-->




Terkait Bangunan Dana DAK, Kadisdik Asahan Lempar Bola Panas kepada Korwil

mediasergap.com | ASAHAN - Terkait banyaknya permasalahan dan kejanggalan pada hasil pelaksanaan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) pada kegiatan Rehabilitasi dan hasil lelang bangunan di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Asahan baik itu hasil mutu maupun masa waktu kontrak kerja yang kesannya sengaja diabaikan oloh para rekanan pelaksana proyek.

Hal ini terjadi akibat dugaan minimnya pengawasan atas beberapa pekerjaan paket proyek di dinas ini, sehingga banyak terjadi dugaan penyimpangan dan pelanggaran pada kesepakatan kontrak yang terjadi di lapangan proyek.

Bahkan ada beberapa titik kegiatan yang masa kontraknya telah habis, namun pekerjaan masih juga berlangsung dan ada yang masih mangkrak.

Begitu juga beberapa paket proyek di lokasi Smp N 1 Ledong Barat Kecamatan Aek.Ledong terlihat ada 5 paket dana DAK yang numpuk di satu sekolah dan masih ada yang mangkrak alias terbengkalai.

Hasil pantauan mediasergap.com di beberapa titik kegiatan di lokasi sekolah yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK), ditemui rehab ruang  kelas yang informasinya sudah siap, namun ditemui juga di beberapa titik kaca jendela yang katanya baru dipasang sudah retak retak bahkan flapon gimbal kap atap atas tidak dipasang.

Ada lagi pembangunan rehabilitasi  ruangan praktikum dan laboratorium yang tidak komplit peralatannya serta bangunan rehabilitasi yang terbengkalai mangkrak melewati masa kontraknya.

Saat temuan ini dikonfirmasikan langsung di lokasi proyek yang numpuk di SMP N 1 Ledong Barat kepada Kadisdik Asahan Kamis (04/11/21)), H.Supriyanto dengan enteng menjawab sambil berlalu mengatakan, tanyakan saja nanti sama Korwilnya disini.

Ketika diminta nomor handphone, untuk dilakukan konfirmasi, Kadisdik tak mau memberikannya.

Mengomentari hal temuan ini Wakil Ketua LSM Sidik Perkara DPP Sumut Koordinator Kabupaten / Kota Bambang Pridilianto S,Pd mengatakan, tidak wajar setarap Kadisdik melempar bola panas kepada Korwil yang tidak memiliki kapasitas untuk proyek DAK ini. "Tapi mungkin dirasanya hal temuan ini menjadi bola panas bagi Kadisdik, karena bangunan praktikum dan laboratorium tersebut tidak tuntas dengan peralatannya sehingga tetap tidak bisa di gunakan pihak sekolah," ujar Bambang Minggu (07/11/21) saat ditemui awak media di Ledong Timur.

"Seharusnya Kadisdik dapat memberi keterangan yang baik, paling tidak mengarahkan temuan kegiatan ini kepada PPK atau konsultan pengawas, bukan main buang bola panas begitu kepada korwil. Ini perihal penggunaan uang Negara bukan dana pribadi, apalagi Ini jenisnya anggaran dari DAK," kata Bambang.

Menurutnya, bila memang ada mitra rekan media menemukan kejanggalan kejanggalan di lapangan proyek, haruslah berkordinasi dengan baik agar titik permasalahan temuan dapat sama diperbaiki.

"Yang pasti melihat sikap menghindarnya Kadisdik Supriyanto dari konfirmasi rekan wartawan apalagi di lokasi proyek yang menumpuk pada satu titik sekolah, jelas ada image negatif kalau hasil mutu pelaksanaan  proyek ini banyak menuai masalah dan melanggar ketentuan," jelas Bambang.

Bambang menambahkan, seperti diketahui kalau  jadwal waktu pekerjaannya pun ada beberapa paket yang telah lewat masa kontraknya. 

"Padahal beberapa waktu lalu oknum yang mengaku Kabid Perencanaan M. Yusuf  bersama tim pho sudah menyatakan hal ini akan melakukan denda bagi para pelaku pelanggaran pada pekerjaan proyek  di dinas  pendidikan ini tapi mungkin itupun cuma sebatas bahasa basa basi saja tampa ada tindakan," tegas Bambang menanggapi serius. (Yans/red)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini