Media Sergap -->





Headline

Dari Kain Ulos Menjadi Produk Bernilai Jual, Pemkab Toba Perkuat Ekonomi Keluarga


TOBA (Sumut) mediasergap.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab).Toba terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan keterampilan yang dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga. Salah satunya melalui Pelatihan Souvenir Kain bagi angkatan kerja tahun anggaran 2026 yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Landbow Sibarani Nasampulu, Laguboti, Senin (12/10/2026).

Mewakili Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, Keuangan, SDA dan Aset, Darwin Sianipar, berharap pelatihan tersebut dapat membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan mengolah kain ulos menjadi berbagai produk souvenir yang menarik dan memiliki daya saing.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teknik produksi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri yang produktif.

“Dengan keterampilan ini, para peserta diharapkan memiliki peluang membuka usaha mandiri, menambah penghasilan keluarga, sekaligus menciptakan lapangan kerja,” ujar Darwin saat membacakan sambutan Bupati Toba.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja yang dilaksanakan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Toba.

Ketua TP PKK Kabupaten Toba, Ny. Astita Effendi Sintong P. Napitupulu, yang turut hadir dalam kegiatan itu, mengingatkan peserta agar memanfaatkan pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai bekal untuk membangun usaha.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan bantuan mesin jahit yang akan diberikan kepada peserta sebagai modal awal usaha, bukan sekadar menjadi barang yang disimpan tanpa digunakan.

“Bantuan mesin jahit yang akan diberikan harus menjadi modal usaha, bukan sekadar barang pajangan, apalagi sampai dijual. Jangan berhenti hanya sampai pelatihan selesai,” tegasnya.

Ia berharap peserta mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi kegiatan produktif dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian keluarga.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Toba, Rustam Wanri Josua Napitupulu, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut diikuti 20 peserta dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Toba. Pelatihan berlangsung selama 30 hari.

Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan, kreativitas, dan produktivitas masyarakat, khususnya para pencari kerja. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri.

Adapun produk yang akan dihasilkan dari pelatihan tersebut beragam, mulai dari suvenir berbahan kain ulos, topi akup, suvenir topi pengantin, dompet, tempat telepon genggam, topi segitiga, hingga dompet ring dan berbagai produk kreatif lainnya.

Setelah menyelesaikan pelatihan, setiap peserta akan menerima bantuan satu unit mesin jahit sebagai modal dasar untuk memulai usaha. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong peserta mengembangkan keterampilannya menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.

Salah seorang peserta, Evi Sinaga, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para peserta, khususnya dari Ketua TP PKK Kabupaten Toba.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat menambah pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai jual.

“Semoga melalui kegiatan ini, pengetahuan dan keterampilan kami semakin bertambah sehingga dapat berdampak positif terhadap ekonomi keluarga,” ujar Evi. (Dosi)

Pemkab Samosir Gandeng Kejari Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Pembangunan

Samosir (Sumut) mediasergap.com - Pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan program yang baik. Di balik setiap kebijakan, pengelolaan aset, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga pelaksanaan proyek strategis, dibutuhkan kepastian hukum agar setiap langkah pemerintah berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Semangat itulah yang menjadi salah satu pokok pembahasan ketika Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Samosir, Senin (12/10/2026).

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kunjungan balasan setelah sebelumnya Kepala Kejaksaan Negeri Samosir Akwan Annas berkunjung ke Kantor Bupati Samosir.

Wabup Ariston hadir didampingi Asisten I Tunggul Sinaga, Asisten II Hotraja Sitanggang dan Asisten III Arnod Sitorus. Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir disambut langsung Kajari Samosir Akwan Annas didampingi Kasi Intel Juna Karo karo dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

Lebih dari sekedar silaturahmi, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membangun komitmen bersama dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Samosir. Pemerintah Kabupaten Samosir juga mendorong agar sinergi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) semakin dimaksimalkan, sehingga setiap unsur pemerintahan dan instansi vertikal dapat bergerak bersama mengoptimalkan pembangunan daerah.

Wabup Ariston menyampaikan bahwa Kejaksaan memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, khususnya melalui fungsi Jaksa sebagai Pengacara Negara. Peran tersebut diharapkan dapat dimaksimalkan dalam mendampingi pemerintah daerah menghadapi berbagai persoalan hukum yang berkaitan dengan pembangunan.

Menurutnya, pendampingan dan koordinasi dengan Kejaksaan diperlukan agar pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, tepat waktu dan tepat sasaran, sekaligus tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan.

"Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diperlukan terutama dalam  penataan aset, peningkatan PAD dan berbagai hal yang menyangkut proyek strategis daerah, sehingga  pelaksanaan berbagai program pembangunan berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya.

Selain aspek pembangunan, Ariston juga meminta dukungan Kejari Samosir dalam meningkatkan pemahaman hukum bagi masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN). Penyuluhan hukum dinilai penting agar masyarakat maupun ASN semakin memahami hak, kewajiban dan batasan dalam menjalankan aktivitas pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.

Kajari Samosir Akwan Annas menyambut positif kunjungan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir untuk memperkuat kolaborasi kelembagaan. Ia menegaskan bahwa Kejaksaan siap mendukung dan melakukan pendampingan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah Kabupaten Samosir, termasuk mengawal  program pembangunan strategis daerah sepanjang dilakukan melalui koordinasi dan tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku. Akwan Annas membuka ruang untuk berkoordinasi baik secara langsung maupun berjenjang.

Ia menekankan bahwa seluruh instansi pemerintah maupun instansi vertikal harus bahu-membahu melanjutkan target pembangunan sesuai visi dan misi Kabupaten Samosir. Menurutnya, komunikasi yang terbuka sejak awal dapat menjadi bagian penting untuk mencegah persoalan hukum dalam pelaksanaan program pembangunan. 

Lebih lanjutan Kajari mengajak seluruh stakeholder  untuk bersatu membangun Samosir dengan tulus ikhlas, serta melakukan pembangunan sesuai aturan. Penajaman pemahaman terkait pelaksanaan program kegiatan akan didukung dengan semangat kolaborasi, saling mengingatkan dan saling mendampingi.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut dari kerja sama yang telah dibangun melalui MoU antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Kejaksaan Negeri Samosir. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu menjadi instrumen untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan mengawal berbagai agenda pembangunan strategis.

Sinergi dengan Kejaksaan merupakan bagian dari upaya memastikan pembangunan berjalan dengan prinsip kehati-hatian, kepastian hukum dan akuntabilitas. Dengan komunikasi yang semakin kuat, setiap program diharapkan dapat dilaksanakan secara tepat aturan, tepat waktu, tepat sasaran dan pada akhirnya menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Samosir. (D/Smart)

Galian C Diduga Ilegal di Tadukan Raga, Kapolsek Talun Kenas dan Kanit Tipiter Polresta Deliserdang Diduga Ada Terima Upeti Dari Pihak Pengelola

DELI SERDANG — 

Dugaan aktivitas galian C ilegal di kawasan Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, semakin mencuat. Aktivitas pengerukan tanah yang disebut-sebut diduga berkaitan dengan Muklis ramai beredar di media sosial dan memicu keresahan masyarakat.

Tidak berhenti pada beredarnya video, warga Bandar Labuhan disebut turun langsung menghentikan sejumlah truk yang melintas membawa material tanah dari kawasan galian tersebut. Aksi warga ini menunjukkan persoalan pengangkutan material telah berkembang serius di lapangan.

Jika dugaan tersebut benar, pemeriksaan tidak cukup hanya melihat lokasi galian. Aparat harus memastikan siapa yang mengoperasikan kegiatan tersebut, apakah memiliki izin pertambangan yang sah, apakah material yang dikeruk dan diangkut sesuai dengan izin, serta siapa yang bertanggung jawab atas seluruh aktivitas di lapangan. Termasuk memeriksa truk-truk yang keluar membawa material, karena asal-usul material dan dasar pengangkutannya harus jelas.

Legalitas lokasi, status lahan, dokumen perizinan pertambangan, izin lingkungan, hingga aktivitas pengangkutan harus diperiksa secara menyeluruh. Jangan sampai pengerukan berlangsung terus sementara status hukumnya tidak pernah dibuka secara terang.

Lancar ya aktivitas galian C ilegal tersebut yang Kebal Hukum  pihak Aparat Penegak Hukum (APH )Polresta Deliserdang dan Polsek Talun kenas tutup mata dan melakukan pembiaran terhadap aktifitas terus berjalan tanpa ada hambatan atau tindakan tegas dari pihak APH Polresta Deliserdang dan Polsek Talun Kenas.

Dengan demikian Kapolsek Talun Kenas AKP Ronald Pangihutan Manulang, SE. dan Kanit Tipiter Polresta Deliserdang AKP Jesko Siburian diduga kuat ada terima upeti ataupun suap dan diduga juga sebagai Deking dari pihak pengelola galian C yang disebut sebut milik Muklis.

Hingga berita ini dipublikasikan kedua pejabat kepolisian Kapolsek Talun Kenas dan Kanit Tipiter Polresta Deliserdang tidak dapat dikonfirmasi dan lebih memilih bungkam . Kapolsek dan Kanit Tipiter tellah mangkangkangi UU No 14 THN 2008 tentang keterbukaan informasi Publik. (M)

TPP Berdampak Jadi Semangat Satu Dekade Pendamping Desa di Sumatera Utara

LANGKAT (Sumut) mediasergap.com – Satu dekade perjalanan pendampingan desa menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pengabdian, meningkatkan profesionalisme, dan memastikan pemberdayaan masyarakat benar-benar memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa.

Semangat tersebut mewarnai peringatan Hari Jadi Pendamping Desa yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Mengusung semangat “TPP Berdampak”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) untuk mengevaluasi perjalanan pengabdian sekaligus memperkuat peran strategis dalam mendorong desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Dalam sambutannya, Koordinator Provinsi (Korprov) Sumatera Utara, Siddik Suyatno, mengajak seluruh tenaga pendamping desa menjadikan peringatan satu dekade tersebut sebagai momentum untuk melakukan evaluasi diri, meningkatkan kompetensi, dan memperbaiki kualitas pendampingan di lapangan.

“Momentum hari jadi Pendamping Desa mari kita jadikan refleksi diri untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pemberdayaan agar memberikan dampak yang lebih baik,” ujar Siddik Suyatno.

Ia menegaskan bahwa peringatan hari jadi tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi pengingat atas tanggung jawab dan komitmen TPP dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Menurutnya, tantangan pembangunan desa yang semakin kompleks menuntut para pendamping untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kemampuan agar mampu memberikan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan serta potensi masing-masing desa.

Perjalanan sepuluh tahun pendampingan desa menyimpan beragam pengalaman, tantangan, dan pembelajaran. Dalam menjalankan tugasnya, TPP berhadapan dengan berbagai kondisi, mulai dari keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, dinamika sosial masyarakat, kondisi geografis, hingga tantangan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, pendampingan desa memiliki peran penting untuk memperkuat kapasitas aparatur pemerintah desa, mendorong partisipasi masyarakat, mengembangkan potensi ekonomi lokal, serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa.

Pendampingan juga tidak sebatas membantu penyelesaian administrasi dan pelaksanaan program. Lebih dari itu, pendamping diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk terlibat aktif dalam menentukan arah pembangunan, mengawasi pelaksanaan kegiatan, dan menjaga keberlanjutan hasil pembangunan.

Kolaborasi antara TPP, pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar program pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing.

Semangat “TPP Berdampak” menegaskan bahwa keberhasilan pendampingan tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan atau terselesaikannya laporan administrasi. Pendampingan harus mampu mendorong perubahan positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

Hal tersebut dapat diwujudkan melalui perencanaan pembangunan yang partisipatif, pengelolaan Dana Desa yang transparan dan akuntabel, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan usaha ekonomi masyarakat, serta pemberdayaan kelompok perempuan dan generasi muda.

Di sisi lain, peningkatan kapasitas dan kompetensi pendamping menjadi kebutuhan penting agar TPP mampu menjalankan fungsi fasilitasi, koordinasi, dan pemberdayaan secara profesional.

Pendamping juga perlu membangun komunikasi yang efektif dengan pemerintah desa dan masyarakat, memahami regulasi yang berlaku, serta mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai dasar pengembangan ekonomi desa.

Dengan pendekatan tersebut, pendampingan diharapkan tidak menciptakan ketergantungan, melainkan memperkuat kemampuan desa dalam merencanakan, melaksanakan, mengawasi, dan mengevaluasi pembangunan secara mandiri.

Peringatan Hari Jadi Pendamping Desa di Desa Telagah juga menjadi kesempatan untuk mempererat solidaritas dan membangun semangat kebersamaan di antara para tenaga pendamping.

Refleksi atas pelaksanaan tugas selama satu dekade diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai kekurangan, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan pendampingan kepada masyarakat.

Keberhasilan pembangunan desa pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang terlaksana atau besarnya anggaran yang digunakan. Ukuran keberhasilan yang lebih mendasar adalah meningkatnya kapasitas masyarakat, berkembangnya ekonomi lokal, menguatnya kelembagaan desa, serta keberlanjutan manfaat pembangunan bagi generasi mendatang.

Karena itu, semangat pengabdian harus berjalan seiring dengan integritas, profesionalisme, dan kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

Melalui peringatan satu dekade pendampingan desa ini, seluruh TPP diharapkan semakin memperkuat komitmen untuk hadir sebagai mitra strategis pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Sepuluh tahun perjalanan menjadi pijakan untuk melangkah lebih baik. Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan yang berorientasi pada hasil, TPP diharapkan terus menghadirkan perubahan positif bagi desa-desa di Indonesia.

Selamat Hari Jadi Pendamping Desa. TPP Berdampak: Mengabdi dengan Hati, Bergerak Bersama, Mewujudkan Desa Maju, Mandiri, dan Sejahtera. (Tim)

Polsek Medan Kota Tangkap Seorang Spesialis Bongkar Rumah Mewah di Jalan Harimau

Medan (Sumut) mediasergap.com - Petugas Unit Reskrim Polsek Medan Kota kembali berhasil sergap seorang komplotan spesialis bongkar rumah mewah di Jalan Harimau, Kelurahan Pandau Hulu I, Kecamatan Medan Kota. 

Pelaku yang diamankan Irwadi alias Adi (44) warga Jalan Bersama, No 48, Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung. " Korban Helmi Idris (67) warga Jalan Gunung Martimbang, No 20, Kecamatan Medan Timur mengalami kerugian 30 juta, " ucap Kapolsek Medan Kota AKP Feriawan SH MH melalui Kanit Reskrim Iptu Poltak Tambunan SH MH kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026). 

Kronologis kejadian dan penangkapan, Pada hari Kamis tanggal 23 Juli 2026 sekira pukul 20.00 WIB, yang mana kejadian bermula rumah tersebut di Jalan Madong Lubis, No 121, Kelurahan  Pandau Hulu I, Kecamatan Medan Kota, sudah sekitar 3  tahun ini dalam keadaan kosong dan di depannya dipasang pamflet bahwa rumah tersebut dijual akan tetapi belum ada pembeli yang cocok, lalu karena rumah tersebut dalam keadaan kosong jadi korban datang ke TKP sekitar sekali dalam dua minggu dan, dalam pengecekan terakhir yaitu pada hari kamis tanggal 23 Juli 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, korban ketahui pada saat melakukan pengecekan ternyata rumah tersebut sudah dibongkar dan barang barang yang disebutkan di atas telah hilang. atas kejadian tersebut pelapor merasa keberatan dan membuat laporan di Kantor Polsek Medan Kota.

Selanjutnya, pada hari Senin tanggal 10 Oktober 2026 sekira pukul 14.30 WIB,  Unit Reskrim Polsek Medan Kota mendapat informasi tentang keberadaan pelaku pencurian dengan pemberatan (bongkar rumah) yang terjadi di Jalan Madong lubis, Kelurahan Pandau Hulu I, Kecamatan Medan Kota yang bernama Irwadi  alias Adi sedang berada di Jalan Harimau Medan.  Atas Informasi tersebut tim menuju ke TKP dan benar pada saat di TKP, tim melihat pelaku dan berhasil mengamankan pelaku. Selanjutnya pelaku diboyong  ke Kantor Polsek Medan Kota Guna pemeriksaan lebih lanjut.

Dari Hasil Interogasi, pelaku Adi menerangkan bahwa pelaku melakukan aksinya tersebut pada pagi subuh hari. Peran pelaku dalam melakukan tindak pidana tersebut adalah sebagai membantu untuk mengangkat jerjak pintu dan meletakkannya ke becak yang diambil oleh teman-temannya. 

Pada saat melakukan tindak pidana tersebut, pelaku ditemani oleh teman-temannya yang bernama Adil dan Fauzi. Menurut keterangan pelaku, Dari hasil tindak pidana tersebut, pelaku mendapatkan bagian Rp. 50.000, Selanjutnya hasil keuntungan dari kejahatannya digunakan untuk membeli sabu-sabu. (Rel)

Dari Situs Sejarah hingga Persawahan Terasering, Sabulan Disiapkan Jadi Kawasan Kreatif

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com — Pemerintah Kabupaten Samosir mengusulkan Desa Sabulan, Kecamatan Sitiotio, sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah, sebuah program yang diinisiasi Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution. Usulan ini menjadi langkah untuk mengembangkan potensi sejarah, budaya, pertanian, dan pariwisata Desa Sabulan secara terpadu, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Desa Sabulan memiliki kekayaan alam dan budaya yang menjadi modal penting bagi pengembangan kawasan. Hamparan persawahan terasering, panorama Danau Toba, Bukit Sipatungan, serta keberadaan situs sejarah dan tradisi lokal memberikan karakter tersendiri bagi desa yang berada di Kecamatan Sitiotio tersebut.

Potensi itu kini diarahkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif melalui konsep pengembangan kawasan yang mengintegrasikan pelestarian budaya, penataan objek wisata, penguatan pertanian, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan infrastruktur pendukung.

Sebagai bagian dari tahapan penilaian, Tim Verifikasi dan Validasi Kampung Kreatif Sumut Berkah yang dipimpin Ketua Tim Benny P. Girsang melakukan peninjauan langsung ke Desa Sabulan, Jumat (9/10/2026). Kunjungan tersebut bertujuan mencocokkan proposal Pemerintah Kabupaten Samosir dengan kondisi faktual di lapangan, termasuk kesiapan kawasan, dukungan masyarakat, dan kepastian lahan.

Tim didampingi Kabid Sarana dan Prasarana Bapperida Samosir Yanti Ompusunggu, Kabid Perencanaan Perekonomian Rikardo Simbolon, Camat Sitiotio Josro Tamba, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Golfried Harianja, Kepala Dinas Sosial dan PMD Hans Rikardo Sidabutar, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Turut hadir Ketua Lembaga Adat dan Budaya (LAB) Kabupaten Samosir Pantas M. Sinaga, Kepala Desa, dan masyarakat setempat.

Pemerintah Kabupaten Samosir memandang Desa Sabulan memiliki karakter yang sesuai untuk dikembangkan menjadi kawasan kreatif karena memadukan potensi alam, sejarah, budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam pemaparan sebelumnya di Kantor Bupati Samosir, Asisten II Setdakab Samosir Hotraja Sitanggang menyampaikan bahwa pengembangan kawasan Sabulan turut didukung peningkatan aksesibilitas melalui pembangunan Jalan Provinsi Simpang Gonting–Janji Raja. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses darat dari Kabupaten Humbang Hasundutan menuju Kabupaten Samosir.

“Kami berharap Kampung Kreatif ini bisa terwujud di Sabulan. Ke depan akan menjadi prioritas dan andalan Samosir untuk pariwisata,” ungkap Hotraja.

Menurutnya, perpaduan bentang alam, sejarah, budaya, legenda, dan potensi wisata menjadikan Sabulan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu kawasan unggulan pariwisata Kabupaten Samosir.

Sementara itu, Kepala Bapperida Samosir Rajoki Simarmata memaparkan bahwa konsep penataan Sabulan dirancang secara terintegrasi. Pengembangan meliputi potensi seni dan budaya lokal, alam dan pariwisata, kerajinan dan industri kreatif, peningkatan keterampilan sumber daya manusia, pertanian, UMKM, infrastruktur, hingga pemanfaatan teknologi.

Sabulan juga diproyeksikan menjadi salah satu pintu masuk kawasan melalui jalur darat dan Danau Toba. Konsep pengembangannya mencakup sentra kuliner, gerai suvenir, serta ruang pertunjukan seni yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada pengunjung.

Potensi makanan tradisional Batak, industri rumah tangga pembuat alat musik tradisional, dan produk pangan lokal turut menjadi bagian dari rencana pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

Ketua Tim Verifikasi dan Validasi Benny P. Girsang menjelaskan bahwa peninjauan lapangan merupakan bagian dari proses penilaian untuk memastikan kesesuaian antara dokumen usulan dan kondisi sebenarnya.

“Kami sudah menilai proposal yang sudah diajukan dan selanjutnya melakukan verifikasi sesuai fakta di lapangan,” kata Benny.

Ia menjelaskan bahwa desa yang terpilih berpeluang memperoleh bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan nilai Rp.5 miliar hingga Rp.50 miliar, sesuai hasil penilaian dan ketentuan program.

Dukungan pembiayaan tersebut direncanakan berdasarkan proposal yang diajukan, dengan kebutuhan kolaborasi bersama pemerintah daerah melalui APBD untuk mendukung komponen pengembangan lainnya.

“Untuk bantuan keuangan provinsi peruntukannya jelas sesuai proposal dan harus ada dukungan dari APBD terhadap penguatan hal-hal lain. Harus ada kolaborasi. Yang paling rendah Rp.5 miliar dan yang terbaik Rp.50 miliar,” jelasnya.

Benny menegaskan bahwa hasil verifikasi dan validasi selanjutnya akan dibawa ke sidang pleno. Dukungan masyarakat, kepastian aset dan lahan, serta kesesuaian perencanaan dengan kondisi nyata di lapangan menjadi aspek penting dalam proses penilaian.

Ia juga menyebutkan bahwa sebanyak 45 Desa di Sumatera Utara mengikuti persaingan untuk memperoleh program tersebut. Karena itu, kesiapan masyarakat dan kondisi faktual kawasan menjadi bagian penting yang harus dibuktikan, bukan hanya melalui dokumen proposal.

“Jika terpilih menjadi Kampung Kreatif, masyarakat juga harus kreatif, harus mendukung pembebasan lahan. Tidak cukup hanya di atas kertas, penataan kawasan dan situs harus sesuai dengan fakta di lapangan,” tegas Benny.

Kehadiran tim verifikasi disambut masyarakat Desa Sabulan. Pemerintah desa dan masyarakat menyatakan dukungan terhadap rencana pengembangan kawasan, termasuk kesiapan mendukung penyediaan dan penataan lahan sesuai kebutuhan program.

Camat Sitiotio Josro Tamba berharap Desa Sabulan memperoleh kesempatan untuk dikembangkan melalui program Kampung Kreatif Sumut Berkah. Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga kebersamaan dan memastikan persyaratan yang dibutuhkan dapat dipenuhi.

“Program Bapak Gubernur akan menjadi berkat bagi masyarakat. Apabila desa ini memperoleh hasil dengan nilai yang terbaik maka akan memperoleh alokasi anggaran dan akan banyak pengembangan. Mari kita dukung bersama. Semoga kita bisa mendapatkan pembangunan ini,” kata Josro.

Dukungan juga disampaikan warga setempat, Mahidin Pandiangan. Ia menilai Sabulan memiliki nilai sejarah yang penting bagi keturunan Si Raja Lontung yang tersebar di berbagai daerah.

“Desa Sabulan merupakan kampung bersejarah dan membawa berkah kepada keturunan Si Raja Lontung yang tersebar di penjuru dunia. Kami bangga dan mengapresiasi program Bapak Gubernur, akan kami dukung sepenuhnya,” ujar Mahidin.

Ketua LAB Kabupaten Samosir Pantas M. Sinaga turut mendukung rencana penataan kawasan tersebut. Menurutnya, pengembangan Desa Sabulan perlu disertai perhatian terhadap situs-situs budaya yang berkaitan dengan sejarah Si Raja Lontung agar nilai sejarah dan identitas budaya tetap terjaga.

“Pengembangan Desa Sabulan sangat penting sebagai titik nol Si Raja Lontung. Kami berharap situs yang ada dapat ditata kembali. Segala administrasi dukungan akan disiapkan,” ujarnya.

Dalam proposal yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Samosir, sejumlah pembangunan direncanakan untuk mendukung penataan Desa Sabulan secara menyeluruh. Total nilai usulan tersebut mencapai Rp50 miliar, dengan konsep perencanaan yang telah dilengkapi Detail Engineering Design (DED) dan master plan.

Rencana pengembangan meliputi penataan persawahan terasering Sabulan, pembangunan rest area dan gerai UMKM, penataan objek wisata Sipatungan, serta pengembangan kawasan parkir dan situs budaya.

Di sektor infrastruktur dasar, usulan mencakup penyediaan sumber air bersih, pembangunan dan peningkatan jalan antardusun, serta pembangunan jaringan irigasi pertanian. Peningkatan kualitas rumah tidak layak huni juga masuk dalam rencana yang diajukan.

Selain itu, pengadaan bibit buah diusulkan untuk mendukung penghijauan dan menjaga kelestarian lingkungan kawasan.

Seluruh rencana tersebut diarahkan agar pembangunan fisik berjalan beriringan dengan pelestarian budaya, penguatan sektor pertanian, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, pengembangan kawasan tidak hanya berorientasi pada penataan destinasi, tetapi juga pada penciptaan peluang usaha dan peningkatan manfaat ekonomi bagi warga.

Pengusulan Desa Sabulan sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah menjadi peluang bagi Kabupaten Samosir untuk mengembangkan potensi lokal melalui pendekatan yang menghubungkan sejarah, budaya, pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif.

Namun, realisasi program tersebut tetap bergantung pada hasil penilaian dan keputusan pemerintah provinsi. Kesiapan lahan, dukungan masyarakat, kesesuaian proposal, serta kolaborasi pembiayaan menjadi bagian penting yang perlu dipastikan dalam tahapan selanjutnya.

Dengan perencanaan yang matang dan keterlibatan aktif masyarakat, Desa Sabulan diharapkan mampu mengembangkan kekayaan alam dan budayanya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus menjaga warisan sejarah dan identitas lokal bagi generasi mendatang. (D/Smart)

Pemkab Samosir Dorong Kolaborasi BI untuk Pengendalian Inflasi dan Pengembangan Ekonomi Lokal

Medan (Sumut) mediasergap.com - Wakil Bupati Samosir Ariston T. Sidauruk menghadiri pengukuhan Ameriza Ma’ruf Moesa sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara, Jumat (9/10/2026), di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan.

Pengukuhan tersebut dihadiri Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Utara, serta Para Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Utara. Ameriza Ma’ruf Moesa menggantikan Rudy Brando Hutabarat.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kunci keberhasilan pembangunan daerah. Melalui semangat Kolaborasi Sumut Berkah, ia mengapresiasi kontribusi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia untuk mengatasi ketimpangan ekonomi, memperkuat pemulihan daerah terdampak bencana, serta mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh kabupaten/kota. Penguatan kerja sama ekonomi lintas provinsi di Pulau Sumatera turut menjadi perhatian guna mengoptimalkan potensi perdagangan dan investasi.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa Sumatera Utara memiliki potensi ekonomi yang besar, didukung sumber daya dan jumlah penduduk yang signifikan. Karena itu, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah agar kebijakan pengendalian inflasi dan pengembangan ekonomi memberikan dampak nyata serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumatera Utara yang baru dikukuhkan, Ameriza Ma’ruf Moesa, menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas harga, dan memberikan rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah. Ia berharap dukungan seluruh kepala daerah dan pemangku kepentingan dapat memperkuat program yang telah berjalan, termasuk pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Wakil Bupati Samosir Ariston T. Sidauruk menyambut baik pengukuhan tersebut. Pemerintah Kabupaten Samosir memandang Bank Indonesia sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat daya beli masyarakat, serta mendorong pengembangan potensi unggulan daerah.

Sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan daya saing produk lokal, serta kelancaran distribusi barang dan pengendalian harga. Bagi Kabupaten Samosir, kolaborasi ini penting agar potensi ekonomi daerah semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Melalui momentum pengukuhan ini, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap koordinasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten/Kota semakin kuat, sehingga pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara dapat berlangsung lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan. (D/Smart)

Perkuat Akses Wisata Danau Toba, Pemkab Toba Rekonstruksi Jalan hingga 5,4 Kilometer

Toba (Sumut) mediasergap.com - Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus meninjau pelaksanaan dua pekerjaan rekonstruksi jalan, yakni ruas Soposurung–Hinalang dan Sibodiala–Gurgur di Kabupaten Toba, Jumat (9/10/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Toba, Gumianto Simangunsong untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan baik dan sesuai dengan kualitas yang diharapkan.

Wabup Audi Murphy O. Sitorus mengatakan, pembangunan jalan tersebut merupakan kegiatan strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata di kawasan Sibodiala yang dikenal memiliki panorama Danau Toba dan menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat, termasuk penggemar olahraga motorcross.

“Saya dan Kepala Dinas PUTR hadir di Sibodiala untuk meninjau langsung pembangunan dan pengaspalan jalan Hinalang–Sibodiala dan Sibodiala–Gurgur. Kita berharap akses jalan yang semakin baik dapat meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan membuat kawasan ini semakin ramai,” ujarnya.

Rekonstruksi jalan yang mencakup ruas Hinalang–Sibodiala sepanjang 1,9 kilometer dan Sibodiala–Gurgur sepanjang 3,5 kilometer menjadi bagian dari jalur penghubung yang dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas wisata di kawasan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga mengingatkan pihak rekanan agar serius melaksanakan pekerjaan dan segera menyampaikan kendala yang ditemukan di lapangan, termasuk persoalan aliran air, sehingga dapat dibahas bersama dan tidak mengurangi kualitas hasil pembangunan.

“Kita ingin pekerjaan ini benar-benar dikerjakan dengan baik. Jika ada kendala yang belum terdeteksi saat perencanaan, segera sampaikan agar bisa kita carikan solusinya bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Toba, Gumianto Simangunsong, menyampaikan pekerjaan rekonstruksi tersebut dilaksanakan dengan lebar badan jalan empat meter dan penguncian bahu jalan masing-masing setengah meter. 

"Terkait adanya permintaan masyarakat untuk perbaikan jalan menuju Batu Basiha yang tembus ke Aek Bolon telah masuk dalam Program Dinas. Mudah-mudahan penanganan ruas tersebut dapat dilaksanakan pada awal 2027," terangnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi warga.

Dalam peninjauan itu, Wabup juga menyoroti keberadaan mata air di tengah badan jalan dan menyarankan agar aliran air diarahkan melalui lubang pembuangan menuju parit untuk mencegah gangguan terhadap kualitas jalan.

Apresiasi atas pembangunan tersebut disampaikan Ringgas Napitupulu (49) warga setempat. Ia mengaku bersyukur karena perbaikan jalan telah membantu meningkatkan kenyamanan berkendara setelah sebelumnya kondisi jalan kerap menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah yang telah memberi perhatian untuk perbaikan jalan ke kampung kami. Selama ini kendaraan kami sering rusak, tetapi sekarang kondisi jalan sudah lebih baik. Semoga Pemerintah juga memperhatikan jalan-jalan lain yang sudah rusak,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Elvinawaty Panjaitan (49), warga Desa Sibodiala. Ia mengapresiasi pembangunan jalan di desanya sekaligus berharap perbaikan jalan menuju Simpang Empat Aek Bolon Julu dapat direalisasikan pada tahun depan.

“Kami berterimakasih kepada Bupati dan Pemerintah atas pembangunan jalan di Desa Sibodiala. Kami berharap permintaan masyarakat untuk perbaikan jalan menuju Simpang Empat Aek Bolon Julu juga dapat dilaksanakan tahun depan,” harapnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Kabid Cipta Karya Dinas PUTR Kabupaten Toba Untung Sirait serta perwakilan rekanan dari CV Mindo Anugerah Persada dan CV Bangun Toba Sejahtera. (Dosi)

Perkuat Tri Satya dan Dasa Darma, Pramuka Toba Didorong Jadi Pelopor Pengabdian

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu menekankan pentingnya penguatan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan karakter yang kuat agar dapat dimanfaatkan untuk hal-hal positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Effendi saat bertindak sebagai pembina upacara pada Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kabupaten Toba di Lapangan Kantor Bupati Toba, Jumat (9/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Effendi membacakan sambutan tertulis Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso. Ia mengingatkan bahwa kemampuan teknologi yang terus berkembang harus diiringi nilai-nilai moral dan karakter yang kokoh.

“Di tengah kemajuan zaman, teknologi memang memberikan kemampuan yang semakin besar. Namun, kita harus ingat bahwa karakterlah yang akan memberikan arah agar kemampuan teknologi tersebut benar-benar digunakan untuk sebuah kebermanfaatan,” demikian pesan yang disampaikan Effendi saat membacakan amanat tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma harus senantiasa menjadi pedoman hidup anggota Pramuka dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

Apel Besar Hari Pramuka ke-65 tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Toba sekaligus Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Toba, Audi Murphy O. Sitorus, serta Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga selaku Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Toba. Hadir pula jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba.

Diwarnai Pelantikan-Pemberian Penghargaan Peringatan Hari Pramuka tahun ini juga menjadi momentum untuk mengapresiasi dedikasi anggota dan pembina Pramuka yang telah berkontribusi dalam kegiatan kepramukaan.

Sejumlah agenda dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya pelantikan Pengurus Saka POM Toba sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam pengawasan obat dan makanan di daerah.

Selain itu, dilakukan penyematan Lencana Purna Jambore Daerah Sumatera Utara Sibolangit 2026 serta penyematan lencana dan penyerahan piagam Jambore Nasional Cibubur 2026.

Penghargaan juga diberikan melalui penyematan Selendang Mahir kepada tiga penerima, yakni Kak Ahmad Dalil Napitupulu, Kak Dewi Sartika Sitepu, dan Kak Ernawati Hadi Siregar.

Melalui peringatan Hari Pramuka ke-65, Pemerintah Kabupaten Toba mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk terus memperkuat solidaritas, meningkatkan kualitas diri, serta berperan aktif dalam membangun generasi muda yang berkarakter dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Semangat tersebut sejalan dengan tema persatuan dan pengabdian yang digaungkan melalui slogan, “Satu Pramuka untuk Satu Indonesia.”

Dengan semangat kepramukaan, diharapkan generasi muda tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan tanggung jawab dalam berkontribusi bagi bangsa dan negara. (Dosi)

Serapan Jagung Polres Binjai Tembus 300,2 Ton, Komitmen Ketahanan Pangan Berlanjut

BINJAI (Sumut) mediasergap.com– Untuk mendukung program ketahanan pangan Pemerintah Republik Indonesia, Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., kembali mengirimkan serapan jagung hasil program ketahanan pangan ke gudang Bulog Pulau Brayan, Medan.

Pengiriman serapan jagung tersebut dilaksanakan pada Senin (05/10/2026) pukul 12.00 wib dengan jumlah sebanyak 5 ton jagung dan kadar air 12,5 %.

Dengan pengiriman tersebut, total serapan jagung yang telah dikirimkan Polres Binjai ke gudang Bulog Pulau Brayan Medan hingga saat ini mencapai 300,2 Ton.

Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polres Binjai terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu penyerapan hasil pertanian masyarakat," ucapnya

“Polres Binjai akan terus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan, salah satunya melalui penyerapan dan pengiriman hasil panen jagung ke Bulog,” tegas AKBP R. Bimo Moernanda. (Roni K)

(Sumber: ©Humas Res Binjai)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport