Media Sergap -->


Headline

Tokoh Empat Marga Sepakat, Munas Sonakmalela Jadi Awal Gerakan Kolaborasi Berkelanjutan

Perwakilan tokoh keturunan Raja Sonakmalela dari marga Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, dan Pardede mengikuti Musyawarah Nasional Perkumpulan Sonakmalela Nasional di Ballroom Hotel Labersa, Balige, Jumat (26/6/2026). Forum ini menjadi momentum memperkuat persatuan, menyusun program strategis, dan meningkatkan kontribusi organisasi bagi pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat

Balige (Sumut) mediasergap.comMusyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Sonakmalela Nasional yang digelar di Ballroom Hotel Labersa, Balige, Jumat (26/6/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan, kepedulian, dan semangat gotong royong keluarga besar keturunan Raja Sonakmalela. Kegiatan ini diikuti oleh empat marga keturunan Raja Sonakmalela, yakni Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, dan Pardede, yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Munas tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan berbagai program strategis yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan nilai-nilai persaudaraan yang berkelanjutan.

Tokoh dari marga Simangunsong, Andi Simangunsong, menilai kehadiran Perkumpulan Sonakmalela Nasional telah membawa semangat baru dalam membangun solidaritas antaranggota secara lebih terarah dan berkesinambungan.

"Sejak dahulu empat marga Sonakmalela adalah satu keluarga. Kini, melalui perkumpulan ini, semangat saling membantu dapat diwujudkan secara lebih sistematis, terencana, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya semakin dirasakan seluruh pomparan Sonakmalela," ujarnya.

Pandangan senada disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Makmur Marpaung. Ia berharap organisasi tersebut mampu menjadi wadah yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

"Saya akan terus mengupayakan agar berbagai program dan anggaran dari Pemerintah Provinsi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya keturunan Sonakmalela di Kabupaten Toba, terutama di sektor pendidikan dan pertanian," katanya.

Sementara itu, Anggota DPRK Aceh Tenggara, Arnold Napitupulu, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Perkumpulan Sonakmalela Nasional yang menurutnya menjadi investasi sosial bagi masa depan generasi penerus.

Ia menilai organisasi ini dibangun atas semangat kebersamaan, persatuan, dan kesamaan tujuan untuk memajukan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan serta memperkuat sinergi antarwarga Sonakmalela di berbagai daerah.

"Organisasi ini menjadi wadah untuk menyatukan pemikiran, mempererat persaudaraan, serta membangun semangat baru bagi seluruh pomparan Raja Sonakmalela di mana pun berada. Pendidikan menjadi salah satu fokus utama agar generasi mendatang memiliki daya saing yang lebih baik," ungkap Arnold.

Hal senada disampaikan tokoh dari marga Pardede, Dumoli Pardede. Menurutnya, keberadaan Perkumpulan Sonakmalela harus mampu menghadirkan kepedulian yang nyata melalui aksi sosial, saling mendukung, berbagi pengalaman, dan memperkuat kebersamaan.

Ia berharap semakin banyak generasi muda Sonakmalela yang aktif bergabung dalam organisasi sehingga tercipta ruang kolaborasi untuk berbagi ilmu, pengalaman, serta memperluas jaringan yang bermanfaat bagi pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Semangat kebersamaan inilah yang akan menjadi modal besar dalam menciptakan generasi Sonakmalela yang unggul dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah maupun bangsa," ujarnya.

Dukungan juga datang dari Ketua DPRD Kabupaten Toba, Franshendrik Tambunan, yang mewakili unsur boru (anak perempuan). Ia menyatakan komitmen lembaga legislatif untuk mendukung berbagai program peningkatan kualitas pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Kami menyambut baik program sosial yang diusung Perkumpulan Sonakmalela, khususnya perhatian terhadap pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selama sesuai dengan regulasi yang berlaku, kami siap memberikan dukungan terhadap program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Sebagai hasil Musyawarah Nasional, forum secara musyawarah mufakat menetapkan marga Simangunsong sebagai Formateur Tunggal yang selanjutnya diberikan mandat untuk menyusun kepengurusan Perkumpulan Sonakmalela Nasional periode berikutnya.

Melalui Munas ini, Perkumpulan Sonakmalela Nasional diharapkan semakin solid, modern, dan berintegritas, serta mampu menjadi motor penggerak dalam membangun persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi masyarakat, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Toba maupun Indonesia. (Ds)

Bupati Toba Harapkan Perkumpulan Sonakmalela Berkontribusi Lebih Besar bagi Dunia Pendidikan

Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Sonakmalela Nasional berlangsung di Ballroom Labersa Hotel, Balige, Jumat (26/6/2026). Kegiatan yang diikuti ratusan pomparan Sonakmalela dari berbagai daerah ini menjadi momentum memperkuat persatuan, memilih kepengurusan baru, serta merumuskan program strategis di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan sumber daya manusia.

Balige (Sumut) mediasergap.comMusyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Sonakmalela Nasional berlangsung dengan suasana teduh, demokratis, dan penuh semangat persaudaraan di Ballroom Labersa Hotel, Balige, Jumat (26/6/2026). Mengusung tema "Patogu Parsadaan, Pajongjong Hasadaon Menuju Sonakmalela yang Modern, Berintegritas, dan Solid", kegiatan ini menjadi momentum memperkuat organisasi sekaligus merumuskan arah pembangunan keluarga besar Sonakmalela di masa mendatang.

Munas tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Jubileum 50 Tahun Sonakmalela yang diselenggarakan pada 3 September 2023 di Balige. Forum ini diharapkan mampu menghasilkan kepengurusan yang solid serta program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ketua Caretaker Perkumpulan Sonakmalela Nasional, Tengku Pardede, mengatakan bahwa organisasi ini dibentuk sebagai wadah pemersatu seluruh keturunan Sonakmalela dalam mewujudkan kehidupan yang maju, damai, dan sejahtera. Selain mempererat tali persaudaraan, organisasi juga memiliki tanggung jawab dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu menjadi pelopor pembangunan.

Menurutnya, hasil Munas diharapkan mampu melahirkan berbagai program strategis, terutama dalam bidang pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kesejahteraan masyarakat melalui pembentukan koperasi sebagai wadah ekonomi bersama.

"Dengan adanya koperasi, seluruh warga Sonakmalela dapat berhimpun dan bersama-sama membangun kemandirian ekonomi demi kesejahteraan bersama," ujarnya.

Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya Musyawarah Nasional yang dinilai menjadi langkah positif dalam memperkuat kontribusi organisasi kemasyarakatan terhadap pembangunan daerah.

Ia berharap keberadaan Perkumpulan Sonakmalela Nasional mampu menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Toba, tidak hanya dalam kegiatan sosial, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

"Kami berharap Perkumpulan Sonakmalela Nasional dapat memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Toba, khususnya di bidang pendidikan. Kepedulian terhadap generasi muda merupakan investasi penting untuk masa depan daerah," ungkap Bupati.

Bupati juga mengajak keluarga besar Sonakmalela agar menjadikan bantuan pendidikan bagi putra-putri dari keluarga kurang mampu sebagai salah satu program prioritas organisasi pada periode kepengurusan mendatang.

Musyawarah Nasional ini dihadiri ratusan keturunan Raja Sonakmalela dari berbagai provinsi di Indonesia, serta sejumlah tokoh dari marga Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, Pardede, dan marga lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, damai, dan penuh keakraban, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi kekuatan utama organisasi.

Selain membahas berbagai program strategis, Munas juga menjadi forum pemilihan pengurus baru yang akan mengemban amanah memimpin Perkumpulan Sonakmalela Nasional pada periode selanjutnya.

Melalui Musyawarah Nasional ini, diharapkan Perkumpulan Sonakmalela Nasional semakin modern, berintegritas, dan solid dalam memperkuat persaudaraan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memberdayakan ekonomi masyarakat, serta turut berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Toba dan pembangunan bangsa. (Ds)

Pelantikan Pejabat Baru Jadi Momentum Mewujudkan Pemerintahan yang Profesional dan Kolaboratif di Samosir

Samosir (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Samosir kembali memperkuat tata kelola pemerintahan melalui pelantikan sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) yang dipimpin Wakil Bupati Samosir di Aula Kantor Bupati Samosir, Jumat (26/6/2026).

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan birokrasi yang profesional, berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta percepatan pencapaian visi dan misi pembangunan Kabupaten Samosir.

Prosesi pelantikan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Samosir Nomor 146 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, kejujuran, dan loyalitas kepada bangsa, negara, serta masyarakat Kabupaten Samosir.

"Jabatan ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Dedikasi harus diwujudkan melalui pelayanan yang tulus kepada masyarakat. Loyalitas terhadap tugas dan pimpinan harus menjadi landasan dalam menjalankan pemerintahan," tegas Wakil Bupati.

Ia menjelaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik telah melalui proses seleksi yang terbuka, objektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, kepercayaan yang diberikan harus dibuktikan melalui kinerja nyata, inovasi, dan prestasi kerja yang mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

"Tanggung jawab yang saudara emban sangat besar. Kami berharap setiap pejabat mampu menunjukkan prestasi melalui kerja nyata, berani mengambil keputusan secara tepat, serta bertanggung jawab terhadap setiap kebijakan yang dilaksanakan," ujarnya.

Wakil Bupati juga mengingatkan agar seluruh pejabat senantiasa bekerja sesuai norma, standar, prosedur, dan peraturan perundang-undangan sehingga setiap program pembangunan dapat terlaksana secara efektif, transparan, dan akuntabel.

Selain itu, ia mengajak seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperkuat sinergi dan mengesampingkan ego sektoral demi mewujudkan pemerintahan yang solid.

"Turunkan ego sektoral. Jangan merasa paling hebat atau paling mampu. Keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai sendiri, tetapi melalui kolaborasi, komunikasi, dan kerja sama tim yang kuat. Yang utama adalah prestasi dan hasil kerja bagi masyarakat," pesannya.

Menurut Wakil Bupati, seorang pemimpin juga dituntut mampu membina, membimbing, serta memotivasi seluruh jajaran agar tercipta organisasi yang produktif, harmonis, dan berorientasi pada pelayanan publik.

"Bimbing bawahan dengan baik, bangun standar kerja yang jelas, pelihara loyalitas dan integritas, serta ciptakan teamwork yang solid agar seluruh program pemerintah dapat berjalan sesuai visi dan misi Kabupaten Samosir," tambahnya.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik serta berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mempercepat pembangunan Kabupaten Samosir.

Adapun sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik yakni:

  • Manthun I.P. Sinaga, S.E., sebagai Inspektur Daerah;
  • Rudimantho Limbong, S.Hut., M.M., sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum;
  • Goldfried H. Harianja, S.P., M.Si., sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Tata Ruang;
  • Hans Rikardo Sidabutar, S.STP., sebagai Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa;
  • Dermawan Sinaga, S.Si., sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan;
  • Elman Silalahi, S.P., sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja;
  • Advent Sitindaon, S.Sos., sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan;
  • Besron Sitanggang, S.Si., sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah; serta
  • Masryn Repin Renilda Simbolon, S.T., sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Pelantikan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekretariat Daerah, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir.

Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap tercipta birokrasi yang semakin profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik sekaligus mempercepat terwujudnya Samosir yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. (D/Smart)

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kaltim Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pantai Lamaru

Balikpapan, mediasergap.com - Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Kalimantan Timur menggelar kegiatan penanaman mangrove di kawasan Pantai Lamaru, Balikpapan, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya menjaga ekosistem pesisir demi keberlanjutan generasi mendatang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E., Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., Kepala BPDAS Kalimantan Timur, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Timur, serta para relawan dan masyarakat setempat.

Pada kegiatan tersebut, sebanyak 5.000 bibit mangrove ditanam secara bersama-sama di kawasan pesisir Pantai Lamaru. Selain aksi penghijauan, Kapolda Kaltim juga menyerahkan bantuan sosial berupa 100 paket sembako kepada para relawan dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian serta dukungan terhadap masyarakat pesisir yang turut berperan dalam menjaga lingkungan.

Kapolda menyampaikan bahwa penanaman mangrove memiliki banyak manfaat bagi kelestarian lingkungan maupun kehidupan masyarakat. Menurutnya, mangrove berfungsi sebagai pelindung alami garis pantai karena sistem perakarannya yang kuat mampu menahan abrasi, hempasan gelombang laut, serta terpaan angin kencang.

Selain itu, mangrove juga memiliki peran penting dalam menyerap karbon dioksida yang berkontribusi terhadap perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Ekosistem mangrove juga menjadi habitat sekaligus tempat pemijahan berbagai biota laut seperti ikan, udang, kepiting, dan jenis organisme lainnya yang mendukung keberlangsungan sumber daya perikanan.

“Keberadaan mangrove bukan hanya menjaga keseimbangan alam, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat. Kawasan mangrove bahkan dapat dikembangkan sebagai sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda agar semakin peduli terhadap kelestarian alam,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kaltim mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, serta para pemangku untuk bersama-sama menginisiasi dan memperluas gerakan penanaman mangrove di berbagai wilayah pesisir Kalimantan Timur.

“Mari kita bersama menjaga lingkungan, salah satunya melalui penanaman mangrove. Semoga upaya ini memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat pesisir dan seluruh warga Kalimantan Timur. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan investasi berharga bagi generasi masa depan sekaligus langkah nyata dalam menjaga keseimbangan alam,” ucap Irjen Pol. Endar Priantoro.

Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, Polda Kaltim berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai warisan bagi generasi yang akan datang. (Muh Fahrul Ikhsan)

(Sumber: ©Humas Polda Kaltim)

Polri Perkuat Rekrutmen Inklusif bagi Penyandang Disabilitas, Seleksi Disesuaikan dengan Kompetensi dan Kebutuhan Jabatan

Jakarta, mediasergap.comPolri menegaskan komitmennya dalam mewujudkan institusi yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Rekrutmen Proaktif Penyandang Disabilitas yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir dan diperkuat dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang telah disahkan.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa mekanisme seleksi bagi penyandang disabilitas pada prinsipnya tetap mengedepankan aspek kompetensi, integritas, serta kesesuaian dengan kebutuhan organisasi, namun disertai penyesuaian yang memperhatikan kondisi disabilitas peserta.

“Polri memberikan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Dalam proses seleksi, kami menerapkan prinsip keadilan dan inklusivitas dengan memberikan penyesuaian sesuai kondisi disabilitas yang dimiliki peserta, tanpa mengurangi standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas kepolisian,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa rekrutmen penyandang disabilitas telah memiliki landasan hukum yang kuat, antara lain Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2019 tentang Rekrutmen Proaktif Calon Anggota Polri.  

Menurut Johnny, jenis disabilitas yang selama ini dapat mengikuti rekrutmen Polri antara lain disabilitas fisik dengan kategori tertentu yang masih memungkinkan untuk melaksanakan tugas sesuai kompetensi dan jabatan yang dibutuhkan organisasi. Beberapa kategori yang telah direkrut antara lain penyandang amputasi, lumpuh layu atau kaku, paraplegia, maupun cerebral palsy dengan tingkat disabilitas ringan yang masih mampu menjalankan aktivitas secara mandiri.  

“Penempatan personel disabilitas dilakukan berdasarkan kompetensi, latar belakang pendidikan, dan kebutuhan organisasi. Mereka dapat bertugas pada fungsi-fungsi yang lebih mengedepankan kemampuan administrasi, analisis, pelayanan publik, teknologi informasi, kesehatan, maupun bidang pendukung lainnya yang relevan dengan kemampuan yang dimiliki,” jelasnya.

Lebih lanjut, Johnny menuturkan bahwa hingga saat ini Polri telah merekrut penyandang disabilitas melalui jalur SIPSS, Bintara, maupun ASN Polri. Pada tahun 2024 tercatat dua peserta disabilitas direkrut melalui SIPSS dan 16 orang melalui jalur Bintara. Sementara pada tahun 2025 terdapat satu peserta disabilitas yang diterima melalui jalur Bintara Polri.  

Terkait jumlah atau persentase rekrutmen ke depan, Johnny mengatakan bahwa Polri masih melakukan kajian dan penyesuaian sesuai kebutuhan organisasi serta perkembangan regulasi yang berlaku.

“Yang terpenting adalah memastikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas yang memiliki kompetensi dan potensi untuk menjadi bagian dari Polri. Prinsipnya, Polri akan terus membuka ruang pengabdian yang inklusif, profesional, dan berkeadilan bagi seluruh warga negara,” tutupnya.

Program rekrutmen proaktif penyandang disabilitas merupakan bagian dari upaya Polri untuk membangun institusi yang modern, humanis, dan menghormati hak setiap warga negara tanpa diskriminasi, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. (Rel)

POLRI GELAR DZIKIR DAN DOA BERSAMA SAMBUT HARI BHAYANGKARA KE-80

Jakarta, mediasergap.comKepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar dzikir dan doa bersama di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/6/2026), sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah Upacara Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata atau Penyucian Panji-panji Rastra Sewakottama yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Dzikir dan doa bersama diikuti oleh para Pejabat Utama Mabes Polri, kepala satuan kerja, serta jajaran kepolisian dari seluruh Indonesia secara virtual. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sarana memohon kekuatan, perlindungan, dan kelancaran dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Suasana khidmat mewarnai jalannya dzikir dan doa bersama yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas. Melalui kegiatan tersebut, seluruh personel Polri diajak untuk merefleksikan kembali nilai-nilai Tribrata sebagai pedoman moral dan etika dalam menjalankan tugas kepolisian.

Kapusjarah Polri Brigjen Pol. Abas Basuni, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa rangkaian Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata yang dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama memiliki makna mendalam bagi seluruh insan Bhayangkara, khususnya dalam menyambut usia pengabdian Polri yang ke-80 tahun.

“Saya pikir ini adalah momentum yang sangat baik untuk mengingat kembali nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi pedoman hidup anggota Polri. Dengan dzikir dan doa bersama, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Polri senantiasa diberikan kekuatan, perlindungan, dan kemampuan untuk menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujar Brigjen Pol. Abas Basuni kepada Wartawan di Jakarta.

Ia berharap memasuki usia ke-80 tahun, Polri semakin profesional, adaptif, dan solutif dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, serta semakin dekat dengan masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata harus terus diinternalisasikan oleh seluruh anggota sebagai landasan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Harapan kami, di usia ke-80 ini Polri semakin profesional, semakin dicintai masyarakat, dan terus mampu memberikan pelayanan yang Presisi. Nilai-nilai Tribrata yang dimaknai dalam setiap rangkaian kegiatan ini harus menjadi pedoman bagi seluruh anggota dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” lanjutnya.

Melalui dzikir dan doa bersama tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, memperkuat semangat pengabdian, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi momentum spiritual bagi seluruh jajaran Polri untuk memohon keberkahan dan keselamatan dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (Rel)

PTSBI dan Pemkab Samosir Kolaborasi Dorong SDM Unggul dan Ekonomi Kreatif

Samosir (Sumut) mediasergap.comSemangat persatuan, kecintaan terhadap tanah leluhur, serta komitmen membangun Bona Pasogit mewarnai pelaksanaan Pesta Bolon Punguan Toga Samosir, Boru, Bere, Ibebere (PTSBI) se-Indonesia yang digelar di Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, 25–27 Juni 2026.

Suasana haru dan bangga terasa ketika lagu legendaris “O Tano Batak” menggema di lokasi acara. Lagu yang menjadi simbol kecintaan terhadap Tanah Batak tersebut diperdengarkan atas permintaan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk membangkitkan semangat dan rasa memiliki seluruh pomparan Toga Samosir terhadap Bona Pasogit.

Kehadiran Wakil Bupati Samosir bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir disambut antusias oleh ribuan pomparan Toga Samosir yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gondang oleh Wakil Bupati bersama Ketua Umum PTSBI Raya Pontus Samosir dan para pengurus, sebagai simbol dimulainya rangkaian pesta adat yang berlangsung selama tiga hari.

Wakil Bupati Samosir mengapresiasi terselenggaranya Pesta Bolon yang dinilai menjadi wadah mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat identitas budaya Batak di tengah perkembangan zaman.

“Suatu kebanggaan bagi kita melihat pomparan Toga Samosir dapat bersatu. Hal ini menunjukkan adanya ikatan emosional yang kuat, melampaui batas wilayah dan generasi,” ujar Wakil Bupati.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Samosir membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk punguan marga. Karena itu, keluarga besar Toga Samosir diajak untuk terus bersinergi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui berbagai program yang menyentuh masyarakat.

Menurutnya, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa dan pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan langkah strategis yang patut terus dikembangkan. Pendidikan, katanya, menjadi jembatan menuju kesuksesan generasi muda sehingga mampu berkiprah di berbagai bidang dan membawa manfaat bagi bangsa serta daerah asalnya.

“Pesta ini menjadi perekat persaudaraan dan kebersamaan. Kami mengucapkan selamat atas pelaksanaan Pesta Bolon Toga Samosir. Mari bersama-sama membangun Bona Pasogit agar semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Samosir menyerahkan bantuan sebesar Rp.100 juta kepada panitia pelaksana guna mendukung kelancaran kegiatan.

Selain menjadi ajang silaturahmi, Pesta Bolon PTSBI juga mengusung slogan “Ayo ke Onan Runggu” sebagai upaya mendorong kawasan tersebut menjadi destinasi wisata unggulan berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Berbagai atraksi seni dan budaya Batak ditampilkan, mulai dari tarian tradisional hingga pertunjukan yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal dan sejarah leluhur.

Ketua Umum PTSBI, Raya Pontus Samosir, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Samosir sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Samosir yang terus mendukung berbagai program PTSBI, mulai dari kegiatan lingkungan, penaburan benih ikan, penanaman pohon, hingga pelaksanaan Pesta Bolon ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa PTSBI tidak hanya berfokus pada pelestarian adat dan budaya, tetapi juga berkomitmen dalam pengembangan sumber daya manusia. Saat ini, sebanyak 60 anak keturunan Toga Samosir telah menerima bantuan pendidikan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pesta Bolon, Mangaratua Samosir, mengungkapkan bahwa kegiatan yang rutin dilaksanakan sejak tahun 2025 tersebut bertujuan mempererat persaudaraan sekaligus mendukung pengembangan kawasan Onan Runggu sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan acara. Selain forum diskusi bagi generasi muda, pesta juga melibatkan 21 pelaku UMKM lokal yang turut mempromosikan produk unggulan daerah.

Melalui Pesta Bolon PTSBI, semangat persatuan, pelestarian budaya, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan ekonomi masyarakat diharapkan terus tumbuh sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Samosir dan kesejahteraan masyarakat Batak di masa depan. (D/Smart)

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Kaltim Tinjau Progres Bedah Rumah Warga di Balikpapan

Balikpapan, mediasergap.com - Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., tinjau langsung progres pelaksanaan program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Kelurahan Gunung Sari Ulu, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Senin (22/6/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial Polda Kaltim dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Kaltim, Kapolresta Balikpapan, perwakilan Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, serta perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Balikpapan.

Pada kesempatan itu, Kapolda meninjau dua lokasi rumah yang sedang dalam proses renovasi, yakni rumah milik Sdr. Nurdin yang berlokasi di Jalan Letjen S. Parman Nomor 62 RT 20 dan rumah milik Sdri. Harfiah di Jalan Letjen S. Parman Nomor 18 RT 20, Kelurahan Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah.

Kapolda Kaltim mengatakan bahwa pengerjaan bedah rumah hingga saat ini terus berjalan sesuai rencana. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian layak dan nyaman.

“Proses bedah rumah saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Kami memperkirakan pada minggu depan seluruh pekerjaan sudah dapat diselesaikan sehingga rumah ini siap untuk ditempati oleh para penerima manfaat,” ujar Irjen Pol. Endar Priantoro saat meninjau lokasi.

Menurutnya, program bedah rumah tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara, tetapi juga wujud nyata kehadiran Polri dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung.

Kapolda berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima serta menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan layak huni.

Program bedah rumah yang dilaksanakan Polda Kaltim ini menjadi salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung semangat kepedulian dan kebersamaan. 

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat semakin erat serta memberikan dampak positif bagi kehidupan warga yang membutuhkan. (Muh Fahrul Ikhsan)

(Sumber: ©Humas Polda Kaltim)

Doa Bersama Lintas Agama Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Persatuan dan Kerukunan di Polda Kaltim

Balikpapan, mediasergap.com - Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Kalimantan Timur menggelar kegiatan doa bersama lintas agama yang berlangsung di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Kamis (25/6/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat kebersamaan dalam keberagaman demi mendukung tugas-tugas Polri yang semakin profesional dan humanis.

Doa bersama ini dihadiri oleh Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han, didampingi Karo SDM Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Irvan Prawira Satyaputra, S.I.K., M.Si., CPHR, para Pejabat Utama Polda Kaltim, serta sejumlah tokoh agama.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ustadz Mahyuddin, Romo Yossef Kristianto, M.S.F., Pendeta Andreas J.W. Sinaga, M.Th., dan Jro Mangku Ketut Wirata yang secara bergantian memimpin doa sesuai ajaran masing-masing.

Mengusung tema “Dengan Semangat Doa Bersama Lintas Agama Kita Tingkatkan Iman, Takwa dan Kinerja Guna Mewujudkan Polri Untuk Masyarakat”, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus memohon keberkahan bagi institusi Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Selain pelaksanaan doa bersama, Wakapolda Kaltim yang didampingi Karo SDM juga menyerahkan santunan kepada perwakilan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan wujud rasa syukur menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Yuliyanto, S.I.K., M.Sc. mengatakan bahwa kegiatan doa bersama lintas agama ini merupakan bagian dari upaya memohon perlindungan dan kelancaran kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan sukses.

“Melalui doa bersama lintas agama ini, kita berharap tercipta situasi yang aman, damai, dan kondusif. Kebersamaan ini menjadi energi positif bagi Polri untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Yuliyanto.

Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi simbol kuat persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Menurutnya, harmonisasi antarumat beragama merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.

Melalui semangat kebersamaan yang terbangun dalam doa lintas agama ini, Polda Kaltim berharap nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan gotong royong terus terjaga, sehingga Polri dapat semakin dekat dengan masyarakat serta mampu memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan. (Muh Fahrul Ikhsan)

(Sumber: ©Humas Polda Kaltim)

Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, M.Si: Peran Polri dalam Ketahanan Pangan Melampaui Fungsi Keamanan Konvensional

Jakarta Selatan, mediasergap.comBeragam perspektif akademik, kebijakan, dan pengalaman lapangan bertemu dalam kegiatan bedah buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Lobby Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026). 

Forum ini menjadi ruang diskusi untuk mengulas tantangan, strategi, dan praktik penguatan ketahanan pangan nasional di tengah berbagai dinamika global, sekaligus memperkuat komitmen Polri dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional yang sejalan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Gorontalo pada hari yang sama untuk menyapa petani dan nelayan.

Buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” ditulis oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., bersama Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si., dan Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si. Buku yang telah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan Nomor Pencatatan 001297886 tersebut mengangkat pengalaman, refleksi kebijakan, serta praktik pengawalan program ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas jagung.

Melalui pendekatan akademik dan empiris, buku ini memotret bagaimana ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi pertanian, tetapi juga menyangkut aspek distribusi, tata kelola, pengawasan, hingga stabilitas nasional. Buku tersebut juga menguraikan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mendukung agenda swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah, sejalan dengan langkah pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan melalui pendekatan langsung kepada petani dan nelayan di berbagai daerah.

Kegiatan bedah buku menghadirkan Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, Guru Besar Sosiologi UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Masdar Hilmy, Ph.D., serta Inspektur Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian drh. Pujo Harmadi, M.P. sebagai penanggap.

Dalam tanggapannya, Prof. Semiarto Aji Purwanto menyampaikan apresiasi terhadap buku tersebut yang dinilai berhasil menggambarkan keterkaitan antara aspek produksi, distribusi, pengawasan, dan stabilitas nasional dalam satu kerangka yang utuh. Ia juga menilai peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan menunjukkan pendekatan yang melampaui fungsi keamanan konvensional.

Menurut Prof. Semiarto, ketahanan pangan harus dipahami sebagai isu strategis nasional yang berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi, sosial, dan keamanan negara. Ia menilai pengawalan dan pengawasan yang dilakukan Polri menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir serta mendukung keberhasilan program pemerintah, terlebih di tengah capaian peningkatan produksi pangan nasional yang terus menunjukkan tren positif.

Selain itu, Prof. Semiarto mendorong penguatan pendekatan berbasis data, indikator kinerja, dan pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, serta big data untuk memperkuat pengawasan dan pengendalian program pangan di masa depan.

Sementara itu, Prof. Masdar Hilmy menyoroti dimensi moral dan kemanusiaan dalam ketahanan pangan. Menurutnya, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat bukan hanya persoalan ekonomi dan keamanan, tetapi juga bentuk pengabdian negara dalam menjaga kehidupan dan kesejahteraan rakyat.

Pada kesempatan yang sama, drh. Pujo Harmadi, M.P. mengapresiasi kontribusi Polri dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui penguatan pengawasan, pengawalan, dan pendampingan di lapangan. Ia menilai buku tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis yang membutuhkan sinergi lintas sektor untuk memastikan produksi, distribusi, dan stabilitas pangan berjalan secara optimal.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengatakan bahwa buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” disusun sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan praktik baik, pengalaman lapangan, dan pembelajaran dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang ketahanan bangsa. Ketika pangan terjaga, stabilitas sosial lebih kuat, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan negara memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Wakapolri.

Melalui kegiatan bedah buku ini, para peserta tidak hanya membahas isi buku, tetapi juga bertukar gagasan mengenai penguatan kebijakan, tata kelola, dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Forum ini diharapkan dapat  diskursus akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi upaya mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan  Indonesia. (Rel)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport