Terkait Penyalahgunaan 18 Sepmor Bantuan Kemendikbud, Komite Sekolah Mandul, Disdik Harus Turun Tangan | Media Sergap -->

Terkait Penyalahgunaan 18 Sepmor Bantuan Kemendikbud, Komite Sekolah Mandul, Disdik Harus Turun Tangan

mediasergap.com | NIAS BARAT - Hingga kini, nasib ke 18 sepeda motor (6 Honda Verza, 6 Honda Supra Fit dan 6 Yamaha Mio), bantuan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan RI untuk bahan praktek SMK N 1 Mandrehe Barat, tak jelas rimbanya.

Semua sepeda motor tersebut, hingga kini masih dipakai Kepala Sekolah (Kasek) dan para guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Kemendikbud sendiri menyalurkan ke 18 unit sepeda motor tersebut bukan untuk transfortasi para guru, melainkan untuk bahan praktek para siswa/siswi di SMKN 1 Mandrehe itu.

Pun begitu, pihak komite sekolah tak bertaring alias mandul untuk menarik kembali ke 18 sepeda motor tersebut. Kuat dugaan, antara oknum-oknum nakal di komite sekolah Nias Barat sudah ada deal-deal tertentu dengan para pemakai 18 sepeda motor yang berstatus ASN di SMKN 1 Mandrehe Barat. 

Pemkab Nias Barat, dalam hal ini Dinas Pendidikan, diminta bekerja serius untuk menindak Kasek SMKN 1 Mandrehe Barat, karena sengaja membagikan sepeda motor yang seharusnya bahan prakter tersebut kepada para guru yang berstatus ASN.

Ketua Komite SMKN 1 Mandrehe Barat, A. Zebua, saat diminta tanggapannya tentang nasib ke 18 sepeda motor tersebut justru tak bisa berbuat apa-apa. Dirinya tak banyak bicara atas tindakan Kasek dan para guru-guru yang memakai ke 18 unit sepeda motor tersebut.

"Pembagian motor bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diperuntukkan bahan praktek siswa jurusan otomotif itu tak disetujui Komite Sekolah sampai sekarang," kata A. Zebua, Senin (8/2) siang.

Pun begitu, A. Zebua menyatakan, bahwa dirinya pernah didatangi dua oknum guru berstatus ASN supaya menandatangani berita acara penyerahan ke 18 unit sepmor tersebut. Namun Zebua mengaku menolak untuk itu. "Memang waktu itu saya didatangi dua guru untuk penandatanganan berita acara penyerahan sepmor itu, tapi saya tolak," katanya.

"Kalau memang Kepala SMK 1 Mandrehe Barat beralasan tidak ada tempat di sekolah, saya pikir itu tidak masuk akal, karena di sekolah itu ada penjaga malam," ucap Zebua lagi. (dep/fit)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini