Media Sergap - Banjir Media Sergap: Banjir - All Post -->





Showing posts with label Banjir. Show all posts
Showing posts with label Banjir. Show all posts

BPBD Kota Gunungsitoli Evakuasi Warga Terdampak Banjir

mediasergap.com | GUNUNGSITOLI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir pada beberapa titik lokasi di Kota Gunungsitoli. Diperkirakan air mulai meninggi Jumat dinihari (17/12/21) pukul 02.00 Wib.

Adapun beberapa titik lokasi yang terdampak banjir yakni sepanjang Pasar Nou hingga ujung kantor Pegadaian, Pasar Beringin dan Kampung Cinta Damai, Desa Boyo, Jl.Ampera, Jl. Supomo ujung, Gg.Umbu Pelita, Afia Gunungsitoli Utara dan kejadian longsor dibeberapa lokasi seperti di desa Fadoro Hilimbowo Kecamatan Gunungsitoli Alooa, Arah Desa Gada Kecamatan Gunungsitoli Barat. 

“Banjir ini diakibatkan durasi hujan yang lama sehingga volume air jadi lebih tinggi ditambah juga kemampuan sungai dalam mengalirkan air ke muara laut terbendung akibat pasang naik air laut,” jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Gunungsitoli Abdi Damai Zebua.

Dijelaskan Abdi Zebua, Adapun beberapa langkah yang telah dilakukan oleh BPBD Kota Gunungsitoli yakni melaksanakan kegiatan evakuasi terhadap warga masyarakat terutama Lansia, Ibu Hamil, Bayi dan anak-anak, menyalurkan air bersih di lokasi-lokasi terdampak banjir, berkoordinasi dengan instansi teknis terkait dengan longsor yang terjadi dibeberapa titik wilayah. 

“Melalui ini juga kami himbau kepada masyarakat yang tinggal di sepadan sungai dan daerah rawan longsor agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana yg mungkin terjadi, sebagaimana telah tertuang dalam surat edaran Walikota Gunungsitoli No. 360/8874/BPBD/2021 tentang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Terhadap Fenomena La Nina di Kota Gunungsitoli tanggal 30 November 2021,”jelasnya

Dalam melakukan evakuasi BPBD Kota Gunungsitoli bekerjasama dengan instansi terkait antara lain Barnas Nias, Koramil 01/GST dan SATPOL PP Kota Gunungsitoli. (Fb Diskominfo Gunungsitoli/red)

DPRD Batu Bara Terima Aspirasi Kelompok Tani Rukun Sari

mediasergap.com | BATU BARA – Kelompok Tani  Rukun Sari Kelurahan Perkebunan Sipare - pare, Kecamatan Sei Suka menyampaikan surat permohonan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara berharap mendesak Pengadilan Negeri (PN) Kisaran agar segera melakukan eksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) terkait sengketa lahan.

Ketua Kelompok Tani (Koptan) Rukun Sari Ali Efendi bersama tiga pengurus lainnya berharap agar nantinya DPRD Batu Bara mendesak PN Kisaran untuk melakukan eksekusi putusan MA.

Dikatakan Ali Efendi, Surat permohonan yang di aju kan Ke DPRD Batu Bara tersebut untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Instansi terkait atas Putusan MA yang telah dimenangkan oleh Kelompok Tani Rukun Sari.

"Kelompok Tani Rukun Sari telah memenangkan permohonan kasasi terkait lahan seluas lebih kurang 60 hektare yang selama ini dikuasai perkebunan PT MH Kebun pada tahun 2008", sebut Ali Efendi. Rabu (08/12/21).

Dijelaskan Ali Efendi, Putusan Mahkamah Agung(MA) Nomor 3375 K/pdt/2002 diterima Kelompok Tani Rukun Sari pada tahun 2019, sebelumnya, permohonan eksekusi ke PN Kisaran. Namun PN Kisaran meminta agar Koptan berbadan hukum. 

"Permintaan PN Kisaran tersebut sudah kita realisasikan dan saat ini Poktan Rukun Sari telah berbadan hukum", jelas Efendi.

Ali Efendi menyayangi ditahun 2000 Kelompok Tani Rukun Sari pernah menyuarakan kepada DPRD Batu Bara Komisi A sewaktu itu, akan tetapi belum ada perhatian dari badan legislatif tersebut terkait sengketa lahan yang telah memiliki putusan Mahkamah Agung.

"Kami yakin dan percaya kepada DPRD Batu Bara Komisi I dan Bupati Batu Bara akan sesegera mungkin menyahuti aspirasi masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Rukun Sari untuk mendesak PN Kisaran melakukan eksekusi putusan MA tersebut," tutur Efendi.

Selain itu, Ali Efendi juga berharap Komunitas Wartawan Wappress dapat mengawal serta mendukung atas persoalan yang dialami Kelompok Tani Rukun Sari, hingga nantinya PN Kisaran dapat melakukan eksekusi.

Sementara itu, menanggapi Surat permohonan dari Poktan Rukun Sari, Ketua Komisi I DPRD Batu Bara Azhar Amri beserta Anggota Komisi I mengatakan akan melakukan upaya untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait permasalahan sengketa lahan yang telah memiliki putusan Mahkamah Agung, dan sebelumnya terlebih dahulu melaksanakan Rapat Internal untuk menentukan instansi yang akan diundang.

Dikatakan Azhar Amri, nantinya pihak perkebunan dapat menghormati putusan hukum dan menghentikan aktifitas diatas lahan yang telah dimenangkan Kelompok Tani Rukun Sari. (Dani/red)

Aktivitas Warga Lumpuh, Akibat Tanah Longsor dan Jembatan Menuju Gunung Pamela Dan Desa Manako Putus

mediasergap.com | TEBINGTINGGI - Personil Polsek Sipispis Resor TebingTinggi tinjau Tanah longsor dan jembatan putus yang terjadi  didusun 13 Desa Damakurat Kecamatan  Sipispis Kabupaten Serdang bedagai, Jumat  (03/12/21) pada pukul 09.30. Wib. 

Dari peristiwa tersebut mengakibatkan jalan penghubung dari Gunung Pamela menuju Desa Monako, Simalas dan Damakurat terputus total sehingga tidak bisa di lalui kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 diakibatkan curah hujan yang tinggi.

Dari keterangan Kasi Humas Polres Tebing Tinggi Iptu Agus Arianto kepada wartawan bahwa pada hari Kamis (2/12/2021) sekitar pukul 18.30 Wib, 

Kapolsek Sipispis, AKP Saepullah S.Sos menerima laporan via HP (Handphone) dari Kades Monako bahwa telah terjadi peristiwa tanah longsor dan jembatan putus di Dusun XIII desa Damakurat yang di akibatkan curah hujan yang tinggi.

Kemudian Kapolsek Sipispis  memerintahkan tugas piket jaga untuk melakukan cek lokasi yang longsor dan jembatan putus.

Sedangkan petugas yang turun ke lokasi diantaranya Kanit Bimmas Aiptu K. Sihotang, Kanit intel Aiptu YK Situmorang, Bhabinkamtibmas Bripka BH. Nainggolan dan Brigadir Ayub Damanik.

Kemudian petugas melakukan cek TKP serta menghimbau masyarakat agar jangan melintasi jembatan yang ambruk dan membuat Police line di TKP serta berkoordinasi dengan muspika dan unsur terkait.

Hasil dari monitoring tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.  (Ajs/red)

Respon Cepat Kapolres Batubara Bantu Warga Korban Banjir

mediaaergap.com | BATUBARA - Respon cepat  Kapolres Batubara AKBP H Ikhwan Lubis,SH.,MH didampingi Wakapolres Kompol Rudi Chandra SH MM dan berserta pejabat utamanya  kunjungi dan berikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir, di Desa Kuala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Rabu (01/12/21).

Dalam kunjungan itu, Kapolres  mengatakan jangan berfikir bagaimana melakukanya akan tetapi harus melakukan dengan setulus hati dan diniatkan untuk membantu para saudara kita yang memgalami bencana alam.

"Membantu sesama umat adalah kewajiban bersama, mudah - mudahan sedikit terbantu bagi para korban banjir atas bantuan yang diberikan",tutur Kapolres.

Disampaikan AKBP H Ikhwan Lubis,SH.,MH, mengintruksikan seluruh jajaran agar selalu cepat tanggap dalam mengatasi situasi Kamtibmas maupun Bencana yang terjadi.

Di ketahui, bahwa wilayah timur sumatera pada bulan Desember, sebab, wilayah di pesisir selat malaka sering terjadi hujan yang begitu deras, terkadang disertai dengan angin yang kencang di akhir tahun.

Dimana, Wilayah Kabupaten Batu Bara sering terjadi banjir yang di sebabkan hujan deras maupun air kiriman dari Kabupaten lain seperti Siantar dan Simalungun, dikarena memiliki alur sungai yang dekat dengan lautan.

Sementara itu, Salah Satu Korban banjir Rodiah(47) Warga Desa Kuala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara mengucapkan terima kasih pada Kapolri Jendral .Pol . Listyo Sigit dan Kapolda Sumut  Irjen Pol Panca Putra M.Si yang telah menitipkan sosok seorang Kapolres untuk wilayah Kabupaten Batubara yaitu AKBP H Ikhwan SH.,MH.

"Kami bangga pada Kapolres Batubara AKBP H Ikhwan Lubis,SH.,MH sosok pemimpin yang begitu peduli kepada masyarakat yang benar - benar membutuhkan," ungkap Rodiah. (Dani/red)

Rasa Solidaritas, PT MP Leidong West Indonesia Santuni Korban Banjir di Sialang Taji

mediasergap.com | LABURA - Untuk mewujudkan rasa kepedulian kepada sesama serta memberikan rasa solidaritas yang tinggi, maka perusahaan anak cabang Sinar Mas Group PT MP Leidong West Indonesia Labuhanbatu Utara (Labura) dan PT Smart Tbk bergandeng tangan dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memberikan santunan paket bantuan yang diserahkan kepada ratusan warga Desa Sialang Taji yang menjadi korban banjir yang berulang terjadi di daerah itu.

Diketahui, akibat banjir di Desa Sialang Taji, banyak warga menjadi korban banjir, dan  banyak menderita kerugian, baik moril maupun material.

Kehadiran para petinggi dari perusahaan anak Cabang Sinar Mas ini kepada warga korban banjir di Desa Sialang Taji untuk memberikan bantuan untuk meringankan beban yang diderita warga setempat.

Pada acara penyerahan bantuan sosial dan tali asih, Sabtu (27/11/21) dihadiri oleh Camat Kualuh Selatan Suwedi S.Sos, Manager Unit Kebun Kanopan Ulu Ir. Meidy Tilaar, Manager Pernantian M.Yulianur, Manager Padang Halaban Sucipto, Iskandar Sima Adipati Halomoan Siahaan, Manager Pabrik PC Mayanto.

Meskipun kondisi jalan masuk ke desa cukup sulit dan masih dipenuhi genangan air berkisar tinggi selutut orang dewasa, namun hal ini tidak menjadi kendala  bagi tim Perusahan MP Leidong West Indonesia tetap menempuh ke lokasi dimana acara akan dilaksanakan yakni di rumah Kepala Desa Sialang Taji, Pardomuan Tampubolon.

Bantuan untuk 400 kepala keluarga terdiri dari 4 ton beras, 400.kg gula pasir, 400 kotak teh, 400 dus mie instan, 400 dus air mineral.

Dalam sambutan Ketua Xie Li Sumatera Utara dan RC Sumut H. Mulyanto yang berkenan hadir mengatakan, semoga dengan kehadiran kami disini sebagai bentuk dan rasa perduli kepada warga yang mendapat musibah banjir dan kami juga merasakan apa yang dirasakan warga disini.

"Bantuan sembako yang kami berikan semoga bermanfaat bagi masyarakat beserta. Marilah kita selalu bergandeng tangan tanpa adanya perbedaan karena kita semua saudara. Sebab sebaik-baik manusia adalah manakala ianya bisa bermanfaat untuk orang banyak," terang Ketua Xie Li penuh keakraban.

Sementara di tempat yang sama, dalam sambutannya Camat Kualuh Selatan Suwedi S,Sos mengucapkan rasa terima kasih kepada perusahan anak Sinar Mas Group. "Kami dari pihak pemerintah kecamatan sangat apresiasi dan mengucapkan ribuan terima kasih atas bantuan yang telah disalurkan pihak perusahaan kepada masyarakat sebagai bentuk rasa keperdulian di desa ini. Semoga ini dapat terus terjalin dengan baik," terang Camat Suwedi S.Sos.(Yans/red)

Rasa Peduli dan Kekeluargaan, Kapolres Tebing Tinggi Berikan Bansos Bagi Personil yang Terdampak Banjir

mediasergap.com | TEBINGTINGGI - Kapolres Tebing Tinggi AKBP M.Kunto Wibisono,SH.SIK.MSi, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Tebing Tinggi Ny Tika Kunto Wibisono  melaksanakan kegiatan Anjangsana dan Pemberian Bansos Kepada Personil Polres Tebing Tinggi yang terdampak banjir kepada 19 personil yang berasal dari beberapa satuan fungsi dan Polsek, Selasa (23/11/21) pada pukul 09.00 WIB bertempat di Aula Kamtibmas, Aula Bhayangkari dan Aula K3 I Polres Tebing Tinggi.  

Pelaksanaan kegiatan Anjangsana dan pembagian bansos  dibagi menjadi 3 tim yaitu, Tim I berlokasi di Aula Kamtibmas dan Tim II berlokasi di Aula Bhayangkari yang dipimpin oleh Kapolres Tebing Tinggi AKBP M.Kunto Wibisono SH.SIK.MSi sementara Tim III berlokasi di Ruang K3 I yang dipimpin oleh  Wakapolres Kompol Asrul Robert Sembiring, SH. MH.

Dalam kesempatan itu Kapolres Tebing Tinggi mengucapkan turut berduka cita atas bencana alam yang menimpa rekan rekan di Polres Tebing Tinggi. Selain dari itu kapolres juga memberikan dispensasi 3 (tiga)  hari kepada personil untuk membersihkan tempat tinggalnya masing masing.

"Pemberian ini  jangan dinilai dari materinya namun nilailah sebagai bentuk rasa peduli dan kekeluargaan dari kami." tutup Kapolres.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolres Kompol Asrul Robert Sembiring, SH.MH Kabag SDM Kompol Baidawi, Kabag Ops yang diwakilkan Paur Subbag Dalops AKP Berlin Tarigan, Kasat Binmas AKP F.Tarigan, Kasat Intelkam Iptu Suparmen, Kasat Lantas AKP Dhoraria S.Simanjuntak,SH.MH. Kasiwas Iptu Santos Pardede, dan Pengurus Bhayangkari Cabang Tebing Tinggi.

Hingga berakhirnya  kegiatan tersebut situasi berlangsung dalam keadaan aman, baik dan kondusif.(Aja/red)

Ribuan Rumah Terendam Banjir, Pemko Tebing Tinggi Gerak Cepat Beri Pelayanan

mediasergap.com | TEBINGTINGGI - Banjir kiriman yang  melanda Kota Tebing Tinggi, akibat luapan Sungai Padang, Bahilang, Kelembah dan Bangoan yang hulunya berada di Kabupaten Simalungun sejak Minggu (21/11/21). Sejumlah titik di Kota Tebing Tinggi terendam banjir. 

Juru Bicara Pemko Tebing Tinggi Dedi Parulian Siagian, Senin.(22/11/2021) mengatakan, meskipun cuaca di Kota Tebing Tinggi cukup baik, curah hujan di hulu sungai mengakibatkan debit air sungai meningkat drastis mengakibatkan banjir di beberapa titik di Kota Tebing Tinggi, karena kapasitas tampung sungai yang ada di Kota Tebing Tinggi tidak mampu menampung debit banjir. 

"Ketinggian air di pintu bendung irigasi Bajayu pada pagi hari Senin (22/11/21) pukul 06.00 Wib tercatat 14.50 cm normal 12,80 cm atau 1,70 cm diatas permukaan normal. Namun untuk mempercepat aliran sungai setelah dibuka semua pintu tercatat air dibendungan dengan ketinggian 13,70 cm atau atau 90 cm diatas permukaan normal Sementara 3 sungai yang lain masih belum turun ketinggiannya. Namun pengaliran air berjalan lancar. 

Dedi Parulian Siagian menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemko)  Tebing Tinggi melalui Damkar, Dinas Sosial, BPBD, Satpol PP, Camat dan Lurah langsung melakukan penyelamatan, evakuasi, pembuatan dapur umum dan penyaluran sembako bantuan. Sembako berupa beras, mie instan, telur, minyak makan, bubuk teh serta air mineral, membangun posko pengungsian dan posko kesehatan bekerjasama dengan jajaran Polres Tebing Tinggi, Koramil 13/TT, Tagana, RAPI dan elemen masyarakat lainnya. 

Menurut data yang diterima, berdasarkan data hasil rekapitulasi hingga Senin (22/11/21) pukul 09.00 Wib, sebagian wilayah di 5 Kecamatan terdampak banjir, yakni Kecamatan Padang Hilir (Kelurahan Satria dan Kelurahan Tambangan Hulu) terdampak 41 rumah, 53 KK dengan jumlah jiwa 222 orang. 

Kecamatan Rambutan (Kelurahan  Sri Padang dan Kelurahan Tanjung Marulak Hilir) terdampak 100 rumah, 120 KK dengan jumlah jiwa 240 orang. Kecamatan Tebing Tinggi Kota (Kelurahan Badak Bejuang, Kel. Bandar Utama, Kelurahan  Tebing Tinggi Lama, Kelurahan Mandailing, Kelurahan  Pasar Baru, Kelurahan  Pasar Gambir) terdampak 1.645 rumah, 1.545 KK dengan jumlah jiwa 4.478 orang. 

Kecamatan Bajenis (Kelurahan  Brohol, Kelurahan  Pinang Mancung, Kelurahan  Bulian dan Kelurahan Bandar Sakti) terdampak 310 rumah, 321 KK dengan jumlah jiwa 1.329 orang. 

Kecamatan Padang Hulu (Kelurahan Persiakan, Kelurahan Lubuk Raya, Kelurahan Pabatu, Kelurahan  Lubuk Baru, Kelurahan Padang Merbau, Kelurahan  Bandarsono dan Kelurahan Tualang) terdampak 2.792 rumah, 3.061 KK dengan jumlah jiwa 10.414 orang. 

"Total masyarakat Kota TebingTinggi terdampak banjir hingga hari Senin, tanggal 22 November 2021, per Pukul 09.00 WIB berjumlah 4.888 rumah, 5.100 KK dan 16.683 jiwa, dan sampai saat ini tidak ada korban jiwa," jelas Dedi Siagian. 

Saat ini debit air secara keseluruhan diwilayah terdampak banjir air terus menurun. Aliran air sungai padang cukup baik dan bendungan Bajayu telah dibuka seluruhnya dalam kondisi aman dan lancar, tutup Jubir Pemko Dedi Parulian Siagian.  (Ajs/red)

Curah Hujan Tinggi, Air Sungai Bahuri Meluap 25 Rumah Warga Dusun 13 Kelambir Kabupaten Sergai Terendam Banjir

mediasergap.com | TEBINGTINGGI - Akibat curah hujan yang tinggi dan meluapnya air Sungai Bahuri Dolok Merawan, sekitar 25 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter, sejak Sabtu (20/11/21) pukul 23.00 wib, hingga Minggu (21/11/21) pukul 03.00 Wib, di Dusun 13 Kelambir Desa Marjanji Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai)

Luapan air Sungai Bahuri Dolok Merawan merendam ke pemukiman warga dan menggenangi rumah warga sekitar Pukul 04.00 wib sehingga 25 rumah warga terendam banjir

Kapolsek Sipispis AKP Saepullah, S.Sos., melalui Kasubbag Humas Polres Tebing Tinggi Iptu Agus Arianto, Minggu (21/11/21) membenarkan adanya banjir tersebut.

"Telah terjadi bencana banjir memasuki rumah warga setinggi 1 meter di Dusun 13 Kelambir Desa Marjanji Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai, diakibatkan meluapnya air Sungai Bahuri Dolok Merawan 25 rumah warga terendam banjir", sebut Agus.

"Bahwa pada hari Minggu, (21/11/21) sekitar pukul 04.00 Wib, telah terjadi bencana banjir akibat curah hujan yang tinggi dari pukul 23.00 Wib s/d Pukul 03.00 wib yang mengakibatkan banjir di Dusun 13 Kelambir Desa Marjanji Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai, tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut," ujar Agus. 

Sejumlah petugas melakukan evakuasi terhadap warga terdampak banjir yang melibatkan, Kapolsek Sipispis AKP Saepullah, S.Sos., Danramil 15 Sipispis Kapt. Inf. P. M. Simanjuntak, Wakapolsek Sipispis Ipda Ganda Manulang, Kades marjanji Ir jasmahadi, Babinsa Koramil 15 Sipispis, Bhabinkamtibmas Polsek Sipispis, Personil Polsek Sipispis, Kadus 13 Siti Surayu beserta warga Dusun 13 Kelambir Desa Marjanji.

"Kemudian petugas melakukan observasi Ke TKP yang berakibat fatal, Melakukan Koordinasi dengan Camat Sipispis, Danramil 15 Kecamatan Sipispis, BPBD Kabupaten Serdang bedagai, dan Koordinasi dengan PLN, serta Memberikan bantuan Sembako kepada masyarakat yang terkena banjir," tutup Agus. (Ajs/red)

Terkait Dampak Buruk Proyek PSDA Kualuh Barumun. Gubsu Diminta Harus Tanggapi Laporan Warga Sei Aek Kanopan

Warga Aek Kanopan menyaksikan banjir yang kerap dialami jika musim penghujan turun. (Foto: Yans/mediasergap.com)

mediasergap.com | LABURA - Untuk menunjukkan rasa perduli dan ikut merasakan kesengsaraan warga yang kerap mengalami bencana banjir, maka Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edi Rahmayadi diminta agar segera menanggapi secara serius pengaduan warga yang hidup bermukim di sepanjang alur Sungai Aek Kanopan.

Karena selalu resah dan kecewa akibat diduga program asal asalan pelaksanaan proyek normalisasi dan restorasi Sei Aek Kanopan yang beranggaran milyaran rupiah, ternyata hasilnya dinilai cacat mutu dan tidak memberi manfaat bahkan menebar mudharat bagi warga sekitar.

Karena tak tahan beruntunnya menerima serangan bencana banjir, akhirnya warga telah melaporkan hal ini dan dampak penyempitan badan sungai yang dilakukan proyek KUPT Kualuh Barumun melalui surat resmi tertanggal 02 November 2021 kepada Gubsu Edy. Masyarakat berharap laporan ini segera ditanggapi orang nomor satu di Pemprov Sumut ini.

Diketahui, proyek Cipta Karya dan Tata Ruang ini membuat penyempitan badan Sungai Aek Kanopan sepanjang 6 km belum ditambah proyek yang sama pada tahun 2020 lalu pada titik lanjutan lokasi yang sama berkisar +2 km.

Bayangkan apabila kelancaran arus air kurang lancar menempuh jarak hingga 6 s/d 8 km panjangnya dikarenakan  hasil penyempitan daerah aliran sungai yang dilakukan program proyek asal asalan dengan anggaran uang negara mencapai milyaran rupiah.

Inilah lokasi proyek yang diduga asal-asalan di alur Sungai Aek Kanopan, Labura. (Foto: Yans/mediasergap.com)

Menyedihkan bagi warga pemukiman Perumahan Flamboyan, Tanah Rendah B,  Ajaran Batu, hingga lingkungan Suka Rendah yang selalu merasakan dampak bencana banjir saat ini.

Karena diprediksikan pengaruh besar keluar masuknya air menjadi terhambat dan tidak lancar sebagai mana biasanya mengalir ke muara 

Resikonya, banyak genangan air yang bertahan cukup lama di hulu sungai yang penuh pemukiman rumah penduduk sehingga menuai resiko kebanjiran yang lebih besar.

Dan banjir yang datang dari air Sungai Aek Kanopan tidak seperti biasanya pada tahun tahun sebelumnya, di nilai dan diprediksikan ini mulai terjadi berkelanjutan diduga akibat adanya pengaruh besar dampak proyek proyek ciptaan program KUPT Irigasi Kualuh Barumun yang asal dan tidak tepat sasaran.

Menerangkan pengawas utusan PU Kualuh Barumun, Tarmin pada Rabu (06/10/22) lalu saat akhir kegiatan di lokasi proyek mengatakan, memang pekerjaan hasil proyek ini belum memberikan manfaatnya  kepada masyarakat. "Namun bila dilanjutkan pada tahun berikutnya pastilah bermanfaat, itupun kalau ada Musrenbangnya," jelas Tarmin.

Dua orang warga Rabu (17/11/21)  di lokasi banjir Sungai Aek Kanopan, perumahan Flamboyan Kampung Tarutung dan Dusun Suka Rendah, Eko S Rino didampingi D Munthe menyatakan, kami berharap Bapak Gubsu Edi Rahmayadi harus menanggapi laporan warga yang telah kami layangkan, melalui salah satu lembaga swadaya masyarakat tentang keluhan banjir yang terus menerus menimpa kami. "Kalau dahulu tidak begini kali," ungkap mereka.

"Kami prediksikan ini adalah dampak dari penyempitan badan Sungai Aek Kanopan sepanjang +8 km, akibat program asalan dari Dinas PU Cipta Karya UPT Kualuh Barumun yang dikepalai Wijaya Hasrimi ST yang membuat benteng proyek normalisasi yang tidak bermanfaat bagi masyarakat, malah menjadikan mudharat bagi kami warga yang bermukim di seputaran Sungai Aek Kanopan, dan kami juga sudah pernah  langsung memprotes proyek ini kepada KUPT beberapa waktu lalu tapi tidak ditanggapi mereka," ujar Eko dan D Munthe.

Untuk itu, lanjut mereka, sebagai orang tua rakyat Sumut, tolonglah Pak Gubernur meninjau lokasi proyek penyempitan sungai ini, dan menindak KUPT Kualuh Barumun pembuat program  yang secara tidak langsung telah menyengsarakan masyarakat di sini secara terus menerus.

"Jika hal ini tidak ditanggapi pak Gubernur Edi Rahmayadi, maka akan kami lanjutkan laporan ini kepada bapak Presiden Joko Widodo di Jakarta, sebab kami yang merasakan dampak buruk proyek milyaran ini sudah sangat sengsara di buat bencana banjir ini.

"Dan harapan warga agar pemerintah  segera melakukan pencucian sungai dari kampung Tarutung ke Suka Rendah VI," tegas Eko dan D Munthe serius penuh harap. (Yans/red)

Kapolsek Sipispis Memberikan Bantuan Sembako Bagi Warga Terdampak Banjir

mediasergap.com | TEBINGTINGGI - Kapolsek Sipispis AKP Saepullah. S.Sos melakukan peninjauan lokasi banjir dan memberikan bantuan Sembako bagi warga terdampak banjir, Senin (08/11/21) sekitar pukul 08.30 Wib, di Dusun 13 Klambir Desa Marjanji Kecamatan  Sipispis Kabupaten  Serdang Bedagai (Sergai). 

Pembagian sembako secara simbolis di terima oleh Kepala dusun 13 Ibu Siti Suryayu untuk dibagikan kepada warga yang terdampak banjir. 

Kegiatan tersebut dihadiri  Kapolsek Sipispis AKP Saefullah.S. Sos, Waka Polsek IPDA GS Manullang,  Kanit Reskrim IPDA Ady Susanto P Gari SH,  Danton SAR Brimob Yon B Ipda Indra PS Sihite,  Kanit Patroli Aipda Alfon Amir, Bhabinkamtibmas,  Kades Marjanji Ir Jasmahadi dan Kepala Dusun 13 Ibu Siti Suryayu.

Selesai membagikan sembako  Kapolsek Sipispis AKP Saepullah S.Sos didampingi Wakapolsek Sipispis IPDA GS Manullang  serta Danton SAR Brimob YON B  IPDA Indra PS Sihite meninjau aliran sungai yang tadi malam  meluap dan menggenangi rumah warga dan saat ini sungai telah normal dan warga telah kembali ke rumah masing-masing. 

Sampai berakhirnya kegiatan tersebut situasi dalam keadaan aman, baik  dan kondusif.(Ajs/red)

Dampak Curah Hujan, Plt Kapolsek Medan Baru Himbau Warga Waspadai Banjir dan Pohon Tumbang

mediasergap.com | MEDAN - Seiring masuknya masa musim hujan di kota Medan, Sumatera Utara, Plt Kapolsek Medan Baru AKP Ully Lubis SH menghimbau kepada warga khususnya yang tinggal di wilayah hukum Polsek Medan Baru untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam, seperti banjir dan pohon tumbang akibat angin kencang.

"Kami menghimbau kepada warga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi terjadinya banjir mengingat saat ini masuknya musim hujan di kota Medan,"kata Plt Kapolsek Medan Baru AKP Ully Lubis SH, Rabu (03/11/21).

Selain itu, dirinya juga menghimbau kepada warga masyarakat untuk dapat memotong dahan pohon di halaman rumah yang sekiranya rentan tumbang. "Karena hal tersebut sangat membahayakan keselamatan warga maupun  pengguna jalan,"jelasnya.

"Dengan kondisi cuaca seperti ini, marilah kita juga untuk peduli kebersihan daerah aliran sungai, seperti tidak membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan aliran sungai menjadi mampat," sambung Plt Kapolsek Medan Baru yang mengakhiri.(sabah/rel/red)

Telan Anggaran Miliaran Rupiah, Proyek Pengendali Banjir di Sungai Aek Kanopan Dinilai Mubazir

mediasergap.com | LABURA - Proyek pengendalian banjir di Sungai Aek Kanopan Desa Sukarame Baru Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumut sepanjang 2.500 meter yang menelan anggaran Rp.2.207.893.523 dinilai warga sekitar tak bermanfaat dan mubazir.

Hal ini dikatakan Ngatimin (35) salah seorang yang tinggal di pinggiran Sungai Aek Kanopan, bahwa proyek Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Propsu, dianggap menghambur-hamburkan uang rakyat.

"Terus terang, masyarakat mana yang tidak senang apabila desanya mendapat kucuran pembangunan dari pemerintah, namun melihat pelaksanaan kegiatan yang asal asalan ini, jelas sangat menghambur hamburkan uang Rakyat kami sangat merasa kecewa," ujar Ngatimin.

Dikatakannya, lihat hasil apa yang ada, jelas tidak ada manfaatnya bagi kami, juga kerjaan ini berdampak buruk pada lingkungan hidup terutama bagi kehidupan warga di sepanjang aliran Sungai Aek Kanopan ini.

"Menurut kami yang merasakan langsung bahwa proyek ini jelas mubazir dan tidak bermanfaat, apalagi telah terjadi adanya penyempitan sungai akibat kerja asal-asalan, yang terjadi jelas hasilnya buruk bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Ngatimin menyebutkan, kita tidak mengada-ada, lihatlah di beberapa titik pekerjaan proyek, masih banyak adanya pendangkalan sungai. Lebih jelas nanti dapat dilihat dalam kondisi debit air waktu surut.

"Melihat banyaknya dampak kerugian bagi warga terhadap hasil kegiatan proyek yang menelan biaya miliaran rupiah dan penuh misteri ini, maka dipastikan kami akan secara beramai ramai mengadukan proyek ini kepada Bapak Gubernur kita Edi Rahmayadi, agar beliau mengutus tim nya turun ke lokasi untuk meninjau proyek asal asalan ini. Lihatlah plank nya sajapun begitu curiga kita melihatnya," papar Ngatimin kesal kepada awak media di kediamannya, Rabu (06/10/21).

Secara terpisah dan diwaktu yang sama pengawas Upt Irigasi Kualuh Barumun Tarmin mengatakan bahwa proyek tersebut sudah selesai pada Senin (04/10/21) lalu.

"Kegiatan pekerjaan proyek sudah selesai dan hari ini masuk tim monitoring dari kabupaten," ungkap Tarmin kepada mediasergap.com Rabu (06/10/21).

Ia pun menyebutkan, alat berat Excavator Beko yang digunakan juga pulang hari ini.

Ketika ditanya tentang volume proyek dan manfaatnya kepada masyarakat. 

Tarmin mengatakan, memang saat ini belum ada manfaatnya kepada masyarakat, namun apabila kegiatan ini dilanjutkan lagi di hulu sungai pada tahun berikutnya, pasti ada manfaatnya itupun kalau ada hasil musrembangnya.

"Mengenai lamanya pelaksanaan proyek ini berkisar 3 (tiga) bulan baru selesai, karena panjang pekerjaannya kami tambah dari 2.500 M + 3.500 M menjadi 6 km," jelas Tarmin.

Sebelumnya, Kepala UPT Irigasi Kualuh Barumun Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Propsu, Wijaya Hasrimi ST saat ditemui di ruangannya Selasa (28/09/21) lalu mengatakan proyek ini sangat bermanfaat dan tidak ada lagi banjir di seputaran Sei Aek Kanopan.

Namun pernyataan tersebut langsung dibantah DZ Munthe warga perumahan Pulo Tarutung Aek Kanopan yang saat itu kebetulan hadir untuk berdialog dan mendengar langsung pemaparan Kepala UPT Wijaya Hasrimi

"Pak saya warga perumahan Flamboyan Kampung Tarutung Aek Kanopan. Kamilah warga yang sering dan sangat merasakan bencana banjir di Aek Kanopan, bahkan dampaknya sekitar 8 (delapan) buah alat perabotan rumah tangga kami rusak akibat genangan bencana banjir barusan ini," ujar Munthe. 

Dikatakan Munthe, kenapa bapak bilang tak menuai banjir lagi bagi pemukiman penduduk yang dekat alur Sungai Aek Kanopan. "Itu bahasa mengada ada namanya. Sayalah orangnya yang menerima dampak banjir," terang Munthe kepada Hasrimi. (Yans/red)

Ketua DPD LSM-BAKORNAS Kep.Nias Sikapi Kinerja B2PJN-PPK 3.5 Sumut di Kepulauan Nias

mediasergap.com | GUNUNGSITOLI - LSM-BAKORNAS yang tergabung pada Aliansi LSM Se-Kepulauan Nias turut menyikapi kinerja B2PJN-PPK 3.5 Sumut di Kepulauan Nias yang dinilai "buruk" masih jauh dari apa yang diharapkan.

Ketua DPD LSM-BAKORNAS Kep. Nias Yuli Irama Hulu menyampaikan, Kami dan rekan-rekan gabungan LSM se-Kepulauan Nias sangat kecewa atas hancurnya pekerjaan Proyek Infrakstruktur B2PJN-PPK 3.5 di Kepulauan Nias Tahun Anggaran 2021 sepanjang jalan Nasional dari Kota Gunungsitoli menuju Nias Selatan," tuturnya.

Kepala B2PJN-PPK 3.5 Kepulauan Nias, Firman Hutauruk yang telah dikonfirmasi beberapa kali namun belum ada respon sama sekali sehingga ekspresi kekecewaan, kami  gabungan Aliansi Masyarakat sipil Pemerhati Pembangunan,  mengirimkan Karangan Bunga di halaman Kantor B2PJN-PPK 3.5 Kepulauan Nias di Jln. Supomo Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, dengan ucapan :" Turut berduka cita atas meninggalnya hati nurani PPK 3.5 atas hancurnya Jalan Nasional dari Kota Gunungsitoli menuju Nias Selatan.

“Kemudian, ada juga bertulisan “Selamat Berbahagia kepada Saudara Saudari Kami PPK 3,5 Atas Hancurnya Jalan Nasional dari Kota Gunungsitoli Menuju Nias Selatan”. Bahkan ada yang bertuliskan “Selamat dan Sukses kepada PPK 3,5 Atas Hancurnya Jalan Nasional dari Kota Gunungsitoli Menuju Nias Selatan”,” ungkapnya, Rabu (01/09/21).

Dan hari ini, Kamis (02/09/21), kami dan beberapa perwakilan yang tergabung pada aliansi LSM Se-Kepulauan Nias  menyambangi Kantor PPK di Jln. Sutomo Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli untuk menyampaikan pernyataan sikap, namun situasi kantor dalam keadaan tutup, maka kami dari Aliansi LSM Se-Kepulauan Nias menyatakan "jika tidak ada respon, maka kami akan melakukan aksi kedepannya,” terangnya. (Chan™/red)

Polda Sumut Bantu Korban Banjir di Batubara, Ribuan Paket Sembako Mengalir ke Warga

mediasergap.com | BATUBARA - Kapolda Sumatra Utara Irjen Pol Drs. Panca Putra Simanjuntak, M.Si dan Bayangkari Polda Sumut mendistribusikan bantuan sebanyak 1000 paket sembako kepada warga korban banjir di 4 kecamatan wilayah Kabupaten Batubara pada Jumat (20/08/21).

Bersama Satuan Brimob dan personil Polres Batubara yang dipimpin langsung Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH kembali menyalurkan 1000 Paket sembako kepada korban banjir, dan menurunkan alat berat dan perahu karet dari Brimob yang ditempatkan di Posko Bencana yang berada di Kecamatan Sei Balai sebagai posko utama, sementara ada 3 posko lainya yang dilakukan sebagai dapur umumbyanh dipandu dan dioprasionalkan oleh Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) yang terus menjadi Relawan Banjir yang membuat dapur umum untuk para korban Banjir di 4 Kecamatan.

Sejak dua pekan terakhir hujan yang mengguyur di 4 kecamatan menyebabkan banjir, ditambah banjir kiriman dari Kab. Simalungun, sehingga keadaan bertambah parah dengan merendam rumah.

Murni Simanjuntak yang mewakili warga korban banjir di empat kecamatan mengatakan, kami sudah 2 hari bertahan di tempat pengungsian yang dibuat oleh bapak-bapak polisi di sini. 

"Rumah kami berada tepat di pinggir aliran Sungai Bahbolon, memang banjir sering terjadi setiap tahun di sini saat musim hujan seperti sekarang ini. Namun apakah tidak ada solusi bagi kami yang selalu jadi korban disini, harapan kami ada penanggulangan buat kami untuk jangka panjang," ungkap Murni.

Namun saat ini, lanjut Murni, kami sangat berterimakasih kepada bapak Kapolda dan Bayangkari yang telah membantu kami di sini. Baru kali ini kami sangat diperhatikan semenjak bapak Kapolres yang baik dan Kapolda yang semarga dengan saya,  lihat kami dibuatkan Posko dan alat berat hingga membuat banjir cepat menyurut ditambah lagi bapak-bapak polisi dan TNI sangat baik kepada masyarakat.

"Terimakasi dari kami para warga korban banjir kepada Bapak Kapolda Panca Putra dan Istri sebagai Ketua Bayangkari Polda Sumut, juga bapak Kapolres dan Bapak TNI. dari Angkatan Laut, semua baik hati dan kami bangga kepada Semua," tutur Murni Simanjuntak.

Sementara Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH  menerangkan, ada Empat kecamatan yang menjadi korban banjir antara lain adalah Kecamatan Talawi Kecamatan Sei Balai, Kecamatan Tanah Datar dan Kecamatan Nibung Hangus. 

"Kami yang mewakili Polda Sumut untuk memberikan bantuan kepada masyarakat korban banjir, dalam hal ini mendistribusikan sebanyak 1000 paket sembako dan ada juga dari Bayangkari Polda Sumut bantuan yang nantinya juga akan kami berikan kepada korban banjir agar dapat merata," ujarnya.

"Selain itu, alat berat dan perahu karet juga kami siagakan di lokasi posko banjir yang berada di Kec. Sei Balai, sementara nanti selama 1 Minggu kita terus akan pantau  perkembangan situasi, apakah akan surut  atau masih ada lagi banjir kiriman dari Kabupaten Simalungun yang mengalir dari sungai sungai yang ada di Kab. Batubara.  Kami akan terus Pantau dan siaga dalam tanggap bencana seperti banjir  di Kab. Batubara ini," kata Kapolres.(Dani/red)

Terobos Banjir, Kadin Batubara Salurkan Bantuan Kepada Warga

mediasergap.com | BATUBARA - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Batubara, OK Faizal Djalil menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Desa Pematang Rambai, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

"Hari ini, Kadin Batubara hadir di Desa Pematang Rambai, Kecamatan Nibung Hangus untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir. Mudah-mudahan apa yang kita berikan dapat bermanfaat untuk masyarakat," kata OK Faizal Djalil, Kamis (19/08/21).

Ia mengatakan, di Desa Pematang Rambai ada 163 rumah warga terdampak banjir. Melihat kondisi mereka, memang sangat memprihatinkan. 

"Kita prihatin dengan kondisi warga terdampak banjir. Aktifitas mereka terganggu, pemukiman tergenang air. Perekonomian juga terganggu, kebun sawit, kebun cabai juga terendam banjir. Disini kita hadir untuk memberi bantuan. Semoga bantuan dapat bermanfaat dan meringankan beban warga," ujarnya.

Dikatakannya, mengingat tidak hanya di Desa Pematang Rambai saja yang dilanda banjir, program "Kadin Batubara Berbagi" juga akan menyambangi warga terdampak banjir di wilayah lain di Kabupaten Batubara.

"Hari ini kita hadir di Desa Pematang Rambai. Besok atau lusa kita juga akan hadir di desa lain (terdampak banjir). Masalah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita semua," katanya. (Dani/red)

Kabupaten Batubara Dilanda Banjir, AKBP Ikhwan Lubis Salurkan Ratusan Paket Sembako

mediasergap.com | BATUBARA - Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis bersama Personil Sat Brimob Tebing Tinggi dan KSJ (Komunitas Sedekah Jum'at) Batu Bara meninjau lokasi banjir dan berbagi sembako di Desa Kwala Sikasim, Kecamatan Sei Balai, Kamis (19/08/21)

Hingga saat ini Desa Kwala Sikasim Kecamatan Sei Balai terendam air mencapai 30 sampai 50 cm.

AKBP Ikhwan Lubis, SH, MH mengatakan, pemberian sembako kepada korban banjir di Desa Kwala Sikasim sebanyak 100 Paket Beras dan 100 kotak Mie instan.

"Para personil memberikan bantuan sembako kepada masyarakat korban banjir secara Door to door," ujar Ikhwan.

"Dalam kunjungan, para Personil Polres Batu Bara bersama Personil Sat Brimob Tebing Tinggi juga melaksanakan pembersihan di rumah masyarakat yang terdampak banjir," ungkap Ikhwan.(dani/red)

Polres Batubara Dirikan Posko dan Distribusikan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir

mediasergap.com | BATUBARA - Polres Batubara dirikan posko serta memberikan paket bantuan kepada warga yang terdampak banjir di beberapa Kecamatan, Kabupaten Batubara.

"Kita sudah mendirikan posko dan mengirimkan bantuan dari Kapolda Sumut kepada warga korban banjir," kata Kapolres Batubara, AKBP Ikhwan Lubis, Kamis (19/08/21).

Dijelaskannya, hujan deras sejak empat hari terakhir dan diperparah dengan banjir kiriman dari Kabupaten Asahan menyebabkan 5.806 rumah di Kabupaten Batubara terendam banjir.

"Sejumlah sungai di Batubara juga meluap. Tak hanya merendam pemukiman warga, banjir juga merendam areal sawah atau perkebunan dan fasilitas umum," jelas Kapolres Batubara.

Ikhwan mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir di Kabupaten Batubara. Sedangkan untuk sekolah yang terendam masih dalam pendataan dan areal perkebunan atau sawah yang terdampak seluas 4.778,5 hektar serta kerugian masih dalam penghitungan.

"Kondisi banjir yang merendam 5.806 rumah warga itu telah surut. Namun begitu dihimbau kepada warga untuk tetap waspada mengantisipasi terjadinya banjir susulan," pungkasnya. (Dani/red)

Satnarkoba Polres Tebing Tinggi Ringkus 2 Pengedar Sabu di Dua Lokasi Berbeda

mediasergap.com | TEBING TINGGI - Dua pelaku penyalahgunaan Narkotika jenis sabu berinisial MMTB Alias Mayer (38), warga Jalan Kedelai Lingkungan IV Kelurahan Pelita Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi dan HER alias Ewin (40) warga Jalan Pandan Lingkungan III Kelurahan Tambangan Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi ditangkap  Satnarkoba Polres Tebing Tinggi pada hari Rabu (11/08/2021) di dua lokasi berbeda.

Kasat Narkoba Polres Tebing Tinggi, AKP M. Yunus Tarigan SH melalui Kasubbag Humas Polres Tebing Tinggi, Iptu. Agus Arianto dalam siaran pressnya pada Sabtu (14/08/21) mengatakan penangkapan kedua tersangka berawal adanya informasi dari warga terkait peredaran narkoba yang terjadi di Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Padang Hulu dan peredaran narkoba di seputaran Kelurahan Deblod Sundoro Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi.

Dengan informasi tersebut Kasat Narkoba Polres Tebing Tinggi, langsung menurunkan team khususnya menuju TKP di dua lokasi yang berbeda guna melakukan penyelidikan.

Tepat pada Rabu dinihari sekitar pukul 00.30 Wib, team Satnarkoba Polres Tebing Tinggi berhasil menangkap pelaku MMTB alias Mayer di Jalan Gatot Subroto Kelurahan Lubuk Raya Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi tepatnya di pinggir jalan.

"Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan 5 buah plastik transparan yang berisi serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 0,98 gram dan berat bersih 0,36 gram, 1 buah pipet plastik runcing, beberapa buah plastik klip transparan kosong, 1 (satu) buah dompet warna putih, dan 1 (satu) unit handphone warna putih," ungkap Kasubbag Humas. 

Kemudian petugas menginterogasi pelaku, dan pelaku Mayer mengakui barang haram tersebut miliknya. 

Keesokan harinya tepatnya pada Rabu sore (11/08/21) sekitar pukul 15.30 Wib, pelaku Her alias Erwin juga berhasil ditangkap oleh petugas  di Jalan Tusam I Lingkungan I Kelurahan Deblod Sundoro Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi.

Dari tangan pelaku HER alias Erwin berhasil diamankan barang bukti berupa 3 paket plastik klip transparan yang berisi serbuk kristal warna putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 2,02 gram dan berat bersih 1,28 gram dan 4 buah plastik klip transparan kosong.

Saat itu pelaku mengaku sempat melemparkan barang bukti yang ditemukan tersebut karena merasa panik saat petugas kepolisian mendatanginya.

Kemudian petugas melakukan introgerasi terkait barang haram tersebut, pelakupun mengakuinya kalau barang bukti berupa narkotika jenis sabu tersebut benar miliknya, Selanjutnya pelaku beserta barang bukti langsung di gelandang ke Satnarkoba Polres Tebing Tinggi, guna pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kedua pelaku di jerat melanggar Pasal 114 ayat (1), subsider Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” Jelas Kasubbag Humas Polres Tebing Tinggi, Iptu Agus Arianto.  (Ajs/red)

Pemuda Bertato Tewas, Istri Histeris Lihat Video Suami saat Dimassa

Istri pria bertato (jilbab hitam) histeris menyaksikan suaminya saat dimassa.(Foto: SYA/mediasergap.com) 

mediasergap.com | DELISERDANG - Tangis NBL alias Nur (24), tak terbendung meratap jasad RS (43) warga Delitua Kabupaten Deliserdang yang terbujur kaku. Ibu satu anak ini histeris melihat kepergian suaminya.

“Aku tanda dari tatonya,” sebut Nur sambil meronta ronta memeluk kakak kandungnya.

Nur pun sempat tak percaya suaminya RS telah meninggal di rumah sakit. Kabar duka tersebut diketahui, Minggu (08/09/21) malam saat itu dia, mendapat informasi melalui video dari salah satu kenalannya menerangkan tentang seorang pemuda yang tergeletak akibat dimassa.

Meski masih tanda tanya apakah pemuda yang di maksudkan benar suaminya, Senin pagi bersama kakaknya ia mendatangi RS Bhayangkara.

BACA JUGA: Kondisi Pemuda Bertato Tewas Dimassa, Tangan Kanan Patah, Ada Luka di Kepala

BACA JUGA: Pemuda Bertato di Lengan Kanan Itu Tewas Dimassa

Setiba di rumah sakit, spontan dirinya histeris melihat pemuda yang berada di ruang instalasi jenazah adalah suaminya yang pergi sejak hari minggu kemarin sama persis dengan video yang di lihatnya.

“Videonya dikirimkan temannya tetangga,” terang Nur.

Di terangkannya dalam rekaman video tadi menyebut dikirimkan teman tetangganya, “Kenal dengan pemuda ini, coba tanyakan ke sana,” terang Nur, mengingat kala itu.

Kepada wartawan, Nur lebih banyak diam dan menyebut telah mengapus video dari hapenya.

“Sudah dihapus videonya,” terang dia lagi.

Setelah memastikan suaminya telah tiada, pihak keluarga mendatangi Polsek Pancurbatu. Dari sana, mereka kembali mendatangi Polsek Namorambe untuk mengambil jenazah suaminya. 

Tepat sekira pukul 19.47 WIB, pihak keluarga membawa jenazah korban untuk disemayamkan di rumah duka Jalan Wakaf Kecamatan Sunggal. (sya/red)

Masyarakat 3 Dusun di Kecamatan Kualuh Selatan tak Pernah Merasakan Bantuan dari PT MPI Leidong West Indonesia

mediasergap.com | LABURA - Sebahagian besar masyarakat di 3 dusun yang bertetangga Perkebunan Kanopan Ulu unit Sialang Taji, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura mengaku belum pernah merasakan kucuran bantuan apapun dari pihak PT MPI Leidong West Indonesia kebun Kanopan Ulu Estate yang berlokasi di Desa Sialang Taji. 

Mereka sangat mengecam pihak manajemen perusahaan yang semena mena dalam melakukan pembuangan air di dalam pembentengan areal tanaman sawit milik kebun hingga seluruh genangan air jalur rajangan paret beko lajur titik tanam sawit  perusahaan yang memiliki keluasan areal  sekitar kurang lebih 1400 hektar.

Masyarakat 3 (tiga) dusun yakni Dusun Kuala Pamingke, Cianjur dan Dusun Pokpohan, mereka inilah yang paling merasakan dampak buruk pembuangan air kotor dari dalam benteng kebun yang disedot dan dipompakan dari 3 (tiga) unit mesin pompa air menggunakan pipa gajah dari areal dalam benteng kebun ke luar benteng paret bekoan yang berbatas dengan tanah masyarakat. 

Apalagi dimasa penghujan ketika air sedang naik melimpah disitulah pihak perusahaan sering melakukan pembuangan genangan air, akibatnya lahan masyarakat makin tenggelam dihantam air buangan dari perusahaan ini.

Akibat pembuangan yang semau maunya ini, dan sudah berlangsung belasan tahun tampa memikirkan dampak genangan air yang harus selalu ditanggung masyarakat pringgan kebun bagian belakang benteng.

Salah seorang warga petani Abdul Sani Lubis yang tinggal  di pringgan benteng kebun Kanopan Ulu kepada mediasergap.com dan wartawan lainnya, Sabtu (24/07/21) mengatakan, kami sebagai yang mewakili beberapa warga yang tinggal di benteng sungai Kualuh Pringgan kebun ini, benar benar merasa kecewa kepada pihak perusahan ini. 

"Kalau boleh kita bilang kami disini  bukannya diberi manfaat atas keberadaan perusahaan Kanopan Ulu unit Sialang Taji ini, malah sebaliknya, boleh dikata mereka sudah mendzalimi kami secara terus menerus, bayangkan hampir setiap waktu pembuangan, dan kenapa mesti disaat kami terkena banjir akibat curah hujan yang tinggi, disitu pula lah mereka membuang semua air yang ada di dalam benteng keliling dalam areal kebun sawit mereka," ungkap Abdul Sani.

Lebih lanjut Abdul Sani menyebutkan, pastinya kami bisa tenggelam dan menjadi korban banjir, inilah yang selalu kami alami.

"Memang ada mereka buat parit pembuangan dari pembekoan sepanjang kurang lebih 800 meter, tapi sepertinya hanya sebagai formalitas saja, terbukti lihatlah kondisi parit pembuangan tersebut, begitu lama tak pernah terawat," ujarnya.

Yang pasti, lanjut Sani, apa yang kami harapkan kepada perusahaan PT MPI Leidong West Indonesia ini jauh panggang dari api. Apalagi menurut cerita orang-orang Manager Meidi ini agak kaku kemasyarakat dan belum pernah sekalipun turun menjenguk kami warga disini sebagai bentuk rasa perduli kepada warga tetangga kebun.

"Hanya kepada Pemerintah Kabupaten inilah harapan kami, semoga melalui Bupati Hendriyanto Sitorus SE MM, kita tahu walau masih muda, berintelektual dan bijaksana dalam menyikapi aspirasi keluhan rakyatnya. Apalagi orang orang desa juga petani pulak, kami janji siap bekerjasama dengan perusahaan nantinya dan mengikuti aturan yang ada selagi saling menguntungkan," harap Sani Lubis.

Ketika hal ini hendak dikonfirmasikan kepada Manager Meidi Tilaar melalui Askep Jatmiko pada Sabtu (24/07/21) di kantor Kebun Devisi IV & V Cabang kebun Kanopan Ulu Estate di Desa Sialang Taji Kecamatan Kualuh Selatan, yang ditemui hanya asisten Afdeling bernama R. Simatupang.

"Untuk sementara ini pak Askep sedang cuti pulang ke Jawa, jadi sebagai penggantinya saya, sebagai asisten merangkap Pjs Askep," jelasnya.

Begini pak, kata R. Simatupang menjelaskan, memang benar kami selalu membuang limpahan air ke waduk bekoan, apalagi arealnya ada di kawasan kerja afdeling saya, tapi untuk penyaluran kelancaran alur air  sudah kami siapkan, jadi tidak ada masalah lagi saat ini kami menggunakan 3 (tiga) unit mesin pompanisasi yang stand by di kamar mesin tapi ada 2 (dua) unit yang sedang mengalami kerusakan.

"Kalau ada keluhan dari masyarakat tentang limpahan air hingga menggenang di tanah kebun masyarakat, itu hal wajar tapi akan segera teratasi, sebab minggu depan kami sudah melaksanakan program pencucian areal, terutama daerah mana mana yang tempatnya mengganjal lintasan air, akibat terhalang tanaman air atau adanya gerusan tanah," imbuh R. Simatupang.

Tapi pencucian yang akan kami lakukan  menggunakan alat berat excavator, rencananya akan dimulai Minggu depan, dan start awal kegiatan kami mulai dari lahan tanaman sawit kebun milik kami dulu, setelah itu selesai baru pencucian berlanjut di luar areal kebun sekitar tanah masyarakat, biar jangan lagi terjadi genangan air yang tumpat," ucap Pjs Askep Ricardo Simatupang serius menjanjikan. (Yans/red)