Media Sergap - Kolaborasi Media Sergap: Kolaborasi - All Post -->





Showing posts with label Kolaborasi. Show all posts
Showing posts with label Kolaborasi. Show all posts

IWO Medan Dukung Syaifullah Defaza Jadi Ketua Unit Wartawan Pemko Medan

mediasergap.com | TEBINGTINGGI - Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Medan lewat ketuanya Erie Prasetyo merekomendasikan Sekretaris IWO Medan, Syaifullah Defaza agar ikut pada pemilihan Ketua Unit Wartawan Pemko Medan. 

Hal itu dikatakan Erie Prasetyo usai diskusi internal IWO Medan Rabu (15/12/21). Dengan ikut sertanya perwakilan IWO Medan dalam guyub wartawan di Kantor Wali Kota Medan, diharapkan menambah kaya sistem organisasi wartawan di berbagai lingkup. 

Pun lagi, sistem pemilihan ketua yang sangat demokratis di lingkungan Pemko Medan diharap bisa menambah pengalaman wartawan dalam hal demokrasi. 

"Kita tahu masa periodisasi ketua unit wartawan Pemko Medan telah usai. Kami rekom sekretaris kami untuk ikuti pemilihan di sana karena memang saudara Syaifullah Defaza ini sudah cukup pengalaman liputan di Pemko Medan pada 2009-2010 silam," kata Erie. 

Meski tak setiap tahun bertugas di Pemko Medan, karena rolling pos yang dilakukan di medianya tempat bekerja dahulu, kini lewat media medankinian.com, Syaifullah Defaza kembali bertugas di Pemko Medan sejak 2020 lalu. 

"Niatan kita murni untuk memberi edukasi dan kepahaman kepada kawan-kawan jurnalis, bahwa sistem demokrasi harus hidup di berbagai lapisan. Termasuk di dunia jurnalistik. Saya imbau juga kepada anggota IWO Medan yang bertugas di Pemko Medan agar mendukung dan membantu saudara Syaifullah Defaza," lanjut Erie yang bekerja untuk Okezone.com tersebut. 

Sekedar informasi, Syaifullah Defaza memulai karir jurnalistiknya pada 2005 silam lewat harian Mimbar Umum. Sembari menjadi mahasiswa di Universitas Negeri Medan (Unimed) beliau melaksanakan tugas jurnalistik dipandu jurnalis senior seperti almarhum Pak Sabirin Thamrin, almarhum Pak Djanib M Sijan dan Suyadi San yang saat itu tokoh di Mimbar Umum.

Sempat juga jadi jurnalis lepas di RRI untuk program akhir pekan di tahun 2006. Tak lama berkecimpung di dunia radio, Syaifullah Defaza kemudian bergabung dengan Harian Sumut Pos pada 2007. 

Nah saat di Sumut Pos itulah Syaifullah Defaza bertugas di Pemko Medan pada 2009-2010. Delapan tahun di koran grup Jawa Pos tersebut hingga menjabat Asisten Redaktur Pelaksana, kemudian Syaifullah Defaza menjajaki dunia online pada 2015. 

Pojoksatu.id menjadi media online nasional pertama yang jadi haluan berikutnya. Media yang berbasis di Graha Pena Bogor itu lantas membuat grup di Medan dengan nama pojoksumut.com yang kemudian dibidani olehnya selama tiga tahun sejak 2016 hingga 2018. 

Kemudian sejak 2019 hingga saat ini membangun media online sendiri di bidang umum dengan Medankinian.com dan di bidang khusus otomotif dengan media otonesia.id. 

Sejak 2018 pula, alumni MAN 1 Medan itu didaulat menjadi sekretaris Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Medan. 

"Saya mohon dukungan kepada abang kakak, rekan sebaya semua. Kolaborasi akan jadi kunci kekuatan kita," kata Syaifullah Defaza yang juga Wakil Bendahara Bidang Media KNPI Sumut itu. (Ajs/red)

Lapor Bang Bobby, Jalanan Kota Medan Banyak Lubang Menunggu Korban

Kondisi jalan TB Simatupang, Sunggal, tepatnya di depan RS Bina Kasih. (foto: Sabah/mediasergap.com)

mediasergap.com | MEDAN - Lapor Bang Bobby Nasution, Wali Kota Medan. Lubang masih banyak menganga di sejumlah ruas jalan di Kota Medan.

Menurut pantauan awak mediasergap.com lubang-lubang di sejumlah ruas jalan tersebut antara lain, Jl. Amal, Jl Kaswari, yang lebih parah di Jl. TB. Simatupang Kec. Medan Sunggal.

Banyak lubang di ruas jalanan tersebut hanya ditambal, jika hujan turun lubang yang ditambal akan kembali menganga, dan bisa mengakibatkan korban jiwa bagi pengendara sepeda motor yang melintas.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat (DPP LSM) Sergap Oliver Sirait, SH melalui Sekretaris Jenderalnya Ir. Pandu Wilantara mengatakan, persoalan infratruktur jalan harus menjadi perhatian serius bagi Bang Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan, jika jalanan banyak yang berlubang akan mengakibatkan fatal bagi pengendara sepeda motor yang melintas.

"Lubang-lubang yang menganga tersebut bisa mengakibatkan kecelakaan, terlebih pengendara sepeda motor bisa terjatuh jika mengelakkan lubang-lubang tersebut," ujar Wilan, Sabtu (08/05/21) saat ditemui awak mediasergap.com.

Sekjen DPP LSM Sergap ini juga mengungkapkan bahwa Wali Kota Medan memerintah Dinas Perhubungan Medan, untuk memasang rambu-rambu yang bisa dilalui bus-bus AKAP dan truk-truk.

Kondisi Jalan Amal, Medan Sunggal tepatnya di dekat Titi Sungai Bedera. (Foto: Sabah/mediasergap.com)

"Seperti yang terjadi di Jl. Amal, Medan Sunggal, seharusnya bus ataupun truk-truk tersebut tidak melintas di jalan tersebut, ini yang mengakibatkan aspal di jalan tersebut cepat rusak akibat beban kenderaan terlalu berat," ungkap Wilan lagi.

Wilan menambahkan, sebelum masa kepemimpinan Bang Bobby di Kota Medan, Presiden Jokowi pernah memberikan julukan MEDAN SEJUTA LUBANG, hal ini sangat memalukan.

"Jadi diharapkan kepada Bang Bobby Nasution, Wali Kota Medan yang baru dapat memperhatikan infrastruktur yang saat ini sudah sangat memprihatinkan. Dan jangan lagi Presiden Jokowi memberikan julukan serupa bahkan bisa bertambah jadi Semiliar Lubang," pinta Wilan mengakhiri. (Sabah/red)



Tumpukan Sampah Menggunung, Jalan Gang Kurnia Sari Rejo Hancur

mediasergap.com | MEDAN - Bertahun-tahun lamanya ruas jalan Gang Kurnia, di Jalan Cempaka Lingkungan 4 Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumut rusak parah karena jalan tersebut dijadikan tempat pembuangan sampah. 

Di kanan kirinya, tumpukan sampah terlihat mulai menggunung. Mengakibatkan pejalan kaki yang melintas akan kesulitan untuk terhindar dari kotoran sampah. Pengendara sepeda motor harus berhati-hati sebab jalan selalu tergenang air menutupi bagian jalan yang berlubang. Tak jarang, motor yang memaksa lewat bernasib apes karena bannya bocor terkena paku. 

Kawasan ini dulunya adalah persawahan namun kini tak ditanami lagi. Air tetap mengalir membelah jalan. Jalan air ini sudah tertutupi sampah dan air akhirnya meluap ke jalan. 

Apabila hujan, kondisinya makin parah. Sampah akan bercampur air menggenang di badan jalan. Kotor sekali. 

Muhar Rizal, warga Gang Kurnia mengatakan bahwa kondisi ini telah lama mereka tanggung. Jalan mereka rusak, bau sampah menguap ke pemukiman. Mereka yang tinggal di sekitar sulit tak berdaya untuk melarang orang membuang sampahnya ke lokasi itu.

 "Sudah bertahun-tahun kondisinya seperti ini," kata Muhar, Minggu (02/04/21). 

Ternyata, salah satu penyebab masih banyaknya warga yang membuang sampah di lokasi ini karena meskipun banyak warga yang membayar retribusi pengutipan sampah sebesar Rp 25.000 per bulan, namun kinerja petugas kebersihan tak setiap harinya datang mengutip sampah.  "Paling satu minggu (pekan) itu datang dua kali," kata Johanes, warga Lingkungan 5. 

Tentu ini persoalan. Kondisi ini juga terjadi di beberapa lingkungan lain di Sari Rejo. Akibatnya, sering terlihat lahan kosong dijadikan tempat pembuangan sampah. 

"Kami warga berharap Bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution tahu persoalan kami dan dapat membantu kami. Apalagi beliau sedang fokus menangani masalah banjir dan sampah," pinta Muhar.

Memang saat ini di Sari Rejo termasuk di Lingkungan 4 dan 5 terlihat sedang dilakukan pembangunan parit oleh Pemko Medan. Ini bagian dari salah satu fokus Wali Kota Medan Bobby Nasution yakni penanganan banjir dan sampah di Medan. 

Namun, sampai saat ini, belum ada tanda-tanda penanganan sampah Gang Kurnia. 

Pada Januari 2020 silam, sampah di lokasi ini sempat dikeruk oleh alat berat dan di ratakan. Lurah Sari Rejo Nurainun ketika itu menyebut bahwa akan ada anggaran yang akan dialokasikan untuk rabat beton jalan itu. Setelah jalan diperbaiki, maka selanjutnya di kanan kiri jalan akan dibuatkan bambu agar orang tak lagi membuang sampah di lokasi itu. 

Namun, pengalihan anggaran karena pandemi Covid-19 kemudian menyebabkan rencana tersebut tak terwujud sampai sekarang.(AVID/r)

DPP LSM SERGAP Tunggu Gebrakan Bobby Nasution kepada Pejabat tak Bisa Berkolaborasi

mediasergap.com | MEDAN - Gebrakan yang dilakukan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution yang mencopot Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi dan Lurah Sidorame Timur, Hermanto mendapat acungan jempol dari sejumlah kalangan di Kota Medan.

Diketahui pencopotan Edwin Effendi sebagai Kadis Kesehatan Kota Medan  dengan alasan dianggap tak merespons perintah perbaikan penanganan masalah Covid-19, terkait keramaian di Kesawan City Walk yang dinilai telah melanggar aturan PPKM Mikro. Lain halnya dengan pencopotan Hermanto, Lurah Sidorame Timur, yang kedapatan melakukan pungutan liar (pungli) kepada masyarakat yang hendak mengurus surat menyurat.

Sekaitan pencopotan kedua pejabat publik ini, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat (DPP LSM) SERGAP Oliver Sirait, SH (foto kiri) yang didampingi Sekretaris Jendral (Sekjen) Ir. Pandu Wilantara (foto kanan) kepada awak mediasergap.com mengatakan sangat mengapresiasi dan mendukung gebrakan yang dilakukan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution.

"Gebrakan yang dilakukan Wali Kota Medan sudah sangat tepat dengan mencopot pejabat-pejabat di Pemko yang tidak bisa melaksanakan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan," kata Oliver, Minggu (25/04/21) di ruang kerjanya.

Oliver Sirait mengharapkan dengan gebrakan Wali Kota Medan ini dapat menjadi pelajaran bagi pejabat yang tidak bisa berkolaborasi menjalankan visi misi Wali Kota Medan.

Sementara di tempat yang sama Sekjen DPP LSM SERGAP Ir. Pandu Wilantara mengatakan gebrakan yang dilakukan pemimpin daerah termuda di Prov. Sumut ini sudah lama ditunggu-tunggu warga Medan, selama ini pejabat di Pemko Medan terbuai dan terlena, sehingga Kota Medan tidak ada perkembangan yang signifikan.

"Sebagai warga Medan, saya menunggu gebrakan-gebrakan selanjutnya dari Pak Bobby kepada pejabat-pejabat di Pemko Medan yang tidak bisa berkolaborasi sesuai visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan," ujar Sekjen DPP LSM SERGAP.

Oliver menambahkan, tak dipungkiri gebrakan yang dilakukan menantu Presiden Joko Widodo ini membuat para pejabat di lingkungan Pemko Medan menjadi "ketar-ketir".

Mengakhiri pembicaraannya, Oliver Sirait menyatakan DPP LSM SERGAP siap mengawal, memantau dan melaporkan pejabat-pejabat di Pemko Medan yang tidak bisa berkolaborasi untuk kemajuan Kota Medan. (Sabah)

Pemdes Ambukha Gelar Sosialisasi Pencegahan Covid-19

mediasergap.com | NIAS BARAT -  Pemerintah Desa Ambukha, Kecamatan Lolofitumoi, Kabupaten Nias Barat, Prov. Sumut menggelar sosialisasi penyebaran Covid-19 bertempat di Kantor Kepala Desa Ambukha. Jum'at (16/04/2021)

Sosialisasi ini dihadiri Plt. Camat Lolofitu Moi Elsianna Zega, Kepala Pustu Ambukha, Roseli Halawa S.Kep, Bhabinkamtibmas Polsek Lolofitu Moi, Kades Ambukha, Temazaro Waruwu, Pendamping Desa (PD) Sarotani Gulo, Ketua dan anggota BPD Ambukha, Kepala Dusun, aparat Desa Ambukha, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh adat, tokoh wanita, kelompok masyarakat, para petani dan sejumlah relawan Covid-19.

Kepala Desa Ambukha Temazaro Waruwu dalam penjelasannya mengatakan, kegiatan hari ini merupakan sosialisasi pencegahan, dan memutus mata rantai Covid-19.

"Kita berharap, dengan adanya sosialisasi ini agar kita sungguh-sungguh untuk kita terapkan, sehingga kita terhimdar dari wabah penyakit yang menular ini, kita juga berterima kasih kepada Plt Camat Lolofitumoi, yang sudah meringankan langkah, begitu juga Polsek dan Danramil, dan peserta semua," ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Plt Camat Lolofitu Moi Elsianna Zega menyebutkan, kita menghimbau kepada para peserta sosialisasi untuk tidak menyia-nyiakan kegiatan ini, karena untuk keselamatan kita bersama dari Covid-19.

"Sosialisasi ini gunanya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa, pandemi covid-19 masih ada di sekitar kita dan patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M (Mencuci tangan, Memakai Masker, Menjauhi Kerumunan)," tutup Elsianna Zega.(depi/red)

Tingkatkan Sinergitas, Kapoldasu Kunjungi Yonif Raider 100/PS

mediasergap.com | SEI BINGAI - Tingkatkan sinergitas dan kolaborasi antara TNI-Polri, Kapoldasu Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak MSi melakukan kunjungan kerja ke Markas Komando Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 100/PS di Desa Namu Ukur Utara Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumut, Sabtu (03/04/21) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kahadiran jenderal bintang dua bersama Pejabat Utama Polda Sumut itu disambut dengan hangat oleh Danyonif Raider 100/PS Mayor Inf M Zia Ulhaq bersama seluruh personel infanteri disana. "Kunjungan ini sebagai wujud transformasi operasional dalam meningkatkan sinergitas dan kolaborasi TNI-Polri," kata Panca Putra.

Orang nomor satu di Mapoldasu itu mengingatkan, seluruh personel TNI-Polri, khususnya yang ada di Sumatera Utara agar selalu solid dan kompak dalam segala hal. Terutama dalam menjaga kekondusifan kamtibmas. "Sehingga masyarakat dapat merasakan kahadiran TNI-Polri di tengah mereka," harapnya.

Pada kesempatan itu, mantan Kapolda Sulawesi Utara itu juga menyampaikan salam hormatnya kepada seluruh personel Yonif Raider 100/PS yang melaksanakan tugas Pengaman Perbatasan (Pamtas) di Papua, serta keikutsertaan personel tersebut pada giat Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitrada) Nusantara XLI/2021 di Sumut.

Dengan tetap menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, kegiatan kunjungan lulusan Akpol tahun 1990 beserta rombongan itu, berlangsung dengan penuh keakraban dan semangat kekeluargaan antara kedua institusi tersebut. (AVID/r)

Menparekraf Dukung Penuh The Kitchen of Asia

mediasergap.com | MEDAN - The Kitchen of Asia yang menjadi program prioritas dari Pemko Medan mendapat dukungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Dr.H.Sandiaga Salahuddin Uno,B.B.A.,M.B.A.

Dukungan ini disampaikan Sandiaga Salahuddin Uno saat berkunjung ke Kawasan Kesawan yang berlokasi di Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumut, Sabtu (27/03/21) kemarin. 

Kehadiran Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di Kota Medan disambut langsung oleh Wali Kota Medan didampingi sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan pada salah satu Masjid bersejarah di Kota Medan yaitu Masjid Lama Gg. Bengkok yang berada di Jalan Masjid, Kesawan Medan. 

Setelah melaksanakan sholat magrib, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan Wali Kota Medan kemudian berjalan kaki menuju ke gedung Werenhuis, dan melihat langsung kondisi dalam gedung yang merupakan bangunan cagar budaya yang terletak di Jalan A. Yani VII. 

Setelah itu rombongan menuju ke Tjong A Fie Mansion untuk melihat langsung sejarah peninggalan dari Tjong A Fie, salah satu tokoh terkenal di Kota Medan pada masa lampau.

Usai berkeliling dan melihat peninggalan Tjong A Fie,  Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan magnet dari Kota Medan adalah pengalaman kuliner ditambah cerita sejarahnya. Artinya cerita ini yang nantinya dapat menambah daya tarik pariwisata berbasis kuliner di Kota Medan, dan membuka peluang usaha serta lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat Kota Medan. 

"Karena itulah, saya mendukung penuh program The Kitchen of Asia yang digagas Pemko Medan guna mendukung pertumbuhan ekonomi di masa pandemi covid-19. Namun begitupun, ia tetap berpesan untuk tetap menjaga protokol kesehatan selama berlangsungnya kegiatan tersebut," pinta Sandiaga Uno. 

Disamping itu, Sandiaga Uno ingin agar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat ikut terlibat di dalam program The Kitchen of Asia ini baik dari segi adaptasi teknologi dan keberagaman produk- produk ekonomi kreatif. 

"Sebab dengan keterlibatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diharapkan UMKM yang terlibat didalamnya pendapatannya dapat meningkat 70 hingga 80 persen," ujarnya. 

Sementara itu Wali Kota Medan mengatakan salah satu spirit The Kitchen of Asia diambil dari semangat Tjong A Fie yang telah membangun kerukunan antar etnis budaya di Kota Medan, bahkan kerukunan etnis yang telah dibangun sejak lama tersebut masih tetap dapat dirasakan hingga saat ini. 

"Untuk tetap mempertahankan keberagaman dan kerukunan tersebut salah satunya dengan kuliner. Karena itulah, ia ingin menjadikan kawasan Kesawan ini menjadi pusat budaya dan kuliner namun tetap menjaga keaslian dari kawasan tersebut," ungkap Wali Kota Medan yang merupakan pemimpin daerah termuda di Sumatera Utara.

"The kitchen of Asia berarti ialah dapur yang saat ini tidak lagi tertutup tetapi menjadi sebuah entertaiment, inilah yang diharapkan kedepannya masing-masing etnis dapat menceritakan kuliner kekhasanya masing-masing," kata Wali Kota Medan. (Sabah/red)

Ditandai Penabuhan Gordang Sambilan, Wali Kota Resmikan Kesawan City Walk dan E-Parking

mediasergap.com | MEDAN - Minggu (28/03/21) petang, Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, MM meresmikan soft launching Kesawan City Walk dan E-Parking, bertempat di Jalan Ahmad Yani Medan, Prov. Sumut.

Perhelatan ini berlangsung di depan bangunan bersejarah, Rumah Tjong A Fie ini. Kendati protokol kesehatan diterapkan secara ketat acara soft launching Kesawan City Walk dan E-Parking tetap meriah.

Acara soft launching Kesawan City Walk dan E-Parking ini, tampak dihadiri Pangdam I / BB, Mayjen TNI Hasanuddin, SIP, MM, Kapoldasu, Irjen. Panca Putra Simanjuntak, Ketua DPRD Medan, Hasyim, SE, Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman, SE, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Soekowardojo, Direktur Utama Bank Sumut, Muchammad Budi Utomo, Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Riko Sunarko, Dandim 0201 BS, Letkol. Inf. Agus Setiandar, Ketua TP PKK Medan, Kahiyang Ayu Muhammad Bobby Afif Nasution, Ketua MUI Medan, Prof. HM Hatta, Sekda Ir. Wiriya Alrahman, MM, Para Asisten dan pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan itu.

Di awal kata sambutannya, Wali Kota mengatakan, kawasan heritage Kesawan ini merupakan bagian dari Dapur Asia Medan. Selain menjadi kawasan wisata kuliner dan budaya serta kota tua, juga pusat kreatif.

Peresmian soft launching Kesawan City Walk ini diwarnai dengan penabuhan Gordang Sambilan oleh Wali Kota. 

Ikut menabuh Gordang bersama Wali Kota antara lain Pangdam I / BB Mayjen TNI Hasanuddin SIP MM, Kapoldasu, Ketua DPRD Medan, dan Wakil Wali Kota Medan. Sedangkan soft launching E-Parking (Pembayaran Non Tunai dengan QRIS dan QREN) berkorban dengan mempersembahkan kode barcode dari Kepala BI Perwakilan Sumut, kepada Wali Kota, Pangdam, dan Kapoldasu. 

Wali Kota menyebutkan, keragaman etnis di Medan adalah sebuah kekuatan. Pemilihan tempat perhelatan ini juga untuk mengingatkan bahwa kerukunan etnis antar umat beragama di Medan sudah berakar sejak dulu. 

"Sama-sama kita ketahui bahwa Tjong A Fie merupakan dermawan yang non Muslim bergaul dan berbaur dengan beragam etnis lain di Medan. Pemko Medan akan menjaga keragamanan ini menjadi satu kekuatan,” ucap Wali Kota Bobby.

Di Kota ini, lanjut Wali Kota, bukan hanya kuliner tradisional Sumut maupun nasional. Namun, kuliner di Medan juga dapat mewakili kekayaan kuliner Asia. Maka, dengan penuh percaya diri, Medan dapat memberikan sebagai The Kitchen Asia (Dapur Asia).

Menurut Wali Kota, selain kelezatan, ada hal yang dapat menambah nilai kuliner tersebut, yakni mempertontonkan cara memasaknya, penyajian, mau menikmatinya. Dapur yang dulu di belakang dan tertutup, kini dibuka sehingga orang dapat melihat cara kuliner itu dibuat. Ini akan menjadi hiburan yang dapat menambah nilai kuliner tersebut. 

“Karena itu kita percaya diri menyebut Medan sebagai The Kitchen of Asia,” ujar Wali Kota. 

Kemudian Wali Kota juga menyatakan, Pemko Medan telah berkomitmen untuk mewujudkan transaksi yang tanpa uang tunai. Seluruh tenant di Kesawan City Walk harus menerapkan chasless. 

"Secara bertahap, pembayaran parkir juga akan dilakukan dengan menggunakan QRIS maupun QREN," sebut Wali Kota serta akan memaksimalkan fungsi pengawasan mencegah penguapan Pendapat Asli Daerah. 

“Saya yakin dengan semangat kolaborasi akan memajukan Kota Medan yang kita ini, sehingga akan jadi kebanggaan di Sumut, nasional, maupun global," ujar Wali Kota. 

Wali Kota juga berpesan agar dilakukan evaluasi untuk perbaikan ke depan hingga manfaatnya akan terasa bagi Kota Medan dan masyarakat. 

“Dan protokol kesehatan harus diterapkan, termasuk jam operasional,” tegasnya, setelah seluruh prosesi melakukan peninjauan ke angkringan kuliner seraya berdialog dengan pedagang. 

Sebelumnya, Ketua DPRD Medan, Hasyim SE, menyampaikan apresiasi atas gebrakan yang dilakukan oleh Wali Kota. Menurutnya, Kesawan City Walk menuju Medan The Kitchen of Asia ini salah satu dari beberapa gebrakan yang dilakukan Wali Kota yang baru sebulan lebih menjalankan tugas sebagai Wali Kota Medan. 

“Apresiasi yang tinggi kepada Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, yang baru saja menjabat telah mendobrak penghalang-penghalang kemajuan Medan,” ujarnya. 

Disebutkan Hasyim, pembenahan kawasan heritage Kesawan yang dipadukan dengan pemberdayaan UMKM di bidang kuliner serta penataan lalu lintas dan perparkiran adalah sebuah langkah maju yang layak diapresiasi dan didukung. 

Sementara, Kepala Dinas Perumahan dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Benny Iskandar, didampingi Kepala Dinas Perhubungan menyebutkan, selain melambangkan keragaman Medan, Kesawan City Walk juga mengangkat kembali nilai-nilai sejarah. 

"Potensi ini akan terus dikembangkan dengan semangat kolaborasi antar OPD di lingkungan Pemko Medan maupun pihak luar," ungkap Benny.

Dalam kesempatan itu, Benny juga melaporkan, dari 116 pedagang sebanyak 113 telah divaksin dan begitu juga dengan seluruh petugas di Kesawan City Walk. Hal ini untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman pengunjung. 

"Di samping itu, seluruh pedagang juga wajib menerapkan protokol kesehatan dengan ketat saat berjualan sesuai perjanjian yang telah mereka buat dengan Dinas Koperasi dan UMKM Medan," ujarnya

Pada acara ini, petugas kepolisian atau Satpol PP terus berpatroli untuk mengingatkan pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan. Kalau ada pedagang atau pengunjung melepas masker, akan dilakukan pendekatan secara persuasif. Di situ, petugas juga sabar terus mengingatkan agar pengunjung untuk tetap menjaga jarak. 

Amatan awak media, pada perhelatan ini diwarnai dengan berbagai atraksi, di antaranya koreografi berjudul “Dapur” yang meliputi seluruh peralatan dapur menjadi alat musik yang apik dan harmonis. 

Di samping itu, juga ada pertunjukan yang menampilkan kinerja yang menarik dan kemampuan Chef Agung Kurnia saat memainkan Swing In Pizza, dan beberapa pertunjukan seni yang menghias buah. 

Berbagai komunitas tidak ketinggalan pula memeriahkan soft lauching tersebut. Selain Komunitas Sepeda, Komunitas Vespa juga ikut memajangkan kendaraannya di sepanjang Jalan A Yani. (Sabah/red)

Wawako Inginkan Seluruh Warga Kota Medan Tercover BPJS Kesehatan

mediasergap.com | MEDAN - H. Aulia Rachman, SE, Wakil Wali Kota (Wawako) Medan, menginginkan agar seluruh masyarakat Kota Medan dapat tercover oleh BPJS Kesehatan sehingga menjamin masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang sama.

Hal ini dikatakan tersebut disampaikan Wawako Medan ketika mewakili Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE., MM dalam Forum Pertemuan Komunikasi dengan Pemangku kepentingan BPJS Kesehatan di Kantor Wali Kota Medan, Rabu (24/03/21).

Pada pertemuan tersebut dihadiri Sekda Kota Medan, Ir. Wiriya Alrahman, MM, pimpinan OPD terkait dan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Medan, dr. Sari Quratul Ainy, MM, AAK, 

Wali Kota melalui Wawako Medan H. Aulia Rachman, ingin agar seluruh masyarakat Kota Medan terproteksi kesehatannya yang sangat baik, dan telah menginstruksikan jajarannya untuk mendata seluruh peserta BPJS Kesehatan yang ada di setiap Kecamatan untuk sesuaikan datanya dengan yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan Kota Medan.

"Kita ingin agar warga Kota Medan terproteksi kesehatannya, kita sudah meminta data dari BPJS dan data yang kita miliki untuk kita sesuaikan agar tidak ada lagi masyarakat yang tidak memiliki BPJS," pinta Aulia Rachman.

Setelah semuanya terdata, lanjut Wawako,  akan mengclaster mana masyarakat pemilik BPJS Mandiri yang masih sanggup membayar dan mana masyarakat pemilik BPJS Mandiri yang tidak sanggup lagi membayar.

"Jadi kita akan claster mana masyarakat pemilik BPJS mandiri yang masih mampu bayar, namun yang tidak sanggup bayar akan kita usulkan masuk ke UHC, apalagi ditengah pandemi covid-19 saat ini semuanya serba susah, banyak masyarakat yang malah terhutang BPJS," ungkapnya.

Universal Health Coverage (UHC) sendiri merupakan program penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dengan biaya terjangkau.

Melalui pertemuan ini Wakil Wali Kota Medan berharap dapat lebih mempertajam kolaborasi antara Pemko Medan dengan BPJS Kesehatan Kota Medan sehingga seluruh masyarakat dapat tercover dengan baik khususnya terhadap masyarakat yang ada di kelas 3.

Sementara itu Kepala Cabang BPJS Kesehatan Medan, dr. Sari Quratul Ainy, MM, AAK yang hadir didampingi Kabid dalam paparannya menyampaikan peserta JKN-KIS Kota Medan saat ini berkisar 2.016.735 (79,89%). 

"Dari jumlah tersebut, untuk segmen pekerja bukan penerimah upah (PBPU) masih banyak yang mengalami tunggakan misalnya untuk kelas 3 sebanyak 201.002 jiwa, untuk kelas 2 sebanyak 50.507 jiwa, sedangkan untuk kelas 1 sebanyak 49.856 jiwa," ujar dr. Sari Quratul Ainy.(Sabah/rel)

Di Medan, The Kitchen of Asia akan Terealisasi

mediasergap.com | MEDAN - Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, MM membenahi kawasan heritage Kesawan sekaligus pusat kuliner untuk mewujudkan Medan The Kitchen of Asia segera terealisasi. 

Direncanakan Minggu, 28 Maret 2021 sore akan dilakukan soft launching Kawasan Kesawan City Walk yang merupakan salah satu langkah berarti untuk mewujudkan salah satu program dari #KolaborasiMedanBerkah.

Hal ini mengemuka dalam rapat persiapan akhir dan koordinasi peluncuran Kawasan Kesawan City Walk, Rabu (24/03/21) di Ruang Rapat III, kantor Wali Kota Medan. 

Rapat ini dipimpin oleh Wali Kota Medan, dihadiri oleh Dandim 0201 BS, Letkol Inf. Agus Setiandar, Kajari Medan, Teuku Rahmatsyah, perwakilan Kapolrestabes, Sekda Kota Medan, Ir. Wiriya Alrahman, Asisten Ekonomi Pembangunan, Khairul Syahnan, serta segenap pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pada rapat ini juga, unsur Forkopimda menyatakan siap mendukung program penuh ini. Unsur Forkopimda Medan penilaian, program pembenahan kawasan Kesawan sangat baik. Selain dapat menjadi ikon Medan, juga menjadi pusat kuliner dan UMKM, serta pada akhirnya akan memberikan kontribusi pada Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Medan.

Wali Kota Bobby menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan Forkopimda itu. Dalam rapat itu, Wali Kota Medan mengapresiasi OPD terkait yang mulai menunjukkan kerja-kerja kolaboratif dalam merealisasi program ini.

"Kesawan adalah salah satu kawasan kota tua di Medan. Di kawasan ini terdapat pula warisan cagar budaya dengan arsitektur yang indah. Pembenahan kawasan heritage ini dipadukan dengan branding kuliner Medan yang sudah terkenal secara nasional maupun global ini akan membawa manfaat yang besar bagi Kota ini," kata Bobby

Orang nomor satu di Kota Medan ini mengatakan, Medan memiliki aneka kuliner. Bukan saja kuliner asli Sumatera Utara dan Indonesia, namun juga Asia. Semua terkenal lezat dan lezat sekali. 

Selain kelezatan, ada hal yang dapat menambah nilai kuliner tersebut, yakni mempertontonkan cara memasaknya. Dapur yang dulu di belakang dan tertutup, kini terbuka sehingga orang dapat melihat cara kuliner itu dibuat. Ini akan menjadi hiburan yang dapat menambah nilai kuliner tersebut. Karena itu, hari ini kita branding kuliner kita sebagai The Kitchen of Asia,” ungkap menantu Presiden Jokowi ini.

Dalam rapat itu juga, Wali Kota Medan mengingatkan harus ada kriteria yang jelas bagi UMKM yang ingin membuka usaha di kawasan ini. Harus benar-benar dilakukan pendataan yang valid bagi pelaku UMKM. Di samping itu, OPD terkait juga harus responsif, mendukung UMKM agar dapat memenuhi kriteria tersebut.

Rapat ini diawali dengan presentasi Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Benny Iskandar, tentang penataan kawasan Kesawan City Walk. Beberapa point yang emosional dalam pemaparannya antara lain, koridor Jalan A Yani akan diisi kuliner andalan Medan. 

Sedangkan pada koridor Jalan A Yani I, II, IV angkringan. Di kawasan ini juga akan digelar hiburan masa kini, atraksi dari berbagai komunitas, di samping itu juga musik dan tari, baik modern maupun tradisional.

Kepala Dinas Perhubungan, Iswar, juga menyampaikan kesiapan pihaknya dalam hal pengaturan lalu lintas atau penataan parkir. 

Disebutnya, pihaknya telah pula berkoordinasi dengan Satlantas pada tanggal 28 Maret 2021 untuk penutupan Jalan A Yani mulai pukul 18.00 sampai pukul 00.00. Sedangkan lokasi parkir di Jalan Perniagaan juga akan dilengkapi dengan peralatan CCTV. Disebutkannya pula, selama masa promosi ini, parkir akan digratiskan.

Rapat ini berlangsung dalam suasana dialogis. Wali Kota Medan dengan teliti yang mendengarkan setiap OPD dan memberikan masukan serta program tertentu agar berjalan dengan baik.(rel)

Kahiyang Ayu Tinjau Pengrajin Rotan dan Usaha Pembuatan Kerupuk Jangek di Medan Helvetia

mediasergap.com | MEDAN – Pembinaan Kelembagaan PKK dan 10 Program Pokok PKK serta UMKM Kota Medan di Kecamatan salahsatu prioritas dalam visi dan misi Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution menuju #MedanBerkah

Guna mendukung hal tersebut, Ketua TP PKK Kota Medan, Kahiyang Ayu Bobby Afif. meninjau usaha kerajinan rotan dan pembuatan kerupuk jangek di Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (23/03/21).  

Kahiyang Ayu yang hadir bersama Wakil Ketua I TP PKK, Shaula Arindianti Aulia Rachman, dan Wakil Ketua II Ismiralda Wiriya Alrahman pertama kali meninjau ke tempat usaha pengrajin rotan di Kelurahan Helvetia yang terletak di Jalan Beringin VIII. Kahiyang melihat langsung dengan penuh perhatian berbagai produk yang dihasilkan oleh pengrajin ini.

Putri Presiden Jokowi ini juga berdialog dengan pelaku usaha untuk mengetahui kendala yang dialami, baik dari sisi pemasaran maupun produksi. Sebelum beranjak, Kahiyang juga membeli dua buah produk kerajinan rotan berbentuk vas bunga.

Dari Kelurahan Helvetia, Kahiyang bergerak menuju Kelurahan Dwikora, tepatnya di Jalan Amal Luhur. Di tempat ini, terdapat usaha pembuatan kerupuk jangek bermerek “Sari Jangek”.  Selain berdialog dengan pelaku usaha, Kahiyang juga menyaksikan dengan penuh perhatian berbagai peralatan dalam setiap proses produksi kerupuk yang berbahan baku kulit sapi itu. Sama seperti sebelumnya, Kahiyang juga membeli produk kerupuk jangek pelaku UMKM Kelurahan Dwikora ini.

Sebelum melakukan peninjauan, Kahiyang juga melakukan pertemuan dengan segenap kader TP PKK Kecamatan Medan Helvetia di kantor Camat Medan Helvetia.  Dalam acara yang dihadiri antara lain oleh  Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat, Khairunisa Mozasa, Camat Medan Helvetia, Andy Mario Siregar AP, S.Sos, Danramil 06 Medan Sunggal, Kapt. Inf. Hari Susilo, Kapolsek Helvetia, Kompol Pardamean Hutahaean, Ketua Persit KCK Ranting 7 Koramil 06, Nita Hari Susilo, dan Ketua Bhayangkari Ranting Helvetia Riana M Marpaung, Ketua TP PKK Medan Helvetia, dr. Asni Novita Andi Mario itu, Kahiyang meminta kepada seluruh anggota TP PKK Kota Medan untuk mendukung dan ikut mewujudkan program Pemko Medan yakni satu kelurahan satu sentra usaha. Selain dapat memperkenalkan dan memajukan produk UMKM di setiap kelurahan, program ini juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

“Saya minta seluruh anggota dan kader TP PKK Kota Medan untuk mendukung dan ikut merealisasikan program Pemko Medan dalam UMKM yakni satu kelurahan satu sentra usaha. selain dapat mengembangkan dan memperkenalkan produk UMKM juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Kahiyang Ayu.

Kahiyang juga berharap agar pihak  Kecamatan maupun kelurahan dapat bersama-sama dengan TP PKK untuk mengembangkan UMKM. Dengan kolaborasi yang baik, lanjut Kahiyang, program satu kelurahan satu sentra usaha akan berjalan dengan baik.

Selain itu, Kahiyang juga menyampaikan, produk UMKM yang ada di kelurahan dapat dipajangkan di gerai kantor PKK Kota Medan. Dengan demikian, hal ini dilakukan untuk lebih memperkenalkan produk UMKM dari seluruh kelurahan di Medan kepada masyarakat.

Pada saat itu, Kahiyang juga menyampaikan pesan Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., agar pihak kecamatan memperhatikan kebersihan drainase agar warga bisa terbebas dari banjir.

Kehadiran Ketua TP PKK Kota Medan disambut Camat Medan Helvetia, Andy Mario Siregar ini dengan penuh sukacita. Dia mengatakan, kehadiran Ketua TP PKK Kota di Kecamatan Medan Helvetia ini menambah semangat seluruh jajarannya untuk bekerja lebih maksimal, termasuk dalam mendukung program TP PKK dan membina UMKM.

Senada, Ketua TP PKK Medan Helvetia, dr. Asni Novita Andy Mario mengatakan kehadiran Ketua TP PKK Kota Medan menjadi motivasi  anggota dan kader. Pada kesempatan itu Asni juga menyampaikan ekpose tentang 10 Program pokok PKK yang dijalankan oleh TP PKK Medan Helvetia.(rel)