-->

Tenggat Waktu Pekerjaan Proyek Habis. Kepala UPT Kualuh Barumun Membisu

mediasergap.com | LABURA - Tenggat waktu pekerjaan paket proyek hasil lelang bernilai milyaran rupiah di Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang, Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pengelolaan Irigasi Kualuh Barumun, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Sumatera Utara nampaknya mulai jadi sorotan tajam.

Pasalnya meskipun jadwal waktu yang telah ditentukan dalam kesepakatan kontrak kerja telah berakhir, namun pelaksanaan kegiatan tetap berlanjut tanpa ada teguran dari dinas terkait atas keterlambatan pihak rekanan yang memenangkan tender miliaran rupiah tersebut.

Terkait hal tersebut, beberapa elemen masyarakat melihat hasil dari mutu  pelaksanaan proyek dinilai kurang bermanfaat dan cacat mutu.

Sejak kepemimpinan Wijaya Hasrimi, ST, MT, selaku Kepala UPT Kualuh Barumun saat ini yang turut bertanggungjawab terhadap  beberapa kegiatan paket proyek di Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya, banyak ditemukan permasalahan di lapangan atas paket proyek yang dikerjakan, baik dalam pelaksanaan teknis maupun mutu hasil akhir proyek tersebut. 

Salah satunya adalah Proyek Pembangunan infrastruktur penanganan banjir dan pengaman sungai sepanjang 2.500.meter di Sungai Aek Kanopan, Desa Sukaramai, Kec. Kualuh Hulu, Desa Sialang Taji, Kecamatan Kualuh Selatan yang disebut sebut penuh misteri dan asal jadi.

Diketahui, anggaran yang digunakan CV. Busimor Engineering, sebagai pelaksana sebesar Rp.2.207.893.523.

Informasinya pemilik proyek ini disebut dengan panggilan Koko Awi (William) warga keturunan etnis Tionghoa asal Kota Medan.

Kegiatan proyek ini diduga telah melanggar bestek atas kesepakatan kontrak kerja, baik mutu hingga jadwal waktu yang seharusnya sudah berakhir, Kamis 16 September 2021 kemarin. Namun terlihat di lokasi, kegiatan proyek masih berlangsung tanpa ada teguran dari pihak Dinas terkait atas keterlambatan tersebut.

Dari hasil investigasi Senin (13/09/21), proyek pembangunan infastruktur pengendalian banjir dan pengaman Sungai Aek Kanopan ditemui kejanggalan seperti volume pondasi bawah, kedalaman kerukan sungai, tinggi badan bangunan yang dibuat secara bervariasi serta lebar atas bangunan yang juga bervariasi.

Ngatimin (36) salah seorang warga yang tinggal di bantaran pinggiran Sungai Aek Kanopan, Titi Payung mengatakan, awal kedatangan adanya pekerjaan proyek PU air ini, kami warga disini senang, tapi melihat cara pekerjaannya yang asal asalan akhirnya kurang bermanfaat bagi kami.

"Sampai hari ini Jumat (27/09/21) pekerjaan masih berlangsung padahal jadwal telah habis semalam, sementara selama ini tidak ada kendala yang berarti, hanya pengusahanya mengirim beko tua yang bulak balik rusak," ungkapnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Tarmin, pengawas dari Dinas PU Air Rantauprapat saat ditemui Selasa (07/09/21) lalu di lokasi proyek, mengatakan memang seperti inilah kondisi hasil kegiatan itu saat ini, kalaupun ada kekurangan kita sudah melakukan tambahannya di atas.

"Masalah jadwal nanti akan dilakukan adendum karena bencana banjir. Kalau soal alat berat excavator, jauh-jauh hari sudah saya ingatkan untuk mengganti dengan alat yang sehat agar tidak terjadi kendala kerja di lapangan," jelas Tarmin.

Ketika permasalahan buruknya hasil proyek dan jadwal kegiatan telah berakhir yan henda dipertanyakan kepada Kepala UPT Kualuh Barumun Rantau Prapat Wijaya Hasrimi, ST, MT, namun tidak pernah bisa ditemui, ditanyakan melalui pesan singkat WhatsAppnya, Kamis (16/09/21) tidak ada balasan dari Kepala UPT ini. (Yans/red)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini