Media Sergap -->

Headline

Polda Sumsel Perkuat Koordinasi Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas di Muratara

Palembang, mediasergap.comWakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana memimpin Rapat Koordinasi bersama Tim Monitoring Kemenko Polkam RI di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas instansi guna mempercepat penanganan kasus kecelakaan lalu lintas menonjol di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Rapat koordinasi tersebut difokuskan pada percepatan proses penanganan, penyelidikan, serta pemenuhan hak-hak korban agar seluruh tahapan berjalan profesional, transparan, dan akuntabel. Kehadiran Tim Monitoring Kemenko Polkam RI juga menjadi bentuk pengawasan sekaligus dukungan terhadap upaya penegakan hukum yang humanis dan berkeadilan.

Dalam arahannya, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan pentingnya akurasi data dan sinkronisasi antarinstansi dalam proses penanganan di lapangan. Menurutnya, koordinasi yang solid menjadi faktor utama agar setiap langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur.

“Koordinasi lintas sektoral menjadi kunci agar seluruh proses penanganan berjalan cepat, tepat, dan akuntabel. Polda Sumsel memastikan seluruh tahapan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan transparansi serta kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan langkah konkret antarinstansi dalam memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan terhadap hak-hak masyarakat, khususnya para korban dan keluarga terdampak.

Polda Sumsel juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang presisi, responsif, dan berorientasi pada keadilan, sehingga setiap penanganan perkara dapat memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat. (Rel)

Kapolres Padang Lawas Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Personel melalui Pengecekan Sikap Tampang

Padang Lawas (Sumut) mediasergap.com Dalam upaya meningkatkan disiplin dan profesionalisme anggota, Dodik Yuliyanto bersama Wakapolres Sugianto dan PS Kasi Propam H Salim melaksanakan pengecekan langsung terhadap sikap tampang dan kerapian personel di lingkungan Polres Padang Lawas, Senin (11/05/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pembinaan internal guna memastikan setiap personel memiliki kesiapan, kedisiplinan, serta penampilan yang rapi dan profesional dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Pemeriksaan meliputi kerapian rambut, kelengkapan atribut dinas, kebersihan pribadi, hingga penggunaan seragam sesuai ketentuan. Seluruh personel yang mengikuti apel pagi menjalani pemeriksaan secara tertib dan penuh disiplin.

Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yuliyanto menegaskan bahwa penampilan personel merupakan bagian penting dalam membangun citra positif dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Penampilan adalah cerminan kepribadian dan profesionalisme anggota Polri. Kerapian dan disiplin harus terus dijaga karena masyarakat menilai pelayanan dimulai dari sikap dan penampilan kita,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Wakapolres Kompol Sugianto menambahkan bahwa disiplin dan kerapian bukan hanya aturan internal, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap tugas, institusi, dan masyarakat yang dilayani.

Ia mengingatkan seluruh personel agar selalu menjaga etika, kedisiplinan, serta kelengkapan atribut dinas dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari.

Di sisi lain, PS Kasi Propam Iptu H. Salim menekankan pentingnya memberikan teladan yang baik kepada masyarakat, baik melalui sikap, tutur kata, maupun pelayanan yang humanis.

“Kita hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Mulailah dari penampilan yang baik, sikap santun, serta pelayanan yang tulus dan humanis,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Polres Padang Lawas berharap seluruh personel dapat terus menjaga integritas, disiplin, dan profesionalisme sehingga mampu menghadirkan pelayanan yang semakin prima, humanis, dan dipercaya masyarakat. (Rel)

(Sumber: Humas Polres Padang Lawas)

Wali Kota Tebing Tinggi Dorong RSUD Kumpulan Pane Tingkatkan Pelayanan Prima dan Disiplin Kerja

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com Wali Kota Iman Irdian Saragih memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis, tenaga kesehatan, serta jajaran manajemen RSUD dr. H. Kumpulan Pane atas komitmen dan dedikasi mereka dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota saat memimpin apel pagi di halaman RSUD dr. H. Kumpulan Pane, Senin (11/05/2026). Menurutnya, peningkatan pelayanan rumah sakit terlihat dari semakin tingginya kepercayaan masyarakat yang ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan pasien dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, Wali Kota mengingatkan seluruh jajaran rumah sakit agar tidak cepat berpuas diri. Ia menegaskan bahwa posisi strategis Kota Tebing Tinggi menuntut RSUD dr. H. Kumpulan Pane untuk terus berbenah dan mampu bersaing dengan rumah sakit di daerah sekitar.

“Kita harus terus meningkatkan pelayanan yang prima, lebih baik dan lebih maksimal lagi. Saya yakin RSUD dr. H. Kumpulan Pane mampu menjadi rumah sakit pilihan masyarakat, khususnya di wilayah sekitar Tebing Tinggi,” ujar Wali Kota.

Dalam arahannya, Wali Kota juga menekankan pentingnya disiplin kerja sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan humanis. Menurutnya, apel pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk komitmen dan kesiapan pegawai dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Disiplin adalah hal utama. Datang tepat waktu, bekerja dengan baik, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat harus menjadi budaya kerja bersama,” tegasnya.

Wali Kota turut mengajak seluruh tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit untuk terus menjaga integritas, mematuhi aturan yang berlaku, serta bekerja dengan penuh keikhlasan demi memberikan rasa nyaman dan kepuasan kepada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Usai apel pagi, Wali Kota didampingi Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik meninjau langsung sarana dan prasarana rumah sakit. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyempatkan diri menyapa pasien guna mendengarkan aspirasi dan masukan terkait pelayanan kesehatan yang diterima.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama tenaga medis dan manajemen rumah sakit di ruang aula. Diskusi membahas sejumlah isu strategis, mulai dari optimalisasi jasa pelayanan tenaga kesehatan hingga pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit guna mendukung pelayanan yang semakin modern dan berkualitas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Inspektur Muhammad Fachry, Kepala Dinas Kesehatan Fitri Sari Saragih, Kepala Dinas PUPR Tora Daeng Masaro, Wakil Direktur RSUD Herita Amalia Sari Asih, pengamat hukum Pahala Sitorus, serta seluruh jajaran manajerial dan tim medis RSUD dr. H. Kumpulan Pane. (Ajs)

Tokoh Agama di Timika Apresiasi Pendekatan Humanis Operasi Damai Cartenz 2026

Timika, mediasergap.com - Dukungan terhadap pelaksanaan Operasi Damai Cartenz 2026 terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat di Tanah Papua. Pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis yang dilakukan aparat dinilai mampu menciptakan rasa aman sekaligus memperkuat semangat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Salah satu apresiasi datang dari tokoh agama di Kabupaten Mimika, Iwan Sumandak yang menilai kehadiran aparat Operasi Damai Cartenz tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan, kepedulian, dan kedamaian bagi masyarakat Papua.

Dalam testimoninya, ia menyampaikan penghargaan atas dedikasi aparat yang terus hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai humanis.

“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Operasi Damai Cartenz yang terus bekerja dengan keberanian, pengorbanan, dan hati dalam menjaga kedamaian serta melindungi masyarakat,” ujar Iwan Sumandak.

Ia menambahkan bahwa masyarakat dapat merasakan pendekatan yang penuh kepedulian dalam setiap pelaksanaan tugas aparat di lapangan. Menurutnya, komunikasi yang baik dan sikap humanis menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua.

“Kami melihat bahwa selalu ada pesan kedamaian, kepedulian, dan kasih kepada sesama dalam setiap langkah yang dilakukan,” lanjutnya.

Selain memberikan apresiasi, tokoh agama tersebut juga mengajak seluruh masyarakat dan umat beragama di Tanah Papua, khususnya di Kota Timika, untuk terus menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan sosial demi terciptanya situasi yang aman dan damai.

“Mari kita terus bergandengan tangan dan tetap menjadi terang bagi tanah dan kota kita tercinta, Tanah Papua dan Kota Timika,” ungkapnya.

Pelaksanaan Operasi Damai Cartenz 2026 sendiri terus mengedepankan pendekatan humanis melalui komunikasi aktif bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen warga. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilitas keamanan yang kondusif sekaligus membangun rasa saling percaya dan kebersamaan di tengah masyarakat Papua.

Dukungan dari para tokoh agama diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan, menolak segala bentuk kekerasan, serta membangun Papua yang aman, damai, dan penuh persaudaraan. (Muh Fahrul Ikhsan)

40 Catar Akpol Ikuti Uji Asesmen Mental dan Kepribadian, Polda Kaltim Tegaskan Seleksi Transparan dan Profesional

Balikpapan (Kaltim) mediasergap.comSebanyak 40 calon taruna dan taruni (catar) Akademi Kepolisian (Akpol) mengikuti tahapan Computer Assisted Test (CAT) Uji Asesmen Mental Ideologi (AMI) dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) dalam rangka seleksi penerimaan terpadu Akpol Tahun Anggaran 2026 di Laboratorium Komputer SMKN 4 Balikpapan, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembentukan calon perwira Polri yang unggul, berintegritas, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat guna mendukung terwujudnya institusi Polri yang profesional dan terpercaya di tengah masyarakat.

Kabid Humas Polda Kaltim, Yuliyanto menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti ujian CAT AMI dan PMK berjumlah 40 orang, terdiri dari 35 peserta laki-laki dan 5 peserta perempuan.

Menurutnya, asesmen mental ideologi dan penelusuran mental kepribadian merupakan bagian penting dalam proses seleksi untuk memastikan calon perwira Polri tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan kesiapan fisik yang baik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai integritas, loyalitas, disiplin, dan semangat nasionalisme.

“Seleksi ini bertujuan mencetak calon anggota Polri yang berkarakter kuat, profesional, serta mampu menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat secara humanis,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, proses ujian diawasi secara ketat oleh pengawas internal maupun eksternal guna memastikan seluruh tahapan berjalan transparan, objektif, dan akuntabel sesuai prinsip rekrutmen Polri yang bersih dan terpercaya.

Polda Kaltim juga menegaskan komitmennya untuk menutup ruang terhadap segala bentuk praktik kecurangan, titipan, maupun intervensi yang dapat merusak integritas proses seleksi.

“Kami tidak memberikan ruang terhadap praktik kecurangan, titipan maupun investasi dalam bentuk apa pun. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan hasil yang diperoleh secara objektif,” tegas Kombes Pol. Yuliyanto.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa seluruh tahapan seleksi penerimaan Akpol dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis, serta mengedepankan sistem clear and clean dalam setiap proses rekrutmen.

Melalui proses seleksi yang profesional dan berintegritas, diharapkan dapat lahir calon-calon perwira Polri yang berkualitas, memiliki moralitas tinggi, serta siap mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh tanggung jawab. (M Fahrul Ikhsan)

(Sumber: Humas Polda Kaltim)

Menuju Toba Mantap 2029, Pemkab Toba Perkuat Struktur Birokrasi dan SDM ASN

Toba (Sumut) mediasergap.com - Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) serta Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba, Senin (11/5/2026), di Balai Data Kantor Bupati Toba.

Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi dan penguatan tata kelola pemerintahan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat terwujudnya visi pembangunan daerah menuju “Toba Mantap 2029”.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekdakab, Pimpinan Perangkat Daerah, Pejabat yang dilantik, Rohaniawan, serta Insan Pers.

Adapun Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik antara lain:

  1. Verry S. Napitupulu sebagai Asisten Administrasi Umum Sekdakab Toba,
  2. Dr. Freddi Seventry Sibarani sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba,
  3. Jonni D.P Lubis sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdakab Toba,
  4. Sahat Manullang sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat,
  5. Dr. Juliwan Hutapea sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Toba,
  6. Darwin Parlindungan Sianipar sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, Keuangan, SDA dan Aset,
  7. Sofian Sitorus sebagai Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Toba,
  8. Rikardo Hutajulu sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba.

Selain Pejabat Struktural, sejumlah Pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba juga turut dilantik dalam kesempatan tersebut.

Dalam sambutan Bupati Toba yang dibacakan Wakil Bupati, disampaikan bahwa pelaksanaan uji kompetensi PPTP yang digelar pada April 2026 menjadi dasar evaluasi serta penataan jabatan di lingkungan pemerintah daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan organisasi pemerintahan tetap adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Wakil Bupati menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan memperkuat efektivitas birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Pergantian pejabat adalah bagian dari dinamika organisasi dalam upaya melaksanakan perubahan menuju perbaikan dan penyempurnaan organisasi. Organisasi harus terus bergerak agar mampu bekerja lebih cepat, efektif dan inovatif dalam mencapai tujuan pembangunan menuju Toba Mantap 2029,” ujar Wakil Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya membangun koordinasi, komunikasi, serta kolaborasi antar perangkat daerah guna menciptakan birokrasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat dan berkualitas harus dijawab melalui inovasi serta penguatan sistem kerja berbasis digital.

“Kita ingin ASN menjadi motor perubahan yang mampu menghadirkan pelayanan publik yang modern, efisien dan berintegritas,” tegasnya.

Kepada pejabat fungsional yang baru dilantik, Wakil Bupati berharap agar terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan pemahaman teknis sesuai bidang tugas masing-masing demi mendukung optimalisasi kinerja perangkat daerah.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba untuk terus menjaga soliditas, meningkatkan dedikasi, serta memperkuat semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi percepatan pembangunan daerah yang maju, unggul, dan berkelanjutan menuju Toba Mantap 2029. (Ds)

Perangkat Desa Tanjung Morawa A Tantang Media Penyebar Framing dan Narasi Provokatif Tanpa Fakta

Deli Serdang (Sumut) mediasergap.comGelombang pemberitaan terkait dugaan peredaran narkoba di Dusun II Jalan Kebun Sayur, Desa Tanjung Morawa A, kini memicu kemarahan warga dan perangkat desa. Mereka menilai sebagian media online dan akun media sosial telah melampaui batas jurnalistik dengan membangun opini liar, menggiring persepsi publik, serta menciptakan stigma massal seolah seluruh wilayah mereka identik dengan kriminalitas dan narkoba.

Perangkat Desa Tanjung Morawa A, Rahmad selaku Kepala Dusun II, menegaskan bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam melihat kampung mereka terus dijadikan sasaran framing sepihak demi kepentingan sensasi dan perburuan trafik media.

“Sudah terlalu jauh. Kampung kami diperlakukan seolah sarang kriminal, padahal mayoritas masyarakat di sini hidup normal, bekerja, beribadah, dan menjaga lingkungan. Tapi karena narasi liar yang terus digoreng, publik digiring percaya seakan seluruh warga terlibat narkoba. Ini bukan lagi kritik sosial, tapi pembunuhan karakter terhadap masyarakat,” tegas Rahmad, Minggu (11/5/2026).

Ia menyebut sebagian pemberitaan telah kehilangan etika jurnalistik karena lebih sibuk membangun headline provokatif dibanding menyajikan fakta yang utuh, berimbang, dan terverifikasi. Bahkan istilah “Las Vegas Narkoba” yang disematkan terhadap Jalan Kebun Sayur disebut sebagai bentuk propaganda stigma yang menghina martabat masyarakat.

“Bahasa seperti itu sangat tendensius dan tidak manusiawi. Kampung kami dihukum lewat opini. Semua dipukul rata seolah pelaku kejahatan. Ini framing brutal yang merusak nama baik masyarakat tanpa memikirkan dampaknya,” ujarnya tajam.

Rahmad juga membantah keras isu liar terkait kendaraan Fortuner putih yang ramai dikaitkan dengan aparat kepolisian maupun dugaan aktivitas tertentu sebagaimana beredar di media sosial. Menurutnya, narasi tersebut dibangun tanpa fakta jelas dan tanpa proses verifikasi yang benar.

“Fortuner putih yang disebut-sebut itu tidak pernah masuk ke lokasi sebagaimana yang digiring dalam pemberitaan. Dan kendaraan itu juga bukan milik polisi seperti yang terus dimainkan di media sosial. Jangan bangun asumsi lalu dipaksa menjadi kebenaran publik,” katanya.

Ia menilai pola pemberitaan semacam itu sangat berbahaya karena mampu membentuk penghakiman massal sebelum ada fakta hukum yang sah. Rahmad bahkan menyindir keras media yang dinilai terlalu gampang menuding tanpa konfirmasi menyeluruh kepada perangkat desa maupun masyarakat setempat.

“Kalau mau jadi media, jalankan jurnalistik yang benar. Jangan hanya jual sensasi, kutip sepihak, lalu bungkus dengan judul bombastis untuk memancing emosi publik. Media bukan mesin fitnah dan bukan alat pembentuk vonis jalanan,” ucapnya.

Kemurkaan serupa juga datang dari sejumlah tokoh masyarakat yang mengaku geram melihat nama kampung mereka terus digiring menjadi simbol kriminalitas di mata publik.

“Kami miris melihat kampung kami dicap seolah tempat sampah narkoba. Padahal mayoritas warga di sini religius dan hidup baik. Tapi karena framing liar yang terus dipelihara, nama kampung kami dihancurkan secara terbuka,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ia menilai situasi semakin liar pasca penangkapan Arman Syaputra alias Bobo beberapa waktu lalu. Menurutnya, sejak itu berbagai nama mulai diseret dan dihakimi di ruang publik tanpa dasar hukum yang jelas.

“Begitu Arman ditangkap, langsung muncul narasi liar ke mana-mana. Banyak nama dibawa-bawa seolah sudah pasti bersalah. Padahal proses hukum saja belum selesai. Ini sangat berbahaya karena opini publik dibentuk lebih dulu sebelum ada putusan hukum tetap,” katanya.

Tokoh masyarakat tersebut juga menyoroti pemberitaan yang menyeret nama MS alias Panjang dan mengaitkannya dengan dugaan peredaran narkoba. Ia menyebut tudingan itu sangat fatal dan berpotensi menjadi fitnah publik yang menghancurkan nama baik seseorang beserta keluarganya.

“MS alias Panjang setahu masyarakat dikenal baik dan aktif bersosialisasi. Tapi namanya digiring seolah sudah divonis bersalah lewat media. Ini bukan kontrol sosial lagi, tapi penghakiman opini yang bisa menghancurkan kehidupan seseorang,” ungkapnya.

Menurutnya, media harus sadar bahwa setiap narasi yang dipublikasikan memiliki dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Menyebut nama seseorang tanpa dasar hukum yang jelas dinilai bisa memicu stigma, tekanan sosial, bahkan ancaman terhadap keselamatan dan masa depan keluarga pihak yang dituding.

“Kalau memang ada pelanggaran hukum, biarkan aparat bekerja berdasarkan alat bukti dan proses hukum. Jangan media bertindak seperti hakim, jaksa, sekaligus algojo opini publik,” tambahnya.

Warga dan perangkat Desa Tanjung Morawa A menegaskan bahwa mereka tidak pernah anti terhadap penegakan hukum maupun kritik sosial. Namun mereka menolak keras praktik pemberitaan yang dinilai telah berubah menjadi propaganda opini, penggiringan persepsi publik, dan alat penghancur nama baik masyarakat demi kepentingan sensasi.

“Kami mendukung penegakan hukum jika memang ada pelanggaran. Tapi kami melawan keras hoaks, framing sepihak, fitnah publik, dan narasi provokatif yang menghancurkan nama baik kampung kami demi konten dan sensasi. Masyarakat juga punya hak untuk dilindungi dari penghakiman opini liar,” tutup Rahmad. (M)

Kapolda Sumsel Terima Audiensi UIN Raden Fatah, Perkuat Sinergi Dunia Akademik dan Kepolisian

Palembang, mediasergap.com Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menerima audiensi Rektor beserta jajaran pimpinan UIN Raden Fatah Palembang di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Senin (11/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara institusi kepolisian dan dunia akademik demi mendukung pelayanan publik yang lebih baik di Sumatera Selatan.

Dalam suasana penuh keakraban dan dialog konstruktif, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa peran akademisi dan mahasiswa sangat penting sebagai mitra strategis kepolisian dalam memberikan masukan, kritik, serta perspektif ilmiah terhadap berbagai kebijakan pelayanan publik dan penegakan hukum.

Menurut Kapolda, keberadaan lebih dari 21 ribu mahasiswa dan civitas akademika UIN Raden Fatah merupakan kekuatan intelektual yang mampu memberikan kontribusi positif dalam menciptakan sistem pelayanan yang profesional, transparan, dan humanis.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan, kritik, maupun evaluasi dari kalangan kampus. Perspektif akademis sangat penting bagi Polda Sumsel untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penegakan hukum yang semakin profesional, transparan, dan humanis,” ujar Irjen Pol Sandi Nugroho.

Kapolda juga menekankan bahwa keterbukaan terhadap dunia pendidikan merupakan bagian dari komitmen Polda Sumsel dalam membangun institusi yang modern, responsif, dan dekat dengan masyarakat. Kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan inovatif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatera Selatan.

Selain mempererat hubungan kelembagaan, audiensi tersebut juga menjadi wadah bertukar pandangan terkait penguatan nilai-nilai kebangsaan, peningkatan kesadaran hukum di kalangan generasi muda, serta upaya bersama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Pihak UIN Raden Fatah Palembang menyambut baik keterbukaan yang ditunjukkan Polda Sumsel dan berharap kerja sama antara dunia akademik dan kepolisian dapat terus ditingkatkan melalui program edukasi, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara institusi kepolisian dan perguruan tinggi, diharapkan tercipta sinergitas yang mampu mendukung pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan di Sumatera Selatan. (Rel)

Gubernur Sumut Salurkan Bantuan Bibit Jagung, Bupati Vandiko Turun Langsung Tanam Bersama Petani Samosir

Samosir (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Samosir kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Melalui Program Kolaborasi Sumut Berkah, bantuan bibit jagung untuk pengembangan lahan seluas 40 hektare diserahkan langsung Bupati Samosir Vandiko T. Gultom kepada kelompok tani di Desa Panampangan, Kecamatan Pangururan, Senin (11/05/2026).

Bantuan tersebut diberikan kepada dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Melati Paristua Desa Panampangan dan Kelompok Tani Tumpang Sari Desa Urat Timur, Kecamatan Palipi. Masing-masing kelompok menerima 300 kilogram bibit jagung untuk lahan pertanian seluas 20 hektare.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap para petani, Bupati Vandiko turut turun langsung ke lahan pertanian untuk menanam benih jagung bersama masyarakat. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Samosir itu menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan daerah.

Dalam sambutannya, Vandiko menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.

“Program Kolaborasi Sumut Berkah ini adalah wujud kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Di Samosir kita mengenalnya sebagai semangat sinergitas, di mana semua pihak saling bekerja sama demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Vandiko.

Ia menegaskan, bantuan yang diterima kelompok tani telah disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan melalui usulan Pemkab Samosir kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Karena itu, Vandiko mengajak para petani untuk memanfaatkan bantuan secara optimal agar produktivitas pertanian semakin meningkat.

“Bantuan ini harus dirawat dan dimanfaatkan dengan baik agar hasil panen maksimal. Ini peluang besar bagi petani untuk meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan keluarga,” katanya.

Pemerintah juga menargetkan produktivitas jagung mencapai 10 ton per hektare. Untuk mendukung keberhasilan program, hasil panen nantinya akan ditampung oleh offtaker yang telah disiapkan pemerintah dengan harga sesuai ketetapan pemerintah pusat sebesar Rp5.500 per kilogram.

“Mulai dari bibit hingga pemasaran hasil panen sudah dipersiapkan pemerintah. Petani tinggal fokus bekerja dan menghasilkan panen terbaik,” tambah Vandiko.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Samosir Tumiur Gultom menjelaskan, selain bantuan benih jagung, kelompok tani juga akan menerima pupuk NPK sebanyak 3.000 kilogram, pupuk urea 5.000 kilogram, 100 paket pestisida, serta bantuan alat panen pada tahap berikutnya.

Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendongkrak pendapatan petani di Kabupaten Samosir.

Ketua Kelompok Tani Melati Paristua, Baringin Sitanggang, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian pemerintah kepada petani. Ia mengaku bantuan tersebut sangat membantu dan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk semakin giat bertani.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Samosir dan Bapak Gubernur Sumut Bobby Nasution atas perhatian kepada petani. Bantuan ini sangat bermanfaat dan menambah semangat kami untuk meningkatkan hasil pertanian,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kabag SDM Polres Samosir Tarmizi Lubis, Danramil Pangururan Edianto Simangunsong, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, jajaran penyuluh pertanian, serta kelompok tani penerima bantuan. (D/Smart)

Polda Sumsel Perkuat Strategi Pemberantasan Narkoba, Kapolda Tekankan Langkah Komprehensif dan Profesional

Palembang, mediasergap.comDalam upaya memperkuat pemberantasan peredaran gelap narkotika di wilayah Sumatera Selatan, Polda Sumsel menggelar Coffee Morning strategis yang dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi dan evaluasi jajaran Direktorat Reserse Narkoba guna menyelaraskan langkah operasional yang lebih adaptif, profesional, dan terukur dalam menghadapi jaringan narkotika lintas daerah hingga transnasional.

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada penindakan semata, tetapi juga memperkuat strategi intelijen dan pemetaan jaringan.

“Fungsi Direktorat Reserse Narkoba adalah garda terdepan dalam menyelamatkan generasi bangsa. Saya instruksikan seluruh jajaran agar tidak hanya fokus pada penangkapan, tetapi juga memperkuat intelijen dasar, pemetaan jaringan, serta kolaborasi lintas fungsi guna memutus rantai pasokan narkotika secara permanen,” tegas Kapolda.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar satuan kerja dan koordinasi dengan instansi terkait agar penanganan kasus narkotika dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, ancaman narkoba merupakan persoalan serius yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan terintegrasi.

Melalui kegiatan Coffee Morning ini, diharapkan seluruh personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel semakin solid dalam menjalankan tugas serta mampu menghadirkan langkah-langkah inovatif guna menekan peredaran narkotika di wilayah Sumatera Selatan.

Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis terdepan dalam menjaga keamanan masyarakat dan melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba. (Rel)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport