Media Sergap -->

Headline

Diduga Setoran Deras Sehingga Galian C Aras Kabu Kebal Hukum, Warga Menjerit Kapolresta Deli Serdang Bungkam

Deli Serdang, mediasergap.comKinerja Kapolresta deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana, SIK, MSi mendapat sorotan publik. Pasalnya, dibawah kepemimpinan nya hampir 1 tahun menjabat sebagai kapolresta deliserdang tak sekali pun dapat menindak mafia tambang galian C ilegal di wilayah hukum polresta deliserdang.

Buktinya, sering di beritakan terkait adanya aktivitas galian C ilegal di dusun mesjid jalan kampung pala, desa aras kabu kecamatan beringin kabupaten deliserdang, namun tak sekalipun di tindak lanjuti oleh kapolresta deliserdang.

Anehnya, Kapolresta deliserdang kombes pol hendria lesmana beserta kasat reskrim dan kapolsek beringin kompak diam saat dikonfirmasi oleh awak media. Padahal warga sudah menjerit atas aktivitas galian c ilegal tersebut. Debu mencekik, jalan rusak dan merusak lingkungan sekitar.

Perintah presiden prabowo subianto kepada aparat pemerintah untuk menertibkan aktivitas tambang yang merusak lingkungan ternyata tidak di indahkan oleh polresta deliserdang. Alih - alih menangkap pelaku tambang tanpa izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP OP), justru polresta deliserdang membiarkan tambang galian c  tanpa dilengkapi izin tersebut beroperasi.

Warga kampung mesjid mendesak polresta deliserdang menutup galian c di desa aras kabu. Narasumber meminta kepada polresta deliserdang segera menutup galian c ilegal tersebut.

"Kewenangan menutup galian c ilegal ialah ranah kepolisian yakni polresta deliserdang, jika polresta deliserdang tidak melanjuti keluhan warga, kuat dugaan pengelola galian c ilegal telah memberikan setoran yang deras agar galian c ilegalnya kebal hukum dan bebas beroperasi tanpa hambatan."ujar nya.

Kami berharap kapolresta deliserdang kombes pol hendria lesmana turun langsung menutup galian c ilegal aras kabu tersebut."pungkas nya. (M)

Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemkab Toba Gelar Gerakan Pasar Murah di Pintu Pohan

Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemkab Toba Gelar Gerakan Pasar Murah di Pintu Pohan

TOBA, mediasergap.comPemerintah Kabupaten Toba kembali menggelar Gerakan Pasar Murah dalam rangka pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/3/2026) di Desa Pintu Pohan, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba.

Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, yang hadir mewakili Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok akibat meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.

“Menjelang hari besar keagamaan biasanya terjadi peningkatan permintaan yang berdampak pada kenaikan harga. Karena itu, pemerintah hadir untuk membantu masyarakat agar tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau. Ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat,” ujar Bupati melalui Sekda Toba.

Kehadiran Gerakan Pasar Murah di Desa Pintu Pohan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga, Remina Girsang, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Toba terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Toba atas program Pasar Murah ini. Program ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Toba melalui Bagian Perekonomian menyediakan lima komoditas kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, yakni beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp.56.500, gula pasir Rp.15.000,- per kilogram, minyak goreng Rp.13.000,- per liter, telur Rp.48.000,- per papan, serta tepung terigu Rp.8.000,- per kilogram.

Melalui Gerakan Pasar Murah ini, diharapkan stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tetap terpelihara menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. (Ds)

(Sumber: ©MC Toba)

Musrenbang RKPD 2027 Parmaksian dan Pintu Pohan Meranti, Dampak Tutupnya TPL Jadi Pertimbangan Penyusunan Anggaran

Musrenbang RKPD 2027 Parmaksian dan Pintu Pohan Meranti, Dampak Tutupnya TPL Jadi Pertimbangan Penyusunan Anggaran

TOBA, mediasergap.comDampak penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang memengaruhi kondisi perekonomian Kabupaten Toba menjadi perhatian serius dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, saat memberikan arahan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Toba Tahun 2027 tingkat Kecamatan Parmaksian yang digelar di Aula Kantor Camat Parmaksian, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, sekitar 10 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Toba sebelumnya disumbang oleh TPL. Pasca penutupan perusahaan tersebut, dampaknya sangat terasa, termasuk pada aktivitas pasar tradisional yang kini mengalami penurunan.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama dalam menyusun perencanaan APBD Tahun 2027. Dalam Musrenbang ini jangan membuat perencanaan yang tidak memberdayakan masyarakat, tetapi harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Selain menyoroti dampak ekonomi, Wakil Bupati juga mengingatkan sejumlah isu strategis yang masih dapat diakomodir melalui APBDes, termasuk penanganan sampah. Ia mendorong masyarakat untuk membuang dan memilah sampah dengan baik, karena selain menjaga kebersihan lingkungan juga berpotensi menambah penghasilan.

Wabup turut menyampaikan adanya efisiensi anggaran, di mana Dana Desa Tahun 2026 mengalami pengurangan sekitar 60–70 persen. Meski demikian, ia tetap mendorong para kepala desa untuk mengoptimalkan potensi daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai tema Musrenbang.

Camat Parmaksian, Robert Manurung, dalam sambutannya memaparkan sejumlah usulan prioritas, termasuk persoalan mendesak berupa keringnya bendungan di Desa Jonggi Manulus.

Musrenbang RKPD 2027 Tingkat Kecamatan Parmaksian menghasilkan 89 Usulan dengan rincian:

  • 1 Usulan untuk Dinas Kesehatan,
  • 2 Usulan untuk Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan,
  • 25 Usulan untuk Dinas PUTR,
  • 44 Usulan untuk Dinas Pertanian,
  • 17 Usulan untuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Pada waktu yang sama, Musrenbang RKPD 2027 Tingkat Kecamatan Pintu Pohan Meranti menghasilkan 45 Usulan, dengan rincian:

  • 4 Usulan untuk Dinas Kesehatan,
  • 2 Usulan untuk Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan,
  • 14 Usulan untuk Dinas PUTR,
  • 21 Usulan untuk Dinas Pertanian,
  • 4 Usulan untuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Dalam Musrenbang yang digelar di Aula Kantor Camat Pintu Pohan Meranti tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, hadir mewakili Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu.

Sekda menegaskan bahwa setiap usulan yang disampaikan akan diseleksi berdasarkan skala prioritas.

“Tadi Pak Camat menyampaikan bahwa sebagian usulan ini juga telah diajukan pada Musrenbang tahun lalu. Kita akan upayakan berdasarkan skala prioritas, mana yang paling menyangkut kepentingan umum,” ujarnya.

Melalui rangkaian Musrenbang ini, Pemerintah Kabupaten Toba berharap perencanaan pembangunan Tahun 2027 dapat lebih adaptif terhadap dinamika ekonomi daerah serta benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. (Ds)

(Sumber: ©MC Toba)

Parkir Sepeda Motor Siswa/i SMK Negeri 1 Picu Keributan Warga, Dirlantas Polda Sumut Akan Lakukan Cek n Ricek

Parkir Sepeda Motor Siswa/i SMK Negeri 1 Picu Keributan Warga, Dirlantas Polda Sumut Akan Lakukan Cek n Ricek

Deli Serdang, mediasergap.com - Fenomena lahan parkir sembarangan, sering kali memicu keributan, akibat akses jalan menjadi susah dilalui. Bahkan akibat peristiwa ini memancing emosi warga satu sama lainnya, hingga tidak menutup kemungkinan terjadi cekcok mulut dan nyaris bentrok.

Hal inilah yang terjadi terhadap warga Dusun V, Desa Telaga Sari, Kec. Tanjung Morawa, Deli Serdang. Akibat lahan parkir sepeda motor Siswa/i SMK Negeri 1 yang diparkir sembarangan dibadan jalan, menimbulkan keributan jiran tetangga.

Sebut saja namanya PR, kepada wartawan mediasergap.com mengungkapkan, keresahan akibat parkir sembarangan diakses jalan tersebut, dialami oleh keluarganya sudah lumayan lama. SU selaku pengelolah (penyelenggara) parkir terkesan arogan, kalau ditegur kerap tak terima.

PR mengaku dirinya selama ini selalu mengalah dan sabar, tetapi kesabaran ada batasnya. Hingga akhirnya melaporkan peristiwa ini kepada Kepala Desa Telaga Sari dan Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Morawa.

"Saya beri teguran, akibat banyaknya sepeda motor diparkir dibadan jalan, hingga susah untuk dilalui. Tapi dia (SU) selaku pengelolah patkir tak terima dan kembali menyerang saya dengan kata-kata tak pantas. Bahkan dia mengajak saya berkelahi", ungkap PR, usai melakukan pertemuan di Kantor Desa Telaga Sari, pada Selasa (03/03/2026).

Lebih lanjut disampaikannya, badan jalan yang dijadikan lahan parkir sepeda motor para murid sekolah tersebut adalah akses jalan satu-satunya menuju kerumahnya. Kalau dijalan tersebut dijadikan lahan parkir, sudah pasti mempersempit ruas jalan, hingga susah untuk dilalui.

"Bagaimana bisa lewat, parkir sepeda motor menumpuk dikiri-kanan badan jalan. Sementara jalan tersebut hanya berkisar lebih kurang tiga meter lebarnya. Satu hal apabila ada saudara saya datang berkunjung dengan menggunakan becak, sudah pasti tak bisa lewat sama sekali", keluh PR.

Terkait laporannya, pihak Desa Telaga Sari melalui Kepala Dusun V dan Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Morawa, dengan disaksikan pihak sekolah SMK Negeri 1, melakukan pertemuan guna mencari solusi.

Dalam pertemuan tersebut, terjadi kesepakatan damai, dengan membuat surat perjanjian bahwasanya pihak pengelolah parkir tidak dibenarkan menggunakan akses jalan untuk dijadikan lahan parkir.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kepala Desa Telaga Sari maupun Bapak Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Morawa yang telah memberi ruang, memediasi masalah ini. Dan saya berharap hal ini tidak terjadi lagi", ucap PR.

Pantauan wartawan mediasergap.com dilokasi, saban hari ada sekitar ratusan sepeda motor Siswa/i SMK Negeri 1 Tanjung Morawa, dan beberapa lainnya diparkir dibadan jalan. Hal ini jelas menimbulkan keresahan bagi warga lainnya, karena akses jalan yang dijadikan lahan parkir tersebut susah untuk dilalui.

Pengelolah parkir sepeda motor tersebut memarkirkan sepeda motor para dikiri-kanan badan jalan, bahkan hingga hampir menutupi akses jalan, dengan tarif parkir sebesar Rp.2000,-/sepeda motor.

Menanggapi perihal parkir sepeda motor para siswa/i tersebut, Humas SMK Negeri 1 Tanjung Morawa, Rajamin Tarigan, yang dikonfirmasi lewat whatsapp telpon selulernya, Rabu (04/03/2026) menyampaikan, pihaknya tidak terlibat terkait parkir sepeda motor para siswa/i.

"Ini pesan Ibu Kepsek : Dalam hal ini pihak SMK tidak terlibat dalam lahan pakir, hanya harus mereka  memonitoring siswa untuk keamanan dan ketertiban, ketika bel masuk dan pulang, agar siswa tetap tertib dan teratur.,Tks", balasnya singkat.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumut, Kombes Pol. Firman Darmansyah, S.I.K, yang juga dikonfirmasi wartawan lewat whatsapp telpon selulernya, Rabu (04/03/2026) sore, terkait apakah siswa/i diijinkan menggunakan sepeda motor sendiri untuk pergi kesekolah? Orang nomor satu di Ditlantas Polda Sumut ini mengucapkan terimakasih atas laporan yang disampaikan.

"Selamat sore bapak/ibu, terimakasih atas perhatian dan laporannya. Segera kami crosschek kepetugas yang bersangkutan", tegasnya.

Pihaknya juga berjanji akan memerintahkan Kasat Lantas Polresta Deli Serdang untuk segera melakukan himbauan.

"Baik Pak, sekali lagi terimakasih atas informasinya ya Pak/Bu,. Kasat Lantas Deli Serdang akan segera melaksanakan Sosialisasi ke Sekolah tersebut dan berkoordinasi dengan Kepala Sekolah serta Guru Guru. Terima kasih", pungkasnya. (Rel)

Musrenbang RKPD 2027 di Porsea dan Bonatua Lunasi, Wabup Toba Tekankan Kepedulian Sosial dan Perencanaan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027 di Porsea dan Bonatua Lunasi, Wabup Toba Tekankan Kepedulian Sosial dan Perencanaan Berkualitas

TOBA, mediasergap.comWakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Toba Tahun 2027 tingkat Kecamatan Porsea dan Kecamatan Bonatua Lunasi, Selasa (3/3/2026).

Dalam arahannya, Wakil Bupati tidak hanya menyinggung persoalan penanganan sampah, tetapi juga menekankan pentingnya kepedulian aparatur desa terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah masing-masing.

“Jangan sampai terjadi seperti beberapa tahun lalu, seorang anak yang lulus masuk perguruan tinggi negeri tidak bisa daftar ulang karena kondisi ekonomi keluarga, hingga akhirnya bunuh diri,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa peristiwa kelam tersebut seharusnya menjadi pelajaran bersama agar pemerintah desa lebih peka terhadap persoalan warganya.

“Jika ada hal demikian yang diketahui oleh aparat desa, mari kita diskusikan dan cari jalan keluar. Kepada warga juga, jika ada masalah, berceritalah dengan keluarga atau tetangga. Pasti ada jalan keluar,” pesannya.

Selain itu, Wakil Bupati menekankan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah dan tidak boleh dipandang sekadar kegiatan seremonial.

“Ini penting. Jangan anggap ini hanya seremonial. Meski mungkin tidak semua usulan dapat direalisasikan 100 persen, tetapi setiap aspirasi masyarakat akan menjadi pedoman dalam perencanaan pembangunan ke depan,” tegasnya.

Pada Musrenbang RKPD 2027 tingkat Kecamatan Bonatua Lunasi, disepakati sebanyak 106 usulan prioritas, dengan rincian:

  • 3 usulan untuk Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan
  • 28 usulan untuk Dinas PUTR
  • 57 usulan untuk Dinas Pertanian
  • 18 usulan untuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

Sementara itu, Musrenbang RKPD 2027 tingkat Kecamatan Porsea menghasilkan 81 usulan prioritas, yang terdiri dari:

  • 5 usulan untuk Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan
  • 25 usulan untuk Dinas PUTR
  • 10 usulan untuk Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
  • 41 usulan untuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

Melalui pelaksanaan Musrenbang di kedua kecamatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Toba berharap seluruh usulan yang telah dirumuskan dapat diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Ds)

(Sumber: ©MC Toba)

Gerakan Pangan Murah di Sibadihon, Pemkab Toba Stabilkan Harga Jelang Idul Fitri 1447 H

Gerakan Pangan Murah di Sibadihon, Pemkab Toba Stabilkan Harga Jelang Idul Fitri 1447 H

TOBA, mediasergap.comPemerintah Kabupaten Toba kembali menggelar Gerakan Pangan Murah di Desa Sibadihon, Kecamatan Bonatua Lunasi, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini merupakan langkah intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, khususnya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, yang dalam arahan dan bimbingannya menyampaikan bahwa seluruh komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar.

“Ini dibeli untuk konsumsi, bukan untuk dijual kembali. Karena itu pembeliannya dibatasi, tidak bisa diborong oleh satu orang,” tegas Wakil Bupati kepada warga yang hadir.

Ia berharap program ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, terutama umat Muslim yang tengah mempersiapkan kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Semoga ini bisa membantu dan memberi sukacita bagi kita semua dalam menyambut Idul Fitri,” ujarnya.

Sebelumnya, Camat Bonatua Lunasi Muhammad Yamin Lubis menyampaikan ucapan selamat datang serta apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati di wilayahnya. Ia berharap Gerakan Pangan Murah ini dapat meringankan beban masyarakat, khususnya warga yang sedang bersiap menyambut Idul Fitri 1447 H.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketersediaan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Toba, Priska Baringbing, menjelaskan sejumlah komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut, antara lain:

  • Beras medium Rp58.000/kemasan 5 kg
  • Beras premium Rp150.000/kemasan 10 kg
  • Minyak Kita Rp26.000/liter
  • Gula pasir Rp15.000/kg
  • Telur Rp48.000/papan
  • Tomat Rp10.000/kg
  • Cabai rawit Rp30.000/kg
  • Cabai merah Rp25.000/kg
  • Bawang merah Rp25.000/kg
  • Bawang putih Rp30.000/kg

Salah seorang warga lanjut usia, S. Boru Sinurat, mewakili masyarakat menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian pemerintah.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri. Semoga Bapak dan Ibu selalu sehat dalam menjalankan tugas di Kabupaten Toba,” ucapnya.

Gerakan Pangan Murah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Toba dalam menjaga daya beli masyarakat serta memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan menjelang perayaan keagamaan. (Ds)

(Sumber: ©MC Toba)

Diduga Ilegal Galian C di Desa Aras Kabu Kebal Hukum, Warga meminta APH Bertindak Tegas Agar Segera Ditutup

Deliserdang, mediasergap.comAktivitas Galian C, di dusun mesjid jalan kampung pala, desa aras kabu kecamatan beringin, kabupaten deliserdang sangat meresahkan warga kini mendapat sorotan publik. Kegiatan tambang ilegal itu terpantau bebas beroperasi menggunakan alat berat dan dump truck untuk mengangkut material tanah pada sabtu 28 Februari 2026.

Warga dusun mesjid menilai keberadaan galian tersebut seakan luput dari pengawasan Aparat Penegak Hukum (APH).

Dugaan kuat muncul bahwa pengelola galian c leluasa menjalankan usaha tanpa izin resmi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) serta UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Warga meminta aparat penegak hukum (APH) harus menghentikan kegiatan galian C tersebut karena lingkungan sekitarnya sudah banyak yang rusak, dampaknya kepada warga masyarakat kampung mesjid.

Selain merusak lingkungan, rumah warga juga di penuhi debu akibat galian c ilegal tersebut.

Jika terbukti ilegal, maka aktivitas Galian C ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak serius: kerusakan lingkungan, hilangnya daerah resapan air hingga mengancam kesehatan warga. Selain itu, potensi kerugian negara akibat tidak adanya penerimaan pajak dan retribusi daerah juga sangat besar.

Masyarakat kelurahan dusun mesjid menegaskan harapan agar Polresta Deliserdang dan Polda Sumatera Utara segera bertindak tegas. Penertiban dan penangkapan oknum pengelola galian yang diduga ilegal menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dalam menegakkan aturan. Jika dibiarkan, bukan hanya hukum yang dilemahkan, tetapi juga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum akan semakin tergerus.

Kapolsek Beringin Iptu Hafiz saat dikonfirmasi Wartawan melalui pesan WhatsAppnya Senin (02.03.2026) terkait adanya dugaan galian C ilegal diwilayah Hukumnya hingga berita ini dipublikasikan tidak ada memberi keterangan dan terkesan ada dugaan adanyabpembiaran dari pihak APH Polsek Beringin Polresta Deliserdang. (M)

Sat Reskrim Polres Padang Lawas Tangkap Terduga Pelaku Pencurian Perabotan Rumah

PALAS, mediasergap.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Padang Lawas telah berhasil mengungkap dan menangkap terduga pelaku pencurian perabotan rumah.

Terduga Pelaku adalah YMH (31) warga Parsombahan, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas. Dirinya melakukan pencurian di Desa Aek Lacat, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas pada Jumat (27/2/2026) lalu.

Merasa dirugikan, korban langsung melaporkan kejadian tersebut di Polres Padang Lawas.

Tak perlu waktu lama, atas perintah Kasat Reskrim Polres Padang Lawas, AKP Irwansyah Sitorus, Unit Pidum Sat Reskrim Polres Padang Lawas langsung bergerak cepat dan menangkap terduga pelaku.

Kapolres Padang Lawas, AKBP Dodik Yulianto melalui Kasat Reskrim Polres Padang Lawas, AKP Irwansyah Sitorus kepada Wartawan, Senin (2/3/2026) membenarkan penangkapan tersebut.

"Iya benar, kami ada melakukan penangkapan dan penahanan terhadap seorang terduga pelaku pencurian dengan pemberatan," ungkap AKP Irwansyah.

Dirinya membeberkan, berdasarkan hasil investigasi anggotanya, pada Jumat (27/2/2026) telah didapatkan informasi bahwasanya diduga Pelaku berada di sebuah rumah yang berada di Desa Hutalombang, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas. 

Selanjutnya, sambung AKP Irwansyah, Tim Opsnal langsung berangkat menuju rumah yang diduga Pelaku berada. Setelah Tim opsnal sampai di rumah pelaku tersebut, namun diduga Pelaku tidak berada di rumahnya. Tapi, di dalam rumah itu, terdapat sebuah kipas angin merek Miyako yang diduga barang curian pelaku. Selanjutnya petugas mengamankan barang tersebut.

"Karena terduga pelaku tidak ada di rumah, selanjutnya Tim Opsnal keluar dan melakukan pencarian ke tempat di mana biasanya terduga pelaku berada. Kemudian, pada saat anggota kita melintas di jalan lintas, terduga pelaku kedapatan sedang mengendarai sepeda motor berboncengan dengan temannya," kata AKP Irwansyah.

Tak perlu menunda waktu, kata Kasat Reskrim, tim langsung melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap terduga pelaku di Daerah Parsombahan, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas.

Setelah itu, Tim opsnal langsung melakukan pengembangan hasil barang curian tersebut, kemudian setelah diinterogasi, diduga Pelaku telah menggadaikan barang hasil curian tersebut kepada seseorang berinisial H di Desa Surau Dingin, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas. 

Adapun barang-barang yang digadaikan antara lain, speaker aktif merk Huper, microfon merek BMB, micher merk Ashley.

"Setelah berhasil mengamankan barang tersebut Tim opsnal langsung mengamankan dan membawa ke Polres Padang Lawas," pungkas Kasat Reskrim Polres Padang Lawas. (Pw)

Pemkab Toba Gelar Gerakan Pangan Murah di Habinsaran Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H

Pemkab Toba Gelar Gerakan Pangan Murah di Habinsaran Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H

Habinsaran, mediasergap.comDalam rangka pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yakni Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Toba melalui Bagian Perekonomian kembali menggelar Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Parsoburan Tengah, Kecamatan Habinsaran, Senin (02/03/2026).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, melalui Sekretaris Daerah Paber Napitupulu, menyampaikan bahwa kehadiran Pemerintah melalui program Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Toba hadir untuk memberikan intervensi harga agar kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekdakab Toba.

Adapun sejumlah komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut antara lain:

  • Beras SPHP dijual seharga Rp.56.500,- per kemasan 5 kilogram, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp.65.500,-.
  • Telur ayam dijual Rp.48.000,- per papan, sementara harga pasar mencapai Rp.54.000,- per papan.
  • Gula pasir dijual Rp.15.000,- per kilogram, sedangkan harga pasar berkisar Rp.18.000,-–Rp.19.000,- per kilogram.
  • Minyak goreng dijual Rp.13.000,- per liter, di bawah harga pasar Rp.17.000,- – Rp.18.000,- per liter.
  • Tepung terigu dijual Rp.8.000,- per kilogram, sementara harga pasar sekitar Rp.12.000,- per kilogram.

Selisih harga tersebut merupakan bentuk keberpihakan Pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi lonjakan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.

Dalam sambutannya, Sekdakab Toba juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan program ini dengan bijak. “Saya berharap kegiatan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Belilah sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan, sehingga seluruh masyarakat yang hadir dapat merasakan manfaatnya secara merata,” pesannya.

Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. (Tim)

Assessment Pegawai WBK 2026, Lapas Kelas I Medan Perkuat Komitmen Pembangunan Zona Integritas

Assessment Pegawai WBK 2026, Lapas Kelas I Medan Perkuat Komitmen Pembangunan Zona Integritas

Medan, mediasergap.comLembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan melaksanakan kegiatan assessment pegawai dalam rangka pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026, pada Senin (2/3/2026), bertempat di Aula Lapas Kelas I Medan. Kegiatan ini diikuti oleh pegawai yang telah ditetapkan sebagai peserta assessment dan bertujuan untuk menjaring sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat dalam mendukung reformasi birokrasi.

Assessment dilaksanakan melalui tahapan penilaian dan evaluasi terhadap kapasitas, integritas, serta pemahaman peserta terkait pembangunan Zona Integritas. Proses ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa tim Pokja yang terbentuk mampu bekerja secara efektif, terarah, dan sesuai dengan indikator WBK dan WBBM.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar dengan semangat partisipatif dari seluruh peserta. Melalui mekanisme assessment ini, Lapas Kelas I Medan menegaskan keseriusannya dalam membangun sistem kerja yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Di tempat terpisah, Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas harus dilaksanakan secara konsisten dan melibatkan pegawai yang memiliki integritas tinggi.

“Assessment ini merupakan upaya konkret untuk memastikan bahwa tim yang tergabung dalam Pokja benar-benar siap bekerja dan membawa perubahan positif bagi organisasi. Kita ingin pembangunan Zona Integritas berjalan optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Lapas Kelas I Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung reformasi birokrasi serta mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani di lingkungan Pemasyarakatan. (Roni K)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport