Media Sergap - Lakalantas Media Sergap: Lakalantas - All Post -->




Showing posts with label Lakalantas. Show all posts
Showing posts with label Lakalantas. Show all posts

Tabrakan Maut, "Supir Ambulans Tewas Bidan Dan Perawat Luka-Luka"

🗓️ Rabu, 23 Maret 2022

mediasergap | Batubara - Seorang Pengemudi Mobil Ambulans 🚑 Tewas setelah bertabrakan dengan Truk Tronton BK 9662 VM 🚛 di Jalinsum Medan – Kisaran Km 115 tepatnya di Perkebunan Tanah Gambus Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara. Sekira jam 07.00 wib, Rabu (23/03/2022).

Kasi Humas Polres Batubara IPTU A. Fahmi melalui Laporan Pemberitahuan Satlantas Menjelaskan Kronologi Kecelakaan tersebut. 

Mobil Ambulans BK 1663 ZE 🚑 yang dikemudikan oleh M. Nasir datang dari arah Medan menuju kearah Kisaran setiba di TKP Tidak hati-hati dan hilang Konsentrasi sehingga oleng kekanan pada saat bersamaan datang Mobar Truck Box Tronton BK 9662 VM 🚛 yang dikemudikan oleh Parmin dari arah Kisaran menuju kearah Medan atau lawan arah.

Sehingga Mobil Ambulans 🚑 tersebut Menabrak bagian depan samping sebelah kiri dari Truck Box Tronton di badan jalan sebelah kanan menuju kearah Kisaran. 

Peristiwa Kecelakaan tersebut mengakibatkan seorang meninggal dunia, 2 orang penumpang Ambulan luka-luka diantaranya Perawat dan Bidan langsung dilarikan Pihak Kepolisian ke Puskesmas Limapuluh. 

Sementara itu Personil Satlantas mengamankan barang bukti diantaranya Mobil Ambulans 🚑 dan Truk Tronton 🚛 serta melakukan Sidik dan Lidik. (Dani)

Lakalantas Mobil Truk VS Datsun GO di Jalan Tebing Tinggi - Kisaran. 2 Warga Medan Alami Luka Ringan

mediasergap.com | TEBINGTINGGI – Kecelakaan lalu lintas antara mobil truk (Nopol tidak diketahui) kontra mobil  Datsun GO BK 1635 YQ, yang dikemudikan oleh  Tumpak Malau (52) dan Sadar Malau (40) keduanya warga Jalan Luku II, Gang. Sabar, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan  Medan Johor Kota Medan mengalami luka berat dan ringan hingga dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi.

Lakalantas tersebut terjadi di Jalan Umum Tebing Tinggi – Kisaran Km. 89 – 90 tepatnya di dekat Gapura perbatasan Kabupaten Batubara di sekitar Perkebunan Mendaris ( PT Gotong Royong) Dusun II Desa Laut Tador, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Senin malam  (17/01/22) pukul 20.30 wib.

Peristiwa tabrakan tersebut terjadi saat mobil Datsun Go yang  dikemudikan oleh Tumpak Malau datang  dari arah Kisaran menuju Tebing Tinggi dan saat mendahului truk di depannya, dan dari arah yang  berlawanan datang  truk Nopol tidak yang diketahui.

Sehingga tabrakan  tidak terhindarkan mengakibatkan bagian samping sebelah kanan Datsun Go dihantam bagian depan mobil truk. Tabrakan mengakibatkan Datsun Go terbalik dan truk kabur.

Pengemudi Datsun Go, Tumpak Malau mengalami luka berat dan penumpangnya, Sadar Malau  mengalami  luka ringan. Selain itu, tabrakan membuat arus lalu lintas macet. Kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi.

Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP  Dhoraria S. Simanjuntak SH. MH  melalui Kasi Humas AKP Agus Arianto, Selasa (18/1/2022) membenarkan peristiwa kecelakaan Lalulintas  tersebut.

"Saat ini barang bukti mobil Datsun GO BK 1635 YQ tersebut diamankan di kantor unit lakalantas polres Tebing Tinggi," jelas Agus.  (Ajs/red)

Kurang Hati-Hati, Pengendara Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki, tidak Korban Jiwa

mediasergap.com | TEBINGTINGGi – Kecelakaan Lalulintas  terjadi antara Aditya Kurniawan pengemudi sepeda motor Honda CB150R BK 6556 NAV kontra pejalan kaki bernama Arifin Brutu.

Dalam kecelakaan tersebut yang terjadi Sabtu pagi (15/1/2022), pukul 02.30 WIB,  di Jalan Imam Bonjol, Lingkungan  II, Kelurahan Satria kecamatan  Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, tak ada korban jiwa  namun pejalan kaki mengalami luka berat dan kini dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi untuk mendapatkan perawatan.

Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Dhoraria S.Simanjuntak, SH, MH, melalui Kasi Humas AKP Agus Arianto,  membenarkan peristiwa tersebut.

Ia pun menjelaskan, pengemudi sepeda motor Honda CB150R, BK 6556 NAV bernama Aditya Kurniawan (17) warga Jalan Gunung Bhakti lingkungan  I, Kelurahan  Lalang, Kecamatan  Rambutan, Kota Tebing Tinggi, yang berboncengan dengan  Muhammad Aqild Yulhag (18) warga Jalan Gatot Subroto, lingkungan II, Kelurahan Lubuk Baru, Kecamatan  Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi. Dan pejalan kaki bernama Arifin Brutu (46) warga Jalan Srikandi, lingkungan II, Kelurahan Damar Sari, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi.

Dijelaskan Agus, semula sepeda motor Honda CB150R, BK 6556 NAV datang dari arah Stasiun Kereta Api (KA)  menuju Simpang Medan yang  hendak mendahului pejalan kaki yaitu  Arifin Brutu yang berada di depannya (satu arah), dengan kecepatan tinggi dan tidak hati - hati.

"Setibanya di TKP sepeda motor tersebut tidak berhati-hati, sehingga dengan kecepatan sedang dan jarak yang  sangat dekat  berupaya menghindar dari pejalan  kaki  (Arifin Brutu, red), namun kecelakaan tersebut tidak dapat  terhindarkan lagi,  dimana bagian depan sepeda motor  Honda CB150R, menabrak pejalan kaki, sehingga  Arifin Brutu  mengalami Luka Berat (LB) dan pengendara sepeda motornya mengalami luka ringan. Selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi," jelas  Agus.

"Dari Lakalantas tersebut polisi mengamankan barang bukti 1 (satu) Unit Sepeda Motor Honda CB150R BK. 6556 NAV dan  kemudian  Barang Bukti tersebut diamankan di Kantor Unit Lakalantas Polres Tebing Tinggi," tutup Agus. (Ajs/red)

Ombudsman RI Sumut Dukung Wali Kota Medan Tingkatkan Pengawasan Supir Angkot

mediasergap.com | MEDAN – Ombudsman RI Perwakilan Sumut mendukung langkah Wali Kota Medan untuk meningkatkan pengawasan terhadap para supir angkot, pasca tabrakan maut Kereta Api (KA) dengan angkot di pintu neng nong Jalan Skip Medan beberapa hari lalu.

Tidak hanya itu. Ombudsman bahkan mengharap agar wali kota lebih jauh mendalami faktor kelalaian Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan dalam kasus kecelakaan maut tersebut.

"Kami menduga, tabrakan yang menewaskan empat orang tersebut tidak terlepas dari faktor kelalaian Dishub Medan," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar (foto), Rabu (8/12/21).

Menurut Abyadi, pengakuan supir yang menyatakan minum tuak dan menggunakan narkoba sebelum mengemudi angkot hingga terjadi tabrakan, justru menjadi bukti bahwa peran pengawasan Dishub selama ini tidak jalan.

"Bila peran pengawasan Dishub itu dilakukan dengan baik, maka tidak akan ada supir angkot yang mabuk di Kota Medan," tegas Abyadi yang didampingi Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan (PL) Ombudsman Sumut James Panggabean.

Menurut Abyadi, bentuk pengawasan supir yang penting dilakukan adalah jaminan bahwa setiap supir dalam kondisi sehat. "Supir harus bebas dari narkoba dan tanpa mengkonsumsi minuman keras (miras). Dan, pengawasan kesehatan ini harus dilakukan secara rutin di seluruh terminal. Dengan demikian, keberadaan terminal juga jadi benar benar berfungsi. Karena semua angkutan akhirnya wajib masuk terminal," kata Abyadi Siregar. 

Selama ini, lanjut James Panggabean menimpali, keberadaan terminal di Kota Medan justru tidak berfungsi maksimal. Karena  faktanya, justru banyak angkot yang tidak masuk terminal. 

"Nah, pengawasan terhadap para supir angkot akan semakin efektif bila terminal benar-benar difungsikan. Termasuk dalam pemeriksaan Kartu Pengawasan para supir," lanjut James.

Pengawasan lain yang penting dilakukan, menurut James Panggabean adalah, optimalisasi pelaksanaan uji kir angkot. "Kita bisa melihat banyak angkot yang kondisinya tidak baik dan tidak layak jalan. Misalnya, kondisi rem yang tidak baik, lampu sein yang banyak tidak berfungsi, kondisi mesin dan sebagainya," tegas James Panggabean.

Fakta fakta inilah yang meyakinkan dugaan bahwa peran Dishub Medan selama ini tidak maksimal. "Ini yang menjadi alasan bagi kami bahwa kecelakaan KA dengan angkot beberapa hari ini, tidak terlepas dari kelalaian Dishub Medan. Karena itu, kami berharap agar Walikota Medan melakukan evaluasi," tegas Abyadi Siregar.(AViD/rel/red)

Inilah Sosok Supir Angkot Maut yang Tak Punya SIM dan Sering Mengonsumsi Narkoba serta Miras

mediasergap.com | MEDAN - Sopir angkot Mini Wampu 123, Harto Manalu, yang menewaskan 5 penumpangnya yang ditabrak Kereta Api (KA) di perlintasan Jalan Sekip Medan Barat pada Sabtu (04/12/21) lalu, ternyata ditengarai tak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), dan suka mengonsumsi narkoba.

Selain itu, warga Jalan Batangkuis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang ini terbukti positif narkoba jenis sabu, dan ia mengakui mengonsumsi minuman keras dan beralkohol jenis tuak.

“Yang bersangkutan (tersangka) juga mengakui sudah 3 tahun ini menggunakan narkoba, khususnya jenis sabu-sabu dan dari hasil tes urine yang bersangkutan positif methampetamine,” jelas Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko kepada wartawan, Senin (06/12/21).

Riko juga mengungkapkan, tersangka sebelum berangkat membawa penumpang angkot tersebut sudah mengonsumsi minuman beralkohol saat berada di pangkalan.

“Saat di pangkalan sebelum berangkat jalan, tersangka juga mengakui sudah mengonsumsi minuman beralkohol jenis tuak dengan rekan-rekan sesama sopir. Untuk sabu-sabu, yang bersangkutan mengakui 4 hari sebelum kejadian yang bersangkutan juga mengonsumsi sabu-sabu,” ungkap Riko.

Tak Miliki SIM

Selain dikehui mengonsumsi narkoba dan minuman keras, Kapolrestabes Medan menambahkan, tersangka sopir maut Harto Manalu juga tidak bisa membuktikan kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM) saat peristiwa itu terjadi.

“Berarti kepemilikan SIM nya tidak bisa kamu buktikan,” ujar Riko.

Ditanya soal alasan menerobos palang pintu, tersangka mengaku ingin mendapat celah antrean. “Saya bisa mendahului,” akunya.(sabah/ril/red)

KA Sri Lilawangsa Tabrak Angkot, 4 Penumpang Mini Wampu Tewas

mediasergap.com | MEDAN - Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) terjadi di perlintasan Kereta Api (KA) di Jalan Sekip, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (04/12/21) sekitar pukul 15.15 WIB.

Kali ini, lakalantas terjadi antara Angkot Mini Wampu 123 dengan Kereta Api Sri Lilawangsa U85 jurusan Binjai-Medan.

Akibatnya, empat orang penumpang angkot tanpa ada identitas meninggal dunia ditabrak KA Sri Lilawangsa dan saat ini berada di ruang jenazah Rumah Sakit Royal Prima, Jalan Ayahanda, Medan.

Supir angkot, Harto Manalu (43) warga Jalan Batang Kuis, Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, berhasil selamat setelah berhasil menyelamatkan diri dari angkot yang dikemudikannya.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko melalui Kasat Lantas AKBP Sonny Siregar, membenarkan adanya lakalantas tersebut.

Dikatakan Kasat Lantas, Angkot Mini Wampu No 123 yang dikendarai oleh supir Harto Manalu berangkat dari arah Jalan Sekip menuju Jalan Gereja. Sesampai di perlintasan KA tersebut yang mana perlintasan tersebut sudah tertutup palang dikarenakan kereta api mau lewat.

Namun supir tetap melewati palang perlintasan dan setelah melewati palang pertama dan sesampai di tengah perlintasan angkot tersebut mengalami mati mesin.

“Melihat mesin mati, supir berhasil menyelamatkan diri dengan langsung keluar dari angkot dan kemudian datang kereta api dari arah Binjai sehingga langsung menabrak bagian belakang angkot tersebut,” kata Kasat Lantas.

Dikatakan Kasat Lantas, menurut keterangan supir jumlah penumpang angkot tersebut sebanyak sembilan orang.

"Untuk penyidikan langsung diambil alih Unit Laka Lantas Satlantas Polrestabes Medan. Sedangkan untuk tersangka saat ini diamankan di Polsek Medan Baru,” pungkas AKBP Sonny. (AViD/rel/red)

Diduga Terlalu Kencang, Lalu Jatuh, Pelajar SMK Tewas Digilas Roda Truck

mediasergap.com | BATUBARA - Seorang pelajar SMK Teladan Indrapura  Jhoni Irwansah Manurung (15) warga Penurunan, Desa Bulan - Bulan, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, tewas digilas roda truck.

Kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 101 - 102, persis di depan Simpang Pasar Nibung, Desa Tanah Merah, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Salah seorang saksi mata, Viktor Panjaitan (22), saat itu ia berada dibelakang korban, mereka mengendarai sepeda motor jenis Supra X 125 BK 6663 OAE, yang dikendarai oleh teman sekelasnya, Richard David Gultom (15), Warga Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Kab. Batubara.

"Orang ini dari arah Kisaran menuju Medan, tiba dilokasi oleng dan terjatuh," ungkap Viktor.

"Dari arah berlawanan muncul truck tangki, korban yang dibonceng terpental dan disambar ban belakang truck tangki," ulas Viktor.

Truck tangki langsung melarikan diri, namun informasinya sudah berhasil di tangkap oleh Polisi Lalu Lintas Pos Indrapura.

Petugas Satuan Lalu Lintas Pos Indrapura langsung turun kelokasi, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sambil mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacatan.

Kedua korban langsung di bawa ke Klinik Oloan yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Korban tewas atas nama Jhoni Irwansah Manurung masih di Klinik, menunggu keluarga datang, sementara David Gultom mengalami luka serius dan masih mendapat perawatan medis.

Sepeda motor korban kini sudah diamankan oleh Polantas Pos Indrapura. Sementara truck tangki yang belum di ketahui nomor plat kenderaannya sudah diamankan petugas. (Dan/red)

Seruduk Truk Fuso, 1 Keluarga Asal Rohil Kecelakaan di Limapuluh. 1 Tewas Ditempat, 5 Luka-luka

mediasergap.com | BATUBARA - Satu keluarga penumpang Honda Mobilio asal Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, mengalami kecelakaan dengan truck fuso di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di areal perkebunan Tanah Gambus, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara, Rabu dinihari (17/11/21) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kecelakaan tersebut dikarenakan Honda Mobilio silver BK 1891 UY yang dikemudikan Diki Alfandi (20) menyeruduk bagian belakang truk fuso BL 8729 AO yang dikendalikan Anggiat Dabalog (41), warga Simalungun. 

Kejadian lakalantas itu mengakibatkan seorang penumpang Honda Mobilio tewas di tempat dan 5 orang luka luka.

Kasat Lantas Polres Batubara AKP Eridal Fitra mengatakan, kecelakaan ini masih dalam penyelidikan, kedua kendaraan diamankan ke Mapolres, dan korban sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. (Dan)

Edi Jadi Korban Tumpukan Material Proyek di Badan Jalan Desa Sukau Rajo. Ini Penjelasan Kasatlantas Lebong!

Kondisi Edi Emerlon masih dirawat di RSUD Lebong. (Foto: Darmadi/mediasergap.com)

mediasergap.com | LEBONG – Edi Emerlon (55) menjadi korban kecelakaan lalulintas akibat tumpukan material proyek jalan milik Bina Marga Dinas PUPR-Hub Lebong yang dikerjakan oleh rekanan CV Teknik Kualiva Engineering.

Pria warga Desa Kota Baru, Kecamatan Uram Jaya, terpaksa dilarikan ke RSUD Lebong. Peristiwa tragis itu terjadi di Desa Sukau Rajo, Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong, Prov. Bengkulu pada Kamis malam (28/10/21), sekitar pukul 19.00 WIB.

Menurut Informasi yang dihimpun, saat itu korban melaju dari arah simpang Sungai Gerong menuju rumahnya Desa Kota Baru dengan menggunakan sepeda motor. 

Setibanya di lokasi kejadian, secara tiba-tiba korban menabrak material proyek yang dikerjakan oleh CV Teknik Kualiva Engineering yang ditumpukkannya di separuh badan jalan. Akibatnya, korban bersama sepeda motor yang ditungganginya tersungkur jatuh ke tumpukan material.

Korban mengalami luka lebam dan luka robek di bagian kepala hingga akhirnya harus dilarikan ke Puskesmas Muara Aman. Karena kondisinya cukup parah, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Lebong untuk mendapat perawatan intensif.

Saat dilakukan investigasi di lapangan, Jumat (29/10/21) terlihat tumpukan material batu dan pasir di sisi kiri-kanan jalan, separuhnya ada yang masuk ke badan jalan, sudah dibersihkan para pekerja, namun di lokasi tersebut belum juga dipasang rambu-rambu yang mengisyaratkan adanya tumpukan material, dan tidak ada penerangan sehingga sangat rawan terjadi kecelakaan.

Kapolres Lebong, AKBP. Ichsan Nur, S.I.K, melalui Kasatlantas AKP. Lilik Sucipto, saat dikonfirmasi Kamis malam (28/10/21), mengaku belum mengetahui kejadian tersebut. 

Lilik mengaku akan koordinasi dengan jajarannya untuk memastikan kejadian yang memakan korban itu.

“Saya belum dapat infonya, nanti saya koordinasi dengan anggota dulu untuk mengecek ke TKP (Tempat Kejadian Perkara),” ujarnya.

Atas kejadian itu, Lilik mengaku sangat menyayangkan atas keteledoran pihak rekanan yang menumpukkan material di badan jalan sehingga membahayakan orang lain. 

Dia pun membeberkan, setiap orang tidak diperkenankan untuk meletakkan apa saja di badan jalan yang bisa membahayakan orang lain. "Hal itu sudah diatur dalam Undang-undang, yakni, Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Nomor 28 ayat 1 tahun 2009 yang berbunyi, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi Jalan. Kemudian pasal 274 ayat 1 yang berbunyi, setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta," jelas Lilik.

“Jika memang ada korban, siapa saja yang bertanggung jawab atas material yang menyebabkan kecelakaan itu bisa dipidana, dan itu sudah diatur dalam undang-undang,” tambahnya.

Lebih jauh Lilik juga mengimbau kepada siapa saja agar tidak meletakkan apa saja di badan jalan yang dapat mengancam keselamatan orang lain. Jika masih terjadi kemudian ada korban, dirinya tidak akan segan-segan memproses secara hukum.

“Jika terpaksa, tolong dikasih rambu-rambu dan dikasih penerangan agar terlihat di malam hari, itu pun tidak boleh lama-lama,” tandasnya. (Darmadi//rel/red)

Truk Mitsubishi Fuso Tertimpa Pohon di Jalan Lintas Tebing Tinggi - P. Siantar

mediasergap.com | TEBINGTINGGI - Personil Polsek Dolok Merawan Polres Tebing Tinggi  dipimpin langsung oleh  Kapolsek AKP Asmon Bufitra SH, MH melaksanakan patroli dan pengaturan arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera Tebing Tinggi – Pematang Siantar akibat terjadinya lakalantas, Senin pagi (25/10/21) sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa lakalantas tersebut 1 unit Truck Mitsubishi Fuso BK 8774 CT tertimpa pohon tumbang saat melintas di Jalan Lintas Sumatera  Tebing Tinggi – Pematang Siantar, tepatnya di Dusun I, Desa Kalembak, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) sehingga membuat kemacetan arus lalu lintas.

Meskipun tak ada korban jiwa, namun akibat kejadian tersebut pengemudi truck fuso yang bernama  Hairul Zanaka (27) warga Dusun VIII, Jalan Pasar I, Desa Tandam  Hilir I, Kecamatan Binjai terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi akibat mengalami sakit di bagian punggung dan luka gores dibagian tangan sebelah kanan.

Akibat dari kejadian tersebut bagian depan Truck Fuso BK 8774 CT yang dikemudikan oleh Hairul Zanaka tampak mengalami kerusakan yang cukup parah setelah tertimpa pohon, yang diduga sudah lapuk termakan usia.

Dibantu oleh  warga sekitarnya  pihak kepolisian Polsek Dolok Merawan selanjutnya memotong kayu  dan menggeser pohon yang tumbang guna memperlancar arus lalu lintas agar kembali normal.  (Ajs/red)

Terjatuh dan Membentur Roda Belakang Dum Truk, Rafael Tewas di Tempat

mediasergap.com | TEBINGTINGGI - Seorang pelajar Rafael Marcelino Situmorang (16) warga Desa Sei Suka, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara meregang nyawa usai sepeda motor  Honda Vario 125  BK 6026 OAG, yang dikendarai mengalami kecelakaan lalu lintas dengan truk Fuso bermuatan meterial kerikil BK 9637 DB, di Jalan Lintas Sumatera Tebing Tinggi- Kisaran Kilometer 10, Dusun 4, Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Jum'at (15/10/21) sekitar pukul 07.30 WIB.

Kasubbag Humas Polres Tebing Tinggi Iptu Agus Arianto mengatakan kepada wartawan melalui pesan whatsApp, bahwa sepeda motor Honda Vario 125  BK 6026 OAG datang melaju dari arah Kisaran menuju arah Tebing Tinggi. Dengan kecepatan sedang dan kurang hati-hati, setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP)  sepeda motor Honda Vario 125  BK 6026 OAG mendahului satu unit mobil  yang nomor polisinya (Nopol) tidak di ketahui yang berada di depannya (satu arah).

"Rafael yang mengendarai sepeda motor Honda Vario 125  BK 6026 OAG terlalu melebar ke kanan badan jalan tanpa memperhatikan mobil Dum Truck BK 9637 DB yang datang dari arah Tebing Tinggi menuju arah Kisaran, sehingga terjadi kecelakaan Lalu Lintas, dimana sepeda motor Rafael terjatuh dan membentur ban roda belakang sebelah kanan dari mobil Dum Truck tersebut," ungkap Agus.

Akibat dari kejadian itu pengendara sepeda motor Honda Vario 125  BK 6026 OAG mengalami luka-luka dan meninggal dunia  di tempat kejadian perkara dan dibawa ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi.

"Atas kejadian tersebut petugas  kemudian mengamankan barang bukti, 1 unit Sepeda Motor Honda Vario 125  BK 6026 OAG dan 1Unit Mobil Dum Truck BK 9637 DB yang  saat ini diamankan di Mako Unit Laka Lantas Polres Tebing Tinggi," tutup Agus Arianto.  (Ajs/red)

Truk Fuso VS Truk Tangki, Muliadi Warga Sergai Ini Tewas di Tempat

mediasergap.com | TEBING TINGGI - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Sumatera Tebing - Kisaran antara truk tangki dan truk barang yang mengakibatkan satu sopir meninggal dunia di tempat dan satu korban luka ringan.

Mobil Truk Fuso bernomor polisi  BK 8571 EV sebelumnya mengalami luka berat dan akhirnya meninggal di Tempat Kejadian Perkara  (TKP) sedangkan sopir truk tangki nopol BK 9105 CS mengalami luka ringan, peristiwa ini  terjadi di Jalan Lintas Tebing - Kisaran tepatnya tepatnya di Dusun  IV Desa Mendaris Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang bedagai, Jumat (17/09/21) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kasubbag  Humas Polres TebingTinggi Iptu Agus Arianto dalam siaran pressnya menyampikan bahwa sopir truk tangki Hino BK 9105 CS, bernama Ibnu Fahruliza Riznanda (18) warga Jalan Manggaan Lingkungan  I Kelurahan  Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli Kota Medan korban lakalantas yang mengalami luka ringan.


Korban meninggal dunia di tempat yakni sopir truk Fuso BK  8571 EV bernama Muliadi Pratama (26) beralamat di Sei Rejo Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumut.

Disampaikan Kasubbag Humas kronologis kejadian, sebelum terjadinya kecelakaan lalu lintas mobil truck tangki BK 9105 CS, datang melaju dari arah Kisaran menuju arah Tebing Tinggi dengan kecepatan tinggi dan kurang berhati hati.

Setibanya  di TKP sopir truk tangki, Ibnu tiba tiba berjalan melebar ke kanan badan jalan  dan saat bersamaan datang dari arah berlawanan satu unit mobil truck Mitsubishi Fuso BK 8571 EV yakni dari arah Tebing Tinggi menuju arah Kisaran, sehingga terjadi Kecelakaan yang mana bagian depan sebelah kanan dari truk tangki dan berbenturan dengan bagian depan sebelah kanan dari truk Fuso.

Akibat dari kejadian tersebut sopir truk Fuso (Mul) mengalami luka berat dan meninggal dunia di TKP selanjutnya jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi dan sopir truk tangki (Ibnu) mengalami luka ringan dan berobat di RS Chevani Tebing Tinggi.

Selanjutnya petugas kepolisian  mengamankan kedua truk tersebut ke Unit Lakalantas Polres Tebing Tinggi, Jalan  Imam Bonjol Kota Tebing Tinggi. (Ajs/red)

Seram! Pemulung Digilas KA, Kepala dan Kaki Hancur

Jasad Daniel Hutagalung dievakuasi dari TKP. (Foto: ist)

mediasergap.com | MEDAN - Daniel Hutagalung (28) warga Jalan Yos Sudarso C Lorong 1 C, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di perlintasan kereta api di Jalan Thamrin Kecamatan Medan Kota, Rabu (14/09/21) pagi. 

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Rambe, menerangkan korban yang merupakan pemulung ditemukan sekitar pukul 04.37 WIB, tepatnya perlintasan kereta api.

"Saat ditemukan kondisinya mengenaskan di Jalan Thamrin Kelurahan Pandauhulu I Kecamatan Medan Kota tepatnya perlintasan kereta api samping pos pengamanan palang pintu kereta api," terang Iptu Rambe.

Menurut Niki Susanto, saat itu ia sedang berjaga di pos penjagaan palang pintu perlintasan kereta api Jalan Thamrin, sekira jam 04.37 WIB, datang kereta api barang dari arah Medan menuju ke Tebing Tinggi.

Dengan spontan korban tiba-tiba yang terlihat sedang berjalan dekat rel perlintasan kereta api langsung tertabrak kereta api dan terseret sepanjang ± 80 meter dan langsung meninggal dunia.

Saat ditemukan, kondisi korban mengalami kepala pecah dan otak berserakan, kaki sebelah kanan putus, terdapat luka-luka lecet pada sekujur tubuh. (sya/red)

Digilas Truk Tangki, Warga Padang Tualang Meregang Nyawa di TKP

mediasergap.com | PADANG TUALANG - Nasib apes dialami Margiati (55) warga Dusun I Sumur Bor, Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kab. Langkat, Sumut.

Wanita paruh baya itu tewas seketika setelah tergilas truk tangki pengangkut CPO bernomor polisi B 9362 DA, Senin (13/09/21) sekitar pukul 10.15 WIB.

Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Besar Batang Serangan, tepatnya di Dusun Boyan, Desa Suka Ramai, Kecamatan Batang Serangan. Saat itu, korban sedang berboncengan degan dua orang cucunya Fabian Niko Pratama (12) dan Dian Pingky Lestari (12).

Kejadian itu bermula saat sepeda motor Spin tanpa plat yang dikendarai korban masuk ke lubang jalan yang tergenang air. Saat itu, korban terpental ke arah roda belakang truk. Sementara, kedua orang cucunya terpental ke arah sisi kanan badan jalan.

"Saat hendak mendahului truk yang searah dengan korban, speda motornya menghantam jalan yang berlubang digenangi air. Saat itulah korban jatuh ke arah roda truk dan tergilas." kata Afria Doni (31), warga yang mengetahui insiden itu.

Akibat dari kejadian itu, Margiati meninggal dunia dengan luka robek di bagian kepala depan dan memar di bagian kepala belakang. Lengan dan kakinya juga mengalami luka. Sedangkan cucunya mengalami luka memar dan lecet di beberapa bagian tubuhnya.

Sementara, pengemudi truk tangki Wilson Panjaitan (41) warga Jln Kapten Muslim, Gg Gotong Royong, Linkunga XXII No.19, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia sudah diamankan pihak kepolisian.

Kepala Pos Lantas Polsek Padang Tualang AIPDA Budiarro saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. "Ya untuk sementara pengemudi truck sudah kita amankan untuk proses lebih lanjut," tegas Budi. (AViD/red)

Tangis Keluarga Gama Korban Kecelakaan di Medan Sunggal. Keluarga Gelar Tabur Bunga di Lokasi

Jasad korban setelah dievakuasi dari TKP. (Foto: ist)

mediasergap.com | MEDAN - Keluarga Gamalier alias Gama, remaja 15 tahun yang ditemukan tubuhnya penuh luka, hanya pasrah, anak mereka disebut korban kecelakaan lalu lintas yang tewas di tempat.

Beberapa jam setiba di rumah duka, pihak keluarga membawa jenazah anak kelima untuk di makamkan di TPU tak jauh dari rumah mereka, Minggu (15/08/21).

S Banjarnahor (42) ayah korban terlihat masih berduka, terlebih istrinya S boru Lumbangaol (41), tak sanggup menahan air mata setelah anak kelima dari enam bersaudara telah tiada.

Di rumah duka, pasangan suami istri (pasutri), tak banyak bicara apa. Suasana duka masih sangat terasa.

“Ia tadi kami menabur bunga di TKP,” terangnya, Senin (16/08/21).

Tabur bunga di lakukan pihak keluarga, sehari usai proses pemakaman dengan menaburkan bunga di TKP lokasi peristiwa anaknya ditemukan.

Putranya Gamalier alias Gama merupakan siswa kelas I SMK Free Methodist Pasar II Helvetia Medan.

Sampai saat ini, keluarga belum mendatangi pihak kepolisian untuk menanyakan peristiwa dialami Gama.

“Itulah masih di selidiki,” terangnya.

Bahkan, pihaknya sudah berusaha mencari tahu kronologis kejadiannya untuk menanyakan kepada saksi-saksi.

“Belum tahu kronologis, masih cari saksi saksi,” terangnya lagi.

Gama, ditemukan tergeletak tepatnya di persimpangan Jalan Sei Belutu, Minggu (15/08/21) sekitar pukul 04.00 WIB. Dia ditemukan tewas bersimbah darah dalam insiden tersebut.

Menurut informasi 2 sepeda motor bertabrakan di Jalan Setiabudi, Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumut, tepatnya di persimpangan tersebut.

Kecelakaan terjadi antara Yamaha Scorpio yang dikendarai korban dan temannya dari arah Titi Bobrok menuju simpang Dr Mansyur.

Namun, tiba tiba sepeda motor yang dikendarai keduanya terpental diduga menghantam sepeda motor dari belakang. (sya/red)

Ngaku Kanit Lakalantas Polres Batubara dan Minta Uang Rp.7 Juta. Ipda Wahidin: "Kami Tak Pernah Lakukan Pungutan Uang"

mediasergap.com | BATUBARA - Modus penipuan kali ini dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) dengan mengaku sebagai Kanit Lakalantas Polres Batubara.

Pelaku menelpon mandor angkutan travel, dengan kasus tersebut dapat dihentikan, saratnya mentransfer uang Rp.7 juta.

Mendengar hal ini, Kanit Lakalantas Polres Batubara Ipda Wahidin langsung melakukan konferensi pers dengan beberapa media terkait adanya oknum yang mengaku sebagai dirinya, dan meminta uang Rp.7 juta, Selasa (27/07/21).

Dijelaskan Wahidin, sebelumnya telah terjadi lakalantas antara sepeda motor dengan mobil travel avanza dari Perkebunan Simpang Gambus pada Minggu (25/07/21), dan pengendara sepeda motor tewas.

Diduga pelaku memantau pemberitaan lakalantas yang ada di Batubara, karena pelaku tahu persis nama supir dan korban yang tewas.

"Pelaku yang mengaku sebagai Kanit Lakalantas Polres Batubara menelepon mandor travel di Rantau Prapat, Labuhanbatu, juga dengan Bripka Willy," terang Ipda Wahidin.

Bripka Willy juga heran kok nekat kali Perwira Polisi minta transfer uang, lalu Bripka Willy menelpon personil lakalantas Polres Batubara meminta nomor saya.

"Ketika pelaku menelepon Bripka Willy di sambungkan dengan saya dan semua pembicaraan saya rekam. Pelaku juga telah mengirim nomor rekening Bank BNI atas nama Cristyanto," tambah Ipda Wahidin.

"Ketika dikroscek nomor pelaku saat berhubungan berada di Kebun Jeruk Jakarta. Beruntung pihak korban belum mentransfer uang kepada pelaku," ujar Wahidin.

Kanit Lakalantas Ipda Wahidin juga menghimbau agar para korban lakalantas dan juga yang lainnya agar waspada ketika ada orang yang meminta sejumlah uang mengatasnamakan Kepolisian.

"Terkait kejadian lakalantas, pihak Satlantas Polres Batubara tidak pernah melakukan pungutan uang kepada korban, semua kejadian lakalantas harus melalui mekanisme yang sudah diatur dalam Undang - Undang Lalulintas," himbau Ipda Wahidin. (Dani/red)

'Laga Kambing'! Avanza VS Satria FU, 1 Orang Tewas

mediasergap.com | BATUBARA - Kecelakaan lalulintas (lakalantas) terjadi di Jalinsum Medan-Kisaran Km 111 Desa Perkebunan Tanah Gambus Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, mengakibatkan pengendara sepeda motor (sepmor) Suzuki Satria FU meninggal dunia.

Kejadian tersebut dibenarkan Kasat Lantas Polres Batubara AKP Eridal Fitra melalui Kanit Laka Ipda Wahidin, Senin (26/07/21).

Menurut Ipda Wahidin, Laka lantas terjadi antara mobil Avanza BK 1867 YV yang dikemudikan Natal B. Sihombing (35), warga Jalan SM Raja, Lingkungan I Mangga Dua, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), kontra sepeda motor Suzuki Satria FU BK 6950 XAM, yang dikendarai Arif Wahyu (19), warga Dusun XI Desa Laut Tador Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batubara, Minggu (25/7/2021) Sore.

Akibat laka lantas ‘laga kambing’ tersebut, pengendara sepeda motor, Arif Wahyu, tewas setiba di Klinik Oloan, Desa Tanah Rendah, Kecamatan Air Putih Kabupaten Batubara.

Ipda Wahidin menjelaskan, kronologis lakalantas bermula saat Avanza BK 1867 YV yang dikemudikan Natal B Sihombing berpenumpang 5 orang datang dari arah Kisaran menuju Medan.

Tiba di TKP, Avanza berusaha mendahului truk yang ada di depannya (searah). Namun secara bersamaan, dari arah berlawanan meluncur sepeda motor Suzuki FU BK 6950, XAM yang dikendarai Arif Wahyu.

Tanpa terelakkan, terjadi tabrak depan di badan jalan. Akibatnya, sepeda motor Arif terseret sejauh 8 meter. Arif Wahyu terpental ke bahu jalan kanan, dari arah Kisaran menuju Medan mengakibatkan luka robek pada kepala belakang dan lutut kanan dan dari mulut dan hidung keluar darah.

"Korban meninggal dunia sesampai di Klinik Oloan Tanah Rendah," ungkap Wahidin.

Sementara lanjut Wahidin, pengemudi Avanza dan penumpangnya tidak mengalami luka- luka. Kondisi Avanza mengalami ringsek bagian depan kanan, sedangkan sepeda motor dalam kondisi ringsek berat.

Saat ini kasus tersebut sudah dalam penanganan Satlantas Polres Batubara sedangkan kedua kendaraan yang terlibat tabrakan sudah diamankan di Satlantas Polres Batubara. (Dani/red)

Pulang Kerja, Rizky Tewas Dilindas Truk Pengangkut BBM

mediasergap.com | MEDAN LABUHAN -Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Yos Sudarso di KM 18,5 Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan.

Muhammad Rizki (21) warga Jalan Selebes, Paluh Perta Kel. Belawan II, Kec. Medan Belawan meninggal dunia terlindas ban Truk Tangki pengangkut BBM BK 8643 WO milik Pertamina saat pulang bekerja. 

Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan KL Yos Sudarso, Kel. Pekan Labuhan, Kec. Medan Labuhan, Senin (07/06/21) sekitar Pukul 18.00 WIB.

Dari keterangan yang diperoleh, korban yang mengendarai sepeda motor Metic jenis Scoopy tanpa nomor plat polisi berjalan dari arah Medan menuju ke arah Belawan, bersama dengan itu di depan korban truk tangki BBM Pertamina BK 8643 WO juga searah dengan korban.

Korban yang hendak mendahului truk tangki BBM mencoba mendahuluinya melalui jalur sebelah kiri, namun naas ban sepeda motor korban terpeleset saat naik keberem.Korban langsung terjatuh tepat dikolong mobil truk tangki yang sedang melaju, kontan saja kepala korban terlindas dan pecah. Korban meninggal di tempat, sedangkan  supir truk setelah kejadian langsung melarikan diri.

Anwar warga sekitar yang ditemui mengatakan, korban terlindas usai terjatuh dari motor yang dikendarainya.

"Korban tadi motong dari sebelah kiri bang, tapi pas mau naik keatas beran ban motornya terpeleset dan langsung disambar truk itu,"ucap Anwar warga sekitar.

Lanjut Anwar, warga sekitar langsung histeris melihat kepala korban yang hancur dilindas truk.

"Warga yang melihat kejadian menjerit melihat korban sudah terkapar bersimbah darah bang, supir truk sempat turun tapi gak tahu kemana lagi dia,"sebutnya.

Pengamatan wartawan di lokasi, sejumlah petugas Satlantas Polsek Medan Labuhan terlihat turun untuk melakukan evakuasi terhadap jasad korban. (lis/red)

Mobil Bawa 10 Penumpang Masuk Parit, 4 Tewas, 2 Kritis. Ini Nama-nama Korbannya

mediasergap.com | LABUHANBATU - Nahas, Sepulang menghadiri pesta, mobil yang ditumpangi satu keluarga masuk parit di Desa Sei Nahodaris, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Senin (31/05/21) sekitar pukul 09.00 WIB.

Mobil Daihatsu Xenia warna putih dengan nopol BM 1030 MS itu membawa satu rombongan keluarga sebanyak 10 orang masuk ke dalam parit dengan kedalaman mencapai 2 meter. Akibatnya, empat orang tewas di tempat, lima selamat dan dua orang dalam keadaan kritis.

Saat dihubungi lewat telepon selularnya, Kepala Desa Sei Nahodaris, Sukimen mengaku langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) sesaat setelah mendengar tragedi tersebut.

Menurutnya, mobil itu berangkat dari Dusun Sei Kaluang, Desa Sei Baru, Kecamatan Panai Hilir hendak pulang ke Pematang Siantar.

“Kami belum tahu penyebab mobil itu bisa terbalik dan jatuh ke dalam parit. Menurut keterangan dari penumpang yang selamat, sebagian ada yang mau pulang ke Sidalu – Dalu, Propinsi Riau,” kata Sukimen.

Melihat kecelakaan itu, warga setempat langsung ramai berdatangan membantu menyelamatkan para korban dan berusaha menarik mobil itu dari dalam parit.

“Kebetulan di dekat situ ada ekskavator lagi bekerja, warga pun meminta tolong kepada operator alat berat itu mengangkat mobil itu dari dalam parit,” ujarnya.

Selanjutnya, seluruh korban yang meninggal maupun selamat dilarikan ke Puskesmas Labuhanbilik dengan truk yang sedang lewat, agar segera mendapat pertolongan medis.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Panai Tengah AKP Rusdi Koto SH membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Ya benar Mas, saat ini anggota sedang mendata nama-nama korban yang meninggal maupun yang selamat di Puskesmas Labuhanbilik,” ujarnya.

Lanjut Kapolsek, Safril warga setempat yang menjadi saksi, melihat mobil jatuh langsung masuk ke dalam parit. Ia memecahkan kaca mobil untuk menyelamatkan para penumpang yang ada di dalam mobil.

“Kemudian korban ditarik keluar dari dalam mobil oleh saksi. Tetapi yang lain tidak bisa terselamatkan, empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelas AKP Rusdi Koto SH.

Sementara, Kepala Puskesmas Labuhanbilik, Irma Suriani kepada awak media mengatakan, saat ini tim medis sedang berupaya melakukan pertolongan terhadap korban yang kritis.

“Ada dua orang yang kritis bang, kita berupaya melakukan pertolongan semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Menurut Irma, para korban baru pulang dari acara pesta pernikahan keluarganya di Dusun Sei Kaluang, Desa Sei Baru dan akan pulang ke kediaman masing-masing.

Berikut nama-nama korban:

Korban meninggal

• Hendrik Sinaga, (35) Laki-laki, Sidalu -Dalu Provinsi Riau

• Jari Sinaga (51) Laki -laki, Cikampak, Labuhanbatu Selatan

• Repal Sibaga (8) Sidalu- Dalu Provinsi Riau

• Patiha Sinaga (7) Cikampak, Labuhanbatu Selatan

Korban selamat

• Delima (30) Perempuan, Sidalu – Dalu, Riau

• Darmawati (51) Perempuan, Sidalu – Dalu,  Riau

• Prisdayanti (21) Perempuan, Cikampak, Labuhanbatu Selatan

• Faridayanti (24) Perempuan, Cikampak – Labuhanbatu Selatan

• Putri (19) Perempuan, Kota Pematang Siantar

• Ristauli (16) Perempuan, Kota Pematang Siantar

Sementara itu, kondisi korban Prisdayanti dan Faridayanti kondisinya cukup kritis dan segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat.

“Alat di Puskesmas tidak lengkap bang, air sudah banyak memasuki paru-paru korban. Sedangkan kondisi korban semakin kritis, ya segera kita rujuk ke RSUD Rantuprapat,” pungkas Irma.(bay/red)

Kecelakaan Maut di Jalinsum Tebing Tinggi - Siantar, 1 Orang Tewas

mediasergap.com | TEBING TINGGI - BD (31) warga Dusun V Desa Kota Baru Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) meninggal dunia  dalam perjalanan menuju rumah sakit, setelah mengalami kecelakaan lalulintas di jalan lintas sumatera.

Terjadinya peristiwa kecelakaan maut tersebut pada Senin pagi (10/05/2021) sekitar pukul 07.30 wib di Jalan Umum Tebing Tinggi - Pematang  Siantar tepatnya di Desa Limbong Kecamatan Dolok Merawan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Propinsi Sumatera Utara. 

Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Vivin Ayuningtias melalui Kasubag Humas Polres Tebing Tinggi, AKP Josua Nainggolan dalam keterangannya persnya mengatakan, kronologis terjadinya kecelakaan maut tersebut  bermula pada Senin pagi (10/05/21) sekitar pukul 07.30 WIB, dimana sepeda motor Yamaha Vixion BK 6685 XU yang dikemudikan oleh korban BD datang dari arah Kota Tebing Tinggi menuju arah Pematang Siantar dengan kecepatan tinggi.

Kemudian setibanya di TKP Pengemudi sepeda motor Yamaha Vixion hendak mendahului kendaraan yang ada didepannya. 

Namun naas bagi pengendar sepeda motor Yamaha Vixion pada saat yang bersamaan datang satu mobil Toyota Avanza BK 1507 WE yang dikemudikan oleh Denny Yudistira (23), seorang mahasiswa warga Jalan Sidikalang No.30 Kelurahan Kristen Kota Pematang Siantar dari arah Siantar menuju arah Tebing Tinggi.

Sehingga kecelakaan pun tak dapat terelakan dimana bagian depan dari sepeda motor Yamaha Vixion membentur bagian samping sebelah kanan dari mobil Toyota Avanza BK 1507 WE, yang mana kecelakaan tersebut terjadi di lajur sebelah kanan dari arah Tebing Tinggi menuju arah Pematang Siantar.

Akibat dari kejadian tersebut Pengemudi sepeda motor Yamaha Vixion BK 6685 XU mengalami luka berat dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi.

Kemudian barang bukti  satu unit sepeda motor Yamaha Vixion BK 6685 XU dan satu unit Mobil Toyota Avanza BK 1507 WE diamankan Unit Lakalantas Polres Tebing Tinggi.

“Kedua barang bukti berupa kenderaan bermotor beserta pengemudi mobil telah kita amankan di unit laka lantas Mapolres Tebing Tinggi untuk kita proses lebih lanjut,” jelas kasubag Humas.(Ajs)