikan sebagai kawasan pertanian. Walaupun sebenarnya Toba merupakan daerah surplus padi, tetapi bagaimana pola tanam dan tertib tanam ini dapat diterapkan untuk mengurangi sebaran hama dan penyakit terhadap lahan pertanian kita,” ujar Lena di ruang kerjanya, Senin (14/09/2026).

Lena menjelaskan, penerapan pola tanam dan tertib tanam ke depan diharapkan tidak hanya menjadi program Dinas Pertanian, tetapi dapat diperkuat melalui aturan di Tingkat Desa.

Pemerintah Desa nantinya dapat mengatur jadwal tanam hingga jadwal panen sehingga kegiatan pertanian antarkelompok tani maupun antarwilayah dapat berlangsung lebih terkoordinasi.

Menurutnya, pola tanam yang tertib juga akan memudahkan pemerintah dalam melakukan perencanaan dan penyaluran berbagai bantuan pertanian, seperti benih, pupuk serta sarana produksi lainnya.

Dengan demikian, bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi riil petani di lapangan.

Sebagai tahap awal, Dinas Pertanian Kabupaten Toba akan melaksanakan sosialisasi di 16 Kecamatan. Sosialisasi perdana dilakukan melalui empat tim yang menyasar Kecamatan Balige, Tampahan, Laguboti dan Lumban Julu.

“Harapan kami, setelah minggu ini kami melaksanakan sosialisasi di Tingkat Kecamatan, minggu depan kami akan turun ke lapangan, ke Desa-Desa, khususnya bagi kelompok tani yang bersedia melaksanakan pola tanam dan tertib tanam,” katanya.

Upaya mengembalikan Kabupaten Toba sebagai kawasan sentra pertanian juga terus diperkuat melalui sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Lena mengatakan perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Kabupaten Toba semakin besar. Kondisi tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah ketersediaan air untuk lahan pertanian.

Karena itu, Dinas Pertanian bersama Bupati Toba terus mendorong dukungan Pemerintah Pusat dalam penyediaan sarana pengairan, terutama untuk mendukung peningkatan indeks pertanaman.

Pada 2026, Kabupaten Toba telah menerima bantuan pompa air secara bertahap. Sebanyak 60 unit disalurkan pada tahap pertama dan 70 unit pada tahap kedua. Dengan demikian, total 130 unit pompa air telah diterima Kabupaten Toba.

Selain itu, masih terdapat 70 unit pompa air yang siap didistribusikan kepada kelompok tani, terutama bagi petani yang mendukung program percepatan tanam dan peningkatan indeks pertanaman.

Dukungan terhadap penguatan sektor pertanian juga datang melalui pembangunan infrastruktur pengairan.

Komisi I DPR RI melalui Sabam Rajagukguk memberikan dukungan berupa 50 unit irigasi perpompaan dan 7 unit irigasi perpipaan.

Selain bantuan tersebut, terdapat pula dukungan untuk pengembangan lahan seluas 500 hektare yang dipersiapkan dalam rangka meningkatkan indeks pertanaman di Kabupaten Toba.

Di sisi lain, Dinas Pertanian Kabupaten Toba juga menyiapkan pembangunan 5 unit irigasi perpipaan dan 5 unit irigasi perpompaan di sejumlah lokasi.

Berbagai dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan petani dalam mengelola lahan, terutama dalam menghadapi keterbatasan ketersediaan air serta mendorong peningkatan intensitas tanam.

Sejalan dengan meningkatnya dukungan sarana dan prasarana pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Toba mengimbau seluruh kelompok tani agar memanfaatkan bantuan pemerintah secara efektif, efisien dan bertanggung jawab.

Saat ini terdapat 1.066 kelompok tani yang tersebar di 16 Kecamatan di Kabupaten Toba.

Lena menegaskan, berbagai fasilitas yang diberikan pemerintah harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan seluruh anggota kelompok tani dan tidak boleh hanya dinikmati oleh sebagian pihak.

“Kami dari Dinas Pertanian sangat mengharapkan dan memohon agar bantuan yang telah kami distribusikan dapat kita pergunakan seefisien mungkin dan sama-sama dipergunakan sesama anggota kelompok tani,” katanya.

Ia menegaskan, seluruh fasilitas yang diberikan pemerintah merupakan milik kelompok tani. Karena itu, setiap anggota memiliki hak untuk menggunakan sekaligus berkewajiban menjaga dan memelihara fasilitas tersebut.

“Siapa pun di dalamnya berhak untuk memakai, memelihara dan juga memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh negara,” pungkasnya.

Melalui penerapan pola tanam dan tertib tanam, penguatan infrastruktur pengairan, serta pemanfaatan bantuan secara bersama dan bertanggung jawab, Dinas Pertanian Kabupaten Toba optimistis pembangunan sektor pertanian dapat semakin terarah.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjaga Toba sebagai daerah surplus pangan, tetapi juga memperkuat fondasi pertanian yang produktif, berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. (Ds)

Pemkab Samosir Siapkan Diri Jadi Simpul Ekonomi dalam Pengembangan KEK Danau Toba

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat pembahasan dan pendalaman kajian pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Danau Toba.

Pembahasan tersebut berlangsung di Lobby Lantai II Kantor Bupati Samosir, Senin (14/09/2026), sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan investasi sekaligus membuka sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi di kawasan Danau Toba.

Pertemuan tersebut dihadiri Manager BI Sumut Yulian Zifar Ayustira, Peneliti BRIN Maxenius T. Sambodo, Asisten II Setdakab Samosir Hotraja Sitanggang, Kepala Bapperida Rajoki Simarmata, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, serta Kepala DPMPTSP Pilippi Simarmata.

Pembahasan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dengan fokus pada potensi, tantangan serta kesiapan Kabupaten Samosir dalam mendukung pengembangan KEK Danau Toba.

Kajian yang dilakukan BI Sumut bersama BRIN tersebut diarahkan untuk merumuskan model pengembangan kawasan yang mampu mengintegrasikan berbagai potensi strategis, mulai dari pariwisata, budaya, pendidikan, kesehatan hingga sektor ekonomi lainnya secara berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak menyampaikan apresiasi atas perhatian BI Sumut dan BRIN terhadap pengembangan kawasan Danau Toba, khususnya Kabupaten Samosir yang memiliki posisi strategis di tengah kawasan Danau Toba.

Menurutnya, pembangunan Danau Toba tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu daerah. Diperlukan kesamaan persepsi, kebijakan bersama dan kolaborasi antarpemerintah daerah yang berada di kawasan Danau Toba.

“Bicara Danau Toba tidak bisa hanya Samosir. Kita perlu menyatukan persepsi dan menyepakati kebijakan bersama dengan kabupaten-kabupaten di kawasan Danau Toba,” ujarnya.

Marudut juga menekankan pentingnya memastikan aspek keberlanjutan menjadi bagian utama dalam pengembangan kawasan, termasuk menjaga ekosistem Danau Toba serta melakukan pendataan dan pelestarian sumber-sumber mata air.

“Pada prinsipnya kami mendukung. Terima kasih atas pemikiran dan ide yang diberikan. Apa yang masih perlu diperbaiki ke depan, mari kita kerjakan bersama,” katanya.

Sementara itu, Asisten II Setdakab Samosir Hotraja Sitanggang menekankan pentingnya peningkatan aksesibilitas dan konektivitas menuju maupun di dalam kawasan Danau Toba.

Menurutnya, konektivitas transportasi, termasuk penyeberangan, perlu terus diperkuat guna mendukung mobilitas masyarakat, wisatawan serta aktivitas ekonomi antardaerah di kawasan Danau Toba.

Dalam pemaparannya, Peneliti BRIN Maxenius T. Sambodo menyampaikan materi bertajuk “Optimalisasi Data Dukung Kawasan untuk Pengembangan Investasi Danau Toba yang Berkelanjutan” sebagai bagian dari temuan awal kajian pembentukan KEK Danau Toba.

Maxenius menjelaskan bahwa pengembangan KEK perlu diarahkan untuk membangun ekosistem kawasan yang saling terintegrasi dengan menghubungkan aset-aset strategis di tujuh kabupaten kawasan Danau Toba.

Dengan keterhubungan tersebut, setiap daerah diharapkan dapat saling menguatkan sesuai potensi dan keunggulan masing-masing, sehingga pengembangan kawasan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ia juga menilai penguatan riset dan kelembagaan menjadi faktor penting agar pembangunan Danau Toba dapat dilakukan secara terpadu sekaligus mengurangi kepentingan sektoral yang berpotensi menghambat optimalisasi potensi kawasan.

“Riset ini akan terus diperkuat. Mudah-mudahan dari riset ini kita dapat membangun kembali semangat kawasan Danau Toba menjadi satu ekosistem,” ujarnya.

Dalam kajian awal tersebut, BRIN mengidentifikasi sejumlah pendekatan pengembangan, antara lain pemulihan ekosistem, penguatan rantai nilai antarkabupaten, penguatan kelembagaan satu pintu serta skema pendanaan terpadu.

Pemerintah Kabupaten Samosir menyatakan kesiapan untuk menjadi salah satu simpul pengembangan ekonomi kawasan melalui pembentukan KEK Danau Toba.

Pengembangan KEK diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan investasi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.

Sejumlah agenda yang didorong antara lain penguatan local procurement dan supplier development, peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan industri, penguatan pembiayaan UMKM, digitalisasi transaksi serta perluasan manfaat investasi melalui penciptaan lapangan kerja dan peluang usaha baru.

Pemkab Samosir juga mendorong agar pengembangan KEK menjadi bagian dari transformasi pembangunan jangka panjang yang terintegrasi dengan arah pembangunan kawasan Danau Toba serta RPJPD Kabupaten Samosir 2025–2045.

Dari sektor pariwisata, Kabupaten Samosir memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata terpadu berbasis budaya, edukasi dan pengalaman.

Saat ini, Kabupaten Samosir memiliki 62 Desa wisata, dengan 15 Desa di antaranya telah berstatus sebagai desa wisata mandiri.

Pengembangan ke depan diarahkan pada penguatan daya tarik wisata melalui penyediaan atraksi yang terjadwal, integrasi destinasi berbasis pengalaman serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.

Sementara dari aspek investasi dan perizinan, Pemkab Samosir terus mendorong kemudahan serta fasilitasi investasi dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sejumlah tantangan seperti status lahan dan sempadan Danau Toba juga menjadi perhatian yang perlu dicarikan solusi secara bersama dalam proses pengembangan kawasan.

Melalui pendalaman kajian bersama BI Sumut dan BRIN, Pemkab Samosir berharap konsep pembentukan KEK Danau Toba dapat menghasilkan model pengembangan yang realistis, terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah dan masyarakat di seluruh kawasan Danau Toba.

Pembahasan tersebut turut melibatkan Bapperida, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta DPMPTSP Kabupaten Samosir sebagai bagian dari skrining awal kesiapan Samosir dalam mendukung pembentukan KEK Danau Toba. (D/Smart)

KUA-PPAS Perubahan Disepakati, Samosir Dapat Tambahan Ruang Fiskal Rp62 Miliar

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Samosir menyepakati Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (P-KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (P-PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Ketua DPRD Kabupaten Samosir Nasip Simbolon dalam Rapat Paripurna DPRD Samosir di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Samosir, Senin (14/09/2026).

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penyusunan Perubahan APBD Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2026, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam memastikan arah penganggaran tetap mendukung kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon didampingi Wakil Ketua DPRD Sarhockel Tamba. Rapat dinyatakan memenuhi kuorum setelah dihadiri 17 anggota DPRD Kabupaten Samosir.

Turut hadir Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Pabung Samosir T. Siringo-ringo, perwakilan Kejaksaan serta jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir.

Penandatanganan Nota Kesepakatan dilakukan setelah Badan Anggaran DPRD Kabupaten Samosir menyampaikan laporan hasil pembahasan P-KUA dan P-PPAS yang dibacakan Anggota DPRD Parluhutan Samosir.

Pembahasan dilakukan bersama antara Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Samosir.

Dari hasil pembahasan tersebut, pagu anggaran APBD Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2026 mengalami peningkatan dari sebelumnya sekitar Rp.776 miliar lebih menjadi Rp.838 miliar lebih.

Dengan demikian, terdapat penambahan sekitar Rp.62 miliar lebih yang selanjutnya dituangkan dalam pagu indikatif masing-masing perangkat daerah sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan.

Penambahan pagu tersebut diharapkan dapat memberikan ruang fiskal yang lebih optimal bagi pemerintah daerah dalam melanjutkan program dan kegiatan prioritas yang telah direncanakan.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Samosir atas kerja sama dan komitmen selama proses pembahasan hingga tercapainya kesepakatan bersama.

“Terima kasih dan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Samosir atas kerja keras yang tidak kenal lelah dalam pembahasan, sehingga pada hari ini kita dapat mencapai kesepakatan bersama terhadap Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026,” ujar Vandiko.

Menurutnya, sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan DPRD harus terus diperkuat, terutama dalam meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran daerah.

Hal tersebut menjadi semakin penting di tengah keterbatasan sumber daya yang dimiliki Pemerintah Daerah sehingga setiap anggaran harus diarahkan secara efektif untuk mendukung prioritas pembangunan dan kepentingan masyarakat.

Vandiko menjelaskan, hasil kesepakatan P-KUA dan P-PPAS selanjutnya menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam menyusun perubahan Rencana Kerja Anggaran (RKA).

RKA tersebut kemudian akan dikompilasi menjadi Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2026.

“Harapan kita bersama, tahapan penyusunan Perubahan APBD Tahun 2026 ini dapat berjalan dengan lancar melalui kolaborasi yang harmonis dan konstruktif, hingga nantinya dapat tercapai persetujuan bersama tepat waktu,” katanya.

Vandiko menegaskan, P-KUA dan P-PPAS Tahun Anggaran 2026 merupakan bagian penting dalam penyesuaian arah kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung program prioritas sebagaimana tertuang dalam perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.

Perubahan anggaran juga diarahkan untuk menyelaraskan kebijakan Pemerintah Kabupaten Samosir dengan kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Penyesuaian tersebut dilakukan melalui perubahan proyeksi pendapatan serta optimalisasi pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

Seluruh proses penganggaran diarahkan untuk mendukung pencapaian sasaran pembangunan Kabupaten Samosir sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD Kabupaten Samosir Tahun 2025–2029, dengan visi “Samosir Unggul, Inklusif dan Berkelanjutan.”

Dengan demikian, perubahan APBD tidak hanya menjadi penyesuaian angka anggaran, tetapi juga menjadi instrumen untuk memastikan program pembangunan tetap berjalan sesuai kebutuhan dan prioritas daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Samosir Nasip Simbolon berharap kesepakatan P-KUA dan P-PPAS dapat segera ditindaklanjuti melalui tahapan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Menurutnya, percepatan tahapan tersebut penting agar program dan kegiatan yang telah direncanakan dapat segera dilaksanakan dengan waktu yang tersedia pada tahun anggaran berjalan.

“Setelah KUA-PPAS ini disepakati, Ranperda tentang APBD 2026 diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat diajukan kepada DPRD untuk dibahas, sehingga program dan kegiatan yang telah direncanakan dapat segera dilaksanakan pada waktu yang tersisa,” ujar Nasip.

Ia menegaskan bahwa APBD yang disusun bersama pemerintah daerah dan DPRD harus tetap mengedepankan program-program prioritas yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Dengan ditandatanganinya Nota Kesepakatan P-KUA dan P-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Samosir dan DPRD selanjutnya melanjutkan tahapan penyusunan Perubahan APBD 2026.

Kolaborasi kedua lembaga tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh proses penganggaran berjalan tepat waktu, transparan dan konstruktif.

Pagu anggaran yang meningkat menjadi sekitar Rp.838 miliar lebih diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih optimal terhadap pelaksanaan program prioritas, pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui proses perencanaan dan penganggaran yang semakin terarah, Pemerintah Kabupaten Samosir bersama DPRD berkomitmen menjaga agar setiap kebijakan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya Samosir yang Unggul, Inklusif dan Berkelanjutan. (D/Smart)

BMKG Imbau Masyarakat Samosir Waspadai Kabut dan Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1–4 Kilometer

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Samosir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kabut dan asap yang berpotensi menurunkan jarak pandang.

Berdasarkan pantauan citra sebaran asap wilayah Sumatera pada 14 September 2026, terdeteksi adanya sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Samosir. Sebaran asap tersebut bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin yang bertiup dari arah tenggara.

Selain Kabupaten Samosir, sebaran asap juga terpantau di sejumlah daerah lainnya, antara lain Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Mandailing Natal, Toba, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga, Asahan, Tanjungbalai, Batubara, dan Simalungun.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan citra sebaran titik panas (hotspot) di Sumatera Utara pada 13 September 2026, terdeteksi sebanyak empat titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah. Masing-masing berada di Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak tiga titik dan Kabupaten Tapanuli Utara sebanyak satu titik.

Hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Silangit dan Stasiun Meteorologi Aek Godang juga menunjukkan adanya penurunan jarak pandang pada 14 September 2026, yakni berkisar antara 1 hingga 4 kilometer. Kondisi tersebut terpantau bersamaan dengan adanya kabut dan asap di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara, konsentrasi PM2.5 atau partikel berukuran sangat kecil di udara di wilayah Sumatera Utara berada dalam kategori sedang.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, masyarakat Kabupaten Samosir dan wilayah lain yang terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar ruangan maupun saat berkendara.

Pengendara diharapkan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jarak pandang, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, menyalakan lampu kendaraan yang diperlukan, serta menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan.

Masyarakat juga diharapkan terus mengikuti informasi dan perkembangan cuaca serta kondisi lingkungan yang disampaikan oleh BMKG melalui kanal informasi resmi.

Pemerintah dan masyarakat diharapkan bersama-sama meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi cuaca dan lingkungan yang dapat berdampak terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat.

Dokumen edaran BMKG tersebut telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). (D/Smart)

Hadir Menjaga Keamanan Serta Menyapa dengan Kasih, Kapolsek Binjai Dampingi jemaat Ibadah dan Kegiatan Sosial di Gereja

BINJAI (Sumut) mediasergap.com - Kapolres Binjai, AKBP R. BIMO MOERNANDA, S.I.K, M.H. diwakili oleh Kapolsek Binjai, AKP SITI ASIYAH, M.Pd., beserta 5 orang personel Polsek Binjai untuk melaksanan pengamanan dan pendampingan rumah ibadah/Gereja di wilayah hukum Polsek Binjai, Minggu (13/9/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa Gereja Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, antara lain: Gereja El Saddai (Pdt. Winta), Gereja HKBP Pasar VII (pdt. S. Batu Bara), serta Gereja HKBP Pasar 5,5 C (Pdt. Dekinda Elisabeth, M. Pd.).

Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya melakukan pengamanan ibadah, tetapi juga memantau kegiatan donor darah di Gereja El Saddai, Desa Tandam Hilir I, serta membagikan snack dan air minum kepada anak-anak jemaat di Gereja HKBP Pasar VII. Kehadiran personel bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jemaat yang sedang beribadah.

Hasil kegiatan menunjukkan kegiatan donor darah berjalan lancar, seluruh rangkaian ibadah berjalan tertib dan aman, serta pihak Gereja El Saddai menyambut baik kehadiran dan dukungan pengamanan dari Polsek Binjai. Secara keseluruhan, situasi berlangsung aman dan kondusif.

Serta tak lupa pihak gereja mengucapkan trimakasih yang setinggi -tingginya kepada bapak Kapolres Binjai.

"Kami berkomitmen terus hadir di tengah tengah masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mendukung kegiatan-kegiatan yang positif demi kemaslahatan bersama," ujar Kapolsek Binjai, AKP SITI ASIYAH, M.Pd. (Roni K)

 (Sumber: ©Humas Res Binjai)

Syukuran Perayaan Ulang Tahun Y.M.CHI KUNG HUO FO Tahun 2026 Terlaksana Penuh Cinta Kasih

Labuhan Deli (Sumut) mediasergap.com - Berkenaan dengan perayaan memperingati Ulang Tahun Y.M."CHI KUNG HUO FO" pada tahun 2026, segenap pengurus Kelenteng "CHIKUNG HOCK BIO menggelar acara syukuran bertempat di Jalan Nusantara I (Rahayu III) Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli, Selasa (08/09/2026). 

Perayaan Ulang Tahun Y.M. "CHI KUNG HUO FO" ini tentunya dihadiri banyak tamu undangan para sahabat CHIKUNG HOCK BIO serta teristimewa lagi kehadiran anggota DPRD Sumut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, yakni "Bapak Hasyim, SE. yang saat itu kehadiran dirinya tampak penuh kharisma sehingga banyak warga masyarakat saat itu menyempatkan diri meminta berfoto dengannya.

Dalam kesempatan acara ini awak media pun menyempatkan menemui pimpinan pengurus Kelenteng CHIKUNG HOCK BIO "Bapak. Ang Kok Min, "awak media menanyakan apa makna digelarnya pada hari ini acara perayaan Ulang Tahun Y.M."CHI KUNG HUO FO"

Menurut "Ang Kok Min sejatinya makna acara perayaan Ulang Tahun ini digelar adalah sebagai tradisi dari wujud ketaatan dan penghormatan dirinya khususnya keluarga besar penganut Konghucu Tionghoa kepada sang dewa Y.M.CHI KUNG HUO FO, yang menjadi tauladan dan pemberi berkat kepada umatnya yang terus setia dan melaksanakan segala ajaran yang baik dari leluhurnya.

"Prinsif kami, makna yang terdalam pada perayaan peringatan Ulang Tahun "Y.M.CHI KUNG HUO FO" ini tidak berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya, ialah yang terkandung didalamnya sebuah inti bagaimana kami khususnya penganut Konghucu Tionghoa terus melaksanakan tradisi ini terlebih melakukan perbuatan yang baik dengan menolong sesama umat manusia sesuai ajaran leluhur kami, ujarnya. 

Dalam perayaan Ulang Tahun CHI KUNG tahun-tahun yang lalu awak media juga pernah diundang untuk melakukan liputan, dimana acara ini berlangsung cukup meriah dengan iringan tarian tradisional Barongsai dan mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh tamu yang hadir yang sedang menikmati beragam makanan serta minuman yang lezat dan nikmat. "Selamat dan sukses. (Red)

Pemkab Toba Perkuat Ketahanan Pangan, Siapkan Pengembangan Bawang Putih hingga 500 Hektare

Toba (Sumut) mediasergap.com - Pemerintah Kabupaten Toba terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Salah satu langkah yang kini dipersiapkan adalah pengembangan budidaya bawang putih dengan target lahan mencapai 500 hektare di sejumlah wilayah potensial Kabupaten Toba.

Program tersebut merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Toba bersama Pemerintah Pusat dan perwakilan DPR RI dari Fraksi Partai NasDem. Sebagai langkah awal untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, telah dilaksanakan rapat koordinasi pengembangan sentra pertanaman bawang putih di Kabupaten Toba, Jumat (11/09/2026).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, S.P., M.Si, mengatakan pengembangan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Dari target 500 hektare, tahap awal akan dimulai dengan penyiapan lahan seluas 100 hektare.

“Untuk tahap awal kita siapkan 100 hektare. Selanjutnya akan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai target 500 hektare,” ujar Lena.

Saat ini, Dinas Pertanian Kabupaten Toba bersama tim verifikasi gabungan tengah melakukan survei lapangan untuk memastikan lokasi yang dipilih memenuhi persyaratan teknis dan memiliki potensi yang baik untuk budidaya bawang putih.

Menurut Lena, proses verifikasi menjadi tahapan penting karena keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh kesesuaian lahan. Tim akan melihat sejumlah aspek, mulai dari ketinggian, kondisi tanah, akses transportasi hingga ketersediaan sumber air.

“Lokasi yang dipilih harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan tanaman. Kita ingin program ini tidak hanya terlaksana, tetapi juga mampu memberikan hasil yang optimal bagi Petani,” jelasnya.

Untuk persyaratan teknis, lahan yang diprioritaskan berada pada ketinggian di atas 900 meter di atas permukaan laut (MDPL). Kondisi tanah juga harus sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan bawang putih, antara lain memiliki tingkat keasaman atau pH sekitar 6,5 hingga 7.

Selain kondisi lahan, akses transportasi menjadi perhatian karena berkaitan dengan kelancaran distribusi sarana produksi, mobilisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pengangkutan hasil panen.

Ketersediaan sumber air juga menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan lokasi. Karena itu, tim verifikasi akan memastikan seluruh aspek tersebut terpenuhi sebelum lokasi ditetapkan sebagai lahan pertanaman dan kelompok tani penerima manfaat.

Langkah verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan Program Pemerintah benar-benar tepat sasaran. Dengan perencanaan yang matang sejak tahap awal, pengembangan bawang putih diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar dan berkelanjutan bagi Petani.

Tidak hanya berpotensi meningkatkan produksi hortikultura daerah, pengembangan komoditas bawang putih juga diharapkan membuka peluang peningkatan pendapatan petani serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di kawasan sentra pertanian.

“Kalau dilaksanakan dengan baik, manfaatnya tentu akan kembali kepada petani dan masyarakat Toba. Karena itu kita berharap seluruh pihak, termasuk kelompok tani dan masyarakat, dapat bersama-sama mendukung program ini,” kata Lena.

Pengembangan bawang putih di Kabupaten Toba sekaligus menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada bawang putih. Dengan dukungan lintas sektor dan pemanfaatan potensi lahan secara optimal, Kabupaten Toba diharapkan mampu berkembang sebagai salah satu sentra produksi bawang putih yang turut memenuhi kebutuhan nasional.

Ke depan, pengembangan komoditas tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian, sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Toba menuju Toba Mantap 2029 dan cita-cita Indonesia Emas 2045. (Ds)

Wali Kota Tebing Tinggi Buka Ruang bagi Alumni dan Talenta Lokal untuk Berkontribusi di Daerah

TEBING TINGGI (Sumut) mediasergap.comWali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, mengajak para alumni sekolah di Kota Tebing Tinggi yang berada di perantauan untuk tidak melupakan kampung halaman dan turut mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota saat menerima audiensi Panitia Pelaksana Reuni Akbar Ulang Tahun Emas Alumni Angkatan 1975–1977 SMAN 1 Kota Tebing Tinggi di ruang kerja Wali Kota, Balai Kota Tebing Tinggi, Jumat (11/09/2026).

Menurut Wali Kota, para alumni yang telah berhasil di luar daerah maupun di luar negeri memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan Kota Tebing Tinggi. Kontribusi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai bidang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman masing-masing.

“Perantauan yang sudah di luar kota atau bahkan di luar negeri, ayo dong balik ke kampung halaman, bagaimana sama-sama kita bangun Kota Tebing Tinggi. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” ujar Iman Irdian Saragih.

Ia menilai, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk para putra-putri daerah yang saat ini berkiprah di berbagai daerah maupun negara.

Semangat kembali membangun kampung halaman tersebut, kata Wali Kota, tidak semata-mata dimaknai dengan kepulangan secara fisik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui gagasan, jaringan, pengalaman, investasi, maupun berbagai bentuk kontribusi lainnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, Wali Kota juga menyatakan dukungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi terhadap rencana pelaksanaan Reuni Akbar Ulang Tahun Emas Alumni Angkatan 1975–1977 SMAN 1 Kota Tebing Tinggi yang akan dirangkaikan dengan panggung hiburan rakyat.

Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Lapangan Merdeka Kota Tebing Tinggi pada Sabtu, 5 Desember 2026, mulai pukul 19.00 WIB.

Wali Kota menyarankan agar kegiatan tersebut turut memberikan ruang bagi talenta lokal Kota Tebing Tinggi untuk tampil dan menunjukkan kreativitasnya kepada masyarakat.

“Saya juga memberikan saran agar ditampilkan juga talent lokal dari Kota Tebing Tinggi, tiga sampai lima orang penampilan. Masyarakat Kota Tebing Tinggi juga perlu adanya hiburan. Kami membantu perizinan dan konsumsi, kami siapkan, nanti kami bantu,” tambahnya.

Menurutnya, pelibatan talenta lokal dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memberikan ruang bagi generasi muda sekaligus memperkenalkan potensi seni dan kreativitas yang dimiliki Kota Tebing Tinggi.

Sementara itu, perwakilan panitia pelaksana, Baginda Lumban Gaol, menjelaskan audiensi tersebut selain untuk mempererat tali silaturahmi juga bertujuan menyampaikan rencana pelaksanaan Reuni Akbar Ulang Tahun Emas Alumni Angkatan 1975–1977 SMAN 1 Kota Tebing Tinggi.

“Acara akan digelar di Lapangan Merdeka pada 5 Desember 2026 mulai pukul 19.00 WIB. Kami merencanakan mengundang grup musik Amigos untuk menghibur warga masyarakat,” jelas Baginda.

Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan hiburan musik, tetapi juga akan menampilkan seni budaya berupa tarian binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tebing Tinggi, stand-up comedy, serta penyerahan penghargaan kepada pemenang lomba guru teladan, siswa teladan dan kompetisi stand-up comedy.

Kegiatan reuni akbar tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi momentum temu kangen para alumni, tetapi juga menjadi ruang memperkuat silaturahmi, membangun kepedulian terhadap kampung halaman serta mendorong kontribusi alumni bagi kemajuan pendidikan, kebudayaan dan pembangunan Kota Tebing Tinggi.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Badan Kesbangpol Ramadhan Barqah Pulungan, Kabag Prokopim Setdako Faisal Ahmad, jajaran panitia dan alumni angkatan 1975–1977 SMAN 1 Kota Tebing Tinggi serta tim peliputan Diskominfo Kota Tebing Tinggi. (Ajs)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport